cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 422 Documents
Peran kecerdasan emosional terhadap kecemasan menghadapi ujian pada mahasiswa tahun pertama Program Studi Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Hagelin Putri Agus; Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Mahasiswa tahun pertama sangat membutuhkan bantuan selama periode awal di perguruan tinggi. Masalah dan konflik yang dihadapi di tahun pertama adalah penyesuaian akademik seperti, perubahan gaya belajar dari sekolah menengah atas ke perguruan tinggi, tugas-tugas perkuliahan, dan target pencapaian nilai. Mahasiswa kedokteran rentan mengalami kecemasan, karena sistem belajar pada program studi pendidikan dokter yang kompleks dan padat. Adanya tuntutan akademik, harapan keluarga dan masyarakat juga turut meningkatkan beban psikologis mahasiswa yang dapat berakibat pada kecemasan. Dalam hal ini salah satu rangsangan yang membangkitkan kecemasan adalah situasi saat ujian. Kecemasan menghadapi ujian adalah suatu keadaan atau perasaan yang tidak menyenangkan yang mengakibatkan mahasiswa mengalami perasaan khawatir dan takut, karena memikirkan penilaian dari hasil belajarnya selama pendidikan. Banyak faktor yang dapat memengaruhi kecemasan mahasiswa tahun pertama saat menghadapi ujian salah satunya adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional merupakan kecakapan emosi untuk mengendalikan diri sendiri, daya tahan ketika menghadapi rintangan, mengendalikan impuls, mengatur suasana hati serta mengelola kecemasan agar tidak mengganggu kemampuan berpikir serta mampu berempati dan berharap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kecerdasan emosional dengan kecemasan pada mahasiswa tahun pertama yang akan menghadapi ujian. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun pertama di Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2017 yang berjumlah 100 orang. Hasil uji regresi linear sederhana mendapatkan hasil nilai R2 mendapatkan nilai sebesar 0,097 yang artinya kecerdasan emosional memberikan sumbangan sebesar 9,7%, sedangkan sisanya ditentukan oleh faktor-faktor lain di luar variabel kecerdasan emosional. Kata kunci: Kecemasan menghadapi ujian, kecerdasan emosional, mahasiswa tahun pertama
Peran dukungan sosial keluarga dan efikasi diri terhadap stres akademik mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018 Ni Nyoman Imas Pradnyanita Wistarini; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Stres akademik diartikan sebagai respon tubuh terhadap tekanan, tuntutan, persaingan, harapan yang terjadi di lingkungan pendidikan untuk meningkatkan prestasi akademik. Stres akademik dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal berasal dari dukungan sosial dan faktor internal berasal dari keyakinan individu akan kemampuannya sendiri atau efikasi diri. Keluarga merupakan sumber dan dukungan sosial pertama yang diterima oleh seseorang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran dukungan sosial keluarga dan efikasi diri terhadap stres akademik mahasiswa baru. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif. Karakteristik subjek dalam penelitian ini merupakan mahasiswa baru angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan jumlah 150 orang. Skala yang digunakan untuk alat ukur penelitian ini adalah skala dukungan sosial keluarga, skala dengan hasil nilai koefisien regresi 0,556, nilai koefisien determinasi 0,310 dan nilai signifikansi 0,000 (p<0.05) serta koefisien beta terstandarisasi pada variabel dukungan sosial keluarga senilai -0,240 dan efikasi diri senilai -0,576 yang berarti dukungan sosial keluarga dan efikasi diri berperan dalam menurunkan stres akademik pada mahasiswa baru angkatan 2018 Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: Dukungan sosial keluarga, efikasi diri, mahasiswa baru, stres akademik.
Peran konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua terhadap kematangan pemilihan karir pada siswa sma di Kota Denpasar Ni Kadek Sri Wahyuni Pradnyawati; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Keberhasilan yang diraih seseorang dalam kehidupan di masa depan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertimbangkan pilihan karir yang sesuai. Hal ini sangat berkaitan dengan kematangan pemilihan karir. Kematangan pemilihan karir dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Salah satu faktor internal yang sangat berperan yaitu pandangan tentang diri, sedangkan faktor eksternal adalah stimulus yang diberikan oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua terhadap kematangan pemilihan karir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitaif. Subjek dalam penelitian ini adalah 98 orang siswa SMA di Kota Denpasar yang dipilih dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kematangan pemilihan karir, skala konsep diri, dan skala persepsi anak mengenai harapan orangtua. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,549, nilai koefisien determinasi sebesar 0,301 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel konsep diri sebesar 0,271 dan variabel persepsi anak mengenai harapan orangtua sebesar 0,357. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsep diri dan persepsi anak mengenai harapan orangtua secara bersama-sama berperan meningkatkan taraf kematangan pemilihan karir pada siswa SMA di Kota Denpasar. Kata kunci: kematangan pemilihan karir, konsep diri, persepsi anak mengenai harapan orangtua, siswa SMA
Peran konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Made Ardhy Dharma Krisnadhi; Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Mahasiswa sebagai subjek yang menuntut ilmu di perguruan tinggi tentu berharap dapat lulus tepat waktu dan dengan indeks prestasi yang membanggakan. Pada saat dan selama masa perkuliahan, mahasiswa memiliki kewajiban menyelesaikan tugas-tugas akademik. Mahasiswa yang memiliki kecenderungan menunda penyelesaian tugas-tugas akademik sesuai batas waktu yang ditentukan, diindikasikan telah melakukan prokrastinasi akademik. Konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua dinyatakan dapat berperan terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa. Prokrastinasi dapat berdampak negatif terhadap prestasi belajar maupun terhadap rentang waktu penyelesaian studi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian kuantitatif ini ditentukan berdasarkan stratified random sampling dengan jumlah responden 80 mahasiswa aktif dalam tahun akademik 2018/2019. Instrumen sebagai alat ukur berupa skala prokrastinasi akademik, skala konformitas teman sebaya dan skala dukungan sosial orangtua. Hipotesis penelitian yang diuji dengan teknik analisis regresi berganda, menghasilkan nilai koefisien regresi sebesar 0,755, nilai koefisien determinasi sebesar 0,570 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P<0,05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel konformitas teman sebaya -0,014 dan dukungan sosial orangtua sebesar -0,745,- menunjukkan bahwa konformitas teman sebaya dan dukungan sosial orangtua secara bersama-sama berperan terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Sarjana Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kata Kunci: Dukungan sosial orangtua, konformitas teman sebaya, prokrastinasi akademik
Peran kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi terhadap penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018 Ni Putu Padmadita Nanda Pratiwi; Ni Made Ari Wilani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Penyesuaian diri adalah respon mental dan perilaku mahasiswa baru untuk mengatasi dan menyelaraskan kebutuhan, harapan, serta tuntutan yang berasal dari diri sendiri serta dari lingkungan sekitar melalui upaya-upaya tertentu. Penyesuaian diri memfasilitasi mahasiswa baru untuk membentuk dan mempertahankan hubungan yang baik dengan dirinya sendiri serta lingkungannya, terutama di lingkungan perguruan tinggi. Penyesuaian diri dipengaruhi oleh kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi terhadap penyesuaian diri mahasiswa baru. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 226 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018. Alat ukur penelitian ini adalah skala penyesuaian diri, skala kecerdasan emosional, dan skala motivasi berprestasi. Teknik analisis data penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,805, nilai koefisien determinasi sebesar 0,648, dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan koefisien terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional sebesar 0,425 dan motivasi berprestasi sebesar 0,437. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan emosional dan motivasi berprestasi berperan terhadap peningkatan penyesuaian diri mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Udayana angkatan 2018. Kata kunci: Kecerdasan emosional, mahasiswa baru, motivasi berprestasi, penyesuaian diri
Pengaruh problematic internet use dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Muhammad Aditiantoro; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Psikologi Pendidikan (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Permasalahan yang biasa dihadapi mahasiswa dalam menempuh studinya adalah disiplin waktu yang kurang baik. Disiplin waktu yang kurang baik tercermin dalam penundaan atau dalam istilah psikologi adalah prokrastinasi. Pada era digital ini, penggunaan internet menjadi semakin mudah dan menjadi salah satu faktor yang kuat memengaruhi perilaku penundaan. Problematic internet use (PIU) dapat menyebabkan mahasiswa melakukan prokrastinasi akademik. Prokrastinasi akademik juga dipengaruhi oleh faktor internal individu yaitu regulasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PIU dan regulasi diri terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian ini adalah 110 orang mahasiswa Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Generalized Problematic Internet Use Scale 2yang dibuat oleh Caplan (2010) dan telah di translasi ke Bahasa Indonesia, Skala Regulasi Diri, dan Skala Prokrastinasi Akademik(Verdiwati, 2012) yang telah dimodifikasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05).Hasil ini menunjukkan bahwa PIU dan regulasi diri berpengaruh terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa.Koefisien beta terstandarisasi variabel PIU sebesar 0,267dan signifikansi 0,002 (p<0,05) menunjukan PIU berpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Koefisien beta terstandarisasi variabelregulasi diri sebesar -0,420 dan signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan regulasi diri berpengaruh secara signifikan terhadap prokrastinasi akademik. Kata kunci: mahasiswa, problematic internet use, prokrastinasi akademik, regulasi diri
Motivasi mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI Universitas Udayana mengikuti gaya hidup hedonisme Yuli Endah Purwati Arum Buana; David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p01

Abstract

Globalisasi memengaruhi berbagai aspek salah satunya gaya hidup. Gaya hidup hedonisme adalah gaya hidup yang memandang kesenangan dan kenikmatan sebagai tujuan hidup. Masyarakat ekonomi menengah ke atas mudah mengikuti gaya hidup hedonisme karena mempunyai modal kapital yang cukup, sedangkan masyarakat ekonomi menengah ke bawah akan kesulitan karena tidak mempunyai cukup modal. Gaya hidup hedonisme cepat memengaruhi remaja karena pada periode tersebut remaja mudah terpengaruh oleh teman sebaya. Bali sebagai destinasi wisata nomor satu di Indonesia sangat memungkinkan terjadi interaksi warga lokal dan wisatawan mancanegara yang membawa gaya hidup hedonisme, sehingga sangat mungkin remaja Bali menjadi mudah terpengaruh gaya hidup hedonisme. Universitas Udayana sebagai universitas favorit di Bali yang mendapatkan bantuan dana yaitu Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (BIDIKMISI). Mahasiswa penerima beasiwa BIDIKMISI tidak luput dari pengaruh gaya hidup hedonisme, Studi pendahuluan dilakukan tehadap beberapa mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI di Universitas Udayana menunjukkan beberapa mahasiswa memiliki kecenderungan gaya hidup hedonisme. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motivasi mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI Universitas Udayana untuk mengikuti gaya hidup hedonisme. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah tujuh orang mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI di Universitas Udayana. Penelitian ini menghasilkan motivasi mengikuti gaya hidup hedonisme pada mahasiswa penerima beasiswa BIDIKMISI di Universitas Udayana berasal dari dalam diri yaitu percaya diri dan karier kemudian dari luar diri yaitu promosi, kepercayaan, penyetaraan, model, pengakuan, relasi, dan ingin menjadi terkenal.
Pengaruh kepuasan kerja dan persepsi pada iklim organisasi terhadap perilaku kewargaan organisasi karyawan PT. Garuda Indonesia, (Persero), Tbk. Cabang Denpasar Komang Mega Trisnayani; Naomi Vembriati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p02

Abstract

Karyawan adalah salah satu kunci sukses perusahaan di tengah persaingan dalam era globalisasi sehingga penting bagi pemilik usaha memiliki karyawan dengan kinerja yang baik. Salah satunya dengan menunjukkan perilaku kewargaan organisasi di tempat kerja. Perilaku Kewargaan Organisasi adalah suatu bentuk perilaku yang merupakan pilihan dan inisiatif individual yang tidak berkaitan dengan sistem reward formal organisasi tetapi dapat meningkatkan efektivitas organisasi. Perilaku kewargaan organisasi dipengaruhi oleh kepuasan kerja. Karyawan yang puas cenderung akan memberikan pelayanan dan kinerja yang optimal, salah satunya adalah PKO. Selain kepuasan kerja, persepsi pada iklim organisasi juga berperan dalam memunculkan PKO. Jika karyawan mempersepsikan iklim organisasi secara positif maka hal tersebut dapat menumbuhkan semangat kerja sekaligus mendorong karyawan menampilkan PKO. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh kepuasan kerja dan persepsi pada iklim organisasi terhadap perilaku kewargaan organisasi karyawan PT. Garuda Indonesia (Persero), Tbk cabang Denpasar. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah sampling jenuh dengan menggunakan seluruh pegawai tetap berjumlah 71 orang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner/angket, sedangkan analisis data dilakukan dengan analisis regresi linier berganda. Hasil dari penelitian ini ialah : 1) Kepuasan kerja dan persepsi pada iklim organisasi memiliki kontribusi terhadap kemunculan PKO dengan persentase sebesar 50,5% dengan taraf signifikansi 0,000 (p<0,05). 2) Kepuasan kerja tidak berkontribusi secara signifikan terhadap PKO dengan nilai signifikansi sebesar 0,166 (p>0,05), 3) Terdapat kontribusi yang signifikan antara persepsi pada iklim organisasi terhadap PKO dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Kata kunci: Kepuasan kerja, perilaku kewargaan organisasi, persepsi pada iklim organisasi.
Perbedaan motivasi kerja tutor pendidikan nonformal ditinjau dari status pekerjaan di Provinsi Bali Putu Dina Yuniarini; Naomi Vembriati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p03

Abstract

Tingginya angka putus sekolah mendorong pemerintah membentuk alternatif Tingginya angka putus sekolah mendorong pemerintah membentuk alternatif pilihan jenjang pendidikan yaitu pendidikan nonformal. Salah satu lembaga pendidikan nonformal adalah Pendidikan Kesetaraan yang berada di bawah Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Pendidik di pendidikan nonformal disebut dengan tutor. Dilihat dari status pekerjaan tutor, dapat dibedakan menjadi dua yaitu tutor murni dan tutor dengan pekerjaan tambahan. Tutor murni adalah tutor yang kesehariaanya bekerja hanya di lembaga pendidikan non formal. Tutor dengan pekerjaan tambahan bekerja selain menjadi seorang tutor juga memiliki pekerjaan tambahan selain menjadi tutor contohnya mengajar les atau menjadi guru honor di pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan motivasi kerja tutor pendidikan nonformal ditinjau dari status pekerjaannya di Provinsi Bali. Subjek dalam penelitian ini sejumlah 322 orang yang terdiri dari 157 tutor murni dan 165 tutor dengan pekerjaan tambahan. Teknik Sampling dalam penelitian non random sampling dengan menggunakan sampel jenuh. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala motivasi kerja sebanyak 60 item (?= 0,845). Hasil uji hipotesis menggunakan independent sample t-test nilai signifikansi motivasi internal sebesar 0,662 dan motivasi eksternal 0,889 (p<0,05), maka tidak terdapat perbedaan antara motivasi kerja ditinjau dari status pekerjaannya Kata kunci: Motivasi kerja, status pekerjaan, tutor pendidikan nonformal.
Peran kontrol diri dan pola asuh autoritatif terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Anak Agung Made Teguh Ananta Sukarena Putra; I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2019.v06.i02.p04

Abstract

Masalah yang dapat dialami mahasiswa terkait dengan tugas akademik adalah mahasiswa sering menunda-nunda untuk mengerjakan tugas. Perilaku menunda-nunda dalam mengerjakan sesuatu disebut dengan istilah prokrastinasi. Prokrastinasi akademik dapat dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang dapat memengaruhi prokrastinasi akademik adalah kemampuan individu dalam mengendalikan perilakunya agar terhindar dari tindakan yang berdampak negatif seperti prokrastinasi akademik. Kemampuan mengendalikan perilaku merupakan salah satu aspek dari kontrol diri. Faktor eksternal yang dapat memengaruhi prokrastinasi akademik adalah pengawasan yang diberikan orangtua kepada anak agar anaknya tidak melakukan perilaku negatif seperti prokrastinasi akademik. Peran orangtua dalam memberikan pengawasan kepada anak merupakan salah satu aspek dari pola asuh autoritatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kontrol diri dan pola asuh autoritatif terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa. Subjek dalam penelitian ini adalah 96 mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kontrol diri, skala pola asuh autoritatif dan skala prokrastinasi akademik. Analisis data dilakukan teknik regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukan nilai koefisien regresi sebesar 0,760, nilai koefisien determinasi sebesar 0,577, nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05), nilai koefisien beta terstandarisasi variabel kontrol diri sebesar -0,569 dan nilai koefisien beta terstandarisasi variabel pola asuh autoritatif sebesar -0,277. Hasil tersebut menunjukan bahwa kontrol diri dan pola asuh autoritatif berperan terhadap tingkat prokrastinasi akademik mahasiswa Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Hasil tersebut juga menunjukan bahwa kontrol diri memiliki peran lebih besar terhadap tingkat prokrastinasi akademik dibandingkan dengan pola asuh autoritatif. Kata kunci: Kontrol diri, mahasiswa, pola asuh autoritatif, prokrastinasi akademik.