cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 46, No.2 (2016)" : 10 Documents clear
PENGARUH MOTIVASI TERHADAP MINAT MAHASISWA MENGIKUTI PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI Surifah Surifah; Efi Mustiati; Muhammad Zubaedy Syaifullah; Ahmad Nasir Ari Bowo
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.104 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i2.9615

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh motivasi terhadap minat mahasiswa mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPAk) dan (2) perbedaan motivasi dan minat mahasiswa mengikuti PPAk berdasarkan status akreditasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Metode penelitian yang digunakan adalah ex post facto. Objek penelitian adalah motivasi dan minat mahasiswa mengikuti PPAk. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa S1 Program Studi Akuntansi pada 14 PTS di Yogyakarta, Prodi Akuntansi terakreditasi A sebanyak 5 PTS, terakreditasi B sebanyak 5 PTS, dan terakreditasi C sebanyak 4 PTS. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi berganda dan uji beda rata-rata Kruskal Wallis dan Man Whitney test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, mahasiswa berminat mengikuti PPAk karena termotivasi mendapatkan pengetahuan tambahan, bangga memperoleh gelar akuntan, biaya terjangkau, jangka waktu pendidikan singkat, dan lebih mudah lulus ujian sertifikasi akuntan publik. Kedua, mahasiswa paling berminat mengikuti PPAk adalah mahasiswa akuntansi terakreditasi B, sebaliknya yang paling kurang berminat adalah yang terakreditasi C.Kata kunci: motivasi, minat, pendidikan profesi akuntansi THE EFFECT OF MOTIVATION ON STUDENTS’ INTEREST IN JOINING ACCOUNTING PROFESSION EDUCATION AbstractThis study was aimed at finding out (1) the effect of motivation on students’ interest in joining accounting profession education (APE), and (2) the differences of motivation and students’ interest in joining APE based on the accreditation status in Private Higher Education (PHE). This study used ex-post facto method. The object of this research was motivation and interest of students in joining APE.While the subjects of the study were undergraduate students majoring in accounting of private universities in Yogyakarta. The data were collected by using questionnaires. The data were analyzed using multiple regression analysis; Kruskal-Wallis and Man Whitney test. The results show that: (1) students are interested in participating APE because they are motivated to gain additional knowledge, proud to be accountants, the cost is affordable, the time courses is relatively short, and it makes them easier to pass the public accountant certification exam, (2) students who are most interested in joining APE are students from accounting department accredited as B, on the other hand the least interested students are the ones from accounting department accredited as C.Keywords: motivation and interests, accounting profession education, private higher education 
KEMAMPUAN SISWA KELAS VIII SMP DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASARKAN TINGKAT AKREDITASI Jackson Pasini Mairing
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.478 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i2.9655

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan siswa-siswa Kelas VIII SMP negeri di salah satu kabupaten/kota di Kalimantan Tengah Tahun Ajaran 2015/2016 dalam memecahkan masalah berdasarkan akreditasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dari jumlah populasi sebanyak 28 sekolah, 10 sekolah dipilih sebagai sampel dengan metode random sampling. Sample tersebut adalah 2 akreditasi A, 2 akreditasi B, 2 akreditasi C, dan 4 belum diakreditasi. Tiga pertanyaan diberikan pada setiap sekolah. Setiap penyelesaian diskor menggunakan rubrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan siswa secara keseluruhan sebesar 4,71 (maksimum skornya 12). Rata-rata skor kemampuan siswa untuk sekolah dengan akreditasi A, B, C, dan belum diakreditasi secara berturut-turut sebesar 5,24; 2,29; 3,31; dan 2,10. Hasil uji Kruskal-Wallis dan uji lanjut adalah skor kemampuan siswa sekolah dengan akreditasi A lebih tinggi dari kemampuan siswa sekolah dengan akreditasi B, C, dan belum diakreditasi secara signifikan. Akan tetapi, skor kemampuan siswa sekolah dengan akreditasi B, C, dan belum diakreditasi tidak berbeda signifikan.Kata kunci: masalah matematika, pemecahan masalah, tingkat akreditasi MATH PROBLEMS SOLVING ABILITY OF EIGHTH GRADE STUDENTS BASED ON THE ACCREDITATION LEVEL. AbstractThis study was aimed at describing mathematical problem solving ability of eight grade students from state junior high schools in one of the districts/cities in Central Kalimantan based on the school accreditation. This research used descriptive qualitative method. From total populations 28 schools, ten schools were chosen by random sampling. They were two schools of A accreditation, two schools of B, two schools of C, and four schools have not accredited. Three problems were given to the students from each school. Each student’s solution was scored by using the rubric. The result shows that the average score of the students’ ability is 4.71 (maximum score is 12) which the average score of A, B, C accreditations, and have not accredited were 5.24, 2.29, 3.31, and 2.10 respectively. The result of Kruskal-Wallis and the further tests show that the students’ scores of A accreditation are higher than B, C acreditations, and have not accredited. However, the scores of B, C accreditations, and have not accredited were not significantly different.Keywords: mathematical problems, problem solving, accreditation levels 
PENGARUH JUMLAH BUTIR ANCHOR TERHADAP HASIL PENYETARAAN TES BERDASARKAN TEORI RESPON BUTIR Syahrul Abdullah; Mansyur Mansyur; Rosdiyanah Rosdiyanah
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.821 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i2.10935

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil penyetaraan tes berdasarkan perbedaan jumlah butir anchor dan prosedur mendapatkan penyetaraan tes berdasarkan equateIRT. Jenis penelitian ini adalah exploratif, yaitu mengungkap kesetaraan skor tes berdasarkan teori respon butir. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah enam paket soal Fisika. Penelitian ini dilaksanakan pada enam SMA di Kabupaten Gowa. Jumlah subjek penelitian sebanyak 1420 siswa. Desain penyetaraan memilih Common-Item Nonequivalent Group, estimasi parameter menggunakan model logistik dua parameter (2PL), dan penyetaraan tes dengan menggunakan equateIRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien penyetaraan α dan β yang dihasilkan oleh paket soal dengan 16 butir soal anchor (40%) lebih mendekati α = 1 dan β = 0. Standard error yang dihasilkan oleh paket soal dengan 16 butir anchor lebih kecil dibandingkan dengan paket soal dengan 10 dan 12 butir anchor. Hal ini berarti bahwa paket soal dengan jumlah butir anchor yang lebih banyak menghasilkan penyetaraan yang lebih akurat.        Kata kunci: butir anchor, penyetaraan tes, teori respon butir THE INFLUENCE OF ANCHOR ITEM TOWARD THE EQUATING TESTS OUTCOMES BASED ON ITEM RESPONSE THEORY AbstractThis study was aimed at finding out the equating test outcome based on the differences of numbers of anchor items and procedures to obtain equivalency tests based on equateIRT. This is an explorative research which the equality of test scores based on the item response theory. The instrument used in this study included six test packages of Physics. The research was conducted at six senior high schools in Gowa regency. The numbers of subjects were 1,420 students. Equiting design used was Common-Item Nonequivalent Group, while parameter estimation used was two-parameter logistic model (2PL), and test equiting used was equateIRT. Outcome studies show that the equalization coefficients α and β are generated by package of 16 items about the anchor (40%) approximates α = 1 and β = 0. The standard error generated by package of 16 items about the anchor is smaller than the package about with 10 and 12 point anchor. This means that a package about the amount of grain that produces more anchors produces more accurate equalization.Keywords: anchor item, test equating, item response theory
PROBLEMATIKA DUNIA PENDIDIKAN ISLAM ABAD 21 DAN TANTANGAN PONDOK PESANTREN DI JAMBI Muhammad Sofwan; Akhmad Habibi
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.545 KB) | DOI: 10.21831/jk.v46i2.9942

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis masalah yang dihadapi oleh pondok-pondok pesantren yang ada di Kota Seberang Jambi dan peran aktif mereka berpartisipasi dalam pelaksanaan tujuan pendidikan nasional Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Jumlah partisipan dalam penelitian ini meliputi kepala pesantren, guru, dan pengelola yang bekerja di dua Pesantren di Kota Seberang, Jambi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan teknik diskusi kelompok. Hasil observasi disajikan secara deskriptif. Analisis data hasil wawancara dimulai dengan mentranskrip hasil, melakukan pengecekan ulang, menghilangkan bagian yang tidak diperlukan, dan mengodifikasi hasil untuk dijadikan tema-tema. Data hasil diskusi kelompok disajikan untuk memperkuat data hasil wawancara, dikodifikasi, dan dianalisis. Pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa problematika yaitu kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas, metode pengajaran yang masih bersifat tradisional dan belum banyak variasi, kebijakan kurikulum yang berubah-ubah, fasilitas pendidikan yang belum memadai, dan keuangan pesantren yang belum dapat mencukupi.Kata kunci: problematika, dunia pendidikan Islam, pondok pesantren ISLAMIC EDUCATIONAL ISSUESAND ISLAMIC BOARDING SCHOOL CHALLENGES IN 21ST CENTURY AbstractThis study aimed at analyzing the problems faced by islamic boarding schools in Seberang, Jambi and the active role they participate in the implementation of national education goals of Indonesia. This study was a case study with a qualitative approach. The number of participants in this study were the heads of schools, teachers, and managers who work in two boarding schools in Seberang, Jambi. The data were collected by observation, interview and group discussion techniques. The observation results were presented descriptively. Analysis of interview data began with transcribing the results, re-checking, eliminating the parts that are not needed, and codify the results to be used as themes. The data from group discussions served to reinforce the interview data, codified, and analyzed. The examination of data validity was using triangulation. The results show that there are some problems namely the lack of qualified teaching staff, traditional teaching methods, inconsistant curriculum policy, inadequate educational facilities, and unsufficient schools finance.Keywords: problems, Islamic education, Islamic boarding school
MODAL SOSIAL YANG DIKEMBANGKAN GURU DI SEKOLAH BERKUALITAS DI YOGYAKARTA Farida Hanum; Sisca Rahmadona; Yulia Ayriza
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v46i2.10107

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis modal sosial yang dikembangkan guru di sekolah bermutu di Yogyakarta dan (2) memberikan gambaran kepada warga sekolah, khususnya guru agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan modal sosial di sekolah, dan dapat menggunakan modal sosial tersebut untuk peningkatan mutu sekolah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru-guru sekolah menengah atas di SMA Negeri 1, SMA Negeri 3, dan SMA Negeri 8 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang didukung Focus Group Discussion (FGD) serta buku catatan lapangan/logbook. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang paling dominan dan banyak digunakan oleh guru di sekolah dengan mutu tinggi adalah mutual trust dan norma/tata tertib. Selain itu guru telah membangun dan mengembangkan networking yang produktif di antara semua warga sekolah. Kata kunci: pemanfaatan modal sosial, peningkatan mutu, guru sekolah menengah atas SOCIAL CAPITAL DEVELOPED BY THE REPUTABLE SCHOOLS’ TEACHERS IN YOGYAKARTA AbstractThis study was aimed at (1) analyzing the social capital developed by the reputable schools’ teachers in Yogyakarta, (2) providing an overview to school community, especially the teachers, in order to develop their social capital in the school, as well as be able to utilize the social capital for improving schools quality. This research used research and development (RD) approach. The subjects of this research were senior high schools teachers in SMAN 1, SMAN 3, and SMAN 8 Yogyakarta. The data were collected through questionnaires, observation, interviews and document study, supported by focus group discussion (FGD) and field-note/logbook. Then the data were analyzed qualitatively. The findings show that the most dominant social capital widely used by teachers in reputable schools is mutual trust and norms/ rules. In addition, teachers also have already built and developed productive networks between all communities in their schools. Keywords: utilization of social capital, quality improvement, teachers in reputable senior high school
PERBANDINGAN METODE PENYETARAAN SKOR TES MENGGUNAKAN BUTIR BERSAMA DAN TANPA BUTIR BERSAMA Heri Retnawati
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v46i2.10383

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesetaraan skor 20 perangkat tes ujian akhir SMP dan membandingkan penyetaraan dengan butir bersama (equating) dan tanpa butir bersama (concordance). Metode penelitian yang digunakan adalah metode rerata dan rerata, metode rerata dan sigma, dan Haebara, Stocking dan Lord. Objek penelitian ini adalah perangkat tes ujian akhir SMP Mata Pelajaran Matematika Tahun 2014 dan 46.313 respons siswa. Estimasi parameter butir dilakukan dengan program QUEST dan penyetaraan dilakukan dengan program IRTEQ. Interpretasi hasil penyetaraan dilakukan dengan membandingkan kurva karakteristik tes dan mengestimasi kesalahan penyetaraan dengan root mean square of error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, dua puluh paket yang digunakan pada ujian nasional menunjukkan kecenderungan yang setara. Kedua, pada equating dengan metode grafis, rerata dan sigma menghasilkan skor paling setara. Ketiga, metode Haebara dan metode Stocking dan Lord yang menghasilkan skor-skor dengan RMSE yang paling kecil. Keempat, concordance menghasilkan RMSE yang lebih kecil dibandingkan equating. Kata kunci: penyetaraan, concordance, equating, RMSE THE COMPARISON OF TEST SCORES LINKING METHODUSING EQUATING AND CONCORDANCE This study was aimed at determining the linking score of 20 tests of the national examination and comparing test score linking methods using equating and concordance. This study used mean and mean, mean and sigma, Haebara, and Stocking Lord methods. The objects of this study were mathematics national examination tests of junior high schools in 2014 and 46,313 students’ responses. The estimation of item parameters was done using the QUEST program while the equating used the IRTEQ program. The interpretation of the results was done by comparing the test characteristic curves and estimating the linking error of the Root Mean Square Error (RMSE). The results show that (1) 20 sets of tests in the national exams show equal tendencies; (2) in equating with graphical methods, the means and sigmas produce the most equal scores; (3) Haebara and Stocking Lord methods generate the smallest RMSE scores; and (4) the concordance produces RMSE smaller than equating. Keywords: linking, concordance, equating, RMSE
MANAJEMEN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN PROFESI GURU (STUDI KASUS DI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA) Dinn Wahyudin
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v46i2.11625

Abstract

 AbstrakStudi ini memfokuskan pada analisis aspek yang berkaitan dengan kesiapan organisasi manajemen UPI dalam implementasi kurikulum. Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan sampel yang melibatkan unsur pimpinan universitas, fakultas, dan program studi. Secara metodologis, studi ini memadukan penelitian deskriptif-analitik dengan penelitian tindakan, melalui tahapan diagnostik dan tahapan perbaikan. Hasil yang dicapai adalah manajemen universitas/fakultas masih perlu redirecting dalam pendampingan kebijakan di tingkat fakultas dan prodi, sedangkan kesiapan manajemen prodi/jurusan masih perlu penguatan melalui formula komunikasi efektif. Studi ini menyimpulkan tidak ada korelasi antara kesiapan organisasi manajemen UPI dengan perilaku organisasi, namun demikian peran pimpinan jurusan harus lebih ditingkatkan. Kata kunci: manajemen pendidikan tinggi, pengembangan kurikulum, pembinaan profesional CURRICULUM MANAGEMENT IN TEACHER PROFESSION EDUCATION (CASE STUDY IN INDONESIA UNIVERSITY OF EDUCATION) AbstractThis study focused on the analysis of aspects relating to the readiness of UPI management in implementing the curriculum. This study used qualitative and quantitative research approaches involving university, faculty, and department leaders as the samples. Methodologically, this study combined descriptive-analytic research with an action research, through the stages of diagnostic and revision phases. The results achieved  show that  management policy assistances are needed at the faculty and department levels, while the readiness of the department management is needed to strengthen through an effective communication formula. The study concluded that there is no correlation between the organizational readinesses of UPI management with the organizational behavior; however, the leadership roles of the departments should be improved. Keywords: higher education management, curriculum development, professional support
PENGARUH PERAN GURU PPKn DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP TINDAKAN MORAL SISWA Marzuki Marzuki; Yoga Ardian Feriandi
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v46i2.11605

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh peran guru PPKn terhadap tindakan moral siswa, pengaruh pola asuh orang tua terhadap tindakan moral siswa, serta pengaruh peran guru PPKn dan pola asuh orang tua secara bersama-sama terhadap tindakan moral siswa. Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto. Penelitian dilakukan di semua SMP Negeri di Kabupaten Ngawi Jawa Timur dengan sampel penelitian sebanyak 332 siswa kelas VIII. Pengumpulan data dengan teknik kuesioner dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis secara berurutan dengan uji prasyarat analisis data, analisis deskriptif, uji regresi ganda, dan analisis sumbangan relatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran guru PPKn memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap tindakan moral siswa, dengan sumbangan efektif sebesar 12,3%. Pola asuh orang tua juga memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap tindakan moral siswa, dengan sumbangan efektif sebesar 27,1%. Akhirnya, peran guru PPKn dan pola asuh orang tua secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap tindakan moral siswa, dengan sumbangan efektif sebesar 39,4%.
DESAIN DIDAKTIS TAHAPAN KEMAMPUAN DAN DISPOSISI BERPIKIR REFLEKTIF MATEMATIS BERDASARKAN GAYA BELAJAR Hepsi Nindiasari; Novaliyosi Novaliyosi; Aan Subhan
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v46i2.10681

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain didaktis berdasarkan gaya belajar baik visual, auditori, maupun kinestetik untuk meningkatkan tahapan kemampuan berpikir reflektif matematis (KBRM) dan disposisi berpikir reflektif matematis (DBRM) siswa SMA. Pengembangan desain didaktis ini dilakukan melalui tiga tahapan yakni analisis kebutuhan, pengembangan produk, dan uji coba. Analisis kebutuhan dilakukan dengan kegiatan studi pustaka dan survei. Hasil survei menunjukkan pentingnya desain didaktis untuk peningkatan tahapan KBRM dan DBRM yang memfasilitasi berbagai gaya belajar siswa. Kegiatan pengembangan dilakukan dengan merancang desain didaktis berbasis komputer yang memfasilitasi siswa dengan berbagai jenis gaya belajar dan memvalidasi produk pada ahli. Desain berbasis komputer memuat 8 indikator KBRM. Uji coba dilakukan melalui uji skala terbatas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, dokumen, dan catatan lapangan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain didaktis yang dikembangkan sudah memfasilitasi siswa dengan gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Desain didaktis yang dihasilkan berupa bahan ajar interaktif berbasis komputer yang memuat menu, indikator, soal beserta pengajuan pertanyaan reflektif, dan refleksi. Kata kunci: berpikir reflektif matematis, disposisi reflektif matematis, gaya belajar  DEVELOPING DIDACTIC DESAIN FOR IMPROVING MATHEMATIC REFLECTION THINKING SKILL AND THINKING DISPOSISION  AbstractThis research was aimmed at developing a didactic design based on the learning style namely visual, auditory, or kinesthetic to enhance the ability of the stages of mathematic reflective thinking and disposition of mathematic reflective thinking of high school students. Developing the didactic design was done through three phases namely a needs analysis, product development, and testing. Needs analysis was conducted with the literature study and survey. The survey results show the importance of didactic design to increasethe ability of the stages of mathematic reflective thinking and disposition of mathematic reflective thinking that facilitate various learning styles of students. The development was carried out by designing a didactic design based computer that facilitates students with different types of learning styles and validated by the product experts. The design contains 8 indicators which were tested with limited scale test. The data werre collected using questionnaires, documents, and field notes.The data were in the form of qualitative and quantitative descriptions. The results show that the developed didactic design has facilitated the student's learning style visual, auditory, and kinesthetic. The didactic designed was a computer based interactive teaching materials that contains menus, indicators, along with the matter of the submission of reflective questions, and reflection.Keywords: reflective thinking mathematically, mathematical reflective disposition, style of learning
DESAIN PEMBELAJARAN VOLUME KUBUS DAN BALOK MENGGUNAKAN FILLING DAN PACKING DI KELAS V Okto Feriana; Ratu Ilma Indra Putri
Jurnal Kependidikan Vol. 46, No.2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v46i2.9709

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis lintasan belajar yang dapat membantu siswa memahami konsep volume kubus dan balok menggunakan cara filling dan packing di Kelas V SD. Penelitian ini menggunakan metode design research tipe validation study. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Subjek penelitian adalah siswa Kelas V MI Ma’had Islamy Palembang Sumatera Selatan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, membuat rekaman video tentang kejadian di kelas dan kerja kelompok, mengumpulkan hasil kerja siswa, memberikan tes awal dan tes akhir, dan mewawancarai siswa. Data dianalisis secara restropektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lintasan belajar yang diperoleh dapat membantu siswa dalam memahami konsep volume kubus dan balok, yaitu menemukan isi kubus dan balok melalui aktivitas filling, menemukan bahwa balok yang banyak isi dari pada kubus melalui kegiatan membandingkan, menemukan konsep volume kubus dan balok, menemukan volume kubus melalui aktivitas packing, menemukan rumus volume kubus, menemukan volume dari balok melalui aktivitas packing, menemukan rumus volume balok, dan menyimpulkan rumus volume kubus dan balok.Kata kunci: volume kubus dan balok, filling dan packing, design research THE CUBE AND CUBOID VOLUME LEARNING DESIGN USING FILLING AND PACKING METHOD IN THE FIFTH GRADE OF PRIMARY SCHOOL AbstractThis study was aimed at producing a learning design that can help the students to understand the concept of cube and cuboid volume using the filling and packing method in the fifth grade of the primary school. The approach used was PMRI. The subjects were the students of the fifth grade of MI Ma’had Islamy Palembang, South Sumatera. The study used validation study research design. The results show that the learning design is able to help students in understanding the concept of cube and cuboid volume; the contents of cube and cuboid through the activity of filling, the beams have more volume than the cube through comparing, the concept of the cubes and cuboid volume, the volume of a cube through the activity of packing, a formula of cube volume, the volume of the cuboid through the activity of packing, cuboid volume formula, and the conclusing out of cubes and cuboid formulas.Keyword: cube and cuboid volume, filling and packing, learning design

Page 1 of 1 | Total Record : 10