cover
Contact Name
Annisa Retno Utami
Contact Email
annisa_utami@usahid.ac.id
Phone
+6281297435966
Journal Mail Official
snpk@usahid.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Soepomo No 84, Tebet, Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK)
ISSN : -     EISSN : 28292006     DOI : https://doi.org/10.36441/snpk.vol1.2022
Tujuan: Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) bertujuan menjadi wadah ilmiah nasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, mahasiswa, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan untuk mendiseminasikan hasil penelitian, kajian konseptual, dan praktik terbaik di bidang pariwisata dan kewirausahaan. SNPK mendorong pertukaran gagasan inovatif yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, penguatan UMKM, ekonomi kreatif, transformasi digital, serta peningkatan daya saing destinasi dan bisnis, khususnya dalam konteks Indonesia dan kawasan berkembang. Selain itu, SNPK bertujuan memperkuat kolaborasi lintas disiplin dan lintas sektor guna menghasilkan rekomendasi kebijakan, model pemberdayaan masyarakat, serta solusi aplikatif yang relevan dengan tantangan aktual industri pariwisata dan kewirausahaan di era digital dan ekonomi berkelanjutan. Scope: Proceeding SNPK menerima artikel hasil penelitian empiris, kajian konseptual, studi kasus, maupun laporan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan tema besar pariwisata dan kewirausahaan, meliputi namun tidak terbatas pada bidang-bidang berikut: 1. Bidang Pariwisata (Pariwisata berkelanjutan dan pengembangan destinasi, Pariwisata budaya, heritage, dan berbasis komunitas, Pariwisata gastronomi dan kuliner lokal, Ekonomi kreatif berbasis pariwisata, Smart tourism dan transformasi digital pariwisata, Pengalaman wisata, kepuasan, dan loyalitas wisatawan, Branding destinasi dan komunikasi pemasaran pariwisata, Kebijakan pariwisata dan tata kelola destinasi, Pariwisata halal dan pariwisata inklusif) 2. Bidang Kewirausahaan dan UMKM (Kewirausahaan dan inovasi bisnis, Literasi keuangan dan manajemen keuangan UMKM, Digital marketing, e-commerce, dan adopsi teknologi UMKM, Inovasi produk dan pengembangan model bisnis, Pemberdayaan UMKM dan ekonomi lokal, Green entrepreneurship dan ekonomi berkelanjutan, Keuangan inklusif dan akses pembiayaan usaha, Perilaku konsumen dan keputusan pembelian. Kolaborasi multipihak dalam penguatan ekosistem wirausaha 3. Bidang Pendukung (Komunikasi bisnis dan pemasaran, Manajemen sumber daya manusia, Akuntansi dan keuangan bisnis) 4. Bidang Hukum (Hukum bisnis dan perlindungan konsumen, Regulasi UMKM dan pariwisata, Hak kekayaan intelektual produk kreatif, Legalitas usaha dan perizinan, Hukum lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Kebijakan publik terkait pariwisata dan kewirausahaan) 5. Bidang Teknik dan Rekayasa (Teknologi tepat guna untuk UMKM dan pariwisata, Rekayasa infrastruktur pariwisata, Sistem informasi dan aplikasi digital bisnis, Smart city/smart village pendukung destinasi wisata, Teknologi pangan dan pengolahan hasil lokal, Rekayasa lingkungan dan pengelolaan limbah usaha) 6. Bidang Kesehatan (Kesehatan masyarakat dalam kawasan wisata, Keamanan pangan dan higienitas produk UMKM, Wellness tourism dan health tourism, Sanitasi lingkungan destinasi, Edukasi kesehatan berbasis komunitas, Kesiapsiagaan kesehatan dalam industri pariwisata) dan lain lain
Articles 87 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 (2023): MEI" : 87 Documents clear
INOVASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM SUSTAINABLE TOURISM Marningot Tua Natalis Situmorang
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.105

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini membuat wisatawan semakin gampang, mudah dan cepat dalam mengakses semua hal terkait tujuan atau tempat wisata dan berbagai hal mengenai tujuan dan tempat wisata tersebut. Hal ini membuat persaingan diantara pengusaha pariwisata menjadi sangat ketat. Mereka berlomba membuat terobosan baru secara berkala berbagai fitur yang bisa diakses dengan mudah tanpa lemot kapan dan dimanapun diaksesnya, dengan demikian tujuan wisata terakses, tempat usaha dan fasilitas yang disediakan pun akan laku terjual. Kehadiran wisatawan di lokasi wisata membuat usaha dapat bertahan dan berkelanjutan. Salah satu inovasi teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan kunjungan wisata adalah dengan pengembangan inovasi teknologi dan informasi tentang destinasi wisata, fasilitas yang tersedia, cara tiba di tujuan dan biaya yang dibutuhkan untuk tiba disana dan juga harga berbagai suvenir. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bagaimana secara lebih jelasnya bentuk pemanfaataan inovasi teknologi informasi dan komunikasi dalam keberlanjutan pariwisata. Data diperoleh dari kajian literatur berbagai artikel jurnal dalam dan luar negeri. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penerapan inovasi teknologi informasi dan komunikasi dalam keberlanjutan pariwisata merupakan solusi terbaik bagi semua pihak. Selain itu pengaplikasian inovasi teknologi informasi dan komunikasi dalam keberlanjutan pariwisata dapat mempermudah dan mempercepat wisatawan memutuskan rencananya berwisata, dengan demikian efektivitas - daya saing - tujuan bisnis dan keberlanjutan yang kompetitif secara keseluruhan akan berjalan dengan baik, kesejahteraan penduduk pun meningkat.
PENGEMBANGAN PAKET DESA WISATA DI KABUPATEN TABANAN, BALI: PENDEKATAN PRODUCT BUNDLING Nelsye Lumanauw; Gst. Bgs. Wirya Gupta; I Made Adi Suwandana
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.106

Abstract

Kabupaten Tabanan berupaya menggabungkan potensi pertanian dan pariwisata, sehingga terdapat keragaman daya tarik wisata. Namun demikian, keunikan dan kekhasan desa wisata nyatanya belum mampu menarik wisatawan berkunjung secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan paket desa wisata di Kabupaten Tabanan, sehingga dapat membuka pangsa pasar yang selama ini belum tergarap dan mempromosikan desa-desa wisata yang belum populer dan dikunjungi wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pendekatan product bundling sebagai salah satu alternatif memperkenalkan dan mempromosikan desa wisata di kalangan wisatawan dan biro perjalanan wisata. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap pengelola biro perjalanan wisata, yaitu sebanyak lima informan. Selain itu, studi pustaka juga dilakukan dengan cara mengaji sumber tertulis seperti dokumen terkait potensi wisata, kebijakan desa wisata, data statistik dan peraturan perundangan. Hasil penelitian ini berupa empat paket wisata dari product bundling sebagai langkah untuk mempromosikan desa wisata, sehingga lebih dikenal dan mencapai keberlajutan pariwisata. Hal ini akan memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat desa wisata, khususnya masyarakat yang berada di sekitar lokasi daya tarik wisata. Kesimpulan penelitian ini adalah pengembangan paket desa wisata melalui product bundling dapat dilakukan baik pihak biro perjalanan wisata maupun oleh pengelola desa wisata. Product bundling dengan mengemas produk-produk wisata di desa-desa wisata berdasarkan durasi, waktu perjalanan dan kesesuaian setiap produk, sehingga pengemasan paket wisata menjadi lebih bervariasi dan menarik minat wisatawan. Keempat paket wisata yang dikemas tersebut dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan wisatawan dan keberlanjutan pariwisata di desa-desa wisata di Kabupaten Tabanan
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI PEMASARAN DI DESA WISATA Ni Wayan Giri Adnyani; Marlinda Irwanti
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.107

Abstract

Kawasan Borobudur merupakan salah satu destinasi prioritas dengan permasalahan kemiskinan dan pengangguran. Di Kecamatan Borobudur 31,67% penduduk terdata sebagai belum/tidak bekerja, mengurus rumah tangga dan pensiunan. Salah satu upaya peningkatan kualitas hidup di Borobudur yaitu peningkatan ekonomi rumah tangga melalui peran perempuan. Pemberdayaan perempuan sangat penting agar perempuan mandiri dan dapat berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana peningkatan kemampuan komunikasi pemasaran dapat memberdayakan perempuan di desa wisata. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan studi literatur yang dilakukan di Desa Karanganyar. Penelitian ini melibatkan sejumlah 75 perempuan yang terlibat dalam kegiatan pelatihan komunikasi pemasaran di desa wisata tersebut. Mereka diminta untuk menuliskan evaluasi atas pandangan mereka terkait dengan penguasaan komunikasi pemasaran hingga hambatan dalam penguasaannya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi pemasaran dinilai dapat membantu perempuan untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan penjualan, dan memperkuat branding produk. Dalam konteks desa wisata, peningkatan kemampuan komunikasi pemasaran juga dinilai dapat meningkatkan peran perempuan dalam pengambilan keputusan dan mengurangi kesenjangan gender. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pemberdayaan perempuan melalui peningkatan kemampuan komunikasi pemasaran, seperti keterbatasan akses internet dan kurangnya dukungan dari lingkungan sekitar. Melalui penelitian ini disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi pemasaran dapat menjadi strategi yang efektif dalam pemberdayaan perempuan di desa wisata. Namun, implikasi dari penelitian ini adalah perlu adanya dukungan dari berbagai pihak seperti pemerintah, masyarakat, dan pelaku bisnis untuk memastikan kesuksesan dari program pemberdayaan perempuan di desa wisata tersebut.
MENELISIK PERKEMBANGAN LITERATUR INOVASI APLIKASI KOMUNIKASI DALAM PARIWISATA: SEBUAH ANALISIS BIBLIOMETRIK Purwadi
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis bibliometrik dengan mengkaji tren publikasi, kategori bidang riset, jurnal, serta negara dan organisasi yang paling berpengaruh dalam publikasi inovasi aplikasi komunikasi (IAK) dalam pariwisata. Selain itu, berbagai tema penelitian pada publikasi IAK dalam pariwisata juga digali di penelitian ini. VOSviewer merupakan alat analisis utama untuk menganalisis 84 publikasi sebagai objek penelitian, yang diperoleh dari basis data Scopus dengan periode 2001 hingga 2022. Temuan penelitian memperlihatkan tren publikasi ilmiah terkait IAK dalam pariwisata cenderung naik (kendati fluktuatif) sejak publikasi pertama terbit hingga 2022. Selanjutnya, lima kategori bidang riset teratas adalah bisnis, manajemen dan akuntansi; ilmu komputer; ilmu sosial; ilmu pengetahuan teknik; serta ilmu lingkungan. Journal of Hospitality and Tourism Technology merupakan jurnal yang paling berpengaruh dalam publikasi IAK dalam pariwisata. Tiongkok adalah negara terdominan untuk total publikasi, sedangkan Inggris merupakan negara dengan jumlah sitasi terbanyak. Queen Margaret University, Inggris menjadi organisasi paling produktif pada penelitian IAK dalam pariwisata. Tiga tema utama yang muncul dari hasil analisis, antara lain (a) IAK dalam pariwisata memerlukan inovasi teknologi informasi dan komunikasi untuk menumbuhkan pembangunan dan pariwisata berkelanjutan, (b) manajemen informasi lewat aplikasi seluler untuk pariwisata cerdas, dan (c) pentingnya komunikasi keberlanjutan dalam pariwisata.
EFEKTIFITAS CITY BRANDING BANYUMAS: PENDEKATAN CASE STUDY Refius Pradipta Setyanto
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.109

Abstract

Banyak tempat atau kota di dunia membangun branding untuk meningkatkan daya saing dalam konteks pariwisata ataupun untuk mendorong investasi atau perkembangan perekonomian. Kejelasan identitas kota atau tempat serta citra yang positif diyakini merupakan aset kota atau tempat yang menentukan posisi kompetitifnya. Banyumas merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang telah mengembangkan branding kota sejak 2015 dengan mengundang gagasan secara nasional. Upaya branding kota perlu dievaluasi agar pengelola daerah dapat merencanakan berbagai langkah strategik serta untuk mengetahui dampak nyata upaya branding kota/tempat tersebut. Sejauh ini belum pernah dilakukan studi tentang efektifitas branding Banyumas. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi efektifitas branding kota dari perspektif masyarakat. Metode yang dipilih adalah descriptive case study, karena tujuannya adalah mengeksplorasi dan mendeskripsikan persepsi warga tentang branding kota Banyumas. Peneliti menggunakan kuesioner dan semi structured interview dalam pengumpulan data, dengan subyek masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Banyumas. Subyek penelitian merepresentasikan berbagai latar belakang dan profesi, mulai dari entrepreneur, staf pada instansi pemerintah maupun swasta, mahasiswa, dan lain-lain. Temuan utama studi ini adalah bahwa tingkat kesadaran masyarakat terhadap branding kota masih rendah, diindikasikan oleh sebagian besar warga tidak mampu menyebutkan branding kota secara spesifik. Branding kota juga dipersepsi kurang menonjolkan keunikan tempat, sehingga kurang menarik perhatian warga. Banyak partisipan yang mengaku kurang memahami branding yang berlaku, meskipun mereka telah diberi informasi tentang branding tersebut. Studi ini memberi wawasan bagi pemerintah daerah untuk mengmbangkan upaya yang lebih sistemik dan konsisten dalam mengkomunikan branding kota. Upaya internalisasi perlu ditujukan kepada stakeholder internal daerah maupun luar daerah.
TANTANGAN SUMBERDAYA MANUSIA DALAM PARIWISATA BERKELANJUTAN (STUDI KASUS: OBJEK WISATA PEMANDIAN AIR PANAS DESA SUNGAI PINANG) Retni Pratiwi; Riki Ruspianda
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.110

Abstract

Pariwisata sebagai salah satu kegiatan ekonomi terpenting yang menjadi kunci dari pembangunan, kemakmuran, dan kesejahteraan. Pengembangan pariwisata desa merupakan salah satu agenda Pemerintah dalam upaya mewujudkan desa yang mandiri. Program desa dapat menggali potensi yang dikembangkan khususnya dibidang keparawisataan. Keberadaan sumberdaya manusia tidak hanya menjadi penikmat dari objek wisata namun diharapkan ikut berpartisipasi dalam pengembangan serta pemeliharaan objek wisata dengan tujuan yaitu pariwisata berkelanjutan. Desa Sungai Pinang merupakan satu-satunya desa di Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi yang memiliki Objek wisata dengan karakteristik yang unik. Karakteristik tersebut berupa adanya air panas yang terbentuk secara alami dan tidak terdapat pada desa lain di Kecamatan Hulu Kuantan tersebut. Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang dapat memenuhi kebutuhan wisatawan maupun daerah tujuan wisata pada masa kini, sekaligus melindungi dan mendorong kesempatan serupa di masa yang akan datang. Metode penelitian ini dengan deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menujukan bahwa tantangan sumberdaya manusia dalam proses menuju pariwisata yang berkelanjutan pada objek wisata Pemandian Air Panas Desa Sungai Pinang ini masih sangat besar. Hal ini dapat dilihat pada aspek pariwisata berkelanjutan yaitu partisipasi, keikutsertaan para pelaku/stakeholder involvement, kepemilikan lokal, penggunaan sumberdaya yang berkelanjutan, mewadahi tujuan-tujuan masyarakat, daya dukung, monitor dan evaluasi, akuntabilitas, pelatihan dan promosi yang masih terkendala pada aspek kuantitas dan kualitas sumberdaya manusia. Harapan untuk pengembangan objek wisata ini adanya keputusan yang jelas terkait pihak pengelola, dengan tujuan pihak pengelola mendapatkan akses informasi mengenai bantuan pendanaan pengembangan pariwisata, pelatihan dan hal terkait lainnya.
PENGARUH MEDIA SOSIAL INSTAGRAM TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG KE ANJUNGAN KALIMANTAN TIMUR (SURVEI PADA FOLLOWERS AKUN INSTAGRAM @ANJUNGANKALTIM) Safira Rachmawati; Ismayanti
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.111

Abstract

Perubahan pemasaran pada era digital memungkinkan produsen untuk beradaptasi dengan perkembangan dan manfaat teknologi, khususnya di kalangan generasi milenial. Salah satu strategi pemasaran yang dilakukan oleh Anjungan Kalimantan Timur yaitu degan menggunakan media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktifitas pada akun Instagram Anjungan Kalimantan Timur (@anjungankaltim) terhadap Keputusan Berkunjung ke Anjungan Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan kuesioner dalam memperoleh data yag disebar kepada pengguna aktif Instagram, dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden, selanjutnya metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis regresi linier sederhana, dan uji hipotesis. Berdasarkan metode analisis data tersebut pada variabel Instagram mendapatkan hasil rata-rata 4,37 yang artinya media sosial Instagram sangat aktif. Sedangkan pada variabel keputusan berkunjung memiliki hasil rata-rata 4,40 yang artinya sangat tinggi. Dari hasi perhitungan regresi linier sederhana dan uji-t mendapatkan hasil constant (a) sebesar 4,968 dan nilai siginifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya aktifitas pada akun Instagram @anjungankaltim berpengaruh terhadap keputusan berkunjung ke anjungan Kalimantan timur. Dapat disimpulkan bahwa media sosial Instagram berpengaruh terhadap keputusan berkunjung ke Anjungan Kalimantan Timur, dan diharapkan pihak pengelola Instagram lebih aktif dalam memberikan informasi dan meningkatkan promosi di Instagram dengan rutin memposting content marketing.
PENGEMBANGAN PARIWISATA PASCA-BENCANA MELALUI PENDEKATAN STORYNOMIC Shinta Riski Amanda; Yuhdi Fahrimal; Asmaul Husna
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.112

Abstract

Bencana gempa dan tsunami di Provinsi Aceh pada tahun 2004 tidak hanya menyisakan kisah luka bagi penyintas namun juga menjadi peluang bagi pengembangan ekonomi lokal melalui wisata pasca-bencana. Beberapa objek pariwisata pasca-bencana dibangun karena kekuatan kisah kedahsyatan bencana tsunami Aceh seperti Museum Tsunami Aceh, PLTD Apung, Perahu di Atas Rumah, Tsunami Memorial Park Ulee Lheue. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menggali dan mendeskripsikan kisah di balik objek wisata pasca-bencana di Provinsi Aceh; (2) menganalisis penerapan konsep 6A dalam promosi objek wisata pasca-bencana di Provinsi Aceh; dan (3) mengonstruksi strategi promosi objek wisata pasca-bencana dengan menggunakan pendekatan storynomic. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan literature review pada data yang bersumber dari jurnal, hasil penelitian, berita, dan sumber informasi lainnya yang dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap objek wisata pasca-bencana di Provinsi Aceh menyimpan latar belakang kisah yang menggambarkan kedahsyatan gempa dan tsunami yang membuat pengunjung memiliki pengalaman imajinatif terhadap peristiwa Tsunami. Di samping itu, objek wisata pasca-bencana di Provinsi Aceh menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana di masa depan. Objek wisata pasca-bencana di Provinsi Aceh memiliki kapital yang memadai bagi pengembangan strategi promosi menggunakan pendekatan storynomic karena (1) memiliki cerita dan kisah yang dramatis dan emosional sebagai persuasi bagi pengunjung dan (2) mengakomodir kebutuhan wisatawan khususnya dari negara berpenduduk muslim untuk berziarah. Oleh karenanya dibutuhkan kolaborasi di level pemangku kepentingan untuk mengembangkan strategi storynomic bagi promosi objek wisata pasca-bencana di Provinsi Aceh dengan memanfaatkan berbagai saluran komunikasi.
STRATEGI PENGEMBANGAN INDUSTRI WISATA DI KOTA BIMA Sri Ernawati; Intisari Haryanti; Ita Purnamasari
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.113

Abstract

Sebagai salah satu negara yang mempunyai potensi wisata cukup besar, Indonesia berpeluang mampu meningkatkan pendapatan negara dan pertumbuhan ekonomi melalui seKtor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana strategi untuk mengembangkan industri wisata di pantai lawata Kota Bima. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kualitatif,. Pengumpulan data primer dengan menggunakan kuisioner terbuka dan tertutup melalui link google form kepada pelaku UMKM di lokasi objek penelitian dan pengunjung yang sudah pernah berkunjung ke obyek penelitian. Kuisioner yang terkumpul di analisa menggunakan Analisis SWOT dan Bisnis Model Canvas. Hasil penelitian menunjukan bahwadari hasil analisis SWOT, pemerintah Kota Bima harus selalu mengembangkan daya tarik wisata, menjadikan Pantai Lawata sebagai kawasan ekonomi kreatif dan menambah fasilitas pendukung di pantai Lawata, sarana dan prasarana dapat menambah daya tarik dan meningkatkan daya saing dengan objek wisata di lain daerah dan dari BMC menunjukan bahwa dengan terus melakukan strategi untuk mengembangkan kawasan industri dengan terus meningkatkan fasilitas, pemberdayaan pelaku UMKM, Promosi meonline maupun offline sehinggan bisa meningkatan PAD untuk Kota Bima.
PENGARUH DAYA TARIK TERHADAP MINAT BERKUNJUNG KEMBALI WISATAWAN KE MUSEUM SENI RUPA DAN KERAMIK JAKARTA Elisa Manuela; Ina Djamhur
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.114

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidakstabilan jumlah pengunjung Museum Seni Rupa dan Keramik tahun 2018 sampai 2022, dikarenakan atraksi yang kurang terawat, aksesibilitas dan minimnya alur manajemen pengunjung, terkait ancillary minimnya pelayanan informasi dan terkait amenitas minimnya sirkulasi udara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Daya Tarik Wisata terhadap minat berkunjung kembali wisatawan ke Museum Seni Rupa dan Keramik. Responden dalam penelitian ini berjumlah 100 responden dengan teknik pengambilan data menggunakan kuesioner melalui Google Form mengenai aspek daya tarik wisata (atraksi, aksesibilitas, amenitas, ancillary). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat bahwa variabel daya tarik wisata secara simultan berpengaruh positif yaitu indikator atraksi dengan nilai rata-rata 4,56 yang berarti sangat menarik, sementara aksesibilitas dinilai sangat mudah dengan nilai rata-rata 4,65. Adapun indikator amenitas dinilai sangat baik dengan nilai rata-rata 4,64 dan ancillary dengan nilai rata-rata 4,53 yang bermakna sangat baik. Minat berkunjung kembali menunjukkan nilai tertinggi yaitu minat referensi sebesar 4.59, diikuti dengan minat preferensi (4.56) dan yang terakhir adalah minat/rencana mengunjungi kembali (4.53). Sedangkan seberapa besar semua variabel bebas (daya tarik) dalam menjelaskan variabel terikat (minat berkunjung kembali), dengan menggunakan Uji R2 sebesar 50,7% sementara sisanya 49,3% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Ancillary berpengaruh signifikan terhadap Minat Berkunjung Kembali ke Museum Seni Rupa dan Keramik. Disarankan agar MSRK meningkatkan aspek kebersihan dan perawatan untuk semua fasilitas dan koleksi museum, serta mengajak pengunjung untuk berkunjung kembali dengan menambah berbagai atraksi museum.