cover
Contact Name
M Fery Prayoga
Contact Email
mferyprayoga@stitaw-binjai.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ejournal@stitaw-binjai.ac.id
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan No. 148 Kel. Kebun Lada, Kota Binjai, Sumatera Utara, 20744.
Location
Kota binjai,
Sumatera utara
INDONESIA
FIQHUNA : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
ISSN : -     EISSN : 31233112     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Fiqhuna : Jurnal Pendidikan Agama Islam adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LP2M STIT Al-Washliyah Binjai, yang memfokuskan diri pada pengembangan keilmuan, penelitian, dan kajian kritis dalam bidang Pendidikan Agama Islam. Jurnal ini hadir sebagai wadah publikasi hasil penelitian, pemikiran konseptual, studi literatur, serta praktik pendidikan yang relevan dengan dinamika pendidikan Islam di berbagai lembaga pendidikan formal maupun nonformal. Jurnal ini diterbitkan secara berkala dua kali setahun yakni pada Januari–Juni dan Juli–Desember, dalam bentuk cetak maupun online. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini melalui proses seleksi dan peer review untuk menjaga kualitas dan kontribusi ilmiahnya. Fokus: Fokus Fiqhuna : Jurnal Pendidikan Agama Islam adalah pada pengembangan keilmuan dan praktik pendidikan Islam, baik dari aspek teoretis maupun praktis, yang berorientasi pada pembentukan generasi muslim yang beriman, berakhlak, dan berpengetahuan luas sesuai dengan nilai-nilai Islam. Scope: Ruang lingkup (scope) Jurnal Fiqhuna Pendidikan Agama Islam mencakup, namun tidak terbatas pada: 1. Pendidikan Agama Islam - Konsep, teori, dan praktik pembelajaran PAI - ⁠Kurikulum, strategi, metode, dan evaluasi PAI - ⁠Media dan teknologi pembelajaran dalam PAI 2. Studi Islam - Kajian al-Qur’an dan Hadis dalam konteks pendidikan - ⁠Fiqh, ushul fiqh, dan pemikiran Islam kontemporer - ⁠Akhlak dan tasawuf dalam pendidikan 3. Pendidikan Karakter Islami - Pengembangan akhlak mulia - ⁠Moderasi beragama dan multikulturalisme dalam pendidikan Islam - ⁠Pendidikan nilai berbasis Islam 4. Manajemen Pendidikan Islam - Kepemimpinan dan tata kelola lembaga pendidikan Islam - ⁠Kebijakan dan inovasi pendidikan Islam 5. Isu-isu Kontemporer dalam Pendidikan Islam - Pendidikan Islam di era digital - ⁠Pendidikan Islam dalam konteks globalisasi - ⁠Integrasi ilmu pengetahuan dan Islam dalam pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI DALAM MENGATASI PERILAKU BULLYING DI SMAN 2 TANJUNG PANDAN Apritania Syaifutri; Hadarah Rajab; Indah Kusuma Dewi
Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : STIT Al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67446/trd6w647

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius yang berdampak negatif pada kesejahteraan psikologis siswa, prestasi akademik, serta iklim belajar yang kondusif. Meskipun Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti telah diajarkan di sekolah sebagai instrumen pembentukan karakter, kasus bullying masih sering terjadi, termasuk di SMAN 2 Tanjungpandan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi optimalisasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti dalam mengatasi perilaku bullying di SMAN 2 Tanjungpandan. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji bagaimana realisasi dari strategi tersebut di lingkungan sekolah. Selanjutnya, penelitian ini mendeskripsikan dampak optimalisasi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam mengatasi perilaku bullying. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan Jenis penelitian yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Sumber data dalam penelitan ini ada dua, yaitu data primer dan data sekunder. teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi optimalisasi pembelajaran PAI dan Budi Pekerti dalam mengatasi bullying di SMAN 2 Tanjungpandan dilakukan melalui pendekatan tematik integratif, pembiasaan nilai Islami, serta keteladanan guru. Strategi ini direalisasikan dengan pembelajaran yang terstruktur dan kolaboratif, penggunaan metode interaktif seperti diskusi dan simulasi, serta penciptaan lingkungan yang mendukung refleksi dan diskusi. Dampaknya terlihat dalam peningkatan kesadaran siswa terhadap perilaku bullying, perubahan sikap menjadi lebih empati, serta terbentuknya lingkungan kelas yang lebih kondusif dan harmonis. Siswa menunjukkan perubahan dalam cara berinteraksi dan lebih berhati-hati dalam ucapan serta tindakan, mencerminkan internalisasi nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari.
ANALISIS LAFADZ NAHY MENGENAI LARANGAN JUAL BELI PADA SAAT SHOLAT JUMAT DENGAN PERSPEKTIF SIGHAT TAKLIF Mufatihatuttaubah Rorom Ika Putri
Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67446/qjzw4g13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lafadz nahy mengenai larangan jual beli pada saat sholat Jumat dengan perspektif sighat taklif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks untuk memahami makna lafadz nahy dalam konteks larangan jual beli saat sholat Jumat dan implikasinya dalam perspektif sighat taklif. Sumber data terdiri dari ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan larangan jual beli dan literatur sekunder seperti buku fiqh serta artikel jurnal. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan analisis teks untuk mengeksplorasi interpretasi lafadz nahy oleh para ulama terkait larangan jual beli. Hasil analisis menunjukkan bahwa Sighat taklif dan larangan jual beli saat shalat Jumat merupakan representasi kompleks dari pembebanan hukum Islam yang memiliki dimensi spiritual, etis, dan sosial yang mendalam. Konsep ini tidak sekadar mengatur perilaku melalui struktur linguistik formal, melainkan bertujuan membimbing umat manusia menuju kemaslahatan dengan cara yang fleksibel namun prinsipal. Al-Qur'an, melalui ayat-ayatnya seperti QS. Al-Jumu'ah ayat 9, tidak hanya memberikan aturan hukum, tetapi mengajarkan filosofi prioritas spiritual di atas kepentingan duniawi. Para ulama seperti Al-Baghawi, Ibnu Hajar, Al-Barlasi, dan az-Zuhaili memberikan penafsiran komprehensif yang menunjukkan bahwa larangan ini bukan sekadar ketentuan yang tegas saja, melainkan pendidikan spiritual yang mendorong umat untuk senantiasa mengutamakan ibadah, kesadaran transendental, dan ketaatan kepada Allah di atas segala aktivitas dan kepentingan sementara.
ANALISIS VARIASI BAHASA MAHASISWA PASCASARJANA PENDIDIKAN BAHASA ARAB UNIVERSITAS MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG; KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Holilur Rahman; Depriyanto; Shinta Laili Lingga; Djoko Susanto
Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67446/s20aeq89

Abstract

Penelitian ini melibatkan pengkajian bahasa di kalangan mahasiswa pasca sarjana Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Inti penekanan dalam penelitian ini adalah tentang pengaruh faktor sosial dan individu terhadap variasi bahasa yang digunakan dilingkungan mahasiswa pasca sarjana. Faktor-faktor sosial mempengaruhi variasi bahasa termasuk asal wilayah, status sosial, jenis kelamin dan situasi komunikasi. Faktor Ini menciptakan keragaman dalam penggunaan bahasa di lingkungan akademik. Namun demikian, faktor-faktor individu seperti preferensi personal serta pengalaman hidup juga menyebabkan perubahan dalam varian-varian bahasa pada mahasiswa pasca sarjana. pembicara dari berbagai tempat membawa dialek-dialeknya dan gaya berkomunikasi unik mereka.Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif interaktif dengan observasi dan wawancara langsung di lapangan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa menggunakan variasi bahasa regional, sosial, dan fungsional dalam berkomunikasi, dipengaruhi oleh latar belakang dan konteks interaksi mereka. Penelitian ini memberikan pandangan baru kepada dinamika variasi bahasa di kalangan mahasiswa sekaligus kontribusinya pada bidang sosiologi linguistik.
PENGGUNAAN GAYA BELAJAR KINESTETIK DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN PAI MATERI GERAKAN DAN BACAAN SHOLAT SISWA KELAS II SDN 026559 PAYA ROBA BINJAI Khalida Putri Ramadhani; Irhamuddin; Kadir Munir; Anita Khairunnisa
Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67446/0bzh1k25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan gaya belajar kinestetik dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada materi gerakan dan bacaan sholat siswa kelas II SDN 026559 Paya Roba Binjai Tahun Ajaran 2024–2025. Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, khususnya melalui gaya belajar kinestetik yang menekankan aktivitas fisik dan keterampilan motorik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan gaya belajar kinestetik mendorong siswa lebih aktif dalam mempraktikkan gerakan dan bacaan sholat, sehingga pemahaman dan keterampilan mereka meningkat. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil belajar: 22,2% siswa pada kategori sangat baik, 38,9% baik, 27,8% cukup baik, dan 11,1% kurang baik, tanpa siswa yang berada pada kategori tidak baik. Dengan demikian, gaya belajar kinestetik terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar PAI materi gerakan dan bacaan sholat, serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang relevan bagi guru di sekolah dasar.
PERAN ULAMA DALAM MENERAPKAN AKHLAK WASATHIYAH MENURUT KAJIAN TAFSIR TAHLILI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT DESA SENDANG REJO KECAMATAN BINJAI UTARA M. Hasyim; Syamsiah Nst; Muhammad Panggi Rinaldi; Sri Belia Harahap
Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67446/jyq4z873

Abstract

Peran diartikan juga sebagai sebuah aktivitas yang dijalankan atau dimainkan oleh seseorang yang mempunyai kedudukan atau status sosial dalam organisasi. Ulama merupakan bentuk jamak dari kata alim yang memiliki arti orang yang paham dan mengetahui ilmu agama. Di Indonesia sendiri kata Ulama menjadi kata umum yang memiliki arti orang berilmu.Ulama sendiri biasa banyak dihubungkan dengan kata lain seperti Istilah Ulama Hadits, Ulama Fiqih dan sebagainya. Wasathiyah merupakan konsep dari agama Islam yang menginginkan keseimbangan atau keadilan dalam menjalani aspek kehidupan, Tujuan  penelitian ini, yaitu membahas jawaban masalah sesuai dengan rumusan masalah 1. Peran Ulama dalam Menerapkan Akhlak Wasathiyah Menurut Kajian Tafsir Tahlili di Lingkungan Masyarakat Desa Sendang Rejo Kecamatan Binjai Utara.,  2. Kendala Peran Ulama dalam Menerapkan Akhlak Wasathiyah Menurut Kajian Tafsir Tahlili di Lingkungan Masyarakat Desa Sendang Rejo Kecamatan Binjai Utara., 3. Hasil Peran Ulama dalam Menerapkan Akhlak Wasathiyah Menurut Kajian Tafsir Tahlili di Lingkungan Masyarakat Desa Sendang Rejo Kecamatan Binjai Utara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Peran Ulama dalam Menerapkan Akhlak Wasathiyah Menurut Kajian Tafsir Tahlili di Lingkungan Masyarakat Desa Sendang Rejo Kecamatan Binjai Utara sangat berperan penting dalam menengahkan masalah serta menasehati masyarakat Desa Sendang Rejo dalam hidup beragama.
TOKOH DAN ISU KONTEMPORER KAJIAN HADIS DI SINGAPURA Hamzah Gufron; Nawir Yuslem; Asrar Mabrur Faza
Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67446/wxgngn69

Abstract

Penelitian ini membahas tokoh dan isu-isu kontemporer kajian hadis di Singapura dengan fokus pada tokoh, kontribusi ulama, dan isu-isu kontemporer yang memengaruhi praktik dan pemahaman hadis dalam konteks masyarakat Muslim Melayu yang hidup sebagai masyarakat Muslim minoritas di negara multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan berbasis analisis teks, data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder seperti karya tokoh, dokumen institusional, artikel ilmiah, artikel jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan dinamika studi hadis di Singapura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis di Singapura berawal dari pengajaran tradisional melalui masjid, surau, dan madrasah dengan metode talaqqi serta penggunaan kitab-kitab hadis utama seperti Riyadhus Shalihin, Bulughul Maram, dan Hadis Arba’in. Seiring perubahan sosial, modernisasi pendidikan, dan pengaruh globalisasi, kajian hadis mengalami pergeseran dari pola tekstual menuju pendekatan yang lebih kontekstual, rasional, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat Muslim minoritas di negara multikultural tersebut. Penelitian ini juga menyoroti kontribusi seorang tokoh seperti Syed Sheikh Al-Hadi yang membawa semangat pembaruan Islam melalui pendekatan kritis dan reformis dalam memahami hadis. Selain itu, lembaga Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) berperan penting dalam menginstitusikan pendidikan Islam, menyusun kurikulum, serta mendorong pemahaman hadis yang moderat dan sesuai dengan realitas sosial. Di sisi lain, kajian hadis di Singapura menghadapi berbagai tantangan kontemporer, seperti penyebaran hadis palsu di media sosial, krisis otoritas keagamaan, isu gender, fiqh minoritas, radikalisme, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam studi keislaman. Hasil penelitian ini, bahwa hadis di Singapura tidak hanya dipahami sebagai sumber hukum, tetapi juga sebagai landasan nilai, etika, dan moderasi beragama. Dengan demikian, studi hadis di Singapura terus berkembang dinamis untuk merespons persoalan masyarakat modern.
PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM PADA SISWA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM BLOKAGUNG BANYUWANGI Abu Yazid Albastomi; Vino Putra Hadiyani
Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67446/2k38ab66

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam konstruksi dan implementasi pembelajaran ekonomi berbasis nilai-nilai Islam pada siswa Pendidikan Agama Islam (PAI) di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi. Di tengah gelombang modernisasi dan ketidakpastian ekonomi global, integrasi antara ilmu formal keagamaan dan praktik literasi keuangan syariah menjadi imperatif strategis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus interpretatif ekstensif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 18 informan kunci (pengasuh, dewan kyai, guru PAI, pengelola unit usaha, dan santri), observasi partisipatoris pasif di kelas formal serta unit bisnis pesantren, dan dokumentasi kurikulum. Hasil penelitian mengungkapkan tiga temuan utama: Pertama, internalisasi epistemologi ekonomi Islam dilakukan melalui rekonstruksi kurikulum PAI terpadu yang memadukan kitab klasik (turats) seperti Kifayat al-Akhyar dan Fath al-Qarib dengan teori ekonomi mikro-makro modern. Kedua, metode pedagogi bertransformasi dari sekadar normatif-teoretis menjadi socio-entrepreneurial experiential learning melalui integrasi mandatory pada unit bisnis pesantren (Koperasi Syariah, mini market, dan usaha agrobisnis). Ketiga, model internalisasi nilai beroperasi pada sistem pembiasaan berbasis Tauhid, Amanah, Maslahah, dan Riba-Free Culture yang secara signifikan membentuk etika bisnis dan literasi finansial santri. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis berupa Formulasi Model Integrasi Tri-Sektor Pendis (Kurikulum-Spiritual-Praksis Bisnis) yang dapat direplikasi pada lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren di Indonesia.
PEJORATIVE LANGUAGE AND ETHNIC IDENTITY: THE LABELLING OF ILORIN PEOPLE Fatai Toyin Kareem; Rashidat Omotola Salawu; Lydia Damilola Oyewole
Fiqhuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2026): Edisi Januari-Juni 2026
Publisher : STIT Al-Washliyah Binjai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67446/37w58t40

Abstract

Language is a central resource through which social identities are constructed, evaluated, and contested in daily interaction. In linguistically diverse settings such as Ilorin, Nigeria, evaluative and pejorative expressions serve as instruments for positioning individuals and groups within local social hierarchies. This study examined the pejorative labelling of Ilorin identity, focusing on how such expressions contribute to inclusion, exclusion, and identity regulation in ordinary speech. Despite growing scholarship on naming and identity in Ilorin, existing research has largely focused on nicknames as markers of social bonding or on broad patterns in language and political history, leaving the mechanisms by which pejorative terms police identity boundaries underexamined. To address this gap, the study adopted a qualitative sociolinguistic design, drawing on semi-structured interviews, participant observation, and naturalistic recordings involving sixty participants comprising Ilorin indigenes and non-Ilorin residents. Data were analysed thematically, with attention to interactional context, pragmatic force, and speaker positioning. Findings showed that pejorative language occurred frequently in informal interaction, with about two-thirds of participants reporting direct exposure to such terms. Gendered and morality-based pejoratives accounted for over half of the expressions discussed, while economic and behavioural labels formed a substantial minority. Although humour and familiarity softened delivery in roughly 40 percent of reported instances, the underlying evaluative force remained largely intact. Responses ranged from silence and avoidance, reported by nearly half of participants, to vocal resistance and reappropriation. The study concludes that pejorative speech functions as a routine mechanism through which social boundaries and power relations are produced and contested in Ilorin.

Page 2 of 2 | Total Record : 18