cover
Contact Name
-
Contact Email
syahwardi.staira@gmail.com
Phone
+62823 6227 4474
Journal Mail Official
syahwardi.staira@gmail.com
Editorial Address
Jalan Nusa Indah Gang Melati, Dusun III, Desa Tanjung Sari, Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, 20372
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Al-Ikram: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah is medium to publish research results which focus to thought study or empirical research of Primary Education in Elementary Schools / Madrasah Ibtidaiyah, Teacher Education for Madrasah Ibtidaiyah, and Teacher Education for Elementary School.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Hakikat Metode Pendidikan Islam Aisyah Aminda; Fellen Afifah; Sarifa Yuliani Siregar; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam persfektif filsafat pendidikan Islam metode pendidikan Islam tidaklah sama dengan metode pendidikan yang ada di barat. Walaupun ada beberapa metode yang hampir sama. Dalam perspektif barat ada begitu banyak metode pemilihan yang ditawarkan oleh tokoh-tokoh pendidikan. Tetapi perlu dicatat bahwa kadang-kadang metode ini tidak sesuai dengan karakteristik sifat manusia. Secara khusus, metode pendidikan Islam harus relevan dengan sifat manusia sebagai makhluk dimensi ganda, yang terdiri dari jism dan spirit dan konsepsi Islam tentang jalan datangnya pengetahuan ke dalam manusia melalui pendengaran (sam'a), penglihatan (bashar) dan hati (qalb). Jika ini tidak dipertimbangkan, maka tidak peduli seberapa baik metode ini dipilih, itu mungkin tidak dapat menyelesaikan masalah. Ada beberapa macam metode yang digunakan dalan pendidikan islam. Al-Syaibany berpendapat bahwa ada 12 (dua belas) metode yang dapat digunakan dalam pendidikan pendidikan islam, yaitu : metode pengambilan kesimpulan atau induktif, metode perbandingan (qiyasah), metode kuliah, metode dialog dan perbincangan, metode lingkaran (halaqah), metode riwayat, metode mendengar, metode membaca, metode imla' (dictation), metode hafalan, metode pemahaman, dan metode lawatan untuk menuntut ilmu (pariwisata).
Hakikat Pendidik Dalam Pendidikan Islam Amanda; Rayhan Aulia Annisa Ritonga; Mohd Fadlan Riski; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendidik adalah tugas dan tanggung jawab orang tua dalam lingkungan keluarga, pendidik di lingkungan sekolah, serta ulama dan pemimpin di lingkungan masyarakat Dalam lingkungan manapun dan situasi apa pun, seorang pendidik di tuntut untuk membuat peserta didik mampu menyerap dan memahami materi dan pengajaran yang disampaikan. Guru memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan anak-anak Tidak, ketika kita berbicara tentang guru, sesuatu muncul di pikiran. Para tetualah yang membimbing kita dan memberi kita banyak hal kita belum tahu. Tapi dia khawatir dengan kondisi guru kita. Juga, jika kita melihat nasib guru di lembaga pendidikan pribadi. Situasi pendidikan di Indonesia sungguh menyedihkan. Berita dari Indonesia memperkuat fakta ini termasuk salah satu dari tujuh negara yang disurvei oleh asosiasi guru dunia yang tidak peduli dengan pendidikan. Kamera kurangnya minat terlihat pada kecilnya jumlah anggaran dan anggaran negara (APBN) yang dialokasikan untuk pendidikan. Jika tidak, Pemerintah Indonesia juga dianggap kurang memperhatikan kepentingan guru, dan realitas pendidikan di negeri ini dianggap diskriminasi.
Hakikat Hukuman Dalam Pendidikan Islam Anggi Ratulangi; Sindi Sahputri; Fadli Abidin Harahap; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan, hukuman diberikan kepada peserta didik yang telah melanggar aturan dan berbuat kesalahan. Hukuman diberikan bertujuan untuk menyadarkan peserta didik untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Hukuman bukan bermakna siksaan ataupun penderitaan. Hukuman yang diberikan harus berlandaskan undang-undang. Seorang pendidik yang menanamkan nila-nila Islam dalam setiap proses pengajaran dan pembelajarannya tentua ia tidak akan memberikan atau menjatuhkan hukuman dengan amat berat. Dalam Islam pun kita diajarkan untuk selalu menyayangi dan mengasihi sesama makhluk di muka bumi. Pemberian hukuman yang berat akan membuat peserta didik bersifat anarkis. Hal itu dikarenakan mereka yang senantiasa diberikan hukuman bak fisik maupun non fisik yang terlalu memberatkan atau bahkan menjatuhkan mental peserta didik tersebut. Oleh sebab itu, dalam makalah ini kami membahas terkait hakikat hukuman dalam pendidikan Islam mula dari pengertian, tujuan sampai kepada bentuk-bentuk hukuman. Sebagai calon pendidik, sudah seharusnya kita memahami terkait hakikat hukuman dalam pendidikan Islam. Hal bertujuan ke depannya bagaimana cara kita mengimplentasikan hukuman (punishment) dengan baik berlandaskan aturan yang berlaku.
Memahami Hakikat Kurikulum Pendidikan Islam Riki Dermawan; Denisa Safitri; Muhamad Thohirkan Sirait; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum dalam pandangan modern merupakan program pendidikan yang disediakan oleh sekolah, yang tidak hanya sebatas bidang studi dan kegiatan belajarnya saja, akan tetapi meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan pribadi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan sehingga dapat meningkatkan mutu kehidupannya, yang pelaksanaannya bukan saja di sekolah tetapi juga di luar sekolah. ada 4 komponen utama kurikulum, yaitu tujuan-tujuan yang ingin dicapai, pengetahuan (knowledge), metode dan cara-cara mengajar serta metode dan cara penilaian (evaluasi). Prinsip-prinsip kurikulum dalam Islam antara lain : prinsip berasaskan Islam, prinsip mengarah kepada tujuan, prinsip (integritas) antar mata pelajaran, prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip integritas, prinsip efisiensi, prinsip kontinuitas, prinsip individualitas, prinsip kesamaan, prinsip kedinamisan, prinsip keseimbangan dan prinsip efektifitas. Kurikulum pendidikan Islam berorientasi kepada pelestarian nilai, peserta didik, masa depan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), social demand (tuntutan sosial), penciptaan tenaga kerja dan orientasi penciptaan lapangan kerja.
Hakikat Evaluasi Pendidikan Islam Indah Sahmauli Kaloko; Dea Ayu Pitaloka; Fanny May Sarah; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untukmembuat alternatif-alternatif keputusan. Di sisi lain, evaluasi juga merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran/pendidikan. Artinya evluasi merupakan kegiatan yang tak terelakan dalam setiap kegiatan atau proses pembelajaran. Dalam program evaluasi yang bertujuan bagaimana kita bisa mengetahui potensi peserta didik yang cerdas dan yang lemah, hal ini pun yang menguji peserta didik layak tidak nai dalam tingkatan kelas atau pun tidak. Tujuan evaluasi pun bukan anak didik saja, melainkan untuk dapat mengevaluasi pendidik, dengan begitu sejauh mana pendidik bisa mampu dalam bersungguh-sunggu untuk menjalankan tugas dalam mencapai tujuan pendidikan Islam. Adapun prinsp-prinsip umumnya seperti Valid: Evaluasi mengukur apa saja yang seharusnya dikukur dengan menggunakan jenis tes yang terpercaya dan shalih, artinya adanya kesesuaian alat ukur dengan fungsi pengukuan dan sasaran pengkuran. Berorientasi kepada kompetensi: Evaluasi harus memiliki pencapaian kompentensi peserta didik yang meliputi seperangkat sikap keterampilan dan nilai yang terefleksi dan nilai yang terefleksi dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Berkelanjutan: Evaluasi harus dilakukan secara terus menerus dari waktu ke waktu untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan peserta didik, sehingga kegiatan dan unjuk kerja peserta didik dapat dipantau melalui penilaian. Menyeluruh: Evaluasi harus dilakukan secara menyelurh, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dan meliputi seluruh materi ajar serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian, dengan berbagai bukti tentang belajar peserta didik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5