cover
Contact Name
-
Contact Email
syahwardi.staira@gmail.com
Phone
+62823 6227 4474
Journal Mail Official
syahwardi.staira@gmail.com
Editorial Address
Jalan Nusa Indah Gang Melati, Dusun III, Desa Tanjung Sari, Kec. Batang Kuis, Kab. Deli Serdang, Sumatera Utara, 20372
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Al-Ikram: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah is medium to publish research results which focus to thought study or empirical research of Primary Education in Elementary Schools / Madrasah Ibtidaiyah, Teacher Education for Madrasah Ibtidaiyah, and Teacher Education for Elementary School.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Hakikat Tujuan Pendidikan Islam Nur Hafifah Nasution; Syifa Alwardah; Hasanul Syawal; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan islam yaitu untuk menbentuk atau menciptakan ahli ibadah, membentuk kepribadian yang bertaqwa, dan menjadi Khalifah Allah di muka Bumi. Dalam upaya mengembangkan individualitas dan individualitas anak, hal ini dijelaskan secara komprehensif dalam Islam. Dalam Islam, hak-hak anak dan upaya perlindungan anak benar-benar dilindungi dan dihormati. Semua dari luar ke arah menyiapkan generasi yang berkualitas, moral, intelektual, spiritual. Metode kajian pustaka meliputi observasi tidak langsung atau melihat melalui platform web, internet dan sumber lainnya. Lalu, berdasarkan beberapa pendapat para ahli yang dituang menjadi body-note, lalu melihat fakta-fakta yang ada sesuai dengan judul yang ditentukan. Maka tujuan mempelajari agama Islam pada dasarnya adalah untuk mencerdaskan kehidupan manusia, membentuk manusia yang berkepribadian Islami, serta untuk mencapai kebahagiaan dunia batin, dunia lahiriah dan seterusnya.Ini juga merupakan tujuan akhir dari pendidikan agama Islam untuk mempersiapkan manusia untuk beriman dan mengabdi kepada Allah. Tujuan adalah standar kemampuan yang dapat ditentukan dan mengarahkan usaha ke arah rencana, dan merupakan titik awal untuk mencapai tujuan lainnya. Selain itu, tujuannya adalah untuk membatasi ruang jalan untuk mengambil suatu titik, sehingga kita dapat fokus pada tujuan yang ingin dicapai.
Hakikat Metode Pendidikan Islam Aisyah Aminda; Fellen Afifah; Sarifa Yuliani Siregar; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam persfektif filsafat pendidikan Islam metode pendidikan Islam tidaklah sama dengan metode pendidikan yang ada di barat. Walaupun ada beberapa metode yang hampir sama. Dalam perspektif barat ada begitu banyak metode pemilihan yang ditawarkan oleh tokoh-tokoh pendidikan. Tetapi perlu dicatat bahwa kadang-kadang metode ini tidak sesuai dengan karakteristik sifat manusia. Secara khusus, metode pendidikan Islam harus relevan dengan sifat manusia sebagai makhluk dimensi ganda, yang terdiri dari jism dan spirit dan konsepsi Islam tentang jalan datangnya pengetahuan ke dalam manusia melalui pendengaran (sam'a), penglihatan (bashar) dan hati (qalb). Jika ini tidak dipertimbangkan, maka tidak peduli seberapa baik metode ini dipilih, itu mungkin tidak dapat menyelesaikan masalah. Ada beberapa macam metode yang digunakan dalan pendidikan islam. Al-Syaibany berpendapat bahwa ada 12 (dua belas) metode yang dapat digunakan dalam pendidikan pendidikan islam, yaitu : metode pengambilan kesimpulan atau induktif, metode perbandingan (qiyasah), metode kuliah, metode dialog dan perbincangan, metode lingkaran (halaqah), metode riwayat, metode mendengar, metode membaca, metode imla' (dictation), metode hafalan, metode pemahaman, dan metode lawatan untuk menuntut ilmu (pariwisata).
Hakikat Pendidik Dalam Pendidikan Islam Amanda; Rayhan Aulia Annisa Ritonga; Mohd Fadlan Riski; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendidik adalah tugas dan tanggung jawab orang tua dalam lingkungan keluarga, pendidik di lingkungan sekolah, serta ulama dan pemimpin di lingkungan masyarakat Dalam lingkungan manapun dan situasi apa pun, seorang pendidik di tuntut untuk membuat peserta didik mampu menyerap dan memahami materi dan pengajaran yang disampaikan. Guru memainkan peran yang sangat penting dalam pendidikan anak-anak Tidak, ketika kita berbicara tentang guru, sesuatu muncul di pikiran. Para tetualah yang membimbing kita dan memberi kita banyak hal kita belum tahu. Tapi dia khawatir dengan kondisi guru kita. Juga, jika kita melihat nasib guru di lembaga pendidikan pribadi. Situasi pendidikan di Indonesia sungguh menyedihkan. Berita dari Indonesia memperkuat fakta ini termasuk salah satu dari tujuh negara yang disurvei oleh asosiasi guru dunia yang tidak peduli dengan pendidikan. Kamera kurangnya minat terlihat pada kecilnya jumlah anggaran dan anggaran negara (APBN) yang dialokasikan untuk pendidikan. Jika tidak, Pemerintah Indonesia juga dianggap kurang memperhatikan kepentingan guru, dan realitas pendidikan di negeri ini dianggap diskriminasi.
Hakikat Hukuman Dalam Pendidikan Islam Anggi Ratulangi; Sindi Sahputri; Fadli Abidin Harahap; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan, hukuman diberikan kepada peserta didik yang telah melanggar aturan dan berbuat kesalahan. Hukuman diberikan bertujuan untuk menyadarkan peserta didik untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Hukuman bukan bermakna siksaan ataupun penderitaan. Hukuman yang diberikan harus berlandaskan undang-undang. Seorang pendidik yang menanamkan nila-nila Islam dalam setiap proses pengajaran dan pembelajarannya tentua ia tidak akan memberikan atau menjatuhkan hukuman dengan amat berat. Dalam Islam pun kita diajarkan untuk selalu menyayangi dan mengasihi sesama makhluk di muka bumi. Pemberian hukuman yang berat akan membuat peserta didik bersifat anarkis. Hal itu dikarenakan mereka yang senantiasa diberikan hukuman bak fisik maupun non fisik yang terlalu memberatkan atau bahkan menjatuhkan mental peserta didik tersebut. Oleh sebab itu, dalam makalah ini kami membahas terkait hakikat hukuman dalam pendidikan Islam mula dari pengertian, tujuan sampai kepada bentuk-bentuk hukuman. Sebagai calon pendidik, sudah seharusnya kita memahami terkait hakikat hukuman dalam pendidikan Islam. Hal bertujuan ke depannya bagaimana cara kita mengimplentasikan hukuman (punishment) dengan baik berlandaskan aturan yang berlaku.
Memahami Hakikat Kurikulum Pendidikan Islam Riki Dermawan; Denisa Safitri; Muhamad Thohirkan Sirait; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum dalam pandangan modern merupakan program pendidikan yang disediakan oleh sekolah, yang tidak hanya sebatas bidang studi dan kegiatan belajarnya saja, akan tetapi meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan dan pembentukan pribadi peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan sehingga dapat meningkatkan mutu kehidupannya, yang pelaksanaannya bukan saja di sekolah tetapi juga di luar sekolah. ada 4 komponen utama kurikulum, yaitu tujuan-tujuan yang ingin dicapai, pengetahuan (knowledge), metode dan cara-cara mengajar serta metode dan cara penilaian (evaluasi). Prinsip-prinsip kurikulum dalam Islam antara lain : prinsip berasaskan Islam, prinsip mengarah kepada tujuan, prinsip (integritas) antar mata pelajaran, prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip integritas, prinsip efisiensi, prinsip kontinuitas, prinsip individualitas, prinsip kesamaan, prinsip kedinamisan, prinsip keseimbangan dan prinsip efektifitas. Kurikulum pendidikan Islam berorientasi kepada pelestarian nilai, peserta didik, masa depan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), social demand (tuntutan sosial), penciptaan tenaga kerja dan orientasi penciptaan lapangan kerja.
Hakikat Evaluasi Pendidikan Islam Indah Sahmauli Kaloko; Dea Ayu Pitaloka; Fanny May Sarah; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi adalah suatu proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang sangat diperlukan untukmembuat alternatif-alternatif keputusan. Di sisi lain, evaluasi juga merupakan salah satu komponen sistem pembelajaran/pendidikan. Artinya evluasi merupakan kegiatan yang tak terelakan dalam setiap kegiatan atau proses pembelajaran. Dalam program evaluasi yang bertujuan bagaimana kita bisa mengetahui potensi peserta didik yang cerdas dan yang lemah, hal ini pun yang menguji peserta didik layak tidak nai dalam tingkatan kelas atau pun tidak. Tujuan evaluasi pun bukan anak didik saja, melainkan untuk dapat mengevaluasi pendidik, dengan begitu sejauh mana pendidik bisa mampu dalam bersungguh-sunggu untuk menjalankan tugas dalam mencapai tujuan pendidikan Islam. Adapun prinsp-prinsip umumnya seperti Valid: Evaluasi mengukur apa saja yang seharusnya dikukur dengan menggunakan jenis tes yang terpercaya dan shalih, artinya adanya kesesuaian alat ukur dengan fungsi pengukuan dan sasaran pengkuran. Berorientasi kepada kompetensi: Evaluasi harus memiliki pencapaian kompentensi peserta didik yang meliputi seperangkat sikap keterampilan dan nilai yang terefleksi dan nilai yang terefleksi dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Berkelanjutan: Evaluasi harus dilakukan secara terus menerus dari waktu ke waktu untuk mengetahui secara menyeluruh perkembangan peserta didik, sehingga kegiatan dan unjuk kerja peserta didik dapat dipantau melalui penilaian. Menyeluruh: Evaluasi harus dilakukan secara menyelurh, yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dan meliputi seluruh materi ajar serta berdasarkan pada strategi dan prosedur penilaian, dengan berbagai bukti tentang belajar peserta didik.
Hakikat Penghargaan (Reward) Dalam Pendidikan Islam Fitri Aisah; Khairil Idham; Novita Sari; Azizah Hanum Ok
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reward (penghargaan) merupakan reaksi pendidikan atas perbuatan yang telah dilakukan oleh anak didik, penghargaan diberikan sebagai unggapan rasa senang dan bangga atas perbuatan baik dan prestasi anak, tetapi jangan sampai menebalkan sifat materialisnya. Studi ini akan memberikan wawasan terhadap pentingnya reward (pujian) dalam kaitannya terhadap pendidikan terutama dalam bidang pendidikan Islam. Disadari bahwa metode pembelajaran dengan reward dapat mendorong siswa untuk memiliki motivasi dalam belajar. Adapun reward ini merupakan teknik menyentuh sisi psikis seseorang agar memiliki optimis jika dilakukannya benar dan potensi semangatnya akan meningkat. Setiap metode pembelajaran pada umumnya bertujuan untuk memudahkan sebuah proses pelaksanaan pendidikan agar tujuan pendidikan bisa tercapai dengan secara maksimal. Reward adalah bagian dari prose cara/metode mengajar seorang pendidik. Reward juga merupakan teknik untuk menyentuh sisi psikis seseorang dan peserta didik agar dia akan terus opitimis jika yang dia lakukan itu benar. Reward berisi didalamnya nilai motivasi dan peringatan bagi umat manusia untuk terus berbuat dengan usaha secara maksimal.
PEMIKIRANPENDIDIKANISLAMS.M.NAL-ATTAS Raudho Zaini
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The thoughts of figures about Islamic education are very interesting to study.Because discussing the thoughts of figures will become a reference needed to answercurrent and future educational problems. The purpose of this study is to find out theconcept of Islamic education according to S.M.Nal-Attas. The type of research used islibrary research and the method used is descriptive qualitative research to present thethought of Islamic education by S.M.Nal-Attas briefly and concisely. The approachused is a pragmatic approach with two sources of data, namely primary and secondary.Primary data is data obtained from the original works of S.M.Nal-Attas and secondarydata sources are data obtained from relevant books, articles published in accreditedjournals, as well as writings of papers that cover the topic of peace of mind Islamiceducation S.M.Nal-Attas. Data collection used a literature study technique which wasthen analyzed. The results of the research in this paper are concluded, among others (1)the concept of education is Islamic values which are based on sources from the Al-Qur`an, Hadith, and ijtihad of scholars (2) the concept of Islamic education put forwardby S.M.Nal-Attas namely the meaning its substance and essence is the word ta`dib,because the word ta`dib includes the meaning of teaching, upbringing, knowledge, andalso education. The educational method used by S.M.Nal-Attas is the tauhid methodandthe story method.
MELIHAT ADALAH PERCAYA: KEKUATAN PEMBELAJARAN VISUAL DALAM ILMU PENGETAHUAN ALAM Nurjannah; Mira Andriyani
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At the present time education is very important, starting from that, it is appropriate for educators in this case teachers to think about various efforts to be able to maximize all efforts so that students are able and willing to always learn and develop knowledge, especially in science learning.Natural science is one of the subjects that focuses on the era of Industry 4.0 today, because the development of technology causes changes in the environment. Realizing the importance of this, it requires educators to be able to teach natural science to students well. The use of visual media is one of the right choices in helping students understand natural science. Because with visual media, natural science objects that cannot be seen can be seen, thus creating a belief that natural science is important and useful. The power of visual learning in natural science includes helping students understand teaching materials and providing motivation in learning by presenting objects from discussions in reality. Keywords: Natural Science, Learning, Media, Visual
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Intan Kumalasari; Nurkholijah Siregar; Aminuddin
Al-Ikram : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : LPPM STAI Raudhatul Akmal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertautan antara Pendidikan dan multikultural merupakan solusi atas realitas budaya yang beragam sebagai sebuah proses pengembangan seluruh potensi yang menghargai pluralitas dan heterogenitas. Multikultural esensinya adalah budaya dan pengakuan akan keragaman budaya serta respon menerima keragaman realitas budaya. Islam merupakan agama yang bukan dari budaya, akan tetapi memiliki konsep bagaimana umatnya berbudaya dan berakhlakul karimah. Kebudayaan Islam merupakan tata cara yang mengacu pada prinsip-prinsip Islam. Kebudayaan Islam sendiri murni bersumber pada Alquran dan Hadis, sedangkan kebudayaan non-Islam hanya bersumberkan pada kreasi manusia dan budaya tersebut tidak akan pernah sama.

Page 1 of 4 | Total Record : 31