cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
HUBUNGAN STATUS GIZI (PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA KEHAMILAN DAN UKURAN LINGKAR LENGAN ATAS) DENGAN BERAT BADAN BAYI LAHIR DI KECAMATAN INDRALAYA UTARA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Di Indonesia, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor utama yangberpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. Pada tahun 2007 di Provinsi Sumatera Selatanterdapat 5,2 % kasus BBLR. Puskesmas Simpang Timbangan pada tahun 2010 (Januari - Juni) ditemukan 1kasus BBLR dari 30 kelahiran, sedangkan di Puskesmas Payakabung pada tahun 2009 ditemukan 28 kasusBBLR dari 225 kelahiran hidup. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui prevalensi BBLR, karakteristikibu, karakteristik sosial ekonomi, dan untuk mengetahui hubungan pertambahan berat badan ibu selamakehamilan dengan berat bayi lahir.Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalampenelitian ini adalah semua ibu hamil yang bertempat tinggal di Kecamatan Indralaya Utara yangmemeriksakan kehamilannya di wilayah kerja Puskesmas Simpang Timbangan dan Payakabung denganjumlah sampel 32 orang. teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling karena dengan jumlahkasus sedikit. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan melaluipengukuran penimbangan berat badan dan pengukuran lingkar lengan atas. Analisis yang digunakan yaituanalisis univariat dan bivariat dengan uji Kai Kuadrat.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 21,9% responden melahirkan bayi dengankondisi Berat Bayi Lahir Kurang (BBLK). Dari 2 variabel independen yang diteliti, ada 1 variabel yangsecara statistik berhubungan secara bermakna dengan berat bayi lahir, yaitu variabel: pertambahan beratbadan ibu hamil (p-value:0,005). 1 variabel yang secara statistik Tidak terdapat hubungan antara ukuranlingkar lengan atas dengan berat bayi lahir (p-value:0,536). Kesimpulan : Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir untuk mengaktifkan posyandu,poskesdes, dalam memberikan promosi kesehatan kepada masyarakat akan pentingnya pemeriksaan awalkehamilan dan rutin memeriksakan kehamilannya per trimester.Kata Kunci: Pertambahan Berat Badan Ibu Selama Kehamilan, Ukuran Lingkar Lengan Atas, Berat Bayilahir
Analisis Determinan Persepsi Pengemudi Bis Mahasiswa UNSRI tentang Risiko Kecelakaan Lalu Lintas
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah keselamatan kerja yang serius di seluruh dunia, masalah yang sama juga dihadapi Indonesia. Data kepolisisan RI tahun 2009 menyebutkan terjadi sedikitnya 57.726 kasus kecelakaan di jalan dan diketahui bahwa 91% disebabkan oleh faktor manusia. Kecelakaan lalu lintas juga menjadi risiko bagi pengemudi bis mahasiswa UNSRI yang mengangkut mahasiswa dari Palembang ke Indralaya dan sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan persepsi pengemudi bis mahasiswa UNSRI tentang risiko kecelakaan lalu lintas di ruas jalan Palembang-Indralaya.Metode : Penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian pengemudi bis mahasiswa UNSRI (bis Bukit dan bis Pasar) yang berjumlah 132 orang. Data penelitian dianalisis secara kuantitatif dengan metode univariat, bivariat dan multivariat dengan uji analisa regresi logistik.Hasil Penelitian : Sebanyak 65,9% pengemudi bis mahasiswa UNSRI mempunyai persepsi yang baik mengenai risiko kecelakaan lalu lintas. Dengan α = 0,05 didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan antara cara mendapatkan SIM, pengetahuan, sikap dan komunikasi dengan persepsi risiko kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan hasil analisis regresi logistik multivariat, terdapat tiga variabel yang paling berpengaruh, yaitu sikap, pengetahuan dan komunikasi.Kesimpulan : Perlu ditanamkan pentingnya arti keselamatan pengemudi oleh pihak UNSRI dengan membuat komitmen menjamin keselamatan pengemudi dan peraturan dan prosedur keselamatan kerja. Pihak UNSRI dan swasta harus lebih selektif dalam memilih pengemudi yang benar-benar layak mengemudikan bis mahasiswa dan membekali mereka dengan pengetahuan, pelatihan dan ketrampilan teknik mengemudi yang benar sehingga dapat mengurangi risiko terjadinya kecelakaan.Kata Kunci : Persepsi risiko, Kecelakaan, Pengemudi
Koordinasi Pencatatan dan Pelaporan Kesehatan Ibu dan Anak di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Padang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak bertujuan untuk mencatat dan melaporkan semua hasil kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di puskesmas guna menunjang pengelolaan upaya kesehatan masyarakat. Lambatnya pengiriman data kesehatan ke dinas kesehatan mengakibatkan pengambil keputusan/pemangku kepentingan mengambil keputusan dan kebijakan kesehatan tidak berdasarkan data yang akurat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis koordinasi dalam pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak di puskesmas wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Padang.Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode kuantitatif. Unit analisis dalam penelitian ini adalah puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Padang sedangkan yang menjadi sampelnya terdiri dari 6 puskesmas dengan responden koordinator SP2TP, koordinator KIA, petugas puskesmas pembantu, dan petugas pos kesehatan kelurahan dari masing-masing puskesmas yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel puskesmas dan unit kerja adalah purposive sampling.Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa 66,7% puskesmas dengan pengetahuan petugas baik. Aspek kelengkapan sarana dari 6 puskesmas belum memiliki sarana yang lengkap. Aspek pembagian tugas dari 6 puskesmas masih terdapat petugas yang tidak memiliki kesesuaian antara implementasi tugas dengan uraian tugas standar masing-masing unit kerja. Selain itu juga diketahui bahwa 66,7% puskesmas dengan pengawasan kurang baik, 66,7% puskesmas dengan komunikasi baik, sedangkan 66,7% puskesmas dengan supervisi tidak baik. Aspek standarisasi mayoritas tidak ada standarisasi proses kerja dan jenis koordinasi adalah reciprocal interdependence dan sequential interdependence. Kesimpulan : Meningkatkan pemahaman petugas tentang koordinasi dan peningkatan pelaksanaan mekanisme koordinasi pencatatan dan pelaporan kesehatan ibu dan anak.Kata Kunci : Koordinasi, Pencatatan dan Pelaporan, Puskesmas
Analisis Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Kerja Puskesmas Sosial Kecamatan Sukarami
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang penurunan persentasenya melambat dan cenderung menetap di Indonesia. DBD merupakan penyakit akut dan dapat menyebabkan kematian mendadak jika tidak segera diberikan pertolongan. Wilayah Kerja Puskesmas Sosial merupakan daerah endemis DBD yang mengalami peningkatan kasus dari 33 kasus pada tahun 2010 menjadi 63 kasus pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui determinan kejadian DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Sosial Tahun 2012.Metode : Penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control tidak berpasangan dan selain itu dilakukan wawancara dengan pertanyaan terbuka untuk mengeksplorasi informasi pada beberapa variabel penelitian. Jumlah sampel adalah 34 kasus dan 34 kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil Penelitian : Secara statistik variabel yang berhubungan secara signifikan terhadap kejadian penyakit DBD yaitu variabel tindakan PSN (p-value = 0,004; OR = 6,4), kebiasaan menggantung pakaian (p-value = 0,028; OR = 2,9), penggunaan obat nyamuk di siang hari (p-value = 0,015; OR = 4,1), penggunaan kelambu (p-value = 0,041; OR = 3,6), kepadatan penghuni (p-value = 0,010; OR = 4,1), dan tempat perindukan (pvalue = 0,033; OR = 3,3), sedangkan yang tidak berhubungan yaitu variabel kebiasaan tidur pagi/siang hari (p-value = 0,627; OR = 1,3) dan pemasangan kawat kasa (p-value = 0,324; OR = 1,6).Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tindakan PSN, kebiasaan menggantung pakaian, penggunaan obat nyamuk di siang hari, penggunaan kelambu, kepadatan penghuni, dan tempat perindukan dengan kejadian penyakit DBD. Disarankan agar masyarakat dapat memaksimalkan upaya pencegahan penularan DBD dan Puskesmas Sosial juga dapat meningkatkan kinerja program pemberantasan penyakit DBD.Kata Kunci : Demam Berdarah Dengue, Determinan, Case Control
Gambaran Kejadian Anemia Gizi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Perumnas Kabupaten Lahat
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Anemia gizi merupakan salah satu dari empat masalah gizi di Indonesia. Anemia gizi sering diderita masyarakat, baik anak- anak, remaja usia subur, ibu hamil ataupun orang tua. Anemia gizi pada kehamilan bukan hanya dijumpai di negara berkembang tetapi juga di negara maju. Penyebabnya sangat beragam, dari perdarahan, kekurangan zat besi, asam folat, vitamin B12, sampai kelainan hemolitik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian anemia gizi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Perumnas Kabupaten Lahat tahun 2009.Metode : Survei deskriptif dengan menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Perumnas Kabupaten Lahat yang berjumlah 80 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang berjumlah 80 orang. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara dan menggunakan alat bantu kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen terkait.Hasil Penelitian : Kemungkinan faktor resiko untuk terjadinya anemia adalah ibu hamil yang berumur > 35 tahun, pendidikan rendah, bekerja, tingkat paritasnya beresiko yaitu ≥ 4 kali, jarak kehamilannya beresiko yaitu < 2 tahun, usia kehamilannya pada trimester III, pendapatan keluarganya < UMP dan tidak pernah mengkonsumsi tablet Fe. Semua faktor- faktor ini berkaitan dengan pengetahuan gizi yang kurang.Kesimpulan : Pengetahuan gizi sangat berkaitan erat dengan kejadian anemia. Saran penelitian ini adalah perlunya dilakukan penyuluhan yang intensif kepada ibu hamil dan diharapkan kepada tenaga kesehatan mampu memberikan informasi mengenai gizi pada ibu hamil.Kata Kunci : Ibu hamil, Anemia gizi, Faktor- faktor yang berkaitan dengan anemia gizi ibu hamil
Analisis Personal Hygiene Masyarakat Sekitar Lokasi Pengelolaan Sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Muara Enim
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pemahaman mengenai personal hygiene sangat penting untuk mencegah timbulnyapenyakit yang berasal dari sampah, terutama sampah yang berada di TPA. Masyarakat yang berada di sekitarlokasi TPA memiliki risiko cukup tinggi terhadap kejadian penyakit yang disebabkan oleh sampah karenaperilaku hygiene mereka yang tidak baik.Metode : Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Cara-cara pengumpulan data dengan wawancaramendalam, FGD, dan observasi. Sumber informasi dalam penelitian ini berjumlah sepuluh orang.Hasil Penelitian : Personal hygiene masyarakat disekitar lokasi pengelolaan sampah di TPA kota MuaraEnim secara umum upaya untuk menciptakan personal hygiene masyarakat yang baik sudah dilakukan tetapiada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu kebersihan diri terhadap anak-anak kurang mendapatperhatian baik badan maupun pakaian, kebiasaan individu yang berbeda-beda dalam menjaga personalhygienenya, status sosial ekonomi dan pengetahuan personal hygiene yang masih rendahKesimpulan : Pihak UPTD dan dinas kesehatan dapat mengevaluasi kembali metode-metode yang telahdilakukan dalam melaksanakan penyuluhan dan bekerja sama dengan pihak lainnya untuk merencanakanmetode yang paling sesuai untuk dilakukan penyuluhan kembali kepada masyarakat agar masyarakat dapatmengubah perilaku hygiene mereka menjadi lebih baik.Kata Kunci : Personal Hygiene, Masyarakat, Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)
Metode Activity Based Costing dalam Penentuan Tarif Rawat Inap di RSUD Kayuagung Tahun 2012
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Rumah sakit memperoleh penghasilan dari tarif yang dibayarkan oleh pemakai jasa pelayanan kesehatan. Penghitungan pola tarif RSUD Kayuagung menggunakan metode tradisional yang disesuaikan berdasarkan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penentuan tarif dengan menggunakan metode tradisional akan menimbulkan suatu distorsi yang mengakibatkan undercost/overcost terhadap produk. Berdasarkan teori Hansen & Mowen (2000) sistem penghitungan biaya yang dapat mengatasi distorsi, dengan menggunakan metode activity based costing. Penelitian ini untuk melihat tariff rawat inap RSUD Kayuagung dengan menggunakan metode activity based costing.Metode : Menggunakan penelitian deskriptif. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori Hansen dan Mowen yang terdiri atas variabel, unit level activity cost, batch related activity cost, dan facility sustaining activity cost. Populasi penelitian ini ruang rawat inap yang terdapat di kelas I,II,III, dan VIP. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah satu ruang rawat inap dari masing-masing ruang. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan analisis data secara deskriptif dengan penyajian data berupa tabel.Hasil Penelitian : Dengan menggunakan metode activity based costing maka tarif rawat inap untuk kelas VIP RSUD Kayuagung sebesar Rp 125.465,51 dengan laba 15% (lebih rendah dari tarif yang ditetapkan saat ini). Tarif rawat inap untuk kelas I sebesar Rp 82.624,14 dengan laba sebesar 12% (lebih rendah dari tariff yang ditetapkan saat ini). Tarif rawat inap untuk kelas II sebesar Rp 65.413,81 dengan laba sebesar 10% (lebih tinggi dari tarif yang ditetapkan saat ini). Tarif rawat inap untuk kelas III sebesar Rp 37.744,93 dengan laba sebesar 5% (lebih tinggi dari tarif yang ditetapkan saat ini).Kesimpulan : Dengan menggunakan metode activity based costing maka tarif rawat inap yang dihasilkan dari penghitungan tersebut berbeda dengan tarif yang berlaku dirumah sakit. Saran dari penelitian ini diharapkan pihak manajemen rumah sakit dapat menerapkan metode ABC dalam penghitungan tarif rawat inap di RSUD Kayuagung.Kata Kunci: Tarif Rawat Inap, Metode Tradisional, Metode ABC, distorsi, overhead, profitabilitas, laba.
Perbedaan Perilaku Seksual Remaja pada Siswa SMA X Dan SMA Y Indralaya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Masa remaja mempunyai arti penting bagi kehidupan seseorang untuk mencari jati diri dalam proses pembentukan karakter pribadi yang akan memberikan kontribusi besar terhadap kehidupannya di masa mendatang. Perilaku seksual pada remaja dapat diwujudkan dalam tingkah laku yang bermacammacam, mulai dari perasaan tertarik pada lawan jenis, keinginan untuk berpacaran, berpegangan tangan, keinginan untuk berpelukan, berciuman, sampai tingkah laku bersenggama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku seksual remaja pada siswa SMA X dan SMA Y Indralaya tahun 2010.Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode penelitian yang digunakan dengan menyebarkan kuesioner pada siswa. Data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan program SPSS dan dilakukan analisis univariat dan bivariat. Sampel penelitian adalah siswa SMA X yang berjumlah 100 orang dan siswa SMA Y yang berjumlah 60 orang.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan, sikap, pelayanan bimbingan dan konseling, dan peran teman sebaya antara siswa SMA X dan SMA Y. Kesimpulan : Ada perbedaan yang signifikan peran orang tua antara siswa SMA X dan SMA Y, sedangkan perilaku seksual remaja pada siswa SMA X dan SMA Y adalah sama.Kata kunci : Perilaku seksual remaja, pengetahuan, sikap, pelayanan bimbingan dan konseling, peran orang tua, peran teman sebaya.
Konteks Penyelenggaraan Kebijakan Jamkesda di Era Jaminan Kesehatan Universal Secara Nasional
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Implementasi Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dengan dilaksanakan Jaminan Kesehatan Nasional mulai Januari 2014 untuk menjamin kesehatan seluruh masyarakat secara bertahap dikenal dengan istilah Universal Health Coverage. Di sisi lainnya, beberapa Pemda tetap mempertahankan menyelenggarakan sendiri Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Sehingga timbul pertanyaan, bagaimana posisi Jamkesda jika Pemerintah sudah berkomitmen menjamin seluruh penduduk? Oleh karena itu perlu dikaji bagaimana konteks penyelenggaraan Jamkesda dalam era jaminan kesehatan universal.Metode: Makalah ini merupakan study literature dari berbagai sumber terkait dengan penyelenggaraan kebijakan Jamkesda dan Jaminan Kesehatan Nasional. Analisis kebijakan (analysis of policy) dilakukan terhadap konteks penyelenggaraan Jamkesda dilihat dari aspek legal, situasional dan struktural.Hasil: Penyelenggaraan Jamkesda pada dasarnya tidak menyalahi konteks kebijakan UU SJSN. Adanya UU No 32 tahun 2004 menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk mengembangkan Jamkesda sebagai wujud tanggung jawab dalam menyelenggarakan pembangunan di bidang kesehatan. Dari aspek situasional, kondisi cakupan peserta JKN yang belum menjangkau seluruh penduduk menjadi penguat dan pendorong Pemda untuk tetap mempertahankan Jamkesda dengan pertimbangan untuk melayani masyarakat yang tidak terjamin sampai Universal Health Coverage tercapai pada tahun 2019. Dari aspek struktural, perlu penyesuaian jenis pelayanan Jamkesda pada waktu JKN sudah mencakup penduduk secara universal. Pemda dapat menambahkan benefit pelayanan yang bersifat komplementer dan atau suplementer sehingga tidak terjadi duplikasi.Kesimpulan: Konteks penyelenggaraan kebijakan Jamkesda tetap masih perlu dilaksanakan dalam era jaminan kesehatan universal secara nasional berdasarkan pertimbangan aspek legal, situasional dan struktural. Disarankan kepada Pemda agar dapat mempertimbangkan pengintegrasian Jamkesda ke JKN sehingga pelaksanaannya dapat lebih berkesinambungan dan sejalan dengan program nasional. Kata kunci: Kebijakan, Jaminan, Jamkesda, Universal Health Coverage.
Determinan Kepatuhan Berobat Pasien TB Paru di Puskesmas dalam Wilayah Kota Palembang Tahun 2010
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia (WHO,2010). Sampai saat ini di seluruh Indonesia program penanggulangan TB masih jauh dari yang diharapkan, demikian pula halnya di Kota Palembang. Salah satu penyebab utama adalah ketidak patuhan berobat pasien masih tinggi. Oleh karena itu, masalah kepatuhan pasien dalam menyelesaikan program pengobatan merupakan prioritas paling penting.Metode : Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja 36 Puskesmas yang ada di Kota Palembang. Desain penelitian analitik dengan teknik potong lintang di mana informasi mengenai perilaku kepatuhan pasien TB paru diperoleh secara bersamaan dengan data perilaku yang lain . Jumlah sampel 208 pasien dan diketahui 66,8 % diantaranya pernah berhenti/lupa minum obat . Hasil penelitian ini juga menemukan Model Prediksi Kepatuhan Berobat Pasien TB Paru.Hasil Penelitian : Analisis regresi logistik ganda menunjukkan kepatuhan berobat pasien TB paru dipengaruhi oleh persepsi self efficacy dan persepsi hambatan berobat (perilaku spesifik), pengetahuan pasien tentang penyakit TB paru (perilaku sebelumnya), serta dukungan petugas kesehatan selama pengobatan (pengaruh interpersonal). Persepsi self efficacy merupakan determinan yang paling dominan. Pasien TB paru yang memiliki persepsi self efficacy baik berpeluang patuh sebesar 27,650 kali (p=0,000;OR=27,650). Pasien TB paru yang memiliki pengetahun baik tentang penyakit TB berpeluang patuh sebesar 8,903 kali(p=0,000;OR=8,903). Pasien TB paru yang tidak merasakan persepsi hambatan dalam berobat berpeluang patuh sebesar 6,529 kali (p=0,001;OR=6,529) . Pasien TB paru yang mendapatkan dukungan petugas kesehatan selama pengobatan berpeluang patuh sebesar 5,509 kali (p=0,001;OR=5,509).Kesimpulan : Disarankan agar petugas kesehatan menggunakan model prediksi kepatuhan berobat pasien TB paru sebagai pedoman dalam promosi kesehatan dan pencegahan penyakit menular khusunya pasien TB paru. Petugas kesehatan berperan dalam melakukan edukasi pasien dan memberdayakan masyarakat dengan memfalisitasi terbentuknya self-help group. Melalui self-help group pasien TB paru dapat saling berbagi informasi dan pengalaman mereka yang akan meningkatkan motivasi, self efficacy dan kesadaran pentingnya berobat TB secara tertatur sesuai regimen sampai sembuh akan mengurangi hambatan dalam berobat TB paru. Kata Kunci : Kepatuhan, Tuberkulosis, Self-Help Group

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue