cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Pengaruh Terapi Kelompok Terapeutik terhadap Perkembangan Remaja di Panti Sosial Marsudi Putra Dharmapala Inderalaya Sumatera Selatan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang dihadapkan pada berbagai tantangan dan masalah perkembangan terkait perubahan kognitif, emosional, moral dan psikososial memasuki usia tahap perkembangannya. Terapi kelompok terapeutik dapat membantu remaja memenuhi kebutuhan dan tugas perkembangan secara positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi kelompok terapeutik terhadap kemampuan perkembangan kognitif, emosi, moral dan psikososial remaja di Panti Sosial Marsudi Putra Dharmapala Inderalaya Sumatera Selatan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain “Quasi experimental pre-post test with control group” dengan pengambilan sampel yaitu purposive sampling pada 36 responden yaitu 18 orang kelompok intervensi dan 18 orang kelompok kontrol.Hasil penelitian : Menunjukkan adanya peningkatan kemampuan perkembangan diri remaja dan perbedaan secara bermakna pada kelompok intervensi setelah diberikan terapi kelompok terapeutik dengan p value 0,010.Kesimpulan : Perlunya pemberian stimulus dan latihan pencapaian tugas perkembangan remaja secara kontinu dan holistik dalam bentuk kegiatan terapi kelompok terapeutik di pelayanan komunitas.Kata Kunci : Remaja, Terapi Kelompok Terapeutik, Perkembangan
Analisis Partisipasi Pria dalam Penggunaan Alat Kontrasepsi di Kelurahan Indralaya Mulya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2011
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Indonesia mempunyai jumlah penduduk 216,9 juta jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 1,36%. Untuk membatasi ledakan penduduk tersebut, Pemerintah melaksanakan pembangunan yang berorientasi pada keadilan dan kesataraan gender dalam Keluarga Berencana (KB) dan Kesehatan Reproduksi. Salah satu kesetaraan gender dalam KB adalah partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi. Namun, sampai saat ini kesertaan KB di Indonesia masih didominasi oleh wanita. Berdasarkan data Laporan Bulanan UPTB KB Kecamatan Indralaya partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi di Kelurahan Indralaya Mulya masih rendah. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi.Metode : Menggunakan metode survey analitik dengan design studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah pria yang memiliki isteri yang berusia 15-49 tahun yang berjumlah 82 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik menggunakan uji Chi Square. Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa dari 7 variabel independen terdapat 5 variabel yang dinyatakan berhubungan dengan partisipasi pria dalam KB yaitu pendidikan (pvalue = 0,001), pengetahuan (pvalue = 0,014), akses pelayanan KB (pvalue = 0,010), kualitas pelayanan KB pria (pvalue = 0,030) dan image (penerimaan) KB pria (pvalue = 0,008).Kesimpulan : Variabel yang berhubungan dengan partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi adalah pendidikan, pengetahuan, akses pelayanan KB, kualitas pelayanan KB pria dan image (penerimaan) KB pria sedangkan variabel yang tidak berhubungan adalah umur dan jumlah anak.Kata Kunci: Partisipasi pria dalam penggunaan alat kontrasepsi, KB pria
Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Perilaku Kesehatan Ibu dengan Kejadian Diare pada Balita di Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2012
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Penyakit diare masih merupakan masalah kesehatan dan penyebab kematian pada balita. Sanitasi lingkungan yang kurang mendukung diikuti dengan perilaku yang buruk dapat menyebabkan tingginya angka kejadian diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dan perilaku ibu dengan kejadian diare pada balita di Kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir tahun 2012.Metode : Metode penelitian ini menggunakan rancangan Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Subjek penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang mempunyai balita berusia 12-59 bulan pada bulan Februari sampai Mei 2012 dengan populasi 683 orang. Pemilihan wilayah sampel dilakukan secara purposive, sementara pengambilan sampel balita dilakukan dengan simple random sampling menghasilkan sampel sebanyak 85 orang. Uji statistik menggunakan Chi Square dengan bantuan software komputer.Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara penyediaan air bersih (p=0,248, OR=3,11), dan perilaku kesehatan ibu (p= 1,000, OR=1,101 ) dengan kejadian diare pada balita dan ada hubungan antara pembuangan tinja (jamban) (p=0,026, OR=5,41), dan pembuangan sampah (p=0,048, OR=4,93) dengan kejadian diare pada balita.Kesimpulan : Faktor sanitasi lingkungan dapat menjadi faktor penyebab diare balita adalah pembuangan tinja (jamban) dan pembuangan sampah sehingga perlu dilakukan peningkatan terhadap akses sanitasi bagi masyarakat.Kata Kunci : Kejadian Diare, Sanitasi Lingkungan, Perilaku Kesehatan Ibu
Faktor Risiko Ergonomi saat Mengetik dan Hubungannya dengan Carpal Tunnel Syndrome
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kegiatan mengetik dapat menjadi faktor risiko CTS apabila intens dilakukan terutama apabila tanpa memperhatikan aspek ergonominya. Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah gangguan kesehatan akibat tekanan pada nervus medianus yang melewati carpal tunnel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor risiko ergonomi (postur tangan, durasi, frekuensi dan gaya) selama mengetik dengan kejadian CTS pada karyawan media cetak.Metode : Menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan pada 50 karyawan Harian Pagi Sumatera Ekspres tahun 2012. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan juga melakukan tes Tinnel, test Phalen dan tes Finkelstein untuk mendukung penegakkan diagnosa CTS. Data yang diperoleh diolah dengan menggunakan program SPSS dan dilakukan analisis univariat, bivariat uji chi-square, uji regresi logistik ganda dan juga metode kualitatif menggunakan photovoice.Hasil penelitian : Dari 50 responden terdapat 21 orang (42%) diduga positif CTS. Dengan α=0,05 terdapat hubungan antara postur tangan dengan CTS (PR:4,235 CI:1,015-17,668 p value: 0,039), durasi dengan CTS (PR:6,417 CI:1,444-28,511 p value: 0,011), frekuensi dengan CTS (PR:5,625 CI:1,178-26,854 p value: 0,024), dan gaya dengan CTS (PR:5 CI:0,964-25,93 p value: 0,041). Dari hasil analisis multivariat, didapatkan hasil bahwa frekuensi merupakan Faktor yang dominan mempengaruhi kejadian CTS (PR: 3,965 CI:1,086-14,474 p value:0,037).Kesimpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara postur tangan, durasi, frekuensi dan gaya saat mengetik dengan kejadian CTS. Variabel frekuensi dalam melakukan suatu postur per menit saat mengetik merupakan variabel yang dominan mempengaruhi kejadian CTS setelah dikontrol oleh variabel postur tangan, durasi, gaya dan faktor risiko non pekerjaan. Penelitian ini menyarankan untuk lebih memperhatikan aspek ergonomisitas baik cara kerja maupun alat bantu kerja saat melakukan pekerjaan.Kata kunci : Carpal Tunnel Syndrome, Faktor Risiko Ergonomik
Penerapan Keselamatan Radiasi pada Instalasi Radiologi di Rumah Sakit Khusus (RSK) Paru Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2013
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tingginya penggunaan radiasi untuk kegiatan medis merupakan kontribusi kedua terbesar sumber radiasi yang kita terima, dimana selain memberikan manfaat , juga dapat menyebabkan bahaya baik bagi pekerja radiasi, masyarakat, maupun lingkungan sekitar. Sehingga pelayanan radiologi harus memperhatikan aspek keselamatan kerja radiasi menurut Peraturan Kepala BAPETEN No.8 Tahun 2011. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penerapan dan pelaksanaan keselamatan radiasi pada Instalasi Radiologi RSK Paru Provinsi Sumatera Selatan.Metode : Dilakukan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan informasi dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Sumber informasi diperoleh dari tujuh informan, salah satu adalah informan ahli.Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil penelitian, penerapan dan pelaksanaan keselamatan radiasi pada Instalasi Radiologi RSK Paru Provinsi Sumatera Selatan belum optimal dilakukan. Belum adanya struktur organisasi proteksi radiasi, kurangnya pelatihan untuk pekerja radiasi, belum adanya dokter spesialis radiologi, kurangnya ketersediaan peralatan proteksi radiasi, belum secara continue melaporkan hasil film badge pekerja radiasi ke Batan per bulan, belum dilakukan pemantauan kesehatan secara khusus bagi radiografer, kurangnya pengawasan atau cepat tanggap terhadap permasalahan di Instalasi Radiologi dari pihak rumah sakit, serta kurangnya koordinasi antara pihak rumah sakit dengan instalasi radiologi.Kesimpulan : Gambaran penerapan keselamatan radiasi di Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Selatan perlu ditingkatkan mengenai kebijakan keselamatan radiasi dan kesadaran akan pentingnya keselamatan kerja bagi pekerja radiasi.Kata Kunci : Penerapan Keselamatan Radiasi, Instalasi Radiologi, Rumah Sakit
Analisis Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada Dokter Keluarga PT Askes di Kota Palembang Tahun 2013
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi melibatkan Peserta, Penyedia Pelayanan Kesehatan (PPK) dan PT Askes (Persero) dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta askes yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya yang efektif dan efisien. Program ini telah dijalankan PT Askes (Persero) sejak tahun 2010 namun dalam pelaksanaannya dari 19 dokter keluarga prolanis hanya 5 dokter keluarga yang baru berpartisipasi aktif serta realisasi biaya di PT Askes pada tahun 2012 justru terjadi kenaikan. Dari latar belakang tersebut peneliti ingin mengetahui implementasi Prolanis berdasarkan Peraturan Direksi PT Askes (Persero) Nomor 121 Tahun 2012 di tingkat Dokter Keluarga PT Askes di Kota Palembang.Metode : Menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam, telaah dokumen dan FGD. Informan 16 orang yang mewakili PT Askes, Dokter Keluarga Prolanis, dan peserta Prolanis. Penyajian data dalam penelitian ini menggunakan narasi dan kemudian dibuat juga dalam bentuk matriks.Hasil Penelitian : Diketahui bahwa PT Askes dan dokter keluarga sudah memahami pelayanan 7 pilar prolanis yang merupakan penjabaran Pedoman Prolanis. Untuk pelaksanaannya sendiri, dokter keluarga yang belum aktif pelaksanaan hanya pada 5 dari 7 pilar dengan alasan tidak ada tempat, kesibukan dokter, dan peserta yang tidak bersedia. Masih terdapat kendala guna pencapaian tujuan prolanis seperti PIC hanya satu orang, sarana tempat yang tidak tersedia di tiap dokter keluarga dan target peserta yang belum mencapai target.Kesimpulan : Implementasi program pengelolaan penyakit kronis pada dokter keluarga PT Askes di kota Palembang tahun 2013 masih masih belum optimal serta ditemukan kendala. Saran untuk PT Askes agar menambah PIC prolanis di PT Askes cabang Palembang serta membantu advokasi izin penggunaan tempat bagi dokter keluarga yang tidak memiliki tempat untuk kegiatan klub.Kata Kunci : Analisis Implementasi, Program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis)
Hubungan Karakteristik Pejamu, Lingkungan Fisik dan Pelayanan Kesehatan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Talang Ubi Pendopo Tahun 2012
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : DBD di Indonesia masuk kategori “A” dalam stratifikasi WHO yang mengindikasikan tingginya angka perawatan dan kematian akibat DBD. Dari survei awal di wilayah kerja Puskesmas kasus DBD tergolong tinggi, yaitu sebanyak 51 kasus selama 2011. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pejamu, lingkungan fisik, dan pelayanan kesehatan terhadap kejadian DBD di wilayah kerja Puskesmas Talang Ubi tahun 2012.Metode : Menggunakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi menggunakan kuisioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan metode univariat dan bivariat dengan uji analisa chi-square. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 85 KK di wilayah kerja Puskesmas Talang Ubi Pendopo dengan teknik sampel yang digunakan adalah Teknik Simple Random Sampling.Hasil Penelitian : Dari 6 variabel terdapat 3 variabel yang memiliki hubungan terhadap kejadian DBD, yaitu umur (p-value=0.002, PR=4.383), lingkungan fisik (p-value=0.001, PR=4.750), dan pelayanan kesehatan (p- value=0.022, PR=2.936), sedangkan jenis kelamin (p-value=0.996, PR=1.002), pendidikan (p-value=0.093, PR=2.182), dan pekerjaan (p-value=0.216, PR=1.766) tidak memiliki hubungan terhadap kejadian DBD.Kesimpulan : Puskesmas Talang Ubi perlu meningkatkan pelayanan kesehatan melalui promotif dan preventif guna menanggulangi penularan maupun kasus DBD, meningkatkan dukungan petugas kesehatan agar melaksanakan program-program DBD dengan baik dan masyarakat harus ikut mendukung dengan memperbaiki lingkungan di sekitar rumah agar tidak menjadi tempat bersarangnya nyamuk Aedes dan melaksanakan kegiatan PSN-Aedes aegypti dengan baik.Kata Kunci : Karakteristik Pejamu, Lingkungan Fisik, Pelayanan Kesehatan, DBD
Determinan Kejadian Maternal Near Miss di Indonesia (Analisis Data Sekunder SDKI 2007)
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menurut WHO (2009) maternal near miss merupakan “wanita yang hampir meninggal tetapi dapat bertahan hidup dari komplikasi yang terjadi selama kehamilan, persalinan atau selama 42 hari setelah persalinan”. Wanita yang mengalami maternal near miss dapat memberikan informasi yang adekuat terkait keadaan yang dialaminya. Sehingga dengan mengetahui karakteristik ibu yang mengalami kejadian maternal near miss dan outcome dari kejadian tersebut maka dapat dilakukan pencegahan.Metode : Penelitian ini merupakan analisis lanjutan dari data SDKI 2007 dan menggunakan metode analitik dengan desain studi cross-sectional. Sampel penelitian ini merupakan wanita yang berumur 15-49 tahun pernah menikah dan memiliki anak terakhir yang lahir hidup atau mati 5 tahun sebelum serta memiliki kelengkapan data komplikasi kehamilan dan persalinan survei sebanyak 14559 responden. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chi-square dan dilakukan pembobotan yang memperhatikan cluster dan strata.Hasil Penelitian : Prevalensi kejadian maternal near miss sebanyak 341 (2,3%). Variabel independen yang dinyatakan berhubungan secara statistik dengan kejadian maternal near miss yaitu wanita yang berpendidikan rendah (OR=1.45 dan 95%CI =1,02-2,05), jarak kelahiran (OR=1,81 dan 95% CI=1,19-2,75), tempat persalinan (OR=0,55 dan 95%CI= 0,33-0,90), dan wanita yang memiliki riwayat persalinan Caesar (OR=1,67 dan 95%CI= 1,06- 2,61). Sedangkan outcome perinatal yang berhubungan dengan kejadian maternal near miss adalah berat bayi lahir rendah (BBLR) (OR=2,50 dan 95%CI= 1,49-4,18), bayi lahir mati (Stillbirth) (OR=12,18 dan 95%CI 3,60-41,20), kematian bayi dini (early neonatal death) (OR=2,62 dan 95%CI=1,17- 5,83).Kesimpulan : Beberapa variabel yang berhubungan dengan kejadian maternal near miss dapat dimodifikasi dengan meningkatkan kunjungan antennal care untuk mendeteksi ibu yang berisiko. Sehingga dapat memperkecil akibat kejadian maternal near miss.Kata Kunci : Maternal Near Miss, Komplikasi Persalinan, Komplikasi Kehamilan
Peran Faktor Organisasi dan Psikologis terhadap Keaktifan Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Lampam Tahun 2012
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Kinerja kader secara umum dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan, sistem kompensasi, motivasi dan komitmen kader itu sendiri sehingga pada akhirnya faktor-faktor tersebut berdampak terhadap kinerja kader dalam posyandu. Tingginya kader yang tidak aktif berdampak pada meningkatnya kejadian gizi buruk pada anak-anak, meningkatnya angka kesakitan dan kematian serta meningkatnya penyakit infeksi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah peran faktor organisasi dan psikologis terhadap keaktifan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Pangkalan Lampam Tahun 2012.Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode survey analitik, dan pendekatan yang digunakan adalah desain studi cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 57 kader posyandu di wilayah kerja puskesmas Pangkalan Lampam dengan menggunakan tehnik simple random sampling.Hasil penelitian : Dari 5 variabel penelitian terdapat 4 variabel yang berperan terhadap keaktifan kader posyandu yaitu Gaya Kepemimpinan (sig = 0.004, RP = 6.222), Sistem Kompensasi (sig = 0.006, RP = 6.300), Motivasi Hygiene Factor (sig = 0.0001, RP = 10.000) dan Komitmen (sig = 0.0001, RP = 13.875). Dan 1 variabel yang tidak peran terhadap keaktifan kader posyandu yaitu variabel Motivasi Satisfier factor (sig = 0.710).Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa tidak baiknya gaya kepemimpinan kepala desa dan rendahnya sistem kompensasi yang diterima kader dalam kegiatan posyandu dapat menyebabkan kurang memotivasikader sehingga tidak memiliki komitmen yang tinggi untuk aktif dalam kegiatan posyandu.Kata Kunci : Kinerja, Kader, Posyandu
Kesiapan Reproduksi Remaja Putri di Sekolah Menengah Atas dan Pondok Pesantren: Manakah yang Lebih Baik?
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Selama ini masalah kesehatan remaja kurang mendapat perhatian serius. Keadaan status gizi remaja pada umumnya dipengaruhi oleh pola konsumsi makanan yang berakibat pada rendahnya tingkat konsumsi zat gizi. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan makanan atau membatasi sendiri makanannya karena faktor ingin langsing. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan pola konsumsi pangan, status gizi dan pengetahuan kesehatan reproduksi pada remaja putri Sekolah Menengah Atas dan Pondok Pesantren.Metode : Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel adalah 60 siswi Sekolah Menengah Atas dan pondok pesantren di Bangkinang, propinsi Riau. Hasil Penelitian : Indeks Massa Tubuh sampel secara umum termasuk normal (73.3% di SMA dan 80% di Pondok Pesantren) namun tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0.05). Prevalensi anemia tinggi (100% di SMA dan 73.3% di Pondok Pesantren). Terdapat perbedaan nyata (P<0.05) status besi sampel di SMA dan Di Pesantren. Pengetahuan reproduksi sampel di SMA cenderung lebih baik daripada contoh di Pesantren namun secara statistik tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0.05). Persepsi terhadap kesehatan reproduksi sampel di SMA cenderung lebih baik dibandingkan dengan contoh di pesantren namun secara statistik tidak terdapat perbedaan yang nyata (P>0.05). Terdapat hubungan yang nyata antara Indeks Massa Tubuh dengan persepsi terhadap kesehatan reproduksi (P<0.05). Kesimpulan : Remaja putri di Pesantren memiliki kesiapan reproduksi yang lebih baik dibandingkan dengan remaja putri di Sekolah Menengah Atas. Kata Kunci : Kesiapan Reproduksi, Persepsi terhadap kesehatan reproduksi, remaja putri, Sekolah Menengah Atas, Pondok Pesantren

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue