cover
Contact Name
Ima Fransiska
Contact Email
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Phone
+6285768587976
Journal Mail Official
jurnal_fkm@unsri.ac.id
Editorial Address
Faculty of Public Health, Jl. Palembang-Prabumulih, Km. 32,Ogan Ilir, South Sumatra, Indonesia.
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 20866380     EISSN : 25487949     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) is a scientific peer-reviewed journal. Its aims are to share out, to develop, to facilitate research findings in Public Health that it will give benefit to managers, decision makers, public health officer, health problem practitioners, lecturers, as well as students. The content of the journal includes literature review, research-based article dealing with: 1. Health policy and administration 2. Environmental health 3. Occupational health and safety 4. Public health nutrition 5. Health promotion and behavioral sciences 6. Epidemiology & Biostatistics 7. Others related to public health challenges
Articles 440 Documents
Intervensi Suplemen Makanan untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.3.161-170

Abstract

Latar belakang: Anemia pada kehamilan saat ini menjadi masalah kesehatan global utama karena telah mempengaruhi hampir setengah dari semua wanita hamil di seluruh dunia. Anemia pada ibu hamil disebabkan oleh kekurangan zat besi, kekurangan asam folat, infeksi dan kelainan darah. Upaya untuk menurunkan angka anemia ibu hamil yaitu dengan pemberian supplement zat besi sebanyak 90 tablet serta pemenuhan asupan gizi pada saat hamil. Tujuan dari literatur review ini adalah untuk menggambarkan pengaruh suplementasi makanan terhadap peningkatan kadar Hb pada ibu hamil. Metode: Metode pencarian data bersumber dari google scholar yang berjumlah 11 artikel dari tahun 2010 – 2018. Analisis data dilakukan secara deskriptif dalam bentuk matriks. Hasil Penelitian: Hasil literature review ini adalah bahwa pemberian supplement Fe, konsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti ubi jalar , dan konsumsi makanan yang mengandung zat pembantu penyerapan Fe (enhancer Fe) seperti tinutuan, buah-buahan yang mengandung vitamin C seperti jus jambu, bayam merah dan buah bit, serta makanan tinggi vitamin B9 dan B12 seperti kacang hijau dan rumput laut dapat meningkatkan kadar Hemoglobin darah pada ibu hamil. Selain itu pembatasan makanan yang mengandung zat yang dapat menghambat penyerapan (inhibitor) Fe juga berpengaruh untuk mengoptimalkan absorbsi Fe dalam tubuh. Kesimpulan: Ibu hamil perlu meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung vitamin C, B12, asam folat dan protein untuk meningkatkan absorbsi Fe dalam tubuh serta menghindari mengkonsumsi makanan sumber Fe bersamaan dengan makanan yang dapat menghambat absorbsi Fe seperti teh, kopi dan susu.
Comparison of Mutant P53 Protein Expression in Pterygium Group with and Without Triamcinolone Acetonited Injection
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.3.171-178

Abstract

Background: Mutant p53 protein is produced by mutant p53 gene, this protein takes part in tissue hyperplasia process in pterygium. Triamcinolone acetonide in often use to reduce reccurency. Besides decreasing the inflamation triamcinolone acetonide is assumed to be able to repair the function of p53 gene. Thus, it reactivates cell apoptosis system and prevent the tissue hyperplasia process in pterygium.To compare Mutant p53 Protein Expression in Pterygium Group With and Without Triamcinolone Acetonide Injection Methods: This research is a randomized clinical trial study consists of 31 subject who suffered primary pterygium. All subject divided into 2 grup with and without triamcinolone acetonide injection. After excision the pterygium and the tissue were examined through histopatology and immunohistochemical with Hematcoycline Eosin and reagent Clone DO7 staining to see the mutant p53 protein expression. Results: Mutant p53 protein expression in triamcinolone acetonite injected group is 0% and non triamcinolone acetonite injected group is 33,33% Conclusion: Mutant p53 protein expression in triamconolone acetonite injected group is lower than non injected grou.
Efektifitas Program Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan Pada Ibu Hamil Kurang Energi Kronik di Kota Palembang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.3.179-188

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan Energi Kronis (KEK) merupakan keadaan dimana ibu mengalami kekurangan makanan dalam jangka waktu lama yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan pada ibu dan janin. Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan pada ibu hamil KEK merupakan salah satu upaya Dinas Kesehatan Kota Palembang untuk mengatasi masalah tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada evaluasi terhadap pelaksanaan program pemberian makanan tambahan dalam mengatasi KEK pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan pada ibu hamil KEK di kota Palembang.Metode: penelitian ini menggunakan Concurrent Mixed Method. Informan dalam penelitian Kualitatif sebanyak 6 orang, yang terdiri dari 1 informan utama (Staf Pelayanan Kesehatan Primer Departemen Kesehatan) dan 5 informan pendukung (petugas gizi di 5 Puskesmas). Sampel penelitian kuantitatif adalah semua ibu hamil dengan ukuran Lingkar Lengan Atas <23,5 cm yang menerima makanan tambahan sebanyak 109 orang. Sedangkan analisis untuk mengetahui efektivitas program Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan pada ibu hamil KEK dengan menggunakan Wilcoxon Test.Hasil: Semua komponen implementasi program Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan dari input, proses dan output telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Berdasarkan analisis Wilcoxon Test menunjukkan ada perbedaan ukuran Lingkar Lengan Atas sebelum dan sesudah Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan pada ibu hamil dengan p=0,001 (p<0,05).Kesimpulan: Implementasi Program Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan pada ibu hamil di Palembang telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Tetapi perlu menambahkan beberapa data dalam laporan dan kerjasama dengan kader kesehatan untuk pemantauan dan penilai output setelah program dilaksanakan.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan pada Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Wilayah Kerja Puskesmas Payakabung, Kabupaten Ogan Ilir
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.3.189-197

Abstract

Latar Belakang: Puskesmas menyediakan layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Berdasarkan data dari dinas kesehatan kabupaten Ogan Ilir tahun 2017, kunjungan pasien rawat jalan terendah terjadi di Puskesmas Payakabung sebesar 650 pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada peserta JKN di wilayah kerja Puskesmas Payakabung.Metode: Jenis penelitian ini adalah cross sectional menggunakan teknik pengambilan sampel simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 112 orang.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya sebesar 43,8% responden yang memanfaatkan layanan kesehatan. Paling banyak responden menunjukkan karakteristik sebagai berikut: usia≤46 tahun (60,7%), perempuan (59,8%), pendidikan rendah (76,8%), bekerja (66,1%), memiliki persepsi yang baik mengenai sikap petugas (61,6%), memiliki persepsi yang baik mengenai JKN (55,4%), jarak antara rumah dan puskesmas dekat (67,9%) and memiliki persepsi positif mengenai sakit (58,9%). Ada hubungan signifikan antara variable usia (p-value < 0,0001), jenis kelamin (p-value = 0,016), persepsi mengenai JKN (p-value = 0,039), aksesibilitas layanan (p-value < 0,0001) dengan pemanfaatan layanan kesehatan bagi peserta JKN di wilayah kerja Puskesmas Payakabung.Kesimpulan: Berdasarkan uji statistik, terdapat empat variabel yang berhubungan secara signifikan dengan pemanfaatan layanan kesehatan (usia, jenis kelamin, persepsi mengenai JKN, aksesibilitas layanan).Disarankan agar pemahaman mengenai program JKN bagi masyarakat sangat diperlukan untuk efektifitas layanan kesehatan di puskesmas.
Strategi Penguatan Program Posbindu Penyakit Tidak Menular di Kota Bogor
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.3.198-206

Abstract

Latar Belakang: Kapasitas SDM kesehatan dan kemampuan pendanaan yang terbatas menjadi ancaman keberlanjutan program Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan program Posbindu PTM di Kota Bogor.Metode: Desain penelitian merupakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan utama penelitian berasal dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, kader, dan masyarakat. Hasil Penelitian: Posbindu PTM kota Bogor telah dikunjungi oleh masyarakat dari kalangan usia muda hingga tua, namun jumlah kader dan peralatan setiap Posbindu berbeda, kader kurang mendapatkan pelatihan dan pendanaan yang belum maksimal.Kesimpulan: Strategi berupa pelatihan yang lebih intensif terhadap kader mengenai PTM dari tenaga kesehatan, penambahan kegiatan kesehatan untuk meningkatkan intensitas kehadiran warga dan kerja sama lintas sektor menjadi alternatif yang dapat diterapkan untuk penguatan program Posbindu PTM. 
Status Gizi dan Aktivitas Fisik dengan Status Hidrasi Pada Remaja di SMA Negeri 5 Kota Jambi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.3.207-215

Abstract

Latar Belakang: Hidrasi adalah kondisi dimana orang sehat yang menjaga keseimbangan air. Sekitar 46,1% remaja di indonesia mengalami dehidrasi ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dan aktivitas fisik dengan status hidrasi di SMA Negeri 5 Kota Jambi. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 90 responden. Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari univariat dan bivariat (spearman correlation test).Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 56,7% siswa berstatus gizi normal, 47,8% siswa melakukan aktivitas fisik sedang, 57,8% siswa terhidrasi. Berdasarkan analisis bivariat diketahui terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan status hidrasi pada remaja (p value= 0,026), tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan status hidrasi pada remaja (p value= 0,208).Kesimpulan:Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan status hidrasi dan tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status hidrasi pada remaja. Disarankan kepada semua siswa untuk memantau berat badan dan melakukan aktivitas fisik secara rutin disertai konsumsi air minum minimal 8 gelas per hari.
Hubungan Kondisi Lingkungan Fisik terhadap Tingkat Kepadatan Larva Aedes Sp di Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Kasihan, Bantul, di Yogyakarta
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.3.216-225

Abstract

Latar belakang: Data Dinas Kesehatan DIY 2016 menunjukan bahwa kasus DBD tertinggi berada di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Salah satu faktor yang mempengaruhi kepadatan larva Aedes sp adalah lingkungan fisik meliputi intensitas cahaya, ventilasi, drainage, dan jarak antar bangunan. Hasil survey larva diperoleh hasil dari 11 kontainer, empat positif larva Aedes sp sehingga diperoleh Container Index (CI) 36% tergolong kepadatan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan fisik dengan tingkat kepadatan larva Aedes sp.Metode: Jenis penelitian ini merupakan observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 sekolah dasar. Teknik sampling menggunakan total sampling dengan analisis data menggunakan uji korelatif Spearman (α= 0,05).Hasil: Kondisi lingkungan fisik sekolah yang telah memenuhi persyaran pada variabel intensitas cahaya (13,3%), ventilasi (16.7%), drainage (56,7%), jarak antar bangunan memenuhi syarat (60,0%). Hasil perhitungan kepadatan larva Aedes sp di sekolah dasar wilayah Kecamatan Kasihan diperoleh hasil House Index (HI)=90%, Container Index (CI) rata-rata 25,23%, dan Breteau Index (BI) = 333 dengan DF = 9 tergolong kategori kepadatan tinggi.Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga variabel yang berhubungan dengan kepadatan larva Aedes sp yaitu intensitas cahaya (p=0,029), ventilasi (p=0,004), dan drainase (p=0,011).Kesimpulan: Ada hubungan antara intensitas cahaya, ventilasi dan drainase dengan kepadatan larva Aedes sp.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dalam Prespektif Sosial Budaya di Kota Palembang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2018.9.3.226-234

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif secara nasional pada tahun 2010-2012 hanya 33,6-35% yang dipengaruhi oleh interaksi dari berbagai faktor sosial, demografi, biologi, pre dan postnatal, dan psikologi. Meskipun berbagai studi menunjukkan bahwa Pemberian ASI Eksklusif dapat memberikan manfaat kesehatan pada bayi maupun ibunya, namun hasilnya belum sesuai dengan yang harapkan. Kemajuan modernisasi merupakan salah satu penyebab terjadinya perubahan sosial, budaya maupun ekonomi, sehingga dampaknya berpengaruh terhadap menurunnya dukungan pada ibu menyusui. Data Survei Demografi Kesehatan Indonesia Tahun 2007 menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif mengalami penurun sebesar 30,2% dan peningkatan pemberian susu formula sebesar 11% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan perilaku Pemberian ASI Eksklusif berdasarkan perspektif sosial budaya di Kota Palembang.Metode: Penelitian ini menggunakan analisis cross sectional yang bertujuan menjelaskan hubungan perilaku Pemberian ASI Eksklusif berdasarkan perspektif sosial budaya di Kota Palembang. Hasil Penelitian: Sampel penelitian ini berjumlah 220 responden. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa jumlah anak (p-value=0,003) dukungan ibu atau mertua (p-value=0,001) memiliki hubungan signifikan dengan pemberian ASI Eksklusif pada bayi, sedangkan jenis pekerjaan, pendidikan istri, pendidikan suami, komposisi keluarga, pengetahuan ASI eksklusif dan sikap ibu tidak memiliki hubungan yang signifikan (p>0,005) terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi.Kesimpulan: Hasil analisis hubungan menunjukkan responden yang memiliki jumlah anak ≤ 2 orang, dukungan suami dan dukungan mertua, tidak mencari informasi berhubungan secara signifikan terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi. Sedangkan ibu yang berhubungan,tingkat pengetahuan ibu, jenis pekerjaan ibu dan sikap ibu tidak menunjukkan adanya hubungan terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi.
Health Sector Decentralization and its Implication to Health Services in Indonesia
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2019.10.1.1-14

Abstract

Background: After more than a decade, in what way decentralization has affected health service and population health status in Indonesia, is still partly known. This paper aims to review about to what extent the health sector decentralization has affected health services in Indonesia, especially in access and health systems management. Methods: We conducted systematic search studies using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). We search for relevant studies using keywords ‘decentralization’ OR ‘decentralisation’ AND ‘(public health)’ AND ‘effect’ OR ‘impact’ AND ‘reform’ AND ‘(health inequalities)’ AND ‘Indonesia’ on electronic sources Proquest, Science Direct, and EBSCOHost. The articles then filtered using pre determined criterias and duplication removal. Results: Database search resulting on 628 articles in Proquest, 0 articles in Science Direct, and 13 articles in EBSCOHost. The screening result were 5 eligible articles. We found equality of access in health services were jeopardized by fragmented health services and worsen health disparities among districts that occured after decentralization. This worsen gap between the most developed provinces of Java-Bali and those of other island groupings affected the community’s health status. Low local government’s capacity in planning, managing and utilizing health resources were the most reported evidence in decentralized health system. Conclusion: This study concludes that good capacity of local government, coordination and monitoring system between central and local government, partnership with private sectors and community empowerment are essential to achieve better health outcome result in decentralized Indonesia. Keywords: Decentralization, Health Services, Health Policy, Indonesia
Determinant Analysis of Productive Age Women on Participation Oof Visual Inspection with Acetic Acid (Via) Examination In Palembang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26553/jikm.2019.10.1.32-40

Abstract

Background: World Health Organization (WHO) showed two of 10.000 women in Indonesia suffer from cervical cancer and an estimated 26 women die each day because cervical cancer. The low early detection performed by productive women lead to cervical cancer incidence is increasing each years. One of prevention cervical cancer is early detection through examination of visual inspection with Acetic Acid (VIA). This study aimed to determinant analyze on productive women towards participation in the VIA in Palembang.Methods: The research method used cross-sectional design, the sampling technique using proportional accidental sampling consisted of 165 respondents which on the inclusion and exclusion criteria . The data collection was done by using a questionnaire home visit CPC-28 Questionare. The data analysis using chi-square and multiple logistic regression. Results: Results showed the proportion of productive women who participated inspection IVA is only 7.9%. Based on the results obtained by multiple logistic regression analysis found significant relationship between education (p value = 0.037; OR = 0.27) and perceived barriers (p value = 0.015; OR = 13) against participation in the IVA examination in productive women in Palembang. Multivariate analysis showed that the perception of barriers is the dominant factor affecting participation in VIA examination in productive age women in Palembang. It is therefore necessary strategies to overcome perceived barriers by women as socialization.Conclusions: Multiple logistic regression analysis found a significant relationship between education and perceived barriers against participation in the IVA examination in productive age women in Palembang.

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 16 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 3 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 12 No. 1 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 3 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 10 No. 3 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (JIKM) Vol. 10 No. 1 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 2 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Mayarakat Vol. 7 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue