cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2000)" : 12 Documents clear
Pengembangan Instrumen Pengukuran Keterampilan Desain Busana Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Jurusan Busana Budhayani, I Dewa Ayu Made
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2096

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen pengukuran yang standar untuk keterampilan desain busana siswa Sekolah Menengah Kejunian (SMK) Negeri Jurusan Busana yang memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Populasi dalam penelitian ini menyangkut populasi isi dan populasi subjek. Populasi isi meliputi seluruh pokok bahasan pelajaran praktek dalam mata pelajaran desain busana pada cawu 1 sampai cawu 6 program studi tata busana Teknik sampling yang digunakan adalah purposif sampling sesuai dengan tujuan yang ditetapkan pada tujuan instruksional. Sedangkan populasi subjek adalah seluruh siswa tingkat II SMK Megeri Jurusan Busana, Program Studi Tata Busana di Bali pada tahun ajaran 1998/1999, yakni SMKN 2 Singaraja, SMKN 3 dan SMKN 4 Denpasar. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan yaitu pengembangan instrumen pengukuran atau riset metodologik-psikometrik yang terbagi dalam tiga tahap, yaitu: 1) tahap pengembangan instrumen terdiri dari beberapa kegiatan, meliputi: merumuskan tujuan, membuat tabel spesifikasi, membuat instrumen pengukuran, membuat kriteria pengukuran, membuat lembar pengamatan, penclaahan butir-butir instrumen dan kriteria pengukuran, 2) tahap uji-coba terdiri dari uji-coba I, revisi, kemudian uji-coba II, dan 3) tahap pelaporan hasil untuk tujuan standardisasi. Instrumen yang dikembangkan diujicobakan dua kali, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif berkenaan dengan uji secara empirik yaitu terhadap uji reliabilitas instrumen, sedangkan analisis secara kualitatif berkenaan dengan uji validitas dan kepraktisan. Uji validitas ditekankan hanya pada pengujian terhadap validitas isi dengan menggunakan professional judgment. Sedangkan untuk mengestimasi reliabilitas instrumen digunakan uji reliabilitas antarrater. Besaran atau ukuran tinggi rendahnya reliabilitas suatu instrumen dinyatakan dengan koefisien reliabilitas. Dalam penelitian ini untuk menafsirkan tinggi rendahnya koefisien reliabilitas hasil tes keterampilan desain busana digunakan estimasi minimal sebesar 0,70. Koefisien reliabilitas 0,70 dapat dikatakan sudah cukup untuk mengestimasi keajegan hasil tes dari pengukuran keterampilan desain busana. Hasil uji-coba I, butir-butir yang memiliki koefisien reliabilitas di bawah 0,70 direvisi pada kriteria pengukuran. Hasil uji-coba II menunjukkan semua butir atau aspek yang diukur memiliki koefisien reliabilitas minimal sebesar 0,70. Hal ini berarti hasil tes dari instrumen pengukuran keterampilan desain busana dapat digunakan untuk tujuan standardisasi. Berdasarkan hasil analisis terhadap butir-butir instrumen dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan langkah-langkah pengembangan instrumen pengukuran keterampilan desain busana yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat menghasilkan instrumen pengukuran yang baik, yang teruji validitas, reliabilitas, dan kepraktisan untuk mengukur keterampilan desain busana siswa SMK jurusan busana, program studi tata busana.
Studi Kasus: Evaluasi Pelaksanaan Program Takesra dan Kukesra pada Masyarakat Non-IDT di Desa Dempet Masrukhin Masrukhin
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2102

Abstract

Peneiitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Takesra dan Kukesra dalam peningkatan penanggulangan kemiskinan pada masyarakat desa non-EDT di desa DempeL Untuk menemukan komponen dan atau aspek-aspek yang perlu mendapat perhatian. Sebagai bahan informasi perbaikan bagi pelaksana dan pengembang Program Takukesra (Tabungan Kredit Usaha Keluarga Sejahtera), berkaitan dengan: pengelolaan kegiatan kelompok Takukesra, pelaksanaan monitoring program, perkembangan kegiatan menabung, meminjam, menggunakan kredit, mengembalikan kredit dan membina kelompok usaha ekonomi produktif, dan kemampuan program dalam peningkatan penanggulangan kemiskinan di desa DempeL Peneiitian evaiuasi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi peneiitian berada di desa DempeL Subyek peneiitian adalah PLKB, KPP, Kepala Desa, PPKBD, sub PPKBD, dan peserta kelompok Takukesra desa Dempet diambil secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Analisis deskriptif dilakukan dengan cara membandingkan kenyataan pelaksanaan Program Takukesra di lapangan dengan program yang seharusnya di laksanakan sebagai kriteria Hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Program Takukesra di desa Dempet selama ini, belum dunanfaatkan oleh sebagian besar penduduk. Terlihat dari keluarga Pra KS 1.183 KK (69,96%) dan KS I 148 KK (8,75%), yang baru menjadi peserta Takesra dari Pra KS 1.062 KK dan KS 172 KK Peserta Kukesra 693 KK dari keluarga Pra KS. Pengelolaan kegiatan program Takukesra meliputi: pengorganisasian, pemantauan kegiatan usaha kelompok sasaran Takukesra dinyatakan rendah (27,77%). Sikap dan perilaku mereka yang terlibat, untuk petugas KPP dinyatakan tinggi (100%), PLKB dinyatakan sedang (72,22%), Kepala Desa, PPKBD, dan Sub PPKBD dinyatakan sedang (71,40%), dan peserta Takukesra dinyatakan sangat rendah (36,84%). Pemantauan kegiatan kelompok Takukesra dilaksanakan oleh BKKBN dan BNI dari tingkat desa sampai tingkat pusaL Monitoring masih terbatas pada sirkulasi keuangan, belum sampai pada kegiatan usaha ekonomi produktif peserta. Perkembangan kegiatan kelompok mengalami penuninan dan kenaikan, sebagian besar peserta Takesra tennasuk penabung pasif dan belum memanfaatkan Kukesra. Kemampuan program Takukesra dalam penanggulangan kemiskinan di desa Dempet, belum berhasU, dan dinyatakan rendah (0,00%). Terlihat ada peningkatan keluarga miskin 1,02% dari 68,94% (1996-1997) menjadi 69,96% (1998-1999), juga belum ada kemandirian dalam usaha ekonomi produktif dan masih dilakukan secara perorangan.
Kompetensi Siswa SMK dalam Mengestimasi Biaya Komponen Bangunan Gedung Bada Haryadi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2097

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat kompetensi mengestimasi biaya komponen bangunan; tingkat kemampuan membaca gambar teknik; tingkat pengetahuan teknik bangunan; tingkat pengetahuan dasar matematika; dan tingkat pengalaman praktek lapangan siswa SMK Program Studi Bangunan Gedung, (2) hubungan antara ubalian kemampuan membaca gambar tekmk, pengetahuan teknik bangunan, pengetahuan dasar matematika dan pengalaman praktek lapangan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dcngan kompetensi mengestimasi biaya komponen bangunan dari siswa SMK Program Studi Bangunan Gedung, (3) besamya bobot sumbangan yang diberikan ubahan kemampuan membaca gambar teknik, pengetahuan tekmk bangunan, pengetahuan dasar matematika dan pengalaman praktek lapangan terhadap kompetensi mengestimasi biaya komponen bangunan dari siswa SMK Program Studi Bangunan Gedung. Populasi penelitian adalah siswa kelas 3 (SMK 3 tahun) dan kelas 4 (SMK 4 tahun) Program Studi Bangunan Gedung yang telah melaksanakan praktek kerja lapangan atau telah melaksanakan PSG tahun ajaran 1998/1999. Pengambilan sampel dilakukan dcngan teknik proportional random sampling dari jumlah populasi sebesar 294. Dcngan menggunakan rumus Cohen dan standard kesalahan 5 %, ditetapkan sampel sebesar 135 siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan tes dan angket. Tes digunakan untuk pengumpulan data tentang kompetensi mengestimasi biaya, kemampuan membaca gambar teknik, pengetahuan teknik bangunan, pengetahuan dasar matematika, sedang angket digunakan untuk pengumpulan data tentang pengalaman praktek lapangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah: (1) analisis deskriptip, (2) analisis korelasi parsial, dan (3) analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) pada umumnya siswa SMK program Studi Bangunan Gedung memiliki tingkat kemampuan mengestimasi biaya komponen bangunan gedung, kemampuan membaca gambar teknik, pengetahuan teknik bangunan, pengetahuan dasar matematika cukup baik. Sedang pengalaman praktek lapangan yang dimiliki masih tergolong rendah, (2) terdapat hubungan yang positip dan signifikan antara kompetensi mengestimasi biaya komponen bangunan gedung dengan: kemampuan membaca gambar teknik (r= 0,35), pengetahuan teknik bangunan (r = 0,34), pengeta-huan dasar matematika (r = 0,35), dan pengalaman praktek lapangan (r = 0,38), (3) secara bersama-sama terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kemampuan membaca gambar teknik, pengetahuan teknik bangunan, pengetahuan dasar matematika dan pengalaman praktek lapangan dengan kompetensi mengestimasi biaya komponen bangunan gedung siswa SMK Program Studi Bangunan Gedung di Daerah Istimewa Yogyakarta (R = 0,57). Besamya sumbangan efektif masing-masing variabel bebas terhadap kompetensi siswa dalam mengestimasi biaya komponen bangunan gedung secara berturut-tunit adalah: kemampuan membaca gambar teknik sebesar 12,19%, pengetahuan teknik bangunan sebesar 8,79%, pengetahuan dasar matematika sebesar 6,11% dan pengalaman praktek lapangan sebesar 5,65%.
Persepsi Guru Bahasa Inggris SMU terhadap MGMP Bahasa Inggris SMU Kotamadya Yogyakarta Hermayawati Hermayawati
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2103

Abstract

Penelitian ini menyangkut keberadaan dua versi MGMP bahasa Inggris SMU di Kotamadya Yogyakarta, yakni MGMP bentukan pemerintah dan MGMP bentukan organisasi profesi guru SMU. Untuk mengetahui eksistensi kedua organisasi tersebut dalam meningkatkan kompetensi gum, dipeiiukan persepsi para gum banasa Inggris SMU terhadap keduanya. Persepsi gum ini diperlukan guna mengetahui serta meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatannya. Hasil penelitian ini berupa gambaran keberadaan serta analisis tentang ragam persepsi gum bahasa Inggris SMU. Ragam persepsi gum serta hasil analisisnya, dimaksudkan untuk memberi masukan dalam merancang, mengembangkan, dan menentukan kebijakan selanjutnya terhadap eksistensi kedua organisasi gum tersebut. Oleh karena penelitian ini melibatkan gum-gum bahasa Inggris SMU secara umum, maka tempat penelitiannya bukan hanya di lokasi kegiatan pelatihan MGMP, namun juga di beberapa sekolah, baik negeri maupun swasta, di lingkungan Kotamadya Yogyakarta. Adapun pelatihan MGMP pada putaran pertama periode 1998/1999, diselenggarakan mulai tanggal 28 Oktober 1998 sampai 11 Januari 1999, bertempat di SMU 7 Yogyakarta. Eksistensi MGMP yang dipelajari adalah sebagai berikut Pertama, latar belakang dan sejarah pembentukan. Kedua, sistem pengelolaan dan proses kegiatan. Ketiga, pendanaan. Keempat, persepsi gum terhadap eksistensi masing-masing MGMP. Kelima, fenomena dualismenya. Berdasarkan temuan-temuan di atas, disarankan agar kedua versi MGMP tersebut digabungkan menjadi satu manajemen, agar manfaatnya lebih jelas, lebih efektif dan efisien, sesuai dengan tuntutan organisasi profesional. Organisasi gum yang profesional akan menghasilkan gum yang profesional pula.
Efektivitas Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat terhadap Peningkatan Fungsi PSM di Kabupaten Bantul C. Elly Kumari Tjahya Putri
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2098

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang efektivitas FK-PSM (Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat) di Kabupaten Bantul Propinsi DI. Yogyakarta sebagai wadah sarana komunikasi dan konsultasi antar PSM (Pekerja Sosial Masyarakat), maupun PSM dengan instansi terkait, serta melestarikan keputusan inovasi nilai-nilai usaha kesejahteraan sosial dan aplikasi metode pekerjaan sosial yang diadopsi oleh PSM. Melalui otoritas kewenangan FK-PSM diharapkan pelestarian inovasi tersebut, mampu meningkatkan ketrampilan profesionalitas PSM. Hasil penelitian menunjukkan FK-PSM tidak mampu melestarikan inovasi nilai UKS (Usaha Kesejahteraan Sosial), partisipasi PSM lebih banyak dikaitkan dengan instruksi instansi sosial. Partisipasi anggota FK-PSM pada pelaksanaan usaha kesejahteraan, bukan partisipasi murni atas dasar tanggung jawab pribadi PSM, serta pengaruh profesionalitas sebagai pekerja sosial tetapi karena campur tangan pejabat pemerintah. Akhimya motivasi PSM menjadi penggerak dan pengendali sosial masyarakat menjadi lemah. Oleh sebab itu perlu penumbuhan sikap partisipasi yang demokratis dengan mengurangi bentuk kegiatan yang bersifat instruktif, sehingga kemampuan profesionalitas PSM meningkat.
Kewirausahaan Kepala Seklah Menengah Kejuruan Menuju Kemandirian Nuryadin Eko Raharjo
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK dalam mewirausahakan lembaganya untuk mewujudkan SMK yang mandiri, (2) perbedaan pengetahuan Kepala SMK tentang materi penataran kewirausahaan dari Direktorat Dikmenjur dengan pengetahuannya tentang kajian konsep kewirausahaan, (3) kontribusi pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK terhadap kemandirian SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survey. Populasi penelitian ini adalah Kepala SMK di Propinsi DIY yang sudah mengikuti penataran kewirausahaan dari Direktorat Dikmenjur. Analisis data yang digunakan adalah : deskriptif, komparatif, dan korelasional. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK masih tergolong belum memadai, (2) pengetahuan Kepala SMK tentang materi penataran kewirausahaan berbeda dan lebih rendah dari pada pengetahuannya tentang kajian konsep kewirausahaan, sehingga materi penataran kewirausahaan dari Direktorat Dikmenjur sangat perlu dilengkapi dengan kajian konsep kewirausahaan yang ditemukan dari penelitian ini, (3) pengetahuan kewirausahaan Kepala SMK nyata-nyata mempunyai kontribusi yang oesar dalam mewujudkan SMK yang mandiri melalui usaha mewirausahakan SMK.
Efisiensi Eksternal Program Pendidikan Keterampilan Luar Sekolah pada Sentra Industri Kecil dan Kerajinan Konveksi di Tulungagung Yunus Yunus
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2095

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkap tingkat efisiensi eksternal program pendidikan keterampilan luar sekolah yang diselenggarakan dalam bentuk kursus, yaitu kursus di lembaga Kursus Latihan Kerja (KLK) dan kursus di perusahaan. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan yang bekerja pada Sentra Industri Kecil dan Kerajinan Konveksi yang berjumlah 5.475 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan multi stage random sampling. Besamya sampel 384 orang. Untuk mengumpulkan data digunakan metode dokumentasi, kuesioner, dan wavvancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, analisis varian , uji-t, analisis regresi sederhana, regresi ganda dan analisis rate of return. Hasil penelitian menyimpukan bahwa efisiensi eksternal program kursus di perusahaan sebesar 43,24%, lebih tinggi dibanding efisiensi eksternal program kursus di KLK sebesar 11,00%. Ini berarti bahwa secara ekonomis penyelenggaraan program kursus di perusahaan lebih efisien dibanding penyelenggaraan program kursus di KLK.
Perilaku Bermasalah di Kalangan Siswa SMU di Propinsi Bali Susanta, I Wayan
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua, status sosial ekonomi orang tua, dan interaksi sosial siswa terhadap penlaku bermasalah siswa. Di samping itu ingin diketahui pula perbedaan perilaku bermasalah ditinjau dari klasifikasi daerah wisata. Penelitian dilakukan di Wilayah Propinsi Bali pada tahun akademik 1997/1998. Subyek penelitian ditentukan dengan stratified random sampling, dengan jumlah anggota sampel sebanyak 177 orang. Data tentang pola asuh orang tua, status sosial ekonomi orang tua, interaksi sosial dan perilaku bermasalah siswa didapat dari pengukuran terhadap responden, sedangkan klasifikasi daerah wisata didapat melalui pencatatan dokumen. Data yang didapat dianalisis menggunakan teknik analisis korelasi jenjang nihil, analisis regresi ganda, korelasi parsial dan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa koefisien korelasi antara pola asuh orang tua, status sosial ekonomi, interaksi sosial dan perilaku bermasalah, masing-masing sebesar -0,24. -0,17, -0,18. Hal ini berarti: (a) semakin baik kualitas pola asuh orang tua, semakin rendah tingkat perilaku bermasalah siswa, (b) semakin tinggi status sosial ekonomi orang tua semakin rendah tingkat perilaku bermasalah siswa, dan (c)semakin baik kualitas interaksi sosial siswa semakin rendah tingkat perilaku bermasalah siswa. Sumbangan masing-masing ubahan bebas terhadap rendahnya tingkat perilaku bermasalah, dari pola asuh orang tua sebesar 4,2%, status sosial ekonomi sebesar 1,6%,dan interaksi sosial sebesar 1%. Penelitian menyimpulkan bahwa ada hubungan yang berarti antara pola asuh orang tua, status sosial ekonomi, interaksi sosial siswa dan perilaku bermasalah siswa, baik secara sendih-sendiri maupun secara bersama-sama. Ada dua ubahan yang dapat berfungsi sebagai prediktor yaitu pola asuh orang tua dan status sosial ekonomi. Dalam pada itu pola asuh orang tua lebih dominan rungsinya sebagai prediktor. Di samping itu. penelitian menyimpulkan tidak ada perbedaan perilaku bermasalah di kaiangan siswa sekolah menengah umum antara daerah kawasan wisata, lintasan maupun kunjungan wisata pada siswa SMU Negeri di Bali.
Marginalisasi Pekerja Wanita pada Industri Rumah Tangga Sandang di Pedesaan Sukidin Sukidin
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami profil pekerja wanita dari aspek aktivitasnya pada pekerjaan domestik, keterlibatan wanita dalam pekerjaan publik, alokasi waktu secara keseluruhan aktivitas pekerja wanita sehari-hari, dan hubungan kerja antar sesama pekerja maupun dengan pengusaha. [nformasi penting yang juga ingin diketahui adalah seberapa besar sumbangan ekonorm pekerja wanita dalam upaya menambah pendapatan keluarga. Subyek penelitian ini adalah para pekerja wanita yang bekerja pada sektor industri rumah tangga sandang di kecamatan Cluring, kabupaten Banyuwangi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Temuan menarik dalam penelitian ini, yaitu terbantahnya stereotype bahwa wanita adalah makhluk yang lemah, terlalu perasa, kurang rasional dan banyak lagi konstruksi sosial yang bias gender dalam masyarakat. Temyata wanita mampu melakukan pekerjaan publik, tanpa harus meninggalkan tugas domestik. Sumbangan ekonomi pekerja wanita juga cukup signifikan yaitu sebesar 64,44 persen dalam menyelamatkan kelangsungan hidup ekonomi rumah tangga miskin di pedesaan. Terdapat agenda keprihatinan yang memerlukan perhatian semua pihak, sekalipun peranan pekerja wanita sangat berarti bagi rumah tangga, namun secara nil upah yang diterima temyata masih relatif rendah. Kenyataan ini akan menggiring wanita pada posisi marginal. Untuk itu diperlukan reformasi struktur pengupahan yang memadai bagi para pekerja wanita di pedesaan. Secara praktis, kondisi saat ini perlu dilahirkan kebijakan tenaga kerja yang berorientasi pada terbukanya kesempatan kerja dan pengembangan sektor off-farm di pedesaan. Hal ini dimaksudkan agar lebih banyak lagi tenaga kerja wanita yang terlibat dalam aktivitas produktif. Pelabelan status wanita sebagai "konco wingking" atau kalaupun bekerja hanya dihargai sebagai pencari nafkah sekunder, harus segera digeser dengan paradigma baru. Wanita sudah saatnya diakui sebagi mitra sejajar laki-laki. Posisi mereka sama pentingnya dengan laki-laki dalam berkiprah di sektor publik, maupun dalam aktivitas kerumah-tanggaan. Paradigma baru tersebut diharapkan dapat berfungsi sebagai solusi dalam menciptakan iklim kehidupan keluarga sejahtera dan harmonis di pedesaan.
Moral Keagamaan Siswa Madrasah Aliyah Negeri Kotamadya Mataram Nurul Yakin
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 2, No 2 (2000)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v2i2.2099

Abstract

Penelitian mi bertujuan untuk mengetahui: 1) gambaran pendidikan agama dalam keluarga, pendidikan agama di sekolah, pengetahuan keagamaan, dan moral keagamaan, 2) efek langsung dari pendidikan agama dalam keluarga, pendidikan agama di sekolah dan pengetahuan keagamaan terhadap moral keagamaan. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas dua Madrasah Aliyah Negeri Mataram Kotamadya Mataram, dengan jumlah sampel sebanyak 210 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik proporsional random sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner yang meliputi empat perangkat instrumen yaitu intrumen pendidikan dalam keluarga, pendidikan agama di sekolah, pengetahuan keagamaan, dan moral keagamaan. Uji validitas instrumen menggunakan analisis faktor dan uji reliabilitas dengan menggunakan formula Alpa dari Cronbach. Analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis regresi, dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil analisis deskripsi menunjukkan gambaran bahwa pendidikan agama dalam keluarga, pendidikan agama di sekolah, pengetahuan keagamaan, dan moral keagamaan siswa berada pada kategori sedang. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat efek positif terhadap moral keagamaan oleh pendidikan agama dalam keluarga dengan sumbangan efektif sebesar 6,50%, oleh oleh pendidikan agama di sekolah dengan sumbangan efektif sebesar 3,30%, oleh pengetahuan keagamaan dengan sumbangan efektif sebesar 2,30%. Berdasarkan temuan penelitian tersebut, dapat diajukan saran bahwa 1) orang tua sebagai figur sentral dalam keluarga hendaklah memperhatikan dan meningkatkan kualitas lingkungan keluarga yang kondusif, yang mampu menjaga perkembangan moral keagamaan anak: 2) guru sebagai figur sentral di sekolah hendaknya meningkatkan terciptanya kondisi lingkungan sekolah yang mampu mendukung proses pendidikan, khususnya pendidikan agama serta meningkatkan pengetahuan keagamaan anak, untuk mendukung peningkatan moral keagamaan: 3) para siswa hendaknya meningkatkan kualitas pengetahuan keagamaan, yang mampu menjaga perkembangan moral keagamaan, dan setiap peningkatan ilmu pengetahuan keagamaan selalu disosialisasikan atau diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Page 1 of 2 | Total Record : 12