cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
FRONT MATTER (Cover, Foreword, Table of Content) Editorial Team
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.9886

Abstract

FAKTOR KOGNITIF DAN NON-KOGNITIF PADA SELEKSI MAHASISWA BARU SEBAGAI PREDIKTOR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK Tissa Octavira Permatasari
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.5486

Abstract

Proses penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (FK Unswagati) lebih menekankan pada hasil tes seleksi akademik sebagai faktor kognitif, sedangkan faktor non-kognitif kurang diperhitungkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor kognitif dan non-kognitif pada seleksi mahasiswa baru sebagai prediktor prestasi akademik. Metode yang digunakan adalah potong lintang dengan sampel total berjumlah 97 orang terdiri dari mahasiswa angkatan 2009 dan 2010. Prestasi akademik diukur melalui IPK S.ked, rerata nilai blok, dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) komprehensif. Tes seleksi akademik memiliki hubungan yang bermakna (r=0,40) dan mempengaruhi IPK sebesar 16% dan nilai blok sebesar 11,9%, sedangkan tes seleksi akademik tidak berhubungan secara bermakna dengan nilai OSCE komprehensif. Karakteristik psikologi tidak memiliki hubungan yang bermakna dengan ketiga variabel prestasi akademik, tetapi motivasi dan strategi belajar menunjukkan pengaruh terhadap IPK sebesar 19,3% dan 30,6%. Maka, tes seleksi akademik memiliki predictive validity terhadap prestasi akademik, dan karakteristik psikologi dapat meningkatkan kekuatan prediksi terhadap prestasi akademik.Kata kunci: prestasi akademik, non-kognitif, kognitif, predictive validity COGNITIVE AND NON-COGNITIVE FACTOR IN STUDENT ADMISSION AS PREDICTOR OF ACADEMIC ACHIEVEMENTAbstractThe admission process at FM SGJU is more emphasis on academic test results, whereas non-cognitive factors are still underestimated. The aim of this study is to analyze the cognitive and non-cognitive factors in the admission process of new student as predictor of academic achievement. The research method was cross sectional. The total sample consist of 97 students of batch 2009 and 2010. Academic achievement was measured through the GPA, average block grade, and comprehensive OSCE score. Academic test has significant correlation (r=0,40) and affects 16% of the GPA and 11,9% of average block grade, while the test was not significantly associated with comprehensive OSCE score. Psychological characteristics have no significant association with the academic achievement, in the other hand motivation and learning strategies show the effect on the GPA amounted to 19,3% and 30,6%. Academic test on the admission process has predictive validity for academic achievement and psychological characteristics can improve the predictive power of academic achievement.Keywords: academic achievement, non-cognitive, cognitive, predictive validity
PEMETAAN MUTU PAUD FULLDAY UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN DAN KELEMBAGAAN PROGRAM PAUD Puji Yanti Fauziah; Sugito Sugito
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.6952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memetakan Program PAUD fullday; (2) menghasilkan rekomendasi penyelenggaraan PAUD fullday. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Penentuan lembaga yang dijadikan sampel dilakukan secara acak sejumlah 23 lembaga se-DIY. Adapun hasil penelitiannya: 1) Standar pencapaian perkembangan anak sudah baik tetapi hasil capaian perkembangan baru hasil observasi dan penilaian kegiatan pagi sampai siang dan belum dilakukan terintegrasi dan holistik sepanjang hari; (2) rekomendasi dalam penyelenggaraan Program PAUD fullday adalah: (a) diperlukan kurikulum model pembelajaran yang holistik dalam arti menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak dari pagi sampai sore; (b) diperlukan model penilaian yang integratif dari pagi sampai sore dari keseluruhan aktivitas anak, dan (c) pentingnya pemberdayaan orang tua dalam pembelajaran fullday dan lembaga telah melakukan pemberdayaan dengan baik.Kata kunci: PAUD fullday, kualitas layanan dan kelembagaan THE QUALITY MAPPING OF FULL DAY ECD FOR IMPROVING THE QUALITY OF SERVICE AND INSTITUTIONAL PROGRAMS ECDAbstractThis research aims to: (1) mapping the full day early childhood program; (2) Recommendation implementation of full day early childhood education. The method used in this research is the survey. Determination institution randomized sample number 23 taken from the early childhood institutions throughout the District. The description of the implementation of full day early childhood are: 1 Achievement standard child development has been good but the results of the achievements of the new developments on the observation and assessment of activities in the morning until noon, has not carried out an integrated and holistic throughout the day. recommendations for the implementation of full day early childhood program; (a) required a holistic learning model in the sense of stimulating all aspects of child development from morning till evening; (b) assessment of the achievement of the child’s development has not been documented in a neat necessitating a thorough assessment model of the overall activity of the child; (c) the importance of empowering parents in a full day of learning , and institutions have to empower parents with the goodKeywords: full day early childhood , quality of service and institutional
EKSPLORASI PERMASALAHAN DALAM IMPLEMENTASI COMMUNITY-BASED EDUCATION DI FAKULTAS KEDOKTERAN Meidianawaty, Vivi; Widyandana, Widyandana; Kristina, Tri Nur
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.7169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi permasalahan-permasalahan yang dapat ditemukan saat implementasi Community-based Education (CBE) di fakultas kedokteran. Pendekatan kualitatif eksplorasi dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan yang sering ditemui dalam implementasi program CBE. Pengumpulan data dilakukan di fakultas kedokteran negeri dan swasta dengan evaluasi dokumen, wawancara semistruktur, dan observasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah program CBE yang tidak menetapkan tujuan pembelajaran bersifat generik, kurang melibatkan peran aktif masyarakat dalam kegiatan pembelajaran mahasiswa, kebutuhan masyarakat yang jarang teridentifikasi, dan tidak adanya program yang berkelanjutan dapat menyebabkan kejenuhan masyarakat atau kegagalan program CBE mencapai tujuannya.Kata kunci: community-based education, implementasi, masalah, metode berkelanjutann EXPLORATION OF PROBLEMS IN COMMUNITY-BASED EDUCATION IN THE FACULTY OF MEDICINEAbstractThere were sereval problems in the implementation of Community-based Education CBE that need to be further explored. Exploratory qualitative approach was carried out to identify problems that were often encountered. Data collection was conducted in Public Medical School and Private Medical School by using document evaluation, semi-structured interviews, and observation. The conclusion of this study is CBE program that does not set the generic learning objectives, less involvement of the community active participation, the needs of community who are rarely identified, and the absence of a sustainable program can lead to saturation of the CBE program or failure to achieve its objectives.Keywords: community-based education, implementation, problems, sustainable methods
PENGEMBANGAN TES BERPIKIR KRITIS DENGAN PENDEKATAN ITEM RESPONSE THEORY Fajrianthi Fajrianthi; Wiwin Hendriani; Berlian Gressy Septarini
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v20i1.6304

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah alat ukur (tes) berpikir kritis yang valid dan reliabel untuk digunakan, baik dalam lingkup pendidikan maupun kerja di Indonesia. Tahapan penelitian dilakukan berdasarkan tahap pengembangan tes menurut Hambleton dan Jones (1993). Kisi-kisi dan pembuatan butir didasarkan pada konsep dalam tes Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA). Pada WGCTA, berpikir kritis terdiri dari lima dimensi yaitu Inference, Recognition Assumption, Deduction, Interpretation dan Evaluation of arguments. Uji coba tes dilakukan pada 1.453 peserta tes seleksi karyawan di Surabaya, Gresik, Tuban, Bojonegoro, Rembang. Data dikotomi dianalisis dengan menggunakan model IRT dengan dua parameter yaitu daya beda dan tingkat kesulitan butir. Analisis dilakukan dengan menggunakan program statistik Mplus versi 6.11 Sebelum melakukan analisis dengan IRT, dilakukan pengujian asumsi yaitu uji unidimensionalitas, independensi lokal dan Item Characteristic Curve (ICC). Hasil analisis terhadap 68 butir menghasilkan 15 butir dengan daya beda yang cukup baik dan tingkat kesulitan butir yang berkisar antara –4 sampai dengan 2.448. Sedikitnya jumlah butir yang berkualitas baik disebabkan oleh kelemahan dalam menentukan subject matter experts di bidang berpikir kritis dan pemilihan metode skoring.Kata kunci: Pengembangan tes, berpikir kritis, item response theory DEVELOPING CRITICAL THINKING TEST UTILISING ITEM RESPONSE THEORYAbstractThe present study was aimed to develop a valid and reliable instrument in assesing critical thinking which can be implemented both in educational and work settings in Indonesia. Following the Hambleton and Jones’s (1993) procedures on test development, the study developed the instrument by employing the concept of critical thinking from Watson-Glaser Critical Thinking Appraisal (WGCTA). The study included five dimensions of critical thinking as adopted from the WGCTA: Inference, Recognition Assumption, Deduction, Interpretation dan Evaluation of arguments. 1453 respondents from Surabaya, Gresik, Tuban, Bojonegoro and Rembang were used for trailing the test. The dichotomous data were analized using the Item Response Theory with two parameter logistic model using statistical program Mplus ver. 6.11. Several assumptions were tested prior the IRT analysis; the test of unidimensionality, local independency and Item Characteristic Curve (ICC). Amongst 68 items only 15 items had good discrimination parameter. Difficulty item level ranged from – 4.95 to 2.448. The study was limited in producing high number of qualified items due to its failure in finding subject matter experts in critical thinking area and inadequate choice in scoring method.Keywords: test development, critical thinking, Item response theory

Page 1 of 1 | Total Record : 5