cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : 26857111     EISSN : 23386061     DOI : 10.21831
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil penelitian pendidikan dosen, dan penelitian disertasi mahasiswa S3 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Hasil-hasil penelitian yang disampaikan pada jurnal ini tidak terbatas pada bidang evaluasi pendidikan tetapi juga hasil penelitian dan evaluasi pendidikan dalam arti luas, seperti bidang teknologi dan kejuruan, ilmu pengetahuan sosial, pendidikan luar sekolah, linguistik terapan, teknologi pembelajaran, manajemen pendidikan, pendidikan sains, dan pendidikan matematika. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan dengan Nomor ISSN cetak 1410-4725 dan ISSN online 2338-6061 telah terakreditasi kembali dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 040/P/2014 yang berlaku selama 5 (lima) tahun sejak ditetapkan pada tanggal 18 Februari 2014
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 4 (2001)" : 11 Documents clear
Sekolah Unggulan Berasrama Model SMU Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah Asep Sukendar; FX Sudarsono
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data yang akurat dan objektif tentang pelaksanaan program pendidikan dan pembinaan siswa SMU Taruna Nusantara Magelang sebagai salah satu sekolah unggulan di Indonesia, berdasarkan komponen pendidikan yang dimilikinya. Alasan dipilihnya SMU Taruna Nusantara sebagai objek penelitian karena sekolah ini dianggap memiliki keunggulan di bidang input, sarana-prasarana, lingkungan belajar, serta SMU berasrama penuh. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk dijadikan acuan bagi sekolah-sekolah sejenis yang memiliki wawasan kualitas sebagai tujuan utamanya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif evaluasi melalui pendekatan fenomenologis yang sifatnya studi kasus. Hasil yang diperoleh antara lain: rekrutmen calon siswa dan guru SMU Taruna Nusantara dilaksanakan sangat selektif dan berjenjang, menggunakan kurikulum yang dikembangkan, yaitu Kurikulum Depdiknas tahun 1994 yang disempurnakan dan Kurikulum Khusus, proses pendidikan dan evaluasi meliputi: aspek akademik, jasmani, dan kepribadian, manajenal kepala sekolah dalam membina hubungan kerja dengan para pamong dan siswa dilakukan melalui pola kekeluargaan, dan keberadaan SMU Taruna Nusantara dirasakan berdampak positif bagi masyarakat di sekitarnya. Kata kunci: sekolah unggulan
Implementasi Program Pembinaan Napi di Lapas Kelas II B Metro Narsidi Narsidi; Wuraji Wuraji
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kesiapan sarana fisik dan nonfisik, jenis program pembinaan yang dilaksanakan, proses pelaksanaan program pembinaan, hasil, dan kemanfaatan program bagi narapidana di Lapas. Penelitian ini adalah jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif fenomenologis naturalistik. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi dan wawancara Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles dan Huberman (1984). Hasil analisis data menunjukkan, bahwa Lapas Kelas II B Metro secara nonfisik masih memiliki kekurangan, baik kuantitas maupun kualitas. Proses pembinaan narapidana di Lapas belum banyak mengadopsi teori pembelajaran orang dewasa sehingga model pembelajarannya masih cenderung menggunakan model pembelajaran anak-anak (paedagogik). Secara umum dapat dikatakan bahwa pembinaan yang dilakukan Lapas dirasakan kemanfaatannya oleh narapidana.Namun, pembinaan yang dilakukan belum dapat memenuhi minat dan kebutuhan narapidana. Kata kunci: implementasi, program, pembinaan, narapidana.
Evaluasi Program Pendidikan Ketermapilan PKK pada Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Kabupaten Sleman Kapti Asiatun; Djemari Mardapi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2074

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh program pendidikan keterampilan PKK dapat dilaksanakan. Aspek yang diamati adalah: ketepatan dan kelayakan rancangan program, kesiapan segenap sumber yang terlibat dalam melaksanakan program, partisipasi siswa dan guru, strategi pelaksanaan proses pembelajaran, tingkat ketercapaian tujuan, serta hasil dan dampaknya bagi siswa setelah mengikuti program. Metode penelitian menggunakan pendekatan sistem dengan model CBPP (Context, Input, Process, Product) dari Stufflebeam. Populasi penelitian adalah seluruh SLTP yang melaksanakan program pendidikan keterampilan PKK di Kabupaten Sleman. Sampel ditentukan dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Responden dipilih sebagai sampel sebanyak 234 orang siswa, dan 9 orang guru bidang studi dari sekolah dan siswa yang terpilih sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket yang dilengkapi dengan dokumentasi, pengamatan, dan wawancara. Bukti kesahihan angket untuk siswa diperoleh berdasarkan penilaian para ahli, dan kesahihan konstruk dengan analisis faktor. Keandalan tiap faktor diperoleh dengan rumus koefisien Alpha dari Cronbach, dan keandalan gabungan semua faktor dengan rumus keandalan gabungan berdasarkan sistem kombinasi linier dari Nunnaly. Khusus untuk aspek pengetahuan, bukti kesahihan dan keandalannya diperoleh dengan program Iteman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program pendidikan keterampilan PKK pada SLTP di Kabupaten Sleman sangat relevan sebagai media yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa. Pelaksanaan program dinilai belum berhasil. Jika dilihat dari minat siswa, minat gum, partisipasi siswa ataupun strategi pelaksanaan dinilai cukup baik. tetapi penilaian terhadap ketersediaan fasilitas masih sangat kurang. Terlebih lagi jika dilihat dari penguasaan pengetahuan dan keterampilan siswa setelah mengikuti program. Dari 234 orang responden baru 105 orang (44.8%) yang memperoleh nilai cukup dan nilai tinggi, dan 129 orang (55,2%) memperoleh nilai kurang serta nilai rendah. Kata kunci: evaluasi program, keterampilan PKK.
Iklim Belajar dan Iklim Praktik serta Produktivitas Belajar ditinjau dari Aspek Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Konteks Pendidikan Sistem Ganda Hakim Hakim; Sarbiran Sarbiran
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2080

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peibedaan: (1) kepemimpinan kepala sekolah, (2) iklim belajar, (3) iklim praktik, dan (4) produktivitas belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah causal-comparative research. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Yogyakarta dan SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta pada Junisan Bangunan Gedung. Sumber datanya meliputi kepala sekolah, staf, guru, dan siswa. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan angket, observasi, dan dokumentasi. Kesahihan instrumen penelitian diuji dengan menggunakan analisis faktor, dan keandalan instrumen diuji dengan menggunakan koefisien alpha dari Cronbach. Dari hasil uji coba instrumen telah memenuhi persyaratan vatiditas dan reliabilitas. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) kepemimpinan kepala sekolah SMK Negeri 2 Yogyakarta lebih cendenmg bersifat kepemimpinan administrator, sedangkan kepemimpinan kepala sekolah SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta lebih cendenmg bersifat kepemimpinan manajer; (2) terdapat peibedaan iklim belajar antara SMK Negeri 2 Yogyakarta dengan SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta; (3) terdapat peibedaan iklim praktek antara SMK Negeri 2 Yogayakarta dengan SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta; (4) terdapat peibedaan produktivitas belajar siswa antara SMK Negeri 2 Yogyakarta dengan SMK Negeri 2 Depok Sleman Yogyakarta; (5) hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan administrator lebih baik dari pada gaya kepemimpinan manager. Kata kunci: iklim, produktifitas, aspek, kepemimpinan konteks.
Asesmen Kebutuhan Peningkatan Kemampuan Tutor dalam Pembelajaran Keaksaraan Fungsional Samto Samto; Sumarno Sumarno
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengembangkan standar kemampuan tutor keaksaraan fungsional, 2) mengembangkan   instrumen asesmen kebutuhan, 3) mengetahui profil kemampuan tutor dalam pembelajaran keaksaraan fungsional, dan 4) menentukan priontas kemampuan yang diperlukan dalam program in-service training. Standar kemampuan dikembangkan dengan menggunakan teknik Delphi. Instrumen asesmen kemampuan tutor dikembangkan berdasarkan standar kemampuan. Profil kemampuan tutor dideskripsikan ke dalam kelompok baik sekali, baik, kurang, dan kurang sekali dengan acuan kriteria sekor ideal yang dapat dicapai oleh instrumen. Pengelompokan kemampuan tutor menggunakan data sampel sebanyak 93 orang tutor dari populasi sebesar 120 orang. Penentuan prioritas kemampuan yang perlu ditingkatkan berdasarkan pada rerata sekor tiap butir kemampuan. Kemampuan yang diprioritaskan dalam program in-service training adalah butir kemampuan yang termasuk dalam kategori kurang dan kurang sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, standar kemampuan tutor terdiri dari kualiflkasi integritas kepribadian dan kualifikasi kemampuan teknis. Integritas kepribadian ditekankan pada aspek sikap terhadap warga belajar. Kemampuan teknis lebih ditekankan pada pengelolaan proses pembelajaran yang partisipatif, pengembangan bahan bacaan dan pengembangan jaringan kerja. Kedua, instrumen asesmen kemampuan tutor terdiri dari: 1) tes uraian untuk mengukur pemahaman konsep keaksaraan fungsional, 2) laporan diri (self-report) untuk mengukur aspek perencanaan, proses pembelajaran, evaluasi pembelajaran, dan 3) portofolio untuk mengetahui kinerja tutor dalam penerapan pendekatan keaksaraan fungsional. Ketiga, sebagian besar tutor memiliki kemampuan yang masih kurang, terutama pada aspek pemahaman konsep, pengelolaan proses pembelajaran, dan penerapan pendekatan keaksaraan fungsional. Pada aspek perencanaan dan evaluasi pembelajaran sebagian besar kemampuan tutor sudah baik. Keempat, kemampuan tutor yang perlu diprioritaskan dalam program in-service training adalah pada aspek pemahaman konsep keaksaraan fungsional dan proses pembelajaran. Peningkatan kemampuan pada pengelolaan proses pembelajaran diprioritaskan pada pengembangan bahan belajar, teknik pembelajaran menulis dan pengembangan jaringan kerja dengan instansi atau nara sumber. Kata kunci: asesmen kebutuhan, tutor, keaksaraan fungsional
Pengaruh Kemandirian dan Kemampuan Menyesuaikan Diri terhadap Prestasi Belajar Siswa Full Day School Rina Febriana; Sarbiran Sarbiran
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap: (1) tingkat kemandirian siswa Full Day School; (2) tingkat kemampuan menyesuaikan diri siswa Full Day School; (3) prestasi belajar siswa Full Day School; (4) pengamh kemandirian terhadap prestasi belajar siswa Full Day School; (5) pengamh kemampuan menyesuaikan diri terhadap prestasi belajar siswa Full Day School; dan (6) hubungan antara kemandirian dengan kemampuan menyesuaikan diri pada siswa Full Day School. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VI Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di wilayah Jakarta dan Depok. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI sebanyak 65 siswa. Karena subjek penelitian ini termasuk subjek yang langka, seluruh populasi dijadikan sebagai sampel. Untuk kepentingan penyusunan instrumen yaitu instrumen kemandirian dan kemampuan menyesuaikan diri dari siswa Full Day School digali informasi dari pihak penyelenggara dan para tenaga pengajar di SDIT yang menerapkan sistem Full Day School di wilayah Jakarta dan Depok. Pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mengungkap ubahan kemandirian dan kemampuan menyesuaikan diri siswa Full Day School sedangkan untuk mengungkap prestasi belajar siswa Full Day School dengan menggunakan metode dokumentasi yang diambil dari buku nilai siswa. Hasil analisis pengujian hipotesis berdasarkan koefisien determinasi menunjukkan bahwa pengamh kemandirian terhadap prestasi belajar siswa Full Day School sebesar 8,9%, serta pengamh kemampuan menyesuaikan diri terhadap prestasi belajar siswa Full Day School sebesar 7,7% pada taraf signifikansi 5%. Kedua ubahan bebas hanya mampu menjelaskan variansi prestasi belajar secara bersama-sama sebesar 13,3% pada taraf signifikansi 5%, dan sisanya 86,7% disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Kata kunci: kemandirian, kemampuan menyesuaikan diri, prestasi belajar, siswa Full Day School.
Keberfungsian Butir Diferensial Perangkat Tes Ebtanas Kimia Sekolah Menengah Umum di Jawa Tengah Purwo Susongko; Djemari Mardapi
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) karakteristik butir dari perangkat tes Kimia pada Ebtanas SMU di Jawa Tengah tahun pelajaran 1998/1999 ditinjau dari teori respons butir, (2) keberfungsian butir diferensial yang terjadi antara peserta tes dari rayon-rayon nonkodya dan peserta tes dari rayon kodya. Populasi penelitian ini adalah seluruh lembar jawaban peserta tes yang menggunakan perangkat tes Kimia pada Ebtanas paket utama I dengan kode U1/D15/99 di Jawa Tengah tahun Pelajaran 1998/1999 yang berjumlah 17.134 lembar jawab berasal dari 6 rayon kodya dan 3 rayon nonkodya. Pengambilan sampel ditempuh melalui dua tahap. Tahap pertama untuk menentukan wilayah, tahap kedua untuk menentukan jawaban peserta tes Ebtanas Kimia SMU paket utama I (U1/D15/99) tahunpelajaran 1998/1999. Hasil analisistes denganD/Fmenunjukkan: 1)       Tujuh butir menguntungkan peserta tes dari rayon Kodya Surakarta, sedangkan 3 butir yang lain menguntungkan peserta tes dari rayon-rayon nonkodya. 2)       Tiga butir menguntungkan peserta tes dari rayon Kodya Salatiga, sedangkan 5 butir yang lain menguntungkan peserta tes dari rayon-rayon nonkodya. 3)       Empat butir menguntungkan peserta tes dari rayon Kodya Semarang, sedangkan 2 butir yang lain menguntungkan peserta tes dari rayon-rayon nonkodya. 4)       Enam butir menguntungkan peserta tes dari rayon Kodya Pekalongan, sedangkan 6 butir yang lain menguntungkan peserta tes dari rayon-rayon nonkodya. 5)       Tak satupun dari butir-butir tes yang menguntungkan peserta tes dari rayon Kodya Tegal. Kata kunci: butir diferensial, perangkat tes, ebtanas.
Pola Pembinaan Anak Usia Prasekolah melalui Prinsip-Prinsip Bermain sambil Belajar Marjuni Marjuni; Sodiq AK
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai penyusunan program bermain, pelaksanaan pembinaan bermain, pandangan tutor tentang pendidikan anak usia prasekolah, upaya pengembangan profesi tutor di tempat penitipan anak. Hasil penelitian ini bermanfaat bagi tutor, dan pengelola tempat penitipan anak serta lembaga yang terkait guna meningkatkan kualitas pembinaan pendidikan anak. Subjek penelitian adalah tutor kepala, anak asuh tempat penitipan anak. Pendekatan yang digunakan yaitu kualitatif fenomenologik naturalistik. Pengumpulan data menggunakan pengamatan, wawancara mendalam dan dokumentasi, teknik triangulasi digunakan untuk pemeriksaan keabsahan data. Data yang telah terkumpul dianalisis dengan menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) terdapat perbedaan program bermain antara bayi dengan anak yang lebih dewasa, baik menyangkut sifat bemain, cara bermain maupun materi bermain. Program bermain bayi cenderung bersifat individual, bebas spontan, sederhana difokuskan pada kegiatan sensorimotorik. Makin meningkat usia anak diikuti dengan yang lebih sosial, aktif, komplek difokuskan pada kegiatan berbicara dan berpikir, (2) Tutor menerapkan cara bermain aktif model plan-do-review. Prisipnya, tutor memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih aktivitasnya sendiri, (3) tutor berpandangan bahwa dengan memberikan kebebasan anak dapat belajar dan mengembangkan potensinya. (4) Pengembangan profesional tutor dilakukan dengan cara mengikuti pelatihan, seminar, membaca, bergabung dengan organisasi profesi dan mengadakan pertemuan tutor. Kata kunci: prasekolah, prinsip bermain.
Segi Kultural relijius Perpindahan Keraton Kartasura ke Surakarta Sarmino Sarmino; Husain Haikal
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2081

Abstract

Keraton dapat diartikan sebagai bangunan fisik juga sebagai entitas sosial. Sebagai bangunan fisik, keraton tidak hanya berkedudukan sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan, tetapi juga pusat magis kerajaan. Raja, menurut konsepsi orang Jawa berkewajiban membuat kehidupan masyarakatnya sejahtera lahir batin. Oleh rakyatnya raja dianggap sakral dan magis. Demikian pula benda-benda yang dimilikinya. Sebagai entitas sosial, berupa masyarakat dan komunitas yang di dalamnya terjadi interaksi sosial, baik secara individual maupun kolektif. Penelitian ini meliputi keraton sebagai bangunan fisik yang berkedudukan sebagai pusat pemerintahan dan kebudayaan, juga segi kultural relijius perpindahan keraton Kartasura ke Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode historis atau sejarah. Segi kultural relijius perpindahan Keraton Kartasura ke Surakarta merupakan peristiwa besar bagi kerajaan Mataram karena perpindahan keraton tersebut menyangkut kelangsungan Kerajaan Mataram, baik pada bidang politik, ekonomi, kebudayaan maupun kerajaan sebagai pusat magis. Kata kunci: kultural; relijius; perpindahan; keraton.
Kontribusi Pemenuhan Kebutuhan Psikis dan Integritas Keluarga terhadap Penyesuaian Diri Suharni Suharni; Sayekti Sayekti
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 3, No 4 (2001)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/pep.v3i4.2076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendapatkan gambaran tentang tingkat pemenuhan kebutuhan psikis, integritas keluarga, dan penyesuaian diri mahasiswa; (2) mengetahui kontribusi pemenuhan kebutuhan psikis dan integritas keluarga terhadap penyesuaian diri di kampus. Penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto dengan metode kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas PGRI Yogyakarta angkatan tahun 1999/2000, dan sampel penelitiannya adalah 225 orang mahasiswa yang belum bekerja dan belum berkeluarga. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive quota random sampling Data dikumpulkan dengan angket, yang meliputi tiga perangkat instrumen, yaitu instrumen tentang pemenuhan kebutuhan psikis, integritas keluarga, dan penyesuaian diri. Tiap-tiap instrumen di uji coba dan memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. Validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan teknik analisis faktor. dan reliabilitas dilakukan dengan formula Alpha dan Cronbach. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif dan analisis korelasi. Hasil analisis deskripsi menunjukkan gambaran bahwa tingkat pemenuhan kebutuhan psikis, integritas keluarga dan penyesuaian diri baik, sedangkan rinciannya: 46,2% pemenuhan kebutuhan psikis baik, 43,1% memiliki integritas keluarga baik, dan 38,2 penyesuaian diri baik. Dari analisis product moment dan regresi disimpulkan bahwa: (1) terdapat kontribusi yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan psikis dengan rxly = 0,981; (2) terdapat kontribusi yang signifikan antara integritas keluarga dengan penyesuaian diri dengan rx2y = 0,15; (3) terdapat kontribusi yang signifikan antara pemenuhan kebutuhan psikis dan integritas keluarga secara bersama-sama terhadap penyesuaian diri di kampus, yang ditunjukkan dengan harga F = 2941,659 sedangkan F tabel = 3,04. Kata kunci: kontribusi, kebutuhan psikis, integritas keluarga.

Page 1 of 2 | Total Record : 11