cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
hasansyahrizal311@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
hasansyahrizal311@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QAYID: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31106412     DOI : https://doi.org/10.61104/qd.v1i2
Core Subject : Religion, Education,
QAYID: Jurnal Pendidikan Islam dengan e-ISSN 3110-6412 LINK Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal akses terbuka yang ditinjau oleh rekan sejawat dan mengikuti kebijakan single blind review. Artikel ilmiah Jurnal QAYID merupakan hasil penelitian orisinil, gagasan konseptual, dan kajian mutakhir dalam lingkup Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Teknologi Pendidikan Islam (TPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Kependidikan Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Ilmu-ilmu Keislaman. Artikel ilmiah Jurnal QAYID dapat ditulis secara individu atau ditulis secara tim, baik yang berafiliasi dengan institusi di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa institusi. Para penulis dari universitas atau peneliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor dan reviewer jurnal yang kompeten di bidangnya. Artikel yang terpilih akan dipublikasikan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi ShareAlike 4.0 International License.
Articles 51 Documents
Mengidentifikasi Prinsip Studi Islam dalam Pendekatan Multidisipliner melalui Kerja Kelompok Yustika Alawiyah Harahap; Ade Rabiah Nasution; Muhammad Roihan Daulay
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.669

Abstract

Artikel ini membahas cara belajar Islam dengan pendekatan yang melibatkan beberapa bidang ilmu secara bersamaan. Dalam Islam, sumber pengetahuan tidak hanya berasal dari wahyu seperti Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi juga berasal dari akal manusia, pengalaman nyata, serta perasaan hati, yang semuanya berperan penting dalam membentuk pemahaman yang utuh. Untuk mendapatkan pengetahuan dalam perspektif Islam, kita menggabungkan antara wahyu, pemikiran akal, indra, serta pengalaman spiritual. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh tidak hanya rasional, tetapi juga memiliki dimensi spiritual. Pengetahuan dalam Islam tidak hanya digunakan untuk mencapai kesejahteraan di dunia, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah, membentuk sikap dan perbuatan yang baik, mendorong perkembangan peradaban, serta menjadi bekal untuk kehidupan akhirat. Dengan pendekatan multidisipliner, belajar Islam tidak hanya sebatas pada kajian agama secara normatif dan teologis, tetapi juga bisa menjawab berbagai tantangan yang muncul dalam masyarakat modern, seperti isu sosial, budaya, politik, sains, dan teknologi. Hal ini menunjukkan bahwa menggabungkan ilmu agama dengan ilmu umum dalam Islam dapat menghasilkan pemahaman yang terpadu, sesuai dengan konteks zaman, dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia.
Mengembangkan Variasi Kajian dalam Studi Islam Multidisipliner: Studi Hukum Islam Nur Atikah Dalimunthe; Murni Ati; Muhammad Royhan Daulay
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.672

Abstract

Hukum islam merupakan pedoman yang mengatur berbagai aspek kehidupan manusia yang bersumber dari wahyu Allah di dalam Al-Qur’an yang kemudian dijelaskan lebih rinci melalui hadist. Ketika suatu persoalan tidak disebutkan dalam kedua sumber tersebut, maka diperlukan pemikiran mendalam dari para ulama melalui proses ijtihad. Dengan bertujuan untuk kepentingan, kemaslahataan dan kebahagiaan umat manusia. Hukum islam tidak hanya memberikan pedoman tentang bagaimana menjalani kehidupan akan tetapi, hukum islam juga berfungsi sebagai pelindung hak-hak pribadi dan mengatur interaksi antar manusia. Hukum islam memiliki tujuan untuk membentuk masyarakat yang adil dan makmur. Telah dijelaskan secara rinci penulis menuliskan selain melalui Al-Quran dan Hadist ada beberapa sumber yang bisa kita ambil dalam menentukan Hukum Islam, penulis juga menjelaskan beberapa klasifikasi yang mentukan hukum syara’ sehingga memperkuat pemahaman pembaca artikel ilmial ini.
Transformasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di Era Digital: Analisi Literatur Tentang Peran Guru Dalam Mengintegrasikan Teknologi Muhamad Syarif Hidayatullah; Siyono
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.673

Abstract

Era digital telah membawa perubahan mendasar dalam praktik pendidikan, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), sehingga menuntut pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inovatif. Guru memiliki peran strategis dalam memediasi transformasi tersebut melalui integrasi teknologi digital ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pembelajaran PAI di era digital serta mengkaji peran guru dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap sumber-sumber ilmiah yang relevan yang membahas digitalisasi pendidikan, kompetensi guru, dan inovasi pedagogis dalam pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital telah mengubah desain pembelajaran PAI secara signifikan melalui pemanfaatan media digital, platform pembelajaran daring, serta model pembelajaran yang lebih interaktif. Proses pembelajaran menjadi lebih personal, kolaboratif, dan fleksibel dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Peran guru tidak lagi terbatas sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi berkembang sebagai fasilitator, inovator, evaluator, dan perancang pengalaman belajar berbasis digital. Meskipun demikian, implementasi digitalisasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kesenjangan literasi digital guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, serta resistensi terhadap perubahan pedagogis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kompetensi digital guru dan optimalisasi ekosistem pembelajaran berbasis teknologi merupakan prasyarat penting untuk mewujudkan transformasi pembelajaran PAI yang efektif, berkelanjutan, dan relevan dengan tuntutan era digital.
Efektivitas Metode Kelas Bilingual Idaman SMA An-Nur Bululawang Melalui Platform Quizizz dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Muhamad Faiz Nurfalahi
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.709

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor kunci keberhasilan akademik siswa, namun pembelajaran bilingual yang intensif sering menghadirkan beban kognitif dan kecemasan bahasa yang berdampak pada penurunan motivasi. Penulisan ini bertujuan menganalisis efektivitas pemanfaatan platform Quizizz sebagai media pembelajaran berbasis gamifikasi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa Kelas Bilingual Idaman di SMA An-Nur Bululawang. Pendekatan yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group, melibatkan kelompok eksperimen yang menggunakan Quizizz dan kelompok kontrol dengan metode konvensional, dengan pengukuran motivasi belajar menggunakan angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan melalui uji independent sample t-test dan perhitungan N-Gain. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan motivasi belajar yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p < 0,05), dengan nilai N-Gain kelompok eksperimen berada pada kategori sedang hingga tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi Quizizz dalam kelas bilingual efektif dalam meningkatkan keterlibatan belajar siswa melalui penguatan motivasi intrinsik dan ekstrinsik. Implikasi penulisan ini menegaskan pentingnya gamifikasi digital sebagai strategi pedagogis adaptif dalam mendukung keberlanjutan pembelajaran bilingual di tingkat pendidikan menengah
Hukum Menggunakan Hijab Berdasarkan Al-Qur’an Riza Muallimah; Syamzaimar
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.714

Abstract

Hijab merupakan salah satu syariat Islam yang memiliki dimensi teologis, sosial, dan moral, namun dalam praktiknya kerap dipahami secara beragam, baik sebagai kewajiban agama maupun sebagai ekspresi budaya. Artikel ini bertujuan menganalisis hukum penggunaan hijab berdasarkan perspektif Al-Qur’an dengan menempatkan ayat-ayat hijab sebagai sumber utama kajian normatif. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik (maudhu’i) melalui studi kepustakaan terhadap Al-Qur’an, hadis, kitab tafsir, serta literatur ilmiah yang relevan. Fokus analisis diarahkan pada QS. An-Nur ayat 31 dan QS. Al-Ahzab ayat 59 beserta penafsiran para ulama klasik dan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa hijab merupakan kewajiban syar’i bagi perempuan Muslimah yang berfungsi menjaga kehormatan, identitas, dan perlindungan diri dari potensi gangguan sosial. Temuan ini menegaskan bahwa hijab tidak semata-mata simbol kultural, melainkan bagian integral dari ajaran Islam yang relevan untuk dikontekstualisasikan dalam kehidupan modern tanpa menghilangkan prinsip-prinsip syariat
Sila Pertama Pancasila dalam Perspektif Tafsir: Kajian tentang Ketuhanan dalam Al-Qur'an Zahra Aulia; Syamzaimar
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.715

Abstract

Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, merupakan landasan fundamental kehidupan berbangsa yang memiliki keterkaitan erat dengan konsep tauhid dalam ajaran Islam. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep ketuhanan dalam perspektif Al-Qur’an serta menganalisis relevansinya dengan sila pertama Pancasila dalam konteks kehidupan berbangsa di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhū‘ī) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan ketuhanan. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep tauhid dalam Al-Qur’an—yang meliputi aspek rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa sifat—memiliki kesinambungan teologis dan filosofis dengan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Pancasila. Temuan ini menegaskan bahwa nilai-nilai ketuhanan dalam Islam tidak bertentangan dengan Pancasila, melainkan justru memperkuat fondasi moral, toleransi, keadilan, dan harmoni kehidupan beragama di Indonesia. Implikasi kajian ini menunjukkan bahwa sila pertama Pancasila dapat dipahami sebagai titik temu antara nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dalam membangun kehidupan bernegara yang religius dan inklusif
Model Kepemimpinan Yang Diharapkan Oleh Rakyat Menurut Al-Quran Dan Sunah Nabi di Kabupaten Rokan Hulu Muhammad Ikhwan; Syamzaimar
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.716

Abstract

Krisis kepemimpinan berbasis karakter masih menjadi persoalan serius dalam kehidupan berbangsa di Indonesia, yang tercermin dari maraknya praktik korupsi, kolusi, nepotisme, serta melemahnya nilai-nilai moral dan sosial dalam penyelenggaraan pemerintahan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model kepemimpinan ideal yang diharapkan oleh masyarakat berdasarkan perspektif Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi. Penulisan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-naratif melalui kajian tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis-hadis Nabi yang relevan dengan konsep kepemimpinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam Islam dipahami sebagai amanah agung yang mengintegrasikan dimensi duniawi dan ukhrawi, sehingga menuntut pemimpin memiliki karakter utama seperti kejujuran (ṣidq), amanah, keadilan, kemampuan bermusyawarah (syura), serta komitmen untuk menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Selain itu, kepemimpinan Islam berlandaskan pada prinsip tauhid, persatuan umat (ukhuwah Islamiyah), dan akuntabilitas yang mencakup tanggung jawab di dunia dan akhirat. Implementasi nilai-nilai kepemimpinan yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah diharapkan dapat menjadi pedoman normatif dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas, adil, dan diridhai Allah SWT
Peran Al-Qur’an Dalam Membangun Peradaban Islam Rahmatul Hamda; Syamzaimar
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.717

Abstract

Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam memiliki peran fundamental dalam membangun dan mengarahkan peradaban Islam sejak masa kenabian hingga periode kejayaan Islam di berbagai wilayah dunia. Al-Qur’an tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga menjadi sumber nilai-nilai etika, sosial, hukum, pendidikan, dan politik yang membentuk tatanan masyarakat berkeadaban. Artikel ini bertujuan menganalisis peran Al-Qur’an dalam membangun peradaban Islam serta relevansinya dalam dinamika sejarah dan sosial umat Islam. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui penelaahan ayat-ayat Al-Qur’an, tafsir, dan literatur sejarah Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an berkontribusi signifikan dalam membentuk struktur sosial yang adil, memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama pada masa kejayaan Islam seperti era Dinasti Abbasiyah. Temuan ini menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya memiliki relevansi teologis, tetapi juga historis dan sosiologis dalam membangun dan mentransformasikan peradaban Islam secara berkelanjutan.
Pengaruh Pendidikan Al-Quran Terhadap Perilaku Remaja Rani Safitri; Syamzaimar
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.718

Abstract

Pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam pembentukan perilaku dan karakter remaja di tengah kompleksitas tantangan moral pada era modern. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan Al-Qur’an terhadap perilaku remaja, khususnya dalam aspek kedisiplinan, tanggung jawab, sopan santun, dan kesadaran keimanan. Kajian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan remaja berusia 13–18 tahun yang aktif mengikuti pendidikan Al-Qur’an. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara pendukung, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil kajian menunjukkan adanya hubungan positif antara intensitas pendidikan Al-Qur’an dan perilaku remaja, yang tercermin dalam peningkatan kepatuhan beribadah, sikap hormat terhadap orang tua dan guru, serta kecenderungan menjauhi perilaku menyimpang. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan Al-Qur’an berkontribusi signifikan dalam membentuk karakter remaja yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai Islam, sehingga relevan untuk dijadikan instrumen pembinaan generasi muda secara berkelanjutan
Konsep Jihad Dalam Tafshir Fii Zhilal Al-Qur’an Karya Sayyid Qutb Ayu Karmila; Ririn; Elviani
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.719

Abstract

Kajian tentang jihad dalam Al-Qur’an sering kali dipahami secara parsial dan cenderung direduksi pada dimensi kekerasan fisik, sehingga memerlukan penelaahan tafsir yang komprehensif dan kontekstual. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep jihad dalam Fī Ẓilāl al-Qur’ān karya Sayyid Qutb, dengan menitikberatkan pada latar belakang penulisan tafsir, metode penafsiran, serta pemaknaan jihad dalam QS. Al-Baqarah ayat 190–193 dan QS. Al-Hajj ayat 39–40. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui penelitian kepustakaan dengan sumber utama Fī Ẓilāl al-Qur’ān dan didukung literatur akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa jihad menurut Sayyid Qutb tidak dimaknai semata-mata sebagai peperangan fisik, melainkan sebagai perjuangan menyeluruh untuk menegakkan nilai-nilai ketuhanan, keadilan, dan kebebasan beragama. Jihad dipahami sebagai respons etis terhadap penindasan dan kezaliman, dengan tetap dibatasi oleh prinsip moral dan kemanusiaan. Temuan ini menegaskan bahwa konsep jihad dalam tafsir Sayyid Qutb memiliki dimensi moral, sosial, dan universal yang relevan dalam konteks Islam kontemporer