cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
hasansyahrizal311@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
hasansyahrizal311@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QAYID: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31106412     DOI : https://doi.org/10.61104/qd.v1i2
Core Subject : Religion, Education,
QAYID: Jurnal Pendidikan Islam dengan e-ISSN 3110-6412 LINK Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal akses terbuka yang ditinjau oleh rekan sejawat dan mengikuti kebijakan single blind review. Artikel ilmiah Jurnal QAYID merupakan hasil penelitian orisinil, gagasan konseptual, dan kajian mutakhir dalam lingkup Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Teknologi Pendidikan Islam (TPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Kependidikan Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Ilmu-ilmu Keislaman. Artikel ilmiah Jurnal QAYID dapat ditulis secara individu atau ditulis secara tim, baik yang berafiliasi dengan institusi di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa institusi. Para penulis dari universitas atau peneliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor dan reviewer jurnal yang kompeten di bidangnya. Artikel yang terpilih akan dipublikasikan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi ShareAlike 4.0 International License.
Articles 51 Documents
Nilai-Nilai Pendidikan Ekonomi Islam Dalam Qs. Al-Jumu’ah Ayat 10 Dan Qs. Al-Isra’ Ayat 26–27 Ziyadatul Husna; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.455

Abstract

Dalam Islam, kegiatan ekonomi tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga mencakup dimensi spiritual dan moral sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. QS. Al-Jumu‘ah ayat 10 menekankan pentingnya etos kerja, produktivitas, serta keseimbangan antara aktivitas duniawi dan ibadah. Sementara QS. Al-Isra’ ayat 26–27 mengajarkan prinsip pengelolaan harta yang bijak, tanggung jawab sosial, serta larangan terhadap perilaku boros dan pemborosan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan berbagai tafsir, serta sumber sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah terkait pendidikan ekonomi Islam. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan menelaah makna dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi Islam menekankan integrasi antara produktivitas dan tanggung jawab sosial. Aktivitas ekonomi dipandang sebagai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar, etika yang baik, serta berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan demikian, pendidikan ekonomi Islam berfungsi membentuk insan yang beriman, berakhlak, dan berkeadilan, yang mampu menyeimbangkan antara pencapaian duniawi dan tanggung jawab ukhrawi.
Nilai-Nilai Pendidikan Keluarga Dalam Al-Qur’an [Telaah Al-Qur’an Surah Al-Isra (17): 23-24, Al-Ahqaf (46): 15, Dan Ash-Shaffat (37): 100-102] Syahida Ajrina; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.460

Abstract

Pendidikan dalam keluarga memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang berkarakter Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Isra (17): 23–24, al-Ahqaf (46): 15, dan ash-Shaffat (37): 100–102. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian studi pustaka (library research) yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik untuk menemukan nilai-nilai pendidikan keluarga dalam perspektif Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Isra [17]: 23-24, yaitu perintah bertauhid, perintah berbakti terhadap orang tua, larangan berucap buruk kepada orang tua, larangan membentak orang tua, perintah berucap mulia kepada orang tua, perintah bertawadhu kepada orang tua, serta perintah mendoakan orang tua. Sementara itu, nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Ahqaf [46]: 15, yaitu perintah berbakti terhadap orang tua dan perintah bersyukur kepada Allah Swt. Adapun nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah ash-Shaffat [37]: 100-102, yaitu perintah berdoa memohon keturunan yang baik, perintah taat kepada Allah Swt. dan orang tua, serta perintah membangun komunikasi yang baik orang tua-anak. Dengan demikian, nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, agar terbentuknya keluarga Islami yang sejalan dengan ajaran-ajaran Islam.
Masa Vital Dan Internalisasi Nilai Dalam Perkembangan Anak Usia Dini Endah Triwisuda Ninggsih; M. Riski Fatoni; M. Hasan Zinur Rizal
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.463

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya masa vital sebagai periode krusial dalam pembentukan fisik, psikologis, sosial, serta perkembangan penghayatan nilai pada anak. Banyak orang tua dan pendidik belum memahami bahwa pengalaman dan stimulasi sejak dini memiliki dampak jangka panjang terhadap karakter, kesehatan mental, dan kemampuan belajar anak. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada upaya untuk menggali bagaimana pandangan masyarakat terhadap masa vital dan sejauh mana penghayatan nilai berkembang pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara pandangan tentang masa vital dengan tingkat penghayatan nilai, sekaligus mengidentifikasi faktor internal maupun eksternal yang memengaruhi perkembangan tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yakni menelaah teori-teori psikologi perkembangan, pedagogi Islam, serta hasil penelitian kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara pandangan yang baik mengenai masa vital dengan penghayatan nilai yang lebih mendalam pada anak. Temuan ini menegaskan bahwa pengasuhan responsif, stimulasi kognitif-afektif, serta lingkungan pendidikan yang mendukung sangat berperan dalam mengoptimalkan masa vital. Dengan demikian, penelitian ini merekomendasikan adanya program pembinaan anak dan kebijakan sosial yang berpihak pada optimalisasi masa vital dan perkembangan penghayatan
Usaha Mengembangkan Karakter Siswa Yang Berintegritas dan Bertanggung Jawab Melalui Pendidikan Moral dan Etika Yuli Fitriyanti; Rusdiah Roitona Nasution; Siti Saroh Hasibuan; Resti Yulasti
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.468

Abstract

Pendidikan karakter kini menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan modern karena berperan penting dalam membentuk siswa yang memiliki integritas dan rasa tanggung jawab, terutama di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pengembangan karakter melalui pendidikan moral dan etika serta menilai pengaruhnya terhadap integritas dan tanggung jawab siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan siswa, guru, dan orang tua sebagai informan, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi kebijakan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan nilai moral secara menyeluruh melalui kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan interaksi sehari-hari, didukung keteladanan guru dan partisipasi orang tua, efektif meningkatkan disiplin, kemampuan mengambil keputusan etis, serta internalisasi integritas dan tanggung jawab siswa. Keberhasilan pendidikan karakter juga ditentukan oleh evaluasi yang berkelanjutan dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Kesimpulannya, pendidikan moral dan etika berperan penting dalam membentuk karakter siswa yang berintegritas dan bertanggung jawab serta harus disesuaikan dengan dinamika sosial dan kebutuhan generasi muda.
Pendidikan Sosial dalam Perspektif Al-Qur'an (QS. Al-Hujurat: 13 dan QS. Al-Ma'idah: 8) Nehna Puteri Firdaus; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.469

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep pendidikan sosial dalam Al-Qur’an melalui analisis QS. Al-Hujurat: 13 dan QS. Al-Ma’idah: 8 yang menekankan pentingnya harmoni sosial, kesetaraan, dan keadilan sebagai prinsip dasar dalam ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai sosial yang terkandung dalam kedua ayat tersebut serta menganalisis relevansinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam konteks pendidikan Islam masa kini. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i), penelitian ini merujuk pada karya-karya tafsir klasik dan modern seperti Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Mishbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Hujurat: 13 mengandung nilai penting berupa pengakuan terhadap keberagaman manusia, dorongan untuk saling mengenal (ta‘aruf), serta larangan bersikap diskriminatif berdasarkan suku, etnis, atau status sosial. Sementara itu, QS. Al-Ma’idah: 8 menegaskan kewajiban menegakkan keadilan secara universal, bahkan terhadap pihak yang dibenci atau bermusuhan, sebagai cerminan ketakwaan dan integritas moral. Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa pendidikan sosial dalam Islam bertujuan membentuk pribadi yang berakhlak, peka sosial, dan mampu berlaku adil dalam berbagai situasi kehidupan. Dengan demikian, konsep ta‘aruf, toleransi, persaudaraan, dan keadilan dalam Al-Qur’an menjadi landasan moral yang kuat bagi pendidikan sosial serta relevan dalam mewujudkan masyarakat yang etis dan harmonis.
Integrasi Penggunaan AI (Artificial Intelligence) Dalam Pembelajaran Al-Qur’an Hadits Di Mts. Al Musthofa Grabagan Nur Akhid Dul Khusna; Abdul Latif Akbar Wijaya; Ana Achoita
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.478

Abstract

Kemajuan teknologi digital pada era modern telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu teknologi yang berpotensi menghadirkan inovasi dalam proses belajar mengajar, khususnya pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadits. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk integrasi AI dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadits, manfaat yang dihasilkan, serta tantangan yang dihadapi guru dalam implementasinya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memadukan studi pustaka dan wawancara bersama guru mapel Al-Qur’an Hadits di MTs Al-Musthofa Grabagan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dimanfaatkan dalam penyediaan referensi materi, pembuatan media seperti peta konsep, serta penunjang evaluasi pembelajaran. AI terbukti membantu proses pembelajaran menjadi lebih interaktif dan efisien. Namun demikian, keterbatasan infrastruktur, kemampuan guru dalam mengoperasikan teknologi, serta kendala pembacaan teks Arab oleh sistem AI menjadi tantangan tersendiri. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi AI perlu dilakukan secara bertahap, etis, dan relevan dengan prinsip syariah untuk memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur’an Hadits di era digital.
Metode Pendidikan Qur’ani dalam QS Yusuf, Luqman, dan Al-Ahzab Aprina Noor Latifah; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.480

Abstract

Artikel ini membahas metode pendidikan dalam Al-Qur’an yang terdapat pada QS Yusuf, QS Luqman ayat 12–19, dan QS Al-Ahzab ayat 21 sebagai landasan pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik di era modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh degradasi moral di lingkungan pendidikan yang disebabkan oleh lemahnya pembinaan akhlak dan dominannya orientasi pendidikan pada aspek kognitif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis karakteristik metode pendidikan Qur’ani, yaitu metode kisah (qashash), keteladanan, nasihat, perintah, reward, dan punishment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah dalam QS Yusuf mampu menyentuh aspek emosional dan memudahkan internalisasi nilai; metode nasihat dan dialog dalam QS Luqman membentuk kedewasaan moral melalui komunikasi yang lembut dan rasional; sedangkan QS Al-Ahzab ayat 21 menegaskan pentingnya keteladanan Nabi sebagai model karakter ideal. Ketiga metode tersebut memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan pendidikan modern, terutama dalam membangun akhlak, integritas, dan kesadaran spiritual peserta didik.
Metode Pembelajaran Rasulullah SAW sebagai Model Pendidikan Islami Sepanjang Zaman Irhamullah; Jefri; Rivaldi Kurniawan; Wahyu Hidayat; Teguh Maulana Ihsan
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.481

Abstract

Pendidikan dalam Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan kepribadian yang mulia. Rasulullah Saw merupakan figur pendidik utama yang metode pembelajarannya mengandung nilai-nilai universal dan relevan sepanjang masa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam metode pembelajaran Rasulullah Saw, khususnya melalui pendekatan keteladanan, mauizah (nasihat), ceramah, dan tanya jawab sebagai model pendidikan Islami yang komprehensif. Kajian ini berlandaskan pada asumsi teoretis pendidikan profetik yang menekankan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam proses pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan ialah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bersumber dari kitab-kitab klasik, hadis, serta literatur modern tentang pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode keteladanan menjadi inti dari pendekatan Rasulullah karena menampilkan praktik nyata nilai-nilai moral. Metode mauizah dan ceramah berfungsi membimbing spiritualitas dan memperkuat keimanan, sementara metode tanya jawab efektif menumbuhkan daya pikir kritis serta interaksi aktif peserta didik. Secara keseluruhan, metode Rasulullah Saw mencerminkan sistem pendidikan yang holistik dan humanistik, serta tetap relevan sebagai acuan bagi pengembangan pendidikan Islam di era modern
Pembentukan budaya religius dalam Meningkatkan Lingkungan Kerja Harmoni di PT. BPR Syari'ah Lantabur Tebuireng Jombang Mohammad Abdullah; Rofiatul Hosna; Wildan Maulana Syahroni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.484

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran pembentukan budaya religious dalam menciptakan lingkungan kerja harmonis serta dampaknya terhadap kepuasan dan produktivitas karyawan di PT. BPR Syariah Lantabur Tebuireng Jombang. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara, observasi, dan penyebaran kuesioner kepada 37 karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan budaya religious berperan sentral melalui komunikasi terbuka, kepemimpinan yang memberi teladan, penerapan nilai religius, kerja sama tim, serta perilaku profesional yang konsisten. Budaya ini membentuk disiplin, tanggung jawab, etika kerja, sekaligus meningkatkan rasa memiliki, komitmen, dan solidaritas karyawan. Lingkungan kerja harmonis diperkuat oleh fasilitas memadai, kondisi fisik nyaman, dan interaksi sosial yang saling menghormati. Kombinasi kedua faktor ini menciptakan suasana kerja aman, nyaman, dan minim konflik, sehingga meningkatkan motivasi, moral kerja, kepuasan, dan produktivitas karyawan. Temuan ini menegaskan bahwa pembentukan pembentukan budaya religius menjadi strategi kunci untuk memperkuat keharmonisan, loyalitas, dan efektivitas organisasi.
Problematika Transfer Learning Dalam Konteks Pembelajaran Perspektif Dr. Anwar As-Syarqowi Ach Wildan Fawaid; Achmad Muhlis
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.492

Abstract

Transfer learning atau transfer belajar merupakan proses penting dalam pendidikan, yang mencakup pemindahan pengetahuan, keterampilan, dan nilai dari satu konteks ke konteks lain. Artikel ini mengkaji problematika transfer learning dalam konteks pembelajaran dengan merujuk pada pemikiran Dr. Anwar As-Syarqowi. Fokus utama terletak pada pemahaman konsep transfer, bentuk-bentuk transfer, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan transfer dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka, melalui analisis teoritis terhadap karya-karya Dr. As-Syarqowi dan literatur psikologi pendidikan klasik. Hasil menunjukkan bahwa problematika transfer terletak pada kesenjangan antara kondisi belajar dan penerapan nyata, kurangnya penekanan pada prinsip-prinsip umum, serta minimnya strategi guru dalam mendorong transfer positif. Artikel ini menyoroti pentingnya pembelajaran kontekstual, variasi contoh, dan penguatan prinsip umum sebagai upaya memaksimalkan transfer belajar.