cover
Contact Name
Hasan Syahrizal
Contact Email
hasansyahrizal311@gmail.com
Phone
+6282352818690
Journal Mail Official
hasansyahrizal311@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sederhana Lorong Lambang Sari No.959, RT 001 RW. 006, Kelurahan Tembilahan Hulu Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
QAYID: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 31106412     DOI : https://doi.org/10.61104/qd.v1i2
Core Subject : Religion, Education,
QAYID: Jurnal Pendidikan Islam dengan e-ISSN 3110-6412 LINK Prefix DOI 10.61104. adalah jurnal akses terbuka yang ditinjau oleh rekan sejawat dan mengikuti kebijakan single blind review. Artikel ilmiah Jurnal QAYID merupakan hasil penelitian orisinil, gagasan konseptual, dan kajian mutakhir dalam lingkup Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Teknologi Pendidikan Islam (TPI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Kependidikan Islam (KPI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Ilmu-ilmu Keislaman. Artikel ilmiah Jurnal QAYID dapat ditulis secara individu atau ditulis secara tim, baik yang berafiliasi dengan institusi di lingkungan yang sama, maupun kolaborasi dari beberapa institusi. Para penulis dari universitas atau peneliti dapat mengutip referensi dari jurnal ini dan memberikan manfaat bagi organisasi terkait. setiap artikel yang diterima akan direview oleh editor dan reviewer jurnal yang kompeten di bidangnya. Artikel yang terpilih akan dipublikasikan di bawah lisensi Creative Commons Atribusi ShareAlike 4.0 International License.
Articles 51 Documents
Prinsip-Prinsip Pengetahuan Dasar Dalam Mengajarkan Strategi Pembelajaran Perspektif Anwar Muhammad Al-Syarqawi Ach. Fauzi; Achmad Muhlis
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.493

Abstract

Dalam pelaksanaan berbagai strategi pembelajaran di lingkungan pendidikan, diperlukan adanya prinsip-prinsip dasar yang berfungsi sebagai pedoman atau landasan berpikir agar strategi-strategi tersebut dapat diterapkan secara optimal, efektif, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam prinsip-prinsip dasar strategi pembelajaran menurut pandangan Anwar Muhammad al-Syarqawi, seorang tokoh yang dikenal dalam bidang pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), yaitu melalui telaah terhadap berbagai literatur, buku, jurnal, dan karya ilmiah lainnya yang memiliki relevansi dengan permasalahan yang sedang dikaji. Melalui analisis terhadap karya-karya al-Syarqawi, ditemukan bahwa terdapat empat prinsip utama yang harus diperhatikan oleh para pendidik dalam memilih dan menerapkan strategi pembelajaran. Pertama, strategi pembelajaran perlu disesuaikan dengan tujuan kognitif yang ingin dicapai, karena setiap tujuan pembelajaran memerlukan pendekatan yang berbeda untuk dapat terlaksana secara maksimal. Kedua, strategi pembelajaran yang baik dan efektif harus terdiri dari berbagai komponen yang saling mendukung dan membentuk satu kesatuan sistem yang utuh. Ketiga, strategi yang dipilih hendaknya relevan dengan keterampilan, kemampuan, dan karakteristik peserta didik, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih bermakna dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Keempat, strategi pembelajaran yang digunakan sebaiknya memiliki dasar validitas empiris, artinya telah teruji keefektifannya melalui penelitian atau pengalaman praktik di lapangan. Keempat prinsip tersebut memberikan kerangka kerja bagi para pendidik dalam merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata terhadap perkembangan kemampuan siswa.
Mahasin At-Ta’wil Karya Jamaluddin Al-Qasamy : Thaharah Dan Wudhu Vivy Alvionika; Rani Safitri; Elviani
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.494

Abstract

Thaharah merupakan konsep fundamental dalam Islam yang tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lahiriah, tetapi juga kesucian batin yang menjadi syarat sah pelaksanaan ibadah, khususnya shalat. Wudhu sebagai salah satu bentuk thaharah memiliki kedudukan penting karena selain membersihkan hadas kecil, juga mempersiapkan kondisi spiritual seorang Muslim. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep thaharah dan wudhu dalam perspektif tafsir Al-Qur’an melalui analisis terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan pensyariatan bersuci, khususnya Surah Al-Mā’idah ayat 6, serta pandangan para mufasir tentang makna, hukum, dan nilai spiritualnya. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik dan ayat ahkām untuk menggali pemahaman komprehensif terkait landasan normatif dan implikasi ibadah dari praktik thaharah dan wudhu. Hasil kajian menunjukkan bahwa thaharah bukan hanya kewajiban ritual, tetapi merupakan sarana pembinaan kesucian lahir dan batin, penguatan disiplin ibadah, serta pembentukan kesadaran spiritual dalam kehidupan seorang Muslim. Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman yang benar terhadap thaharah dan wudhu memiliki pengaruh signifikan terhadap kesempurnaan ibadah dan kualitas keberagamaan
Kebijakan Perubahan Iklim di Indonesia: Tantangan, Strategi, dan Inovasi dalam Pembangunan Berkelanjutan Syamzaimar
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.497

Abstract

Perubahan iklim merupakan isu global yang berdampak multidimensi, mulai dari degradasi lingkungan, krisis energi, hingga ketimpangan sosial-ekonomi. Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki kerentanan tinggi terhadap dampak perubahan iklim, namun sekaligus menyimpan potensi besar dalam mitigasi dan adaptasi berbasis kearifan lokal serta inovasi teknologi. Artikel ini menganalisis perkembangan kebijakan perubahan iklim di Indonesia dalam kerangka pembangunan berkelanjutan, menelaah efektivitas regulasi nasional dan regional, serta menawarkan novelty berupa integrasi triple helix (pemerintah, akademisi, dan masyarakat) dengan pendekatan keadilan iklim. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis dengan analisis dokumen kebijakan, jurnal ilmiah, serta laporan lembaga internasional. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan implementasi antara regulasi progresif dengan praktik di lapangan, terutama dalam aspek koordinasi lintas sektor, kapasitas pendanaan, dan partisipasi publik. Artikel ini menawarkan konsep inovatif "Green Social Contract" sebagai kerangka integratif untuk mempercepat transisi menuju pembangunan rendah karbon yang inklusif dan berkeadilan
Strategi Pendidikan Agama Islam Berbasis Model Profetik Untuk Mengatasi Krisis Moral Remaja Di Era Digital Muhammad Nurul_Fahmi; M Malik Almajdi; Muhlisin muhlisin; Muhammad Zidan Kurniawan; Abul Mafaakhir
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.513

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis nilai-nilai profetik sebagai upaya mengatasi kemerosotan moral remaja di era digital. Erosi moralitas, yang tercermin dalam penyimpangan perilaku, interaksi yang tidak sehat dengan media sosial, dan melemahnya identitas diri, membutuhkan pendekatan pendidikan yang lebih holistik dan berpusat pada nilai. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini mengeksplorasi realitas sosial yang dialami remaja dan mengidentifikasi peran pendidikan profetik dalam membentuk karakter moral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model profetik yang berlandaskan prinsip-prinsip humanisasi, liberasi, dan transendensi dapat diimplementasikan secara efektif melalui penguatan kurikulum PAI, metode pembelajaran yang dialogis dan reflektif, keteladanan guru, pembiasaan beragama, dan pemanfaatan teknologi digital yang bertanggung jawab. Pendidikan profetik terbukti memberikan landasan yang kuat untuk menumbuhkan akhlak mulia, meningkatkan ketahanan moral, meningkatkan literasi digital, dan membimbing remaja untuk menghadapi tantangan era digital dengan penuh kebijaksanaan dan tanggung jawab, sehingga akan tercapai bentuk pendidikan yang tepat.   Kata Kunci: pendidikan kenabian, krisis moral, Pendidikan Agama Islam, era digital.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis nilai-nilai profetik sebagai upaya mengatasi krisis moral remaja di era digital. Degradasi moral yang tampak melalui perilaku menyimpang, penggunaan media sosial yang tidak sehat, serta melemahnya jati diri menuntut adanya pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh dan berkarakter. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan model studi kasus untuk menelusuri realitas sosial yang dialami remaja serta mengungkap kontribusi pendidikan profesional dalam pembinaan akhlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model profetik yang berlandaskan prinsip humanisasi, liberasi, dan transendensi efektif diterapkan melalui penguatan kurikulum PAI, metode pembelajaran dialogis dan reflektif, keteladanan pendidik, pembiasaan ibadah, serta penggunaan teknologi secara bertanggung jawab. Pendidikan profesional terbukti memberikan fondasi penting dalam membangun akhlak terpuji, meningkatkan ketahanan moral, memperkuat literasi digital, dan membimbing remaja agar mampu beradaptasi terhadap dinamika era digital dengan lebih arif dan bijak, dengan begitu akn tercapai Pendidikan yang sesuai. .
Studi Komparatif Pemikiran Ibnu Tufail Dan Jean Piaget Tentang Konsep Epistemologi Dan Implikasinya Dalam Pendidikan Agama Islam Hasma Yulita; Ahmad Abdul Qiso; Muhammad Ali Sodikin
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.514

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui studi komparatif pemikiran ibnu tufal dan jean piaget tentang konsep epistemologi dan implikasinya dalam pendidikan agama Islam. Penelitian ini fokus membahas pemikiran konsep epistemologi Ibnu Tufal dan Jean Piaget, membandingkan dari kedua pemikran konsep epistemologi tersebut, serta menganalisis implikasinya terhadap pembelajaran pendidikan agama Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), pendekatan penelitian yang digunakan pendekatan komparatif. Penelitian ini membandingkan pemikiran kedua tokoh yang mengenai sumber ilmu pengetahuan dan metode ilmu pengetahuan, serta relevansinya dalam konteks pembelajaran pendidikan agama Islam. Data yang dikumpulkan melalui karya-karya Ibnu Tufal dan Jean Piaget, dan literatur yang membahas konsep epistemologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Tufail menekankan tiga sumber pengetahuan utama: rasional (akal), empiris (pancaindra), dan intuisi (pengalaman langsung), yang terintegrasi dalam pemahaman keilmuan dan spiritual. Sementara itu, Jean Piaget menekankan perkembangan kognitif anak melalui skema, konstruktivisme, dan tahapan perkembangan yang dikenal sebagai epistemologi genetik. Perbandingan keduanya menunjukkan bahwa epistemologi Ibnu Tufail lebih menekankan integrasi antara akal, pengalaman, dan spiritualitas, sedangkan Piaget menitik beratkan pada proses konstruksi pengetahuan secara bertahap sesuai perkembangan kognitif anak. Implikasi dari pemikiran kedua tokoh ini dalam pendidikan agama Islam adalah perlunya pendekatan pembelajaran yang menyeimbangkan aspek rasional, empiris, dan spiritual, serta memperhatikan tahapan perkembangan kognitif peserta didik agar pembelajaran agama Islam menjadi lebih aktif, kritis, dan relevan dengan perkembangan zaman
Zihār Dalam Tafsir Adhwā’ Al-Bayān Fi Tafsīr Al-Qur’ān Bi Al-Qur’ān Karya Muhammad Al-Amin Al-Mukhtar Asy-Syinqiti Afriani; Selvina Sari; Elviani
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.516

Abstract

Zihār merupakan praktik lisan dalam rumah tangga yang berasal dari tradisi Arab pra-Islam, di mana seorang suami menyerupakan istrinya dengan perempuan yang haram dinikahi secara permanen, sehingga menimbulkan ketidakjelasan status hukum dan ketidakadilan bagi perempuan. Islam secara tegas menghapus praktik tersebut melalui Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Mujādilah ayat 2–4, dengan menetapkan zihār sebagai ucapan mungkar dan tidak sah sebagai bentuk talak. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep zihār berdasarkan penafsiran Muhammad al-Amīn al-Mukhtār asy-Syinqīṭī dalam kitab Adhwā’ al-Bayān fī Tafsīr al-Qur’ān bi al-Qur’ān. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik dan analisis deskriptif-analitis terhadap teks tafsir, ayat-ayat zihār, serta implikasi hukumnya dalam perspektif hukum keluarga Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa asy-Syinqīṭī menegaskan keharaman zihār, menolak kedudukannya sebagai talak, serta menetapkan kafārat sebagai mekanisme korektif yang bersifat edukatif, melindungi hak perempuan, dan menegakkan keadilan rumah tangga. Dengan demikian, konsep zihār dalam tafsir Adhwā’ al-Bayān menegaskan prinsip keadilan, perlindungan martabat perempuan, dan tanggung jawab moral dalam hukum keluarga Islam
Jami` Al-Bayan Fi Ta`Wil Al-Qur`An Karya Ibnu Jarir Ath-Thabari Indah Permata Sapihak; Nurul Fadillah Hasanah; Elviani
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.526

Abstract

Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memerlukan pendekatan penafsiran yang komprehensif dan bertanggung jawab agar kandungan maknanya dapat dipahami secara tepat. Salah satu karya monumental dalam tradisi tafsir klasik adalah Jāmi‘ al-Bayān fī Ta’wīl al-Qur’ān karya Ibnu Jarir Ath-Thabari yang memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu tafsir. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang penulisan, karakteristik metodologi, serta corak penafsiran yang digunakan Ath-Thabari dalam karyanya tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan menelaah kitab utama dan literatur pendukung terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir Ath-Thabari merupakan jenis tafsīr bi al-ma’tsūr yang bertumpu pada Al-Qur’an, hadis, serta riwayat sahabat dan tabi’in, namun tetap didukung oleh analisis rasional dalam menentukan pendapat yang paling kuat. Tafsir ini tidak hanya berkontribusi besar bagi perkembangan tafsir klasik, tetapi juga menjadi rujukan penting bagi kajian tafsir kontemporer. Implikasi kajian ini menegaskan bahwa penafsiran Al-Qur’an memerlukan ketelitian ilmiah, akurasi metodologis, dan tanggung jawab akademik agar pesan Al-Qur’an dapat dipahami secara benar.
Strategi Penanaman Nilai-Nilai Akidah Akhlak Melalui Pembelajaran Reflektif di Pondok Pesantren Al-Baidha Pekanbaru Paras Rindwianto; Musthafa Rahman; Muhammad Ikbal; Resti Yulastri
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.536

Abstract

Penelitian ini mengkaji strategi penanaman nilai-nilai Akidah Akhlak melalui pembelajaran reflektif di Pondok Pesantren Al-Baidha Pekanbaru. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bagaimana aktivitas reflektif berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran moral santri dan membentuk karakter sesuai nilai-nilai ajaran Islam. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran reflektif mendorong santri untuk menilai kembali tindakan sehari-hari, memperdalam pemahaman terhadap konsep Akidah Akhlak, serta meningkatkan kesadaran diri dalam mengamalkan nilai-nilai moral Islam. Santri mengalami peningkatan dalam aspek kejujuran, kedisiplinan, empati, dan tanggung jawab setelah mengikuti sesi refleksi secara rutin. Guru juga menyatakan bahwa strategi reflektif menciptakan interaksi pembelajaran yang lebih bermakna serta memperkuat kematangan emosional dan spiritual santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran reflektif merupakan strategi yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai Akidah Akhlak di Pondok Pesantren Al-Baidha Pekanbaru.
Definisi dan Tingkatan Konflik: Analisis Konseptual dan Kontekstual dengan Pendekatan Literatur Review Oktavia Setia Ningrum; Muhammad Ainul Yaqin; Hafsawati Dayana Zakiah Husin; Mu’alimin
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.539

Abstract

Konflik merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam interaksi sosial, baik di ranah pendidikan, organisasi, maupun masyarakat. Jika tidak dikelola dengan tepat, konflik berpotensi menghambat pembangunan sosial dan mengganggu proses pendidikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai model, sumber, serta strategi resolusi konflik yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana model pengelolaan konflik diterapkan dalam berbagai konteks, serta faktor apa saja yang menentukan keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review dengan menelusuri artikel dari database jurnal nasional menggunakan kata kunci manajemen konflik, resolusi konflik, dan model pengelolaan konflik. Dari 25 artikel awal yang diidentifikasi, sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil review menunjukkan bahwa model kolaboratif efektif di lembaga pendidikan karena mampu membangun komunikasi antarsiswa dan menciptakan budaya saling menghargai. Sementara itu, konflik sosial dan agraria memerlukan pendekatan kreatif, historis, dan hukum untuk menghasilkan solusi yang berkelanjutan. Strategi yang paling sering digunakan adalah mediasi, pendidikan toleransi, serta pelatihan berbasis komunitas. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa tidak ada satu model tunggal yang dapat menyelesaikan semua konflik. Arah riset selanjutnya perlu menekankan integrasi model lintas disiplin, partisipasi aktor lokal, serta evaluasi jangka panjang agar tercipta perdamaian yang berkelanjutan.
Peran Pendidikan Inklusif dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Anak Berkebutuhan Khusus (ABK): Miftahul Jannah; Dika Merlianda; Herlini Puspika Sari
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konkret pendidikan inklusif dalam meningkatkan indikator kualitas hidup anak berkebutuhan khusus (ABK), dengan fokus pada peningkatan kemandirian fungsional, adaptasi sosial, dan kesejahteraan psikologis. Meskipun landasan filosofis pendidikan inklusif di Indonesia kuat, implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama dalam memastikan dampak nyata terhadap kualitas hidup ABK setelah lulus. Penelitian ini mengisi kekosongan dalam literatur mengenai hubungan komprehensif antara layanan inklusif dan hasil kualitas hidup holistik, yang menghasilkan hipotesis bahwa pendidikan inklusif komprehensif memiliki peran positif yang signifikan. Studi ini menggunakan penelitian perpustakaan, dengan fokus pada pengumpulan dan analisis kritis data dari berbagai sumber literatur terverifikasi seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen resmi yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan analitis, dengan menafsirkan isi literatur berdasarkan relevansinya terhadap masalah penelitian untuk memberikan sintesis komprehensif tentang konsep dan praktik. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan inklusif berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kemandirian, kepercayaan diri, adaptasi sosial, dan kesejahteraan psikologis anak-anak dengan kebutuhan khusus. Faktor kunci yang diidentifikasi adalah implementasi kurikulum adaptif dan diferensiasi. Penelitian ini menyoroti bahwa lingkungan belajar yang mendukung merupakan faktor penting untuk perkembangan holistik yang sukses. Implikasi penelitian ini menekankan perlunya reformasi sistemik dalam pendidikan inklusif. Tantangan desain kurikulum harus diatasi dengan mengintegrasikan pembelajaran diferensiasi ke dalam sistem nasional. Selain itu, terdapat kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pedagogi inklusif, memperkuat ikatan sosial di sekolah melalui program dukungan sesama, dan mereformasi sistem evaluasi untuk mencakup penilaian holistik (sosial, emosional, dan psikologis) di luar hasil akademik semata. Penelitian ini berfungsi sebagai panduan praktis bagi pemangku kepentingan untuk mewujudkan model inklusi yang transformatif dan berorientasi pada hasil.