cover
Contact Name
Shinta Puspasari
Contact Email
shinta@uigm.ac.id
Phone
+6281541477256
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development
ISSN : -     EISSN : 3090272X     DOI : https://doi.org/10.36982/igjmrd.v1i2
Core Subject : Health,
The Indonesian Global Journal of Medical Research and Development (IGJMRD) is a peer-reviewed, open-access journal dedicated to advancing knowledge and fostering collaboration across disciplines. Our scope includes general medicine, public health, and the integration of innovation and technology into healthcare. IGJMRD provides a platform for researchers, practitioners, and innovators to share original research, reviews, and practical applications that address the complex challenges of modern healthcare. We aim to bridge the gap between traditional medical practice and emerging technological solutions, emphasizing interdisciplinary approaches and community impact.
Articles 15 Documents
SELULITIS ORBITAL YANG MENUNJUKKAN CIRI-CIRI YANG MENYERUPAI GLAUKOMA AKUT PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN IMUNITAS: TANTANGAN DIAGNOSTIK dranang_tbw; Indira Ananditia Putri
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v2i1.7376

Abstract

Latar Belakang: Selulitis orbital dapat menyerupai glaukoma sudut tertutup akut, terutama pada imunokompromais pasien sehingga menyulitkan diagnosis. Tujuan: Melaporkan kasus selulitis orbital dengan manifestasi yang menyerupai glaukoma akut serta menekankan pentingnya evaluasi klinis secara komprehensif. Metode: Laporan kasus deskriptif ini menggunakan data yang diperoleh dari rekam medis, anamnesis, pemeriksaan oftalmologi, pemeriksaan laboratorium, serta observasi klinis selama perawatan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan temuan klinis, evaluasi diagnosis banding, dan pendekatan multidisiplin, kemudian dilakukan pemantauan serial terhadap respon terapi antibiotik. Hasil:  Perempuan 60 tahun dengan diabetes melitus dan penyakit ginjal kronis menjalani hemodialisis datang dengan mata merah, nyeri, penurunan tajam penglihatan, edema palpebra, kemosis, edema kornea, dan peningkatan tekanan intraokular. Diagnosis banding meliputi selulitis orbital dan glaukoma sudut tertutup akut. Terapi multidisiplin memberikan perbaikan klinis meskipun terjadi komplikasi berupa pencairan kornea. Kesimpulan: Tumpang overlap memanifestasikan klinis memerlukan kewaspadaan tinggi, terutama pada imunokompromais pasien, untuk mencegah keterlambatan diagnosis dan penatalaksanaan.
COMPARISON OF ANTIFUNGAL INHIBITORY EFFECT OF FLUCONAZOLE AND ITRACONAZOLE AGAINST CANDIDA ALBICANS ATCC 10231 USING DISC DIFFUSION METHOD Edy Sapada; Khairunnisa Khairunnisa; Dwi Anggraini; Wita Asmalinda
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v2i1.7379

Abstract

Latar Belakang : Infeksi jamur oportunistik yang disebabkan oleh Candida albicans masih menjadi tantangan medis global seiring meningkatnya risiko resistensi terhadap antijamur golongan azole, khususnya Flukonazol dan Itrakonazol. Pengawasan efektivitas obat secara berkala menggunakan standar acuan strain sangat krusial untuk menjamin kualitas terapi klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isolat uji serta membandingkan efektivitas antijamur hambat daya antara Flukonazol dan Itrakonazol terhadap pertumbuhan Candida albicans ATCC 10231. Metode : Penelitian eksperimental laboratorium ini diawali dengan konfirmasi identitas isolat secara makroskopis pada media Potato Dextrose Agar (PDA) dan mikroskopis dengan KOH 10%. Uji aktivitas antijamur dilakukan menggunakan metode difusi cakram ( disc diffusion method ) terhadap delapan jenis sampel sediaan (baku, generik, dan paten) Flukonazol dan Itrakonazol pada konsentrasi setara 800 mg/mL dengan tiga kali replikasi. Data diameter zona hambat diuji homogenitasnya dan dianalisis menggunakan uji statistik t-test . Hasil : Karakterisasi mengkonfirmasi isolat sebagai Candida albicans dengan ciri koloni putih berbau, berbau asam ragi, serta memiliki bentuk sel ragi oval Gram-positif dan pseudohifa. Seluruh sampel antijamur menghasilkan diameter zona bening di atas 10 mm (kategori kuat). Uji homogenitas menunjukkan sebaran data yang konsisten (P=0,243). Hasil Independent t-test menunjukkan rerata total zona hambat Itrakonazol (15,37 ± 1,02 mm) secara signifikan lebih tinggi dibandingkan Flukonazol (13,41 ± 0,74 mm) dengan nilai selisih 1,96 mm (P = 0,000). Kesimpulan : Flukonazol dan Itrakonazol memiliki aktivitas antijamur yang kuat terhadap Candida albicans ATCC 10231, namun Itrakonazol menunjukkan efek inhibisi yang secara signifikan lebih unggul dibandingkan Flukonazol karena keunggulan afinitas struktur molekulnya.
PENGARUH TIDUR TERHADAP KESEHATAN PEKERJA: PERKEMBANGAN TERKINI DAN IMPLIKASI KESEHATAN KERJA Marsidi Said; Arie Anggara; Imron
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v2i1.7386

Abstract

Latar Belakang: Tidur merupakan kebutuhan mendasar yang berdampak pada produktivitas dan kesehatan pekerja secara keseluruhan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kuantitas dan kualitas tidur memiliki dampak signifikan terhadap berbagai aspek kesehatan pekerja, termasuk fungsi kognitif, kesehatan kardiovaskular, dan metabolisme. Artikel ini mengintegrasikan temuan terbaru mengenai mekanisme biologi, faktor risiko okupasional, dan intervensi strategi untuk meningkatkan kesehatan tidur pekerja. Kesimpulannya, manajemen tidur yang optimal merupakan komponen kritis dari program kesehatan kerja yang terintegrasi. Metode: Pendekatan observasi sistematis pada basis data akademik utama, termasuk PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Pencarian dilakukan dengan menggunakan kombinasi kata kunci berikut: "petugas kesehatan tidur", "pekerja kurang tidur", "pekerja berkualitas tidur", "tidur kerja shift", "durasi tidur pekerja penyakit kardiovaskular", "tidur kelelahan di tempat kerja", dan "pekerja produktivitas tidur". Hasil: Gangguan tidur mempengaruhi 30–37% pekerja, yang sebagian besar disebabkan oleh jam kerja yang panjang, kelelahan akibat pekerjaan (burnout), dan bahaya fisik di tempat kerja. Gangguan ini menyebabkan defisit kognitif yang parah dan secara signifikan meningkatkan risiko kardiovaskular serta metabolik melalui jalur biologis dan psikologis yang kompleks. Penerapan intervensi individu dan organisasi yang terarah, seperti terapi kognitif perilaku untuk insomnia berbasis digital (digital CBT-I) dan adaptasi shift kerja, secara penting memulihkan keselamatan, kesehatan, dan produktivitas pekerja sekaligus menghasilkan keuntungan ekonomi yang substansial. Kesimpulan: Kualitas dan durasi tidur merupakan penentu penting bagi kesehatan, keselamatan, dan produktivitas kerja. Mengingat tingginya prevalensi global gangguan tidur (30–56%) yang mendorong risiko kardiovaskular, metabolik, kesehatan mental, dan keselamatan melalui jalur biologi dan psikologis, intervensi di tempat kerja yang terarah sangat diperlukan untuk mengurangi dampak tersebut
CHILD MENTAL HEALTH PROMOTION IN WETLAND COMMUNITIES: A LITERATURE REVIEW Wilma Hannie Daniel
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v2i1.7396

Abstract

Background: Child mental health is a global public health priority. Wetland communities face unique environmental, social, and health challenges that may influence child well-being. Objective: To review evidence on child mental health promotion in wetland and comparable vulnerable communities. Methods: A narrative literature review was conducted using peer-reviewed articles, systematic reviews, and international reports published between 2016 and 2026. Literature was retrieved from PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, and institutional publications from the World Health Organization (WHO), UNICEF, and other relevant organizations. A thematic synthesis approach was used to identify recurring concepts related to child mental health promotion. Results: Evidence consistently identifies family support, school connectedness, resilience skills, social-emotional learning, cultural identity, and community engagement as major protective factors. Risk factors include poverty, environmental vulnerability, educational inequities, and psychosocial stressors. School-based interventions improve emotional competence, resilience, and mental well-being. Community-based and culturally responsive approaches strengthen identity and belonging. Emerging evidence also supports arts-based and participatory approaches. Conclusion: Child mental health promotion in wetland communities should be understood as a multidimensional ecological process involving children, families, schools, culture, and community systems. Future programs should integrate local wisdom, resilience-building, and culturally grounded health promotion strategies.
IMPLEMENTASI TERAPI RENDAM KAKI AIR JAHE HANGAT SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER PADA IBU HAMIL DENGAN EDEMA TUNGKAI FISIOLOGIS sari wahyuni; Arita Putri Ayu; Aprilina; Kharisma Virgian; Wilma
Indonesian Global Journal Of Medical Research and Development Vol 2 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/igjmrd.v2i1.7439

Abstract

Latar belakang: Kehamilan trimester III sering disertai ketidaknyamanan fisiologis, salah satunya edema pada ekstremitas bawah akibat peningkatan volume plasma, retensi cairan, dan tekanan rahim terhadap vena cava inferior. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor risiko seperti obesitas dan aktivitas fisik yang tinggi. Tujuan studi kasus ini adalah mendeskripsikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan edema kaki fisiologis melalui penerapan terapi komplementer rendam kaki air jahe hangat Metode: Penelitian merupakan studi deskriptif dengan rencana studi kasus pada satu responden, yaitu Ny. G, usia 34 tahun, G2P1A0, usia kehamilan 34 minggu, yang mengalami edema derajat +2 pada kedua detak jantung bawah disertai obesitas (IMT 30,4 kg/m²). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan pemeriksaan, kemudian didokumentasikan menggunakan metode SOAP. Hasil: Asuhan yang diberikan meliputi edukasi posisi istirahat, elevasi mengirimkan nutrisi dan cairan, pengenalan tanda tambah bahaya kehamilan, presentasi pemberian tablet darah dan kalsium, serta terapi rendam kaki air jahe hangat selama 15–20 menit setiap sore selama 3–5 hari berturut-turut. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan derajat edema dari +2 menjadi +1, penurunan rata-rata lingkar pergelangan kaki 0,5 cm, serta peningkatan kenyamanan dan kualitas tidur ibu tanpa ditemukan tanda preeklampsia. Kesimpulan: Asuhan kebidanan komprehensif dengan kombinasi edukasi dan terapi rendam kaki air jahe hangat efektif membantu mengurangi edema fisiologis pada ibu hamil trimester III.

Page 2 of 2 | Total Record : 15