cover
Contact Name
Rahmah Johar
Contact Email
rahmahjohar@usk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.jdm@usk.ac.id
Editorial Address
Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Universitas Syiah Kuala Jln. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Darussalam, Banda Aceh 23111 E-mail: jurnal.jdm@usk.ac.id
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Didaktik Matematika
ISSN : 23554185     EISSN : 25488546     DOI : https://doi.org/10.24815/jdm
Core Subject : Education,
JURNAL DIDAKTIK MATEMATIKA IS A SCIENTIFIC JOURNAL IN MATHEMATICS TEACHING AND LEARNING, TECHNOLOGY IN MATHEMATICS TEACHING AND LEARNING, AND MATHEMATICS EDUCATION. THE SCOPE OF THE JOURNAL INCLUDES: a. Mathematics teaching and learning in primary school, high school, and higher education. b. Technology in mathematics teaching and learning c. Teacher professional development in mathematics d. Innovative mathematics teaching and learning applying various approaches such as realistic mathematics education, contextual teaching, and learning (CTL) approach, and many others. e. Studies related to mathematics teaching and learning in a broader context
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 225 Documents
Kemampuan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unsyiah Menyelesaikan Soal PISA Most Difficult Level Rini Sulastri; Rahmah Johar; Said Munzir
Didaktik Matematika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To increase and improve PISA rankings (Programme for International of Student Assessment) of Indonesian students not only starts from the students, but also teachers and prospective teachers. The purpose of this study was to determine the ability of students as prospective teachers to solve problems of high-level PISA (most difficult) is level 5. This study was a descriptive study using a qualitative approach to describe the ability of each student in solving PISA question. The subjects were students taking the Teaching Mathematics I course of Mathematics Education Program FKIP Unsyiah. Data analysis in qualitative research based on the results of the data collection process in the form of field notes, documentation, and interviews. Assessment conducted on students' ability to solve problems using the PISA assessment rubric. Furthermore, the score obtained is converted into the interval level of ability. The results showed only one student (14,28 %) of the seven students who have an excellent ability to resolve the matter appropriately. Meanwhile, three students (42,85 %) experienced only a mistake on the problems at the problem of the distance down. However, the ability of the three students vary based on the accuracy of the analysis in solving aspects. For the third ability of other students (42,85 %) were still low due to the settlement of questions that do not quite right with the ability to be at sufficient levels. Based on the results of this study are expected each faculty can use international issues as a matter of PISA in learning, so that students get used to solve the problems of non-routine to improve their ability to understand and solve problems, which can contribute to the future of teaching practice.
Tingkat Berpikir Kreatif Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Gaya Kognitif Reflektif dan Impulsif Siti Rahmatina; Utari Sumarmo; Rahmah Johar
Didaktik Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the level of students' creative thinking in solving math problems. This study is a qualitative verificative research. Subjects numbered 4 people ie students of SMA Negeri 4 Banda Aceh class X. The selection of subjects was based on Matching Familiar Figure Test ( MFFT ) ie 2 students and 2 students reflective impulsive. The data were obtained from the study subjects written response tests of creative thinking math ( TBKM ) and interviews. To test the credibility of the data the researcher doing triangulation. In this study, triangulation was used to compare the triangulation method TBKM TBKM 1 with 2 and interviews. Creative thinking abilities of students can be seen by thinking of creative mathematics achievement indicators. Creative thinking ability of students surveyed as follows, the level of creative thinking on the subject of reflective material up 1 flat is level 4 which meets four indicators of fluency, novelty, flexibility, and elaboration, the level of creative thinking on the subject of reflective material equation 1 is a straight line that is level 4 meet four indicators fluency, novelty, flexibility, and elaboration. Level of creative thinking on the subject of reflective material up 2 flat is level 4 which meets four indicators of fluency, novelty, flexibility, and elaboration, the level of creative thinking on the subject of reflective material 2 is a straight line equation 4 level indicator which meets four fluency, novelty, flexibility, and elaboration. Level of creative thinking on the subject matter up impulsively 1 flat is level 1 which meet the proficiency indicator, the level of creative thinking on the subject matter impulsive equation 1 is a straight line which meets the level 1 two indicators of fluency and elaboration. Level of creative thinking on the subject matter up impulsively 2 flat is level 3 which meets three indicators of fluency, novelty, and elaboration, the level of creative thinking on the subject matter impulsive equation 2 is a straight line that meets two level 1 indicators fluency and elaboration.
Peningkatan Kemampuan Komunikasi Matematis dan Motivasi Siswa dengan Pembelajaran Pendekatan Quantum Learning pada Siswa SMP Negeri 5 Lhokseumawe M. Darkasyi; Rahmah Johar; Anizar Ahmad
Didaktik Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan komunikasi matematis dan motivasi siswa di Sekolah Menengah Pertama (SMP) disebabkan guru masih cenderung aktif, dengan pendekatan konvensional menyampaikan materi kepada para peserta didik, sehingga siswa dalam mengkomunikasikan matematis dan motivasi masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan Quantum learning berbeda dari siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional di SMP Negeri 5 Lhokseumawe. Untuk mengetahui apakah peningkatan motivasi siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan quantum learning berbeda dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional di SMP Negeri 5 Lhokseumawe. Pengumpulan data digunakan instrumen berupa tes kemampuan komunikasi matematis dan angket motivasi siswa. Untuk melihat adanya perbedaan kemampuan siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol digunakan uji-t dengan taraf signifikan 0,05 setelah prasyarat pengujian terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bawa peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan penerapan pendekatan quantum learning lebih baik dari pada siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. Motivasi siswa di kelas yang memperoleh pembelajaran pendekatan quantum learning lebih baik dari pada motivasi siswa yang memperoleh pembelajarabn secara konvensional. Pendekatan pembelajaran quantum learning sangat potensial untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika, terutama pada saat pengenalan konsep dasar suatu materi.Kata Kunci: Pendekatan Pembelajaran Quantum Learning, Kemampuan Komunikasi Matematis, Motivasi Siswa
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri melalui Pembelajaran Kooperatif Berbasis Teori Van Hiele Khusnul Safrina; M. Ikhsan; Anizar Ahmad
Didaktik Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Geometri adalah cabang matematika yang diajarkan dengan tujuan agar siswa dapat memahami sifat-sifat dan hubungan antar unsur geometri serta dapat menjadi pemecah masalah yang baik. Masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar geometri. Salah satu penyebab sulitnya siswa dalam memahami geometri adalah strategi pembelajaran yang digunakan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Selain itu, dalam pembelajaran geometri selama ini belum disesuaikan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa. Oleh karena itu diperlukan strategi yang tepat yang disusun berdasarkan tingkat perkembangan berpikir siswa dalam geometri. Pembelajaran berbasis teori van Hiele merupakan pembelajaran yang disesuaikan dengan tahapan berpikir siswa, sehingga pembelajaran ini tepat jika diterapkan dalam pembelajaran geometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah geometri antara siswa yang diajarkan dengan pembelajaran kooperatif berbasis teori van Hiele dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretes-postes control group design. Instrumen yang digunakan berupa tes pemecahan masalah dan VHGT. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII MTsN Model Banda Aceh dan sampel yang dipilih adalah kelas VII-11 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-10 sebagai kelas kontrol. Data yang dianalisis yaitu data N-Gain kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian diperoleh bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dengan perolehan nilai sig. 0,000 0,05 pada uji-t yang dilakukan. Selanjutnya, dari pengujian x2 diperoleh bahwa terdapat hubungan antara tingkat berpikir dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan kategori tingkat keeratan hubungan adalah cukup (0,421). Dengan demikian, dalam pembelajaran geometri disarankan untuk menerapkan pembelajaran berbasis teori van Hiele agar kemampuan pemecahan masalah geometri siswa dapat ditingkatkan.Kata Kunci: Pemecahan Masalah Geometri, Pembelajaran Kooperatif Berbasis van Hiele.
Remedial Teaching Matematika didasarkan pada Diagnosa Kesulitan Siswa Kelas II Madrasah Tsanawiyah Maisura Maisura
Didaktik Matematika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seringkali siswa tidak dapat menyelesaikan soalsoal pada materi persamaan garis lurus secara tuntas, yang disebabkan oleh ketidakmampuan siswa memahami atau mengingat konsep-konsep dasar matematika yang pernah dipelajari sebelumnya, sehingga prestasi belajar siswa belum mencapai kriteria ketuntasan minimal. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diberikan perlakuan khusus, seperti remedial teaching. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang peranan remedial teaching dalam mengatasi kesulitan belajar siswa dan meningkatkan prestasi belajarnya. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Data diperoleh dari observasi, tes, dan wawancara. Analisa data dilakukan dengan deskriptif kualitatif yang mengacu pada hasil tes siswa yang kemudian didiagnosa kesulitan belajarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mampu memahami konsep persamaan garis lurus meningkat (80% dari 32 orang siswa yang ikut remedial teaching mengalami peningkatan hasil belajarnya). Hal ini membuktikan bahwa remedial teaching dapat mengatasi kesulitan belajar dan meningkatkan prestasi belajar siswa dalam memahami konsep persamaan garis lurus. Kata kunci: remedial teaching, kesulitan belajar.