cover
Contact Name
Fariz Nizar
Contact Email
jurnalvastutara@uinsaizu.ac.id
Phone
+6285156340961
Journal Mail Official
jurnalvastutara@uinsaizu.ac.id
Editorial Address
Program Studi S1 Arsitektur Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto Jl. A. Yani No. 40, Purwokerto Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 31107788     DOI : https://doi.org/10.24090/vastutara.v1i2.13924
Vastutara derives its name from Sanskrit, where Vastu means “building” and Tara means “excellent” or “superior.” This journal is a scientific publication managed by the Bachelor of Architecture Study Program at the State Islamic University of Prof. Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto. Vastutara is open to contributions from authors in the field of architectural science. It is published twice a year, in June and December, covering themes such as: Archipelago Architecture; Structure and Construction; Architectural Conservation; Architectural Theory; Architectural Science; Architectural History; Architecture and Behavior; Cultural Landscape; and Digital Architecture.
Articles 25 Documents
TRANSFORMASI KAWASAN KORIDOR JALAN MT HARYONO PURBALINGGA: DAMPAK PERGURUAN TINGGI DAN EKSPANSI RITEL NASIONAL 2019-2026 Yemima Sahmura Vividia; Revi Aulia Purbandini
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/b5na6r07

Abstract

Koridor Jalan MT Haryono, Kabupaten Purbalingga, mengalami transformasi kawasan yang signifikan dalam rentang tujuh tahun pengamatan (2019–2026). Transformasi aktif dimulai sejak 2022, dipicu oleh dua faktor yang bekerja secara bersamaan dan saling memperkuat: kehadiran Kampus II UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) yang mulai beroperasi pada September 2024 dengan lebih dari 3.400 mahasiswa, serta ekspansi jaringan ritel kuliner berskala nasional seperti HokBen, Gacoan, KFC, dan Pizza Hut. Penelitian ini mengkaji pola, kecepatan, dan mekanisme transformasi menggunakan pendekatan morfologi urban dengan metode segmentasi koridor. Analisis dilakukan secara komparatif pada empat titik waktu: 2019, 2022, 2024, dan 2026. Hasil menunjukkan bahwa kampus berperan sebagai anchor institution yang membangkitkan permintaan pasar, sementara ritel nasional berfungsi sebagai katalis akselerasi. Transformasi tidak merata melainkan membentuk dua kluster spasial berbeda: Kluster Barat (kampus-driven) dan Kluster Timur (kota-driven). Intensitas transformasi tertinggi terjadi pada segmen 0–500 meter dari gerbang kampus. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman dinamika pertumbuhan koridor di kawasan peri-urban kabupaten, sekaligus menegaskan perlunya instrumen perencanaan yang responsif terhadap pertumbuhan spontan di sekitar institusi pendidikan tinggi.
IDENTIFIKASI PRINSIP BIOKLIMATIK PADA RUMAH INDISCH DI KLAMPOK KABUPATEN BANJARNEGARA Eva Priyanti
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/tnq6e160

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penerapan prinsip arsitektur bioklimatik pada rumah Indisch di Klampok, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Data diperoleh melalui observasi lapangan, pengukuran fisik bangunan, dan dokumentasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah Indisch di Klampok menerapkan strategi desain pasif melalui penggunaan dinding bata sebagai massa termal, bukaan besar dan bovenlicht sebagai pendukung ventilasi alami, plafon tinggi untuk meningkatkan sirkulasi udara, serta teras dan overstek sebagai elemen peneduh. Elevasi lantai setinggi 70 cm juga menunjukkan respons terhadap kelembapan tanah, genangan air hujan, dan cipratan air pada dinding bawah. Temuan ini menunjukkan bahwa rumah Indisch tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga memuat prinsip desain yang adaptif terhadap iklim tropis basah. Prinsip tersebut relevan sebagai pembelajaran bagi pengembangan bangunan tropis kontemporer yang kontekstual, hemat energi, dan berkelanjutan.
EVALUASI PENGARUH VARIASI JENIS KACA TERHADAP KINERJA PENCAHAYAAN ALAMI LOBI ATRIUM, STUDI KASUS: GEDUNG KULIAH TERINTEGRASI POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PANGKAJENE DAN KEPULAUAN Brilianty Wijaya
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/5v2w7653

Abstract

Pencahayaan alami merupakan salah satu strategi desain pasif yang dapat mendukung efisiensi energi bangunan melalui pengurangan penggunaan pencahayaan buatan pada siang hari. Kinerja pencahayaan alami di dalam ruang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah karakteristik material kaca yang digunakan pada bukaan bangunan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh variasi material kaca pada bukaan fasad terhadap kinerja pencahayaan alami di lobi atrium lantai satu yang memperoleh pencahayaan alami melalui bukaan samping dan skylight. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan pengukuran kondisi eksisting dan simulasi menggunakan perangkat lunak Ecotect yang dikonversi ke Radiance untuk memperoleh hasil yang lebih akurat. Evaluasi dilakukan berdasarkan parameter iluminasi (lux), faktor siang hari (daylight factor), dan rasio keseragaman pencahayaan pada kondisi langit cerah, berawan, dan mendung. Variasi material yang dianalisis meliputi kaca bening, kaca absorbing, kaca reflecting, dan kaca low-emissivity (low-e). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kaca absorbing reflektif, dan low-e menyebabkan penurunan tingkat iluminasi pada area yang berjarak sekitar 3 meter dari bukaan dibandingkan dengan penggunaan kaca bening. Meskipun mampu mengurangi intensitas cahaya yang masuk ke dalam ruang, ketiga jenis kaca tersebut menghasilkan nilai iluminasi rata-rata yang masih berada di bawah standar pencahayaan yang direkomendasikan. Oleh karena itu, pada objek penelitian ini, kaca bening memberikan performa pencahayaan alami yang lebih baik dibandingkan dengan kaca absorbing, reflektifing, maupun low-e dalam memenuhi kebutuhan iluminasi ruang.
LANGGAM ARSITEKTUR MASJID AGUNG DARUSSALAM PURBALINGGA Fadhilah Siti Aniisah Haryono; Muhammad Nur Hakimuddin At-toyibi
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/f1ph4r88

Abstract

The Darussalam Grand Mosque in Purbalingga is a religious building that plays a significant role as a center of worship, social activities, and a visual marker of the urban area. This study aims to identify the elements that shape the architectural style and to formulate the dominant pattern tendencies in the existing building. The study uses a descriptive qualitative method with an architectural analysis approach based on visual observation. Data were obtained through field observations, documentation, recording of building elements, and literature searches. The analysis includes massing, facade, roof, dome, minaret, interior space, mihrab, pulpit, ornaments, colors, and materials. The results show that the architectural character of the mosque is formed through a combination of Islamic, Middle Eastern, local Nusantara, and modern elements. Islamic and Middle Eastern influences are evident in the dome, tall minaret, arched openings, calligraphy, geometric patterns, and arabesque ornaments. Local elements are present through the use of a tiered tajug roof and a carved wooden pulpit. Meanwhile, the modern character is seen in the open layout, neat wall planes, colored glass, natural lighting, and glossy materials. The symmetrical composition, monumental scale, and vertical accents of the minaret strengthen the building's image as a city marker. Thus, the Darussalam Purbalingga Grand Mosque has an acculturative architectural style, with Islamic-Middle Eastern elements as the dominant expression, local elements as context markers, and modern solutions as the language of building materials.
DEVELOPMENTS IN COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS (CFD) RESEARCH FOR THERMAL COMFORT ANALYSIS IN BUILDINGS IN TROPICAL CLIMATES: A BIBLIOMETRIC STUDY OF 2016–2026 Ef Syahrazzad Rafid; Susilo Kusdiwanggo
Vastutara : Arsitektur, Digital, Sejarah, Struktur dan Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2026): VASTUTARA
Publisher : Universitas Islam Negeri Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/r38yd914

Abstract

The application of Computational Fluid Dynamics (CFD) for evaluating thermal comfort in buildings located within tropical climates has become an important convergence between environmental engineering and sustainable architectural design. Existing studies, however, have not comprehensively mapped the intellectual development of this research domain, resulting in limited understanding regarding its thematic evolution, major contributors, and unresolved research gaps. This study presents a systematic bibliometric review of Scopus-indexed publications published between 2015 and 2026. Literature retrieval employed a search strategy combining keywords related to CFD or airflow simulation, thermal comfort or indoor air quality, and tropical or hot and humid climate contexts. Systematic screening based on relevance and language criteria reduced the initial corpus to a final dataset of 110 documents. Results indicate a consistent increase in scholarly output throughout the study period, with publication growth accelerating markedly after 2022. Malaysia and Indonesia emerged as the leading contributors to this body of knowledge. Thematic mapping further demonstrates that airflow simulation and indoor thermal performance represent well-established motor themes, whereas the application of CFD in vernacular and naturally ventilated tropical buildings remains an emerging research niche. Empirical validation was incorporated through field measurements and CFD simulations conducted in a naturally ventilated traditional market in Batu, East Java, Indonesia, serving as an illustrative case to address the identified research gaps. Findings confirm that building orientation alone does not ensure a uniform distribution of thermal comfort across multi-zone naturally ventilated public buildings, a building typology that continues to be underrepresented in the existing literature.

Page 3 of 3 | Total Record : 25