cover
Contact Name
Utama Alan Deta
Contact Email
utamadeta@unesa.ac.id
Phone
+628993751753
Journal Mail Official
jpfa@unesa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetaahuan Alam Jl. Ketintang, Gd C3 Lt 1, Surabaya 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA)
ISSN : 20879946     EISSN : 24771775     DOI : https://doi.org/10.26740/jpfa
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) is available for free (open access) to all readers. The articles in JPFA include developments and researches in Physics Education, Classical Physics, and Modern Physics (theoretical studies, experiments, and its applications), including: Physics Education (Innovation of Physics Learning, Assessment and Evaluation in Physics, Media of Physics, Conception and Misconceptions in Physics, hysics Philosophy anPd Curriculum, and Psychology in Physics Education); Instrumentation Physics and Measurement (Sensor System, Control System, Biomedical Engineering, Nuclear Instrumentation); Materials Science (Synthesis and Characteristic Techniques, Advanced Materials, Low Temperature Physics, and Exotic Material); Theoretical and Computational Physics (High Energy Physics, Gravitation and Cosmology, Astrophysics, Nuclear and Particle Phenomenology, and Computational and Non-Linear Physics); and Earth Sciences (Geophysics and Astronomy).
Articles 440 Documents
GROWTH AND PROPERTIES OF STACKED SELF-ASSEMBLED In0.5Ga0.5As QUANTUM DOTS Didik Aryanto; Zulkafli Othaman; Abd. Khamim Ismail
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 2 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n1.p1-6

Abstract

Self-assembled In0.5Ga0.5As quantum dots (QDs) were grown using metal-organic chemical vapor deposition (MOCVD) on GaAs (100) substrate with different number of stacking QDs layers. Surface study using atomic force microscopy (AFM) shows that surface morphology of the self-assembled QDs change with different number of stacking QDs layers caused by the previous QDs layers and the thickness of the GaAs spacer layers. PL measurement shows variation in the PL spectra as a function of number of stacking layers of In0.5Ga0.5As QDs. The PL peak positions blue-shifted from 1225 nm to 1095 nm and dramatically increase in intensity with increasing number of stacking QDs layers.
UJI XRD DAN XRF PADA BAHAN MENERAL (BATUAN DAN PASIR) SEBAGAI SUMBER MATERIAL CERDAS (CaCO3 DAN SiO2) M Munasir; T Triwikantoro; M Zainuri; D Darminto
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 2 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n1.p20-29

Abstract

Indonesia adalah negara dengan potensi alam yang melimpah, khususnya bahan tambang (mineral), diantaranya material-material dengan kandungan oksida yang mempunyai prospek aplikasi sebagai material cerdas (misalnya SiO2, CaCO3, Al2O3,TiO2, dsb). Tujuan dari penelitian ini adalah mencari atau mengidentifikasi kandungan unsur oksida didalam bahan alam jenis batuan atau pasir kuarsa dengan kemurnian tinggi (> 50%), khususnya sebagai sumber oksida SiO2 (silica) dan CaCO3 (calsite). Selanjutnya bahan-bahan tersebut akan diproses dengan milling proses serbuk (ukuran mikron) untuk, peningkatan kemurnian tinggi dan pengecilan ukuran pada orde nanometer. Identifikasi awal adalah melakukan uji difraksi Sinar-X (XRD) dan analisisnya (kualitatif) serta uji flouresensi sinar-X (XRF). Telah dilakukan uji XRD dan XRF pada sampel batuan yang diambil dari daerah Tulungagung, onik dari pulau Bawean-Gresik, dan pasir dari Tuban dan Sumenep. Hasil difraksi sinar X (XRD) bahan alam (batuan dan pasir) yang diambil sebagai sampel yang diambil dari beberapa daerah tersebut, diperoleh bahwa Batu_1(onik) dan Batu_2(putih) menunjukan bahwa sampel tersebut mempunyai fase dominan struktur kristal Calsite (CaCO3), dan untuk pasir dari Tuban dan Sumenep mempunyai fase dominan quartz (SiO2), demikian. Dan hasil XRF menunjukan kandungan CaCO3 pada sampel batuan (onik) cukup tinggi (98,23%), dan untuk sampel pasir (Tuban dan Sumenep) menunjukan kandungan oksida quartz (SiO2) dengan kemurnian yang tinggi (65,9 -76,8 %), dengan impuritas terbanyak CaO dan Fe2O3 (20-28%).
PEMBELAJARAN FISIKA MODEL DISKUSI DITINJAU DARI KECERDASAN INTRAPERSONAL SISWA Utama Alan Deta; Nadi Suprapto
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 2 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n1.p30-36

Abstract

Model pembelajaran diskusi menitikberatkan pada keaktifan siswa. Dalam model pembelajaran diskusi, diperlukan kemampuan siswa dalam menyampaikan pendapat dan menghargai pendapat orang lain. Dengan demikian, secara teori, dalam pelaksanaan pembelajaran dengan model diskusi memerlukan kecerdasan interpersonal yang tinggi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar model diskusi dengan pembelajaran biasa; kecerdasan interpersonal siswa tinggi dan rendah; serta interaksi antara keduanya. Penelitian ini menggunakan control group post-test,yakni menggunakan satu kelas eksperimen dan kelas kontrol kemudian diuji hasil belajar siswa dengan soal formatif. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa yang diberi pembelajaran fisika model diskusi dengan pembelajaran biasa; tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara siswa dengan kecerdasan intrapersonal tinggi dan rendah; dan terdapat interaksi antara model pembelajaran diskusi dengan kecerdasan interpersonal siswa terhadap hasil belajar.
STUDI PEMODELAN DAN PERHITUNGAN TRANSPORT MONTE CARLO DALAM TERAS HTR PEBBLE BED Z Zuhair
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 2 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n2.p1-9

Abstract

Konsep sistem energi VHTR baik yang berbahan bakar pebble (VHTR pebble bed) maupun blok prismatik (VHTR prismatik) menarik perhatian fisikawan reaktor nuklir. Salah satu kelebihan teknologi bahan bakar bola adalah menawarkan terobosan teknologi pengisian bahan bakar tanpa harus menghentikan produksi listrik. Selain itu, partikel bahan bakar pebble dengan kernel uranium oksida (UO2) atau uranium oksikarbida (UCO) yang dibalut TRISO dan pelapisan silikon karbida (SiC) dianggap sebagai opsi utama dengan pertimbangan performa tinggi pada burn-up bahan bakar dan temperatur tinggi. Makalah ini mendiskusikan pemodelan dan perhitungan transport Monte Carlo dalam teras HTR pebble bed. HTR pebble bed adalah reaktor berpendingin gas temperatur tinggi dan bermoderator grafit dengan kemampuan kogenerasi. Perhitungan dikerjakan denganprogram MCNP5 pada temperatur 1200 K. Pustaka data nuklir energi kontinu ENDF/B-V dan ENDF/B-VI dimanfaatkan untuk melengkapi analisis. Hasil perhitungan secara keseluruhan menunjukkan konsistensi dengan nilai keff yang hampir sama untuk pustaka data nuklir yang digunakan. Pustaka ENDF/B-VI (66c) selalu memproduksi keff lebih besar dibandingkan ENDF/B-V (50c) maupun ENDF/B-VI (60c) dengan bias kurang dari 0,25%. Kisi BCC memprediksi keff hampir selalu lebih kecil daripada kisi lainnya, khususnya FCC. Nilai keff kisi BCC lebih dekat dengan kisi FCC dengan bias kurang dari 0,19% sedangkan dengan kisi SH bias perhitungannya kurang dari 0,22%. Fraksi packing yang sedikit berbeda (BCC= 61%, SH= 60,459%) tidak membuat bias perhitungan menjadi berbeda jauh. Estimasi keff ketiga model kisi menyimpulkan bahwa model BCC lebih bisa diadopsi dalam perhitungan HTR pebble bed dibandingkan model FCC dan SH. Verifikasi hasil estimasi ini perlu dilakukan dengan simulasi Monte Carlo atau bahkan program deterministik lainnya guna optimisasi perhitungan teras reaktor temperatur tinggi.
PEMETAAN TOPOGRAFI, GEOFISIKA DAN GEOLOGI KOTA SURABAYA Syaeful Bahri; M Madlazim
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 2 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n2.p23-28

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah diperolehnya suatu informasi tentang kondisi geologi, geofisika dan hidrogeologi di wilayah Kota Surabaya, diperolehnya kerangka acuan dalam pengambilan kebijakan perkotaan terkait mitigasi bencana maupun pembangunan kota berdasarkan potensi kebumian dan diperolehnya manfaat hasil-hasil penelitian bidang geologi dan geofisika bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Kota Surabaya. melalui tahap inventarisasi yang Untuk mencapai tujuan penelitian ini digunakan metode deskriptif melalui beberapa tahapan, yaitu tahap pengumpulan data sekunder dan studi literature yang meliputi; inventarisasi data geofisika, inventarisasi data geologi dan inventarisasi data seismologi yang meliputi pengumpulan data kegempaan dari tahun ke tahun yang merusak dan dirasakan penduduk Surabaya, data seismotektonik Surabaya. Tahap selanjutnya adalah kajian dan analisa data peta topografi dan geologi. Pada tahap ini yang dilakukan analisa/interpretasikan data dari peta dasar citra satelit resolusi tinggi, studi literatur dan kebijakan yang terkait. Pada tahap evaluasi dan pemetaan hasil, yang dilakukan adalah kompilasi, evaluasi dan interpretasi data geologi, geofisika dan hidrogeologi. Tahap akhir adalah merumuskan secara makro tentang arahan kebijakan mitigasi bencana dan pembangunan bawah bumi yang dapat dilakukan. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah titik pertama lokasi di sebelah barat kampus Stikom Surabaya di Sebelah barat Kampus Stikom Surabaya. Di dapatkan pada kedalaman (0,445,48 dan 0,445,48) lapisan atas didominasi oleh selang seling lapisan aquiver asin dan payau.Aquiver produktif rendah  sampai sedang (aquiver tawar) berupa pasir sisipan lempung, pasir, pasir sisipan kerikil. Diperkirakan aquiver ini berada di kedalaman mulai 25 hingga 100 meter. Titik kedua lokasi di Jl. Kenjeran - Mulyorejo Surabaya. Di dapatkan lapisan atas didominasi oleh selang seling lapisan aquiver asin, payau dan tawar. Akuifer produktif rendah sampai sedang berupa pasir sisipan lempung, pasir, pasir sisipan kerikil. Diperkirakan aquiver ini berada di kedalaman mulai 40 hingga 100 meter. Titik Ketiga Lokasi Jl. Raya Tandes Margomulyo Surabaya. Di dapatkan bahwa lapisan atas didominasi oleh lapisan aquiver asin. Berdasarkan gambar penampang tersebut terlihat bahwa terdapat dua batas antara lapisan aluvium dan formasi Kabuh, dan juga terlihat adanya fenomena dorongan pengisian siklus hidrologi yang menyusup melewati formasi Kabuh, mengingat formasi ini didominasi oleh lapisan lempung, pasir, kerikil dengan tingkat porositas sedang hingga tinggi. Aquiver tawar diduga berada di kedalaman mulai 40 hingga 100 meter.Titik Keempat di Timur Kampus UWK Surabaya. Di dapatkan bahwa lapisan atas didominasi oleh lapisan aquiver asin. Berdasarkan gambar penampang tersebut terlihat bahwa terdapat dua batas antara lapisan aluvium dan formasi Kabuh, dan juga terlihat adanya fenomena dorongan pengisian siklus hidrologi yang menyusup melewati formasi Kabuh.
PENGKONSTRUKSIAN KONSEP FISIKA MELALUI PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) Abdul Faqih
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 2 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n2.p29-36

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti berkolaborasi dengan guru di SMA 2 Mojokerto didapatkan bahwa perlu membantu siswa untuk menemukan sendiri konsep fisika dan memperoleh pemahaman yang lebih mendalam dan bermakna. Peneliti mencoba menerapkan suatu pembelajaran agar pembelajaran lebih menarik yaitu dengan pendekatan konstruktivis melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar fisika materi Listrik dinamis di SMA 2 Mojokerto. Rancangan penelitian ini adalah True Experimental design dengan replikasi. Sampel penelitian kelas diambil 3 kelas. Dari hasil analisis uji-t dua pihak didapatkan thitung berturut-turut kelas XA, dan XB sebesar 4,6 dan 3,26 dengan ttabel sebesar 2,00. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen yaitu kelas XA dan kelas XB berbeda dengan kelas kontrol. Hasil uji-t satu pihak didapatkan thitung berturut-turut kelas XA dan XB sebesar 4,6 dan 3,26 dengan ttabel sebesar 1,67. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelas eksperimen yaitu kelas XA dan kelas XB lebih baik daripada kelas kontrol. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan konstruktivis melalui model pembelajaran kooperatif tipe STAD berpengaruh positif terhadap pengkonstruksian konsep fisika berupa hasil belajar fisika materi Listrik Dinamis siswa X SMA 2 Mojokerto.
PENGARUH pH LARUTAN ELEKTROLIT TERHADAP TEBAL LAPISAN ELEKTROPLATING NIKEL PADA BAJA ST 37 Febryan Andinata; Fredina Destyorini; Eni Sugiarti; Munasir Munasir; Kemas A. Zaini T.
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 2 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n2.p48-52

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Obyek eksperimen pada penelitian ini adalah plat baja karbon rendah (Baja ST 37) berbentuk plat persegi dengan dimensi p x l x t. Penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu, persiapan eksperimen dan pelaksanaan eksperimen. Persiapan eksperimen meliputi persiapan benda kerja, pembersihan benda kerja, serta pengukuran keasaman. Dalam penelitian ini masing-masing terdapat 7 kombinasi perlakuan pH pencelupan yaitu pH 3.02, 3.23, 3.40, 3.62, 3.82, 4.02, 4.20. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Visual. Hasil didapat disimpulkan bahwa ada perbedaan massa hasil pelapisan nikel akibat larutan elektrolit dengan variasi pH pada bahan baja karbon rendah dengan taraf signifikasi sebesar 95%. Proses pelapisan nikel dengan menggunakan metode electroplating untuk bahan baja karbon rendah sebaiknya dilakukan pada pH yang memiliki tingkat keasaman pH 3.00 pada proses lapis nikel.
PEMBELAJARAN BERBASIS INQUIRI MELALUI PENGEMBANGAN BLOG PEMBELAJARAN FISIKA DALAM MATA KULIAH MULTIMEDIA Rudy Kustijono
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 2 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n2.p10-22

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan pembelajaran berbasis inquiri melalui pengembangan blog pembelajaran fisika dalam mata kuliah multimedia. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan pembelajaran berbasis inquiri tersebut, mengetahui dampak pengembangan blok pembelajaran fisika terhadap proses inquiri mahasiswa, dan mengetahui apakah pembelajaran tersebut dapat dikategorikan PAIKEM yaitu pembelajaran yang aktif, inovatif,kreatif, efektif, dan menyenangkan. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D), dengan langkah penelitian studi pendahuluan, pengembangan produk dan ujicoba produk. Pokok bahasan penelitian adalah materi yang berhubungan dengan fisika dan aplikasinya, sedangkan ujicoba terbatas diterapkan pada mahasiswa Jurusan Fisika Unesa yang berjumlah 50 orang yang sedang memprogram mata kuliah multimedia pada semester gasal tahun akademik 2012-2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan blog pembelajaran fisika dapat merefleksikan proses tahapan inquiri mahasiswa dengan baik (planning ≥ 80%, retrieving ≥ 85%, processing ≥ 75%, creating ≥ 70%, sharing ≥ 95%, dan evaluating ≥ 80%). Di samping itu pembelajaran berbasis inquiri melalui pengembangan blog pembelajaran fisika dalam mata kuliah multimedia tersebut dapat dikategorikan sebagai PAIKEM karena semua kriteria yang ada mendapatkan penilaian yang baik dari mahasiswa (aktifitas 96%, inovasi 90%, kreatifitas 94%, efektifitas 86%, dan menyenangkan 86%).
PERANAN KREATIVITAS SISWA TERHADAP KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH FISIKA DALAM PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Dwi Sambada
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 2 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v2n2.p37-47

Abstract

Proses belajar mengajar merupakan aktivitas yang berlangsung dengan melibatkan bermacammacam komponen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan yang salah satunya adalah kreativitas siswa. Untuk itu perlu dilakukan usaha perbaikan pengajaran yang lebih mendasar yang menyangkut tentang proses pemecahan masalah dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini untuk menjawab permasalahan bagaimanakah pengaruh kreativitas siswa terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika pokok bahasan optic fisis dalam pembelajaran kontekstual. Populasi adalah seluruh siswa kelas XI SMA 3 Jombang, sedangkan sampel yang diambil adalah siswa kelas XI-A. Data penelitian dikumpulkan dengan metode tes, yaitu tes kreativitas dan tes kemampuan memecahkan masalah. Data dianalisis dengan analisis korelasi regresi sederhana diperoleh hasil penelitian sebagai berikut Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kreativitas siswa terhadap kemampuan memecahkan masalah fisika pokok bahasan optic fisis dengan koefisien korelasi r = 0,752 dan diperoleh hubungan fungsional antara kreativitas dengan kemampuan memecahkan masalah yang dinyatakan dengan garis linier Y = 8,37 + 0,85X. Hasil penelitian ini juga menunjukkan makin tinggi kreativitas makin tinggi pula kemampuan memecahkan masalah dalam pelajaran fisika. Dengan demikian usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan perlu diarahkan pada pengembangan potensi kreativitas dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KONSTRUKTIVIS PADA MATA KULIAH TELAAH KURIKULUM FISIKA II (TKF II) UNTUK MAHASISWA KELAS INTERNASIONAL DI JURUSAN FISIKA UNESA Supriyono Supriyono
Jurnal Penelitian Fisika dan Aplikasinya (JPFA) Vol. 3 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpfa.v3n1.p31-40

Abstract

Perkuliahan Telaah Kurikulum Fisika di Jurusan Fisika dilaksanakan setiap semester dengan cakupan untuk semester gasal membahas konsep-konsep fisika untuk tingkat SMP dan untuk semester genap membahas konsep-konsep fisika SMA. Peran mata kuliah ini sangat penting karena untuk lebih menguatkan konsep-konsep dasar yang diperoleh mahasiswa dalam perkuliahan Fisika Dasar. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap pelaksanaan kegiatan perkuliahan , ada beberapa fakta yang dapat disampaikan, antara lain: Mahasiswa masih kesulitan bernalar tentang konsep untuk menjelaskan fenomena dalam kehidupan sehari-hari. Standar ini masih cukup jauh dari kompetensi yang ingin dicapai pada mata kuliah ini yaitu mahasiswa mampu menganalisis cakupan materi dalam kurikulum SMA,menentukan kedalaman materi, menguasai konsep-konsep dan dapat menggunakan konsep-konsep tersebut untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari.Dengan demikian sangat diperlukan buku ajar yang dapat digunakan sebagai rujukan dalam memahami konsep-konsep dasar fisika sesuai kebutuhan calon guru di tingkat Sekolah Menengah.Tujuan utama dalam penelitian ini adalah dihasilkan buku ajar untuk mata kuliah Telaah Kurikulum Fisika II (TKF II) yang layak digunakan di Kelas Internasional ditinjau dari kesesuaian buku tersebut dalam mengembangkan kompetensi mahasiswa di kelas internasional Jurusan Fisika. Tujuan yang lain yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah (a) Mendiskripsikan kelayakan bahan ajar yang dikembangkan dengan pencapaian kompetennsi pada mata kuliah TKF II untuk mahasiswa Kelas Internasional. (b) Mendiskripsikan keterampilan mahasiswa Kelas Internasional dalam menganalisis konsep berdasarkan SK dan KD pada Kurikulum Fisika SMA? (c)Mendiskripsikan respon mahasiswa Kelas Internasional terhadap bahan ajar berbasis konstruktivis yang dikembangkan. Metode pengembangan bahan ajar ini mengacu pada kerangka pikir Thiagarajan dan Semmel &Semmel yang terdiri dari empat tahap yaitu: tahap define (penetapan), design (perancangan), develop (pengembangan), dan dessiminate (penyebaran). Tahap define dan design masuk pada fase perencanaan pengembangan sedangkan develop dan dessiminate masuk dalam fase pengembangan. Kesimpulan dari hasilpenelitian ini adalah: (a) Buku ajar berbasis konstruktivis untuk mata kuliah TKF II cukup baik dan layak digunakan, (b) Ditinjau dari kelayakan isi, kebahasaan, sajian dan kegrafisan sudah cukup baik walaupun masih perlu disempurnakan (c) Keterampilan mahasiswa dalam menganalisis konsep relatif masih rendah dan perlu ditingkatkan. (d) Respon mahasiswa terhadap bahan ajar yang dikembangkan cukup baik.