cover
Contact Name
M. Guffar Harahap
Contact Email
publisherbarokah@gmail.com
Phone
+6282160084124
Journal Mail Official
publisherbarokah@gmail.com
Editorial Address
Dusun III Desa Lengau Seprang. Kec. Tanjung Morawa. Kab. Deli Serdang. Provinsi Sumatera Utara. INDONESIA
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
STARLA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Published by CV. Barokah Publisher
ISSN : -     EISSN : 31239870     DOI : -
STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, (E-ISSN 3123-9870) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, terbit 4 kali dalam setahun yakni pada bulan: , Maret, Juni, September, Desember. Setiap artikel yang diterbitkan merupakan tanggung jawab Penulis sepenuhnya, namun Redaksi dapat mengedit tanpa mengubah substansi artikel.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 35 Documents
Pemahaman Sumber-Sumber Hukum Islam Kepada Masyarakat Muslim Di Desa Amplas Muhammad Hizbullah; Haidir; Azrai Harahap; Yeltriana; Syahrul Bakti Harahap; Mhd Zulkifli Hasibuan
STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2026): Juni
Publisher : CV. BAROKAH PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber-sumber hukum Islam merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk kehidupan beragama yang benar sesuai dengan tuntunan syariat. Pemahaman masyarakat terhadap kedudukan, fungsi, dan hierarki sumber-sumber hukum Islam masih perlu ditingkatkan. Keterbatasan pemahaman berimplikasi pada kecenderungan sebagian masyarakat menjadikan tradisi, kebiasaan, atau informasi yang belum memiliki dasar hukum Islam yang jelas sebagai rujukan dalam menyelesaikan berbagai persoalan keagamaan. Kondisi tersebut juga ditemukan pada masyarakat Muslim di Desa Amplas, yang menunjukkan perlunya upaya edukasi dan pembinaan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai sumber-sumber hukum Islam yang meliputi alquran, hadis, ijmak, dan qiyas, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal untuk mengidentifikasi kebutuhan mitra, penyampaian materi melalui ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, serta evaluasi terhadap pemahaman peserta.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kedudukan alquran sebagai sumber hukum utama, fungsi hadis sebagai penjelas alquran, serta peran ijmak dan qiyas dalam menjawab persoalan-persoalan hukum Islam yang terus berkembang. Antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan juga menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap pembinaan keagamaan yang bersifat edukatif dan aplikatif. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi hukum Islam masyarakat, memperkuat kesadaran untuk menjadikan sumber-sumber hukum Islam sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, serta mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih bijaksana dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan berdasarkan dalil yang sahih dan prinsip-prinsip syariat Islam.
AKU BERANI MENJAGA DIRIKU: EDUKASI PERLINDUNGAN DIRI ANAK DI NAGORI ADIL MAKMUR Lakum; Nikmah Lubis; Dimas Wijayanto; Insan Kamil Sitorus; Ika Safitri; Annisya Umami
STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2026): September
Publisher : CV. BAROKAH PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan sehingga memerlukan edukasi perlindungan diri sejak usia sekolah dasar sebagai upaya pencegahan. Berdasarkan hasil observasi di SD Negeri 094124 Bosar Maligas, Nagori Adil Makmur, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, masih ditemukan keterbatasan pemahaman peserta didik mengenai batasan tubuh, sentuhan yang aman dan tidak aman, serta langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi yang membahayakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keberanian peserta didik dalam melindungi diri melalui program edukasi “Aku Berani Menjaga Diriku.” Metode yang digunakan adalah Participatory Learning and Action (PLA) dengan tahapan persiapan, penyampaian materi, simulasi role play, dan evaluasi melalui observasi partisipatif, tanya jawab, serta refleksi peserta. Materi edukasi meliputi pengenalan tubuh pribadi, perbedaan sentuhan baik dan sentuhan tidak baik, penerapan tiga langkah berani (katakan tidak, menjauh, dan bercerita), serta kebiasaan menjaga diri dalam kehidupan sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta didik mengikuti kegiatan secara aktif, mampu mengidentifikasi bagian tubuh pribadi, membedakan sentuhan yang aman dan tidak aman, serta mempraktikkan langkah perlindungan diri melalui simulasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi dalam membangun kesadaran perlindungan anak di lingkungan sekolah dan menjadi upaya preventif untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan ramah anak.
PENGUATAN LITERASI WAKAF, TRANSPARANSI DIGITAL, DAN KEPERCAYAAN UNTUK MENDORONG PARTISIPASI WAKAF UANG DI LAZISWA MAWARIDUSSALAM M. Guffar Harahap; Muhajirin Ansori Situmorang; Putri Nuraini
STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2026): September
Publisher : CV. BAROKAH PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cash waqf has the potential to serve as an Islamic philanthropic instrument that supports economic empowerment and social welfare. However, public participation still faces challenges related to limited literacy regarding the concept and impact of cash waqf, the need for transparent management, and trust in waqf institutions. This community service activity aimed to strengthen waqf literacy, digital transparency, and trust to encourage cash waqf participation at LAZISWA Mawaridussalam. The activity was conducted on 12 December 2025 with 30 participants through a seminar and workshop. The materials covered the concept and mechanism of cash waqf, its benefits and impacts, digital transparency, accountability, and public trust. Evaluation indicated improved participant understanding after the seminar and workshop. In practical terms, the activity strengthened participants' understanding of cash waqf and the importance of information transparency in building trust. Because numerical pre-test and post-test data were not available, the improvement is not expressed as a percentage. The activity indicates that a combination of education and workshop activities can be a relevant approach to strengthening the foundation for cash waqf participation
PENDAMPINGAN PROGRAM KELURAHAN RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK (KRPPA) DALAM RUANG BERSAMA INDONESIA (RBI) UNTUK MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER DAN PEDULI ANAK DI KELURAHAN BANGKINGAN SURABAYA Krido Eko Cahyono; Anik Prastyorini; Rizqi Firmansyah Bibra
STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2026): September
Publisher : CV. BAROKAH PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KRPPA (Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak) adalah sebuah inisiatif kelurahan yang menggabungkan program perlindungan dan pemberdayaan perempuan dengan program perlindungan serta pemenuhan hak anak. Penggabungan perspektif gender dan anak ke dalam pengelolaan pemerintahan di tingkat kelurahan, pembangunan kelurahan, serta pengembangan dan pemberdayaan masyarakat harus dilakukan secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan dalam waktu jangka panjang. Tujuan dari pendampingan program KRPPA adalah untuk memperkuat pemberdayaan masyarakat dengan fokus pada gender dan hak anak yang merupakan konsep Rumah Bersama Indonesia (RBI) dari gerakan kolaboratif prioritas Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang berfokus di tingkat desa dan kelurahan. Program KRPPA yang diinisiasi oleh kementerian bertujuan untuk mendukung kebutuhan perkembangan anak-anak di Kelurahan Bangkingan, disesuaikan dengan kebutuhan spesifik mereka. Kelurahan Bangkingan berkolaborasi dalam implementasi KRPPA dari Dinas DP3A Pemkot Surabaya. Dengan melibatkan berbagai pihak seperti orang tua dan pemerintah lokal, program ini berhasil menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak. Penilaian KRPPA memiliki 10 skor indikator yang harus dipenuhi. Pendekatan menyeluruh ini telah menunjukkan sejauh mana Kelurahan Bangkingan telah mencapai kelurahan yang ramah perempuan dan anak. Metode yang diterapkan dalam program pengabdian masyarakat di Kelurahan Bangkingan, Kecamatan Lakarsantri, Kota Surabaya adalah Community Based Research(CBR). Tahapan yang dilakukan mencakup tahapan awal dan tahapan pendampingan bersama masyarakat. Optimalisasi untuk mewujudkan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak mempertahankan RW yang sudah terindikasi RW responsive gender dengan nilai 10.
PEMAHAMAN TALAQ DAN RUJU' DALAM PERSEPSI PERNIKAHAN DI DESA NAGORI TALUN SARAGIH KECAMATAN BOSAR MALIGAS KABUPATEN SIMALUNGUN Syawaluddin Damanik; M. Haikal Rahman Situmo; Diana Susmita Mangunsong; Dea Novita
STARLA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 3 (2026): September
Publisher : CV. BAROKAH PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman masyarakat Desa Nagori Talun Saragih, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun mengenai konsep talaq dan ruju' dalam institusi pernikahan Islam, serta implikasinya terhadap legalitas hukum syariat dan hukum positif (UU No. 1 Tahun 1974 jo. KHI). Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis riset lapangan (field research) yang dipadukan dengan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Sosialisasi Hukum Keluarga Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Nagori Talun Saragih memahami talaq dan ruju' secara tekstual-patriarkal tanpa dibarengi pemahaman administratif kelembagaan Pengadilan Agama. Praktik talaq lisan di luar pengadilan masih dianggap sah secara mutlak oleh sebagian warga, sehingga memicu kerentanan status hukum perempuan dan anak. Melalui edukasi interaktif dan pendampingan hukum oleh tim dosen dan mahasiswa KKN IAIDU Asahan, terjadi peningkatan pemahaman normatif dan yuridis masyarakat sebesar 65% mengenai pentingnya pencatatan perceraian dan ikrar ruju' secara resmi demi terciptanya kepastian hukum dan keadilan keluarga.

Page 4 of 4 | Total Record : 35