cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.tarbawi@ibi.ac.id
Phone
+628881542856
Journal Mail Official
jurnal.tarbawi@ibi.ac.id
Editorial Address
Jl. K.H. Hasyim Ashari kav dpr 236 gg. ambon. Kec. Pinang Kota Tangerang Post Code: 15145
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Tarbawi Website
ISSN : 20885733     EISSN : 27154777     DOI : https://doi.org/10.51476/tarbawi
Core Subject : Religion, Education,
Tarbawi adalah Jurnal pendidikan dan pemikiran Islam yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Binamadani Indonesia. Bidang kajian jurnal ini meliputi : 1. Komponen-komponen pendidikan Islam, seperti: kurikulum, model atau metode pembelajaran 2. Manajemen dan sistem pendidikan Islam 3. Psikologi pendidikan Islam 4. Konsep dan pemikiran tokoh pendidikan Islam 5. pemikiran pendidikan Islam kontemporer
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi" : 6 Documents clear
PERAN CRITICAL THINKING DALAM MENDORONG KREATIVITAS PESERTA DIDIK DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 MENUJU ERA REVOLUSI INDUSTRI 5.0 Amiroh Amiroh; Dewi Indrawati
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.293

Abstract

Pendidikan abad ke-21 merupakan sebuah pembelajaran yang memadukan kemampuan literasi, kecakapan dalam ilmu pengetahuan, keterampilan, serta penguasaan teknologi informasi dan komunikasi. Kecakapan yang dibutuhkan pada abad 21 menuju abad 22 adalah dengan menerapkan keterampilan berpikir lebih tinggi atau bisa disebut dengan critical thinking guna mempersiapkan siswa dalam menghadapi semua medan dan halang rintangan global. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa penting critical thinking dalam mendorong maupun mengembangkan kreativitas peserta didik di era 4.0 menuju era 5.0, khususnya di Negara Indonesia. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang diambil dari berbagai macam sumber-sumber karya tulis ilmiah yang sudah ada yang sesuai dengan judul pembahasan materi ini. Hasil yang didapat dari analisa semua bahan yang menyangkut materi ini, dari sumber utama maupun sumber pendukung judul ini adalah bahwa, peran critical thinking ini sangatlah mempengaruhi dalam proses penciptaan maupun memunculkan sebuah kreativitas pada peserta didik di era 4.0. dengan bantuan serta dorongan dari pendidik-pendidik yang profesional, dapat dipastikan peserta didik mampu untuk mengikuti perkembangan konsep pembelajaran berbasis robot yang ada di era 5.0.
MODERASI BERAGAMA DI LINGKUNGAN PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN Abdul Rosyid
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.388

Abstract

Muncul perbedaaan sikap di kalangan perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI) terhadap kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia tentang moderasi agama, apakah dengan model isolated subject (mata kuliah tersendiri) atau integrated subject (bagian mata kuliah yang sudah ada). Penelitian ini berpandangan bahwa kebijakan moderasi beragama yang dikeluarkan pemerintah mendapatkan respon akademis dan sosial yang berbeda-beda dari civitas perguruan tinggi. Tujuan utama studi ini adalah menyuguhkan pemetaan dan analisa respon PTKI negeri dan swasta terhadap implementasi kebijakan moderasi beragama. Beberapa penelitian terdahulu telah memaparkan bahwa setiap perguruan tinggi mempunyai suasana dan budaya akademik yang unik dan tidak sama satu sama lain. Keunikan tersebut lahir dari kondisi sosio-kultural, visi-misi, dan kurikulum yang diterapkan. Senada dengan hal tersebut, perguruan tinggi tidak dapat mengimplementasikan kebijakan pemerintah tanpa pertimbangan akademik yang matang, karena akan berefek pada perubahan sektor dalam perguruan tingi lainnya. Namun demikian, di sisi lain, perguruan tinggi diperkaya dengan adanya sumber daya yang bermacam-macam yang berpotensi menimbulkan perbedaan pandangan dan sikap. Oleh karena itu, menjadi studi yang penting untuk menganalisa faktor-faktor yang melatar belakangi perbedaaan sikan PT dalam melaksanakan kebijakan moderasi agama di perguruan tinggi.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS KURIKULUM MERDEKA Utami Maulida
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.392

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk membahas pengembangan modul ajar berbasis kurikulum merdeka belajar. Modul ajar merupakan badan kurikulum merdeka yang mana pengganti rencana pembelajaran. Modul ajar kurikulum merdeka merupakan pengganti dari RPP yang berformat dan bersifat variatif yang meliputi materi/ konten pembelajaran, metode pembelajaran, interpretasi, dan teknik mengevaluasi yang disusun secara sistematis dan memukau untuk mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Guru mengembangkan modul ajar sebelum melakukan pembelajaran di dalam kelas. Salah satu fungsi modul ajar untuk mengurangi beban guru dalam menyajikan konten sehingga guru dapat memiliki banyak waktu untuk menjadi tutor dan membantu siswa pada proses pembelajaran.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMIKIRAN K.H HASYIM ASY'ARI Mohamad Zaenal Arifin; Abdul Ghofur; Abdul Latif
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.400

Abstract

Pendidikan karakter bukan hal yang baru dalam sistem pendidikan Islam sebab roh atau inti dari pendidikan Islam adalah pendidikan karakter yang semula dikenal dengan pendidikan akhlak. Di antara tokoh yang concern dengan pendidikan karakter adalah K.H Hasyim Asy'ari. Dalam tulisan ini, penulis akan mengeksplorasi pemikiran-pemikiran beliau tentang pendidikan karakter, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan, selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa pemikiran K.H Hasyim Asy'ari tentang pendidikan karakter bermuara pada tiga hal, yakni: Pertama, Pemaknaan dan tujuan pendidikan karakter yang dipandang sebagai upaya memanusiakan manusia secara utuh sehingga menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah Swt dan mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Adapun tujuan yang hendak diraih adalah berkisar pada dimensi keilmuan, pengamalan, dan religius; Kedua, Urgensi pendidik. Kriteria pendidik dalam pandangan K.H Hasyim Asy’ari adalah harus menjaga akhlak dalam pendidikan; Ketiga, Peserta didik, harus memiliki adab dan karakter yang baik, seperti: memurnikan niat, bersikap tawadhu’, menghormati guru, berperilaku sabar, qana'ah, zuhud, wara', dan menghindari hal-hal yang kotor dan maksiat.
IMPLEMENTASI PERENCANAAN STRATEGIS DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH Imam Turmidzi; Istianah Istianah
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.403

Abstract

Tulisan ini membahas tentang implementasi perencanaan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Manajemen strategi merupakan manajemen sebuah perencanaan yang berskala besar untuk meraih tujuan jangka panjang organisasi. Pengelolaan pendidikan yang bermutu di madrasah tidak bisa lepas dari implementasi perencanaan strategis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode pustaka. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa para ahli dan penulis manajemen strategis terkadang tidak membedakan antara perencanaan strategis dan manajemen strategis. Dalam penerapan rencana pengembangan madrasah yang dituangkan dalam dokumen atau disebut RPS/M harus diperhatikan prosesnya dan dievaluasi. Dalam implementasi rencana strategis kemungkinan besar banyak tantangan yang diperkirakan akan muncul selama implementasi strategi strategis. Hambatan tersebut dapat berkembang dari ketidaksesuaian antara hasil perencanaan (dokumen) dan kenyataan yang ada di lingkungan kelembagaan (madrasah), atau masalah yang timbul dari peran mitra dalam melaksanakan rencana strategis, yaitu tim manajemen atau kepala sekolah sebagai pemangku kebijakan.
PERAN ULAMA DAN ORMAS ISLAM DALAM PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Ahmad Suja'i; Muhammad Amir Baihaqi
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.404

Abstract

Perjuangan tokoh ulama’ di Indonesia tidak hanya sampai pada mensyiarkan dakwah. Kerisauannya dengan pendidikan Islam di Indonesia kala itu, membuat tokoh ulama’ berusaha untuk mendirikan sistem dan lembaga pendidikan islam seiring dengan organisasi yang telah didirikannya. Dalam tulisan ini, penulis akan mengeksplorasi peran ulama dan ormas Islam dalam upaya menumbuh-kembangkan pendidikan Islam di Indonesia. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan, selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Tulisan ini menyimpulkan bahwa selain program dalam bidang dakwah dan sosial, pendidikan menjadi salah satu program yang sangat penting. Masuknya ide-ide pembaharuan pemikiran Islam dalam bidang pendidikan, menyadarkan organisasi Islam tersebut tentang pentingnya mengintegrasikan ilmu pengetahuan. Beberapa tokoh seperti K.H. Ahmad Dahlan, K.H. Hasyim Asyari, K.H. Imam Az-Zarkasyi, Buya Hamka, Mahmud Yunus dan ulama lainnya sangat andil besar dalam memperbaharui konsep dan sistem pendidikan di Indonesia khususnya mengenai pendidikan Islam. Tokoh tersebut bersama organisasinya seperti Muhammadiyah, Nahdlatul ‘Ulama, Al Jami’at Al Khoriyah, dan Al Irsyad. juga mendirikan lembaga pendidikan yang sampai saat ini masih memberikan kontribusi dalam pendidikan di Indonesia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6