cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal.alfikrah@ibi.ac.id
Phone
+628881542856
Journal Mail Official
jurnal.alfikrah@ibi.ac.id
Editorial Address
JL. KH. Hasyim Ashari, Gg. Ambon / Kavling DPR, No. 236, Nerogtog Pinang, RT.003/RW.004, Kenanga, Kec. Pinang, Kota Tangerang, Banten 15148
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam.
ISSN : 28083571     EISSN : 28092252     DOI : ttps://doi.org/10.51476/alfikrah
Core Subject : Education,
Al Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Magister Pendidikan Agama Islam Institut Binamadani Indonesia. Bidang kajian jurnal ini mencakup: 1. Konsep dan pemikiran tokoh pendidikan Islam 2. Pemikiran kontemporer pendidikan Islam 3. Komponen-komponen pendidikan Islam, seperti: kurikulum, model pembelajaran, psikologi perkembangan dan pendidikan, manajemen dan sistem pendidikan Islam, dan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2022): Afikrah" : 6 Documents clear
SEJARAH PESANTREN DAN TRADISI PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Novrizal Novrizal; Ahmad Faujih
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Afikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v2i1.354

Abstract

Penelitian ini membahas tentang sisi sejarah lembaga pendidikan pesantrenyang menjadi tradisi model pendidikan Islam khas Indonesia. Dalam perjalanansejarah bangsa Indonesia, peran pesantren tidak hanya dalam hal mendidikmasyarakat Indonesia dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, danberakhlak mulia, tetapi juga mampu menggerakkannya agar bangkit danberjuang merebut kemerdekaan dari penjajahan dan mengisi kemerdekaandengan hal yang konstruktif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.Data-data penelitian diperoleh dari sumber-sumber kepustakaan yang dianalisismenggunakan pendekatan deskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkanbahwa aspek kesejarahan pesantren masih menjadi perdebatan para ahli karenabelum adanya data-data sejarah yang bersifat valid. Dalam konteks sejarahpendidikan di Indonesia, ketidakjelasan ini bukan hanya untuk lembagapendidikan pesantren yang pada awal-awal pendiriannya masih berpusat diJawa, namun faktanya demikian itu juga terjadi dengan lembaga pendidikan lainyang semodel, seperti: balai, surau, dan madrasah. Meski demikian, pesantrendianggap sebagai model pendidikan paling tua di Indonesia yang telah diakuikualitasnya, jika dilihat dari segi kemampuannya dalam mencetak kader-kadergenerasi penerus bangsa yang handal dan mampu, baik dalam bidang agamaataupun dalam pentas peran dan tokoh kepemimpinan nasional
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DENGAN MEDIA WHATSAPP DI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) BINAMADANI TANGERANG UNTUK MENCIPTAKAN MAHASISWA AKTIF BELAJAR Umar Samsudin
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Afikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v2i1.355

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mengimplementasikanpembelajaran daring materi PAI dengan media whatsApp pada mahasiswa agaraktif belajar pada saat kuliah berlangsung. Penelitian ini dapat dikategorikan kedalam penelitian deskriptif kualitatif, yaitu peneliti berusaha menggali informasidan melakukan rencana dan pelaksanaan pembelajaran dengan maksimal, yaknidengan mendesain pembelajaran terlebih dahulu lalu menerapkannya pada saatproses pembelajaran dengan media whatsApp. Peneliti sebagai instrumenutama, menggali data dengan melakukan observasi secara mendalam darisumbernya yaitu mahasiswa sekaligus sebagai informan yang terdiri dari duakelas reguler pagi berjumlah 25 mahasiswa dan dua kelas reguler sore berjumlah40 mahasiswa jurusan PAI program sarjana strata satu. Hasil penelitianmenemukan bahwa kemampuan dosen dalam mendesain pembelajaran materiPAI yang sesuai antara media whatsApp dengan kondisi pandemi covid 19terbukti efektif dan mampu mengaktifkan belajar mahasiswa. Temuan inisekaligus menolak penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pembelajarandengan media whatsApp tidak efektif. Desain, Implementasi, Pembelajaran Materi PAI, WhatsApp dan AktifBelajar
MAZHAB SINONIMITAS (AL-TARÂDUF) DALAM ‘ULUMUL QUR’AN Badrus Samsul Fata; S Mahmudah Noorhayati
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Afikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v2i1.356

Abstract

Tulisan ini mengupas polemik tentang mazhab sinonimitas bahasa (al-tarâduf fîal-lughah) di kalangan sarjana Muslim dalam berbagai bidang keilmuan,khususnya bidang ‘Ulumul Qur'an. Sinonimitas sendiri merupakan fenomenakebahasaan penting, sebab variasi kesamaan dan perbedaan “kata” berdampakbesar pada perubahan dan kesamaan “makna”. Penelitian ini merupakanpenelitian kepustakaan. Sumber data didapat dari penelusuran literaturkepustakaan, yang kemudian dideskripsikan dan dianalisis sedemikian rupasehingga menghasilkan pembahasan yang sistematis. Hasil pembahasanmenunjukkan bahwa para sarjana muslim terbagi menjadi dua mazhab utama,yaitu mereka yang menerima sinonimitas (mutsabbitu al-tarâduf) termasuktermasuk al-Farahidhi (w. 173H), Sibawaih (w. 180H), al-Ashmu‘i (w. 216H), alRummani (w. 384H), Hamzah al-Ashfihani (w. 360H), Ibnu Khalawaih (w. 370H),dan lainnya. Barisan sarjana yang menolak sinonimitas (munkiru al-tarâduf)misalnya Abu al-‘Abbas Tsa‘lab (w. 291 H), Abu ‘Ali al-Farisi (w. 377 H), Ibnu Faris(w. 395 H), Abu al-Hilal al-‘Askari (w. 395 H), dan lainya. Artikel ini menemukanbahwa mayoritas ulama dan sarjana ‘Ulumul Qur’an yang berposisi mendukungmazhab sinonimitas (mutsabbitu al-tarâduf) mengajukan (4) empat basisargument; 1) Sinonimitas (al-tarâduf) kata adalah sebuah keniscayaan sebab alQur’an diturunkan dalam format al-ahruf al-sab‘ah; 2) Sinonimitas (al-tarâduf)kata memiliki justifikasi fungsional penting sebagai “penguat” makna (li tawkîdal-ma‘nâ); 3) Sinonimitas (al-tarâduf) kata juga berfungsi sebagai penciri ayatayat mutasyâbihât; 4) Mayoritas ulama tafsir dalam berbagai karyanyamenggunakan sinonimitas (al-tarâduf) kata untuk memudahkan penafsiran danmendekatkan makna al-Qur’an kepada para pembacanya.
TEKNOLOGI DALAM BINGKAI PENDIDIKAN Achmad Saeful
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Afikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v2i1.357

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang teknologi dalam bingkai Pendidikan. Teori yangdibangun dari tulisan ini adalah teori filsafat progresivisme dan teorikonstruktivisme. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (LibraryResearch), dimana sumber datanya diperoleh dari literatur-literatur, seperti:buku, jurnal ilmiah, dan sejenisnya. Data yang dikumpulkan kemudian dibahasmenggunakan pendekatan deskriptif analitis. Dari tulisan ini diungkapkanbahwa saat ini keberadaan teknologi sering dijadikan ukuran dalam kemajuansebuah lembaga pendidikan, tak terkecuali dalam pendidikan Islam. Aksesterhadap teknologi sampai saat masih belum merata, sehingga lembagapendidikan Islam di wilayah pedalaman masih memiliki ketidakmampuan untukmelakukan akses terhadapnya. Di sisi lain, kemampuan menggunakanteknologi dalam pembelajaran masih menjadi perihal yang perlu dibenahi,tidak sedikit dari SDM di lembaga pendidikan Islam yang tidak memilikikemampuan untuk menggunakan/melakukan pembelajaran berbasis teknologi.
PENYELESAIAN KASUS PENODAAN AGAMA DAN KEBEBASAN BEREKSPRESI DALAM PERSPEKTIF KITAB USHUL AL-FIQH ALISLAMI KARYA WAHBAH AL-ZUHAILI Mohamad Zaenal Arifin
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Afikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v2i1.358

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang kasus penodaan agama dalam kaitannya dengankebebasan berekspresi. Kajian ini merujuk kepada pemikiran hukum IslamWahbah Zuhaili dalam kitab Ushul Fiqh al-Islami. Kebebasan berekspresi padadasarnya merupakan hak dasar setiap individu. Namun dalam implementasikebebasan tersebut seringkali menyinggung kesucian dan muru'ah ajaranagama. Hal semacam ini menjadi kontraproduktif dengan semangatkeharmonisan relasi antar pemeluk umat beragama. Kajian ini menggunakanmetode kualitatif. Pembahasannya menggunakan pendekatan kepustakaandengan mengambil sumber data dari literatur kepustakaan, kemudiandianalisis secara deskriptif analitis. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwaIslam sebagai agama yang sangat menghargai kebebasan berekspresi, telahmengatur dengan sangat baik cara-cara berekspresi dan mengemukakanpendapat dan pikiran yaitu dengan memberikan batas-batas tertentu agartidak ada yang dirugikan akibat dari kebebasan tersebut. Pada dasarnyaberekspresi yang bebas tanpa batas tidak boleh ditujukan pada agama danaturan-aturannya yang fundamental. Semuanya dilakukan dalam upayamenjaga dan melindungi agama dari kerusakan.
PERAN PENTING PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BAGI PENDIDIKAN DI INDONESIA Suharto Suharto
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 1 (2022): Afikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v2i1.359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pendidikan agama Islambagi pembentukan kepribadian para penerus bangsa indonesia ini. Melaluipendidikan agama Islam, pemerintah dapat membentuk benteng peradabanyang dimana dapat menjadi kekuataan bagi bangsa indonesia ini khususnyamenghadapi perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat. Penelitianini adalah penelitian kualitatif. Peneliti mengambil data dari sumberkepustakaan seperti buku, jurnal, dan lainnya. Penelitian ini menemukan bahwadi dalam agama Islam sendiri diturunkan oleh Allah Swt kepada NabiMuhammad SAW sebagai ajaran atau agama penyempurna atas ajaran yangsudah ada di muka bumi ini yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya. Sebagaiagama penyempurna sudah dapat dipastikan bahwa ajarannya sangat lengkaphingga mengajarkan manusia berhubungan dengan sesama manusia, manusiaberhubungan dengan Tuhan dan manusia berhubungan dengan lingkungan. Didalam al-Quran sudah dijelaskan secara mendetail apa yang harus dilakukanoleh umat manusia -khususnya umat muslim- dalam menjalankan hidupnya.Sudah saatnya kita sebagai umat muslim kembali menjadikan al-Quran sebagaipedoman kehidupan sehari-hari. Hal ini akan tercermin dari kepribadianseseorang dalam beraktivitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 6