cover
Contact Name
Ajeng Muliasari
Contact Email
pgsdstkipsm@gmail.com
Phone
+6282297289809
Journal Mail Official
pgsdstkipsm@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Labuan Kilometer 5 Kadulisung Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten Indonesia, 42253.
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mengajar
ISSN : -     EISSN : 30893445     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan dan Penelitian Serumpun Mengajar (SM) dengan e-ISSN: 3089-3445 merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Syekh Manshur Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Jurnal ini dapat dijadikan sebagai wadah publikasi ilmiah bagi dosen, guru, mahasiswa, dan peneliti pada semua bidang ilmu pendidikan. Jurnal SM ini terbit perdana pada tahun 2024 dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan April (Semester Ganep) dan Oktober (Semester Ganjil) dengan harapan dapat memberikan kemudahan bagi Author untuk submit tulisan hasil penelitian terbaiknya disini.
Articles 49 Documents
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI SISTEM PERNAPASAN MANUSIA KELAS V SDN MUNJUL 1 KECAMATAN MUNJUL PANDEGLANG alvia alvi
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR Vol. 2 No. 02 (2025): JURNAL SERUMPUN MENGAJAR VOL 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Team Assited Individualization (TAI) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS materi sistem pernapasan manusia di kelas V SDN Munjul 1. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model spiral Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, meskipun siswa menunjukkan antusiasme, keterlibatan aktif mereka masih rendah dengan nilai rata-rata awal 29,62% dan meningkat menjadi 33,33% pada pertemuan kedua. Berdasarkan refleksi, dilakukan perbaikan strategi di siklus II melalui model yang lebih intensif, pemberian penghargaan, dan pendampingan kelompok. Hasilnya, siswa lebih aktif berdiskusi dan presentasi, suasana kelas menjadi kondusif, serta lebih dari 80% siswa mencapai nilai di atas KKTP (65). Diskusi dari temuan ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran TAI secara bertahap dan reflektif mampu meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran sistem pernapsan manusia. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa model pembelajaran TAI dalam meningkatkan keterlibatan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS di kelas V.
MENINGGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS MATERI KEBUTUHAN PRIMER MANUSIA DENGAN MENGUNAKAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING KELAS IV SDN 2 PARUNGSARI Putri Siti Nurputri Tri Utami
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR Vol. 2 No. 02 (2025): JURNAL SERUMPUN MENGAJAR VOL 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

     Tujuan dari penelitian ini utuk mengetahuai hasil belajar siswa pada mata pelajaraan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial materi kebutuhan primer manusia dengan menggunakan metode contextual teaching and learning (CTL). Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN 2 Parungsari Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak Banten pada tahun ajaran 2024/2025 dengan jumblah siswa 17. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model kemmis and mc. Taggart yang terdiri tiga siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi.teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini adanya peningkatan hasil belajar siswa meperoleh nilai rata-rata prasiklus 40,70, setelah menggunakan metode contextual teaching and learning (CTL) pada siklus I nilai rata-rata menjadi 77,29, pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 80 dan pada siklus III meningkat menjadi 86,23 nilai rata-rata yang diperoleh. Peninggkatan ini menunjukan bahwa penerapan metode contextual teaching and learning (CTL) efektif dalam meningkatakan hasil belajar siswa pada materi kebutuhan primer manusia.    
KONSEP DASAR DAN PROSEDUR PEMBELAJARAN REMEDIAL Ida parida, Siti jahwa nur badriyah, mela fitriani, Tatu Maesaroh
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR Vol. 2 No. 02 (2025): JURNAL SERUMPUN MENGAJAR VOL 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran remedial merupakan komponen penting dari sistem pendidikan, yang bertujuan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar dalam mencapai kompetensi minimum yang dipersyaratkan. Artikel ini membahas konsep dasar pembelajaran remedial, termasuk definisi, tujuan, prinsip, dan urgensi penerapannya dalam konteks sekolah. Lebih lanjut, artikel ini menguraikan prosedur penerapan pembelajaran remedial, mulai dari mengidentifikasi masalah belajar, mendiagnosis kesulitan, merencanakan pembelajaran remedial, pelaksanaan, hingga mengevaluasi hasil. Pendekatan kualitatif digunakan dengan merujuk pada beberapa jurnal ilmiah yang relevan. Salah satu jurnal yang dianalisis bersumber dari situs web Garuda Ristekdikti, yang ditinjau untuk menilai penerapan konsep dan ketepatan ejaan atau tata bahasa. Temuan menunjukkan bahwa masih terjadi kesalahan ejaan kecil dalam penulisan akademis, seperti penyalahgunaan kata serapan dan penempatan tanda baca yang tidak tepat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pembelajaran remedial yang lebih efektif dan sistematis, sekaligus menekankan pentingnya ketepatan linguistik dalam penulisan akademis.
STRATEGI PENERAPAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR DI SEKOLAH A Ifal Fauzi,Siti Hikmatus Solihah, Afifah Sari Utami, Tatu Maesaroh
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR Vol. 2 No. 02 (2025): JURNAL SERUMPUN MENGAJAR VOL 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan strategi penerapan psikologi pendidikan dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa di sekolah dasar. Kedisiplinan belajar merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas pendidikan dan hasil belajar siswa. Melalui pendekatan psikologi pendidikan, diharapkan dapat ditemukan metode yang efektif untuk memotivasi siswa, mengelola perilaku mereka, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini mengungkapkan bahwa penerapan prinsip-prinsip psikologi pendidikan, seperti pemberian reinforcement positif, pengaturan lingkungan belajar, dan pembentukan kebiasaan baik, dapat meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pendidikan di sekolah dasar dan menjadi referensi bagi sekolah-sekolah lain yang menghadapi tantangan serupa.
TRANSFORMASI PERAN GURU PROFESIONAL DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI Intan andyani , Shinta sari, Ninis, Tatu Maesaroh.
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR Vol. 2 No. 02 (2025): JURNAL SERUMPUN MENGAJAR VOL 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Globalisasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan. Guru sebagai ujung tombak pendidikan dituntut menjadi profesional yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji transformasi peran guru profesional dalam menghadapi tantangan globalisasi serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru profesional harus memiliki kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian yang kuat serta mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan peserta didik di abad 21. Oleh karena itu, penguatan pelatihan berkelanjutan dan dukungan kebijakan pendidikan sangat diperlukan untuk menunjang profesionalisme guru.
KESULITAN BELAJAR DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA UNTUK ANAK SD Aen Nurosmiyati, Intan Adzkia Ramadhani, Dicki Pratama Rosadi, Tatu Maesaroh.
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR Vol. 2 No. 02 (2025): JURNAL SERUMPUN MENGAJAR VOL 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar untuk mewariskan kebudayaan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pendidikan diwujudkan melalui suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan bagi dirinya maupun masyarakat.Secara sederhana dan umum, pendidikan dapat dimaknai sebagai usaha manusia untuk menumbuhkan dan mengembangkan potensi bawaan, baik jasmani maupun rohani, sesuai dengan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat dan kebudayaan. Pendidikan dan kebudayaan hadir secara berdampingan serta saling memajukan.Pendidikan, menjadi sangat penting dalam kehidupan bangsa sehingga banyak ahli berusaha mengkaji dan menyampaikan makna sejati pendidikan dalam kehidupan ini.Sistem pendidikan tidak selalu identik dengan sekolah atau jalur pendidikan formal, melainkan juga mencakup jalur pendidikan di luar sekolah yang dapat diselenggarakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan berfungsi untuk mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional, serta pengembangan sikap dan kepribadian yang fungsional.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK SECARA FISIK TERKAIT DALAM PEMBENTUKAN KEMAMPUAN DAN FUNGSI TUBUH ANAK Devi Pratama, Dede Sri Sukaesih, Ropikoh Nopianti, Tatu Maesaroh.
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR Vol. 2 No. 02 (2025): JURNAL SERUMPUN MENGAJAR VOL 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas pertumbuhan dan perkembangan fisik anak sebagai dua proses saling terkait yang membentuk fungsi tubuh dan keterampilan motorik anak. Pertumbuhan fisik mencakup peningkatan ukuran tubuh seperti tinggi, berat, dan volume organ secara kuantitatif. Sementara itu, perkembangan fisik meliputi perubahan kualitatif seperti kematangan saraf, otot, serta kemampuan motorik halus dan kasar. Masa kanak-kanak merupakan periode penting di mana pertumbuhan berlangsung pesat, dipengaruhi oleh gizi, kesehatan, dan lingkungan. Perkembangan fisik juga menjadi dasar bagi kemajuan aspek kognitif dan sosial anak. Pemahaman mendalam mengenai proses ini penting untuk mendukung pemantauan dan intervensi yang tepat. Penelitian ini memberikan gambaran menyeluruh tentang tahapan, ciri, dan faktor yang memengaruhi pertumbuhan fisik anak, serta menekankan peran orang tua dan pendidik dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
MENGGALI KOMPETENSI DAN KODE ETIK GURU DALAM DUNIA PENDIDIKAN Ratna Nurbaeti, Anisa Sri Wahyuni, Tatu Maesaroh.
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR Vol. 2 No. 02 (2025): JURNAL SERUMPUN MENGAJAR VOL 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia Pendidikan, guru profesional merupakan faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan saat ini. Guru yang profesional yang di maksud adalah guru yang berkualitas serta berkompetensi dan juga guru yang mampu mempengaruhi proses belajar siswa yang nantinya akan menghasilkan prestasi siswa yang baik. Untuk menciptakan peserta didik yang berkualitas guru harus mampu menguasai 4 kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Selain itu, guru harus memiliki kode etik yang harus dijalankan oleh guru di Indonesia sebagai pedoman untuk bersikap dan berperilaku dalam melaksanakan tugas profesinya sebagai pendidik, anggota masyarakat, dan warga negara. Pedoman tersebut diharapkan nantinya bisa membedakan perilaku baik atau buruk seorang guru, memilah-milah mana saja hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama menjalankan tugas sebagai seorang pendidik. Kode etik guru sesungguhnya merupakan pedoman yang mengatur hubungan guru dengan teman sejawat, peserta didik, pemimpin, masyarakat, dan dengan misi tugasnya. Jalinan hubungan tersebut dilakukan untuk kepentingan perkembangan siswa secara optimal, secara jelas hubungan itu diatur oleh kode etik. 
PERAN SELF-EFFICACY DALAM MENINGKATKAN KETEKUNAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Euis Purwasih, Elna hayani, Eni Nurlatifah, Sofi Hidayanti, Tatu Maesaroh.
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR Vol. 2 No. 02 (2025): JURNAL SERUMPUN MENGAJAR VOL 02 NO 02 OKTOBER 2025
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN DAN PENELITIAN SERUMPUN MENGAJAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran self-efficacy dalam meningkatkan ketekunan belajar siswa sekolah dasar. Self-efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuannya menyelesaikan tugas, yang berpengaruh besar terhadap motivasi dan ketekunan dalam belajar. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode wawancara dan observasi terhadap lima siswa kelas V dan dua guru wali kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan self-efficacy tinggi menunjukkan semangat belajar yang lebih stabil, tidak mudah menyerah, serta mampu menghadapi kesulitan dengan cara yang positif. Faktor-faktor yang memengaruhi self-efficacy antara lain pengalaman keberhasilan, dukungan guru dan orang tua, serta pengaruh teman sebaya. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan self-efficacy sejak dini berperan penting dalam membentuk ketekunan belajar siswa. Guru dan orang tua memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang mendukung terbentuknya self-efficacy yang sehat pada anak.