cover
Contact Name
Amzal Mortin Andas
Contact Email
jhps@ubs.ac.id
Phone
+6281804369348
Journal Mail Official
jhps@ubs.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Bani Saleh Jl. Mayor M. Hasibuan No 68 Bekasi Timur 17113, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Health and Pharmaceutical Sciences
Published by Universitas Bani Saleh
ISSN : -     EISSN : 31238734     DOI : 10.65624
Core Subject : Health,
Journal of Health and Pharmaceutical Sciences (JHPS) ISSN : 3123-8734 (Media Online) The Journal of Health and Pharmaceutical Sciences (JHPS) is a scholarly journal dedicated to publishing high-quality research articles, scientific reviews, and academic contributions in the fields of health, nursing, and pharmaceutical sciences. JHPS serves as a platform for academics, researchers, practitioners, and students to share evidence-based knowledge that contributes to improving healthcare services and advancing scientific development. The journal publishes original research articles, review papers, case studies, and other scientific manuscripts relevant to contemporary issues in health sciences, nursing practice, and pharmaceutical innovation. All submitted manuscripts undergo a rigorous peer-review process to ensure scientific accuracy, credibility, and integrity. Scope of the Journal The Journal of Health and Pharmaceutical Sciences (JHPS) welcomes manuscripts that cover, but are not limited to, the following areas: Health Sciences Public health Epidemiology Health promotion Community nutrition Environmental health Reproductive health Communicable and non-communicable diseases Health service management Nursing Medical-surgical nursing Community health nursing Maternity nursing Pediatric nursing Mental health nursing Geriatric nursing Nursing education and management Evidence-based nursing practice Pharmaceutical Sciences Clinical pharmacy Pharmaceutical technology Pharmacology and toxicology Herbal medicine and phytopharmaceuticals Pharmaceutical chemistry Drug development and analysis Community and hospital pharmacy
Articles 20 Documents
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA TERHADAP HOSPITALISASI ANAK USIA PRA SEKOLAH DI RUANG PERAWATAN ANAK Nunung Rismawati; Fauziah H Wada; Yusrini Yusrini; Lu’lu’a Lanahdiayanna
FKF Vol 2 No 2 (2025): JHPS. September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hospitalisasi merupakan pengalaman yang dapat menimbulkan dampak emosional, baik bagi anak yang dirawat maupun orang tua. Anak usia prasekolah berada pada tahap perkembangan yang rentan dan belum mampu memahami situasi medis yang dihadapinya. Ketidakmampuan untuk mengungkapkan perasaan, perubahan rutinitas, serta ketergantungan pada orang tua sering kali menimbulkan kecemasan pada anak, yang secara tidak langsung juga menimbulkan kecemasan pada orang tua. Terutama bagi orang tua yang baru pertama kali menghadapi hospitalisasi anak dan kurang mendapat dukungan dari keluarga, tingkat kecemasan cenderung meningkat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan yang dialami oleh orang tua yang anaknya menjalani hospitalisasi di ruang perawatan anak Rumah Sakit Pusat Jantung Nasional Harapan Kita (RSPJNHK). Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Jumlah responden sebanyak 78 orang tua dari anak yang sedang dirawat inap di ruang perawatan anak RSPJNHK. Hasil: Mayoritas responden berusia 30–40 tahun (42,3%), berpendidikan SMA (44,9%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (66,7%), memiliki penghasilan setara UMR (71,8%), dan sebagian besar berjenis kelamin perempuan (84,6%). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami tingkat kecemasan sedang (47,4%). Kesimpulan: Orang tua yang anaknya menjalani hospitalisasi di ruang perawatan anak RSPJNHK cenderung mengalami kecemasan dalam kategori sedang.
Gambaran Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Pasca Melahirkan di Wilayah Kerja Puskesmas Bahagia Khoerunnisa; Fauziah H Wada; Yusrini Yusrini; Lu’lu’a Lanahdiayanna
FKF Vol 2 No 2 (2025): JHPS. September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Depresi postpartum adalah gangguan psikologis yang sering terjadi pada wanita setelah melahirkan. Kondisi ini dapat menyebabkan ibu tidak mampu merawat bayinya, serta beresiko menimbulkan komplikasi akibat ketidakpatuhan terhadap anjuran kesehatan. Pada bayi, dampaknya meliputi gangguan makan, sulit tidur, dan sering menangis. Dalam kasus berat, dapat memicu keinginan bunuh diri atau membahayakan bayi. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian depresi postpartum pada ibu pasca melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Bahagia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif observasional dan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan pusposive sampling dan instrument EPDS dengan total responden 331 ibu postpartum. Hasil: Dari 331 responden, mayoritas (81,6%) berada pada usia reproduksi sehat (20–35 tahun) dan (10,3%) bayi berusia < 11 bulan. Sebagian besar lulusan SMA (52,9%), berparitas multipara (63,1%), tidak bekerja (76,4%), serta memiliki penghasilan diatas UMR (55,3%). Tingkat risiko depresi postpartum menunjukkan (62,8%) responden mengalami risiko ringan, (21,5%) risiko sedang, dan (15,7%) risiko berat. Kesimpulan: Ibu postpartum mengalami depresi dengan tingkat risiko ringan hingga berat. Mayoritas berada pada usia reproduksi sehat dan memiliki bayi <11 bulan, masa yang rentan secara psikologis. Pendidikan SMA menunjukkan kesiapan mental berperan penting, paritas multipara lebih rentan karena beban fisik dan emosional yang lebih besar serta ibu tidak bekerja berisiko kelelahan dan kurang waktu untuk diri sendiri. Meski pendapatan di atas UMR, kondisi ekonomi belum tentu menjamin kestabilan psikologis. Saran: Diperlukan peningkatan pemantauan dan dukungan psikologis dari keluarga, petugas kesehatan bagi ibu postpartum untuk mencegah dan mengatasi depresi postpartum secara efektif.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU DALAM PEMENUHAN IMUNISASI DASAR DI UPTD PUSKESMAS KARANG KITRI KOTA BEKASI Evi Putri Ardiyani; Ponirah Ponirah; Indah Puspitasari
FKF Vol 1 No 02 (2024): JHPS. September 2024
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) merupakan strategi penting dalam mengurangi angka kematian dan kesakitan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Data tahun 2018 menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap di Indonesia mencapai 57,9% untuk bayi berusia 12-23 bulan. Angka ini lebih rendah dari target nasional. Studi awal yang dilakukan di Puskesmas Karang Kitri menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap untuk bayi berusia 0-12 bulan di RT 11 RW 3 mencapai 43 orang. Tujuan: Untuk menentukan hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dalam memenuhi imunisasi dasar. Metode: Studi ini menggunakan metode analitis dengan desain crosssectional. Populasi dalam studi ini adalah ibu yang memiliki bayi berusia 0-12 bulan. Jumlah sampel adalah 43 orang. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan tinggi sebanyak 32 orang (74,4%), bekerja sebanyak 30 orang (69,8%), dan berusia produktif sebanyak 43 orang (100%), memiliki sikap positif sebanyak 22 orang (51,2%), Semua responden memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 43 orang (100%), terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap terkait pemenuhan imunisasi dasar pada bayi. Kesimpulan: Disarankan untuk menjaga kualitas layanan kesehatan, upaya promosi kesehatan yang lebih berfokus pada dukungan sosial.
LITERATUR REVIEW : KUALITAS HIDUP DAN DUKUNGAN PSIKOSOSIAL ANAK DENGAN SINDROM NEFROTIK Lisnawati Lisnawati; Ainun Mardiah; Astriani Patiwael; Suci Ramadani; Dimas Eko Prasetyo; Anisa Purnamasari
FKF Vol 2 No 1 (2025): JHPS. Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sindrom nefrotik adalah gangguan pada ginjal yang ditandai dengan peningkatan kadar protein dalam urine akibat kebocoran pada glomerulus, yaitu bagian ginjal yang berfungsi menyaring darah. Kondisi ini merupakan salah satu penyakit ginjal kronis yang paling sering terjadi pada anak-anak, dengan angka kejadian sekitar 2–7 kasus per 100.000 anak setiap tahun di seluruh dunia. Di Indonesia, sindrom nefrotik paling banyak ditemukan pada anak usia 2–8 tahun, dengan rasio laki-laki dan perempuan sekitar 2:1. Kondisi ini sering menyebabkan pembengkakan tubuh, kelelahan, dan peningkatan risiko infeksi, sehingga memerlukan perawatan jangka panjang.. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kualitas hidup dan dukungan psikososial pada anak dengan sindrom nefrotik. Metode: Pencarian literatur sistematik dilakukan menggunakan ScienceDirect dan PubMed, dengan menerapkan istilah Boolean dan batasan pada artikel full-text yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2025 untuk mengidentifikasi studi yang relevan. Hasil: Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan kata kunci, dengan fokus pada kualitas hidup dan dukungan psikososial pada anak dengan sindrom nefrotik.. Kesimpulan: Kualitas hidup anak dengan sindrom nefrotik dipengaruhi oleh faktor medis, sosial, dan psikologis. Pendekatan holistik yang melibatkan keluarga, tenaga kesehatan, dan lingkungan sosial anak sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan mendukung perkembangan optimal mereka meskipun hidup dengan penyakit kronis
Literatur review : Atresia Duktus Hepatikus pada Anak Lisnawati Lisnawati; Rikmal Jaya; Sarni Sakir; Nurjanna Hamsin; Putri Nadia; Anisa Purnamasari
FKF Vol 2 No 1 (2025): JHPS. Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penelitian terkait atresia bilier (BA) dan transplantasi hati pediatrik perkembangan kognitif pasca-transplantasi, perubahan mikrobioma usus dan homeostasis asam empedu setelah transplantasi, insiden dan faktor risiko sindrom pascareperfusi (PRS), peran HMGB1 pada sindrom gangguan pernapasan akut pediatrik (PARDS) pasca-LDLT pengalaman psikososial orang tua. Atresia bilier (BA) merupakan penyakit hati obstruktif pediatrik yang progresif dan langka yang membutuhkan intervensi dini. Meskipun terdapat penelitian ekstensif tentang BA, tantangan tetap ada dalam diagnosis dini, prediksi hasil, dan standarisasi manajemen. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak LT pada BA, termasuk pengaruhnya terhadap mikrobioma usus, respons psikologis orang tua, efektivitas biaya, dan identifikasi faktor risiko sindrom pascareperfusi (PRS). Metode: penelitian ini menggunakan pendekatan pencarian Literature melalui data Base seperti Pubmed, Google Search, Google Scholar,dan Science Direct dengan mengguanakan Kata Kunci Biliary Atresia, Liver Transplantation, dan Pediatrics. Artikel yang dipilih Adalah artikel yang memenuhi kriteria sebagai berikut yaitu Artikel Full Text terbitan tahun 2021-2025, dalam Bahasa Inggris atau Indonesia. Hasil pencarian berdasarkan kriteria dan katakunci didapatkkan 10 artikel yang layak untuk di review. Hasil: Penelitian ini menyoroti bahwa LT sebagian memulihkan komposisi mikrobioma usus, meskipun perbedaan komposisi mikroba masih ada 2+ tahun setelah transplantasi. Orang tua mengalami perubahan dinamis dalam pengalaman pascatrauma mereka, dan strategi intervensi yang disesuaikan penting untuk meningkatkan pertumbuhan pascatrauma. Pendaftaran Liver Transplantation (LT) pada skor PELD <15 lebih hemat biaya untuk mencegah kematian. Hipotermia dan waktu iskemia dingin graft merupakan faktor risiko independen untuk PRS. Kesimpulan: LT sebagian memulihkan komposisi mikrobioma usus, dan perubahan keragaman berkorelasi dengan sintesis asam empedu sekunder. Pengalaman orang tua dalam pertumbuhan pascatrauma melibatkan perubahan yang dinamis, dan strategi intervensi yang disesuaikan penting. Pendaftaran LT pada skor PELD yang lebih rendah lebih hemat biaya, dan hipotermia serta waktu iskemia dingin graft merupakan faktor risiko independen untuk PRS. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk manajemen BA dan meningkatkan luaran pasien.
LITERATUR REVIEW : GLOMERULONEFRITIS AKUT DAN KRONIS (GNA & GNC) PADA ANAK Anisa Purnamasari; Rifal Anugrah; Ayu Yuliana Sari; Nurul Aprianti; Anisa Anisa; Lisnawati Lisnawati; Nazaruddin Nazaruddin
FKF Vol 2 No 1 (2025): JHPS. Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Glomerulonefritis Akut (GNA) dan Glomerulonefritis Kronis (GNC) merupakan gangguan inflamasi ginjal pada anak yang disebabkan oleh proses imunologis akibat infeksi Streptococcus β- hemolitikus grup A. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan global karena dapat menimbulkan komplikasi berat seperti hipertensi, gagal ginjal akut, bahkan penyakit ginjal kronik. Tujuan: Tujuan dari review ini adalah untuk mengetahui gambaran Glomerulonefritis Akut dan Kronis (GNA & GNC) pada anak. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sisematis pada beberapa database yaitu ScienceDirect, PubMed dan Google Scholar dengan menggunakan Bolean terms dan pembatasan untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2021-2025 Hasil: Pencaharian tersebut ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria dan kata kunci yang telah di tetapkan. Kesimpulan: Glomerulonefritis Akut dan Kronis (GNA & GNC) pada anak merupakan peradangan ginjal yang menyebabkan hematuria, edema, dan hipertensi. Penatalaksanaan difokuskan pada pengendalian tekanan darah, keseimbangan cairan, serta pencegahan kerusakan ginjal lebih lanjut.
LITERATUR REVIEW : ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) PADA KLIEN ANAK Anisa Purnamasari; Muhamad Junaiddin Aana; Wafanjar Wafanjar; Adila Nur Arifah; Nur Aebi; Lisnawati Lisnawati
FKF Vol 2 No 1 (2025): JHPS. Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan RNA retrovirus yang menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS), yaitu kondisi di mana terjadi kegagalan sistem imun tubuh secara progresif. Penularan HIV dapat terjadi melalui hubungan seksual, transfusi darah atau produk darah yang terkontaminasi, serta transmisi dari ibu ke bayi baik secara intrapartum, perinatal, maupun melalui ASI. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2019) menyebutkan bahwa salah satu cara penularan HIV adalah penularan HIV dari ibu ke janin atau bayi. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2019), 90% anak tertular HIV karena ditularkan dari ibu. Penularan ini terjadi ketika terjadi peradangan, infeksi, atau kerusakan pada sawar plasenta. Tujuan: Untuk membandingkan berbagai metode pengobatan HIV/AIDS Khususnya ARV (antiretroviral) pada anak-anak. Penekanan khusus diberikan pada hasil klinis, efek samping, dan dampak psikologis. Metode: Pencarian literatur dilakukan secara sistematis melalui database ScienceDirect dan Google Scholar menggunakan Boolean terms dengan pembatasan artikel full-text yang diterbitkan pada tahun 2023–2025. Pencarian literatur dilakukan secara sisematis pada beberapa database yaitu ScienceDirect and PubMed dengan menggunakan Bolean terms dan pembatasan untuk menemukan artikel yang tepat dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan kriteria pembatasan yaitu artikel full-text dan publikasi artikel tahun 2023-2025. Hasil: Pencaharian tersebut ditemukan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria dan kata kunci yang telah di tetapkan. Kesimpulan: Edukasi, dukungan sosial, dan akses pelayanan kesehatan yang baik berperan penting dalam pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Indonesia, serta diperlukan peningkatan penelitian dan publikasi ilmiah untuk memperkuat dasar kebijakan kesehatan nasional.
MANAJEMEN CAIRAN PADA ANAK DENGAN DENGUE HAEMORHAGIC FEVER: LITERATUR REVIEW Anisa Purnamasari; Didit Kurniawan; Dhija Almaida Banda; Oi Azzahra Zai; Lisnawati Lisnawati
FKF Vol 2 No 1 (2025): JHPS. Maret 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan salah satu penyakit infeksi tropis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, terutama pada anak-anak. Penatalaksanaan cairan menjadi komponen utama terapi untuk mencegah terjadinya Dengue Shock Syndrome (DSS) dan komplikasi berat lainnya. Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan keamanan berbagai strategi resusitasi cairan pada anak dengan DHF. Beberapa penelitian menemukan bahwa rasio koloid terhadap kristaloid ≥1,6 dan akumulasi cairan lebih dari 15% dalam 72 jam berhubungan dengan meningkatnya risiko ARF dan AKI. Dan strategi konservatif dengan pemantauan ketat terhadap status hemodinamik dan fungsi organ terbukti menunjukkan hasil klinis yang baik. Tujuan: Tujuan literature review ini adalah untuk menganalisis efektivitas dan keamanan berbagai strategi manajemen cairan pada anak dengan DHF. Metode: Studi ini menggunakan Bolean Trems, pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada beberapa database, termasuk Science Direct, Pub Med, dan Google Scholar. Hasil: Secara umum, hasil dari seluruh jurnal menunjukkan bahwa pengelolaan cairan menjadi faktor utama dalam keberhasilan terapi pasien dengue hemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syndrome (DSS). Cairan kristaloid terbukti lebih efektif dan aman dibandingkan koloid, karena penggunaan koloid berlebih dapat menyebabkan overhidrasi dan gangguan pernapasan. Pemberian cairan dalam jumlah moderat dengan pemantauan ketat mampu menurunkan risiko komplikasi serta angka kematian. Kesimpulan: manajemen cairan memiliki peran yang sangat penting dalam tatalaksana anak dengan dengue hemorrhagic fever (DHF) dan dengue shock syndrome (DSS), di mana keseimbangan antara kebutuhan cairan dan risiko peningkatan cairan menjadi faktor penentu keberhasilan terapi.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Ketergantungan Gadget Pada Anak Prasekolah Mutiara Nurmala; Rika Harini; Ponirah Ponirah
FKF Vol 2 No 2 (2025): JHPS. September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan anak prasekolah sangat dipengaruhi pola asuh orang tua, termasuk sikap dan nilai yang diberikan. Di era teknologi, penggunaan gadget pada anak prasekolah meningkat dan dapat menyebabkan ketergantungan yang menghambat perkembangan anak. Maka pola asuh orang tua sangat penting dalam mengatur dan mengawasi penggunaan gadget agar anak terhindar dari ketergantungan. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan ketergantungan gadget pada anak prasekolah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menjelaskan korelasi. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini 79 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan total sampling. Instrumen yang di gunakan ialah kuesioner Parenting Stayle Questionnaire (PSDQ) dan kuesioner Smartphone Addiction Test. Teknik analisa data menggunakan Spearman Rho . Hasil: Hasil penelitian ini sebanyak 75 responden (94,9 %) menerapkan pola asuh demokratis dan sebagian besar anak tidak ketergantungan gadget 33 anak (41,8%). Uji Spearman Rho menunjukkan bahwa nilai r = 0,263 dengan nilai p-value 0,019 (p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola asuh orang tua dengan ketergantungan gadget pada anak prasekolah.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR BANI SALEH 4 Chaerun Nissa; Meria Woro; Asih Minarningtyas
FKF Vol 2 No 2 (2025): JHPS. September 2025
Publisher : LPPM Universitas Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut anak-anak di Indonesia merupakan masalah serius dan membutuhkan perhatian serius dari tenaga kesehatan. Mencapai kesehatan optimal, termasuk kesehatan gigi dan mulut, sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut dapat berdampak negatif pada kesehatan mulut individu. Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut sangat penting pada masa kanak-kanak karena menjadi dasar untuk penggunaan di masa depan. Kebersihan mulut yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatan lain, seperti malnutrisi akibat berkurangnya nafsu makan karena ketidakmampuan mengunyah makanan. Tujuan: Untuk menentukan gambaran pengetahuan tentang perawatan gigi dan mulut pada anak-anak sekolah dasar Bani Saleh. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas IV-VI. Jumlah sampel adalah 64 orang. Analisis data menggunakanunivariat. Hasil: Hasil analisis pengetahuan responden menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan yang baik sebesar 53 (82,8%), yang memiliki pengetahuan cukup sebanyak 4 (6,2%), sedangkan responden dengan pengetahuan kurang sebanyak 7 (10,9%). Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik tentang perawatan gigi dan mulut.

Page 2 of 2 | Total Record : 20