cover
Contact Name
Yuniske Penyami
Contact Email
yuniske.polkesmar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yuniske.polkesmar@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan No.5 Dukuh, Pekalongan Utara, Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, 51145
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30640792     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat merupakan terbitan artikel hasil kegiatan pengabdian masyarakat Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang. Terbitan kami tidak pernah vakum, terbitan sesuai dengan periode yaitu setiap 6 bulan sekali sejak pertama kali terbit di November 2021, hanya saja baru sekarang mengurus pengajuan E-ISSN.
Articles 45 Documents
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MASA PANDEMI COVID-19 PADA PENGRAJIN TEMPE MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI DESA PLIKEN Taat Sumedi; Ratifah .; Subandiyo .; Wahyudi .
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): NOVEMBER 2022 - APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v2i1.9353

Abstract

Prioritas masalah kesehatan masa Pandemi COVID-19 dan menjadi nomor satu di Indonesia dengan jumlah kasus sebanyak 34.316 kasus sejak 11 Juni 2020 dan Jawa tengah jumlah kasus sebanyak 81716, meninggal 3562, sembuh 54409. Oleh karena itu pemerintah memberlakukan pendekatan-pendekatan kesehatan masyarakat untuk mencegah penularan virus tersebut seperti anjuran untuk tetap di rumah, menjaga jarak, dan menggunakan masker jika terpaksa berpergian. Akibatnya, tempat-tempat umum seperti pasar, sekolah, kantor, dan masjid pun ditutup.Pemberdayaan masyarakat juga merupakan salah satu pendekatan yang bisa dilakukan karena bertujuan untuk mencegah penularan virus COVID-19 dengan memandirikan masyarakat untuk menyebarkan informasi terkait pencegahan COVID-19 agar tidak terjadi peningkatan kasus di daerahnya yang dalam hal ini terletak di Desa Pliken. Pemberdayaan masyarakat dilakukan dalam empat tahapan yaitu analisis masalah dan prioritas masalah; perencanaan dan persiapan; pelaksanaan program; dan evaluasi program. Sasaran program adalah kader kesehatan dan pengrajin tempe karena sangat aktif dan mampu melakukan komunikasi kemasyarakatan untuk menyebarkan informasi terkait COVID-19. Penyebaran informasi menerapkan protokol pencegahan dengan demonstrasi serta imitasi merupakan metode yang efektif karena mampu mencakup masyarakat yang luas pula.Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat adalah upaya menekan Covid 19 pada pengrajin tempe dengan penyuluhan tentang deteksi dini keluhan yang bisa menandakan seseorang terinfeksi virus corona di RW IV Desa Pliken .Khalayak sasaran adalah Kader kesehatan, pengrajin tempe, tokoh masyarakat, dan mahasiswa.Adapun kegiatan yang akan dilakukan adalah penyuluhan tentang pengertian, tanda dan gejala covid 19, secara daring, dilanjutkan dengan pemberian masker dan bahan makanan berupa sembako. Hasil kegiatan pengabdian adalah meningkatnya pengetahuan kader kesehatan dan pengrajin tempe sehingga dapat mengantisipasi dan menekan kejadian Covid 19.Kata Kunci : pemberdayaan kader kesehatan, pengrajin tempe, covid-19.
OPTIMALISASI PERAN POSYANDU REMAJA (POSYANREM)"GERBANG SEHAT" MELALUI FUNGSI KADER DALAM MEWUJUDKAN GENERASI SEHAT DAN MANDIRI Maslahatul Inayah; Yuniske Penyami; Petrus Nugroho DS
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): NOVEMBER 2022 - APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v2i1.9354

Abstract

Masa remaja merupakan masa storm and stress, karena remaja mengalami banyak tantangan baik dari diri mereka sendiri (biopsychososial factors) ataupun lingkungan (environmental factors). Apabila remaja tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut, mereka dapat berakhir pada berbagai masalah kesehatan yang begitu kompleks sebagai akibat dari perilaku berisiko yang mereka lakukan.Salah satu penyebab tidak langsung dari kematian ibu dan anak adalah kehamilan usia dini, status gizi ibu hamil yang kurang, pengetahuan ibu tentang kesehatan yang belum memadai. Faktor penyebab tersebut sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan intervensi kesehatan secara dini sejak anak usia sekolah dan remaja. Pendekatan kesehatan yang saat ini dilakukan diupayakan semakin mulai dari hulu yakni sejak anak usia sekolah dan remaja yang merupakan sasaran strategis untuk pelaksanaan program kesehatan karena jumlahnya yang besar (30%) dari jumlah penduduk.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan remaja khususnya kelompok posyandu “Gerbang Sehat” sehingga menghasilkan remaja yang sehat dan mandiri . Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi mengenai kesehatan reproduksi remaja , kesehatan mental remaja serta pelatihan ketrampilan pembuatan kerajinan tangan berbahan dasar kain panel seperti tempat tissue dan gantungan kunci..Diharapkan hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah kelompok remaja memiliki pengetahuan tentang hidup sehat baik secara fisik maupun psikis serta memiliki ketrampilan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi maupun social.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT MELALUI EDUKASI PENCEGAHAN PERAWATAN HYPERTENSI DENGAN PEMANFAATAN MINUMAN HERBAL TEH BUNGA ROSELLA DAN DAUN STEVIA DI DESA PESANGGRAHAN KABUPATEN PEKALONGAN Rosmiati Saleh; Zaenal Amirudin; Supriyo .; Indar Widowati
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): NOVEMBER 2022 - APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v2i1.9355

Abstract

Latar Belakang : Penyakit Degeneratif, salah satunya adalah hipertensi mendudukiperingkat tertinggi dari 10 Penyakit Tidak Menular, dimana hampir 1 milyar pendudukdi dunia mengidap hipertensi . Apapun penyebnya hipertensi perlu diwaspadaiterutama hipertensi primer karena tidak diketahui secara jelas penyebabnya, namunpara ahli menduga bahwa faktor genetik dan gaya hiduplah segagai penyebabnya.Gaya hidup yang dapat memicu hipertensi antara lain karena sering makan makananberlemak, yang akan tertimbun dalam pembuluh darah (kolesterol) Di Indonesia,berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 didapatkan databahwa prevelensi hipertensi mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Salah satudaerah yang didominasi PTM di Jawa Tengah adalah Pekalongan, dan PTM tertinggiadalah hipertensi. (Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, 2019) Minuman herbal bungarosella sudah terbukti dari beberapa penelitian, mengungkap bahwa khasiat bungarosella dapat memelihara kesehatan dan menyembuhkan penyakit termasukmenurunkan kolesterol. Tujuan : Agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktifdalam mengembangkan minuman herbal, serbuk bunga rosella dan daun stevia sebagaisalah satu minuman yang dapat menurunkan tekanan darah dan pada akhirnya dapatmelaksanakan secara mandiri. Metode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdianmasyarakat yang dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, praktika, simulasidan pendampingan serta dilakukan monitoring evaluasi.Kata Kunci : Edukasi, Hypertensi, Minuman Herbal
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN DALAM PENCEGAHAN LEPTOSPIROSIS DI KEL. PANJANG BARU, KEC. PEKALONGAN UTARA KOTA PEKALONGAN Moh. Projo Angkasa; Mardi Hartono; Tri Anonim
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): NOVEMBER 2022 - APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v2i1.9356

Abstract

Latar Belakang : Leptospirosis adalah penyakit zoonosis, yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang berbentuk spiral dari genus Leptospira. Leptospirosis tersebar luas di seluruh dunia, terutama pada daerah tropis dan subtropis. Data dari International Leptospirosis Society (ILS), Indonesia merupakan negara peringkat 3 (tiga) insiden leptospirosis di dunia setelah India dan Cina untuk mortalitas.Angka kematian akibat leptospirosis termasuk tinggi, mencapai 2,5-16,45 persen. Pada usia lebih dari 50 tahun kematian mencapai 56 persen. Penderita leptospirosis yang disertai selaput mata kuning (kerusakan jaringan hati), mempunyai risiko kematian akan lebih tinggi. Wilayah yang sering mengalami bencana rob dan banjir antara lain; Kelurahan Panjang Wetan, Panjang Baru, Kandang Panjang dan Krapyak. Saat rob dan banjir, kencing tikus bisa mengalir bersama air yang diinjak dan masuk ke dalam tubuh manusia melalui selaput lendir, mata, hidung, kulit yang lecet, hingga makanan Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah terjangkit penyakit leptospirosis ini antara lain menjaga kebersihan dan cuci tangan menggunakan sabun dan air bersih, selalu gunakan Alat Pelindung Diri saat terjun ke daerah tergenang air seperti sepatu booth karet serta bersihkan dan tutup luka dengan penutup tahan air agar tidak terpapar air yang terkontaminasi bakteri.Tujuan : Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi pemerintah maupun masyarakat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah kejadian leptospirosis di Kelurahan Panjang Wetan Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan lewat pendidikan kesehatan pencegahan Leptospirosis.Metode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada peserta pelatihan dan dilakukan monitoring evaluasi.Kata Kunci : Pemberdayaan keluarga, Pengetahuan Dan Pendampingan, Pencegahan Leptospirosis.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN SENTRA INDUSTRI KREATIF TEMPE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK DAN EKSISTENSI KAWASAN WISATA EDUKASI DI WILAYAH BINAAN KELURAHAN KURIPAN KERTOHARJO Hartati .; Sumarni .; Suryo Pratikwo; Afiyah Sri Harnany
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): NOVEMBER 2022 - APRIL 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v2i1.9357

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mempercepat terbentuknya kawasan sentra industri kreatif tempe milenial dan inovatif sehingga dapat meningkatkan daya saing produk tempe lokal menjadi konsumsi makanan modern sebagai pengembangan makanan lokal di wilayah pengrajin tempe Kecamatan Pekalongan Selatan. Tempe adalah makanan lokal yang perlu dikembangkan sesuai standar kesehatan, dan perlu dikembangkan secara inovatif sehingga dapat meningkatkan jangkauan pemasaran tingkat nasional. Produksi tempe juga perlu dilestarikan sehingga perlu edukasi tentang produksi dan inovasi tempe kepada generasi muda. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan harapan meningkatkan produktivitas kelompok pengrajin tempe di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, yang mengalami penurunan produksi karena keterbatasan pemasaran secara tradisional dan adanya pandemi Covid 19.Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pemberdayaan dengan pelatihan dan pendampingan tentang pembuatan produksi aneka varian tempe, melakukan uji coba pada kelompok milenial dan melestarikan makanan tempe pada generasi muda melalui kawasan edukasi tempe higienis dan penbuatan inovasi aneka makanan berbahan tempe. pelaksanaan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan para pengrajin tempe dan karang taruna membuat variasi produk tempe sehingga mampu bersaing secara nasional dan diminati oleh generasi milenial sebagai menu yang menarik dan bergizi.Hasil akhir kegiatan pengabdian ini dapat dilihat dengan pengukuran pengetahuan dan ketrampilan secara diskriptif pada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pengrajin tempe untuk memproduksi tempe yang disukai generasi milenial dan inovasi pengolahan aneka produksi olahan tempe dengan nilai rata-rata (mean) dan prosentase. Hasil lebih lanjut kegiatan ini terbentuknya sentra produksi kreatif tempe yang bervariasi serta meningkatkan daya saing produk yang disukai kelompok milenial serta memperkenalkan secara luas kawasan wisata edukasi tempe hiegienis untuk generasi muda melalui pemasaran secara on line dimulai dari masa anak-anak sekolah dan generasi muda.Kata Kunci: Varian produk, Sentra produksi, Milenial
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI GERAKAN SAYANGI LANSIA (GSL) DALAM UPAYA MEWUJUDKAN LANSIA (SMART) SEHAT, MANDIRI, AKTIF DAN PRODUKTIF Sri Hidayati; Ahmad Baequny; Anny Fauziyah
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023 - OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v2i2.9881

Abstract

Latar Belakang : Seiring bertambahnya usia seseorang, tubuh secara alamiah akan mengalami berbagai penurunan fungsi akibat proses penuaan. Proses menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti diri dan mempertahankan struktur serta fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan jejas dan memperbaiki kerusakan yang diderita. Secara alamiah, manusia secara perlahan akan mengalami kemunduran struktur dan fungsi organ. Kondisi ini dapat mempengaruhi kemandirian dan kesehatan pada lansia. Proses penuaan meningkatkan kecenderungan untuk menderita infeksi parah yang merupakan penyebab utama tingginya mortalitas dan morbiditas pada usia lanjut. Pada masa pandemi, Lansia harus tetap berada di rumah karena termasuk kelompok yang sangat rentan terpapar virus Covid-19. Oleh karena itu, kiranya sangatlah dibutuhkan suatu kegiatan dalam rangka Gerakan Sayangi Lansia (GSL). GSL ini ditujukan kepada para lansia agar tetap optimis dengan perubahan pola hidup di era kenormalan baru. Caranya adalah dengan 5M yakni memuliakan, menyayangi, menjaga kesehatan, memberi kesempatan beraktifitas sosial, dan menjaga dari bentuk kekerasan dan ketidaknyamanan dengan tetap melakukan aktivitas positif yang sesuai dengan protokol kesehatan.Tujuan : Pengabdian masyarakat untuk memberdayakan masyarakat khususnya peran keluarga dalam rangka gerakan sayangi lansia dalam upaya mewujudkan lansia sehat, mandiri, aktif dan produktif.Metode : yang digunakan adalah dengan pelatihan (ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi) dan pendampingan dalam upaya mewujudkan lansia sehat, mandiri, aktif dan produktif (SMART). Sasaran kegiatan adalah keluarga lansia dan lansia serta kader lanjut usia yang ada di wilayah Kelurahan Bandung Kota Tegal sejumlah 15 peserta.Hasil : kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam gerakan sayangi lansia dan kemampuan peserta dalam melakukan praktek latihan kemandirian dan keaktifan melalui senam lansia untuk menjaga kesehatan lansia juga semakin meningkat.Kata Kunci : GSL, Lansia, SMART
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMBENTUKAN SENTRA INDUSTRI KREATIF TEMPE SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK DAN EKSISTENSI KAWASAN WISATA EDUKASI DI WILAYAH BINAAN KELURAHAN KURIPAN KERTOHARJO Hartati .; Sumarni .; Suryo Pratikwo; Zaenal Amirudin
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023 - OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v2i2.9882

Abstract

Latar Belakang : Pengabdian ini bertujuan untuk mempercepat terbentuknya kawasan sentra industri kreatif tempe milenial dan inovatif sehingga dapat meningkatkan daya saing produk tempe lokal menjadi konsumsi makanan modern sebagai pengembangan makanan lokal di wilayah pengrajin tempe Kecamatan Pekalongan Selatan. Tempe adalah makanan lokal yang perlu dikembangkan sesuai standar kesehatan, dan perlu dikembangkan secara inovatif sehingga dapat meningkatkan jangkauan pemasaran tingkat nasional. Produksi tempe juga perlu dilestarikan sehingga perlu edukasi tentang produksi dan inovasi tempe kepada generasimuda.Tujuan : Meningkatkan produktivitas kelompok pengrajin tempe di Kelurahan Kuripan Kertoharjo, yang mengalami penurunan produksi karena keterbatasan pemasaran secara tradisional dan adanya pandemi Covid 19.Metode : pemberdayaan dengan pelatihan dan pendampingan tentang pembuatan produksi aneka varian tempe, melakukan uji coba pada kelompok milenial dan melestarikan makanan tempe pada generasi muda melalui kawasan edukasi tempe higienis dan penbuatan inovasi aneka makanan berbahan tempe.Hasil : Hasil akhir kegiatan pengabdian ini dapat dilihat dengan pengukuran pengetahuan dan ketrampilan secara diskriptif pada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan pengrajin tempe untuk memproduksi tempe yang disukai generasi milenial dan inovasi pengolahan aneka produksi olahan tempe dengan nilai rata-rata (mean) dan prosentase. Hasil lebih lanjut kegiatan ini terbentuknya sentra produksi kreatif tempe yang bervariasi serta meningkatkan daya saing produk yang disukai kelompok milenial serta memperkenalkan secara luas kawasan wisata edukasi tempe hiegienis untuk generasi muda melalui pemasaran secara on line dimulai dari masa anak-anak sekolah dan generasi muda.Simpulan : Kegiatan ini dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin tempe dalam membuat inovasi olahan tempe yang disukai oleh generasi milenial. Kegiatan ini juga menunjukan terbentuknya sentra olahan tempe yang meningkatkan daya saing olahan tempe.Keyword : Varian produk, Sentra produksi, Milenial
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN KEBERHASILAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING Afiyah Sri Harnany; Indar Widowati; Tri Anonim; Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023 - OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v2i2.9883

Abstract

Latar Belakang: Pemberian ASI eksklusif merupakan investasi besar dalam pencegahan komplikasi BBLR, stunting, dan menurunkan risiko obesitas atau terjadinya penyakit kronis serta bisa membawa keuntungan bagi negara, yaitu mencegah kerugian sekitar $302 milyar atau sekitar 0-49% dari pendapatan nasional setiap tahunnya (Mawaddah, Barlianto, dan Nurdiana, 2018). Cakupan bayi mendapat ASI eksklusif di Kota Pekalongan pada tahun 2018 sebesar 69,6% dan terus mengalami penurunan pada dua tahun berikutnya, yaitu 57,2% pada tahun 2019 dan 53,4% pada tahun 2020 (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2020). Salah satu faktor yang mendukung kesuksesan pemberian ASI eksklusif adalah kesiapan ibu. Kesiapan ibu menyusui dapat diupayakan dengan persiapan menyusui yang dimulai pada masa kehamilan Oleh karena itu, pengadaan kelas persiapan menyusui pada ibu hamil perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan memberikan dukungan ibu hamil untuk mengupayakan pemberian ASI eksklusif.Metode : Metode pelaksanaan pada program pemberdayaan masyarakat ini dilakukan dengan cara penyuluhan kepada para ibu hamil dengan dibantu petugas kesehatan dengan metode ceramah dan simulasi. Pemberdayaan masyarakat dilanjutkan dengan pendampingan menyusui yang dilakukan setelah bayi lahir. Sasaran kegiatan adalah ibu hamil kelurahan Bendan Kergon sebanyak 20 orang.Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan Ibu hamil yang bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan, ASI eksklusif yakni sebenar 37,10%. Pada saat evaluasi, terdapat 5 ibu hamil yang sudah melahirkan dan kelima ibu hamil mampu menyusui dengan posisi dan perlekatan yang benarSimpulan: Penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil, keterampilan menyusui yang benar dan terbentuknya komitmen untuk melaksanakan persiapan ASI eksklusif serta praktik pemberian ASI eksklusif.Keyword : ASI eksklusif, ibu hamil, pencegahan stunting
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IBU BALITA DALAM MENILAI DERAJAT KECEMASAN SERTA PEMBERIAN TERAPI BERMAIN PADA ANAK SEBAGAI SOLUSI MENGATASI KECEMASAN DI KELURAHAN KURIPAN YOSOREJO KOTA PEKALONGAN Mardi Hartono; Supriyo .; Moh. Projo Angkasa; Rosmiati Saleh; Maslahatul Inayah
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023 - OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v2i2.9884

Abstract

Latar Belakang : Sebagian besar stres yang terjadi pada anak usia pertengahan sampai anak periode pra sekolah adalah kecemasan karena perpisahan. Karena hubungan anak dengan ibu adalah sangat dekat. Akibatnya perpisahan dengan ibu akan menimbulkan rasa kehilangan pada anak akan orang terdekat bagi dirinya dan akan lingkungan yang dikenal olehnya. Sehingga pada dirinya akan menimbulkan perasaan tidak aman dan rasa cemas (Nursalam, 2005).Tujuan : Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi pemerintah maupun masyarakat dengan meningkatkan pemberdayaan masyarakat (Ibu Balita) dalam bidang kesehatan Ibu dan AnakMetode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada kelompok Ibu yang punya Balita yang nantinya hasilnya dapat diimplementasikan pada Balita serta dilakukan monitoring evaluasi.Hasil Pengabdian : Tercapainya kemampuan Ibu Balita dalam menilai derajat kecemasan pada anak, dan secara dini memberikan penatalaksanaan yang tepat untuk mengatasi kecemasanya dengan menggunakan metode distraksi dengan menggunakan berbagai media permainan yang dapat diberikan sesuai dengan usia dan perkembanganya yang dimiliki anakSimpulan : Ibu Balita memahami penilaian derajat kecemasan pada anak dan dapat menangani dengan pemberian terapi bermain sebagai distraksi Kata Kunci : Pelatihan dan Pendampingan, Derajat Kecemasan, Terapi Bermain
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI PELATIHAN MERAWAT PENDERITA GANGGUAN JIWA TANPA MENGGUNAKAN PASUNG DI KOMUNITAS Petrus Nugroho DS; Esti Dwi Widayanti; Herry Prasetyo; Taat Sumedi; Ruti Wiyati
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023 - OKTOBER 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v2i2.9885

Abstract

Latar Belakang: Keluarga mempunyai peran penting dalam mendukung perawatan penderita gangguan jiwa di masyarakat. Mereka perlu diberikan pengetahuan dan ketrampilan yang cukup dalam mendampingi anggota keluarganya yang menderita gangguan jiwa tanpa menggunakan pasung. Masalah pasung perlu untuk dihindari karena kurang manusiawi dan sangat menurunkan kemampuan fisik dan psikologis penderitanya. Manfaat kegiatan ini diharapkan penderita gangguan jiwa yang telah kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat tidak mendapatkan lagi tindakan pemasungan.Metode: Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah melalui pemberdayaan keluarga dengan memberikan pelatihan kepada keluarga tentang cara merawat penderita gangguan jiwa melalui pendekatan yang humanis yaitu cara komunikasi dan terapeutik sehingga penderita merasa nyaman. Sebanyak 22 keluarga dengan anggota gangguan jiwa telah dilibatkan dalam kegiatan pemberdayaan ini dan dilakukan pengukuran pre dan post-test untuk mengetahui perubahan kemampuan mereka dalam merawat anggotanya.Hasil: Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan keluarga merawat anggotanya berdasarkan hasil pengukuran dengan kuesioner yang telah dibagikan kepada peserta pelatihan. Oleh karena itu keluarga di masyarakat perlu diberikan pendampingan dan pelatihan oleh perawat jiwa komunitas yang bekerja di Puskesmas untuk membantu meningkatkan derajat kesehatan jiwa anggota keluarganya.Simpulan: Pelatihan dan pemberdayaan dapat meningkatan kemampuan keluarga dalam merawat penderita gangguan jiwa.Keyword : keluarga, pelatihan, merawat, tanpa pasung, komunitas