cover
Contact Name
Yuniske Penyami
Contact Email
yuniske.polkesmar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yuniske.polkesmar@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan No.5 Dukuh, Pekalongan Utara, Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, 51145
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30640792     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat merupakan terbitan artikel hasil kegiatan pengabdian masyarakat Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang. Terbitan kami tidak pernah vakum, terbitan sesuai dengan periode yaitu setiap 6 bulan sekali sejak pertama kali terbit di November 2021, hanya saja baru sekarang mengurus pengajuan E-ISSN.
Articles 50 Documents
PELATIHAN SUAMI SNI (SAYANG IBU MENYUSUI) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG ASI EKSKLUSIF Murti Ani; Yanik Muyassaroh
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.13623

Abstract

Latar Belakang: Pemberian informasi mengenai pemberian ASI eksklusif telah banyak dilakukan, akan tetapi tidak semua ibu memberikan ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan ibu menyusui memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang ASI eksklusif, tetapi kepatuhannya rendah. Dukungan pasangan mempunyai pengaruh penting terhadap keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif.Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada para suami untuk meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif.Metode: Pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pre-test, pemberian materi melalui ceramah, demontrasi, diskusi interaktif, dan post-test. Media pelatihan berupa Modul Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) dan Poster Menjadi Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI). Peserta adalah para suami di Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora sebanyak 25 peserta. Materi pelatihan meliputi ASI eksklusif, mitos dan budaya tentang menyusui, konsep Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI), membangun kepercayaan diri dan memberikan dukungan, teknik menyusui yang benar, meningkatkan produksi ASI, gizi pada ibu menyusui, ASI eksklusif pada ibu bekerja. Evaluasi dilakukan menggunakan kuisioner berupa soal pilihan ganda sebayak 20 soal.Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata skor pre-test tingkat pengetahuan (45%) ke post-test (80%). Hal ini menunjukkan bahwa metode Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden. Metode penyampaian yang interaktif dan media yang sesuai, turut berkontribusi dalam optimalisasi hasil.Simpulan: Kegiatan Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) terbukti efektif meningkatkan pengetahuan pada suami. Program semacam ini perlu dilanjutkan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak seperti bidan desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat, guna menciptakan lingkungan masyarakat yang mendukung pemberian ASI esklusif.Keyword:  Coaching, Suami, ASI Eksklusif, Pengetahuan
EDUKASI KELOMPOK RISIKO PENYAKIT GINJAL KRONIK TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN GAYA HIDUP SEHAT DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Tri Anonim; Norma Nofianto; Afiyah Sri Harnany; Moh Projo Angkasa
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14206

Abstract

Latar Belakang : Kelurahan Bendan Kergon merupakan wilayah binaan Prodi Keperawatan Pekalongan dan termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Bendan. Profil Kesehatan Kota Pekalongan mencatat prevalensi hipertensi 26,3% dan diabetes 8,2%, lebih tinggi dari angka nasional. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik (PGK), sehingga diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan PGK. Tujuan : Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan,kesadaran dan kemampuan kelompok berisiko penyakit ginjal kronik di Kelurahan Bendan Kergon Kota Pekalongan agar dapat menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah terjadinya penyakit ginjal kronik melalui edukasi tentang pencegahan penyakit ginjal kronik. Metode : Metode yang digunakan pendidikan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, pembagian modul edukasi, serta pemeriksaan kesehatan dan evaluasi pre–post test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan dilaksanakan di wilayah Kelurahan Bendan Kergon, Kota Pekalongan pada tanggal 20 Agustus 2025, melibatkan 15 peserta kelompok risiko tinggi penyakit ginjal kronik. Hasil : Kegiatan edukasi yang diikuti 15 peserta kelompok risiko menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi edukasi, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat lebih dari 20 poin, yang ditunjukkan dari rata-rata skor pre-test 69,3 meningkat menjadi 89,7 pada post-test. Pemeriksaan tekanan darah mengungkapkan sebagian besar peserta memiliki hipertensi, sehingga termasuk kelompok risiko tinggi PGK. Edukasi terbukti efektif meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan PGK dan penerapan gaya hidup sehat. Simpulan : kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta tentang pencegahan penyakit ginjal kronik. Saran: kegiatan serupa diperluas menjangkau masyarakat yang lebih luas untuk mencegah peningkatan angka kejadian penyakit ginjal kronik di masyarakat. Kata Kunci: Kelompok Risiko, Penyakit Ginjal Kronik, Gaya Hidup.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL SERTA PEMBENTUKAN PAGUYUBAN PEDULI WARGA SEHAT GINJAL (PWSG) DI KELURAHAN BENDAN KERGON KECAMATAN PEKALONGAN BARAT KOTA PEKALONGAN Sudirman; Sumarni; Sri Utami Dwiningsih; Nadia Eka Indrianing; Hartati
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14215

Abstract

Latar Belakang : Kasus penyakit ginjal mengalami peningkatan setiap tahunnya. Study Global Burden of Deseas tahun 2019 menunjukkan bahwa 1,4 juta orang meninggal karena penyakit ginjal kronis. Sementara, di Indonesia angka kematiannya sekitar 42 ribu. Satu dari 10 orang mempunyai penyakit ginjal. Kelurahan Bendan Kergon Pekalongan juga memiliki resiko penyakit ginjal karena tingginya kasus hipertensi (32,17% diatas usia 18 tahun) dan penderita diabetes mellitus (2.69% diatas usia 15 tahun). Tujuan : Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk pendampingan dan penyuluhan (edukasi) kepada Masyarakat terkait masalah diatas. Metode : Pemberdayaan dan edukasi kesehatan ginjal yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kergon akan meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan skill masyarakat khususnya kader kesehatan, tokoh masyarakat (Toma), tokoh agama (Toga) dalam mencegah penyakit ginjal dan meningkatkan kesehatan ginjal bagi semua. Pembentukan Kelurahan peduli warga sehat ginjal (PWSG) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan ginjal sejak dini. Untuk mewujudkan hal tersebut, masyarakat perlu disiapkan, dikondisikan dan difasilitasi pembentukan Kelurahan PWSG. Sejalan dengan perkembangan teknologi, pembentukan tim PWSG juga akan menerapkan aplikasi program kesehatan ginjal yang terintegrasi dengan pelayanan Kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pemberdayaan dan edukasi yang sebelumnya dilakukan pre test dan post test. Hasil : Hasil akhir ini bisa dilihat adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan test dan terbentuknya Paguyuban PWSG. Simpulan : Terbentuknya paguyuban Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG) digunakan untuk mengurangi terjadinya peningkatan penyakit ginjal di Kelurahan Bendan Kergon, tim yang terdiri dari kader, toma, toga serta warga sudah diberikan pengetahuan serta pelatihan untuk menunjang adanya paguyuban tersebut. Keyword : Kesehatan Ginjal, Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG), Penyakit Ginjal Kronik (PGK)
OPTIMALISASI KESEHATAN GINJAL MELALUI SELF MANAJEMENT BAGI REMAJA DI WILAYAH KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN: OPTIMALISASI KESEHATAN GINJAL MELALUI SELF MANAJEMENT BAGI REMAJA DI WILAYAH KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Supriyo S.ST, M.Kes; Inayah Maslahatul; Penyami Yuniske; Triasari Lis
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14219

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal merupakan salah satu isu kesehatan global yang terus mengalami peningkatan prevalensi setiap tahunnya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa kejadian gangguan ginjal di Indonesia cenderung meningkat, bahkan mulai ditemukan pada kelompok usia produktif dan remaja. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan pola hidup yang kurang sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium, minuman manis atau bersoda, kurangnya aktivitas fisik, serta kecenderungan menahan buang air kecil. Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami perkembangan fisik, psikologis, dan sosial yang pesat, sehingga rentan terhadap pembentukan perilaku yang tidak sehat. Minimnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya menjaga fungsi ginjal menyebabkan remaja kerap mengabaikan perilaku hidup sehat. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di laksanakan di aula SMP 04 Kota Pekalongan pada tanggal 02 Agustus 2025 dengan dihadiri 15 siswa /siswi dan juga guru pendamping dan kepala sekolah. Kegiatan ini meliputi pemberian edukasi tentang kesehatan ginjal dan kesehatan mental remaja. Sebelum pemberian edukasi, dilakukan pengukuran tekanan darah dan pengisian kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku siswa/siswi yang mendukung kesehatan ginjal. Permainan puzzle menyusun menu makanan “Meal Planning Puzzle “ Hasil Kegiatan: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan di mana remaja mengetahui prinsip self-management kesehatan ginjal, termasuk pola makan sehat, hidrasi yang cukup, aktivitas fisik, dan penghindaran kebiasaan berisiko. Perubahan sikap dimana tumbuh kesadaran dan kepedulian untuk menjaga kesehatan ginjal sejak dini dan perubahan perilaku remaja yang mampu mempraktikkan self-management kesehatan ginjal. Simpulan: Pendekatan self-management terbukti efektif dalam mendorong remaja untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan, melalui praktik monitoring diri, pengaturan pola konsumsi, dan penghindaran kebiasaan yang berisiko. Keyword: Kesehatan Ginjal , Self Management
AKTIVITAS KREATIF BERBASIS KOMUNITAS: PROGRAM MENGGAMBAR DAN MENULIS SINGKAT UNTUK OPTIMALISASI FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Mardi Hartono; Amirudin Zaenal; Widowati Indar; Anjar Kharisma
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14220

Abstract

Abstrak Penurunan fungsi kognitif merupakan konsekuensi alamiah dari proses penuaan, namun dapat dipercepat oleh berbagai faktor, yang berdampak signifikan pada kualitas hidup dan kemandirian lansia. Intervensi non-farmakologis yang mudah diakses dan diterapkan menjadi esensial untuk memelihara cadangan kognitif. Penelitian dan praktik menunjukkan bahwa aktivitas kreatif, seperti menggambar dan menulis singkat, mampu memberikan stimulasi neuroplastisitas yang positif pada otak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi program aktivitas kreatif berbasis komunitas guna meningkatkan fungsi kognitif lansia di Kelurahan Bendan Kergon, Kota Pekalongan. Intervensi dilakukan selama empat minggu dengan frekuensi dua sesi per minggu. Penilaian fungsi kognitif menggunakan instrumen Mini-Cog (untuk memori dan visuospasial) dan MoCA-Ina (versi Indonesia dari Montreal Cognitive Assessment) pada fase pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor Mini-Cog yang signifikan, dari 2,1 menjadi 3,5, dan rerata skor MoCA-Ina dari 18,4 menjadi 23,1. Temuan ini mengindikasikan bahwa program aktivitas kreatif ganda ini merupakan strategi yang efektif, terjangkau, dan mudah diimplementasikan dalam konteks komunitas lansia. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan sebagai kegiatan rutin di Posyandu Lansia. Kata Kunci: lansia, fungsi kognitif, aktivitas kreatif, menggambar, menulis singkat, pengabdian masyarakat.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENANGANAN DIABETES MELLITUS DENGAN PENDEKATAN INTERPROFESIONAL DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS TIRTO KOTA PEKALONGAN Hartati; Mardi Hartono; Sumarni; Tri Anonim
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Diabetes melitus(DM) merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan membutuhkan penanganan yang komprehensif serta kolaboratif. Fragmentasi layanan kesehatan akibat kurangnya sinergi antarprofesi dapat menurunkan mutu asuhan dan meningkatkan risiko komplikasi pada pasien diabetes. Tujuan : Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk pendampingan dan edukasi kepada Masyarakat terkait DM pada keluarga dengan pendekatan inter profesional. Metode : Edukasi dan pendampingan pada keluarga dengan masalah DM dilakukan di wilayah Puskesmas Tirto Kota Pekalongan dengan tahapan pengkajian untuk mengidentifikasi kebutuhan keluarga tentang penyakit, pengobatan dan kemampuan merawat anggota keluarga sakit DM, menyusun perencanaan pemecahan masalah dengan melibatkan keluarga, profesi lain yang terkait yaitu dari tim medis, ahli gizi dan kesehatan lingkungan. Implementasi dilakukan dengan pemberdayaan keluarga dalam mengatasi masalah DM,dengan cara edukasi, demonstrasi nutrisi, senam kaki diabetes, konseling kepatuhan obat, serta edukasi lingkungan dan perilaku sehat, pendampingan dilaksanakan selama kegiatan pengabdian masyarakat kurang lebih dua minggu dan dilakukan evaluasi untuk menilai keberhasilan kegiatan serta menyusun rencana tindak lanjut yang di delegasikan kepada puskesmas untuk menyelesaikan masalah jangka Panjang. Hasil : Peningkatkan pengetahuan, ketrampilan, kepatuhan minum obat, dan perilaku sehat seluruh klien. Kesimpulan dari laporan ini adalah pelaksanaan IPC di Puskesmas Tirto efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, serta perilaku sehat pasien diabetes melitus. Kolaborasi antarprofesi memperkuat dukungan sosial, menekan risiko komplikasi, dan memperbaiki kualitas hidup pasien. Disarankan agar program edukasi dan pendampingan lintas profesi dilanjutkan secara berkelanjutan. Simpulan : Pengabdian masyarakat berbasis Interprofessional Collaboration (IPC) bersama para ahli di wilayah kerja UPT Puskesmas Tirto Kota Pekalongan berhasil mengatasi lima permasalahan utama pasien Diabetes Melitus melalui berbagai intervensi kolaboratif, yang secara signifikan terbukti meningkatkan pengetahuan, kepatuhan, aktivitas fisik, serta kualitas hidup pasien secara holistik.
PENDAMPINGAN REMAJA TANGGUH MELALUI OPTIMALISASI FUNGSI KONSELOR SEBAYA KKM PIK-R PEKALONGAN BERBASIS INOVASI "SALURAN CAHAYA" Lis Triasari; Norma Nofianto; Ari Harstantyo
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Eskalasi masalah kesehatan mental di kalangan remaja akhir dan mahasiswa di Kota Pekalongan memerlukan penanganan yang adaptif, inklusif, dan sistematis akibat tingginya tingkat stres transisional perkembangan yang menurunkan kesejahteraan psikologis. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan mengoptimalkan fungsi konselor sebaya pada Kelompok Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Konseling Remaja (KKM PIK-R) Pekalongan melalui pendekatan Andragogi dan Project-Based Learning (PjBL) berupa pelatihan klinis serta alih teknologi media searah menggunakan inovasi "Saluran Cahaya" di platform WhatsApp Channel. Hasil Kegiatan: Program ini berhasil meningkatkan kapasitas kognitif dan efikasi diri mitra secara signifikan dengan perolehan rata-rata nilai evaluasi pasca-kegiatan sebesar 89, di mana konselor sebaya kini mampu secara mandiri memproduksi konten psikoedukasi klinis dan mengelola media konseling digital yang bebas dari intervensi pesan spam. Simpulan: Pendampingan berbasis teknologi komunikasi searah ini terbukti efektif dalam memfasilitasi "ruang aman" digital yang privat untuk meningkatkan literasi kesehatan mental mandiri serta ketangguhan remaja Pekalongan.
KOLABORASI INTERPROFESI DALAM TATA LAKSANA 5 PILAR MANAJEMEN DIABETES MELITUS Yuniske Penyami; Maslahatul Inayah; Sudirman; Supriyo
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi global diabetes diperkirakan mencapai lebih dari 400 juta orang, dengan angka tersebut diperkirakan terus meningkat. Indonesia berada di uruta ke-5 dengan penderita diabetes tertinggi di dunia. Terdapat 5 pilar penalaksanaan DM meliputi: edukasi, terapi nutrisi medis, latihan jasmani, terapi farmakologi dan pemantauan glukosa darah sendiri. Pemberdayaan keluarga menjadi krusial untuk dilakukan karena pasien DM membutuhkan perawatan jangka panjang bahkan sepanjang kehidupannya. Metode: Kegiatan pengabdian Masyarakat bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga pasien dan pasien dengan DM. Adapun kegiatan meliputi edukasi, pelatihan dan konsultasi untuk meningkatkan pengetahuan, kapatuhan berkaitan dengan 5 pilar penanganan DM. Kegiatan pendampingan dilakukan selama 1 minggu dengan menggunakan pedoman asuhan keperawatan keluarga. Hasil: Edukasi dan intervensi promotif-preventif yang dilakukan secara terstruktur dan lintas profesi mampu meningkatkan pengetahuan peserta sebanyak 80%, mendorong perubahan perilaku dalam kepatuhan minum obat, perbaikan pola makan, dan peningkatan aktivitas fisik. Peran keluarga juga mengalami penguatan sebagai pendamping aktif dalam manajemen penyakit DM. Kesimpulan: Kolaborasi interprofessional menjadi faktor penentu utama keberhasilan terlaksananya upaya 5 pilar penanganan diabetes melitus. Keluarga menjadi mitra utama bagi profesi kesehatan untuk penanganan DM. Hanya saja perlu menjadi pembelajaran lebih lanjut pentingnya indikator atau pengukuran variabel yang relevan bagi masing-masing profesi dalam menilai keberhasilan kegiatan pendampingan selanjutnya. Kata kunci: IPC, DM, 6 pilar penanganan
PROGRAM STIMULASI OTAK DAN EDUKASI BERBASIS KOMUNITAS UNTUK MENINGKATKAN FUNGSI KOGNITIF DAN KEAKTIFAN SOSIAL LANSIA Indar Widowati; Zaenal Amirudin; Sri Utami Dwiningsih; Moh. Projo Angkasa
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Penurunan fungsi kognitif merupakan masalah kesehatan degeneratif pada lansia yang memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup. Pengetahuan lansia yang rendah mengenai kesehatan otak serta minimnya aktivitas mental menjadi faktor pemicu kondisi ini. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, fungsi kognitif, dan keaktifan sosial lansia di Kelurahan Bendan Kergon, Kota Pekalongan, melalui program edukasi dan stimulasi otak terstruktur. Metode kegiatan dilakukan terhadap 30 lansia (usia 60–80 tahun) melalui penyuluhan interaktif, latihan memori, permainan kognitif (puzzle dan tebak gambar), aktivitas motorik halus, senam otak, serta diskusi kelompok dalam tiga sesi. Evaluasi menggunakan instrumen skrining fungsi kognitif (MMSE/MoCA) serta pre-test dan post-test pengetahuan. Hasil Kegiatan: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata skor pengetahuan lansia dari 55,4 menjadi 88,6. Selain itu, jumlah lansia dengan fungsi kognitif normal meningkat dari 26,7% (8 orang) menjadi 46,7% (14 orang), serta jumlah lansia dengan gangguan kognitif sedang menurun dari 16,7% (5 orang) menjadi 6,6% (2 orang). Lansia juga menjadi lebih aktif berinteraksi dan percaya diri. Simpulan: Program berbasis komunitas ini efektif, berbiaya rendah, dan direkomendasikan menjadi agenda rutin pada Posyandu Lansia. Kata kunci: edukasi kesehatan, fungsi kognitif, lansia, keaktifan sosial, stimulasi otak
EDUKASI PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL PADA KELOMPOK USIA PRODUKTIF Moh Ridwan; Erna Erawati; Lulut Handayani
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Edukasi pencegahan penyakit ginjal pada kelompok usia produktif Penyakit ginjal kronis (PGK) diperlukan sebagai bentuk pengabdian masyarakat institusi pendidikan Prodi keperawatan Magelang. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya masalah kesehatan di kalangan usia produktif terutama PGK. Perubahan gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat berkontribusi pada peningkatan kasus PGK pada kelompok usia ini. Metode edukasi yang kurang interaktif dan tidak sesuai dengan preferensi usia produktif menyebabkan rendahnya partisipasi dalam program pencegahan. Pemanfaatan alat peraga digital edukatif digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang diikuti sejumlah 30 peserta terdiri dari pelajar, mahasiswa dan ibu rumah tangga. Edukasi pencegahan penyakit ginjal terbukti efektif meningkatkan pengetahuan kelompok usia productif mengenai pencegahan penyakit ginjal dengan nilai rata-rata meningkat dari 70 menjadi 100 dengan keseluruhan pemahaman mengenai fungsi ginjal, DM dan hipertensi sebagai factor risiko terjadinya penyakit ginjal kronis, gejala, pencegahan dan deteksi dini. Hasil pengeabdian masyarakat ini dapat menjangkau lebih banyak individu usia produktif dengan cara yang lebih efektif. Kata kunci: Edukasi; Pencegahan penyakit ginjal, Usia produktif.