cover
Contact Name
Yuniske Penyami
Contact Email
yuniske.polkesmar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yuniske.polkesmar@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan No.5 Dukuh, Pekalongan Utara, Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, 51145
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30640792     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat merupakan terbitan artikel hasil kegiatan pengabdian masyarakat Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang. Terbitan kami tidak pernah vakum, terbitan sesuai dengan periode yaitu setiap 6 bulan sekali sejak pertama kali terbit di November 2021, hanya saja baru sekarang mengurus pengajuan E-ISSN.
Articles 45 Documents
PELATIHAN SUAMI SNI (SAYANG IBU MENYUSUI) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG ASI EKSKLUSIF Murti Ani; Yanik Muyassaroh
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.13623

Abstract

Latar Belakang: Pemberian informasi mengenai pemberian ASI eksklusif telah banyak dilakukan, akan tetapi tidak semua ibu memberikan ASI eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan ibu menyusui memiliki tingkat pengetahuan yang tinggi tentang ASI eksklusif, tetapi kepatuhannya rendah. Dukungan pasangan mempunyai pengaruh penting terhadap keberhasilan ibu dalam memberikan ASI eksklusif.Tujuan: Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada para suami untuk meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif.Metode: Pelaksanaan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu pre-test, pemberian materi melalui ceramah, demontrasi, diskusi interaktif, dan post-test. Media pelatihan berupa Modul Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) dan Poster Menjadi Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI). Peserta adalah para suami di Desa Purworejo, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora sebanyak 25 peserta. Materi pelatihan meliputi ASI eksklusif, mitos dan budaya tentang menyusui, konsep Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI), membangun kepercayaan diri dan memberikan dukungan, teknik menyusui yang benar, meningkatkan produksi ASI, gizi pada ibu menyusui, ASI eksklusif pada ibu bekerja. Evaluasi dilakukan menggunakan kuisioner berupa soal pilihan ganda sebayak 20 soal.Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dari rata-rata skor pre-test tingkat pengetahuan (45%) ke post-test (80%). Hal ini menunjukkan bahwa metode Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) yang dilakukan efektif dalam meningkatkan pengetahuan responden. Metode penyampaian yang interaktif dan media yang sesuai, turut berkontribusi dalam optimalisasi hasil.Simpulan: Kegiatan Pelatihan Suami SNI (SayaNg Ibu MenyusuI) terbukti efektif meningkatkan pengetahuan pada suami. Program semacam ini perlu dilanjutkan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak seperti bidan desa, kader kesehatan, dan tokoh masyarakat, guna menciptakan lingkungan masyarakat yang mendukung pemberian ASI esklusif.Keyword:  Coaching, Suami, ASI Eksklusif, Pengetahuan
EDUKASI KELOMPOK RISIKO PENYAKIT GINJAL KRONIK TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KESADARAN GAYA HIDUP SEHAT DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Tri Anonim; Norma Nofianto; Afiyah Sri Harnany; Moh Projo Angkasa
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14206

Abstract

Latar Belakang : Kelurahan Bendan Kergon merupakan wilayah binaan Prodi Keperawatan Pekalongan dan termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Bendan. Profil Kesehatan Kota Pekalongan mencatat prevalensi hipertensi 26,3% dan diabetes 8,2%, lebih tinggi dari angka nasional. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit ginjal kronik (PGK), sehingga diperlukan edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan dan upaya pencegahan PGK. Tujuan : Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan,kesadaran dan kemampuan kelompok berisiko penyakit ginjal kronik di Kelurahan Bendan Kergon Kota Pekalongan agar dapat menerapkan gaya hidup sehat guna mencegah terjadinya penyakit ginjal kronik melalui edukasi tentang pencegahan penyakit ginjal kronik. Metode : Metode yang digunakan pendidikan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, pembagian modul edukasi, serta pemeriksaan kesehatan dan evaluasi pre–post test untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta. Kegiatan dilaksanakan di wilayah Kelurahan Bendan Kergon, Kota Pekalongan pada tanggal 20 Agustus 2025, melibatkan 15 peserta kelompok risiko tinggi penyakit ginjal kronik. Hasil : Kegiatan edukasi yang diikuti 15 peserta kelompok risiko menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi edukasi, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat lebih dari 20 poin, yang ditunjukkan dari rata-rata skor pre-test 69,3 meningkat menjadi 89,7 pada post-test. Pemeriksaan tekanan darah mengungkapkan sebagian besar peserta memiliki hipertensi, sehingga termasuk kelompok risiko tinggi PGK. Edukasi terbukti efektif meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan PGK dan penerapan gaya hidup sehat. Simpulan : kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta tentang pencegahan penyakit ginjal kronik. Saran: kegiatan serupa diperluas menjangkau masyarakat yang lebih luas untuk mencegah peningkatan angka kejadian penyakit ginjal kronik di masyarakat. Kata Kunci: Kelompok Risiko, Penyakit Ginjal Kronik, Gaya Hidup.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL SERTA PEMBENTUKAN PAGUYUBAN PEDULI WARGA SEHAT GINJAL (PWSG) DI KELURAHAN BENDAN KERGON KECAMATAN PEKALONGAN BARAT KOTA PEKALONGAN Sudirman; Sumarni; Sri Utami Dwiningsih; Nadia Eka Indrianing; Hartati
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14215

Abstract

Latar Belakang : Kasus penyakit ginjal mengalami peningkatan setiap tahunnya. Study Global Burden of Deseas tahun 2019 menunjukkan bahwa 1,4 juta orang meninggal karena penyakit ginjal kronis. Sementara, di Indonesia angka kematiannya sekitar 42 ribu. Satu dari 10 orang mempunyai penyakit ginjal. Kelurahan Bendan Kergon Pekalongan juga memiliki resiko penyakit ginjal karena tingginya kasus hipertensi (32,17% diatas usia 18 tahun) dan penderita diabetes mellitus (2.69% diatas usia 15 tahun). Tujuan : Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk pendampingan dan penyuluhan (edukasi) kepada Masyarakat terkait masalah diatas. Metode : Pemberdayaan dan edukasi kesehatan ginjal yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kergon akan meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan skill masyarakat khususnya kader kesehatan, tokoh masyarakat (Toma), tokoh agama (Toga) dalam mencegah penyakit ginjal dan meningkatkan kesehatan ginjal bagi semua. Pembentukan Kelurahan peduli warga sehat ginjal (PWSG) merupakan salah satu upaya promotif dan preventif berbasis masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan ginjal sejak dini. Untuk mewujudkan hal tersebut, masyarakat perlu disiapkan, dikondisikan dan difasilitasi pembentukan Kelurahan PWSG. Sejalan dengan perkembangan teknologi, pembentukan tim PWSG juga akan menerapkan aplikasi program kesehatan ginjal yang terintegrasi dengan pelayanan Kesehatan. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode pemberdayaan dan edukasi yang sebelumnya dilakukan pre test dan post test. Hasil : Hasil akhir ini bisa dilihat adanya peningkatan pengetahuan setelah dilakukan test dan terbentuknya Paguyuban PWSG. Simpulan : Terbentuknya paguyuban Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG) digunakan untuk mengurangi terjadinya peningkatan penyakit ginjal di Kelurahan Bendan Kergon, tim yang terdiri dari kader, toma, toga serta warga sudah diberikan pengetahuan serta pelatihan untuk menunjang adanya paguyuban tersebut. Keyword : Kesehatan Ginjal, Peduli Warga Sehat Ginjal (PWSG), Penyakit Ginjal Kronik (PGK)
OPTIMALISASI KESEHATAN GINJAL MELALUI SELF MANAJEMENT BAGI REMAJA DI WILAYAH KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN: OPTIMALISASI KESEHATAN GINJAL MELALUI SELF MANAJEMENT BAGI REMAJA DI WILAYAH KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Supriyo S.ST, M.Kes; Inayah Maslahatul; Penyami Yuniske; Triasari Lis
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14219

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal merupakan salah satu isu kesehatan global yang terus mengalami peningkatan prevalensi setiap tahunnya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan bahwa kejadian gangguan ginjal di Indonesia cenderung meningkat, bahkan mulai ditemukan pada kelompok usia produktif dan remaja. Kondisi tersebut berkaitan erat dengan pola hidup yang kurang sehat, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium, minuman manis atau bersoda, kurangnya aktivitas fisik, serta kecenderungan menahan buang air kecil. Remaja merupakan kelompok usia yang sedang mengalami perkembangan fisik, psikologis, dan sosial yang pesat, sehingga rentan terhadap pembentukan perilaku yang tidak sehat. Minimnya pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya menjaga fungsi ginjal menyebabkan remaja kerap mengabaikan perilaku hidup sehat. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di laksanakan di aula SMP 04 Kota Pekalongan pada tanggal 02 Agustus 2025 dengan dihadiri 15 siswa /siswi dan juga guru pendamping dan kepala sekolah. Kegiatan ini meliputi pemberian edukasi tentang kesehatan ginjal dan kesehatan mental remaja. Sebelum pemberian edukasi, dilakukan pengukuran tekanan darah dan pengisian kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan perilaku siswa/siswi yang mendukung kesehatan ginjal. Permainan puzzle menyusun menu makanan “Meal Planning Puzzle “ Hasil Kegiatan: Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan di mana remaja mengetahui prinsip self-management kesehatan ginjal, termasuk pola makan sehat, hidrasi yang cukup, aktivitas fisik, dan penghindaran kebiasaan berisiko. Perubahan sikap dimana tumbuh kesadaran dan kepedulian untuk menjaga kesehatan ginjal sejak dini dan perubahan perilaku remaja yang mampu mempraktikkan self-management kesehatan ginjal. Simpulan: Pendekatan self-management terbukti efektif dalam mendorong remaja untuk mengambil peran aktif dalam menjaga kesehatan, melalui praktik monitoring diri, pengaturan pola konsumsi, dan penghindaran kebiasaan yang berisiko. Keyword: Kesehatan Ginjal , Self Management
AKTIVITAS KREATIF BERBASIS KOMUNITAS: PROGRAM MENGGAMBAR DAN MENULIS SINGKAT UNTUK OPTIMALISASI FUNGSI KOGNITIF LANSIA DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Mardi Hartono; Amirudin Zaenal; Widowati Indar; Anjar Kharisma
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v5i1.14220

Abstract

Abstrak Penurunan fungsi kognitif merupakan konsekuensi alamiah dari proses penuaan, namun dapat dipercepat oleh berbagai faktor, yang berdampak signifikan pada kualitas hidup dan kemandirian lansia. Intervensi non-farmakologis yang mudah diakses dan diterapkan menjadi esensial untuk memelihara cadangan kognitif. Penelitian dan praktik menunjukkan bahwa aktivitas kreatif, seperti menggambar dan menulis singkat, mampu memberikan stimulasi neuroplastisitas yang positif pada otak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi program aktivitas kreatif berbasis komunitas guna meningkatkan fungsi kognitif lansia di Kelurahan Bendan Kergon, Kota Pekalongan. Intervensi dilakukan selama empat minggu dengan frekuensi dua sesi per minggu. Penilaian fungsi kognitif menggunakan instrumen Mini-Cog (untuk memori dan visuospasial) dan MoCA-Ina (versi Indonesia dari Montreal Cognitive Assessment) pada fase pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rerata skor Mini-Cog yang signifikan, dari 2,1 menjadi 3,5, dan rerata skor MoCA-Ina dari 18,4 menjadi 23,1. Temuan ini mengindikasikan bahwa program aktivitas kreatif ganda ini merupakan strategi yang efektif, terjangkau, dan mudah diimplementasikan dalam konteks komunitas lansia. Program ini direkomendasikan untuk diintegrasikan sebagai kegiatan rutin di Posyandu Lansia. Kata Kunci: lansia, fungsi kognitif, aktivitas kreatif, menggambar, menulis singkat, pengabdian masyarakat.