cover
Contact Name
Yuniske Penyami
Contact Email
yuniske.polkesmar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yuniske.polkesmar@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan No.5 Dukuh, Pekalongan Utara, Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, 51145
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30640792     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat merupakan terbitan artikel hasil kegiatan pengabdian masyarakat Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang. Terbitan kami tidak pernah vakum, terbitan sesuai dengan periode yaitu setiap 6 bulan sekali sejak pertama kali terbit di November 2021, hanya saja baru sekarang mengurus pengajuan E-ISSN.
Articles 45 Documents
Pemberdayaan Masyarakat Melalui GURU CIKA (Guyub Rukun Cegah dan Atasi KEK dan Anemia) Pada Remaja dan Ibu Hamil di Desa Purworejo Kabupaten Blora Yanik Muyassaroh; Anjar Astuti; Marlynda Happy Nurmalita Sari
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023 - APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i1.10790

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), the highest percentage causes of maternal death are bleeding (28%) and infection, which can be caused by low hemoglobin (Hb) levels or anemia and chronic energy deficiency (CED). Prevention efforts that can be carried out before pregnancy are prioritized from adolescence so that the actions taken can provide optimal results. This activity aims to increase the knowledge of teenagers and pregnant women about preventing anemia and CED. The activity was carried out through counseling through the emotional demonstration method to 20 pregnant women and 20 young women. Assessment of the target's level of knowledge in preventing anemia and CED was carried out before and after counseling through a questionnaire containing closed questions. The Wilcoxon test is used to analyze the mean difference between the two assessment results. The results of this activity showed an increase in knowledge of adolescents and pregnant women about the fulfillment of nutrition and prevention of SEZs and Anemia after counseling using the emotional demonstration methodKeyword: adolescents, pregnant women, SEZ, anemia
PERAN MASYARAKAT MELALUI GERMAS SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DI DESA SUKOREJO KABUPATEN BLORA Erni Nuryanti; Epi Epi Saptaningrum; Tri Anonim
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023 - APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i1.10791

Abstract

Latar Belakang : Negara berkembang, menghadapi beban ganda penyakit menular dan penyakit tidak menular (PTM). PTM seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK), Kanker dan Diabetes. Sebuah pembelajaran berharga di era jaminan kesehatan nasional (JKN), anggaran banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik, yaitu: PJK, Gagal Ginjal Kronik, Kanker, dan Stroke. Selain itu, pelayanan kesehatan peserta JKN juga didominasi pada pembiayaan kesehatan di tingkat lanjutan dibandingkan di tingkat dasar. Fakta ini perlu ditindaklanjuti karena berpotensi menjadi beban yang luar biasa terhadap keuangan negara. Penguatan upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit akan memberikan keuntungan yang luar biasa. Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit merupakan investasi utama untuk mengurangi beban negara dalam membiayai layanan kesehatan bagi masyarakat. Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), berupa upaya promosi kesehatan dan pencegahan penyakit yang menekankan masyarakat sebagai aktor utama. GERMAS memiliki enam kegiatan utama, yaitu peningkatan aktivitas fisik, peningkatan perilaku hidup sehat, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit; peningkatan kualitas lingkungan; dan peningkatan edukasi hidup sehat. Belum semua masyarakat di Desa Sukorejo memahami penyakit tidak menular dan bagaimana cara pencegahannya.Tujuan : Masyarakat di Desa Sukorejo Kabupaten Blora memahami penyakit tidak menular (PTM), memahami cara pencegahannya, melaksanakan cek kesehatan ( pemeriksaan tekanan darah dan gula darah), melaksanakan senam dan berperilaku hidup sehat.Metode : Penyuluhan, pengecekan kesehatan (pemeriksaan tekanan darah, gula darah), melaksanakan senam jantung.Hasil : Kegiatan ini dihadiri oleh 20 ibu, tanggapan dari para ibu terhadap kegiatan ini cukup baik sekali, ini di buktikan dengan antusias mereka untuk berhadir pada saat penyuluhan berlangsung serta peran aktif para ibu pada saat diskusi dan antusiasnya ibu dalam kegiatan senam jantung. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan tentang upaya peningkatan perilaku sehat ibu dalam pencegahan penyakit tidak menular melalui GERMAS, dilanjutkan dengan memberi banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari cerminan prilaku yang beresiko terkena penaykit tidak menular.Simpulan : Kesehatan seseorang dapat tercermin dari perilaku sehari-hari. Kegiatan ini mampu memberikan pemahaman kepada peserta untuk menerapkan pola hidup sehat baik untuk diri sendiri, keluarga maupun lingkungan.
PEMBERDAYAAN KELUARGA MELALUI GERAKAN SAYANG IBU HAMIL (GESIB) DALAM UPAYA MEWUJUDKAN IBU HAMIL BEBAS ANEMIA DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Maslahatul Inayah; Nur Zakiyah; Muhammad Yusuf Ibrahim; Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023 - APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i1.10792

Abstract

Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) dapat menjadi alat ukur untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan baik pada masa kehamilan maupun masa nifas. Meningkatnya derajat kesehatan ibu merupakan salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) yang ingin dicapai pada tahun 2030. Anemia pada kehamilan merupakan salah satu faktor dari kehamilan risiko tinggi . Hasil Survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa secara nasional prevalensi anemia ibu hamil masih cukup tinggi yaitu sebesar 48,9 %. Intervensi yang dilakukann melibatkan ibu hamil beserta pasangannya dalam rangka peningkatan status kesehatan ibu hamil. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga ( suami ) tentang anemia  pada kehamilan.Tujuan : Pemberdayaan keluarga dalam upaya pencegahan dan penanganan  anemia pada ibu hamil.Metode : Bentuk kegiatannya meliputi pemeriksaan kesehatan, monitoring Hb, pemberian materi tentang manfaat bahan makanan berbahan dasar kacang-kacangan bagi ibu hamil,  membuat olahan makanan berbahan dasar kacang-kacangan untuk meningkatkan kadar hemoglobin serta melakukan KIE pada keluarga ( suami ) tentang anemia pada ibu hamil.Hasil : Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan keluarga (suami) tentang anemia  pada kehamilan.Kesimpulan : Keluarga perlu waspada terhadap gangguan kesehatan pada ibu hamil serta memperhatikan kebutuhan pada ibu hamil. Kata Kunci :  Gerakan Sayang ibu hamil (GESIB), anemia
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IBU BALITA DALAM PEMBUATAN PUDING LABU KUNING PLUS EXTRAC TEMULAWAK, PENILAIAN NAFSU MAKAN DAN BERAT BADAN ANAK BALITA DI KELURAHAN BENDAN KREGON KOTA PEKALONGAN Mardi Hartono; Supriyo Supriyo; Moh. Projo Angkasa; Zaenal Amirudin; Petrus Nugroho Djoko Santoso
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023 - APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i1.10793

Abstract

Latar Belakang : Nafsu makan yang kurang baik dapat menjadikan masalah yang penting pada anak terkait dengan proses pertumbuhan dan prkembangan anak. berbagai penelitian ilmiah sudah banyak yang membuktikan bahwa pengobatan tradisional banyak digunakan salah satunya adalah tanaman rimpang temulawak (Curcuma Xanthorrhiza). Kandungan minyak astiri pada temulawak memiliki efek koleretik yang dapat memperlancar sekresi empedu untuk mengemulsikan lemak sehingga serta dapat mempercepat penyerapan lemak di usus dan secara tidak langsung dapat mempercepat pengosongan lambung serta pencernaan.Tujuan : Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, khususnya kesehatan Ibu dan Anak dalam membantu mengatasi permasalahan pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita.Metode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada lansia yang nantinya hasilnya dapat diimplementasi kepada Ibu Balita untuk dapat menjaga dan meperbaiki nafsu makan anak yang bermanfaat terhadap Tumbuh Kembang Anak balita.Hasil Pengabdian : Tercapainya kemampuan Ibu Balita dalam menilai Nafsu Makan pada anak, dan dapat membuat makanan tambahan pada anak yang dapat meningkatkan nafsu makan pada anak balita dengan membuat puding labu kuning plus extrac temulawak.Simpulan : Kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan Bendan Kregon dapat terlaksana, dan setelah Peserta di Evaluasi, Ibu Balita dapat memahami cara membuat Puding Plus extrac temulawak dan dapat mempraktekan cara menilai nafsu makan pada anakKata Kunci : Puding Labu Kuning, Extrac Temulawak, dan Nafsu Makan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENINGKATAN GIZI SEIMBANG DAN MAKANAN TAMBAHAN UNTUK PENCEGAHAN RESIKO TINGGI ANEMIA PADA IBU HAMIL DAN GANGGUAN PERTUMBUHAN JANIN Hartati Hartati; Afiyah Sri Harnany; Sumarni Sumarni; Suryo Pratikwo; Indar Widowati
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): NOVEMBER 2023 - APRIL 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i1.10808

Abstract

Latar Belakang : Tingginya  ibu hamil   anemia dan kekurangan energi kronis(KEK)  di wilayah Puskesmas Pekalongan Selatan  kota  Pekalongan.  Anemia dan KEK menjadi faktor  resiko tinggi  terjadinya   kematian ibu  dan gangguan pertumbuhan pada janin.  Kematian  dan  gangguan pertumbuhan janin dapat diantisipasi  melalui upaya bidang kesehatan ibu dan anak dan berkolaborasi dengan  ahli gizi. Gizi seimbang bagi ibu hamil dan pemberian makanan tambahan untuk ibu hamil KEK  sebagai upaya dasar dalam bidang kesehatan. Kecukupan gizi pada ibu hamil  dapat mencegah terjadinya anemia yang berdampak perdarahan pada persalinan, sedangkan pemberian makanan tambahan terutama di perlukan untuk ibu hamil yang mengalami Kekurangan energi kronis, supaya tidak berdampak pada gangguan pertumbuhan janin.Tujuan : Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dan  ibu hamil  agar mengetahui pencegahan resiko tinggi pada ibu hamil dan janin  melalui  upaya peningkatan Gizi seimbang bagi ibu hamil dan pembuatan makanan tambahan.Metode : Pemberdayaan dengan pelatihan dan pendampingan tentang Pelatihan gizi seimbang dan makanan tambahan untuk pencegahan resiko tinggi pada ibu hamil dan janin. Dilakukan pre test sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingan kemudian post test di akhir. Penambahan deteksi dini menggunakan aplikasi mother serta meningkatkan edukasi variasi menu pada ibu hamil sebagai menu yang menarik dan bergizi.Hasil : Hasil akhir kegiatan pengabdian ini dapat dilihat pada peningkatan pengetahuan sasaran kegiatan dalam Pelatihan gizi seimbang dan makanan tambahan untuk pencegahan resiko tinggi pada ibu hamil dan janin.Simpulan : Peningkatkan kemampuan  menyusun  variasi menu sebagai makanan yang menarik serta bergizi untuk ibu hamil.Keyword : Gizi seimbang , Resiko tinggi Ibu hamil, Resiko tinggi Janin
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN KEGAWATDARURATAN GANGGUAN JIWA Zaenal Amirudin; Indar Widowati; Petrus Nugroho Djoko Santoso; Yuniske Penyami; Sudirman Sudirman
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11474

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi gangguan jiwa di masyarakat semakin tahun semakin meningkat. Pertolongan masalah kesehatan mental sejak awal yang terjadi di masyarakat banyak dilakukan bukan oleh tenaga kesehatan jiwa profesional. Kader kesehatan jiwa merupakan perpanjangan tangan dari pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting dalam penanganannya, sebab keberadaannya lebih dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengoptimalkan tingkat pengetahuan mereka.Tujuan: Kegiatan ini bertujuan meningkatkan dan mengoptimalisasi pengetahuan keluarga dan kader kesehatan jiwa tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan psikiatri di masyarakat pada ODGJ.Metode: Metode Program ini diberikan kepada 10 orang anggota keluarga yang memiliki ODGJ dan 30 Orang Kader Kesehatan Jiwa, Kegiatan yang dilakukan selama 1 bulan meliputi 3 (Tiga) tahap yaitu tahap persiapan dimulai dengan melakukan pengukuran tingkat pengetahuan sebelum diberikan pelatihan, tahap pertolongan pertama pada kegawatdaruaratan psikiatri , yang terakhir tahap evaluasi pengukuran pengetahuan setelah diberikan pelatihan.Hasil Kegiatan: Hasil dari gambaran yang terjadi peningkatan pengetahuan pada 20 orang dari tingkat pengetahuan sangat baik, 8 orang cukup baik, dan 2 orang kurang.Kesimpulan: Kesimpulan melalui kegiatan yang terjadi optimalisasi peningkatan tingkat pertolongan pertama pada kegawatdaruratan psikiatri, Kegiatan ini direkomendasikan untuk program berkelanjutan bagi keluarga maupun kader kesehatan jiwa di masyarakat.
SENTUHAN CINTA UNTUK CEGAH STUNTING MELALUI INTERVENSI STIMULASI PIJAT BAYI DAN BADUTA Sutarmi Sutarmi; Joni Siswanto; Warijan Warijan; Tavip Indrayana; Supriyo Supriyo
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11475

Abstract

Latar Belakang : Stunting, merupakan gangguan pertumbuhan dimana kondisi dimana tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan standar usianya, akibat kekurangan gizi, infeksi berulang dan kurangnya stimulasi. Stunting menjadi penyebab meningkatnya risiko terjadinya kesakitan, kematian, terhambatnya perkembangan motorik  dan kognitif. Stunting masih menjadi prioritas masalah kesehatan di Indonesia. Kabupaten Blora merupakan salah satu kabupaten lokus dengan prevalensi stunting tahun 2022 mencapai 25,8%, lebih tinggi dibandingkan prevalensi stunting nasional (21,6%).Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang upaya pencegahan stunting melalui stimulasi pijat bayi dan baduta, pengembangan media edukasi dan pengembengan ketrampilan kader dalam upaya cegah stunting.Metode: Metode yang di gunakan dalam kegiatan pengabdian adalah edukasi dan komunikasi, pengembangan media edukasi dan pendidikan dan latihan bagi kader dan ibu balita. Pengembangan dan pembentukan kader kesehatan sebagai fasilitator pencegahan stunting.Hasil Kegiatan: Kegiatan pengabdian masyarakat menghasilkan peningkatan dan kesadaran masyarakat dalam cegah stunting, terbentuk sebanyak 20 fasilitator untuk layanan dan edukasi stimulasi pijat bayi dan baduta dan tersedia medua edukasi yang menarik berupa booklet dan poster upaya pencegahan stunting.Kesimpulan: Cegah stunting itu penting, salah satu upaya pencagahn stunting dengan pemberian intervensi berupa stimulasi sentuh dengan pijat bayi dan baduta. Terbentuk fasilitator stimulasi pijat bayi dan baduta mebrikan akses kemudahan dalam pelayanan stimulasi tumbuh kembang bayi dan balita untuk cegah stunting.
PEMBERDAYAAN IBU BADUTA DALAM MEWUJUDKAN PERIODE EMAS MELALUI PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN MAKANAN PENDAMPING ASI Tri Anonim; Suryo Pratikwo; Sumarni Sumarni; Erni Nuryanti; Maslahatul Inayah
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11476

Abstract

Latar Belakang : Usia dibawah 24 bulan sangat penting bagi bayi karena di masa inilah upaya menciptakan sumber daya manusia yang baik dan berkualitas. Masa itu merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat sehingga kerap diistilahkan sebagai “Periode Emas” sekaligus “periode kritis”. Untuk mencapai tumbuh kembang optimal, Global Strategy for Infant and Young Child Fedding WHO/UNICEF merekomendasikan perlunya 4 hal penting yang harus dilakukan, antara lain: memberikan ASI kepada bayi segera dalam waktu 30 menit setelah bayi lahir, memberikan hanya ASI saja atau pemberian ASI eksklusif sejak lahir sampai bayi berusia 6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI (MP ASI) sejak bayi berusia 6 bulan sampai 24 bulan, dan meneruskan pemberian ASI sampTujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu Baduta dalam upaya perbaikan gizi anaknya melalui praktik pemberian ASI Eksklusif dan MPASI agar terwujud Periode Emas.Metode: Penyuluhan kesehatan dan Praktik pemberian ASI eksklusif dan MPASI melalui ceramah, tanya jawab, demomnstrasi membuat MPASI usia  6-9 bulan, 9-12 bulan dan 12-24 bulan.ai anak berusia 24 bulan atau lebih.Hasil Kegiatan: Hasil evaluasi nilai rata-rata pre test sebesar 76,6 ( baik) menjadi 87,4 (sangat baik) pada nilai rata-rata post-testKesimpulan: Penyuluhan tentang Pemberian ASI Eksklusif dan MPASI dapat meningkatkan pengetahuan pada Ibu Baduta, nilai rata-rata pre tes dibanding pos tes terjadi peningkatan signifikan.
IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN: PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN MENGGUNAKAN JUS SAYUR BAYAM MERAH DALAM PENANGANAN RESIKO TINGGI PADA KEHAMILAN DENGAN ANEMI DI PUSKESMAS SRONDOL DAN PUSKESMAS NGESREP SEMARANG Iis Sriningsih; Kurnia Puji Lestari; Titin Suheri; S.Eko Ch Purnomo; Sri Utami Dwiningsih
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11485

Abstract

Latar Belakang: Angka Kematian Ibu di Jawa Tengah terbilang cukup tinggi, salahsatu penyebabnya adalah anemia pada ibu hamil. Strategi yang dapat dilakukanadalah dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dengan cara Pendidikankesehatan tentang cara meningkatkan Hemoglobin menggunakan jus bayammerah.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk implementasi hasil penelitian untukpeningkatan kadar hemoglobin menggunakan sayur bayam merah dalampenanganan resiko tinggi pada kehamilanMetode: Metode yang digunakan dengan identifikasi ibu hamil resiko tinggidengan anemi, memberikan pendidikan kesehatan, pemberian buku saku,dilakukan pendampingan ibu hamil risiko tinggi untuk konsumsi jus sayur bayammerah.Hasil Kegiatan: Tingkat Pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan81,6 dengan minimal 65 dan maksimal 100 sedangkan tingkat pengetahuansetelah diberikan pendidikan kesehatan 91.8 dengan nilai minimal 75 maksimal100.Kata Kunci : Hemoglobin, Jus Sayur Bayam Merah, Anemia
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI KEGAWATDARURATAN IBU HAMIL DAN JANIN DI WILAYAH BINAAN KELURAHAN KURIPAN KERTOHARJO Hartati Hartati; Afiyah Sri Harnany; Moh.Projo Angkasa; Mardi Hartono; Norma Nofianto
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): MEI 2024 - OKTOBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v3i2.11529

Abstract

Latar Belakang : Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepadamasyarakat setempat agar mengetahui deteksi dini pada kegawatdaruratan ibuhamil dan janin. Pada era milenial didukung dengan menggunakan aplikasi yangbisa menunjang deteksi dini yaitu aplikasi mother. Masyarakat setempat diedukasiuntuk menurunkan tingkat mortalitas dan bisa meningkatkan berbagai cara untukmembuat berbagai menu untuk mengurangi tingginya KEK dan anemia pada ibuhamil. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan pengabdian kepadamasyarakat dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibu hamil dan janin padawilayah binaan Kelurahan Kuripan KertoharjoTujuan: metode pemberdayaan meliputi pelatihan dan pendampingan yangbertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dinikegawatdaruratan ibu hamil dan janin melalui pembuatan menu yang bergizi.Metode: Dilakukan pre test sebelum dilakukan pelatihan dan pendampingankemudian post test di akhir. Penambahan deteksi dini menggunakan aplikasimother serta meningkatkan edukasi variasi menu pada ibu hamil sebagai menuyang menarik dan bergizi.Hasil Kegiatan: Hasil akhir kegiatan pengabdian ini dapat dilihat padapengetahuan sasaran kegiatan dalam deteksi dini pada kegawatdaruratan ibuhamil dan janin. Meningkatkan variasi menu sebagai makanan yang menarik sertabergizi.Kesimpulan: Kegiatan pemberdayaan meningkatkan pengetahuan tentangvariasi menu sebagai makanan yang menarik serta bergizi untuk deteksi dinikegawatadaruratan ibu hamil dan janin.Kata Kunci : Deteksi dini, Kegawatdaruratan Ibu hamil, Kegawatdaruratan Janin