cover
Contact Name
Yuniske Penyami
Contact Email
yuniske.polkesmar@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
yuniske.polkesmar@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perintis Kemerdekaan No.5 Dukuh, Pekalongan Utara, Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, 51145
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30640792     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat merupakan terbitan artikel hasil kegiatan pengabdian masyarakat Prodi Keperawatan Pekalongan Program Diploma III Poltekkes Kemenkes Semarang. Terbitan kami tidak pernah vakum, terbitan sesuai dengan periode yaitu setiap 6 bulan sekali sejak pertama kali terbit di November 2021, hanya saja baru sekarang mengurus pengajuan E-ISSN.
Articles 45 Documents
PENDAMPINGAN KELOMPOK MASYARAKAT (BKR dan PIK-R) TANGGAP COVID-19 DALAM RANGKA PENCEGAHAN PENYEBARAN DAN PENULARAN VIRUS CORONA MELALUI POLA HIDUP SEHAT DI KELURAHAN BENDAN KERGON KOTA PEKALONGAN Maslahatul Inayah; Yuniske Penyami; Hartati Hartati
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): NOVEMBER 2021 - APRIL 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i1.7891

Abstract

COVID-19 is declared a world pandemic by WHO and determined by the Government as a non-natural disaster in the form of disease outbreaks that need to take integrated countermeasures including the involvement of all components of society. In response to the current Covid-19 outbreak caused by the corona virus, the role and function of the family is the main basis for cutting the chain of corona virus transmission in the community. Breaking the chain of Covid-19 spread can be done by preventing and handling Covid-19 in the family. This is very important and useful so that we are able to maintain and prevent the spread of the virus in the family, as well as efforts to prepare ourselves for the Covid-19 outbreak.The purpose of this community service is to improve the quality of community groups such as BKR and PIK-R as response groups for Covid 19 so that they become models for other BKR and PIK-R groups in the Bendan Kergon Village area.This service method is carried out in a group of teenage family development (BKR) and a group of teenagers totaling 30 (thirty people). Activities carried out by conducting health outreach on preventing the spread and transmission of the corona virus as well as creative and innovative training activities (life skill education) such as the manufacture of processed dimpsum, fish burgers and dalgona drinks.The conclusion of the family is the main center in preventing the spread and transmission of Covid 19. Compliance with family members in preventing the spread and transmission of Covid 19 has played a major role in reducing the impact of the COVID-19 pandemic. Keywords: BKR and PIK-R groups, Covid-19, Healthy Living Behavior.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM PENCEGAHAN CORONA VIRUS DISEASE (COVID – 19) PADA PASIEN TB PARUDI KELURAHAN BANYU URIP KOTA PEKALONGAN Supriyo Supriyo; Mardi Hartono; Petrus Nugraha Djoko Santoso
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): NOVEMBER 2021 - APRIL 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i1.7892

Abstract

ABSTRAKPenambahan dan penyebaran kasus COVID-19 secara global berlangsung cukup cepat. Tanggal 28 Maret 2020 WHO risk assessment memasukkannya dalam kategori Very High, dimana total temuan kasus infeksi sebesar 571.678 kasus dengan total 26.494 kematian. Kasus konfirmasi COVID-19 di Indonesia pertama kali ditemukan pada 2 Maret 2020, kasus ini terus bertambah hingga pada hari ke 62 menjadi 11.192 kasus konfirmasi, 1.876 kasus sembuh dan 845 kasus meninggal. Sesuai rekomendasi WHO, sejak tahun 1995 Indonesia mulai menerapkan DOTS sebagai strategi nasional penanggulangan secara bertahap. Pada 2000, strategi DOTS dilaksankan secara menyeluruh di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama puskesmas yang diintegritaskan dalam pelayan kesehatan dasar. Fokus utama dari strategi DOTS adalah menemukan dan menyembuhkan pasien terutama pasien tuberkulosis tipe menular. Menemukan  dan mennyembuhkan pasien merupakan cara terbaik dalam pencegahan dan  memutus penularan yang akan menurukan insiden tuberkulosis dimasyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi pemerintah maupun masyarakat dengan meningkatkan peran serta kader kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada kader Kesehatan yang nantinya hasilnya dapat diimplementasikan pada Penderita TB Paru serta dilakukan monitoring evaluasi. KataKunci:Kader kesehatan, Pencegahan, Covid-19, TB Paru,  ABSTRACTThe addition and spread of COVID-19 cases globally is quite fast. On March 28, 2020 the WHO risk assessment put it in the Very High category, where the total number of infection cases found was 571,678 cases with a total of 26,494 deaths. COVID-19 confirmed cases in Indonesia were first discovered on March 2, 2020, these cases continued to increase until on the 62nd day to 11,192 confirmed cases, 1,876 cases recovered and 845 cases died. As recommended by WHO, since 1995 Indonesia has started to implement DOTS as a national strategy for countermeasures in stages. In 2000, the DOTS strategy was implemented comprehensively in health care facilities, especially puskesmas which were integrated into basic health services. The main focus of the DOTS strategy is to find and cure patients, especially patients with infectious types of tuberculosis. Finding and curing patients is the best way to prevent and stop transmission that will reduce the incidence of tuberculosis in the community. This community service aims so that students and lecturers can actively participate in the health development process, help overcome problems faced by the government and society by increasing the participation of health cadres in community empowerment. The implementation of community service which will be carried out by the method of lectures, questions and answers, tutorials, simulations and assistance to health cadres, which later results can be implemented in patients with pulmonary tuberculosis and monitoring evaluation. Keywords: Health cadres, Prevention, Covid-19, Pulmonary TB  
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN GURU PAUD DALAM PEMERIKSAAN STATUS GIZI DAN PEMERIKSAAN TUMBUH KEMBANG PADA ANAK PRA SEKOLAH DENGAN Z-SKOR KUESIONER KPSP DI KECAMATAN PEKALONGAN SELATAN KOTA PEKALONGAN Afiyah Sri Harnany; Mardi Hartono; Akhmad Baequny; Indar Widowati
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): NOVEMBER 2021 - APRIL 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i1.7894

Abstract

Latar Belakang : Pentingnya pengukuran status gizi dalam pemenuhan nutrisi untuk anak yang diindikasikan oleh berat badan dan tinggi badan anak. Status gizi juga didefinisikan sebagai status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrien. Penilaian status gizi merupakan pengukuran yang didasarkan pada data antropometri serta biokimia dan riwayat diet (Beck, 2000). Penilaian terhadap status Gizi merupakan hal yang penting karena dapat menetukan pertumbuhan dan perkembangan anak.Tujuan : dilakukannya pengabdian masyarakat adalah meningkatkan peran serta aktif  agar mahasiswa, dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi pemerintah maupun  masyarakat dengan meningkatkan pemberdayaan masyarakat(Guru Paud) dalam bidang kesehatan Ibu dan Anak.Metode : Metode pelatihan adalah metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada kelompok Guru Paud tentang penatalaksanaan penilaian status Gizi denan Penilaian Z-Skore dan Penilaian perkembangan dengan KPSP.Pelaksanaan : dimulai bulan Juni sampai bula Juli 2018, dengan pemateri dari Puskesmas bidang Gizi dan KIA yang memberikan pembelajaran terhadap guru PAUD di Lokasi Taman Pintar Wilayah Puskesmas Pekalongan Selatan. Serta sudah dilakukan pendampingan monitoring dan Evaluasi di dua sekolah Taman Kanak KanakHasil dan Pembahasan : Guru Paud memahami tujuan dan manfaat dilakukanya pemeriksaan tumbuh kembang pada anak usia dini, serta dapat mempraktekannya dengan menggunakan pedoman pemeriksaan Z-Skore dan Instrumen KPSP. Dengan mengetahui  tumbuh  kembang anak akan segera diketahui bila ada penyimpangan, dan akan dapat membantu pencapaian program pemerintah terutama terhadap program kesehatan anak yang merupakan salah satu indikator tercapainya pembangunan kesehatan.Kesimpulan : Guru Paud dapat melaksanakan pemeriksaan tumbuh kembang dengan menggunakan pedoman syarat kesehatan dengan metode Z-Skore dan Instrumen KPSP.Kata Kunci : Pengukuran Status Gizi dengan Z-Skor dan Kuesioner KPSP
SOSIALISASI KEPADA MASYARAKAT DENGAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS) DALAM PENCEGAHAN COVID -19 DI KELURAHAN MEDONO KOTA PEKALONGAN Tri Anonim; Suryo Pratikwo; Rosmiati Saleh; Sumarni Sumarni
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): NOVEMBER 2021 - APRIL 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i1.7895

Abstract

AbstractSince the Covid-19 case was first reported in Indonesia to date, the number of positive cases has always increased, including the number of deaths. The transmission is increasingly widespread, while public awareness of health protocols is still lacking. This condition has led to various countermeasures by the governments of various countries, including Indonesia. However, the efforts made will not be effective if it is not supported by the wider community. Covid-19 patients can experience severe and aggravating symptoms if accompanied by co-morbidities. Some comorbidities that can worsen to cause death in Covid-19 patients: hypertension, diabetes, lung disease, heart disease. Objective: increase participants' knowledge about preventing the transmission of Covid-19 and improve skills in implementing health protocols. Methods: provide education, information, demonstration. Result: increased target knowledge and skills. Conclusion: the increase in target knowledge is evidenced by the average pre-test score of participants from 72.08 (good enough) to 81.4 (good) in the post-test, and increased skills in implementing clean and healthy living behaviors, especially health. protocol. Suggestion: To prevent the transmission of Covid-19, patients with hypertension and diabetes mellitus are expected to be disciplined in implementing health protocols, consuming balanced nutritious foods containing high anti-oxidants, stopping smoking, and delaying traveling to areas with high numbers. coronavirus case Keywords: Hypertension, Diabetes Mellitus, Covid-19
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PARTISIPASI SEBAGAI PESERTA JKN BPJS KESEHATAN DI KELURAHAN KURIPAN YOSOREJO KOTA PEKALONGAN Moh Projo Angkasa; Zaenal Amirudin; Taadi Taadi; Supriyo Supriyo; Prasko Prasko
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): NOVEMBER 2021 - APRIL 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i1.7896

Abstract

Latar Belakang : BPJS Kesehatan adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan kesehatan. Jaminan kesehatan adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar atau iurannya dibayar oleh pemerintah. BPJS Kesehatan mulai dioperasionalkan  pada tanggal 1 Januari 2014, semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta jaminan kesehatan yang dikelola oleh BPJS termasuk orang asing yang telah bekerja paling singkat enam bulan di Indonesia dan telah membayar iuran (Kemenkes RI, 2013).Tujuan : Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi pemerintah maupun  masyarakat dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam keikutsertaan kepersetaan BPJSMetode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang akan dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada peserta pelatihan dan  dilakukan monitoring evaluasi.Hasil : ada peningkatkan pengetahuan peserta  tentang tujuan dan manfaat program BPJS Kesehatan dan ada peningkatan ketrampilan dalam pendaftaran kepesertaan BPJS Kesehatan secara online pada masyarakat.Saran : Perlunya kegiatan survey dan pendataan jumlah peserta BPJS Kesehatan pada wilayah  yang telah di lakukan pendampingan, sehingga dapat di ketahui keberhasilan dari pengabdian.  Kata Kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Partisipasi Kepesertaan, BPJS Kesehatan
PEMBERDAYAAN PRODUKTIVITAS MASYARAKAT DALAM AKSELERASI PEMBENTUKAN KAWASAN WISATA EDUKASI TEMPE HIEGENIS DAN INOVATIF SEBAGAI PENGEMBANGAN MAKANAN LOKAL DI WILAYAH BINAAN KELURAHAN KURIPAN KERTOHARJO Hartati .; Sumarni .; Suryo Pratikwo; Any Fauziyah; Yuniske Penyami
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): MEI 2022 - OKTOBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i2.8580

Abstract

Pengabdian masyarakat sebagai Upaya bidang kesehatan untuk mengatasi masalah gizi pada masyarakat, terutama masalah kekurangan gizi kronik pada ibu hamil dapat diatasi dengan suplemen makanan berbahan dasar kedelai. Hasil penelitian yang dilakukan sebelumnya, adanya pengaruh makanan tambahan ekstra sari kedelai terhadap peningkatan gizi ibu hamil Kurang Energi Kronis(KEK). Makanan berbahan dasar kedelai tempe sebagai alternatif yang sangat baik untuk mengatasi masalah kurang gizi pada ibu hamil. berdasarkan hasil studi pendahuluan di kelurahan Kuripan Kertoharjo, dengan jumlah pengrajin tempe terbanyak di Kota Pekalongan, pengrajin tempe kesulitan dalam pemasaran karena generasi muda sudah tidak menyukai olahan tempe sederhana. Bila dibiarkan dapat menyebabkan generasi tidak mengenal makanan lokal tempe yang bergizi. Pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin tempe dan karang taruna untuk mengembangkan inovasi makanan lokal tempe menjadi makanan yang di gemari anak anak dan generasi milenial menggunakan pendekatan edukasi wisata.Metode pengabdian dengan pelatihan dan kaji tindak di kawasan wisata. Untuk memperoleh data pengetahuan dan ketrampilan pengrajin tempe dan karang taruna dilakukan uji pre dan post test. Pengukuran data deskriptif untuk memperoleh nilai tingkat pengetahuan dan ketrampilan dengan nilai rata-rata (mean) dan prosentase.Hasil pengabdian masyarakat meningkat dari tingkat pengetahuan yang baik 15 % pada pre test meningkat menjadi 75 % pada post test, praktik dari pre test yang mendapatkan nilai baik 5 % meningkat menjadi 55% dengan nilai baik. tingkat pengetahuan peserta pengabdian masyarakat tentang pengelolaan kawasan wisata edukasi tempe meningkat dari tingkat pengetahuan yang baik meningkat 65 % pada post test, demikian juga dengan praktik pengelolaan Kawasan wisata edukasi tempe higienis meningkat 55% dengan nilai baik. Kata Kunci: Wisata edukasi,pelatihan, hiegienis
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN GENERASI SEHAT YANG BEBAS STUNTING MELALUI KEGIATAN 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN Tri Anonim; Maslahatul Inayah; Afiyah Sri Harnany; Indar Widowati; Tri Wiji Lestari
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): MEI 2022 - OKTOBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i2.8581

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penurunan angka stunting perlu dilakukan sedini mungkin karena stunting dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia. Upaya awal yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah dengan memperhatikan selama kehamilan. Prinsipnya adalah meningkatkan asupan gizi ibu hamil dengan memastikan bahwa selama kehamilan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berkualitas, oleh karena itu diperlukan pendidikan kesehatan dengan tujuan: meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kebutuhan gizi yang dibutuhkan selama kehamilan. dan meningkatkan keterampilan ibu hamil dalam mempersiapkan menyusui sejak hamil. Sasaran dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu hamil. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah ceramah/diskusi, demonstrasi persiapan menyusui sejak hamil, dan evaluasi dengan membandingkan nilai pre-test dan post-test. Kesimpulan: Pengetahuan ibu hamil meningkat yang ditunjukkan dengan peningkatan rerata dari pre-test 63 menjadi 76 pada post-test. Peningkatan rata-rata berat badan ibu hamil ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata, dari sebelum mengikuti pelatihan berat badan ibu hamil adalah 54,1 Kg, dua bulan setelah menerima pelatihan, rata-rata berat badan ibu hamil menjadi 56,8 Kg. Saran : Tenaga kesehatan khususnya bidan atau ahli gizi diharapkan dapat memberikan penyuluhan kepada ibu hamil mengenai kebutuhan gizi ibu hamil agar ibu hamil tidak mengalami status gizi buruk yang dapat berdampak pada berat badan lahir rendah (BBLR) dan berisiko terjadinya stuntungKata kunci: Stunting, 1.000 Hari Pertama Kehidupan
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENGELOLAAN TEKANAN DARAH TINGGI DENGAN SENAM DAN DIET HIPERTENSI PADA KELOMPOK LANSIA DI KELURAHAN BANYUURIP KOTA PEKALONGAN Supriyo .; Mardi Hartono; Rosmiati Saleh; Suparjo .; Sudirman .
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): MEI 2022 - OKTOBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i2.8582

Abstract

Latar Belakang : Tekanan Darah seseorang akan semakin bertambah dengan bertambahnya usia. Tekanan darah tinggi pada usia lanjut usia (lansia) berkaitan erat dengan timbulnya penyakit jantung, ginjal, stroke danpenyakitpembuluhdarah yang lainnya. Latihan fisik yang teratur dan diet hipertensi merupakan upaya untuk membantu menurunkan level tekanan darah pada lansia. Dengan demikian diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya komplikasi akibat tekanan darah tinggi yang sering dialami oleh kelompok umur lanjut usia. Berkaitan dengan hal tersebut, selama ini belum diketahui gambaran tekanan darah pada kelompok senam lansia.Tujuan : Pengabdian masyarakat bertujuan agar mahasiswa dan dosen dapat berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan kesehatan, membantu mengatasi permasalahan tekanan darah tinggiyang dihadapi paralansia, mengetahui gambaran level tekanan darah kelompok senam lansia dan mengetahui efek senam lansia dan diet hipertensi terhadap tekanan darah kelompok senam lansia.Metode Pengabdian : Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, tutorial, simulasi dan pendampingan pada lansia yang nantinya hasilnya dapat diimplementasikan pada Lansia Penderita Hipertensi atau tekanan darah tinggi serta dilakukan monitoring evaluasi.Kesimpulan : Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Kelurahan Banyurip ini dapat meningkatkan pengetahuan manfaaat dan tujuan dari pengelolaan tekanan darah tinggi melalui senam dan diit hipertensi Saran : Perlu adanya monitoring dan pendampingan lebih lanjut secara berkala sehingga kelompok senam lansia senantiasa melaksanakan pengelolaan tekanan darah tinggi.Kata Kunci: Hipertensi, Senam, Diit
PENGARUH AKUPRESUR TERHADAP COMPUTER VISION SYNDROM PENGGUNA LAYAR DIGITAL DI MAN 1 KOTA PEKALONGAN Zaenal Amirudin; Indar Widowati; Ahmad Baequny; Ta'adi .; Arwani .
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): MEI 2022 - OKTOBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i2.8583

Abstract

Pengaruh akupresur bagian mata, kepala, leher dan bahu terhadap computer vision syndrom pengguna komputer, yaitu salah satu jenis pengobatan komplementer yang digunakan untuk memelihara kesehatan mata. Tujuan penelitian ini untuk; 1) mentrasfer pengetahuan tentang pencegahan CVS pada mata dengan akupresur mandiri pada peserta didik, 2) Mentranser ketrampilan cara melakukan akupresur mandiri pada peserta didik untuk mencegah CVS pada mata, 3) Menganalisis pengaruh akupresur mandiri terhadap CVS pengguna komputer. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode: 1) obserasi dan wawancara, diskusi dan pelatihan atau praktik. Instrumen Concentration Grid Tes digunakan untuk menilai tingkat koordinasi mata. Sampel terdiri atas 30 siswa/siswi MAN 1 Kota Pekalongan. Hasil penelitian membuktikan bahwa peserta didik mampu memahami dan sekaligus dapat mempraktikan akupresur untuk pemelihara kesehatan mata. Sedangkan hasil analisis setelah dilakukan intervensi akupressur bagian mata, kepala, leher dan bahu dapat meningkatkan koordinasi mata (p=0,00 < 0,05). Simpulan yang dapat diambil, bahwa akupresur dan masae dapat meningkatkan koordinassi mata pengguna komputer. Saran yang disampaikan, yaitu akupresur dan masase dapat digunakan sebagai pengobatan komplementer pengguna komputer dan layar digital.Kata kunci: Akupresur, Koordinasi Mata, Coputer Vision Syndrom, Pelajar Madrasah Aliyah Negeri.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELOMPOK PENDUKUNG GERAKAN SAYANG IBU (GSI) DALAM DETEKSI DINI IBU HAMIL RISIKO TINGGI Maslahatul Inayah; Petrus Nugroho DS; Faturojak Himawan; Moh. Projo Angkasa; Rr. Sri Endang Pujiastuti
Jurnal Lintas Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): MEI 2022 - OKTOBER 2022
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlpm.v1i2.8584

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dapat menjadi alat ukur untuk mengetahui kualitas pelayanan kesehatan baik pada masa kehamilan maupun masa nifas. Kehamilan risiko tinggi dapat mempengaruhi proses kehamilan dan proses persalinan yang berdampak pada kesehatan ibu maupun janinnya. Berbagai gangguan kesehatan yang dialami oleh ibu hamil dengan risiko tinggi dapat menjadi pemicu terjadinya stres selama kehamilannya. Pengenalan adanya risiko tinggi ibu hamil di lakukan skrining / deteksi dini adanya faktor risiko secara pro/aktif pada semua ibu hamil, sedini mungkin pada awal kehamilan oleh tenaga kesehatan , kader, ibu hamil sendiri, suami atau keluarga.Tujuan umum dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah terbentuknya kelompok pendukung gerakan sayang ibu (2GSI ) untuk mendukung agar ibu-ibu dapat lebih mengetahui tentang kehamilan risiko tinggi. Meningkatnya pengetahuan, sikap ibu tentang pentingnya deteksi dini ibu hamil risiko tinggi. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu-ibu hamil trimester I,II,III beserta keluarga dan kader kesehatan di wilayah Puskesmas Bendan Kecamatan Pekalongan Barat.Metode yangdi laksanakan terdiri dari persiapan, pelatihan, pembentukan kelompok GSI dan penyususnan modul screening deteksi ibu hamil resiko tinggi. Evaluasi di lakukan baik selama proses maupun setelah kegiatan sebagai outcome.Kata Kunci : Kelompok Pendukung Gerakan Sayang Ibu, Deteksi Ibu Hamil Risiko Tinggi