cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka (Journal of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals) bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang radioisotop, radiofarmaka dan bidang terkait, yang diwujudkan dalam bentuk makalah ilmiah hasil penelitian atau tinjauan dan gagasan.
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
EFEK IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP DAYA TAHAN BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DALAM BERBAGAI KONDISI. Nikham, Nikham
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 5, No 1/2 (2002): JURNAL PRR 2002
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7467.472 KB)

Abstract

ABSTRAKEFEK IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP DAYA TAHAN BAKTERI Pseudomonas aerugillosa DALAM BERBAGAI KONDISI. Telah dilakukan penelitian efek radiasi sinar gamma 60Co terhadap bakteri P. aeruginosa dengan tujuan untuk mengetahui nilai D10 bakteri yang diiradiasi dalam berbagai kondisi. Sampel bakteri dari suspensi akuades, talek dan tepung kacang tanah dalam kondisi kering, basah, 02 dan N2, diiradiasi pada sinar gamma dengan dosis 0 - 2,5 kGy dan laju dosis 5 serta 10 kGy/jam. Setelah diiradiasi sample bakteri P. aeruginosa dibiakkan pada media Tryptotle Soya Agar, selanjutnya diinkubasi pada 32 ± 2 °C selama 3 hari. Koloni yang tumbuh dihitung, datanya dipakai untuk membuat kurva dan menentukan nilai D10. Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan berarti m1tara nilai D10 bakteri yang diiradiasi dalam suspensi akuades, talek dan tepung kacang tanah. Nilai D10 bakteri yang diiradiasi pada laju dosis 10 kGy/jam cenderung lebih tinggi daripada yang diiradiasi 5 kGy/jam. Nilai D10 mikroba yang diiradiasi dalam kondisi N2 lebih tinggi dari pada dalam kondisi O2. ABSTRACT EFFECTS OF GAMMA RAYS IRRADIATION ON RESISTANCE OF Pseudomonas aerugillosa BACTERIA IN VARIOUS CONDITION. The investigation of ganuna rays 60Co irradiation effect on resistance of bacteria P. aeruginosa has been done. The objective of the research was to know the D10 value of bacteria P. aeruginusa. By using of distilled water, talc and peanut powder as carrier in dry, wet, 02 and N2 condition the bacteria of P. aeruginosa were irradiated on gamma rays of 60 Co with dose of 0 to 2.5 kGy, and with dose rate of 5 and 10 kGy/h. After irradiation the bacteria of P. aeruginosa were cultured in media of the Tryptol/e Soya Agar and incubated at temperature of 32 ± 2 °C for 3 days. The survival colonies were calculated, and the data were used to make the curve and to determine the  D10 value. The results of the experiment showed that D10 value of irradiated bacteria of P. aeruginosa in the distilled water, talc and peanut powder as carrier were not high significant. Nevertheless the D10 value of the irradiated at dose rate 10 kGy/h show more higher tendency than at dose rate 5 kGy/h. The D10 value of irradiated bacteria in the N2 condition was higher, if compared with in the 02 condition.Kata kunci :  sinar gamma, laju dosis, P. aeruginosa, N2, O2, nilai D10
EVALUASI BIOLOGIS SENYAWA KOMPLEKS RENIUM-186 FOSFONAT SEBAGAI RADIOFARMAKA TERAPI PALIATIF KANKER TULANG Gunawan, Adang H.; Aguswarini, Sri; Abidin, Abidin; Karyadi, Karyadi; Bagiawati, Sri
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 10 (2007): JURNAL PRR 2007
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.855 KB)

Abstract

EVALUASI BIOLOGIS SENYAWA KOMPLEKS RENIUM-186 FOSFONAT SEBAGAI RADIOFARMAKA TERAPI PALIATIF KANKER TULANG. Senyawa kompleks renium-186 fosfonat, 186Re-HEDP (hydroxyethylidienediphosphonate) dan 186Re-EDTMP (ethylenediaminetetramethylphosphonate), dewasa ini telah luas digunakan sebagai penghilang rasa nyeri tulang yang disebabkan oleh metastasis kanker prostat, payudara, paru-paru dan ginjal ke tulang. Penggunaan radiofarmaka tersebut merupakan pengganti penggunaan analgesik, hormon, kemoterapi, dan narkotik yang diketahui memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Metode preparasi dan uji kualitas senyawa kompleks 186Re-HEDP dan 186Re-EDTMP telah dikembangkan untuk tujuan produksi komersial. Penentuan kemurnian radiokimia dengan kromatografi kertas dalam berbagai kepolaran pelarut menunjukkan kemurnian radiokimia diatas 90% sampai hari ketiga setelah proses penandaan dilakukan. Disamping itu hasil pengujian menunjukkan pula bahwa larutan senyawa kompleks bebas pirogen dan steril. Hasil uji pada binatang percobaan tikus putih menunjukkan kandungan senyawa kompleks di dalam darah mencapai puncaknya pada 5 menit setelah penyuntikan. Sedangkan ekskresi radiofarmaka kedua kompleks di dalam urin menunjukkan adanya keradioaktifan sekitar 41% dan 38,5 % dalam bentuk perenat, 186ReO4-, setelah 20 jam penyuntikan. Hasil biodistribusi dan pencitraan (imaging)menggunakan kamera gamma terhadap mencit dan tukus putih normal menunjukkan bahwa senyawa kompleks 186Re-HEDP dan 186Re-EDTMP terakumulasi cukup nyata di tulang. Kata Kunci : 186Re-HEDP , 186Re-EDTMP, kanker tulang, kemurnian radiokimia, biodistribusi. BIOLOGIC EVALUATION OF PHOSPHONATES COMPLEX LABELLED WITH RHENIUM-186 AS A BONE CANCER PALLIATIVE THEURAPEUTIC RADIOPHARMACEUTICAL. Currently, rhenium-186 phosphonate complexes are widely used as pain palliative agents due to bone metastasis caused by prostate , breast , lung and kidney cancers. Either 186Re-HEDP or 186Re-EDTMP has been used for replacing analgesic therapy, hormone therapy, chemotherapy and narcotic therapy . Preparation and quality control of 186Re-HEDP and 186Re-EDTMP complexes have been developed for commercial production purposes. Radiochemical purity was determined using paper chromatography and afforded maximum yielded for more than 90 % . Both complexes were stable for 3 days. Sterility and pirogenicity tests indicated that these compounds were sterile and pyrogen free. Rhenium-186 HEDP and 186Re-EDTMP complexes contents in the blood achieved optimum activity after 5 minutes post injection. Both complexes showed major renal clearance up to 41 % and 38,5 % as perrhenate ion within 20 hours post injection. Biodistribution pattern and gamma camera image of the injected complexes in rats were accumulated in the bone. Keywords : 186Re-HEDP, 186Re-EDTMP ,bone cancer, radiochemical purity, biodistribution.
MODIFIKASI SINTESIS NUKLEOTIDA BERTANDA [γ-32 P] ATP Rahman, Wira Y.; Sarmini, Endang; herlina, herlina; Triyanto, Triyanto; Hambali, Hambali; Muthalib, Abdul; Nurbaiti, Santi
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 16, No 1 (2013): JURNAL PRR 2013
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.646 KB)

Abstract

ABSTRAKMODIFIKASI SINTESIS NUKLEOTIDA BERTANDA [Y-32P]ATP.Dalam perkembangan biologimolekul, radionuklida dalam bentuk senyawa bertanda telah digunakan sebagai perunut deoxyribonucleicacid (DNA)/ribonucleic acid (RNA) untuk mendalami berbagai macam proses fisiologi dan patologi. Salahsatu senyawa tersebut adalah nukleotida bertanda fosfor-32 (32P) [γ-32P]-adenosine triphosphate {[γ-32P]-ATP} yang banyak digunakan dalam penelitian biologi molekul. Untuk dapat menunjang penelitian biologimolekul di Indonesia, pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan senyawa nukleotida bertanda [γ-32P]-ATP melalui reaksi enzimatis dengan melakukan modifikasi pada metoda sintesisnya menggunakanprekursor DL-glyceraldehyde 3-phosphate, nukleotida adenosine di-phosphate (ADP) dan H332PO4, sertaenzim gliseraldehid 3-phosphat dehidrogense, 3-phosphogliserat-kinase dan laktat dehidrogenase. Pemurnian[γ-32P]-ATP hasil sintesis dengan menggunakan kolom kromatografi DEAE-Sephadex. Dari proses sintesisdan pemurnian yang telah dilakukan berhasil diperoleh [γ-32P]-ATP dengan aktifitas 1,175 mCi dankemurnian radiokimia 99,49%. Dengan berhasilnya dilakukan sintesis dan pemurnian [γ-32P]-ATP, makaPusat Radiosiotop dan Radiofarmaka akan dapat menyediakan nukleotida bertanda dimaksud di atas untukmenunjang penelitian biologi molekul di Indonesia.Kata Kunci: nukleotida bertanda [γ-32P]ATP, sintesis, reaksi enzimatis, pemurnianABSTRACTMODIFICATION OF SYNTHESIS NUCLEOTIDES [Y-32P] ATP.In molecular biology, radionuclidesin the form of radiolabeled compounds have been widely used as deoxyribonucleic acid (DNA) / ribonucleicacid (RNA) tracer in order to explore a wide range of physiological and pathological processes. One of suchcompounds is [γ-32P]-adenosine triphosphate {[γ-32P]-ATP} [γ-32P]-ATP which has been widely used in thebiotechnology research. In order to support the biotechnology research in Indonesia in this project, [γ-32P]-ATP had been synthesized by enzymatic reactions with modifying the method of synthesis using theprecursor DL-glyceraldehydde 3-phosphate, nucleotides Adenosine Diphosphate (ADP) and H332PO4 andenzymes glyceraldehid 3-phosphate dehydrogenase, 3-phosphoglyceryc phosphokinase and lactatedehydrogenase. The purification of the synthesized [γ-32P]-ATP, by using DEAE Sephadex columnchromatography.  The synthesis and purification process that had been performed were able in producing of[γ-32P]-ATP with radioactivity of 1,175 mCi and  radiochemical purity of 99,49%.. Having successfullyprepared the [γ-32P]-ATP and application, in the near future the Radioiotopes and RadiopharmaceuticalsCentre is expected to be able in providing the above-mentioned radiolabeled nucleotide for biotechnologyresearch in Indonesia.Key words : labeled nucleotide [γ-32P]-ATP, synthesis, enzimatic reaction, purification
PRODUKSI KIT IMMUNORADIOMETRICASSA Y (IRMA) CA-125 UNTUK DETEKSI DINI KANKER OV ARIUM Widayati, Puji; Ariyanto, Agus; Lestari, Wening
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 14, No 1 (2011): Jurnal PRR 2011
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3847.625 KB)

Abstract

ABSTRAKPRODUKSI KIT IMMUNORADIOMETRICASSAY (IRMA) CA-125 UNTUK DETEKSI DINIKANKER OV ARIUM.Kanker ovarium merupakan kanker terbanyak sesudah kanker leher rahim, namuntingkat kematiannya lebih besar dari pada kanker leher rahim. Penderita yang datang ke dokter (75%) pada umumnya telah mengidap kanker pada stadium lanjut (III-IV) sehingga pasien tidak dapat lagi tertolong. Kanker akan lebih mudah disembuhkan bila diketahui pada tahap awal pertumbuhan (terdeteksi dini). Carbohydrate Antigen-125 (CA-125) adalah glikoprotein antigenik yang dilepaskan ke darah penderita kanker ovarium, dengan kadar sangat rendah pada awalnya dan meningkat sesuai dengan keganasan kanker, sehingga deteksi kanker ovarium dapat dilakukan dengan mengukur kadar rendah senyawa CA-125 di dalam darah. Metode yang sesuai adalah immunoradiometricassay (IRMA). Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka(PRR) telah mengembangkan metode ini sejak 2003, diawali dengan pembuatan komponen kit IRMA CA125, meliputi perunut CA-125 bertanda 1251,larutan standar CA-125, dan tabung bersalut antibodi monoklonal (coated tube), kemudianoptimasi assay kit IRMA CA-125 yang menghasilkan nilai Bff = 19,05% dan NSB = 0,53%, dengan daerah kerja 0-200 mIU/mL. Selanjutnya validasi metode menggunakansampel kadar tinggi (QCH) dan kadar rendah (QCL), menunjukkan nilai %CV intra assay (n=15) sebesar 9.9 % (QCL) dan 2.97 % (QCH) serta %CV inter assay (n=7) berturut-turut 13.1% (QCL) dan 4.9% (QCH), yang memenuhi syarat, memenuhi syarat Protocol IAEA Kata kunci: Kanker ovarium, Immunoradiometricassay(IRMA), CA-125, optimasi, validasiABSTRACTPRODUCTION OF IMMUNORADIOMETRICASSAY (IRMA) CA-125 FOR EARLYDETECTION OF OVARIAN CANCER. Ovarian cancer is the second highest incidence after cervix cancer, but has higher fatality level than cervix cancer. Generally, patient is known suffering ovarian cancer in very late stadium, III or IV, which almost incurable. Cancer would be easier cured if detected early. Carbohydrate Antigen-125 (CA-125) is an antigenic glycoprotein presence in blood of ovarian cancer patient, in a very low concentration initially and will increase proportionally with the level of malignancy,therefore, early detection of ovarian cancer can be carried out by measurement of low level CA-125 in the blood. The most suitable method is immunoradiometricassay (IRMA). Our laboratory has developed CA-125 IRMA kit since 2003, started from preparation of CA-125 IRMA kit components, consists of 125I_CA_125 tracer, CA-125 standard, and monoclonal antibody-coated tubes, followed by assay optimization of IRMA CA-125 kit, which produced BIT value of 19,05%, NSB value of 0,53% and working area of 0 to 200 mIU/mL. Furthermore, method validation of IRMA CA-125 kit using high and low concentration quality control (QCH and QCd, showed an intra assay (n= 15) CV value of 9.9% for QCL and 2.97% for QCH, while inter assay (n=7) CV value of 13.1% and 4.9% for QCL and QCH respectively. The results comply with theIAEA protocol requirement.Keyword :
PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELD DAN LOLOSAN Mo-99 DARI GENERATOR Mo-99/Tc-99m BERBASIS PZC Gunawan, Adang Hardi; Mutalib, Abdul; Lubis, Hotman; Awaludin, Rohadi; Sulaeman, .
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 8 (2005): JURNAL PRR 2005
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.137 KB)

Abstract

PENGARUH PENCUCIAN LARUTAN NaOCl DAN PENAMBAHAN KOLOM KEDUA ALUMINA TERHADAP YIELDDAN LOLOSAN Mo-99 DARI GENERATOR Mo-99/Tc-99m BERBASIS PZC. Alumina merupakan salah satu bahan utama dalam generator Mo-99/Tc-99m yang berfungsi sebagai zat pengadsorpsi molibdenum. Keterbatasan daya serap alumina terhadap molibdenum menyebabkan senyawa ini tidak dapat digunakan sebagai pengisi kolom untuk generator Mo-99/Tc-99m yang menggunakan Mo-99 hasil aktivasi neutron. Dengan diketemukannya senyawa baru sebagai zat pengadsorpsi molibdenum yaitu PZC (poly zirconium compound), telah memberikan harapan baru untuk dapat dilakukannya pembuatan generator Mo-99/Tc-99m. Penelitian pembuatan generator Mo-99/Tc-99m dengan menggunakan senyawa PZC sebagai adsorbent merupakan bentuk kerjasama antara PRR-BATAN Serpong dengan JAERI dan Kaken Co. Jepang. Dalam penelitian ini telah dilakukan percobaan pembuatan generator Mo-99/Tc-99m dengan melihat pengaruh penambahan pencucian menggunakan larutan NaOCl terhadap Yield dan lolosan Mo-99(Mo-99 breakthrough) dalam larutan Tc-99m hasil elusi . Parameter lainnya yang digunakan untuk mengurangi lolosan Mo-99 dalam Tc-99m hasil elusi adalah penambahan kolom alumina yang ditempatkan setelah kolom Mo-99 PZC.Hasil penentuan kapasitas serap senyawa PZC terhadap molibdenum diperoleh dengan melihat aktivitas Mo-99 setelah pemanasan 3 jam campuran PZC dan molibdenum dan diperoleh hasil setiap gram PZC mampu menyerap 80-95 % mg dari 268 mg molibdenum yang direaksikan. Hasil penentuan yield elusi generator Mo-99/Tc-99m dengan larutan pencuci salin diperoleh < 50 % dan Yield meningkat menjadi > 80 % setelah pencucian dilakukan dengan menggunakan larutan NaOCl 0,5 % atau 1 % . Penggunaan larutan pencuci NaOCl 0,5 % dan penggunaan kolom alumina sebagai kolom kedua mampu menjaga kestabilan Yield hasil elusi dan meminimalkan lolosan Mo-99 pada Tc-99m hasil elusi. Kata kunci: alumina, generator PZC, Mo-99,Tc-99m, NaOCl Alumina is one of main material in Mo-99/Tc-99m generator as molybdenum adsorbent. Limitation of alumina adsorption capacity to molybdenum cause this material cannot be applied as column filler for generator Mo-99/Tc-99m using Mo-99 from neutron activation . The invention of new compound as molybdenum adsorbent , PZC ( poly zirconium compound), have shown that the materials is a promising adsorbent for generator Mo-99/Tc-99m from (n,γ) irradiated molybdenum. The research of generator Mo-99/Tc-99m by using adsorbent PZC is form of cooperation between PRR-BATAN Serpong with JAERI and Kaken Co. Japan. In this research, the effects of addition of NaOCl solution to elution yield and Mo-99 breakthrough have been done. The other parameter used in this experiment to minimize Mo-99 breakthrough in Tc-99m is addition of second column alumina placed after Mo-99 PZC column. Adsorption capacity of PZC material to molybdenum determined by heating Mo-99 solution with PZC up to 3 hours and the result indicated 1 gram PZC adsorbed 80-95 % Mo-99 from the reacted 268 mg molybdenum. Yield percentage of the Mo-99/Tc-99m generator without rinsed by saline solution obtained < 50 % and the yield increased > 80 % after the column washing by using NaOCl 0,5 % or 1 % solutions. Usage of both NaOCl 0,5 % solution and alumina column as second column can give yield stability and minimize Mo-99 breakthrough at Tc-99m effluent. Key words: Alumina, PZC generator,Mo-99,Tc-99m, NaOCl
PEMUNGUTAN ULANG BAHAN SASARAN Tl-203 MELALUI PEMBENTUKAN Tl-203(OH)3 DAN 2Tl-2O3 Soenarjo, Sunarhadijoso; Triyanto, Triyanto; Yuliana, Nina; Indriani, Dian
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 4, No 1,2 (2001): JURNAL PRR 2001
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3714.803 KB)

Abstract

PEMUNGUTAN ULANG BAHAN SASARAN 203Tl MELALUI PEMBENTUKAN 203Tl(OH)3 DAN 203Tl2O3. Bahan sasaran 203Tl pengkayaan Tlnggi dipergunakan sebagai target pada produksi radioisotop medis 201Tl melalui reaksi inTl 203Tl(p,3n) 20lPb –> 201Tl. Karena 203Tl pengkayaan Tlnggi sangat mahal dan Tldak selalu mudah didapatkan, maka diperlukan teknologi pemungutan ulang 203Tl dari limbah proses radioisotop 201Tl. Teknik pemungutan ulang yang menghasilkan bentuk akhir 203Tl2O3 padat menjadi pilihan karena 203Tl2O3 mempunyai kestabilan yang baik dan merupakan bahan dasar penyiapan sasaran. Rendemen pemungutan ulang juga mudah ditentukan karena hasil akhir berupa zat padat yang mudah diTlmbang. Proses pemungutan ulang mencakup 4 tahapan penTlng yaitu pemisahan 203Tl sebagai 203Tl(I) dari matriks limbah, oksidasi 203Tl(I) menjadi 203Tl(III) menggunakan Br2 dalam CHCl3, pengendapan 203Tl(III) sebagai 203Tl(OH)3 dan pengubahan 203Tl(OH)3 menjadi 203Tl2O3. Rendemen pemungutan ulang ditentukan dengan membandingkan berat 203Tl2O3 yang diperoleh terhadap kandungan 203Tl dalam limbah yang ditentukan terlebih dahulu dengan spektrofotometri UV pada panjang gelombang 214 nm. Pada proses simulasi menggunakan Tl alam didapatkan rata-rata rendemen pemungutan ulang sebesar (80,65 ± 1,05) % berdasarkan pada total Tl yang digunakan dalam simulasi limbah proses 201Tl. Penerapan proses pemungutan ulang dari campuran limbah pra-iradiasi dan limbah pasca-iradiasi menghasilkan rendemen pemungutan ulang 203Tl sebesar 81,02 %. CHEMICAL RECOVERY OF 203Tl TARGET THROUGH PRECIPITATION OF 203Tl(OH)3 AND CONVERSION TO 203Tl2O3. High-enriched 203Tl is preferably used as target material for production of 201Tl medical radioisotope through nuclear reaction of 203Tl(p,3n) 20lPb –> 201Tl. Because of the high cost and limited availability of high-enriched 203Tl, a chemical recovery, of 203Tl from 201Tl processing waste is necessary. Method of chemical recovery giving final product as 203Tl2O3 is chosen due to reasons that 203Tl2O3 is stable and suitable for target preparation and the efficiency of the recovery can be easily determined. The chemical recovery covers the separation of 203Tl as 203Tl(I) from the waste matrices, oxidation of 203Tl(I), precipitation of the oxidized 203Tl as its hydroxide and conversion of the hydroxide to 203Tl2O3. The yield of the recovery was determined by comparing the weight of the resulting 203Tl2O3 to the initial 203Tl content that was previously measured by means of UV-spectrophotometry at a wavelength of 214 nm.From simulation processes using natural thallium, instead of enriched 203Tl, an average-recovery yield was found to be (80.65 ± 1.05)% based on the initial thallium used. The recovery of 203Tl from a mixture of pre and post irradiation wastes of 201Tl has been carried out giving a recovery yield of 81.02 %.
SINTESA ATP BERTANDA P-32 SEBAGAI PERUNUT BIOLOGI MOLEKUL Sarmini, Endang; Herlina, Herlina; Triyanto, Triyanto; Hambali, Hambali; Muthalib, Abdul; Nurbaiti, Santi
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 14, No 1 (2011): Jurnal PRR 2011
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SINTESA ATP BERTANDA P-32 SEBAGAI PERUNUT BIOLOGI MOLEKUL. Kebutuhan perunut DNAIRNA dalam perkembangan biolologi molekul di Indonesia saat ini sangat dirasakan. Salah satunya adalah nukleotida bertanda [?32p]_ATP yang banyak digunakan dalam penelitian bioteknologi. Penguasaan teknik sintesa nukleotida bertanda ini akan sangat mendukung penelitian dalam bidang biologi molekul. Sintesa ini dilakukan dengan reaksi enzimatis yang merupakan bagian dan proses glikolisis, dimulai dari fruktosa 1,6-diphosphat, nukleotida ADP dan radioisotop P-32 dengan menggunakan enzim aldolase, gliseraldehid 3-fosfat, 3-fosfogliseratkinase dan laktat dehidrogenase. Pemumiannya dengan menggunakan kolom kromatografi DEAE Sephadex. ATP bertanda yang dihasilkan berada pada Rf 0, dan P32 pada Rf 0,6. Diharapkan bahwa kebutuhan nukleotida bertanda di Indonesia dapat terpenuhi dengan dihasilkannya nukleotida bertanda [?32p]_ATP ini, yang juga merupakan dasar untuk sintesa nukleotida bertanda lainnya. Kata Kunci: Perunut DNA/RNA, Proses glikolisis, Enzimatis, Radioisotop P-32, Nukleotida bertanda 32p]_ATP ABSTRACT SYNTHESIS OF P-32 LABELED ATP FOR MOLECULAR BIOLOGY TRACER. DNA /RNA tracer demmand in the development of molecular biology in Indonesia is currently strongly felt. One of them is labeled nucleotide [?32p]_ATP which is widely used in biotechnology research. Capability of nucleotide synthesis techniques will support research in the field of molecular biology. This synthesis was done by enzymatic reactions which is a part of the glycolysis process, starting from fructose 1,6-diphosphat, ADP nucleotide and P-32 radioisotope by using aldolase enzyme, glyceraldehyde 3-phosphate, 3phosphoglycerate kinase and lactate dehydrogenase. Purification was perf0D11ed by using DEAE Sephadex column chromatography. The labeled ATP and P-32 were observed at Rf 0 and Rf 0.6. It is expected that the demand of labeled nucleotide in Indonesia can be fulfilled by the synthesized labeled nucleotide [?32p]_ATP that is the base for synthesis of other labeled nucleotide. Keywords: DNA/RNA tracer, glycolysis process, enzymatic, P-32 radioisotope, nucleotide labeled [?32p] ATP  
PENGUJIAN IN-VITRO PENGIKATAN SENYAWA Sm-153 EDTMP PADA KOMPONEN DARAH Dj., Sukiyati; Tamat, Swasono R.; Faisal, Fitra Welly
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 2, No 1/2 (1999): JURNAL PRR 1999
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3066.357 KB)

Abstract

PENGUJIAN IN-VITRO PENGIKATAN SENYAWA 153Sm-EDTMP PADA KOMPONEN DARAH. 153Sm-EDTMP telah digunakan untuk: diagnosis dan terapi kanker tulang metastasis. Biodistribusi senyawa tersebut pada hewan dan uji pre-klinik pada pasien telah banyak dilaporkan, namun masih sedikit pengujian pengikatan biokimia senyawa tersebut yang dilaporkan. Penelitian ini melaporkan pengujian in-vitro pengikatan biokimia 153Sm-EDTMP pada komponen darah. Pengujian dengan darah total menunjukkan bahwa 12-15% 153Sm-EDTMP terikat pada sel-sel darah, dan sisanya pada komponen plasma darah. Inkubasi dengan suspensi sel darah merah menunjukkan 20% senyawa terikat pada sel darah merah. Ikatan dengan komponen darah terjadi dalam beberapa menit dan stabil in-vitro selama beberapa jam. Pengujian in-vitro dengan plasma darah atau serum menunjukkan bahwa 45-47% senyawa berikatan dengan protein plasma. Perpanjangan waktu inkubasi dengan komponen darah tidak meningkatkan jumlah 153Sm-EDTMP yang terikat, namun senyawa 153Sm-EDTMP yang telah terikat pada komponen darah akan segera terlepas bila berada di lingkungan kristal hidroksiapatit dan terikat pada kristal tersebut. IN-VITRO INVESTIGATION OF 153Sm-EDTMP BINDING ON BLOOD COMPONENTS. 153Sm-EDTMP are well known for diagnosis and therapy of bone cancer metastasis. Biodistribution in animals and pre-clinical trials of the compound in patients have often been reported. However, very little investigation on the biochemical binding of the compound has been reported. The present paper reported in­ vitro investigation on the biochemical binding of 153Sm-EDTMP to blood components. Investigation with whole blood showed that 12-15% of 153Sm-EDTMP bound to the blood cells. A similar 20% binding has been shown when the compound was incubated with sedimented red cells. The binding was within minutes and stable for few hours in-vitro. In-vitro investigation with blood plasma or serum showed that 45-47% of the compound bound to the plasma proteins. Extended incubation with the blood components did not increase the 153Sm-EDTMP binding, however, 153Sm-EDTMP bound to the blood components were immediately released when present in the vicinity of hydroxyapatite crystals and bound to the crystals.
PEMBUATAN RADIOFARMAKA PET 18F_FDG MENGGUNAKAN MODUL SINTESA OTOMATIK Purwoko, Purwoko; Chairuman, Chairuman; Gunawan, Adang Hardi; Tahyan, Yayan; Lestari, Eny; Lestiyowati, Sri Aguswarini; Karyadi, Karyadi; Bagiawati, Sri
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 2 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPEMBUATAN RADIOFARMAKA PET 18F_FDG MENGGUNAKAN MODUL SINTESAOTOMATIK.Radiofarmaka 2-(18F)Fluoro-2-deoksi-O-glukosa at au ISF(FOG) adalah radiofarmaka PET(Positron Emission Tomography) yang sangat penting untuk pencitraan lesi tumor. Oengan teknik PETmetabolisme glukosa dalam jaringan tumor di dalam tubuh dapat dibedakan dan diukur secara kuantitatifsehingga digunakan untuk diagnosa tingkat keganasan serta pemantauan pengobatan penyakit tumor ataukanker dalam bidang onkologi kedokteran. Telah dilakukan uji coba produksi 2-(lSF)Floro-2-deoksi-OglukosaISF_ FOG menggunakan perangkat modul sintesa otomatik TRACERlab MX. Perangkat modul inimemberikan kemudahan dalam sintesa rutin radiofarmaka lsF_FOG yang didasarkan pad a reaksi tlorinasinukleofilik terhadap prekursor manosa tritlat dengan katalisator kriptofik. Perolehan yield radiokimia lSF(FOG) mencapai 53,895% (tanpa koreksi waktu peluruhan) dalam waktu 40 men it, produk berupa larutanjernih tak berwarna pH : 6, steril dan bebas pirogen, kadar pengotor kriptofix sangat rendah dan kemurnianradiokimia 99,595 %.Kata kunci: PET, radiofarmaka,PRODUCTION OF PET RADIOPHARMACEUTICAL 18F_FDG USING SYNTHESIZERAUTOMATIC MODUL.Radiopharmaceutical 2-esF)Fluoro-2-0eoxy-O-Glukose or IsF(FOG) is animportant PET (Positron Emission Tomography) radiopharmaceutical for tumour imaging. In the PETtechnique glucose metabolism in tumour tissues can be determined quantitatively and used for diagnosisstaging and monitoring of treatment tumour or cancer disease in medical oncology. The production of 2eSF)Fluoro-2-0eoxy-O-Glucose ISF -FOG using compact automated system module TRACERlab MXhas been carried out. The modular setup of the apparatus permits reliable for routine synthesis ofradiopharmaceuticals lSF -FOG based on kriptofix mediated nucleophilic tluorination to mannose tritlateprecursor. Radiochemical yield of IsF-FOG was 53.895 % (decay time uncorrected) in 40 minutes. Theproduct showed that the colorless and clear solution at pH:6, sterile and pirogen free, kriptofix impuritieswas low and radiochemical purity was 99.595%.Keywords: PET, radiopharmaceutical, FOG
Permanent Seed Implant Dosimetry (PSID)TM Versi 4.5 Sebagai Program Isodosis dan Treatment Planning System (TPS) Untuk Brakiterapi Subechi, Moch.; Pujianto, Anung; Lubis, Hotman; Setiawan, Herlan
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 17, No 1 (2014): Jurnal PTRR 2014
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.453 KB)

Abstract

Pengobatan kanker menggunakan radiasi terapi semakin berkembang. Salah satu metode radiasi terapi yang digunakan di bidang radioterapi adalah Brakiterapi. Brakiterapi merupakan metode radiasi terapi  dimana ditempatkan pada sel kanker secara langsung sumber radiasi sehingga dosis yang diterima sel kanker mendapatkan dosis maksimal dan daerah yang normal mendapatkan dosis minimal.  Seed I-125 telah berhasil dibuat untuk Brakiterapi di dalam negeri. Dalam rangka mendukung penanaman seed I-125 untuk Brakiterapi, diperlukan program komputer untuk perhitungan isodosis dan Treatment Planning System (TPS). Permanent Seed Implant Dosimetry (PSID) 4.5 merupakan salah satu program untuk perhitungan isodosis dan TPS yang dimiliki Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka-BATAN. Dalam perhitungan isodosis, PSID 4.5 menggunakan formula 1D dan 2D berdasarkan AAPM-TG43 (Association of American Physicist in Medicine- Task Group No.43). Fungsi Anisotropi pada formula 1D hanya bergantung pada fungsi jarak sedangkan pada formula 2D bergantung pada fungsi jarak dan sudut sehingga formula 2D memiliki perhitungan isodosis yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan formula 1D. PSID 4.5 dapat menampilkan kontur isodosis dari sumber radiasi seed I-125 secara 2 dimensi (2D) dan 3 dimensi (3D). Program komputer isodosis dan TPS menggunakan PSID 4.5 diharapkan dapat membantu dalam proses perencanaan penanaman seed I-125 untuk Brakiterapi yang dilakukan oleh paramedis dan dapat mendukung pemakaian seed I-125 produksi dalam negeri. The medical treatment using radiation therapy for cancer diseases is increasingly developed. One of the method used in radiotherapy is brachyterapy. Brachytherapy is radiation therapy method in which a radiation source is implanted in  implanted in cancer cell directly so the dose accepted by cancer cell is the highest dose and the dose accepted by nonnal cell is the lowest dose. 1-125 Seed have been made successfully in domestic. To supp0l1the implant of 1-125 seed for brachytherapy needs computer programme for the isodose calculation andTreatment Planning System (TPS). Pennanent Seed Implant Dosimetry (PSID) 4.5 is one of the isodoE calculation and Treatment Planning System (TPS) programme that is owned by Center for Radioisotope and Radiophannaceutical - BA TAN. In  isodose  calculation, PSID  4.5 uses 10 fonnalism and  20  onnalism  basedon AAPM- TG43 (Association of American Physicist in Medicine- Task Group No.43). Anisotropic function on 10 fonnalism depend on distance function while on 20 fonnalism count on distance and angle function therefore 20 fonnalism has isodose calculation better than 10 fonnalism usage. PSID 4.5 can display the isodose contour of the seed 1-125 radiation source in 2 dimension (20) and 3 dimension (3D). The computer programme of isodose calculation and TPS uses PSID 4.5 is expected able to help planning for seed 1-125 implantation process for brachytherapy that used by paramedis and to support the usage of seed 1-125 as domestic product.Keywords: Brachytherapy, Seed, PSID 4.5, 1-125, Isodose

Page 7 of 11 | Total Record : 102