cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka (Journal of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals) bertujuan untuk memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang radioisotop, radiofarmaka dan bidang terkait, yang diwujudkan dalam bentuk makalah ilmiah hasil penelitian atau tinjauan dan gagasan.
Arjuna Subject : -
Articles 102 Documents
OPTIMASI KONDISI SPEKTROMETER ALFA DENGAN DETEKTOR ION-IMPLATED SILIKON DI PUSAT PRODUKSI RADIOISOTOP Kadarisman, Kadarisman; Mutalib, Abdul; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Lestari, Enny; Mujinah, Mujinah; Hafid, Dadang
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 1, No 1 (1998): Jurnal PRR 1998
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1935.418 KB)

Abstract

OPTIMASI KONDISI SPEKTROMETER ALFA DENGAN DETEKTOR ION­IMPLATED SILIKON DI PUSAT PRODUKSI RADIOISOTOP. Telah dilakukan penetapan kondisi optimum spektrometer alfa yang dibubungkan dengan detektor silikon yang diimplantasi ion dengan standar sumber radiasi alfa campuran 239Pu, 241Am dan 244Cm.Pengamatan meliputi penetapan jarak antara cuplikan dengan detektor, tingkat kevakuman, batas deteksi alat dan penetapan efisiensi pencacahan dari masing-masing radionuklida. Dari percobaan diperoleh hasil kondisi optimum yaitu, jarak antara detektor dengan standar 1- 2 cm, tekanan kevakuman -1050 mbar, batas deteksi 5,1 dpm dan efisiensi pencacahan masing-masing untuk 239Pu (5157 keV) 10.6%, 241Am(5486 keV) 10,3% dan 244Cm(5805 keV) 9,9%. OPTIMIZATION OF ALPHA SPECTROMETER COUPLED TO ION-IMPLANTED SILICON DETECTOR IN RADIOISOTOPE PRODUCTION CENTER. The optimization of alpha spectrometer coupled to an ion-implanted silicon detector was carried out using an alpha radiation mixed standard source containing radionuclides of 239Pu, 241Am and 244Cm. This experiment involved the determination of the optimum distance between a radiation source and the detector surface, the pressure of the vacuum chamber, and the detection limit and the efficiency of the detector. The results show that the optimum distance between the radiation source and the detector is 1-2 cm; the pressure is -1050 mbar; the detection limit is 5.1 dpm, and the efficiencies for 239Pu ( 5157 keV), 24lAm (5486 keV) and 244Cm(5805 keV) are 10.6%, 10.3% and 9.9%, respectively.
UJI BIODISTRIBUSI DAN UJI PREKLINIS MIKROSFER GELAS-P-32 UNTUK PENGOBATAN KANKER Astuti, Laksmi Andri; Caniago, Djoharly; Pardede, Ratlan; Widjaksana, Widyastuti; Purwoko, Purwoko; Bagiawati, Sri; Setiyowati, Sri; Abidin, Abidin; Aguswarini, Sri
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 6, No 2 (2003): Jurnal PRR 2003
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2363.751 KB)

Abstract

ABSTRAKUJI BIODISTRIBUSI DAN UJI PREKLINIS MIKROSFER GELAS-P-32 UNTUK PENGOBATAN KANKER.Radiofarmaka telah  menunjukkan  manfaat lebih unggul dan spesiflk biladibandingkan dengan teknik pelayanan kesehatan lain, terutama untuk keperIuan diagnosis dan terapi beberapa penyakit  mematikan seperti kanker. Mikrosfer gelas-P-32 ( P-32 GMS ) adalah  salah  satu sediaan  baru  radiofarmaka untuk terapi  dengan cara  radiasi  interna beberapa penyakit  kanker ganas  seperti  penyakit  kanker  hati. Mikrosfer  gelas-P-32 ini  disiapkan  dengan  cara  mengira diasikan mikrosfer gelas-P31dengan neutron di reaktor nuklir, kemudian sediaan disuntikkan ke daerah yang terkena kanker Untukmemudahkan  penyuntikan  pada  sediaan  ini  perlu ditambahkan larutan pensuspensi, yaitu campuran dari PVP 16 %, dekstrose 50% dan salin. Mengingat ukuran mikrosfer ini spesiflk yaitu 40-60 J.Ull  maka pemilihan jamm suntik perIu dilakukan agar P-32 GMS yang diinjeksikan maksirnal bisa masuk ke daerah sasaran, dan mikrosfer tidak mengalami kerusakan karena gesekan dengan permukaan dalam  jarum. Ujibiodistribusi perIu dilakukan untuk melihat apakah P-32 GMS yang telah diinjeksikan terak1.lmulasike daerah penyuntikan  atau  terdistribusi  ke organ - organ lain yang  tidak dikehendaki, Hewan percobaan yang dipakai  adalah  mencit dengan penyuntikan dilakukan  pada otot  paha  kanan. Hasil biodistribusi pada I, 3dan  24 jam  setelah  injeksi  menunjukkan 100% aktivitas P-32 GMS terakumulasi di daerah penyuntikan.Hasil biodistribusi pada 5 jam setelah penyuntikan menunjukkan adanya penimbunan  aktivitas di organ lambung selain penimbunan aktivitas di daerah penyuntikan, namun hal ini diduga karena terjadi kontaminasi akibat kesalahan kerja .Kata Kunci : Radiofarmaka, , Mikrosfer gelas, P-32,  iradiasi, uji biodistribusi , kanker. ABSTRACTBIODISTRIBUTION AND PRECLINICAL TEST OF P-32 GLASS MICROSPHERESFOR CANCER THERAPY. The superiority of  radiophannaceutical compare to the  other  techniques off medical services, especially for diagnosis and  therapy  of  several deadly diseases such as cancer, shows that this technique is more specific and accurate. P-32-Glass microsphere (P-32 GMS) is one of theradiophannaceuticals developed reccntly for therapy using  interrnal  radiation  method  for several malignant cancers, such as hepatic canccr. 111cP-32 GMS was prcpared by irradiating P-31 GMS with neutron at a nuclear reactor, then the preparation was injected to the cancerous infected  area. To make easy  injection, it needs suspension agent that was including PVP, dextrose and saline with a composition of 16% PVP - 50%dextrose - saline as 2 : 3 : 3 (v/v/v). As microsphere size should be maintained at 40-60 11m, the injectionneedle was selected properly in order to remain the particle size of P-32 GMS unchanged  when  the frictionoccurs between microspheres and the inside surfaces of the needle. The injection  needle  used  was needle produced  by BD with a typical size of 20 GI Tw. Biodistribution  studies were carried out after I, 3, 5 and24 hour of injection. Experimental results  for 1, 3 and 24 hour post -injection studies showed  that 100%activity of  P-32 GMS was accumulated  at  the  injected  area. For 5 hour post-injection study, accumulation of  P-32 GMS activity was also found at stomach besides the injected area, but it was presured as working error. Keywords: Radiophannaceutical , glass microspheres ,P-32,  biodistribution, , cancer.    
EVALUASI BIOLOGIS RADIOFARMAKA 186ReEDTMP SEBAGAI ALTERNATIF BONE PAIN PALLIATIVE AGENT Gunawan, Adang Hardi; Muthalib, Abdul; Bagiawati, Sri; Sovilawati, Evi; Lestiawati, Sri Aguswarini; Abidin, Abidin
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 7, No 2 (2004): Jurnal PRR 2004
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3018.913 KB)

Abstract

ABSTRAK Evaluasi Biologis Radiofarmaka 186Re_EDTMP (Ethylenediamine-N,N,N',N'-tetrakis(methylene phosphonic acid» sebagai Alternatif Bone Pain Palliative Agent. Beberapa penyakit kanker seperti prostat, payudara, paru-paru dan ginjal dapat mengalami metastase ke tulang. Samarium153 EDTMP merupakan radiofarmaka yang sampai saat ini secara luas digunakan untuk mengurangi rasa sakit akibat metastase kanker ke tulang. Penandaan EDTMP dengan radionuklida 186Re telah berhasil dibuat dengan kemurnian radiokimia yang tinggi dan stabil sampai hari ke 8 setelah pembuatan. Pada komplek 186Re_EDTMP yang telah dibuat, dilakukan pengujian biologis seperti biodistribusi, uji pencucian dari darah, uji pencucian dari ginjal, uji lipofilisitas, uji pengikatan pada hidroksiapatit, pencitraan dengan kamera gamma, uji sterilitas dan uji pirogenitas. Hasil uji biodistribusi dan pencitraan dengan kamera gamma menunjukkan bahwa penimbunan pada tulang yang tinggi terjadi pada 24 jam setelah penyuntikan dan diperoleh gambaran kamera gamma yang lebih baik dari pada 2 jam setelah penyuntikan. Kadar kompleks dalam darah mencapai puncaknya setelah 5 menit setelah penyuntikan dan menurun drastis pada 1 jam setelah penyuntikan. Sedangkan dalam urin 24 jam setelah penyuntikan diperoleh aktivitas sekitar 38% yang diekskresikan dalam bentuk perenat bebas. Hasil uji pengikatan komplek dengan hidroksiapatit menunjukkan komplek terikat kuat pada hidroksiapatit (68%) sampai dengan hari ke 2 setelah pencampuran. Hasil pengujian sterilitas dan pirogenitas menunjukkan sediaan tersebut steril dan bebas pirogen. Kata Kunci : 186Re_EDTMP , tulang, kemurnian radiokimia, biodistribusi. ABSTRACT Biological Evaluation of 186Re_EDTMP (Ethylenediamine-N,N,N',N'-tetrakis(methylene phosphonic acid» as an Alternative Bone Pain Palliative Agent. Bone pain is a common complication for patient with bone metastases from prostate, breasts, lung and renal cancers. Samarium-I53 EDTMP is one of the most widely used radiophannaceutical for the treatment of metastatic bone pain. Preparation of 186Re_EDTMP have been carried out with high radiochemical purity and this complex was stable up to 8 days. Biodistribution pattern of the injected complex in mice indicates that the accumulated optimum activity in the bone was obtained 24 hours post injection. Rhenium-186-EDTMP complex contents in the blood reach optimum activity after 5 minutes and decrease drastically at I hours post injection. The complex showed major renal clearance up to 38% as perrhenate ion within 24 hours after injection. Rhenium-186-EDTMP revealed strong binding to hidroxyapatite (± 68%) and stable up to 2 days. Sterility and pyrogenicity test indicated that the complex were sterile and pyrogen free. Keywords: 186Re_EDTMP, bone, radiochemical purity, biodistribution.  
EVALUASI PROSES PRODUKSI RADIOISOTOP Sm-153 DAN SEDIAAN RADIOFARMAKA Sm-153 EDTMP Kadarisman, Kadarisman; Hastini, Sri; Tahyan, Yayan; Abidin, Abidin; Hafid, Dadang; Lestari, Enny
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 9 (2006): jurnal PRR 2006
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.914 KB)

Abstract

EVALUASI PROSES PRODUKSI RADIOISOTOP Sm-153 DAN SED1AAN RADIOFARMAKA Sm-153 EDTMP. Telah dilakukan percobaan proses produksi radioisotop Sm-153 dan proses penandaan sediaan radiofarmaka Sm-153 EDTMP, yang bertujuan untuk mengevaluasi proses produksi radioisotop Sm-153 dan sediaan radiofarmaka Sm-153 EDTMP di Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka, BATAN. Dalam percobaan ini mencakup penyiapan bahan sasaran Sm2O3, pelarutan pasca irradiasi, penetapan konsentrasi radioaktivitas isotop Sm-153, kemurnian radionuklida, proses penandaan senyawa EDTMP, penetapan kemurnian radiokimia dan pH. Dalam percobaan ini diperoleh produk radioisotop Sm-153 dengan radioaktivitas total antara 2845,83 mCi s/d 36963,31 mCi atau dengan konsentrasi radioaktivitas antara 474,30 mCi/ml sampai dengan 6160,55 mCi/ml) berbentuk larutan SmCl3yang masing-masing mempunyai volume 6,0 ml, kandungan samarium 5,76 mg/ml dan dengan kemurnian radionuklida dari produk radioisotop Sm-153 adalah 100 %. Semua produk sediaan radiofarmaka Sm-153 EDTMP memenuhi syarat konsentrasi radioaktivitas, kandungan Sm, kemurnian radiokimia dan pH. Konsentrasi radioaktivitas sediaan radiofarmaka Sm-153 EDTMP minimum 37,50 mCi/ml dan yang terbesar 283,50 mCi/ml, sebanyak 8 buah larutan mempunyai pH 7,5, sedangkan yang lainnya ( 2 buah larutan ) mempunyai pH sebesar 8,5. Kemurnian radiokimia sediaan raiofarmaka Sm-153 EDTMP berkisar antara 90,00 % sampai dengan 98,76 %. Kata Kunci : Evaluasi, Radioisotop, Radiofarmaka, Sm-153, Sm-153 EDTMP EVALUATION OF RADIOISOTOPE PRODUCTION PROCESS OF Sm-153 AND Sm-153 EDTMP RADIOPHARMACEUTICALS. Experiments on the process of Sm-153 radioisotope and labeling of Sm-153 EDTMP radiopharmaceuticals were carried out, as a purpose for evaluation of Sm-153 radioisotope and Sm-153 EDTMP process production in Center for Radioisotope and Radiopharmaceuticals, National Nuclear Energy Agency. This experiments included preparation of Sm2O3target, dissolution of post irradiation, determination of radioactivity concentration of Sm-153 radioisotope, radionuclide purity, EDTMP labeling, determination of radiochemicals purity and pH. In these experiments the total radioactivity Sm-153 product is about 2845.83 mCi to 36963,31 mCi, or with the radioactivity concentration between 474,30 mCi/ml and 6160,55 mCi/ml in the SmCl3solution form. The volume is 6.0 ml, the samarium content is 5.76 mg/ml and the radionuclide purity of Sm-153 is 100 %. All of the Sm-153 EDTMP radiopharmaceuticals product are fullfilled requirements the radioactivity concentration, Sm content, radiochemical purity and pH. The radioactivity concentration of Sm-153 EDTMP radiopharmaceuticals is 37,50 mCi/ml(minimum) to 283,50 mCi/ml (highest). The pH 7.5 were 8 products, and the rest are pH 8.5. Radiochemical purity of Sm-153 EDTMP are round about 90.00 % to 98,76 %. Key Words : evaluation, radioisotope, radiopharmaceutical, Sm-153, Sm-153 EDTMP
CISTERNOGRAFI PADA CEREBROSPINAL FLUID RHINORRHOE Wahid, dr .Nifa; Koesmarsono, SpR, SpKN, Koesmarsono; Terawan A.P, dr.Terawan
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 5, No 1/2 (2002): JURNAL PRR 2002
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7126.048 KB)

Abstract

<p><b>CISTERNOGRAFI PADA CEREBROSPINAL FLUID RHINORRHOE.</b> Tehnik cisternografimerupakan tehnik diagnosa untuk pencintraan fluida cerebrospinal dan telah luas penggunaannya dalam duapuluh tahun terakhir ini. Tehnik ini telah digunakan terhadap pasien dengan kasus adanya massa residifdengan bagian-bagian yang nekrosis atap dinding nasophariynx kiri, sinusitis maxillaries kiri, sinusitisethmoidalis dan sinusitis sphenoidalis kiri berdasarkan pemeriksaan MRI. Dengan menggunakanradiofarmaka <sup>99m</sup>Tc-DTPA dengan dosis 12 mCi yang diinjeksikan secara intravena maka diketahui adanyakebocoran fluida cerebrospinal ke dalam rongga hidung kiri. Setelah dilakukan operasi penutupan kebocorandisarankan dilakukan pemeriksaan ulang dengan cara cisternografi.</p></br></br><p><b>CISTERNOGRAPHY ON THE CEREBROSPINAL FLUID RHINORRHOE.</b> Cisternographyis a diagnostic technique for imaging cerebrospinal fluid and it has been widely used since the last twodecades. We reports here the use of this technique to the patient who has a case of necrotic residue mass onthe upper part of the left nasophariynx wall and also shoeing left sinusitis maxillaries, sinusitis ethmoidalis,and left sinusitis sphenoidalis based on the MRI results. Tc-99m-DTPA radiopharmaceuticals with dose of 12mCi was injected intravenously into the patient and it was found out that there is a leak of cerebrospinal fluidinto the left part of the nose. It is suggested the patient should be reecamined with the cisternography after thesurgery to stop the leak.</p>
VALIDASI METODE PEMBUATAN DAN KENDALl MUTU KIT UBIQUICIDINE UNTUK DETEKSI INFEKSI Widjaksana, Widyastuti; Roseliana, Anna; Lestari, Enny; Tahyan, Yayan; Setyowati, Sri; Humani, Titis Sekar; Kartamihardja, Hussein S
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 12 (2009): JurnaL PRR 2009
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3590.876 KB)

Abstract

ABSTRAK VALIDASI  METODE  PEMBUATAN  DAN  KENDALl  MUTU  KIT UBIQUICIDINE  UNTUK  DETEKSI INFEKSI. Telah dilakukan pembuatan dan uji mutu radiofarmaka Ubiquicidine 29-41 (UBI 2941)untuk ditandai dengan teknesium 99mTcyang akan digunakan untuk preparat diagnosis infeksi bakteriGram posistif dan jamur. Kit kering UBI telah dibuat secara aseptis dan dianalisis kemumian radiokimia, sterilitas dan apirogenitasnya. HasH penandaan UBI dengan 99mTcdianalisis dengan kromatografi lapis tipis dan kromatografi kertas menggunakan ITLC-SG dengan eluen campuran dapar ammonium asetat 0.1 M 5.2 - metanol (1: I) serta kertas Whatman-l dengan e1uen aseton, sedangkan uji sterilitasnya dilakukan menggunakan medium perbenihan cair Fluid Thioglycolate (FTG) dan Trypton Soy Broth (TSB). Uji in vivo pada hewan percobaan dilakukan pada mencit normal dan yang diinduksi infeksi, sedangkan uji klinis pendahuluan dilakukan pada 5 orang relawan di RS. Hasan Sadikin Bandung dan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta yang I orang diantaranya mewakili pasien sehat, dan waktu pengamatan dilakukan pada I jam dan 2 jam setelah penyuntikan dengan 99mTc_UBI.Hasil percobaan menunjukkan efisiensi penandaan sebesar 99,34%, uji sterilitas menunjukkan tidak terjadi pertumbuhan mikroba dalam media uji, uji pirogenitas tidak menunjukkan kenaikan temperatur yang berarti pada kelinci percobaan dan stabilitas kit kering UBI pada penyimpanan di suhu 4°C tidak berubah hingga 12 bulan pengamatan. Biodistribusi pada mencit normal menunjukkan akumulasi radioaktivitas pada ginjal dan kandung kemih, sedangkan pad a mencit yang diinfeksi terlihat adanya penangkapan yang signifikan' pada jaringan yang mengalami infeksi (paha kanan) dibandingkan jaringan yang sehat (paha kiri). Studi pendahuluan pada pasien normal menunjukkan akumulasi radioaktivitas pad a ginjal dan kandung kemih sedangkan pada pasien dengan gejala diare maupun hemoroid terlihat juga adanya penangkapan yang signifikan pada usus dan penangkapan radioaktivitas terse but terlihilt lebih jelas setelah 2 jam. Telah dibuktikan pula kespesifikan dalam pencitraan infeksi bakteri dibandingkan dengan non bakteri (amuba). Hal ini menunjukkan bahwa radiofarmaka 99mTc-Ubiquicidine 29-41 dapat digunakan untuk mendeteksi adanya infeksi secara umum dalam tubuh menggunakan kamera gama dengan waktu pencitraan optimal 2 jam sekaligus juga dapat membedakan antara infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan non bakteri. Kata kunci: 99mTc,penandaan, Ubiquicidine, biodistribusi, infeksi ABSTRACT VALIDATION OF PREPARATION AND QUALITY CONTROL METHODS OF UBIQUICIDINE KIT TO BE USED AS INFECTION IMAGING AGENT. Preparation and Quality Control of Ubiquicidine 29-41 (UBI 29-41) to be labelled with 99mTchave been carried out and will be prepared as infection imaging agent specifically for Gram positive bacteria-and fungi. Lyophilised UBI kits was prepared aseptically and analysed for its sterility, apyrogenicity and radiochemical purity. Labeling efficiency of UBI was analysed by thin layer chromatography using ITLC-SG with ammonium acetate 0.1 M pH 5.2-methanol (1: I) as eluants and paper chromatography using Whatman-I paper with acetone as eluant, and its sterility was assesed using bacterial and fungal culture media, i.e fluid thioglycolate (FTG)and trypton soy broth (TSB). In vivo study was carried out in normal mice and infection induced mice, whereas initial clinical study was carried out on 5 volunteers at Hasan Sadikin General Hospital and Gatot Soebroto Army Hospital, which 1 of them represents normal patient. The images were taken I hour and 2 hours post administration. QC results showed labelling efficiency of UBI of 99.34%, no microorganisms growth in culture media, no significant increase in temperature of experimental rabbits and the stability of unlabeled UBI kits during storage at 4°C was unchanged up to 12 months. Biodistribution study in normal mice showed high accumulation in kidneys and bladder, whereas in infected mice higher uptake was alsoobserved in infected area (right thigh) rather than in uninfected one (left thigh). Initial clinical study in normal patient showed high accumulation of radioactivity in kidneys and bladder whereas in 2 patients with symptoms of diarrhoea and haemorroid respectively the uptake was also seen in colon which increased after 2 hours. Uptake of radioactivity was also seen in patient with spondy litis TB but none in patient with amoebic infection who was previously proven infected using other modality. From this experiment it can be concluded that Ubiquicidine 29-41 labeled with 99mTccan be used as infection imaging agent using gamma camera with optimum scanning time of 2 hours post injection and enable to differentiate between bacterial infection and amoebic infection.Keywords: 99mTc,labeling, Ubiquicidine, biodistribution, infection
PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI MOLIBDENUM-99 HASIL FISI DENGAN MENGGUNAKAN TARGET FOIL LOGAM Uranium PENGKAYAAN RENDAH Mutalib, Abdul; Vandegrift, G. F.; Conner, C.; Gunawan, Adang Hardi; Lubis, Hotman; Sukmana, Ateng; Purwadi, Bambang; Wisnukaton, Khadarisman; Jatmiko, Diki Tri; Sriyono, Sriyono
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 3, No 1 (2000): JURNAL PRR 2000
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8009.772 KB)

Abstract

PENGEMBANGAN PROSES PRODUKSI MOLIBDENUM-99 HASIL FISI DENGAN MENGGUNAKAN TARGET FOIL LOGAM URANIUM PENGKAYAAN RENDAH. Badan Tenaga Nuklir Nasional dan Argonne National Laboratory dewasa ini sedang melaksanakan kerja sama penelitian dan pengembangan produksi molibdenum-99 dengan menggunakan foil logam uranium pengkayaan rendah. Pembahasan dalam makalah ini lebih difokuskan terhadap hasil kerja sama pengembangan dan penelitian tersebut yang telah dilaksanakan di Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka. Dalam makalah dijelaskan (1) keberhasilan pemisahan dan pemurnian 99Mo dari target foil logam uranium pengkayaan rendah yang telah diiradiasi di reaktor RSG-GA Siwabesy, dan (2) keberhasilan memodifikasi proses Cintichem. Hasil pengembangan pendahuluan metoda kuantitatif elektrodeposisi cemaran uranium dan plutonium di dalam 99Mo juga akan dijelaskan. DEVELOPMENT OF PRODUCTION PROCESSES OF FISSION PRODUCT MOLYBDENUM-99 USING LEU METAL FOIL TARGETS. A collaboration is underway between Indonesian National Nuclear Energy Agency and Argonne National Laboratory to carry out R&D on the production of molybdenum-99 using LEU (Low Enriched Uranium)-metal foil targets. A review in this paper is focused mainly on the results of laboratory experiments conducted at the Center for Development of Radioisotopes and Radiopharmaceuticals, Serpong. It describes succeses in (1) performing separation and purification of 99Mo in the irradiated LEU-metal foil targets, and (2) modifying Cintichem procedure. A method for quantitatively electrodepositing uranium and plutonium contaminants in the 99Mo is also described.
PREP ARASI 99mTc_MDP Untuk Penatah Tulang Rosseliana, Anna; Lestari, Enny; Lestiyawati, Sri Aguswarini; Sudarsih, Sudarsih
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 13, No 1 (2010): Jurnal PRR 2010
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPREPARASI 99mTc- MDP UNTUK PENATAH TULANG Dalam rangka memenuhi  kebutuhan sediaan radiofarmaka untuk penelitian di Iingkungan BATAN maupun permintaan rumah sakit maka dilakukan proses pembuatan kit metilen difosfonat (MDP). sediaan radiofarmaka di rumahsakit tentu meningkat seperti kit MDP, DTPA dan MIBI. Oleh karena itu di PRR telah dilakukan proses pembuatan kit/sediaan radiofarmaka MDP yang lyophilized dengan cara dikeringkan (freeze . drying) Tujuannya agar kit MDP buatan PRR sebagai penatah tulang dapat digunakan untuk uji klinik di rumahsakit. Sebagai sediaan radiofarmaka 99mTc-MDP harus memenuhi persyaratan sebagai sediaan obat suntik dan 10 los dari kendali mutu. Penguj ian kualitas  di lakukan terhadap beberapa parameter diantaranya sterlIitas,pirogenitas, kemurnian radiokimia, biodistribusi, dan pencitraan tulang menggunakan kamera gamma. Hasil pengujian kualitas menunjukkan, kit MDP steriL bebas pirogen, kemurnian radiokimia rata-rata 99,93%.Penimbunan aktivitas tertinggi pada tulang mencit rata-rata 14,46 % per gram organ setelah 2 jam penyuntikan dan hasil pencitraan tulang sangat jelas. Hasil uji klinik dari rumah sakit juga menunjukkan pencitraan tulang yang sangat jelas dan kontras. Proses pembuatan kit MDP yang dikeringkan ini menghasilkan kit dengan kekeringan yang baik dan stabil lebih dari 10 bulan. Kata kunci: radiofamaka, kit MDP, penatah tulang, uji klinik. ABSTRACT PREPARATION OF 99mTc_MDP  FOR BONE SCANNING. Productions of MDP kit were carried out in order to fulfil  radiopharmaceuticals  not only for research purposes in BATAN but also for hospital. Demand for radiopharmaceutical kit in many hospitals increases for  MDP, DTPA, and MIBI.Therefore lyophilized MDP has been produced by freeze dried method in PRR. This product will be usedfor cllinical trial as bone scanning agent. The requirement of 99mTc_MDP as radiopharmaceutical has to fulfil  requirements for injection medicine and quality control recommended. The quality control is performed by using parameter of sterility, pirogenity, radiochemical purity, biodistribution, and bone scanning  using gamma camera. The results of quality control showed that MDP was sterile, pyrogen-free, radiochemical purity  was 99,93 %. The highest accumulation of activity in the bone of mice was 14,46 % i.d/g.organ at 2hour post-injection and the result of bone scanning was very clear. Clinical test from hospital showed that the  image was very clear and contrast. Lyophilized MDP by freeze drying method provided good dryness and stabile for more than 10 months. Keywords: radiopharmaceutical, MDP kit, bone scanning, clinical trial.   
RADIOAKTIVITAS JENIS DAN KEMURNIAN RADIONUKLIDA LUTESIUM-177 DIPRODUKSI MENGGUNAKAN REAKTOR G.A. SIWABESSV Awaludin, Rohadi
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 18, No 1 (2015): JURNAL PTRR 2015
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1849.249 KB)

Abstract

Lutesiurn-177 banyak dirnanfaatkan dalam pengembangan radiofarmaka yang didasarkan pada karakteristik radionuklida tersebut. Pada proses pembuatan Lu-I77, radioaktivitas jenis dan kemurnian radinuklida yang diperoleh dipengaruhi oleh kelimpahan Lu-176, fluks netron dan lama iradiasi. Pada studi ini dilakukan perhitungan radioaktivitas Lu-l77 dan radionuklida pengotor Lu-l77m dari pada kondisi iradiasi di Reaktor G.A. Siwabessy. Pada perhitungan ini, iradiasi dilakukan di pneumatic rabbit system (PRS) dengan fluks netron 5xlO13 n.s·1.cm·2 dan di central irradiation position (CIP) dengan fluks netron 1,3x1014 n.s'lcm' 2. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa iradiasi di PRS tidak dapat mencapai nilai radioaktivitas jenis minimum yang diharapkan yaitu sebesar 20,0 GBq/mg jika menggunakan lutesium alam. Jikamenggunakan target diperkaya 90%, radioaktivitas jenis minimum terse but dapat dicapai denganiradiasi selama 15 jam. Untuk iradiasi di CIP, radioaktivitas jenis minimum tersebut dapat dicapai dengan iradiasi selama 3 jam dengan menggunakan target diperkaya 90% dan selama 17 hari jika menggunakan lutesium alam. Kandungan radionuklida pengotor Lu-l77m kurang dari 0,1% sampai dengan iradiasi selama 12 hari pada saat akhir iradiasi. Kandungan Lu-177m meningkat dengan cepat setelah iradiasi dihentikan dan mencapai 0,1% setelah peluruhan selama 24 hari. Lutetium-l77 is widely used in the development of therapeutic radiopharmaceutical. It is based on the characteristics of the radionuclide. In the Lu-l77 production, the specific radioactivity and radionuclide purity is affected by the abundance of Lu-176 in target material, neutron flux and length of irradiation time. In this study, calculations of Lu-l77 specific radioactivity and Lu-l77m radionuclide impurities were carried out. In this calculation, neutron flux of 5xl013 n.s·1cm·2 in PRSand and 1,3xI014 n.s·1cm-2 in ClP were used. Calculation results showed that the irradiation of natural lutetium in the PRSresulted in Lu-l77 with specific radioactivity less than of the minimum specific radioactivity of 20.0 GBq/mg. The minimum radioactivity can be obtained by using enriched lutetium (enrichment 90%) for 15 hours of irradiation. Irradiation in ClP resulted in Lu-177 with specific radioactivity higher than 20.0 GBq/mg by 3 hours of irradiation using enriched target and 17 days of irradiation using natural lutetium. Radionuclide impurity of Lu-l77m was less than 0.1% for 12 days of irradiation. However, the percentage of Lu-l77m increased rapidlyafter irradiation and reached 0,1% after 24 days of decay. 
PREPARASI DAN STUDI AWAL BIODISTRIBUSI 99mTc -IMUNOGLOBULIN M YANG AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI PREPARAT PENATAH INFEKSI/INFLAMASI A, Laksmi; Setiowati, Sri; Karyadi, Karyadi; Mondrida, Gina; W, Widyastuti; A., Agus
Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka Vol 11 (2008): Jurnal PRR 2008
Publisher : Jurnal Radioisotop dan Radiofarmaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3403.246 KB)

Abstract

PREPARATION AND BIODISTRIBUTION STUDY OF 99mTc . IMMUNOGLOBULIN M AS INFECTION/INFLAMMA TION IMAGING AGENT. Thesuperiority of radiopharmaceutical compare to the other techniques of medical services, especially for diagnosis and therapy of several deadly diseases such as cancer or diagnosis of infection and iflammmation . Infection diseases are common in Indonesia, Nuclear medicine techniques which uses polyclonal antibody based radiopharmaceutical labeled with technetium-99m offers an alternative method of diagnosis infection/inflammation. Preparation of 99mTc- ImmunoglobulinM(99mTc_IgM) and its analysis have been carried out. This preparation needs several steps, first reducing IgM using mercaptoetanol with molar ratio 1:2000-12000, purification using PO-IO column ( sephadex G-25,Pharmacia), and the reduced IgM was labeled with 99mTcand MDP astranschelator. The reduced IgM was analysed using size exlusion_HPLC The radiochemical purity of 99mTc_IgM was analysed using TLC/paper chromatography. The stability in the human body was carried out by using fresh human serum after 1 and 2 hours incubation, Biodistribution test oninfected mice was carried out, the radiochemical purity of 99mTc_IgM analysed with TLC/paper chromatography was higher than 90 % for molar ratio Ab:Me 1:12000. The stability of labeled IgM in fresh human serum was stable after 1 and 2 hours incubation, biodistribution test showed higher uptake in the site of infection ( right thigh) compare to the site of uninfection ( left thigh).Keywords: Antibody, immunoglobulin-M, biodistribution,99mTc, infection/inflammation19

Page 8 of 11 | Total Record : 102