cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
ANALISIS DOSIS RADIASI ALAM DARI PAPARAN RADON DAN RADIASI GAMMA DI RUMAH PENDUDUK DI KALIMANTAN BARAT Wahyudi Wahyudi; Kusdiana Kusdiana; Muji Wiyono; Dadong Iskandar
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.13 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.2.5094

Abstract

ANALISIS DOSIS RADIASI ALAM DARI PAPARAN RADON DAN RADIASI GAMMA DI RUMAH PENDUDUK DI KALIMANTAN BARAT. Telah dilakukan analisis dosis radiasi alam yang berasal dari radiasi radon dan radiasi gamma di rumah penduduk di wilayah Kalimantan Barat. Dosis radon diukur menggunakan metode pasif dengan detektor jejak nuklir CR-39 yang dipasang di rumah penduduk selama 3-4 bulan, sedangkan dosis radiasi gamma diukur menggunakan surveimeter model Ludlum-19 . Setelah selesai detektor di ambil kemudian dilakukan proses di laboratorium untuk dilakukan penentuan konsentrasi radon di dalam rumah penduduk. Hasil analisis dari CR-39 diperoleh hasil konsentrasi radon di dalam rumah penduduk dalam rentang 3,13 – 69,57 Bq/m3 dengan nilai rerata sebesar 21,65 ± 1,53 Bq/m3. Konsentrasi ini masih di bawah tingkat referensi radon yang ditetapkan oleh unscear sebesar 300 Bq/m3. Sedangkan dari pengukukuran konsentrasi Ra-226 dalam bahan bangunan diperoleh hasil dalam rentang 4,75-15,75 Bq/kg. Hasil analisis dosis yang berasal dari radon di rumah penduduk diperoleh nilai dalam rumah dalam rentang nilai 0,08 – 1,11 mSv/tahun dengan rerata sebesar 0,38 ± 0,03 mSv/tahun. Sedangkan dosis gamma yang diukur langsung menggunakan surveimeter diperoleh nilai 0,15 – 0,23 mSv/tahun. Sehingga dosis radiasi alam yang diterima penduduk di Kalimantan Barat sebesar 0,55 – 1,32 mSv/tahun dengannilai rerata sebesar 0,69 ± 0,20 mSv/tahun. Dapat disimpulkan bahwa dosis radiasi yang berasal dari paparan radon di dalam rumah di Kalimantan Barat masih di bawah dosis rata-rata di dunia sebesar 2.4 mSv/tahun. Data ini berguna dalam pengambilan kebijakan tentang kesehatan yang berhubungan dengan radiasi di Indonesia.
PEMISAHAN Ce DAN Nd MENGGUNAKAN RESIN DOWEX 50W-X8 MELALUI PROSES PERTUKARAN ION Dwi Biyantoro; Kris Tri Basuki; Muhadi Ayub Washito
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 9 Nomor 1 Januari 2006
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.985 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2006.9.1.170

Abstract

PEMISAHAN Ce DAN Nd MENGGUNAKAN RESIN DOWEX 50W-X8 MELALUI PROSES PERTUKARAN ION.Telah dilakukan penelitian pemisahan Ce dan Nd menggunakan kolom penukar ion yang berisi resin Dowex 50W-X8ukuran 100 – 200 mesh dan eluen EDTA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberhasilan proses pemisahanCe dan Nd menggunakan kolom penukar ion. Pemisahan ini dilakukan dengan menggunakan kolom gelasberdiameter 0,4 cm, panjang 95 cm, umpan campuran Ce dan Nd pada pada kecepatan alir EDTA 0,05 ml/menit. Eluatditampung secara fraksional setiap 5 ml kemudian dianalisis menggunakan spektrometer pendar sinar-X. Dari hasilpenelitian diperoleh nilai kapasitas resin Dowex 50W-X8 = 5,28 mgrek/g, resolusi Ce-Nd = 1,47, dan faktor pemisahanCe-Nd = 5,16 pada perbandingan umpan Ce dan Nd = 20 : 1.
PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PARAMETER PROSES MBE-P3TM Prajitno Prajitno
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 5 Nomor 1 Januari 2002
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.414 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2002.5.1.208

Abstract

PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK PARAMETER PROSES MBE-P3TM. Telah dilakukan analisis, perancangan dan pembuatan program komputer untuk mendukung Sistem Instrumentasi dan Kendali MBE di P3TM. Komputer untuk Instrumentasi MBE dilengkapi dengan kartu PCL-745B komunikasi serial untuk jaringan RS485. Komputer berfungsi untuk melakukan akuisisi data parameter proses MBE dan menampilkan data dalam bentuk numerik maupun diagram batang dan visualisasi posisi trafo variac filamen sumber elektron dan trafo variac sumber tegangan tinggi osilator daya. Kartu antarmuka Advantech PCL-718 dipasang di salah satu slot komputer bantu, berfungsi untuk mengubah masukan sinyal analog yang telah dikondisikan sesuai persyaratan menjadi bentuk dijital. Data dalam bentuk dijital dikirimkan ke komputer utama secara serial lewat pasangan kabel terpilin dengan protokol RS-485. Program komputer yang dikembangkan telah diuji coba di laboratorium secara simulasi dan juga diuji coba langsung pada saat MBE dioperasikan, memberikan hasil unjuk kerja tampilan yang stabil pada layar monitor. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tampilan program komputer dapat memberi tambahan informasi bagi operator saat mengoperasikan MBE
ANALISIS URANIUM DAN THORIUM DALAM SEDIMEN LAUT DAN SUNGAI DI SEKITAR CALON TAPAK PLTN LEMAHABANG Rosidi .; Sukirno .
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 1 Januari 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1120.608 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.1.1282

Abstract

Penentuan uranium dan thorium telah dilakukan denganmetoda analisis aktivasi neutron (AAN) dalam cuplikan sedimen laut dan sungai. Cuplikan diiradiasiselama 12 jam menggunakan neutron termal denganfluks neutron O,58x101/n.cm'2der' fasilitasLazy Susan di reaktor riset Kartini. Uranium dan Thorium kemudian ditentukan berdasarkan reaksi2J8U(n.r)2J9Npdan 2J2Th(n.r)2JJpa.Uranium diidentifikasi melalui tenaga puncak 228,2 keY dari2J9Npdan Th melalui tenaga puncak 312 dan 300 keY dari wPa. Presisi dan akurasi diukurmenggunakan cuplikan uji kualitas sedimen sungai SRM-1645 dan pasir monasit NBL nO-A.Metoda ini memberikan harga presisi (9-17) % dan akurasi relatif (6-12) % untuk kandunganthorium (1,162-10.4) mg/kg dan kandungan uranium (0.414-1.24) mg/kg. Hasil konsentrasi U dan Thdalam sedimen sungai dan laut masing masing (0,224- 2,703) mg/kg dan (0.694- 3,212) mg/kg.
PENGARUH TEKANAN GAS ISIAN ARGON-ETANOL DAN ARGON-BROM TERHADAP UNJUK KERJA DETEKTOR GEIGER-MUELLER Sayono Sayono; Tjipto Sujitno
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 13 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.034 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2010.13.2.48

Abstract

PENGARUH TEKANAN GAS ISIAN ARGON-ETANOL DAN ARGON-BROM TERHADAP UNJUK KERJADETEKTOR GEIGER-MUELLER. Telah dilakukan penelitian pengaruh tekanan gas isian Ar-etanol dan Ar-Brterhadap unjuk kerja detektor Geiger-Mueller. Tabung detektor Geiger-Mueller terbuat dari bahan stainless steeldengan ukuran diameter tabung 1,6 cm, anoda terbuat dari bahan kawat tungsten dengan diameter 0,008 cm,panjang daerah aktif 10 cm dan tebal jendela yang mempunyai density thickness sekitar 0,39 g/cm2. Tekanan gasisian Ar-etanol divariasi masing-masing 7:1, 9:1, dan 19:1, sedang untuk Ar-Br perbandingan tekanannya 100:1,50:1 dan 33:1. Dari hasil pengujian terbaik diperoleh untuk perbandingan tekanan gas Ar-etanol sebesar 9:1dihasilkan panjang plateau 180 V, slope 9,60 %/100 V, resolving time τ = 6,725 μ detik dan tegangan operasi 1160V. Untuk gas Br sebagai gas pemadam dengan perbandingan tekanan 100:1 diperoleh panjang plateau 100 V, slope7,6 %/100 V, resolving time τ = 7,75 μ detik dan tegangan operasi 540 V. Pada penelitian ini umur detektor belumdapat diprediksi karena selama melakukan pengujian detektor masih memiliki plateau yang panjang dan bentukpulsanya belum mengalami discharge. Jumlah cacah yang dihasilkan detektor untuk gas isian Ar-etanol sebesar3,105 × 10 6 cacah, sedang untuk Ar-Br sebesar 1,102 × 10 7 cacah.Kata kunci : Detektor Geiger-Mueller, pemadam, plateau, slope dan resolving time
KARAKTERISASI LIMBAH DARI PRODUKSI RADIOISOTOP MOLIBDENUM-99 Aisyah Aisyah; P. Ayu Artiani; Yuli Purwanto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 21 Nomor 2 Juli 2018
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.315 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2018.21.2.4148

Abstract

KARAKTERISASI LIMBAH DARI PRODUKSI RADIOISOTOP MOLIBDENUM-99.  Radioisotop 99Mo diproduksi terutama sebagai radioisotop induk untuk memperoleh radioisotop tecnisium-99m (99mTc). Radioisotop 99mTc dipakai dalam kedokteran nuklir antara lain  untuk diagnosis pada kelainan tulang, otak, thyroid, paru-paru, hati dan ginjal. Di Indonesia 99Mo diproduksi oleh PT. Industri Nuklir Indonesia (INUKI) dari target uranium yang dilekatkan kedalam dinding kapsul baja tahan karat untuk kemudian diiradiasi di Reaktor GA Siwabessy. Pengambilan 99Mo dalam target dilakukan dengan proses CINTICHEM. Pada proses CINTICHEM akan ditimbulkan  beberapa jenis limbah yang salah satunya adalah Radioactive Fission Waste (RFW). Limbah ini memiliki paparan radiasi yang besar yang mengakibatkan karakterisasi limbah secara laboratorium sulit dilakukan. Pengelolaan limbah yang tepat memerlukan karakteristik limbah yang tepat pula. Oleh karena itu dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi limbah RFW menggunakan program komputer ORIGEN 2.1 dengan data parameter input adalah data dari salah satu batch produksi 99Mo di PT INUKI yang berupa data target uranium diperkaya tinggi 92,7% yang dilekatkan pada kapsul baja tahan karat AISI 304L, iradiasi dilakukan pada posisi Centre Irradiation Position (CIP) dalam Reaktor Serbaguna GA Siwabessy dengan fluks netron termal: 1,12x1014 n/cm2detik dan iradiasi target dilakukan selama 96 jam. Seleksi radionuklida yang relevan terhadap metode pengelolaan limbah dilakukan berdasarkan pada waktu paro, tingkat kliren dan radiotoksisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampai dengan waktu peluruhan 50 tahun, total konsentrasi aktivitas limbah 3,01x109 Bq/g dengan kandungan radionuklida produk aktivasi, aktinida dan anak luruhnya serta produk fisi. Selain itu limbah ini juga mengandung 235U yang masih cukup besar serta radionuklida umur paro panjang dengan tingkat toksisitas yang sangat tinggi. Berdasarkan pada Peraturan Pemerintah No.61 Tahun 2013 limbah ini diklasifikasikan sebagai limbah radioaktif  tingkat sedang dan memerlukan pengelolaan dengan tingkat keselamatan yang tinggi.
PRINSIP DASAR TEKNOLOGI OKSIDASI MAJU : TEKNOLOGI HIBRIDA OZON DENGAN TITANIA Widdi Usada; Agus Purwadi
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 10 Nomor 2 Juli 2007
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.101 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2007.10.2.161

Abstract

PRINSIP DASAR TEKNOLOGI OKSIDASI MAJU:TEKNOLOGI HIBRID OZON DENGAN TITANIA. Salah satumasalah dalam kesehatan lingkungan adalah limbah cair organik yang berasal dari berbagai sumber pencemaran.Teknologi yang ramah lingkungan untuk degradasi limbah organik adalah ozon. Ozon ini dihasilkan melalui teknologilucutan plasma, tetapi kemampuannya terbatas. Oleh karena itu diperlukan teknologi baru yang ramah lingkunganyang mempunyai kemampuan lebih kuat. Teknologi baru ini disebut teknik oksidasi maju. Teknologi oksidasi majumerupakan gabungan antara teknologi ozonisasi, peroksida, sinar UV dan fotokatalis. Dalam makalah ini dikenalkanprinsip dasar hibrid antara ozon dengan fotokatalis semikonduktor titania. Kemampuan pendegradasian limbah cairorganik lebih kuat karena adanya radikal baru yang dihasilkan reaksi pasangan hole dan elektron dari fotokatalisatortitania dengan air atau oksigen. Selanjutnya radikal baru ini akan mendegradasi limbah cair tersebut. Teknologi inidigunakan untuk mendegradasi fenol.
SIMULASI TRANSPOR BERKAS ION DALAM AKSELERATOR SAMES J 2.5 Sigit Hariyanto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 6 Nomor 1 Januari 2003
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.84 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2003.6.1.199

Abstract

SIMULASI TRANSPOR BERKAS ION DALAM AKSELERATOR SAMES J 2.5. Telah dilakukan simulasi transpor berkas ion dalam akselerator SAMES j. 2.5 dengan program partikel berkas optik laboratory versi 1.1.1. Berkas ion untuk eksperimen APNC digunakan ion deuterium, keluar dari pemercepat tenaga 150 keV, amplop berkas dengan ruji ke arah horisontal X = 1,923 cm, sudut kemiringan X’ = 0,471 mRad dan ruji ke arah vertikal Y = 1,973 cm, sudut kemiringan Y’ = 0,4538 mRad. Keluaran berkas dari tabung pemercepat dilewatkan pada pemokus kuadrapol listrik, pemandu berkas dan ke target. Pembatasa peledaran berkas dipasang program “fitting” pada ujung pemandu dan target dengan ruji ke arah X,Y adalah 15mm dan 12mm Hasil simulasi program menunjukkan bahwa amplop berkas ke arah X, Y pada ujung pemandu adalah 13,16 mm dan 17mm, sedangkan pada target ruji berkas ke arah X, Y adalah 11,6 mm dan 13,4 mm. Koefisien kuadrapol listrik diperoleh 59,089 dan –74,6785 atau kalau dihitung tegangan listrik yang harus diberikan 2,77kV dan –3,5 kV. Untuk eksperimen PIXE keluaran berkas ion hydrogen dari tabung pemercepat dilewatkan pada kuadrapol listrik, pembelok magnet, kuadrapol magnet dan ke target. “Fitting” amplop berkas sebelum kuadrapol dengan ruji ke arah X dan Y 10mm dan pada target 1,5mm. Hasil perhitungan program diperoleh koefisien kuadrapol listrik 69,3056 dan –73,7274 atau pada tegangan 6,49 kV dan –6,22kV. Sedangkan besarnya medan magnet pada kuadrapol magnet adalah 0,51kG. dan -0,57 kG.
PRODUKSI ARUS ION DARI HEAD SUMBER ION EKSPERIMEN UNTUK SIKLOTRON 13 MeV Silakhuddin Silakhuddin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.095 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.2.16

Abstract

PRODUKSI ARUS ION DARI HEAD SUMBER ION EKSPERIMEN UNTUK SIKLOTRON 13 MeV. Untuk membuat desain detil sumber ion yang dapat dibuktikan unjuk kerjanya, telah dilakukan pembuatan head sumber ion eksperimen. Diawali dengan pembuatan model head dengan anoda berongga lurus kemudian dihitung produksi ion H- maksimum. Selanjutnya dibuat head eksperimen dan diukur kemampuannya dalam menghasilkan arus ion H-. Dari hasil perhitungan model tersebut diperoleh arus ion H- maksimum sebesar 26,5 μA sedangkan hasil eksperimen sebesar 14 μA. Perbedaan ini masih dapat diterima dengan mempertimbangkan adanya efisiensi pembentukan plasma dan efisiensi ekstraksi yang tidak sempurna.Kata kunci: sumber ion, head eksperimen, siklotron
PENINGKATAN KEKERASAN DAN KETAHANAN KOROSI BIOMATERIAL METALIK JENIS STAINLESS STEEL 316L DAN Ti-6Al-4V MENGGUNAKAN TEKNIK NITRIDASI ION Sudjatmoko Sudjatmoko; Wirjoadi Wirjoadi; Lely Susita; Bambang Siswanto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.543 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.39

Abstract

PENINGKATAN KEKERASAN DAN KETAHANAN KOROSI BIOMATERIAL METALIK JENIS STAINLESS STEEL316L DAN Ti-6Al-4V MENGGUNAKAN TEKNIK NITRIDASI ION. Telah dilakukan nitridasi ion pada cuplikanbiomaterial metalik jenis stainless steel 316L dan Ti-6Al-4V untuk meningkatkan sifat kekerasan dan ketahanankorosinya. Proses nitridasi ion dilakukan dengan variasi parameter suhu nitridasi, tekanan gas nitrogen dan waktunitridasi untuk mendapatkan kekerasan yang tinggi dan ketahanan korosi yang sangat baik. Kekerasan optimumcuplikan stainless steel 316L diperoleh pada suhu nitridasi 500 oC, waktu nitridasi 3 jam dan tekanan gas nitrogen1,6 mbar; sedangkan untuk cuplikan Ti-6Al-4V diperoleh pada suhu nitridasi 500 oC, waktu nitridasi 3 jam dantekanan gas nitrogen 1,8 mbar. Pengamatan struktur-mikro dan komposisi unsur dilakukan menggunakan SEMEDAX,dan penentuan struktur fase lapisan nitrida yang terbentuk pada permukaan cuplikan dilakukan denganteknik XRD. Lapisan nitrida yang terbentuk pada cuplikan stainless steel 316L terdiri dari struktur fase FeN, Fe2Ndan Fe4N, dan pada cuplikan Ti-6Al-4V terdiri dari struktur fase Ti2N, TiAlN, Ti3AlN dan Ti3Al2N2. Nitrida tersebutmemiliki sifat sangat keras atau mempunyai ketahanan aus sangat baik. Ketahanan korosi cuplikan yang ternitridasidiuji menggunakan alat uji korosi dengan mengukur besarnya arus korosi. Ketahanan korosi optimum diperolehpada suhu nitridasi 450 oC.Kata kunci : Kekerasan, ketahanan korosi, biomaterial, nitridasi ion, struktur-mikro, struktur fase.

Page 10 of 24 | Total Record : 236