cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
PENGARUH HNO3 DAN TINGKAT EKSTRAKSI PADA PENINGKATAN Ce DALAM KONSENTRAT CERI HIDROKSIDA MEMAKAI TBP Maria Veronica Purwani; Dwiretnani Sudjoko; Suyanti Suyanti
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Vomor 10 Nomor 1 Januari 2007
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.606 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2007.10.1.156

Abstract

PENGARUH HNO3 DAN TINGKAT EKSTRAKSI PADA PENINGKATAN Ce DALAM KONSENTRAT CERIHIDROKSIDA MEMAKAI TBP. Telah dilakukan ekstraksi konsentrat Ce(OH)4 hasil olah pasir monasit. Ceri hidroksidadilarutkan dalam asam nitrat sebagai fase air dan tri butil fosfat (TBP) sebagai ekstraktan atau fase organik. Ekstraksidilakukan secara bertingkat dan striping dilakukan tiga kali memakai air dan asam oksalat 5%. Parameter yang ditelitiadalah keasaman dan jumlah tingkat ekstraksi. Efisiensi ekstraksi Ce dan faktor pisah (FP) Ce-Th terbesar diperolehpada ekstraksi bertingkat 500 gram Ce(OH)4 dalam 5.000 ml HNO3 7 M memakai 15% TBP–kerosen. Ekstraksidilakukan selama 15 menit dengan kecepatan pengadukan 150 rpm dan striping dilakukan 3 kali memakai air danasam oksalat 5 %, jumlah tingkat ekstraksi II. Berat FS yang diperoleh pada ekstraksi II = 115,4589 gram dan beratfase striping (FS) pada ekstraksi II = 103,3786 gram. Kadar Ce rata-rata pada ekstraksi I = 82,95% (kadar awal Ce =50,79%,) Th = 3,83%, La = 0% dan Nd = 0,1% dan kadar Ce pada ekstraksi II = 73,92%, Th = 4,55%, La= 1,48%, Nd= 0,41%. Efisiensi Ce pada ekstraksi I = 39,98%, efisiensi Ce pada ekstraksi II = 29,34%, Kd Ce pada ekstraksi I =0,6661, Kd Ce pada ekstraksi II = 0,9583. Pada ekstraksi I FP Ce – Th = 6,4670, FP. Ce – La = mendekati ∞ dan FPCe – Nd = 80,2530 pada ekstraksi II FP Ce – Th = 8,2816, FP Ce – La = 31,9333 dan FP Ce – Nd = 22,9808.
RANCANG BANGUN PENGATUR SISTEM AKTUATOR CATU DAYA SUMBER ELEKTRON PADA MBE DENGAN MIKROKONTROLER Taxwim Taxwim; Budi Santoso; Wijananto Wijananto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 2 Juli 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.941 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.2.194

Abstract

RANCANG BANGUN PENGATUR SISTEM AKTUATOR CATU DAYA SUMBER ELEKTRON PADA MBE DENGAN MIKROKONTROLER. Telah dilakukan rancang bangun pengatur sistem aktuator catu daya sumber elektron pada MBE dengan mikrokontroler. Sistem pengaturan ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman assembler untuk mengendalikan gerakan motor dc yang dikopel dengan trafo variak. Sistem pengaturan tersebut dilakukan dengan menekan tombol UP untuk menaikkan tegangan variak dan tombol DN (down) untuk menurunkan tegangan dan setiap kali penurunan atau kenaikkan (perstep) berkisar antara 5 volt sehingga memudahkan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan sumber elektron secara bertahap dengan prioritas tertinggi pada penurunan tegangan. Sistem pemrograman dengan mikrokontroler tersebut dibuat agar lebih memudahkan untuk disesuaikan dengan keperluan dalam pengendalian dengan cara memodifikasi program dan untuk pengembangan selanjutnya dapat dibuat suatu system closed loop atau dapat dikopel dengan sistem kendali yang berbasis komputer dengan menggunakan fasilitas yang tersedia pada mikrokontroler.
KARAKTERISASI SIFAT LISTRIK GRAFIT SETELAH IRADIASI DENGAN SINAR GAMMA Yunasfi Yunasfi; Setyo Purwanto; Tria Madesa
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.589 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.34

Abstract

KARAKTERISASI  SIFAT LISTRIK GRAFIT SETELAH IRADIASI DENGAN SINAR-g. Telah dilakukan penelitan tentang karakterisasi sifat listrik grafit hasil iradiasi dengan sinar-g. Serbuk grafit dibuat dalam bentuk pelet dengan daya tekan sampai 20 ton. Pada penelitian ini, diamati perubahan sifat listrik grafit setelah diiradiasi dengan sinar-g pada berbagai variasi dosis (100 kGy – 600 kGy). Karakterisasi sifat listrik grafit dilakukan dengan menggunakan alat ukur LCR meter. Hasil pengukuran sifat listrik pelet grafit dengan LCR menunjukkan bahwa nilai konduktivitas dan kapasitansi listrik grafit meningkat akibat radiasi sinar-g, dan nilai ini semakin meningkat seiring dengan bertambahnya dosis radiasi. Peningkatan nilai ini mencapai sekitar 43,2 % untuk nilai konduktivitas dan sekitar 55,4 % untuk nilai kapasitansi setelah diirradiasi dengan sinar-g sampai dosis 600 kGy. Peningkatan nilai ini diperkirakan akibat meningkatnya frekuensi interaksi antara radiasi sinar-g dengan bahan grafit (dalam hal ini adalah elektron), yang menyebabkan daya tampung listriknya meningkat, sehingga sifat listrik bahan grafit tersebut menjadi lebih besar. Kata kunci : Radiasi sinar-g, grafit,  sifat listrik
SURFACE MODIFICATION OF CHEMICAL VAPOR DEPOSITION (CVD) DIAMOND FILM/SI(111) BY IMPLANTATION WITH Fe + B IONS IN CONJUNCTION WITH THEIR MAGNETIC PROPERTIES Setyo Purwanto; A. Dimyati; R. Iskandar; Wisnu A.A; Tjipto S
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 20 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.034 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2017.20.2.3281

Abstract

Surface Modification of Chemical Vapor Deposition (CVD) Diamond Film/Si(111)  by Implantation with Fe+B ions In Conjunction with their  Magnetic Properties. Surfcace modification of CVD manufactured diamond films on Si(111) substrate has been performed by means of Fe+B ion implantation followed by Argon ion gas sputtering with acceleration energy 20 keV and ion dose 1x1015  and 1x1016 ions cm-2. Scanning Transmission Electron Microscope (STEM) imaging shows the formation of amorphous carbon layer on top of the diamond film with thickness ca. 100 nm on the implanted sample and ca. 20 nm on the sample without implantion. The morphology and magnetic property of the films surface were characterized by Atomic and Magnetic Force Microscopy (AFM/MFM). The Electron Energy Loss Spectroscopy EELS analysis has revealed amount of Boron atoms distributed homogenously inside the carbon amorphous layer on both samples which is in close agreement to the result of Raman Spectroscopy showing the changes of the Raman spectrum due to implantation. The magnetic properties of the samples after Fe+B ion implantion were additionally investigated by means of Vibrating Sample Magnetometer (VSM). By increasing ion doses at constant energy 20 keV, the magnetoresistance property decreased from +45% on the sample implanted with dose 1x1015 to +8% on the sample implanted with dose 1x1016 ions cm-2.
ANALISIS UNSUR Fe, Ca, Ti, Ba, Ce, Zr DAN La DALAM SEDIMEN LAUT DI SEMENANJUNG MURIA DENGAN METODE XRF Sukirno Sukirno; Sri Murniasih
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 12 Nomor 1 Januari 2009
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.831 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2009.12.1.147

Abstract

ANALISIS UNSUR Fe, Ca, Ti, Ba, Ce, Zr DAN La DALAM SEDIMEN LAUT DI SEMENANJUNG MURIA DENGANMETODE XRF. Telah dilakukan analisis unsur-unsur (Fe, Ca, Ti, Ba, Ce, Zr dan La) dalam cuplikan lingkungansedimen laut di semenanjung Muria dengan menggunakan metode spektrometer pendar sinar-X (XRF). Tujuanpenelitian untuk mengetahui sebaran unsur-unsur yang mengakomodasikan data lingkungan terkini dalam rangkamendukung ijin tapak dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).Pengambilan cuplikan, preparasi maupun analisisnya mengacu pada prosedur analisis cuplikan lingkungan. Darihasil analisis diperoleh unsur mayor yang terkandung dalam sedimen untuk ke 7 lokasi sampling sedimen lautadalah Ca, Ti dan Fe dengan konsentrasi berturut-turut adalah (6,74 - 11,69 ) %; (0,74 - 6,89 ) % dan (0,45 -1,94 )%; sedangkan untuk unsur-unsur minor terdiri dari unsur Ba, Ce, Zr dan La dengan konsentrasi berturut-turut adalah(451,4 – 1331,6 ) mg/kg; (201,8 – 427,3) mg/kg; (192,3 – 338,5) mg/kg dan (171,7 – 298,4) mg/kg. Hasil uji statistikmenunjukkan bahwa lokasi sampling terpengaruh nyata terhadap konsentrasi untuk semua unsur, pada pengujiandengan taraf kepercayaan 95
KAJIAN PEMANFAATAN SLUDGE IPAL KOTA JOGJAKARTA SEBAGAI PUPUK ORGANIK YANG RAMAH LINGKUNGAN Moch Yazid; Mintargo Kusno; Elisabeth Supriyatni; Moch Eko Budiono
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 8 Nomor 1 Januari 2005
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.453 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2005.8.1.179

Abstract

KAJIAN PEMANFAATAN SLUDGE IPAL KOTA JOGJAKARTA SEBAGAI PUPUK ORGANIK YANG RAMAHLINGKUNGAN. Telah dilakukan pengkajian kemungkinan pemanfaatan sludge IPAL kota Yogyakarta sebagai pupukorganik ditinjau dari berbagai aspek antara lain kandungan unsur nutrien tanaman, logam berat dan dilakukan upayauntuk mematikan mikroba patogennya. Hasil pengkajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahanpertimbangan untuk menganalisis dampak penggunaan sludge tersebut sebagai pupuk. Sampel sludge diambil dariInstalasi Pengolahan Air Limbah Kota Jogjakarta yang berlokasi di Bantul. Sampel sludge dikeringkan pada suhukamar, dihaluskan dan ditimbang sesuai keperluan jenis analisisnya. Untuk analisis unsur makro dilakukan denganmetode Analisis Pengaktifan Netron Cepat (APNC), sedangkan unsur mikro menggunakan Analisa PengaktifanNetron (APN). Pencacahan cuplikan menggunakan spektrometer gamma dengan detektor Ge(Li). Analisis logamberat Pb, Cd dan Hg dilakukan menggunakan AAS, sedangkan Sm, Th, Sb, Cr dan Co menggunakan APN.Sedangkan upaya untuk mematikan mikroba patogen dilakukan dengan irradiasi sampel menggunakan irradiatorCo-60 dengan variasi dosis 5, 10, 15, 20 dan 25 kGy. Pengamatan mikrobiologis dilakukan di LaboratoriumMikrobiologi, Fakultas Biologi UGM yang meliputi , bakteria total, Escheria coli, Streptococcus dan Salmonella. Darihasil analisis dapat diketahui bahwa kandungan unsur hara makro rerata yaitu N sebesar 4,10 ± 0,007 ppm, Psebesar 640,51 ± 14,34 ppm dan K sebesar 3,04 ± 0,06 ppm, sedangkan unsur mikro yang meliputi unsur Mg =79,31 ± 6,48 ppm, Zn = 599,8 ± 42,2 ppm, Cu = 16,13 ± 0,4 ppm, Ca = 117,6 ± 9,20 ppm dan Fe = 4,35 ± 0,18 %.Sedangkan kisaran kandungan logam berat yang meliputi Pb = 73,27 – 125,65 ppm, Cd = 1,44 – 2,59 ppm, Hg tidakterdeteksi. Selain itu, Sm = 0,04 –18,68 ppm, Th = 2,20 – 6,37 ppm; Sb = 1,06 – 76,37 ppm, Cr = 1,94 – 51,40 ppmdan Co = 0,57 – 84,03 ppm. Adapun populasi bakteri yang terbesar adalah Salmonella sp, kemudian Streptococcusdan yang terakhir Escheria coli. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa sludge IPAL kota Yogyakartadapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dengan perlakuan khusus agar unsur Cu, Fe dan Zn tidak melebihi nilaikritis sehingga menghambat pertumbuhan tanaman, sedangkan kandungan berbagai logam berat masih dinilaicukup aman. Adapun dosis efektif untuk menekan populasi bateri total adalah 25 kGy, sedangkan untuk Salmonellasp sebesar 20 kGy dan Escheria coli adalah 15 kGy. Kandungan logam berat di dalam sludge yang tertinggi adalahtimbal (Pb) yaitu sebesar 125,65 ppm
PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca DAN Mg PADA EFISIENSI PENURUNAN KADAR U DALAM AIR LIMBAH Ignatius Djoko Sardjono; Herry Poernomo
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 5 Nomor 2 Juli 2002
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.727 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2002.5.2.217

Abstract

PENGARUH SENYAWA PENGOTOR Ca DAN Mg PADA EFISIENSI PENURUNAN KADAR U DALAM AIR LIMBAH. Telah dilakukan penelitian pengolahan air limbah uranium yang mengandung senyawa pengotor Ca dan Mg dengan pertukaran ion. Penelitian secara eksperimental ini dilakukan dengan menggunakan kolom gelas berdiameter 1,1 cm yang diisi dengan 4 gram resin jenis Dowex 50W-X8(Na). Umpan yang berupa larutan uranium berkadar 100 ppm dengan pH= 4 dan pengotor Ca serta Mg yang kadarnya bervariasi dari 25, 50, 75 dan 100 ppm dialirkan ke dalam kolom resin dengan pompa masterflex dengan kecepatan alir tetap 2,5 ml/menit. Kadar efluen uranium yang keluar dari kolom resin dianalisis menggunakan spektrofotometer dengan memakai arsenazo sebagai pengompleks. Dari data kadar U yang masuk dan keluar dari kolom resin dapat ditentukan nilai penurunan efisiensi kadar U. Dari data penelitian diperoleh bahwa nilai penurunan efisiensi pemisahan kadar U yang dicapai dengan pengotor Ca dari 99,1% ke 92% sedangkan untuk pengotor Mg dari 97,8 % ke 94%.
EVALUATION OF NAA LABORATORY RESULTS IN INTER-COMPARISON ON DETERMINATION OF TRACE ELEMENTS IN FOOD AND ENVIRONMENTAL SAMPLES Diah Dwiana Lestiani; Syukria Kurniawati; Natalia Adventini
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.655 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.1.25

Abstract

Inter-comparison program is a good tool for improving quality and to enhance the accuracy and precision of theanalytical techniques. By participating in this program, laboratories could demonstrate their capability andensuring the quality of analysis results generated by analytical laboratories. The Neutron Activation Analysis(NAA) laboratory at National Nuclear Energy Agency of Indonesia (BATAN), Nuclear Technology Center forMaterials and Radiometry-PTNBR laboratory participated in inter-comparison tests organized by NAA workinggroup. Inter-comparison BATAN 2009 was the third inter-laboratory analysis test within that project. Theparticipating laboratories were asked to analyze for trace elements using neutron activation analysis as theprimary technique. Three materials were distributed to the participants representing foodstuff, and environmentalmaterial samples. Samples were irradiated in rabbit facility of G.A. Siwabessy reactor with neutron flux ~ 1013n.cm-2.s-1, and counted with HPGe detector of gamma spectrometry. Several trace elements in these sampleswere detected. The accuracy and precision evaluation based on International Atomic Energy Agency (IAEA)criteria was applied. In this paper the PTNBR NAA laboratory results is evaluated.Keywords: inter-comparison, neutron activation analysis, trace elements, foodstuff, environmental samples,NAA laboratory
UJI INTERKOMPARASI METODE AAN DAN XRF UNTUK ANALISIS SAMPEL SEDIMEN IAEA INTER COMPARISON TEST OF NAA AND XRF METHOD FOR IAEA SEDIMENT SAMPLE ANALYSIS Syukria Kurniawati; Indah Kusmartini; Diah Dwiana Lestiani; Woro Yatu Niken Syahfitri
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.808 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.1.1298

Abstract

Laboratorium Pusat Teknologi Nuklir Bahan dan Radiometri mengikuti kegiatan interkomparasi IAEA tahun 2011. Sampel uji yaitu sedimen dengan kode IAEA 457. Metode uji meliputi Analisis Aktivasi Neutron (AAN) dan X-Ray Fluorescence (XRF). Dilakukan perbandingan metode AAN dan XRF untuk mengevaluasi kinerja masing-masing metode dan mengetahui kesesuaian kedua metode tersebut dalam analisis unsur pada sampel interkomparasi IAEA. Evaluasi kinerja masing-masing metode dilakukan dengan uji akurasi dan perhitungan z-score sedangkan kesesuaian metode diuji dengan uji t-berpasangan. Hasil analisis sampel menggunakan AAN diidentifikasi enam unsur Al, Fe, Cr, Co, Mn dan Zn sedangkan XRF diidentifikasi delapan unsur Al, Fe, Cr, Co, Cu, Mn, Pb dan Zn. Hasil uji akurasi pada AAN, unsur Al dan Fe kurang memuaskan sedangkan pada XRF unsur Co memiliki hasil yang kurang baik. Hasil perhitungan z-score, hampir semua unsur memberikan hasil yang memuaskan kecuali Al menggunakan metode AAN. Uji t-berpasangan yang dilakukan pada hasil analisis sedimen menggunakan AAN dan XRF memberikan hasil t-hitung < t-tabel, artinya tidak ada perbedaan hasil analisis antara kedua metode. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode AAN dan XRF dapat saling melengkapi untuk analisis unsur pada sampel IAEA 457. Secara umum, kedua hasil analisis unsur menunjukkan kesesuaian yang baik sehingga memperkuat validitas hasil analisis sampel interkomparasi IAEA.
STUDI STATUS TEKNIK PENGAYAAN D2O Sukarsono Sukarsono; Imam Dahroni; Didiek Herhady
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 11 Nomor 1 Januari 2008
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.48 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2008.11.1.138

Abstract

Telah dilakukan studi status teknik pengayaan air berat baik yang telah dilakukan di Indonesia maupun di dunia.Proses pembuatan air berat yang sudah diteliti meliputi distilasi air, distilasi hidrogen, pemisahan dengan laser,elektrolisa dan pertukaran isotop. Pertukaran isotop sendiri dapat menggunakan pasangan bahan kimia seperti airhidrogensulfit, ammonium-hidrogen, aminomethan-hidrogen, dan air- hidrogen. Untuk proses pertukaran isotop adayang dijalankan pada satu panas (mono thermal) atau dua panas (bithermal). Negara produsen terbesar air beratadalah Kanada. Negara-negara yang sudah mempunyai pabrik air berat adalah Amerika Serikat, Norwegia danIndia. Proses yang banyak digunakan untuk produksi air berat adalah pertukatan isotop Girdler-Sulphide (G-S),distilasi dan elektrolisa, yang masing-masing mempunyai kekurangan dan keunggulannya sendiri. Penelitian yangsudah dilaksanakan di Batan Yogyakarta bertujuan untuk melihat karakteristik pemisahan air berat, meliputi distilasi,eletrolisa dan pertukaran isotop. Beberapa peratalan sudah berdiri adalah distilasi 3 buah dengan kolom pirek tinggi2 m, stainless steel tinggi 3 m dan baja 6 m. Peralatan elektrolisa yang ada adalah 50 buah sel elektrolisa, dan unitpertukaran isotop dengan katalisator Ni-Cr2O3 dan Pt-Carbon. Peralatan tersebut dalam keadaan yang belum siapdioperasikan

Page 9 of 24 | Total Record : 236