cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
SIFAT MAGNETISASI DAN EFEK GMR PADA SISTEM LAPISAN TIPIS TOP SPIN VALVE NiFe/Cu/NiFe/NiO Tri Mardji Atmono
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 6 Nomor 1 Januari 2003
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.265 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2003.6.1.197

Abstract

SIFAT MAGNETISASI DAN EFEK GMR PADA SISTEM LAPISAN TIPIS TOP SPIN VALVE NiFe/Cu/NiFe/NiO. Telah dilakukan preparasi dan karakteriasi sistem lapisan tipis yang yang membentuk top-spin-valve yang terdiri dari lapisan free layer NiFe I, spacer Cu, dan lapisan antiferromagnetik NiO yang mengikat lapisan magnetik NiFe II menjadi pinning layer. Lapisan dengan susunan tertentu yang membentuk sistem NiFe/Cu/NiFe/NiO tersebut telah berhasil dibuat dengan metoda sputtering, kemudian dilakukan karakterisasi. Pengukuran hubungan antara medan magnet dengan tahanan lapisan tipis menunjukkan hasil efek GMR yang signifikan, berkisar antara 0 - .4,5 %. Pengamatan kurva histerisis yang merupakan hubungan antara magnetisasi dengan medan luar menunjukkan suatu sstem yang terdiri dari free layer, pinning layer dan spacer. Hal ini merupakan realisasi dari sistem lapisan dengan sifat exchange-coupling seperti RKKY antar thin films. Dengan menggunakan Cu sebagai spacer, muncul efek antisimetris dari efek GMR yang kemungkinan disebabkan oleh anisotropi yang terjadi pada saat pertumbuhan thin film. Sifat tersebut diperkuat oleh adanya pengaruh medan luar H sebesar 50 Oe pada saat preparasi.. Efek magnetoresistance yang teramati merupakan GMR-ratio yang disebabkan oleh medan magnet luar, sehingga terjadi hamburan elektron pada batas antar lapisan.Pengukuran hiterisis menunjukkan “pinning” yang mengikat permaloy NiFeII secara antiferromagnetik pada lapisan NiO yang diikuti oleh pergeseran gaya koersitiv yang cukup besar, berkisar 30-75 gauss.
PERHITUNGAN PARAMETER FISIS SISTEM EKSTRAKTOR SIKLOTRON 13 MeV UNTUK PET Widdi Usada; Ihwanul Aziz
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.241 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.37

Abstract

PERHITUNGAN PARAMETER FISIS SISTEM EKSTRAKTOR SIKLOTRON 13 MeV UNTUK PET. Telah dilakukanperhitungan parameter fisis sistem ekstraktor siklotron 13 MEV untuk PET. Untuk medan magnet rata-rata 1,275 T,maka posisi ekstraktor sekitar 40,4 cm dari pusat siklotron. Untuk tegangan dee 40 kV dan sudut dee 400, diperolehperolehan energi setiap putaran sebesar 159 keV, jumlah putaran 81 dan jarak antara putaran 5 mm. Parameterjarak ini sangat diperlukan untuk menentukan lebar ukuran foil ekstraktor. Hasil perhitungan deposisi energi padafoil menunjukkan bahwa untuk arus berkas proton 20 μA, dan tampang lintang berkas 0.9 cm2, diperoleh umur foilsekitar 56 detik.Kata kunci : Siklotron, proton, ekstraksi, stripper, foil karbon
PERBANDINGAN HASIL KONSTRUKSI TERHADAP HASIL SIMULASI DARI ISOKRONUS MAGNET SIKLOTRON DECY-13 Idrus Abdul Kudus, Taufik, Kurnia Wibowo, Fajar Sidik Permana
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 20 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (522.542 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2017.20.2.3577

Abstract

Dalam siklotron, magnet merupakan komponen utama untuk menghasilkan lintasan partikel melingkar dan memfokuskan berkas partikel. Sebuah sistem magnet siklotron dengan kapasitas 13 MeV telah berhasil dibangun. Selanjutnya karakteristiknya dievaluasi dengan membandingkan nilai isokronus magnet yang dibangun terhadap hasil simulasi. Proses tersebut dilakukan melalui tahapan komisioning dan pemetaan medan magnet (untuk mengukur distribusi medan magnet dari setiap hill magnet dengan menggunakan sensor Tesla Meter dalam interval jarak pengambilan data 5 mm selama +9 jam). Dengan menggunakan arus koil maksimum 133 A dan menggunakan 2 (dua) hall probe hasil mapping medan magnet menghasilkan kurva medan rerata di atas medan isokronus dengan rentang kesalahan 0,3%. Akan tetapi, pada jari-jari kurang dari 8 cm medan rerata masih dibawah kurva isokronous. Oleh karena itu, perlu proses shimming dengan menambah ketebalan bump 0,5 mm pada area pusat dan mengurangi medan rerata pada jari-jari lebih dari 8 cm supaya mendekati kurva isokronous.
PENGARUH PENAMBAHAN SUATU ELEMEN REAKTIF PADA PERTUMBUHAN KERAK ALUMINA DALAM MATERIAL PADUAN SUHU TINGGI Sudjatmoko Sudjatmoko
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 12 Nomor 2 Juli 2009
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.614 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2009.12.2.150

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN SUATU ELEMEN REAKTIF PADA PERTUMBUHAN KERAK ALUMINA DALAMMATERIAL PADUAN SUHU TINGGI. Material paduan suhu tinggi FeAl dan FeCrAl memperlihatkan tahan terhadapoksidasi pada suhu tinggi akibat terbentuknya kerak alumina pada permukaannya. Penambahan sedikit elemen reaktifpada paduan suhu tinggi tersebut telah memperlihatkan perbaikan yang cukup besar dalam sifat oksidasi suhu tinggi.Dalam makalah ini telah dibahas tentang pengaruh penambahan elemen reaktif yttrium terhadap pertumbuhan kerakprotektif alumina pada permukaan paduan suhu tinggi FeAl dan FeCrAl. Elemen reaktif yttrium ditambahkan padapermukaan cuplikan FeAl menggunakan teknik implantasi ion dengan dosis ion bervariasi pada orde 1015 ion/cm2 danenergi ion 100 keV, dan pada cuplikan FeCrAl dengan dosis 1017 ion/cm2 dan energi ion 85 keV. Uji oksidasi untukcuplikan FeAl dilakukan dalam media oksigen kering pada suhu 850 oC dengan beberapa kali siklus termal, dan untukcuplikan FeCrAl pada suhu 950 oC dan 1.100 oC, dan karakterisasi komposisi unsur dilakukan menggunakan teknikSEM-EDAX. Selain itu juga dibahas pengaruh penambahan elemen reaktif hafnium dan cerium pada material suhutinggi. Berdasarkan kajian ini diperoleh bahwa penambahan elemen reaktif pada permukaan material paduan suhutinggi FeAl dan FeCrAl mempengaruhi pertumbuhan kerak alumina dan meningkatkan ketahanannya terhadapoksidasi suhu tinggi rata-rata sekitar 160%.
ANALISIS KESELAMATAN REAKTOR KARTINI BERDASAR KEJADIAN PEMICU YANG DIPOSTULASIKAN Yohannes Sardjono; Eko Priyono; Syarip Syarip
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 8 Nomor 2 Juli 2005
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.521 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2005.8.2.182

Abstract

ANALISIS KESELAMATAN REAKTOR KARTINI BERDASAR KEJADIAN PEMICU YANG DIPOSTULASIKAN.Berdasarkan analisis kejadian pemicu yang dipostulasikan maka ada 8 kejadian yang dipostulasikan (PostulatedInitiating Event) : seperti kehilangan catu daya listrik, kegagalan sistem scram, kehilangan aliran pendingin,kehilangan pendingin, kegagalan transfer cask, kejadian internal/eksternal dan kesalahan manusia. Dari 8 kejadiantersebut, hanya satu kejadian yang menyebabkan terlepasnya bahan radioaktif dari seluruh sistem bahan bakar kelingkungan yaitu kejadian gagalnya sistem pemindah bahan bakar (transfer cask). Urutan kejadiannya adalahtransfer cask jatuh di atas teras reaktor dan mengakibatkan seluruh kelongsong bahan bakar pecah lalu diikutidengan hilangya seluruh air tangki reaktor sehingga seluruh inti hasil belah gas yang ada di celah bahan bakar lepaske lingkungan. Analisis terlepasnya bahan radioaktif ke lingkungan menggunakan paket program dengan bahasaTurbo Pascal dan lama eksekusi 5 menit. Dari hasil analisis diperoleh bahwa dosis radiasi gamma yang diterimaoleh penduduk pada saat 2 jam setelah terjadi kecelakaan pada radius 33 meter adalah 25 rem dan dosis iodinadalah 300 rem berarti proses evakuasi sangat sederhana karena tidak melibatkan penduduk di sekitar kawasanP3TM.
PENGGUNAAN FORMALIN DAN BORAKS SERTA KONTAMINASI BAKTERI PADA OTAK-OTAK Harsojo .; Kadir I.
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 16 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.19 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2013.16.1.475

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penggunaan formalin dan boraks serta kontaminasi awal bakteri pada otak-otak yang dibungkus dan tanpa pembungkus. Otak-otak tersebut diiradiasi dengan dosis 0 dan 3 kGy di IRPASENA dengan laju dosis 1,149 kGy/jam, kemudian disimpan pada 2 macam suhu penyimpanan yaitu suhu kamar dan suhu lemari es selama 4 minggu dengan interval waktu pengamatan untuk kontaminasi bakteri dilakukan setiap minggu. Hasil penelitian menunjukkan semua contoh otak-otak yang diteliti menggunakan formalin tetapi tidak menggunakan boraks.Kontaminasi awal total bakteri aerob pada otak-otak yang tanpa pembungkus dan dibungkus kemudiandisimpan pada suhu kamar dengan dosis 0 kGy terlihat pada awal minggu jumlah bakteri aerob masing-masing adalah 4,3 x 107 dan 2,0 x 107cfu/g. Setelah diiradiasi dengan dosis 3 kGy pada otak-otak yang tanpa pembungkus maupun yang dibungkus tidak didapatkan pertumbuhan bakteri. Kombinasi perlakuan antara iradiasi dengan penyimpanan pada suhu rendah dapat menghambat pertumbuhan bakteri aerob setelah minggu pertama. Kontaminasi awal bakteri koli pada otak-otak yang tidak dibungkus maupun dibungkus masing-masing adalah 1,9 x 105 dan 5,7 x 105 cfu/g. Iradiasi dengan dosis 3 kGy dapat menghambat pertumbuhan bakteri koli pada semua contoh otak-otak. Kontaminasi awal bakteri Escherichia coli pada otak-otak yang tidak dibungkus maupun yang dibungkus adalah 1,2 x 105 cfu/g. Jumlah Staphylococcus spp. pada otak-otak yang tidak dibungkus dan yang dibungkus masing-masing adalah 3,3 x 105 dan 4,8 x 106 cfu/g. Iradiasi dengan dosis 3 kGy juga dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus spp.Tidak ditemukan Salmonella pada semua contoh yang diteliti.
PENENTUAN KONDISI OPTIMUM DALAM PENANDAAN LIGAN EDTMP DENGAN RADIOISOTOP 170Tm Azmairit Aziz; Muhamad Basit Febrian
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.134 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.1.28

Abstract

PENENTUAN KONDISI OPTIMUM DALAM PENANDAAN LIGAN EDTMP DENGAN RADIOISOTOP 170Tm.Tulium-170 (170Tm) merupakan salah satu radioisotop yang dapat digunakan untuk terapi paliatif karena merupakanpemancar-b yang memiliki T1/2 = 128,4 hari dan Eb (maksimum) sebesar 0,968 MeV. Radioisotop 170Tm selain pemancar-b juga memancarkan sinar-g dengan energi sebesar 84 keV (3,26%) yang dapat dimanfaatkan untuk penyidikan(imaging) selama terapi berlangsung. Ligan etilendiamintetrametilen fosfonat (EDTMP) dapat ditandai denganradioisotop 170Tm sebagai radiofarmaka alternatif untuk penghilang rasa sakit (paliatif) akibat metastase kanker ketulang menggantikan 89SrCl2. Telah dilakukan penentuan kondisi optimum dalam penandaan ligan EDTMP denganradioisotop 170Tm berdasarkan variasi beberapa parameter yang berpengaruh dalam reaksi penandaan, yaitu jumlahligan EDTMP, pH penandaan dan waktu inkubasi. Senyawa bertanda 170Tm-EDTMP yang diperoleh ditentukanefisiensi penandaan melalui pemeriksaan kemurnian radiokimianya dengan cara kromatografi kertas danelektroforesis kertas. Kondisi optimum penandaan diperoleh pada pH 7 dengan jumlah ligan EDTMP sebanyak 2 mgdan waktu inkubasi selama 15 menit pada temperatur kamar. Kompleks yang terbentuk memberikan efisiensipenandaan maksimum sebesar 99,23 ± 0,27%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, ligan EDTMP dapat ditandaidengan radioisotop 170Tm dengan efisiensi penandaan yang tinggi (di atas 95%).Kata kunci : radioisotop, tulium-170 (170Tm), etilendiamintetrametilen fosfonat (EDTMP), paliatif.
ANALYSES OF FUEL BURNUP CALCULATIONS OF KARTINI REACTOR BASED ON THE NEW CALCULATION SCHEME Tegas Sutondo
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 2 Juli 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.112 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.2.2801

Abstract

ABSTRACT ANALYSES OF FUEL BURNUP CALCULATIONS OF KARTINI REACTOR BASED ON THE NEW CALCULATION SCHEME. It has been described a new scheme of fuel burnup calculation, intended to improve the present practice used at Kartini reactor. The improvement includes the use of power distributions, which will be used as the base for estimating the burnup of each individual fuel element, and the inclusion of epithermal neutron which will affect to the burnup rates and the total fuel consumed. A small computation program was then made to perform calculations based on the two calculation schemes, and to see the differences. The results indicate that the proposed scheme results in higher estimated value against that of the present scheme, and the differences tends to increase linearly with the cumulative burnups. For each cumulative burnup of 30 MWD the difference could reach about 9.87 % which is around 3.7 gram for the whole core. It can be concluded that the proposed approach could improve the present’s practice of burnup estimation, especially for each individual fuel element which is important to the in-core fuel management program.
ANALISIS DAN KONSEP PENANGANAN AKTINIDA MINOR DALAM LIMBAH PLTN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ADS Silakhuddin Silakhuddin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 11 Nomor 2 Juli 2008
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.664 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2008.11.2.141

Abstract

ANALISIS DAN KONSEP PENANGANAN AKTINIDA MINOR DALAM LIMBAH PLTN MENGGUNAKANTEKNOLOGI ADS. Kandungan unsur-unsur aktinida minor (americium, neptunium dan curium) dalam bahan bakarbekas hasil operasi PLTN jenis PWR telah dihitung menggunakan program VISTA. Perhitungan dilakukan denganparameter-parameter: pengkayaan 3,968%, daya 1000 MWe dan nilai fraksi bakar 60 MWd/kg. Hasil perhitunganmenunjukkan bahwa pada operasi PWR-UOX menghasilkan total aktinida minor sejumlah 16,205 kg/tahun, danuntuk PWR-MOX sebesar 43,471 kg/tahun. Juga dibahas konsep penggunaan teknologi ADS untukmentransmutasi limbah unsur-unsur aktinida minor yang terkandung dalam bahan bakar bekas. Hasil bahasanmenunjukkan bahwa dengan satu ADS 400 MWth akan dapat melayani 7 buah PWR-UOX, dan dalam sistemPWR yang menggunakan bahan bakar UOX dan MOX maka satu ADS akan melayani 3 buah sistem PWR.
INVESTIGATION OF MULTIPHASE CONDITION IN PIPELINE USING GAMMA COMPUTED TOMOGRAPHY Bayu Azmi; Megy Stefanus
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.291 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.2.5342

Abstract

INVESTIGATION OF MULTIPHASE CONDITION IN PIPELINE USING GAMMA COMPUTED TOMOGRAPHY. Deposition of sand particles in pipeline is a problem that often occurs in the production and distribution of oil and gas. It could cause increased preasure, equipment failure, pipeline erosion, and production decline. It is very necessary to investigate inside condition of the pipeline without interrupting the operation. Gamma computed tomography (CT) is a technique that can image the internal structure of an object without interrupting or damaging the object (non-destructive testing). This paper presents a preliminary experimental study of multiphase (solid, liquid, and gaseous) condition inside a horizontal pipe using gamma CT technique. A collimated Cs-137 source with 3.7 GBq activity emited gamma photons to penetrate a 14 inches diameter horizontal pipe containing sand, water, and gasoline. The photons that penetrated object were detected using a scintillation detector at the other side of object. The scanner system performed translation and rotation scans to get 64 projection data which will then be reconstructed into an image. The reconstructed images were able to show the pipe wall and the condition of the inside of pipe which was filled with sand, water, and gasoline. The pixel value is linear to material density with R2= 0.9543. The result indicated the potential of gamma CT as the suitable technique to be used to investigate the multiphase conditions in pipeline.

Page 3 of 24 | Total Record : 236