cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
STUDI PENGOTOR PADA PENDINGIN PRIMER REAKTOR RSG GAS SETELAH 30 TAHUN BEROPERASI Elisabeth Ratnawati; Diyah Erlina Lestari; Th. Rina Mulyaningsih
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 21 Nomor 1 Januari 2018
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.505 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2018.21.1.3675

Abstract

ABSTRAKSTUDI  PENGOTOR PADA PENDINGIN PRIMER REAKTOR RSG GAS SETELAH  30 TAHUN BEROPERASI. Sistem pendingin primer reaktor dengan air sebagai media berfungsi sebagai pendingin, moderator dan perisai radiasi. Setelah beroperasi selama 30 tahun diduga terdapat pengotor yang mengendappada dasar kolam, yang berasal dari produk korosi teraktivasi maupun akibat kegiatan pemanfaatan reaktor. Untuk mengurangi jumlah endapan pengotor dan mengetahui jenis nuklida yang terkandung didalamnya maka dilakukan penyedotan air dasar kolam reaktor dengan pompa benam pada saat reaktor shut down di akhir teras 91. Air hasil penyedotan dicacah menggunakan Multi channel analyzer (MCA) Ortec A65-B32 Maestro-32 dengan detektor HPGe. Hasil pencacahan menunjukkan adanya nuklida Cr-51, Sb-124, Sb-125, Sc-46, Fe-59, Zn-65 dan Co-60. Endapan yang terbentuk dianalisis dengan menggunakan metode AAN. Hasil analisis endapan menunjukkan adanya kesamaan dengan nuklida yang teridentifikasi dalam sampel air hasil penyedotan. Beberapa jenis unsur yang sama juga teridentifikasi dalam air bekas pencucian batu topaz pra iradiasi.  Hasil pemantauan rutin  terhadap kualitas air pendingin menunjukkan bahwa aktivitas nuklida yang teridentifikasi masih berada dibawah nilai yang tercantum dalam dokumen Laporan Analisis Keselamatan. Ini disebabkan karena  sistem purifikasi yang berfungsi dengan baik. Namun demikian penyedotan secara berkala perlu dilakukan untuk mengurangi pengotor yang mengendap didasar tangki kolam reaktor, disamping itu perlu diperhatikan pula proses pencucian batu topaz pra iradiasi sesuai dengan prosedur yang ditetapkan  untuk memperkecil kemungkinan terbentuknya pengotor dalam sistem pendingin primer. Kata Kunci : Pendingin primer, reaktor,  pengotor, produk korosi.
RANCANGBANGUN PROTOTIP DOSIMETER BERBASIS KALORIMETRI GRAFIT UNTUK PENGUKURAN DOSIS RADIASI ELEKTRON Slamet Santoso; Sudjatmoko Sudjatmoko
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 12 Nomor 2 Juli 2009
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1141.21 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2009.12.2.155

Abstract

RANCANGBANGUN PROTOTIP DOSIMETER BERBASIS KALORIMETRI GRAFIT UNTUK PENGUKURANDOSIS RADIASI ELEKTRON. Telah dilakukan rancangbangun prototip dosimeter berbasis kalorimetri grafit untukpengukuran dosis radiasi elektron pada energi elektron sampai dengan 300 keV dan dosis maksimum 60 kGy. Intigrafit berbentuk silinder dengan diameter dan ketebalan masing-masing 30 mm dan 2 mm, dikelilingi pelindung daribahan grafit yang sama. Dosimeter berbasis kalorimetri dilengkapi Styrofoam untuk isolator panas, sensor suhu dansistem instrumentasi berbasis mikrokontroler. Karakteristik dosimeter didapatkan dengan perhitungan dan simulasikomputer menggunakan perangkat lunak Penelope 2003 dan program ANSYS. Dosimeter berbasis kalorimetri grafitdirancang untuk memberikan hasil pengukuran dosis serap rata-rata dan dosis permukaan pada grafit secara waktunyata dan dapat bekerja seperti yang diharapkan. Dibandingkan dengan pengukuran dosis menggunakan dosimetercellulose tri acetate (CTA), didapatkan perbedaan relatif 18,9% dan 9,1% pada masing-masing percobaan denganvariasi energi dan perubahan arus berkas elektron dari mesin berkas elektron (MBE).
SUATU TINJAUAN TENTANG PERALATAN KEDOKTERAN NUKLIR DAN MASALAH PEMELIHARAANNYA Rill Isaris
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 2 Juli 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.709 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.2.193

Abstract

SUATU TINJAUAN TENTANG PERALATAN KEDOKTERAN NUKLIR DAN MASALAH PEMELIHARAANNYA. Peralatan Kedokteran Nuklir (PKN) tergolong rumit serta memerlukan perhatian untuk mempertahankan agar tetap berada dalam kondisi operasional yang baik, dan terdapat berbagai kendala dalam melaksanakan perawatannya terutama di negara sedang berkembang. Beberapa kendala yang terdeteksi adalah akibat gangguan kondisi lingkungan, tidak adanya dukungan engineer dari pabrik alat, tidak memadai staf lokal terlatih, kesulitan mendapatkan spareparts, komplikasi administratif, masalah dana, dsb-nya. Dalam makalah ini dikemukakan dan dibahas secara ringkas faktor tersebut berdasarkan pengalaman melaksanakan perawatan peralatan kedokteran nuklir di berbagai rumahsakit, selanjutnya dikemukakan catatan perawatan peralatan Gamma Camera dan kondisi saat ini sebagai ilustrasi. Juga dikemukakan upaya yang harus dilakukan dalam suatu sistem perawatan komprehensif terutama untuk peralatan kedokteran nuklir yang masih operasional dan atau yang baru. Dikemukakan pula organisasi dan manajemen sistem perawatan maju yang meliputi komponen : 1) kesehatan laboratorium, 2) pemeliharaan preventif dan 3) pemeliharaan korektif untuk dapat diadopsi. Berdasarkan review pada pengalaman negara-negara sedang berkembang, mengembangkan kemampuan sendiri dalam melaksanakan perawatan alat adalah sangat penting, karena dengan menggunakan sistem kontrak akan sangat mahal dan selalu tergantung pihak lain. Utuk meningkatkan keandalan dan memperbaiki kualitas PKN perlu dilakukan program kendali kualitas secara rutin di rumahsakit.
ANALISIS DOSIS GAMMA RSG-GAS DENGAN TERAS SILISIDA KERAPATAN 4,8 gU/cm3 MENGGUNAKAN MCNP Ardani Ardani
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.913 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.33

Abstract

Analisis Dosis Gamma RSG-GAS DENGAN Teras Silisida KERAPATAN 4,8 gU/cm3 MENGGUNAKAN MCNP. Rencana penggantian jenis elemen bakar RSG-GAS dari bahan bakar dengan kerapatan 2,96 gU/cm3 ke 4,8 gU/cm3 perlu disertai dengan analisis keselamatan radiasinya. Paket program MCNP-5 telah digunakan untuk perhitungan dosis gamma di RSG-GAS yang dimuati elemen bakar dengan kerapatan 4,8 gU/cm3. Sumber gamma dalam reaktor meliputi gamma tangkapan radiatif, gamma hasil pembelahan spontan dan gamma peluruhan dari hasil pembelahan dan hasil aktivasi. Paket program ORIGEN-2.1 digunakan untuk menghitung komposisi nuklida seiring dengan beroperasinya reaktor sehingga kuat sumber gamma tangkapan dan sumber gamma peluruhan dapat ditentukan, sedangkan kuat sumber gamma hasil pembelahan spontan ditentukan oleh daya reaktor dan pembangkitan gamma dalam proses pembelahan U-235,  dengan asumsi reaktor beroperasi pada daya 30 MWt. dalam waktu 46,6 hari. Dosis terhitung tertinggi  di balai eksperimen 4,07×10-3 μSv/jam masih jauh di bawah ambang dosis eksternal yang ditentukan untuk pekerja radiasi, yaitu 25 μSv/jam. Dosis tertinggi di balai operasi reaktor dalam keadaan operasi normal 19,98 μSv/jam. Walaupun masih belum melampaui, tetapi dosis terhitung ini mendekati nilai batas maksimum dosis untuk pekerja radiasi. Disimpulkan bahwa dengan menggunakan elemen bakar berkerapatan 4,8 gU/cm3 dosis radiasi masih dalam keadaan aman. Kata kunci: Sumber radiasi, ORIGEN-2.1, dosis radiasi, RSG-GAS, MCNP-5
ANALISIS EFISIENSI TRAFO FREKUENSI TINGGI PADA SUMBER TEGANGAN TINGGI COCKCROFT WALTON MBE LATEKS Darsono Darsono; Suyamto Suyamto; Taufik Taufik
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 2 Juli 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (684.624 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.2.2815

Abstract

ABSTRAK Analisis EFISIENSI TRAFO FREKUENSI TINGGI PADA SUMBER TEGANGAN TINGGI COCKCROFT WALTON MBE LATEK.. Trafo frekuensi tinggi (TFT) 1 fasa, 15 kW, 7/17,5 kV, 40 kHz yang dibuat telah dioperasikan pada MBE namun belum diketahui karakteristiknya. Efisiensi merupakan karakteristik TFT yang penting untuk dianalisis dalam rangka mengetahui kemampuannya dalam mencatu daya STT-MBE pada  berbagai arus berkas elektron. Analisis dilakukan dengan menghitung rugi-rugi inti dan rugi-rugi lilitan dimana rugi inti tergantung pada bahannya, sedangkan rugi lilitan tergantung pada arus dan tahanannya dengan memperhatikan kenaikan suhu yang terjadi saat dioperasikan. Pada induksi magnet maksimum Bm 0,15 T dan frekuensi operasi 40 kHz, diketahui rugi daya inti  611,78 W sedangkan rugi daya lilitan total 9,85 W pada beban penuh 1,07 A sehingga efisiensi trafo pada beban penuh 96,02 %.  Efisiensi  trafo dihitung dengan variasi arus beban atau arus berkas elektron Ibe dimana rugi daya lilitan berbanding kuadrat terhadap arus beban.  Efisiensi maksimum (hm) TFT di bawah beban penuh adalah sebesar 95,71 % terjadi pada Ibe 11 mA atau 92,4 % beban penuh.  Pada Ibe yang lebih besar misalnya 12 mA, TFT mengalami kondisi beban lebih sebesar 9,34 %.  Jika dibandingkan dengan trafo tenaga yang mempunyai efisiensi maksimum sekitar 80 % beban penuh, maka TFT yang dibuat mempunyai efisiensi maksimum pada persen beban yang lebih besar. Efisiensi TFT juga mempunyai kecenderungan sama dengan jenis trafo tenaga yaitu semakin besar bila bebannya semakin besar. 
REVIEW KLORINASI ZIRKON DIOKSIDA Dwiretnani Sudjoko
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 12 Nomor 1 Januari 2009
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.098 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2009.12.1.146

Abstract

REVIEW KLORINASI ZIRKON DIOKSIDA. Telah dilakukan review klorinasi zirkon dioksida menggunakan prosessemi catu dengan reaktor datar, reaktor tegak dan reaktor fluidisasi. Umpan yang digunakan zirkon dioksida buatanAldrich, pasir zirkon langsung dan pasir zirkon dalam bentuk briket. Dari hasil kajian didapatkan bahwa reaktor yangterbaik adalah reaktor tegak. Diperlukan modifikasi reaktor klorinasi dan sublimator untuk mendapatkan konversiyang lebih besar. Zirkonium tetraklorid hasil proses ternyata signifikan dengan zirkonium tetraklorid buatan Aldrich.Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil proses yang lebih baik.
PEMBUATAN ZIRKON TETRAKLORIDA DARI PASIR ZIRKON DENGAN PROSES KERING SECARA LANGSUNG Budi Sulistyo
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 8 Nomor 1 Januari 2005
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.145 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2005.8.1.178

Abstract

PEMBUATAN ZIRKON TETRAKLORIDA DARI PASIR ZIRKON DENGAN PROSES KERING SECARALANGSUNG. Logam zirkon diperlukan sebagai bahan struktur pada kelongsong bahan bakar reaktor nuklir, bejanatekan dan pipa maupun sebagai paduan logam zirkon yang mendukung industri nuklir dan nonnuklir. Pengolahanpasir zirkon dilakukan tiga tahapan proses yaitu tahap I : memisahkan antara unsur zirkonium dengan unsur silikon,diperoleh hasil ZrCl4 dan hasil samping SiCl4, tahap II : proses pemurnian ZrO2, dan tahap III : proses pembuatanlogam zirkon dari ZrO2. Pada tahap I ini ada dua proses yaitu proses basah dan proses kering. Pada proses keringada 3 cara, yaitu proses karbida, proses karbonitrit dan proses kering secara langsung. Dari ketiga cara proseskering tersebut ada perbedaan mendasar, yaitu tingkat suhu operasinya yang berakibat pada derajat konversiproses. Pada penelitian ini yang dilakukan adalah proses kering secara langsung karena suhunya paling rendah diantara proses kering lainnya. Metode yang digunakan dalam proses kering secara langsung ini adalah fixed bedchlorination. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh perbandingan pasir zirkon dengan karbon,pengaruh jumlah gas Cl2 dan pengaruh pembuatan umpan, terhadap konversi zirkon tetraklorida. Zirkon tetrakloridaadalah hasil antara dari pengolahan pasir zirkon menjadi zirkon ingot, yang dapat digunakan sebagai bahan dasarpembuatan ZrO2, dan atau logam zirkon. Sebagai bahan baku adalah pasir zirkon dengan kadar 45% berat Zr dankarbon dari calsined coke atau grafit, gas Cl2 serta sukrosa sebagai binder. Pasir zirkon dan karbon terlebih duludibentuk briket, baru kemudian dilakukan klorinasi pada suhu 950 oC dengan waktu 15 menit, tekanan 74 mmHg.Hasil klorinasi adalah ZrCl4 dan SiCl4. Dari penelitian ini diperoleh perbandingan berat umpan pasir zirkon : karbon :sukrosa adalah 73 : 22 : 5% berat, tekanan pembriketan 18 kN, kecepatan alir gas Cl2 4,4 l/menit, diperoleh konversiklorinasi sebesar 17%.
SEBARAN RADIOAKTIVITAS RADIONUKLIDA ALAM DAN FAKTOR AKUMULASINYA DALAM AIR, SEDIMEN DAN TANAMAN DI PERAIRAN SUNGAI DAN LAUT SURABAYA Agus Taftazani; Sumining Sumining; Muzakky Muzakky
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 5 Nomor 2 Juli 2002
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.341 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2002.5.2.216

Abstract

SEBARAN RADIOAKTIVITAS RADIONUKLIDA ALAM DAN FAKTOR AKUMULASINYA DALAM AIR, SEDIMEN DAN TANAMAN DI PERAIRAN SUNGAI DAN LAUT SURABAYA. Telah dilakukan analisis radioaktivitas beberapa sampel di beberapa lokasi perairan Surabaya. Sampel untuk penelitian berupa air laut dan air sungai, sedimen permukaan dasar perairan dan eceng gondok. Lokasi pengambilan cuplikan di sungai dan laut pesisir Surabaya yang ditetapkan secara terpilih (bertujuan khusus) di lima (5) titik. Air diuapkan, sedimen dibersihkan, dikeringkan dan dihaluskan; eceng gondok diabukan pada 500 oC kemudian ditentukan paparan radioaktivitas α, β dan γ-nya. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa aktivitas cacah cuplikan lingkungan alam sangat rendah. Aktivitas gross β cuplikan air masih di bawah nilai ambang menurut Men KLH No. Kep.02/MENKLH/I/1988 sebesar 1000 mBq/L dan aktivitas α cuplikan air lebih tinggi dari batas ambang (100 mBq/L) dari SK Men KLH tersebut. Aktivitas paparan radiasi dalam cuplikan eceng gondok ternyata lebih tinggi daripada aktivitas cuplikan air dan sedimen yang menunjukkan adanya perpindahan radionuklida menurut jalur air-sedimen-biota dan terjadinya akumulasi radionuklida dalam organisme perairan. Hasil identifikasi radioisotop dengan teknik spektrometri-γ menunjukkan adanya 2 jenis radioisotop yang terdeteksi K-40 dan Tl-208 dalam beberapa cuplikan dan beberapa lokasi. Keberadaan radioisotop alam ini menunjukkan bahwa sampai saat pencuplikan dilakukan, perairan sungai dan pesisir Surabaya belum terkontaminasi oleh radionuklida buatan hasil fisi. Faktor distribusi FD pada umumnya < Faktor bioakumulasi FB.
THE USE OF DIGITAL IMAGE PROCESSING IN ANALYSIS OF BORON, CADMIUM IN THORIUM OXIDE WITHOUT CARRIER DISTILATION WITH EMISSION SPECTROGRAPH METHOD Sahat Simbolon; Aryadi Aryadi; Muhtadan Muhtadan
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 1 Januari 2012
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.488 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.1.24

Abstract

THE USE OF DIGITAL IMAGE PROCESSING IN ANALYSIS OF BORON, CADMIUM IN THORIUM OXIDEWITHOUT CARRIER DISTILLATION EMISSION SPECTROGRAPH METHOD. The use of digital imageprocessing in direct determination elements of highly absorption cross-section of thermal neutron such as B andCd in nuclear fuel ThO2 without carrier distillation was described. Working and counter electrode should bemodified because volume of the sample was larger than the traditional one. Firstly, analysis of B and Cd in ThO2was recorded by X-ray film for thorax and then was proceeded by mini digital camera. All files in mini digitalcamera were transferred to computer and read by digital image processing of Matlab software. It was found thatall line spectra became Gaussian shape. Since couple of camera position and lightening system had not beendone successfully yet, therefore, quantitative analysis could not been done yet, meanwhile qualitative analysishad already been done by analysis spectra after image processing. It is easier to analysis B and Cd qualitativelyuse of image processing than densitometer instrument.Keywords : Thorium Oxide, Carrier Distillation, Image Processing, Digital Camera
PEMANTAUAN RADIOAKTIVITAS DAN LOGAM BERAT DALAM TANAH DAN RUMPUT DI RENCANA LOKASI PEMBANGUNAN PLTN MURIA Sukirno .; Muzakky .; Rosidi .
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 1 Januari 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.1.1297

Abstract

Radioaktivitas tanah dan rumputdiukur dengan menggunakan alat cacah gross a dengan detektor znS. alat cacah gross fJ dengandetektor Geiger Muller (GM). spektrometer rdengan detektor Ge(Li). sedangkan konsentrasi logamherat di dalam tanah dan rumput di Lemahabang Muria telah ditentukan dengan metoda analisisaktivasi neutron (AAN). Tujuan utama pemantauan ini dilakukan untuk mengetahui radioaktivitasgross a; fJ dan radionuklida pemancar 1. serta logam berat dalam tanah dan rumput yangmengakomodasikan data lingkungan terkini dalam rangka mendukung izin tapak Analisis MengenaiDampak Lingkungan (AMDAL) PLTN. Hasil identijikasi radionuklida alam pemancar r denganteknik spektrometri r menunjukkan ada 7jenis radionuklida Pb-2l 0 (46,5 ke V). Ra-226 (186.5 ke V)Pb-212 (238,7 ke V). Pb-214 (395.9 ke V). TI-208 (583.2 ke V). Ac-228 (911,1 ke V) dan K-40 (1460,7keV). Radioaktivitas pemancar r tertinggi dalam tanah adalah K-40 terukur dengan konsentrasi208,73 Bq/kg dan terendah adalah Pb-210 dengan konsentrasi 17.58 Bq/kg. Dari analisis denganmetoda AAN diperoleh logam berat yang terkandung dalam tanah adalah Sc. Sb, Co dan Fe. Kadar tertinggi adalah logam berat dalam tanah Fe 4.046±0.105 %

Page 5 of 24 | Total Record : 236