cover
Contact Name
Ishartiwi
Contact Email
-
Phone
+62274554689
Journal Mail Official
jpk_plb@uny.ac.id
Editorial Address
Department of Special Education, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jalan Colombo No 1 Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus)
ISSN : 18580998     EISSN : 25806475     DOI : https://dx.doi.org/10.21831/jpk
Core Subject : Education, Social,
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) is a multidisciplinary publication presenting primary research and scholarly reviews related to special education. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) provides research articles and scholarly reviews on special education for individuals with mild to severe disabilities. The journal publishes traditional, ethnographic, and single-subject research; intervention studies, integrative reviews on timely issues, and critical commentaries; and special thematic issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 166 Documents
Peningkatan Pemahaman Konsep Tumbuhan Melalui Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat (STM) Bagi Anak Tunanetra Rendi Roos Handoyo
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v9i1.6730

Abstract

Peningkatan Pemahaman Konsep Tumbuhan Melalui Pendekatan Sains, Teknologi dan Masyarakat (STM) Bagi Anak Tunanetra
Layanan Terapi Suportif bagi Anak Tunalaras Tipe Social Withdrawal Purwandari Purwandari
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 4, No 3 (2009): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v4i3.784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan terapi suportif sebagai upaya meningkatkan kondisi psiko-fisik anak tunalaras tipe social withdrawal.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) dengan menggunakan subyek penelitian seorang anak tunalaras tipe social withdrawal yang berusia 14 tahun dan duduk di kelas 3 SMP. Subyek mengalami lost of self-awarness dengan kondisi stress, depresi, menarik diri dari lingkungan. Metode yang digunakan untuk mengungkap data adalah observasi, wawancara, hasil karya prosa dan buku harian, sedangkan instrumennya menggunakan pedoman observasi dan program layanan terapi suportif yang terdiri dari empat teknik terapi, yakni manipulasi lingkungan, confession and ventilation, guidance, dan reassurance. Data yang sudah terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terapi suportif cukup efektif digunakan sebagai layanan bagi anak tunalaras tipe social withdrawal untuk meningkatkan kondisi psiko-fisiknya, 2) Terapi supertif yang berupa confession and ventilation, guidance, reassurance dan manipulasi lingkungan sangat efektif digunakan untuk mengembalikan keseimbangan emosional anak tunalaras tipe social withdrawal yang mengalami lost of self-awarness, 3) Dibutuhkan pengukuh perilaku agar subyek mempertahankan perilaku positipnya, 4) Orangtua perlu dilibatkan dalam proses terapi sebagai pemantau perkembangan psiko-fisik subyek.
Pengukuran Kesiapan Sekolah Endang Supartini
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 2, No 2 (2006): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.977

Abstract

Secara umum untuk mengukur anak siap masuk ke sekolah dasar yaitu berdasarkan usia kronologis. Ini ada keterkaitan antara usia dengan kemasakan/masa peka anak untuk belajar membaca, menulis dan berhitung. Namun ritme perkembangan anak berbeda-beda. Secara umum anak siap belajar yang sifatnya akademik pada usia 6/7 tahun, tetapi dalam kenyataannya ada anak yang sudah siap belajar membaca, menulis dan berhitung pada usia 5 tahun. Atas dasar kenyataan tersebut perlu dipikirkan bagai mengukur kesiapan anak masuk sekolah.Ada beberapa metode/cara yang dapat digunakan untuk mengetahui kesiapan anak masuk sekolah, antara lain: pengamatan, wawancara, dokumentasi dan tes. Metode tes yang digunakan untuk mengukur kesiapan anak masuk sekolah yaitu Nijmeegse School Bekwaamheids Tes (NST) dan Metropolitan readiness Test (MRT) level 2. Berdasarkan hasil tes NST dapat diketahui apakah anak sudah siap sekolah atau belum. Aspek kesiapan sekolah antara lain kemampuan: konsentrasi, berbahasa, mengenal konsep; motorik, menyamakan bentuk, daya ingat, dan menggambar orang.
Pembelajaran Bina Diri Pada Anak Tunagrahita Ringan Muhamad Basuni
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v9i1.6725

Abstract

Pembelajaran Bina Diri Pada Anak Tunagrahita Ringan
Manajemen Strategik Implementasi Pendidikan Inklusif Sukinah Sukinah
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v7i2.777

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan implementasi pendidikan yang berwawasan multicultural yang dapat membantu peserta didik mengerti, menerima, serta menghargai orang lain yang berbeda suku, budaya, nilai, kepribadian, dan keberfungsian fisik dan psikologis. Dalam pendidikan yang berlatar sekolah inklusif pembelajaran ditekankan pada penanaman sikap simpati, respect, apresiasi, dan empati terhadap latar belakang sosial budaya yang berbeda. Lebih jauh lagi, sekolah inklusif merupakan tempat di mana komunitasnya belajar tentang bagaimana sikap toleransi terhadap keberagaman diposisikan dan dihargai. Manajemen strategik adalah suatu gaya atau seni dan ilmu dari pembuatan, implementasi dan evaluasi atau penilaian keputusan-keputusan strategis antar fungsi-fungsi atau komponen-komponen yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Sistem manajemen strategik paling sedikit harus memiliki tiga proses yaitu perencanaan, penerapan dan pengawasan strategik. Pengembangan lebih lengkap manajemen strategik yaitu mempunyai enam tahapan yaitu : (1) perumusan strategik, (2) perencanaan strategik, (3) penyusunan program, (4) penyusunan anggaran, (5) implementasi atau pelaksanaan, dan (6) evaluasi/pengawasan/pengendalian.
Pengembangan dan Pengelolaan Program Pendidikan Individual "Individualized Educational Program"/IEP Bagi Anak Berkelainan di Sekolah Inklusif Sari Rudiyati
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 6, No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v6i2.6736

Abstract

Pengembangan dan Pengelolaan Program Pendidikan Individual "Individualized Educational Program"/IEP Bagi Anak Berkelainan di Sekolah Inklusif
Pengelolaan Stress pada Anak dengan Kesulitan Belajar Spesifik (ABBS) Pujaningsih Pujaningsih
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v7i2.1010

Abstract

Anak dengan kesulitan belajar rentan mengalami kegagalan akademik di sekolah secara berulang. Hal tersebut menjadi pemicu stress dan berdampak negatif pada perkembangan mereka. Kerentanan stress pada ABBS dapat muncul dalam proses pemberian layanan khusus kepada mereka dan akan semakin meningkat bila mereka tidak mendapat layanan khusus. Stres sebagai sesuatu yang tidak nampak dan kondisi ABBS yang juga secara fisik tidak dapat dibedakan dari kesulitan belajar pada umumnya menjadikan guru maupun orang tua memberikan label serta penanganan yang tidak semestinya kepada ABBS. Banyak orang tidak menduga bahwa stres pada ABBS dapat muncul seiring pemberian layanan khusus kepada mereka. Faktor sekolah dan guru khusus dinyatakan Rubenzer (1987) sebagai pemicu stres pada ABBS. Guru khusus yang hadir untuk memberikan layanan khusus untuk ABBS ternyata juga dapat memicu stres sehingga guru perlu berhati-hati dalam berinteraksi dengan ABBS.Tanda-tanda stres pada ABBS dapat menjadi patokan setiap reaksi ABBS pada proses belajar mengajar sehingga upaya pencegahan maupun pengurangan stres dapat dilakukan. Pencegahan stres pada ABBS dapat dilakukan dengan memperkuat mental kepribadian ABBS dengan mengacu penelitian longitudinal Goldber et al (2003) yang mencakup; a) kesadaran konsep diri, b) proaktif, c) pantang menyerah, d) penetapan tujuan, e) stabilitas emosi. Pengelolaan stres yang dapat dilakukan oleh guru pengurangan sikap, perilaku dan lingkungan yang dapat menjadi pemicu stres. Pengelolaan tersebut dikemukakan oleh Rubenzer (1987) dengan istilah ABC's management.
Penggunaan Netbook Dalam Mengoptimalkan Komunikasi Anak Cerebral Palsy Safrina Rofasita
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v9i1.6731

Abstract

Penggunaan Netbook Dalam Mengoptimalkan Komunikasi Anak Cerebral Palsy
Program Son-Rise untuk Pengembangan Bahasa Anak Autis Endang Supartini
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 4, No 3 (2009): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v4i3.785

Abstract

Ada berbagai pendekatan untuk pengembangan bahasa anak autis, salah satunya adalah menggunakan program son-rise. Program ini terutama diperuntukkan bagi anak balita. Keberhasilan program tersebut bergantung pada: (1) kesediaan menerima anak seperti apa adanya, (2) kemampuan membina hubungan yang baik dengan anak, (3) penuh inisiatif dan kreatifitas, dalam menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan anak. Selain itu partisipasi dan kasih sayang orangtua juga menentukan keberhasilan program ini. Adapun cara yang digunakan dalam program son rise adalah sebagai berikut: a) menjalin hubungan dengan penuh kekuatan, kegembiraan, dan antusias, b) mengikuti berkembang anak
Manajemen Pembinaan Vokasional Bagi Tunagrahita di Sekolah Khusus Tunagrahita Mumpuniarti Mumpuniarti
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 2, No 2 (2006): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.979

Abstract

Vokasional bagi penyandang tunagrahita merupakan kemampuan untuk bekal kemandirian di masyarakat. Kemampuan itu perlu dipersiapkan sejak mereka menempuh pendidikan di sekolah. Persiapan sejak awal diharapkan dapat membentuk kemampuan vokational tingkat mahir dan terampil, serta dapat digunakan untuk mencari penghidupan atau mata pencaharian bagi mereka.Kemampuan vokasional bagi penyandang tunagrahita ke tingkat mahir dan terampil memiliki berbagai kendala. Kendala tersebut terkait dengan jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan tunagrahita, tetapi disetujui oleh orang tuanya dan memiliki pasaran kerja. Untuk itu, diperlukan suatu pengelolaan atau manajemen dalam pembinaannya, agar supaya usaha itu tepat guna dan tepat sasaran. Bentuk manajemen itu perlu diusahakan oleh sekolah khusus tunagrahita dengan cara kerja sama orang tua, lembaga masyarakat penyedia layanan kerja, dan tenaga profesi lainnya saat perencanaan jenis vokational yang akan dibina; sumber daya yang dapat digunakan, penahapan di dalam pembinaanya; pasaran kerja yang akan dituju dengan jenis vokasional tersebut; pola pelaksanaan di dalam pembinaan; serta evaluasi kebersihaan.

Page 9 of 17 | Total Record : 166