cover
Contact Name
Ishartiwi
Contact Email
-
Phone
+62274554689
Journal Mail Official
jpk_plb@uny.ac.id
Editorial Address
Department of Special Education, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jalan Colombo No 1 Yogyakarta, 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus)
ISSN : 18580998     EISSN : 25806475     DOI : https://dx.doi.org/10.21831/jpk
Core Subject : Education, Social,
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) is a multidisciplinary publication presenting primary research and scholarly reviews related to special education. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) provides research articles and scholarly reviews on special education for individuals with mild to severe disabilities. The journal publishes traditional, ethnographic, and single-subject research; intervention studies, integrative reviews on timely issues, and critical commentaries; and special thematic issues.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 174 Documents
Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Anak Cerbral Palsy Nur Azizah
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 1, No 2 (2005): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v1i2.6024

Abstract

Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Anak Cerbral Palsy
Strategi Memilih Media Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Anak Tunagrahita Ringan Gondo Prayitno
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 3, No 1 (2007): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v3i1.6413

Abstract

Strategi Memilih Media Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Anak Tunagrahita Ringan
Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Siswa Tunagrahita Melalui Permainan Tradisional Muhamad Basuni
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 6, No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v6i2.6738

Abstract

Meningkatkan Kemampuan Membaca pada Siswa Tunagrahita Melalui Permainan Tradisional
Penanganan Anak Berkesulitan Belajar: Sebuah Pendekatan Kolaborasi dengan Orangtua Pujaningsih Pujaningsih
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 2, No 2 (2006): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v2i2.1007

Abstract

Anak berkesulitan belajar sering dikeluhkan sebagai sumber permasalahan yang menghambat proses belajar mengajar di kelas. Untuk menanganinya, guru tidak bisa hanya sendirian saja dan kolaborasi dengan orang tua merupakan pilihan strategis untuk dilakukan. Kolaborasi ini muncul sebagai wujud kebersamaan antara sekolah dan rumah dalam mendidik anak. Kolaborasi dapat diwujudkan dalam setiap proses pendidikan, khusus untuk pembelajaran anak berkesulitan belajar, kolaborasi dapat dilakukan saat proses asesmen, rencana pembelajaran individual, monitoring program dan pekerjaan rumah. Untuk mewujudkan kolaborasi yang sinergis, sekolah perlu memahami permasalahan yang dialami oleh keluarga karena kesulitan belajar putra/putri mereka. Untuk itu maka percayaan, komunikasi yang terbuka, saling menghargai merupakan hal pertama bagi sekolah untuk dibangun dalam membangun kolaborasi dengan orangtua.
Meningkatkan Efektifitas Latihan Sensomotorik Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Nurdayati Praptiningrum
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 1, No 2 (2005): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v1i2.6013

Abstract

Meningkatkan Efektifitas Latihan Sensomotorik Bagi Anak Berkebutuhan Khusus
A Rationable for Early Intervention Nur Azizah
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 4, No 3 (2009): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v4i3.788

Abstract

Young children with special needs are not automatically posses one or more those skills and as consequence, teachers in early intervention purposely have to teach those skills directly. It is essential for young children with special needs to commence in early intervention, because at this age, which is belived as a golden age, is a strategic time to shape young children with special needs by age-appropriate skills. The implementation of early intervention builds from at least four components which are: Firstly, theoretical base about learning and development. Secondly, empirical research where many studies show that early intervention give advantages for young children with disabilities and their parents and communities. Thirdly, expert opinions which draw from theoretical and empirical research and lastly changing in society concerning values and attitude towards people with disabilities. There are five theoretical model of curriculum in early intervention, namely: Developmental Curriculum Model, Developmental-Cognitive Curriculum Model, Academic (or pre-academic) Skills Model, Behavioral Curriculum Model, and Functional Curriculum Model.
STRATEGI PENGEMBANGAN PERILAKU ADAPTIF ANAK TUNAGRAHITA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG Dyah Retno
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v12i1.12840

Abstract

Artikel ini membahas tentang pengembangan perilaku adaptif anak tunagrahita melalui model pembelajaran langsung. Karaketristik dan keterbatasan anak tunagrahita terutama yang berhubungan dengan perilaku adaptif menjadi menjadi pertimbangan khusus dalam merancang program pembelajaran. Program yang akan dilakukan disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi anak, yang diperoleh dari hasil asesmen yang telah dilakukan. Salah satu strategi yang dapat digunakan yaitu dengan model pembelajaran langsung untuk mengembangan perilaku adaptif. Pembelajaran langsung memiliki tahapan-tahapan yang harus dilalui, diantaranya tahap orientasi, demonstrasi, latihan terstruktur, latihan terbimbing, serta mengadakan latihan mandiri. Peran guru memberikan pengalaman langsung dan melibatkan anak secara aktif dalam setiap kegiatan. Salah satu bentuk pembelajaran langsung yang dapat dilakukan yaitu latihan menggosok gigi. Latihan pembelajaran menggosok gigi ini dapat mengembangkan perilaku adaptif anak dilihat dari aspek komunikasi, bina diri, sosial dan gerak dalam setiap fase kegiatannya.
Model Inklusif layanan Khusus Pembinaan Siswa Cerdas Istimewa/Berbakat Istimewa Berbasis Sumber Daya Daerah Ishartiwi Ishartiwi
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 4, No 3 (2009): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v4i3.782

Abstract

Pengembangan potensi peserta didik melalui pendidikan secara optimal merupakan langkah nyata layanan pendidikan yang mengedepankan perbedaan individual. Salah satu bentuknya berupa layanan khusus bagi siswa cerdas istimewa/berbakat istimewa (CI/BI). Artikel ini mengungkap model inklusif layanan khusus pembinaan siswa CI/BI di sekolah umum dengan mempertimbangkan potensi akademik, personal sosial dan bakat khusus. Sasaran yang diharapkan dapat memberikan input kebijakan layanan siswa CI/BI berbasis sumber daya daerah.Tulisan ini diangkat dari suatu survai yang dilakukan di 17 kecamatan kabupaten Bantul tentang Potensi Sumber Daya Pendidikan Di Kabupaten Bantul Untuk Pengembangan Rintisan Layanan Pendidikan Khusus Siswa Cerdas Istimewa/Berbakat Istimewa. Survai ini melibatkan 224 responden meliputi unsur: pengambil kebijakan, pengawas pendidikan, kepala sekolah dan guru jenjang SD, SMP, SMA, SMK. Informasi digali melalui angket, observasi dan diskusi mendalam, dan dimaknai secara diskriptif kualitatif.Hasil penelitian salah satunya berupa prototipe model inklusif layanan model inklusif layanan khusus pembinaan siswa cerdas istimewa/berbakat istimewa berbasis sumber daya daerah. Model ini memiliki karakteristik: (1) siswa belajar bersama siswa lain di sekolah umum, (2) intervensi mencakup multi potensi siswa (akademik, personal sosial, bakat khusus), sekaligus berfungsi pengembangan generasi daerah berkualitas, dan (3) pemanfaatan bersama aset sarana prasarana daerah (efektifitas dan efisiensi).
Inovasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Berwawasan Kewirausahaan Sejak Usia Dini (Rintisan Pemikiran dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus) Sima Mulyadi
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 2, No 1 (2006): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v2i1.6029

Abstract

Inovasi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Berwawasan Kewirausahaan Sejak Usia Dini (Rintisan Pemikiran dalam Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus)
Fenomena Penyelenggaraan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus N. Praptiningrum
JPK (Jurnal Pendidikan Khusus) Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Khusus
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpk.v7i2.774

Abstract

Pendidikan inklusif merupakan suatu system layanan pendidikan khusus yang mensyaratkan agar semua anak berkebutuhan khusus dilayani di sekolah terdekat di kelas biasa bersama teman-teman seusianya.Penyelenggaraan pendidikan inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus seharusnya dapat menciptakan lingkungan yang ramah, menyenangkan, fleksibel, dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa dan tenaga pendidik yang memiliki kemampuan khusus.Kenyataan di lapangan penyelenggaraan pendidikan inklusif belum semuanya sesuai dengan pedoman penyelengaraan, baik dari segi kondisi siswa, kualifikasi guru, sarana-prasarana penunjang, dukungan orang tua maupun dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah. Pada dasarnya penyelenggaraan pendidikan inklusif bagi Anak Berkebutuhan khusus masih menjadi fenomena.

Page 11 of 18 | Total Record : 174