cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3: APRIL 2014" : 10 Documents clear
KARAKTERISASI STRUKTUR DAN SIFAT LISTRIK FILM TIPIS ZINC OXIDE DIDOPING GALLIUM DAN ALUMINIUM Didik Aryanto; Sugianto Sugianto; Putut Marwoto; Sulhadi Sulhadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.716 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4346

Abstract

KARAKTERISASI STRUKTUR DAN SIFAT LISTRIK FILM TIPIS ZINC OXIDE DIDOPING GALLIUM DAN ALUMINIUM. Film tipis Zinc Oxide (ZnO) yang didoping unsur Gallium (Ga) dan Aluminium (Al) telah ditumbuhkan di atas gelas corning menggunakan DC Magnetron Sputtering. Efek dari doping Ga dan Al pada struktur dan sifat listrik film tipis ZnO telah dipelajari menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) dan I-Vmeter. Karakterisasi XRD menunjukkan bahwa film tipis ZnO murni dan ZnO yang telah didoping memiliki struktur polikristal dengan tipe heksagonal wurtzite. Kualitas dari film tipis ZnO meningkat dengan didoping unsur Ga, tetapi menurun ketika didoping unsur Al. Resistivitas dari film tipis ZnO berkurang ketika didoping dengan unsur Ga dan bertambah saat didoping unsurAl. Resistivitas terendah ditunjukkan film tipis ZnO yang didoping Ga (1%) sebesar 0,209 x 107 Ωcm.
SINTESIS NANOKATALIS TiO2 ANATASE DALAM LARUTAN ELEKTROLIT DENGAN METODA SOL GEL Siti Wardiyati; Adel Fisli; Saeful Yusuf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.138 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4352

Abstract

SINTESIS NANOKATALIS TiO2 ANATASE DALAM LARUTAN ELEKTROLIT DENGAN METODA SOL GEL. Telah dilakukan sintesis nanokatalis TiO2 anatase dengan metode sol gel. Sintesis TiO2 dilakukan dengan cara mereaksikan prekursor titanium klorida (TiCl4) dengan ammonium hidroksida (NH4OH) pada suhu 70 oC. Dalam upaya mempersingkat proses pembuatan nanopartikel TiO2 anatase maka pada penelitian ini ditambahkan larutan elektrolit (NH4)2SO4 yang berguna untuk meningkatkan proses adsorpsi dan desorpsi ion pada perubahan bentuk gel ke partikel. Analisis fasa dilakukan dengan menggunakan X-Ray Difractometer (XRD), penentuan ukuran partikel menggunakan Transmission Electron Microscope (TEM) dan Particle SizeAnalyzer (PSA). Nilai energy gap ditentukan dengan spektrofotometer UV-Visible Diffuse Reflectance Spectroscope (UV-Vis DRS). Hasil karakterisasi menunjukkan diperolehnya TiO2 kristalin dengan fasa anatase, ukuran partikel ±10 nm dan nilai energy gap 3,26 eV. Hasil uji degradasi pada methylene blue menunjukkan bahwa TiO2 hasil sintesis bersifat foto katalitik.
PENUMBUHAN DAN KARAKTERISASI FILM TIPIS ZnO YANG DIDEPOSISI DENGAN TEKNIK SPIN COATING DIATAS SUBSTRAT SILIKON Andi Suhandi; Yuyu R Tayubi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.484 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4347

Abstract

PENUMBUHAN DAN KARAKTERISASI FILM TIPIS ZnO YANG DIDEPOSISI DENGAN TEKNIK SPIN COATING DIATAS SUBSTRAT SILIKON. Telah dilakukan deposisi film tipis ZnO di atas substrat Si (001) dengan teknik spin coating, sebagai kandidat lapisan anti refleksi sel surya silikon. Zinc acetate dehydrate, 2-methoxyethanol dan mono ethanolamine berturut-turut digunakan sebagai material dasar, pelarut dan penstabil.Kekristalan filmtipis ZnOhasil deposisi dikarakterisasi menggunakan X-RayDiffractometer (XRD). Hasil karakterisasi XRD menunjukkan bahwa puncak intensitas pola difraksi sinar-X terjadi pada 2-theta sekitar 34,40 derajat, bersesuaian dengan orientasi bidang kristal (002). Hal ini menunjukkan bahwa film tipis ZnO hasil deposisi memiliki orientasi kristal tunggal ke arah sumbu-c, vertikal terhadap permukaan silikon. Kualitas kekristalan filmtipis ZnO ditentukan berdasarkan nilai Full Width at Half Maximum (FWHM) puncak intensitas pola difraksi sinar-X dan ukuran rata-rata butir kristal. Nilai FWHM ditentukan dengan bantuan software Microcal Origin sedangkan ukuran rata-rata kristal dihitung dengan menggunakan formula Debye-Scherrer berdasarkan data hasil karakterisasi XRD. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa FWHM film tipis ZnO yang dideposisi pada temperatur 700 oC nilainya relatif kecil yaitu sekitar 0,39 nm dan ukuran rata-rata kristalnya sekitar 21,33 nm. Hal ini menunjukkan bahwa dari segi kekristalan film tipis ZnO hasil deposisi memiliki kualitas yang cukup baik. Nilai FWHM dan ukuran rata-rata butir kristal film tipis ZnO nilainya berubah ketika temperatur deposisi (T) diubah.
PENGARUH JENIS PADUAN MIKRO Fe-Cr HASIL METODE ULTRASONIK PADA PEMBENTUKAN BONGKAH PADUAN Fe-Cr MELALUI SINTERING DUA TAHAP Marzuki Silalahi; Pudji Untoro; Bambang Suharno; Sri Harjanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1108.741 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4353

Abstract

PENGARUH JENIS PADUAN MIKRO Fe-Cr HASIL METODE ULTRASONIK PADA PEMBENTUKAN BONGKAH PADUAN Fe-Cr MELALUI SINTERING DUA TAHAP. Fe-Cr adalah paduan yang memiliki ketahanan pada suhu tinggi dan potensial digunakan sebagai interkonek pada sel bakar Solid Oxide Fuel Cell (SOFC). Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis bongkah paduan Fe-Cr dengan menggunakan serbuk paduan mikro Fe-Cr hasil sintesis dengan metode ultrasonik. Metode ultrasonik dimanfaatkan untuk sintesis paduan mikro Fe-Cr melalui penggunaan gelombang suara ultrasonik. Langkah yang dilakukan adalah konsolidasi partikel paduan mikro Fe-Cr melalui kompaksi tanpa lubrikan, kemudian dalam kapsul kaca kuarsa dilakukan proses sintering sampai 1000 oC selama 1 jam, lalu dilanjutkan sintering hingga 1300 oC selama 2 jam, lalu didinginkan dalam tungku. Karakterisasi struktur mikro dilakukan dengan Scanning Electron Microscopy (SEM), Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (SEM-EDS), X-Ray Diffraction (XRD) disertai analisis dengan metode Rietveld dan pengukuran densitas sesungguhnya. Partikel paduan mikro Fe-Cr seutuhnya lebih stabil dan konsisten dalam pembentukan fasa bongkah paduan Fe-Cr melalui sintering bertahap. Diperoleh bongkah paduan Fe-Cr homogen tanpa oksida.
PENGARUH HOLDINGTIME PROSES ANNEALING TERHADAP STRUKTURMIKRODAN MORFOLOGI LAPISAN TIPIS BARIUM ZIRKONIUM TITANATE Y Iriani; V I Variani; M Hikam; B Soebagijono; M Yuliani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.818 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4349

Abstract

PENGARUH HOLDINGTIME PROSES ANNEALING TERHADAP STRUKTURMIKRODAN MORFOLOGI LAPISAN TIPIS BARIUM ZIRKONIUM TITANATE. Penumbuhan lapisan tipis Barium Zirconium Titanate (BZT)menggunakan metode Chemical Solution Deposition (CSD) yang disiapkan dengan spin coater telah berhasil ditumbuhkan di atas substrat Si. Variasi holding time proses annealing dilakukan untuk melihat struktur mikro (tingkat kekristalan) menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan morfologi (ukuran butir) menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM) dari lapisan tipis BZT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi holding timemengakibatkan berubahnya tingkat kekristalan, ketebalan dan ukuran butir lapisan BZT. Tingkat kekristalan makin tinggi seiring dengan bertambahnya holding time yang ditandai dengan makin besarnya intensitas. Tingkat kekristalan tertinggi pada holding time 4 jam yaitu sebesar 80%. Ketebalan lapisan makin tipis seiring dengan bertambahnya holding time. Lapisan tipis BZT dengan holding time 4 jam adalah yang paling tipis yaitu sebesar 570 nm. Ukuran butir bertambah besar seiring dengan bertambahnya holding time karena adanya proses difusi antar butir.
PENGARUH PENGGILINGAN TERHADAP PADATAN NIMODIPIN. Gressy Novita; Sundani Nurono S.; Lucy D.N. Sasongko; Ismunandar Ismunandar
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.388 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4354

Abstract

PENGARUH PENGGILINGAN TERHADAP PADATAN NIMODIPIN. Energi mekanik melalui penggilingan dapat menyebabkan transformasi polimorfik dan kerusakan kristal pada suatu padatan kristalin sehingga akan mempengaruhi sifat fisikokimianya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggilingan terhadap padatan nimodipin. Penggilingan dilakukan dengan alat Retsch RM100 mortar grinder selama 15 menit, 30 menit, 60 menit dan 120 menit. Karakterisasi padatan hasil penggilingan dilakukan menggunakan difraksi sinar-X serbuk, Differential Scanning Calorimeter (DSC), Scanning ElectronMicroscope (SEM) dan spektrometer Fourier Transform-Infrared (FT-IR). Difraktogramsinar-X serbuk padatan nimodipin hasil penggilingan menunjukkan puncak-puncak yang identik dengan nimodipin sebelum penggilingan.Termogram DSC nimodipin menunjukkan puncak endotermik pada suhu 124,2 oC. Titik lebur dan entalpi nimodipin akibat penggilinganmengalami sedikit pergeseran ke arah yang lebih rendah denganmeningkatnya waktu penggilingan. Fotomikrograf SEMmenunjukkan terjadinya amorfisasi dan agregasi partikel. Spektrum FT-IR tidak menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang. Data-data tersebut menegaskan bahwa energi mekanik akibat proses penggilingan sampai 120 menit tidak menyebabkan transformasi polimorfik pada padatan nimodipin.
PEMBUATAN BILAYER ANODE (NiO-CSZ) - ELEKTROLIT CSZ DENGAN METODE ELECTROPHORETIC DEPOSITION Vidi Moorene; Dani Gustaman Syarif; Andhy Setiawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1748.548 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4350

Abstract

PEMBUATAN BILAYER ANODE (NiO-CSZ) - ELEKTROLIT CSZ DENGAN METODE ELECTROPHORETIC DEPOSITION. Telah dilakukan pembuatan bilayer anode NiO-CSZ - elektrolit CSZ dengan metode Electrophoretic Deposition (EPD). Substrat (anode) NiO-CSZ dibuat dengan metode pressing dan elektrolit CSZ ditumbuhkan di atas substrat NiO-CSZ dengan metode EPD. Elektrolit CSZ ditumbuhkan di atas substrat NiO-CSZ dengan variasi waktu deposisi masing-masing 10 menit, 20 menit, dan 30 menit dan disinter pada suhu 1250oC. Dari analisis yang dilakukan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD), diketahui terdapat 3 fasa yakni CSZ, Ni, dan NiO pada bilayer NiO-CSZ/CSZ untukwaktu deposisi 30menit. Pemeriksaan ketebalan lapisan CSZ dilakukan menggunakan mikroskop optik. Data foto memperlihatkan bahwa ketebalan lapisan CSZ di atas substrat NiO-CSZ meningkat dengan meningkatnya waktu deposisi. Berdasarkan hasil karakterisasi sifat listrik lapisan CSZ menggunakan LCR meter diketahui bahwa peningkatan waktu deposisi menurunkan nilai konduktivitas ionik lapisan CSZ untuk masing-masing waktu deposisi 10 menit, 20 menit, dan 30 menit sebesar 0,078 mS/cm, 0,062 mS/cm, dan 0,004 mS/cm pada suhu 300 oC.
KARAKTERISASI MEMBRAN SERAT BERONGGA POLISUL FON-ASAM MALAT DENGAN METODE SCANNING ELECTRON MICROSCOPE Syahril Ahmad
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.471 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4355

Abstract

KARAKTERISASI MEMBRAN SERAT BERONGGA POLISUL FON-ASAM MALAT DENGAN METODE SCANNING ELECTRON MICROSCOPE. Membran polisulfon serat berongga yang dipintal dengan menambahkan aditif asam malat dan dengan pelarut dimetil asetamida telah dikarakterisasi dengan Scanning Electron Microscope (SEM). Membran yang diamati dipintal secara proses kering dan basah dengan menggunakan alat pintal model SSP 2020D. Komposisi membran yang diamati terdiri dari 18% polisulfon dengan variasi aditif asam malat 1%, 2% dan 3 %. Hasil percobaan memperlihatkan bahwa membran polisulfon yang dibuat dengan konsentrasi aditif asam malat 1 % memberikan fluks yang paling kecil, rejeksi yang lebih besar dan struktur membran yang lebih rapat dibandingkan dengan membran yang dibuat dengan asam malat 3 %. Penambahan aditif asam malat ke dalam larutan polimer akan mempengaruhi ukuran pori membran tergantung pada jumlah aditif yang ditambahkan. Dari hasil foto SEM terlihat bahwa penambahan aditif asam malat ke dalam larutan polimer menyebabkan permukaan dalam membran serat berongga bergelombang dan berpeluang memperluas permukaan aktif membran.
MAGNETIC NANOSTRUCTURES : FABRICATION AND APPLICATIONS FROM MEMORY DEVICES TO BIOSENSOR E. Suharyadi; E A Setiadi; A Riyanto; T Kato; S Iwata; K Abraha
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.733 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4345

Abstract

MAGNETIC NANOSTRUCTURES : FABRICATION AND APPLICATIONS FROM MEMORY DEVICES TO BIOSENSOR. For magnetic storage application, we successfully fabricated nanodots and nanopattern using electron-beam lithography (EBL) technique followed by ion irradiation. Perpendicularly magnetized squared-bits with the sizes of 100 to 500 nmwere clearly observed using magnetic forcemicroscopy (MFM) images. MFM images showed that the most of the patterned squared-bits with size of 100 nm have either uniformly bright or dark magnetic contrasts. Magnetization curves of patterned films were strongly influenced by the bit size and spacing between bits and indicated the existence of exchange coupling between the bits via irradiated spacing. On the other hand, for biosensor application, we recently develop Surface Plasmon Resonance (SPR)-based biosensor for biomolecules detection device.Magnetic nanoparticles such as magnetite (Fe3O4) and CoFe2O4 were purposed as candidate for active materials to increase accumulation of target biomolecules on sensing surface of SPR-based biosensor. Fe3O4 and CoFe2O4 nanoparticles with different sizes of 8 to 17 nm have been successfully synthesized chemically by co-precipitation method. The surface of nanoparticles had been modified using polyethylene glycol (PEG)-4000 to increase the crystallinity, decrease agglomeration and control the shape to more spherical. However, modification using PEG-4000 decreased the saturation magnetization which is due to the existence of α-FeO(OH) and γ-FeO(OH) phases from bonds at interface of CoFe2O4.
SINTESIS KOMPOSIT Fe3O4-SiO2-TiO2 DAN APLIKASINYA UNTUK MENDEGRADASI LIMBAH ZAT WARNA METHYLENE BLUE Didin Sahidin Winatapura; Saeful Yusuf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 3: APRIL 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.464 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.3.4351

Abstract

SINTESIS KOMPOSIT Fe3O4-SiO2-TiO2 DAN APLIKASINYA UNTUK MENDEGRADASI LIMBAH ZAT WARNA METHYLENE BLUE. Telah dilakukan sintesis komposit nanopartikel Fe3O4-SiO2-TiO2dengan metoda presipitasi. Bahan komposit nanopartikel Fe3O4-SiO2-TiO2 dapat digunakan sebagai bahan untuk mendegradasi polutan organik yang larut di dalam air. Hasil pengukuran sampel dengan difraktometer sinar-X (XRD) menunjukkan adanya struktur Fe3O4 magnetit dan TiO2 anatase, sedangkan data EDS menunjukkan bahwa komposit mengandung atom Fe, Ti, Si dan O. Dapat disimpulkan bahwa komposit terdiri dari fasa Fe3O4, SiO2 amorf dan fasa TiO2. Pengamatan sampel dengan TEM terhadap komposit Fe3O4-SiO2-TiO2 belum secara jelas menunjukkan bahwa komposit Fe3O4-SiO2-TiO2 membentuk struktur coreshell meskipun nano partikel Fe3O4 sebagai inti diselimuti oleh lapisan SiO2 dan TiO2. Komposit Fe3O4- SiO2-TiO2memiliki nilai magnetisasi saturasi sekitar 20 emu/gram jauh lebih kecil bila dibandingkan bahan penyusunnya Fe3O4 yang mencapai sekitar 69 emu/gram. Namun demikian bahan tersebut masih mudah dipisahkan dari pelarutnya menggunakan magnet permanen. Kondisi optimum adsorbsi dan degradasiMB oleh komposit Fe3O4-SiO2-TiO2dicapai pada pH 9. Komposit nanopartikel Fe3O4-SiO2-TiO2mampumengadsorpsi dan mendegradasi polutan organik MB sebanyak 98% dalam lingkungan alkalin.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue