cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
FABRIKASI FILM TIPIS SEMIKONDUKTOR FEROMAGNETIK TiO2-Co DENGAN TEKNIK MOCVD DAN PENGAMATAN MAGNETORESISTANSI Edy Supriyanto; Horasdia Saragih; Agus Subagio; Maman Budiman; Pepen Arifin; Moehammad Barmawi; Sukirno Sukirno
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.747 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5180

Abstract

FABRIKASI FILM TIPIS SEMIKONDUKTOR FEROMAGNETIK TiO2-Co DENGAN TEKNIK MOCVD DAN PENGAMATAN MAGNETORESISTANSI. Film tipis TiO2-Co telah berhasil ditumbuhkan di atas subtrat Si dengan teknik MOCVD. Film tipis TiO2-Co bersifat feromagnetik pada suhu ruang, dan memiliki respon magnetik lunak (soft magnetic). Penggunaannya sebagai material injektor pada divais spintronika berstruktur TiO2-Co/Si/TiO2-Co, diinvestigasi. Karakteristik arus-tegangannya, tanpa dan dengan medan magnetik luar, dianalisa. Teramati adanya pengaruh magnetik terhadap resistansi divais yang disebut sebagai magnetoresistansi. Magetoresistansi diperoleh bergantung pada besarnya tegangan bias yang diberikan pada divais. Penambahan tegangan ke suatu nilai tertentu dapat menghilangkan efek magnetoresistansi.
KARAKTERISASI FISIK LIPOSOM ASAM SALISILAT MENGGUNAKAN MIKROSKOP ELEKTRON TRANSMISI Elman Panjaitan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.693 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4702

Abstract

KARAKTERISASI FISIK LIPOSOM ASAM SALISILAT MENGGUNAKAN MIKROSKOP ELEKTRON TRANSMISI. Telah dilakukan karakterisasi fisik liposom yang diformulasikan dari asam salisilat dengan metode lapis tipis berbahan dasar lesitin kedelai dan kolesterol. Formula yang terbentuk diamati menggunakan mikroskop optik dan Transmission Electron Microscope (TEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa asam salisilat dapat diformulasikan dalam liposom. Kombinasi lesitin kedelai dan kolesterol (600 mg : 20 mg) merupakan formula terbaik, liposom berbentuk vesicle sferis dan berukuran 70 nm sampai dengan 800 nm.
PREPARATION OFNb BASED THIN FILM USING PULSED LASER DEPOSITIONAND ITS ELECTRICAL PROPERTY Salim Mustofa; Saeful Yusuf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 4: JULI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.377 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.4.4388

Abstract

PREPARATION OFNb BASED THIN FILM USING PULSED LASER DEPOSITIONAND ITS ELECTRICAL PROPERTY. The research for largering capacity of dielectric multi layer type capacitor using Pulsed Laser Deposition (PLD) method was carried out. In this study, we focus on the inexpensive material Nb as a substitute for expensive material Ta, which is currently used for ferroelectric material. The Nb-based (Nb2O5) and TiO2 particle were deposited on Si/SiO2 substrate at temperature of 600 oC under the oxygen pressure of 5Pa, and Pt was used as the last layer. Doping of TiO2 to the Nb2O5was carried out by alternately replacing each target and finally the deposited film with a thickness of 200 nm was achieved. The capacity value of pure Nb2O5 thin film was higher than pure TiO2 , but TiO2 was more stable against the changes of temperature. The capacitor that has a ratio of 30% Nb2O5 showed the highest capacity value. Single layer of Nb2O5 thin film has the largest rate of change in capacitance, and the capacitor that already doped by TiO2 has a more less changes in capacitance against the changes of temperature. In order to crystallize, the capacitor was then annealed in the air for 12 hours at the temperature of 700o . Same as before annealing, a mixed thin film thas has a ratio 30% of Nb2O5 still showed the highest capacity value, even there is a small changes against the against the changes of temperature. Other mixed thin film with different ratio of TiO2 have more stable temperature characteristics, but the capacity value was very small. From above results, it can be considered that the thin film of 30% of Nb2O5 and 70% of TiO2 is the best potential with highest capacity value and small changes against the changes of temperature.
REAKSI ESTERIFIKASI ASAM OLEAT DAN GLISEROL MENGGUNAKAN KATALIS ASAM Aniek S Handayani; Sidik Marsudi; M. Nasikin; M. Sudibandriyo
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.234 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5064

Abstract

REAKSI ESTERIFIKASI ASAM OLEAT DAN GLISEROL MENGGUNAKAN KATALIS ASAM. Reaksi esterifikasi antara asam oleat dan glyserol menggunakan katalis asam dilakukan untuk mempelajari kemungkinan terjadinya reaksi polimerisasi antara keduanya. Reaksi berlangsung pada rentang suhu 220 oC hingga 250 oC, dengan harapan setelah reaksi esterifikasi selesai akan berlanjut dengan reaksi polimerisasi. Dengan mempelajari perubahan suhu, dan waktu reaksi pada beberapa parameter seperti bilangan asam, bilangan Iod, densitas produk, viskositas dan berat molekul diharapkan akan diperoleh produk dengan berat molekul yang lebih besar dari reaktan pembentuknya atau terjadi reaksi polimerisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan reaksi dipengaruhi oleh ratio kedua reaktan dan katalis, pada rasio katalis dan reaktan 1:100 menunjukkan peningkatan berat molekul. Dengan semakin meningkatnya suhu menunjukkan bahwa bilangan asam semakin menurun, mengakibatkan konversi semakin meningkat. Hasil konversi maksimum 93,75% terjadi pada suhu reaksi 240 oC, ratio katalis dan reaktan 1:100 dengan rentang berat molekul sekitar 19,502.06 g/gmol hingga 20,034.94 g/gmol, rentang viskositas sekitar 0.0514 poise hingga 0.0534 poise. Sedangkan densitas produk menunjukkan 0,95 g/cm3 sampai dengan 1,045 g/cm3.
STUDI DIFRAKSI NEUTRON PADA FASA HIJAU Y2BaCuO5 E. Sukirman; W. Ari Adi; D. Sahidin Winatapura; Supandi Suminta; Refai Muslih
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.578 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4859

Abstract

STUDI DIFRAKSI NEUTRON PADA FASA HIJAU Y2BaCuO5. Studi difraksi neutron pada fasa hijau Y2BaCuO5 telah dilakukan dengan metode Rietveld. Hasil analisis menunjukkan bahwa fasa hijau Y2BaCuO5 telah mengkristal ke dalam sistem ortorombik dengan grup ruang Pnma, No. 62, parameter kisi : a = 12,184(3) Å, b = 5,662(1) Å, c = 7,135(2) Å, volume sel satuan V = 492,3(2) Å3 dan kerapatan D = 6,132 g/cm3 dan terdapat kekosongan pada titik tempat atom Y dan Cu. Vibrasi termal terkuat kedua atom Y1 dan Y2 adalah pada arah sumbu-y berturut-turut dengan parameter suhu U22 = 12(5) dan 11(4) x10-3Å2. Pada arah sumbu-x terjadi vibrasi yang lebih kuat bagi atom Ba dengan parameter suhu U11 = 17(1) x10-3Å2. Harga parameter suhu terbesar bagi atom Cu adalah U22 = 9(5) x10-3Å2. Ini berarti pada arah sumbu-y terjadi vibrasi yang lebih kuat bagi atom Cu. Besar atau kecilnya parameter suhu sebuah atom, terkait dengan ukuran dan bentuk rongga tempat kedudukan atom tersebut di dalam sel satuan. Jadi ukuran dan bentuk rongga yang secara sistematis membatasi vibrasi termal atom-atom di dalam kristal.
STUDI AWAL PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN KADAR ASIATICOSIDE DARI CENTELLA ASIATICA (L) URB Dewi Sondari; Tun Tedja Irawadi; Dwi Setyaningsih; Silvester Tursiloadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.213 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4193

Abstract

STUDI AWAL PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP RENDEMEN DAN KADAR ASIATICOSIDE DARI CENTELLA ASIATICA (L) URB. Proses ekstraksi Centella asiatica (L) Urb dengan metode maserasi, sonikasi, sokletasi dan CO2 superkritik telah dilakukan. Pengaruh proses ekstraksi terhadap rendemen dan kadar asiaticoside dari Centella asiatica (L) Urb (pegagan) telah dipelajari. Hasil dari perhitungan rendemen asiaticoside terlihat bahwa kandungan asiaticoside (% berat) dari proses ekstraksimaserasi, sonikasi, sokletasi dan CO2 superkritik berturut-turut sebagai berikut: 6,723%; 0,187%; 3.648%dan 9,24%. Rendemen asiaticoside paling tinggi diperoleh dari teknologi ekstraksi CO2 superkritik, karena teknologi ini dilakukan pada tekanan dan suhu tertentu sehingga kualitas hasil ekstraksi ditentukan oleh seberapa kritis penggunaan tekanan dan suhunya. Karena pada kondisi ini, selain mengubah densitas CO2, juga berpengaruh terhadap kelarutan dan selektivitas dari zat yang akan terekstrak. Semakin tinggi tekanan dan kelarutan, total hasil ekstraksi akan semakin tinggi. Untukmengetahui adanya senyawa asiaticoside dalam Centella asiatica (L) Urb (pegagan) digunakan analisis HPLC. Dari hasil analisis kromatogram bahwa ada dua puncak yang terdeteksi, dan secara kualitatif senyawa asiaticoside yang diperoleh denganmenggunakan ekstraksi CO2 superkritik lebih tinggi kadarnya dibanding metode ekstraksi lainnya, karena teknologi proses ekstraksi CO2 superkritik memanfaatkan kekuatan pelarut dan sifat fisik dari komponenmurni atau campuran, sehinggamudahmelakukan penetrasi ke dalam dinding material yang di ekstrak dan melarutkan komponen senyawa aktif secara selektif dengan kualitas produk tinggi dan tidakmengandung residu pelarut sehingga lebih murni.
KONTROL CATU DAYA DC 30V/15A MENGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89C52 DENGAN METODE LOOK-UP TABLE UNTUK APLIKASI SISTEM PEMAGNETAN Arieko Abdillah; Lingga Hermanto; Azwar Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.385 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5219

Abstract

KONTROL CATU DAYA DC 30V/15A MENGUNAKAN MIKROKONTROLER AT89C52 DENGAN METODE LOOK-UP TABLE UNTUK APLIKASI SISTEM PEMAGNETAN. Telah dilakukan penelitian mengenai sistem pengontrol arus DC berbasis mikrokontroler Atmel AT89C52. Mikrokontroler mengatur transistor yang akan diaktifkan guna melewatkan arus DC untuk menghasilkan medan magnet homogen. Sistem ini menghasilkan variasi arus DC dari 1,8 A hingga 12 A. Variasi arus tersebut menghasilkan nilai medan magnet terukur yang bernilai 23 mT hingga 325 mT. Pengolahan data masukan dan data yang tersimpan dalam mikrokontroler menggunakan metode look-up table. Rangkaian mikrokontroler dan rangkaian catu daya tersebut dipisahkan /diisolasi dengan menggunakan optocoupler. Sistem pengontrol arus DC ini dapat dijadikan model awal untuk pengontrol medan magnet untuk tujuan magnetisasi pada sistem pemagnetan.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SEMEN GIGI BERBASIS NANOPARTIKEL ZINC OXIDE Nofrizal Nofrizal; Ardini Prihantini; Dwi Wahyu Nugroho; Tito Prastyo R.; Radyum Ikono; Wahyu Bambang W.; Agus Sukarto; Siswanto Siswanto; Nurul Taufiqu Rochman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.479 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.4.4742

Abstract

Semen gigi berbasis campuran Zinc Oxide (ZnO) dan eugenol merupakan salah satu semen gigi yang sering digunakan. Salah satu kekurangan utama yang membatasi aplikasinya adalah semen gigi ZnO dan eugenol memiliki sifat mekanik yang kurang begitu baik. Penelitian ini bertujuan melakukan sintesis dan karakterisasi semen gigi berbasis nano semen oksida dicampur dengan eugenol dengan hipotesis bahwa nanopartikel ZnO akan memberikan sifatmekanis yang lebih baik. Sifat fisis dan mekanis semen gigi berbasis nanopartikel semen oksida tersebut akan dibandingkan dengan semen gigi mikropartikel ZnO. Pencampuran eugenol dan nanopartikel ZnO dilakukan dengan komposisi bubuk 0,4 g, 0,45 g, 0,5 g, 0,55 g, 0,6 g dan cairan 0,2 mL. Nanopartikel ZnO sebagai bubuk dicampur dengan cairan sedikit demi sedikit, sehingga menghasilkan pasta. Metode analisis meliputi kekuatan tekan dan kekerasan, dan observasi struktur mikro. Dari serangkaian penelitian dan analisis diperoleh bahwa morfologi permukaan sampel semen gigi yang berbahan dasar nanopartikel lebih halus dan memiliki sedikit patahan dibandingkan dengan semen gigi berbahan dasar mikropartikel. Begitu juga analisis mekanik nanopartikel ZnO semen gigi dapat meningkatkan kuat tekan dan kekerasan dari bahan tersebut. Hasilnya diperoleh bahwa penambahan nanopartikel dapat meningkatkan karakteristik sifat fisis dan mekanis.
EKSTRAKSI SELULOSA DARI SERBUK GERGAJI KAYU SENGON MELALUI PROSES DELIGNIFIKASI ALKALI ULTRASONIK Prida Novarita Trisanti; Sena Setiawan H.P.,; Elysa Nura’ini; Sumarno Sumarno
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 3: APRIL 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.152 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.3.4496

Abstract

Kayu sengon (Albizia chinensis) merupakan salah satu jenis kayu yangmelimpah di Indonesia. Kandungan selulosa pada kayu sengon cukup tinggi sebesar 41,17%. Proses ekstraksi selulosa dari kayu sengon dapat dilakukan melalui proses delignifikasi atau penghilangan kandungan lignin. Umumnya, proses delignifikasi dilakukan dengan larutan alkali pada konsentrasi tinggi, suhu tinggi dan waktu yang lama.Agar konsentrasi alkali yang digunakan rendah dan waktu lebih pendek, proses delignifikasi dapat dilakukan dengan bantuan ultrasonik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kondisi operasi (suhu dan waktu) proses delignifikasi dengan ultrasonik terhadap kadar selulosa yang diperoleh. Proses delignifikasi dilakukan denganmencampur serbuk kayu sengon (40 mesh) dengan larutan NaOH (0,3M) dengan perbandingan 1:30 (w/v). Kondisi operasi yang digunakan adalah suhu 30 °C dan 40 °C pada berbagai waktu (10menit hingga 70menit). Setelah proses delignifikasi, produk di bleaching dengan NaOCl hingga warnanya menjadi putih. Analisis yang dilakukan antara lain adalah metode Chesson, X-Ray Diffraction (XRD) dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil dari analisa menunjukkan bahwa kristalinitas tertinggi diperoleh sebesar 77,05 % pada 40 °C selama 30 menit dan kadar lignin turun hingga mencapai 0,41%.
AC MAGNETIC RESPONSE IN (Bi-2223+SrCO3)/Ag SUPERCONDUCTING TAPES M. Diantoro‘; I. M. Sutjahja; M. O. Tjia; F. Gomory; P. Kovae
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.793 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5246

Abstract

AC MAGNETIC RESPONSE IN (Bi-2223+SrCO3)/Ag SUPERCONDUCTING TAPES. A Bi-22231 Ag superconducting tape has been fabricated by means of conventional PIT, followed by eccentric and two axial rolling and heat treatment were introducing an oxide additive (SrCO3) as a barrier. Temperature dependent of AC magnetic susceptibility measurements have been conducted at various external field Ba. The resulted data were analyzed on the basis of strip model using the wills bandfoiitizilation. It was found that the imaginary part ofthe critical current density at O K (Jco) is consistently larger than its real part, but both of them tend to decrease with increasing Ba.

Page 11 of 87 | Total Record : 865


Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue