cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
THE EFFECT OFCu-DOPING ON CRYSTAL STRUCTURE AND MAGNETORESISTANCE IN La0.73 Ca0.27 Mn1-y CuyO3 WITH 0 < y < 0.19 Y E Gunanto; B Kurniawan; A Purwanto; Wisnu Ari Adi; S Poertadji
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3: APRIL 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.8 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.3.4411

Abstract

THE EFFECT OFCu-DOPINGON CRYSTAL STRUCTURE AND MAGNETORESISTANCE IN La0.73 Ca0.27 Mn1-y CuyO3 WITH 0 < y < 0.19. We studied the crystal structure at room temperature and low temperature, as well as themagneto resistance as a functionmagnetic field at room temperature in the compound La0.73 Ca0.27 Mn1-y CuyO3 with 0 < y < 0.19. To analyze the crystal structure we used X-Ray Diffractometer (XRD) at room temperature and the neutron-powder-diffraction at room temperature and low temperatures. The neutron powder diffraction experiments were under taken with the High Resolution Powder Diffractometer (HRPD) (λ=1.8223 Å) at the Neutron Scattering Center of BATAN using the fullprof program. To analyze the magnetoresistance, we used a four point probe aparatus in the range ofmagnetic fields 0-7600 Oersted. we have found that no change in crystal structure despite of increasing value of y. All samples have structure orthorhombic with space group P nma, but the volume of lattice in low temperature is smaller than room temperature. At room temperature, increasing the value y impact declining value of magneto resistance.
BLENDING BIOADITIF DAN BIODIESEL PADA BBM SOLAR UNTUK PENURUNAN SFC DAN EMISI GAS BUANG M. Munawir Z.
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.563 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5073

Abstract

BLENDING BIOADITIF DAN BIODIESEL PADA BBM SOLAR UNTUK PENURUNAN SFC DAN EMISI GAS BUANG. Suatu BBM yang ideal adalah yang menghasilkan Specific Fuel Consumption (SFC) dan emisi gas buang SO2, NOx dan CO rendah, karena BBM jenis ini (SFC dan emisi rendah) pemakaiannya lebih hemat dan ramah lingkungan. Dalam upaya memperbaiki kualitas BBM petrodiesel jenis solar telah dilakukan pembuatan dan penambahan bioaditif berbasis senyawa nitrat pada solar yang diblending dengan biodiesel, untuk mendapatkan BBM baru emisi rendah dan hemat pemakaian. Hasilnya, penambahan BBM biodiesel sampai konsentrasi 50% pada petrodiesel dapat menurunkan emisi gas buang tanpa terjadi perubahan SFC, sedangkan penambahan bioaditif dengan kadar dan jenis yang sesuai dapat menurunkan SFC dan emisi gas buang, sehingga pemakaian BBM lebih hemat. Penurunan SFC mencapai 8% dengan campuran biodiesel 30% dan bioditif sekitar 0,0364% dan penurunan SFC mencapai 6,80% dengan campuran biodiesel 50% dan bioaditif 0,0571%, ini berarti penambahan bioaditif pada BBM blending biodiesel solar dapat menaikkan efisiensi pemakaian BBM, bila diberikan pada kondisi optimal. Sedangkan penurunan CO, NOx dan SO2 berdasar perhitungan turun sebesar 22,50%, 12,3% dan 37,18% pada campuran biodiesel 30% dan 37,50%, 21,53% dan 55,12% pada campuran biodiesel 50%. Dari penelitian ini mengindikasikan bahwa penambahan biodiesel bagus untuk penurunan emisi, sedangkan penambahan bioaditif berbasis senyawa nitrat bagus untuk penurunan SFC, dan semakin kecil konsentrasi biodiesel, efek bioaditif terhadap penurunan SFC semakin baik.
PENGARUH UKURAN SERBUK TERHADAP RAPAT ARUS KRITIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x Wisnu Ari Adi; Grace Tj. S.; Didin S. Winatapura; E. Sukirman; Ari Handayani; Octavianus Octavianus
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 3: JUNI 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.873 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2003.4.3.4868

Abstract

PENGARUH UKURAN SERBUK TERHADAP RAPAT ARUS KRITIS SUPERKONDUKTOR YBa2Cu3O7-x. Pengukuran rapat arus kritis (Jc) superkonduktor YBa2Cu3O7-x sebagai fungsi dari ukuran serbuk dengan menggunakan metode four point probe telah dilakukan di laboratoriumbidang bahan maju. Untuk memperoleh perbedaan ukuran serbuk pada sampel digunakan 3 ukuran ayakan, yaitu: 100 mesh, 200 mesh dan 300 mesh. Variasi ukuran serbuk terdiri dari 4 bagian, yaitu : -100 mesh (x >150 μm), +100/-200 mesh (75 < x ≤ 150 μm), +200/-300 mesh (49 < x ≤ 75 μm), dan +300 mesh (x ≤ 49 μm). Analisis kualitatif menunjukkan bahwa keempat sampel memiliki fasa yang sama dengan suhu transisi kritis (Tc) sebesar 91,1 K. Hasil pengukuran rapat arus kritis (Jc) adalah 14.404, 15.713,19.641, dan 20.951 A.m-2 berturut-turut untuk ukuran serbuk x >150, 75 < x ≤ 150, 49 < x ≤ 75, dan x ≤ 49 μm. Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa semakin kecil ukuran serbuk maka semakin besar harga Jc yang diperoleh sebab densitas sampel semakin tinggi. Hasil ini sesuai dengan prediksi dari Choi dan kawan-kawan bahwa Jc meningkat akibat ukuran serbuk semakin kecil. Namun untuk ukuran serbuk x ≤ 75 μm kenaikan dJc/dx cukup kecil (awal daerah plateau). Jadi untuk memperoleh bahan superkonduktor dengan Jc yang cukup tinggi maka diperlukan prekusor dengan ukuran serbuk kurang dari atau sama dengan 75 μm.
CHARACTERIZATION AND ELECTROCHEMISTRY OF LiFePO4 BY SONICATIONHYDROTHERMAL METHODS Wagiyo Honggowiranto; Evvy Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (821.99 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4202

Abstract

CHARACTERIZATION AND ELECTROCHEMISTRY OF LiFePO4 BY SONICATIONHYDROTHERMAL METHODS. Cathode materials of LiFePO4 for rechargeable-lithium ion battery were synthesized by combination of sonication and hydrothermal method. The reaction has been carried out by mixing of FeSO4.7H2O, H3PO4, LiOH and ethylene glycol. The mixtures were sonicated by ultrasonic prior to a hydrothermal process. The crystal structure, microstructure and electrical properties of LiFePO4 products were characterized by usingX-ray diffraction (XRD), a Scanning ElectronMicroscope (SEM), and an Impedance Spectroscopy, respectively. The X-ray data showed that the crystal structure of LiFePO4 belongs to the P m n a space group (olivine structure). The crystalline size of sample non-sonic, sonic and commercial LiFePO4 were 730.2; 3068.0 and 639.4 Å, respectively. Performances of half cell batteries were measured by Impedance spectroscopy and by using Battery Analyzer BST-8.The EIS data from half cell batteries of nonsonic, sonic and commercial LiFePO4 were 269.92; 149.85 and 106.2 Ω, respectively. Meanwhile, the specific capacities at 0.1C of non-sonic, sonic and commercial LiFePO4 were 98.70; 120.17 and 125.23 mAh/g, respectively.As confirmed by SEM image, the particle distribution of sonic-LiFePO4 were more homogenous, and had properties similar to the commercial ones. It is concluded that the sonication procedure carried out prior to hydrothermal has improved performance of the lithium ion battery.
KINERJA PROTEKSI ANODIK BAJA ASTM A 516-60 DAN JIS G 3131-SPHC DALAM ASAM SULFAT PEKAT. Harsisto Harsisto; Immanuel Ginting; Eddy D. C.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 3: JUNI 2001
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1592.022 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2001.2.3.4896

Abstract

KINERJA PROTEKSI ANODIK BAJA ASTM A 516-60 DAN JIS G 3131-SPHC DALAM ASAM SULFAT PEKAT. Salah satu cara untuk melindungi haja karbon dari serangan korosi asam sulfat adalah proteksi anodik. Pada penelitian ini ditekankan untuk mengkaji dan meneliti efek proteksi anodik yang dipercepat dengan metoda polarisasi potensial. Material yang diteliti adalah baja ASTM A 516-60 dan baja JIS G 3131—SPHC dalam larutan pekat H2S04. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa potensial proteksi untuk baja ASTM A 516-60 yang baik masing-masing pada 236 — 436 mV untuk 75%, 276-476 mV untuk 80%, 264-514 mV untuk 85%, 285-485 mV untuk 90%, dan 231-431 mV untuk 97% H2SO4., sedangkan untuk baja JIS G 3131-SPHC masing-masing pada 303-503 mV untuk 75%, 290-490 mV untuk 80%, 269-516 mV untuk 85%, 264-514 mV untuk 90%, dan 287-487 mV untuk 97% H2S04.
HIDROKSIAPATIT BERPORI DARI KULIT KERANG Saryati Saryati; Sulistioso Giat S.; Ari Handayani; Supardi Supardi; Puji Untoro; Bambang Sugeng
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.242 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.4.4753

Abstract

HIDROKSIAPATIT BERPORI DARI KULIT KERANG. Hidroksiapatit (HAp) Ca10(PO4)6(OH)2 merupakan material keramik bioaktif dengan bioafinitas yang tinggi dan bersifat biokompatibel terhadap tubuh manusia. Hidroksiapatit berpori saat ini sudahmenjadi kebutuhan yangmendasar bagi rekonstruksi tulang yang patah atau retak. Sementara banyak limbah kulit kerang yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan HAp untuk diproses lebih lanjut menjadi HAp berpori. HAp berpori dibuat melalui pembuatan komposit HAp-porogen. Telah dilakukan pembuatan hidroksiapatit dari kulit kerang dengan jalan reaksi pengendapan. Kulit kerang diubah menjadi CaO kemudian direaksikan dengan diamoniumfosfat dan endapannya dikalsinasi sehingga terbentuk HAp dimana kitosan digunakan sebagai porogen. Hasil yang diperoleh dikarakterisasi dengan X-Ray Diffractometer (XRD) dan Scanning ElectronMicroscope (SEM). Dari Data XRD terlihat bahwa kemurnian fasa HAp dipengaruhi oleh suhu kalsinasi. Diperoleh untuk HAp murni, suhu kalsinasi tidak lebih dari 700 oC. Morfologi permukaan serbuk HAp dan HAp berporogen, tidak terlihat perbedaan yang berarti, tersusun oleh bentuk granular (aglomerasi) dari partikel dengan ukuran berkisar 0,1 μm hingga 1 μm dan membentuk pori-pori dengan ukuran berkisar pada 0,1 μm hingga 1,0 μm. Sementara dalam bentuk pelet, permukaan HAp berporogen terlihat mempunyai pori-pori yang lebih besar dan lebih banyak dari HAp yang tidak berporogen.
SINTESIS HIDROGEL SUPERABSORBENT POLI(AKRILAMIDA-KO-ASAMAKRILAT) DENGAN TEKNIK IRADIASI DAN KARAKTERISASINYA Erizal Erizal; Anik Sunarni
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 1: OKTOBER 2009
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.772 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2009.11.1.4543

Abstract

SINTESIS HIDROGEL SUPERABSORBENT POLI (AKRILAMIDA-KO-ASAM AKRILAT)DENGANTEKNIKIRADIASIDANKARAKTERISASINYA. Satu seri hidrogel superabsorbent telah berhasil disintesis menggunakan teknik iradiasi sinar gamma pada suhu kamar dari akrilamida (AAM) dan asamakrilat (AA) yang tidak dinetralisir parsial dengan NaOH. Kopolimerisasi dari hidrogel dikarakterisasi dengan Fourier Transform Infra Red (FT-IR) Spectroscopy. Pengaruh dosis iradiasi dan konsentrasi asam akrilat terhadap fraksi gel, kinetika swelling dan nilai rasio swelling maksimum(EDS) dipelajari. Larutan AAM–AA dengan konsentrasi AA yang bervariasi 0,25% hingga 1% dipapari iradiasi sinar gamma pada dosis 20 kGy hingga 40 kGy. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa fraksi gel ~ 100% serta EDS ~350 g/g diperoleh dari radiolisis larutan AAM-AA akibat sinar gamma pada kondisi optimal sintesis hidrogel (dosis 20 kGy dan konsentrasi AA 0,75 %). Sifat swelling dalam NaCl, dan perubahan suhu diinvestigasi. Hidrogel poli (AAM-ko-AA) peka terhadap perubahan kekuatan ionik media dan suhu. hidrogel poli(AAM-ko-AA) selayaknya sebagai kandidat bahan biomaterial, matriks pelepasan obat dan penyimpan air di bidang hortikultura
KARAKTERISTIK PADUAN AlSi HASIL DAUR ULANG BAHAN PISTON Panjaitan, Elman; Honggowiranto, Wagiyo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 1: OKTOBER 2001
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.666 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2001.3.1.5255

Abstract

KARAKTERISTIK PADUAN AlSi HASIL DAUR ULANG BAHAN PISTON. Telah dilakukan penelitian karakteristik dari paduan AlSi hasil daur ulang bahan piston menggunakan teknik pengecoran cara perah. Karakterisasi dilakukan menggunakan metoda Mikroskop Optik, Energy Dispersive X-ray (EDX), Differential Thermal Analyzer (DTA) dan X-ray Diffraction (XRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kerapatan paduan AlSi produk cor perah (2,6650 g/cm3) lebih baik dibandingkan AlSi piston (2,5560 g/cm3), dengan penampakan mikrostruktur produk cor perah tidak menunjukkan adanya porositas permukaan. Penampakan termogram DTA AlSi piston memperlihatkan adanya puncak endotermik pada temperatur 490℃ sebagai akibat adanya porositas. Dilain pihak komposisi unsur dan struktur kristal paduan AlSi produk cor perah tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dibandingkan AlSi bahan piston.
ANALISIS STRUKTUR KRISTAL PADA PADUAN La0,1Ca0,9Mn1-xCuxO3 Y. E. Gunanto; Budhy Kurniawan; A. Purwanto; Wisnu Ari Adi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.712 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5109

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KRISTAL PADA PADUAN La0,1Ca0,9Mn1-xCuxO3. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi paduan La0,1Ca0,9Mn1-xCuxO3 (0 ≤ x ≤ 0,20). Sintesis bahan menggunakan metode reaksi padatan (solid state method) dari oksida-oksida penyusun La2O3, CaCO3, MnO2, dan CuO. Campuran ini dimilling selama 10 jam dan dilakukan proses pemanasan pada suhu 1350 oC selama 6 jam. Bahan ini kemudian dimilling kembali selama 10 jam dan dilakukan proses pemanasan ulang pada suhu 1100 oC selama 24 jam. Hasil pengukuran dengan difraksi sinar-X (XRD) menunjukkan bahwa sintesis bahan La0,1Ca0,9Mn1-xCuxO3 memiliki fasa tunggal (single phase) dengan struktur kristal orthorombik, space group Pnma (I-62) dan parameter kisi berturut-turut untuk komposisi x = 0; 0,1; 0,15; dan 0,2 sebagai berikut : a = 5,298(1) Å, b = 7,496(2) Å dan c = 5,316(1) Å, a = 5,309(1) Å, b = 7,505(1) Å dan c = 5,306(2) Å, a = 5,327(8) Å, b = 7,534(8) Å, dan c = 5,326(4) Å, a = 5,334(1) Å, b = 7,535(1) Å dan c = 5,343(2) Å. Penambahan dopan Cu ke dalam atom Mn memberikan dampak peningkatan panjang ikatan antar atom Mn-Mn dan Mn-O.
EMULSI DAN ULTRASONIKASI DALAM PEMBENTUKAN NANOENKAPSULASI IBUPROFENTERSALUTPOLIPADUAN POLI(ASAM LAKTAT) DENGAN POLI(ε-KAPROLAKTON) Tetty Kemala; Ahmad Sjahriza; Siti Komariah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9694.632 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4612

Abstract

EMULSI DAN ULTRASONIKASI DALAM PEMBENTUKAN NANOENKAPSULASI IBUPROFENTERSALUTPOLIPADUAN POLI(ASAM LAKTAT) DENGAN POLI(ε-KAPROLAKTON). Telah dibuat polipaduan poli(asam laktat) (PLA) dengan poli(ε-kaprolakton) (PCL) sebagai penyalut obat ibuprofen. Pembuatan nanoenkapsulasi ibuprofen dalam penelitian ini dengan cara mengkombinasikan teknik emulsifikasi dan ultrasonikasi. PLA yang digunakan adalah hasil sintesis dengan bobot molekul rata-rata (Mv) 9463 g/mol. Nanokapsul yang dihasilkan berkisar 480 hingga 950 nm. Waktu sonikasi yang paling baik dalam pembentukan nanokapsul adalah 60 menit. Efisiensi dan ukuran nanokapsul meningkat dengan meningkatnya waktu sonikasi. Efisiensi nanokapsul pada waktu sonikasi 30 menit, 45 menit dan 60 menit berurutan adalah 4,514, 9,724, dan 5,987 %.

Page 9 of 87 | Total Record : 865


Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue