cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
MICRO AND CRYSTAL STRUCTURE ANALYSIS OF NEW AUSTENITIC STEEL. Nurdin Effendi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1: OKTOBER 2010
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4404.233 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2010.12.1.4587

Abstract

MICRO AND CRYSTAL STRUCTURE ANALYSIS OF NEW AUSTENITIC STEEL. New austenitic stainless steel code-named A1 has been synthesized using the foundry method. The steel was prepared from the crude minerals mined in Indonesia consisting of ferro scrap, ferro chrome, ferro mangan, and ferro silicon; all of them were in the granular shape. Moreover, a small quantity of titanium was added to this austenitic steel that already has a very low carbon content. The synthesis was started by calculating each raw material quantity from the given specification data with the material balance equation, so that the austenitic composition specification matches the originally conceived specifications. After all of the crude material quantities were determined, each of the crude materials to be used in the alloying process were then weighed separately. The process was continued by inserting the crude materials into an induction foundry furnace that operates on an electromagnetic inducto-thermo system. The stirring was carried out automatically by the system. The now homogenous melting materials were then inserted into the ladle, followed by pouring into the sand casting. Some of the steels was normalized by a homogenization process at 1200 oC for 20 hours, and additional characterization was carried out afterwards. The microstructure observation shows that the material surface is relatively homogenous but with some porous holes. The X-ray diffraction pattern shows that the material had a fcc crystal structure with lattice parameter of 3.564 Å.
SINTESIS NANOPARTIKEL HEKSAFERIT MFe12O19 (M=Ba,Sr) DENGAN METODE KO-PRESIPITASI Didin S. Winatapura; E. Sukirman; Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.273 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2011.13.1.5397

Abstract

SIFAT MEKANIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS SERBUK MAGNET MQP-0 DAN POLIMER TERMOPLASTIK Evi Yulianti; Sudirman Sudirman; Ridwan Ridwan; Devi Listiana P
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.053 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5139

Abstract

SIFAT MEKANIK MAGNET KOMPOSIT BERBASIS SERBUK MAGNET MQP-0 DAN POLIMER TERMOPLASTIK. Telah dilakukan pembuatan dan uji sifat mekanik dari bahan magnet komposit berbasis MQP-0 dengan bahan polimer EVA (Etil Vinil Asetat), dan membandingkannya dengan magnet komposit berbasis MQP-0 dengan polimer LLDPE (Linier Low Density Poly Ethylen). Sifat-sifat mekanik yang diuji adalah kekuatan regang (Tensile Strength), tegangan luluh (Yield Strength), persen peregangan putus (Percent Elongation Break) serta uji kekerasan. Sifat-sifat tersebut diukur pada berbagai komposisi komposit dan ukuran serbuk magnet. Hasil analisis sifat mekanik menunjukkan bahwa tegangan luluh magnet komposit MQPO-EVA (fraksi berat serbuk magnet 40—75%) berkisar antara 39,6-62,8kg/cm2, kekuatan regang berkisar antara 57,9-134,9kg/cm2 dan kekerasan 78—91 SHA, sedangkan tegangan luluh magnet komposit MQPO-LLDPE (fraksi berat serbuk magnet 40—75%) berkisar antara 63,2-89,1kg/cm2, kekuatan regang berkisar antara 69,0-194,5kg/cm2 dan kekerasannya 81-92SHA. Dari hasil uji sifat mekanik terhadap keduajenis bahan magnet komposit telihat bahwa bahan magnet komposit MQP0-LLDPE mempunyai sifat mekanik yang lebih baik
STUDI IN VITRO BIOBIODEGRADASI MICROSPHERE POLILAKTAT Sudaryanto Sudaryanto; Wahyudianingsih Wahyudianingsih; Ari Handayani; Muhammad Nazri Robani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.798 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.2.4998

Abstract

STUDI IN VITRO BIOBIODEGRADASI MICROSPHERE POLILAKTAT. Biodegradasi polimer microsphere berbasis polilaktat (PLA) telah dilakukan secara in vitro pada lingkungan yang mendekati kondisi dalamtubuhmanusia (pH 7,4 dan suhu 37°C). Proses degradasi microsphere PLA diamati berdasarkan perubahan morfologi permukaan microsphere, entalpi pelelehan, dan berat molekul, yangmasing-masing diuji menggunakan alat Scanning Electron Microscope (SEM), Differential Scanning Calorimetry (DSC), dan Gel Permeation Chromatography (GPC). Proses biodegradasi microsphere PLA tampak nyata setelah inkubasi selama 4 minggu. Tetapi, secara keseluruhan proses biodegradasi PLA berjalan lambat, hal itu dikarenakan munculnya sejumlah microsphere baru dari microsphere besar yang telah terbiodegradasi.
POLIKONDENSASIAZEOTROPIKASAM LAKTATMENJADI POLIASAM LAKTATSEBAGAI BAHAN BAKU KEMASAN Ahmad Ibrahim; Hanny C. Wijaya; Suminar S. Achmadi; Yadi Haryadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.179 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.8.1.4819

Abstract

POLIKONDENSASIAZEOTROPIKASAM LAKTATMENJADI POLIASAM LAKTATSEBAGAI BAHAN BAKU KEMASAN. Poli asam laktat (PLA) telah mulai dikenal sebagai bahan pengemas pangan karena memiliki ciri yang baik, seperti ciri mekanik, transparansi, keamanan, dan biodegradabilitas. Polikondensasi azeotropik asam laktat telah dilakukan dalam pelarut xilena dan menghasilkan kristal PLA yang diendapkan dengan pelarut metanol dengan bobot molekul 22.000. Gugus fungsinya dikonfirmasi dengan FT-Inframerah dan spektrofotometer ultraviolet. Analisis termal memperlihatkan suhu transisi kaca (Tg) (40 oC sampai dengan 60 oC). Rendemen optimum (72%) diperoleh dalam waktu reaksi 30 jam menggunakan katalis serbuk timah 0,5%. Kristal PLA dibentuk menjadi film lewat metode pencampuran tak langsung dengan agar-agar sebagai bahan pengisi dan asam oleat serta trietanol amin sebagai pemlastis. Film yang dihasilkan memiliki kuat tarik 11 MPa dan elongation 77%. Tg film adalah 100 oC sampai dengan 140 oC. Sifat-sifat ini menunjukkan bahwa PLA berpotensi digunakan sebagai bahan pengemas.
SINTESIS BAHAN ABSORBER GELOMBANG MIKRO Ni(1,5-x)LaxFe1,5O4 DENGAN METODE SOL-GEL Yunasfi Yunasfi; Mashadi Mashadi; Ade Mulyawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 1: OKTOBER 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2017.19.1.4131

Abstract

Telah dilakukan sintesis bahan absorber gelombang mikro Ni(1,5-x)LaxFe1,5O4 dengan (x = 0,0; 0,5 dan 1,0) menggunakan metode sol-gel. Bahan Ni(1,5-x)LaxFe1,5O4 disintesis dari campuran serbuk Ni(NO3)2, Fe(NO3)3 dan La(NO3)3 dalam perbandingan mol masing-masing serbuk dengan menggunakan metode sol-gel dan kemudian disinter pada suhu 1200 C selama 3 jam. Identifikasi fasa dengan X-Ray Diffractometer (XRD) menunjukkan bahwa dengan penambahan kandungan ion La3+ terbentuk Ni(1,5-x)LaxFe1,5O4 dengan 2 fasa yaitu NiFe2O4 dan LaFeO3. Pengamatan morfologi dengan Scanning Electron Microscope (SEM)menunjukkan terbentuknya partikel yang tidak homogen yang artinya bahwa reaksi pembentukan Ni(1,5-x)LaxFe1,5O4 belum sempurna. Sifat magnet sampel yang dianalisis dengan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan bahwa sampel berperilaku feromagnetik, dimana nilai Ms semakin rendah (pada rentang 32,76 emu/g hingga 9,40 emu/g) dan nilai Hc semakin besar (pada rentang 200-247 Oe) seiring dengan penambahan kandungan La. Sedangkan kemampuan penyerapan gelombang mikro yang diukur dengan Vector Network Analyzer (VNA) menunjukkan nilai Reflection Loss (RL) maksimum diperoleh pada komposisi sampel x = 0,5 sebesar -27,5 dB pada frekuensi 10,60 GHz. Berarti bahwa NiLa0,5Fe1,5O4 mampu menyerap gelombang mikro sebesar ~96 % pada frekuensi 10,60 GHz.
Preface JUSAMI Vol. 20, No. 2, January 2019 Preface JUSAMI
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 2: JANUARY 2019
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.281 KB)

Abstract

ABSTRAK PENGARUH DIMENSI,ARUS KRITIS, DAN JUMLAH RING TERHADAPARUS GAGALPADA SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER Wisnu Ari Adi; Engkir Sukirman; Didin S. Winatapura; Yustinus P.
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.788 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5176

Abstract

ABSTRAK PENGARUH DIMENSI,ARUS KRITIS, DAN JUMLAH RING TERHADAPARUS GAGALPADA SUPERCONDUCTING FAULT CURRENT LIMITER. Penelitian Superconducting Fault Current Limiter (SFCL) di Pustek Bahan Industri Nuklir telah dilakukan sejak tahun 2002. Mulai tahun 2003 hingga 2005, penelitian difokuskan pada upaya meningkatkan arus gagal dengan memperbesar dimensi trafo, meningkatkan arus kritis bahan, dan menambah jumlah ring. Pada tahun 2003 dapat dibuat SFCL skala laboratorium yang mampu membatasi arus gagal IF = 26 mA. SFCL semiprototipe baru bisa diwujudkan pada tahun 2004 dan pada tahun berikutnya dilakukan optimasi teoritis pada model SFCL semiprototipe tersebut. Pada SFCL semiprototipe mula-mula dipasang ring YBa2Cu3O7-x yang memiliki arus kritis Ic = 3,52 A, kemudian diganti dengan ring yang memiliki Ic = 9,6 A. Demikian pula jumlah ring YBa2Cu3O7-x, semula hanya satu, kemudian ditambah menjadi dua. Pengujian rangkaian SFCL dilengkapi dengan simulasi menggunakan software ANSYS versi 5.4. Hasil pengujian SFCL menunjukkan bahwa arus gagal meningkat menjadi sekitar 110 mA, 365mA dan 490 mA berturut-turut akibat peningkatan dimensi trafo, arus kritis dan jumlah ring. Arus gagal IF dapat ditingkatkan hingga 20 kali lebih tinggi dengan memperbesar dimensi trafo, meningkatkan arus kritis, dan menambah jumlah ring YBa2Cu3O7-x.
PEMBUATAN METIL ESTER SULFONAT DARI REFINED BLEACHED DEODORIZED STEARIN MINYAK SAWIT MENGGUNAKAN OLEUM Dieni Mansur; Nuri Astrini; Tasrif Tasrif; Wuryaningsih S. R.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.369 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4698

Abstract

PEMBUATAN METIL ESTER SULFONAT DARI REFINED BLEACHED DEODORIZED STEARIN MINYAK SAWIT MENGGUNAKAN OLEUM. Telah dilakukan proses pembuatan metil ester sulfonat dengan menggunakan oleum sebagai sumber SO3. Beberapa variabel proses seperti suhu dan perbandingan mol antara SO3 dan metil ester telah dilakukan untuk mendapatkan kondisi optimal untuk proses sulfonasi yang menggunakan reaktor falling film. Kondisi proses yang optimal diperoleh pada suhu antara 80 0C hingga 90 0C. Perbandingan mol reaktan 1,2 menghasilkan kandungan bahan aktif sebesar 93%. Metil ester sulfonat yang diperoleh dengan bilangan iod 1,15, tegangan permukaan 29 dyne/cm dan 180 klett sebagai indikasi warna.
PENENTUAN UMUR SIMPAN PRODUK OLAHAN DENGAN PENAMBAHAN PARTIKEL NANO TiO2 PADA KEMASAN JERIGEN Siti Naimah; Rahyani Ermawati; Wiwik Pudjiastuti; Agustina Arianita C
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 4: JULI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2463.965 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.4.4384

Abstract

PENENTUAN UMUR SIMPAN PRODUK OLAHAN DENGAN PENAMBAHAN PARTIKEL NANO TiO2 PADA KEMASAN JERIGEN. Pengolahan pangan pada industri makanan komersial antara lain bertujuan untuk memperpanjang umur simpan produk. Informasi umur simpan dibutuhkan sebelum produk diluncurkan di pasaran untuk memberi jaminan kepada konsumen. Pengolahan untuk memperpanjang umur simpan produk pangan diperlukan untuk mengantisipasi faktor-faktor yang dapat menimbulkan kerusakan mutu. Penentuan umur simpan juga perlu mempertimbangkan faktor teknis dan ekonomis berkaitan dengan upaya distribusi produk. Kemasan sebagai wadah untuk penyimpanan harus memenuhi beberapa persyaratan, yaitu dapat mempertahankanmutu produk supaya tetap bersih dan mampu memberikan perlindungan terhadap produk dari kotoran, pencemaran dan kerusakan fisik, serta dapat menahan perpindahan gas dan uap air. Penelitian ini bertujuan untuk memperpanjang umur simpan produk saus sambal denganmenggunakan kemasan yang ditambahkan partikel nano TiO2 dalambentuk layer pada bagian dalamkemasan jerigen. Konsentrasi TiO2 yang digunakan adalah 0 %, 0,05 %, 0,1 % dan 0,15 %. Setelah penyimpanan selama satu tahun, dilakukan pengamatan pada karakteristik kenampakan fisik produk dan uji mikroba. Hasil percobaan menunjukkan saus sambal tanpa pengawet yang disimpan dalam kemasan jerigen yang ditambahkan partikel nano TiO2, tidak mengalami perubahan fisik dan tidak ditemukan adanya mikroorganisme sehingga aman untuk dikonsumsi.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue