cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
EFEK ROL PANAS PADA SIFAT MEKANIK PLAT BAJA 15%Cr-25%Ni BAHAN STRUKTUR REAKTOR Parikin Parikin; Tri Hardi Priyanto; Hadi Ismoyo; M. Dani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 1: OKTOBER 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.703 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.17.1.4198

Abstract

PENENTUAN Cu, Cd ,Pb DAN Zn DALAM BAHAN BIOLOGI DENGAN METODE VOLTAMETRI Saryati Saryati; Rukihati Rukihati; Sutisna Sutisna; Wahyudianingsih Wahyudianingsih; Sumardjo Sumardjo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.122 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2004.5.2.5225

Abstract

PENENTUAN Cu, Cd, Pb DAN Zn DALAM BAHAN BIOLOGI DENGAN METODE VOLTAMETRI. Telah dilakukan analisis Cu, Cd, Pb dan Zn dalam bahan biologi dengan metode voltametri. Dipelajari digesti (digestion) bahan biologi dengan campuran asam nitrat pekat dan perklorat, campuran asam nitrat pekat dan perklorat dan H2O2 serta digesti menggunakan gelombang mikro. Digunakan teknik Square Wave Anodic Striping Voltammetry dengan perangkat peralatan polarografi EG & G PAR M 384 B yang dilengkapi dengan SMDE EG & G PAR M 303 A. Untuk pengujian metode digunakan bahan biologi standar apple leave SRM-I 515, copepot SRM-MA-A-I TM dan bovin liver SRM l5 77b. Metode ini diaplikasikan pada analisis bahan sayuran. Terlihat bahwa digesti dengan campuran asam nitrat pekat dan perklorat pekat memberikan hasil lebih rendah dari harga sertifikat dengan recovery (38,00-87,52) %, digesti dengan penambahan H2O2 memberikan hasil lebih baik dengan recovery (84,42-104,48)% demikian pula digesti dengan gelombang mikro dengan recovery (98,4-107,2)%. Berdasarkan uji t dari data analisis dapat dinyatakan bahwa degesti dengan campuran asam nitrat dan perklorat serta H2O2 dan digesti dengan menggunakan gelombang mikro tidak berbeda nyata. Semua jenis sayuran yang diamati mengandung Cd (2,1-5,79) μg/g, Pb (1,57-4,99) μg/g, Cu (16,81-55,0) μg/g dan Zn (53,3-179,0) μg/g.
FIRE RESISTANCE MEASUREMENT OF OIL PALM EMPTY FRUIT BUNCH-PLASTIC COMPOSITES BY COMBUSTIBILITY TEST Wahyu Dwianto; Myrtha Karina
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.165 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4749

Abstract

FIRE RESISTANCE MEASUREMENT OF OIL PALM EMPTY FRUIT BUNCH-PLASTIC COMPOSITES BY COMBUSTIBILITY TEST. This paper reports combustibility test of Oil Palm empty fruit bunch (EFB)-plastic composites to determine their fire resistance. Specimens were of several composite types with dimension of 40 x 40 x 50 mm3. Combustibility test was done according to JIS A 1321-1975 by using small scale cylindrical furnace. Initial temperature of furnace was set at 750 ºC ± 1 ºC. Based on JISA1321-1975, all the composites tested were classified into combustible materials due to their temperature gradient higher than 50 ºC. The lowest temperature gradient was attained at 75 ºC for PE-EFB/GF/GF short fibers composite. However, the result showed that the temperature gradient of PE-EFB/GF/GF short fibers composite was lower compared to some solid woods and commercial wood-based panels. Weight loss has a strong relationships with density of the composites, shown by polynomial equation y = -181.82 x2 + 452.36 x - 205.5, R2 = 0.9156. The density of composites which formed EFB layers tended to decrease, conscequently increased their weight loss. Concerning the both factors, PE-EFB/GF/GF short fibers composite was recommended as the best fire resistance among the tested composites due to its lowest temperature gradient (75 ºC) and relatively lower weight loss (64.17 %).
DEGRADASI FOTOKATALISIS LIMBAH FENOL DENGAN KOMPOSIT TiO2 -PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE Slamet Slamet; Rahyani Ermawati; Emmy Ratnawati; Siti Naimah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1: OKTOBER 2010
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.167 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2010.12.1.4537

Abstract

DEGRADASI FOTOKATALISIS LIMBAH FENOL DENGAN KOMPOSIT TiO2-PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE. Degradasi limbah fenol dengan proses fotokatalisis menggunakan nanokomposit TiO2-Precipitated Calcium Carbonate (PCC) telah dilakukan dalam sistem foto reaktor batch yang dilengkapi dengan sejumlah lampu ultra violet. Nanokomposit TiO2-PCC disintesis dari nanopartikel TiO2 komersial (Degussa P25) dan PCC lokal (Padang dan Yogyakarta). Masing-masing PCC dikombinasikan dengan TiO2 dengan variasi komposisi rasio berat TiO2:PCC sebesar 0:100, 10:90, 80:20 dan 100:0. Nanokomposit TiO2-PCC kemudian dikarakterisasi dengan X-Ray Diffractometer (XRD), (PSA) dan Scanning Electron Microscope (SEM).Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa PCC vaterite memiliki kinerja yang paling optimal diantara jenis PCC lainnya. Dalam komposit TiO2-PCC, peran PCC lebih dominan sebagai penyangga, bukan adsorben. PCC saja tidak mampu menurunkan konsentrasi limbah fenol, namun kinerjanya meningkat tajam dengan penambahan sedikit TiO2. Nanokomposit 10% TiO2-PCC vaterite dapat mendegradasi secara sempurna larutan 10 ppm fenol dalam waktu sekitar 80 menit. Penggunaan PCC sebagai penyangga TiO2 juga memiliki nilai lebih dalam hal separasi katalis dari sistem limbah cair di akhir reaksi, karena TiO2-PCC cenderung mudah membentuk endapan sehingga proses pemisahan katalis lebih mudah dilakukan.
KARAKTERISASI ARANG PASARAN UNTUK PEMURNIAN AIR Saryati, Saryati; Sumardjo, Sumardjo; Sutisna, Sutisna; Handayani, Ari; Suprapti, Siti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 1: OKTOBER 2001
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1510.172 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2001.3.1.5251

Abstract

KARAKTERISASI ARANG PASARAN UNTUK PEMURNIAN AIR. Dalam rangka pembuatan bahan pemumian air minum dari komposit arang-zeolit, telah dipelajari karakterisasi arang berdasarkan profil porositas arang dan daya serap arang Untuk keperluan ini telah digunakan tiga macam arang yang ada di pasaran, yaitu arang dari tempurung kelapa, arang dari kayu dan arang aktif. Profil porositas arang dipelajari dengan mikroskop elektron SEM-EDX dan untuk daya serap arang dipelajari dengan sampel air simulasi yang mengandung beberapa ion metal dengan konsentrasi sepuluh kali lebih besar dari pada konsentrasi maksimum ion yang diperbolehkan dalam air minum. Dari analisis mikroskopi permukaan butiran diketahui bahwa arang aktif mempunyai pori-pori yang lebih banyak dibandingkan dengan arang yang tidak aktif, sementara arang kayu mempunyai pori-pori yang lebih teratur dan pada arang tempurung kelapa. Daya serap arang cenderung dipengaruhi oleh pH larutan, tetapi pengaruh tersebut tidak berbanding lurus. Daya serap ketiga arang yang dipelajari hampir sama, untuk ion-ion Al3+, Cr3+, Ag1+, dan Pb2+ cukup besar (> 60%), untuk ion- ion Mn2+, Fe3+, Se4+, Cd2+, dan Ba2+ berkisar 20% - 60% dan untuk ion ion Mg2+, Na1+, Ca2+, dan Zn2+ kurang dari 20%. Pada umumnya daya serap arang kayu dan arang tempurung kelapa lebih kecil dalam larutan pH 4 dibandingkan dalam larutan pH 5-7.
THE INFLUENCE OF LATTICE STRAIN TO THE CRITICAL CURRENT DENSITY OF YBCO Engkir Sukirman; Didin S. Winatapura; Wisnu Ari Adi; Yustinus Purwatamanggalapratala
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.252 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5105

Abstract

THE INFLUENCE OF LATTICE STRAIN TO THE CRITICAL CURRENT DENSITY OF YBCO. The influence of lattice strain to the critical current density of YBCO have been investigated. In this investigation it were prepared the YBCO superconductor samples which made by using a modified melt-textured growth (MMTG) method. The aim of doing this research is to investigate the relation between the critical current density and the lattice strain in YBCO superconductor. The structural and microstructural properties of the samples were characterized by the x-ray diffraction technique. The diffraction data were analyzed by means of a RIETAN software. While, the electrical properties of each samples were characterized by four point probe method. The lattice strains were then determined using the formula : <e2 hkl> = (U - Uo)/32 ln 2, where U is the refined FWHM parameters of the broadened peak due to the presence of an inhomogeneous strain field and U0 is the one due to the instrumental resolution only. The result of analysis indicate that the critical current densities and the lattice strains in YBCO samples have inversed correlation, i.e.when the lattice strain decreases, critical current increases, and conversely. The melt-process through 12 minutes may have possibly eliminated the weak links. Therefore, the critical current density increases, and the lattice strain decreases.
SINTESIS DAN UJI KEMAMPUAN MEMBRAN MIKROFILTRASI SELULOSAASETAT DARI NATA DE COCO UNTUK PENYISIHAN KEKERUHAN PADAAIR ARTIFISIAL Muhammad Lindu; Tita Puspitasari; Dian Ayu Reinfani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1143.944 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4607

Abstract

SINTESIS DAN UJI KEMAMPUAN MEMBRAN MIKROFILTRASI SELULOSAASETAT DARI NATA DE COCO UNTUK PENYISIHAN KEKERUHAN PADAAIR ARTIFISIAL. Membran mikrofiltrasi merupakan membran yang sering digunakan dalam pengolahan air lanjutan untuk menyisihkan kekeruhan, suspended solid, dan bakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan membran mikrofiltrasi selulosa asetat hasil sintesis dari Nata de coco melalui reaksi asetilasi dan hidrolisis untuk menyisihkan kekeruhan pada air artifisial. Selulosa asetat diperoleh melalui reaksi asetilasi selama 20 jam dan hidrolisis selama 6 jam. Selulosa asetat yang dihasilkan mengandung kadar asetil sebesar 44,56 %. Membran selulosa asetat dapat diperoleh dengan melarutkan selulosa asetat dalam diklorometan dengan konsentrasi selulosa asetat 10 %(b/v) dengan teknik presipitasi imersi. Hasil uji morfologi membran dengan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan membran yang dihasilkan merupakan membran berpori dengan ukuran pori membran antara 3,45 µm hingga 10,60 µm, rata–rata ukuran pori 6,48 µm, ketebalan membran 121,05 µm, dan berstruktur asimetrik. Penentuan nilai fluks dan rejeksi dilakukan dengan melewatkan air murni dan air baku artifisial dengan kekeruhan 15 NTU, 40 NTU dan 55 NTU pada membran yang diuji dengan variasi tekanan operasi yaitu 0,5 atm, 1 atm dan 1,5 atm. Nilai fluks terbesar pada konsentrasi air umpan 15 NTU sebesar 214,9682 L/jam.m2 dengan tekanan 1,5 atm. Nilai rejeksi yang dihasilkan berkisar antara 92 % hingga 98 % dengan nilai rejeksi terbesar diperoleh pada konsentrasi air umpan 55 NTU sebesar 98,182 % dengan tekanan 1,5 atm. Membran selulosa asetat dari Nata de coco yang dihasilkan merupakan membran mikrofiltrasi dan menunjukkan kinerja yang baik untuk pengolahan air minum.
ANALISIS PENGARUH MECHANICAL MILLING MENGGUNAKAN PLANETARY BALL MILLING TERHADAP STRUKTUR KRISTAL DAN STRUKTUR MIKRO SENYAWA LiBOB Etty Marti Wigayati; Raden Ibrahim Purawiardi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 3: APRIL 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.965 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.3.4230

Abstract

ANALISIS PENGARUH MECHANICAL MILLING MENGGUNAKAN PLANETARY BALL MILLING TERHADAP STRUKTUR KRISTAL DAN STRUKTUR MIKRO SENYAWA LiBOB. Telah dilakukan pembuatan senyawa Lithium bis Oksalat Borat (LiBOB) dari bahan baku LiOH, asam oksalat dan asam borat dengan metode reaksi padat padat. Serbuk yang dihasilkan dilanjutkan penghalusan menggunakan planetary ball milling dengan durasi milling di buat bervariasi (4 jam, 5 jam, 6 jam, 10 jamdan 13 jam). Serbuk LiBOB yang dihasilkan dianalisis menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) untuk mengetahui fasa yang terbentuk, struktur kristal dan ukuran kritalitnya. Hasil identifikasi senyawa LiBOB dengan XRD berupa pola difraksi kemudian dianalisismenunjukkan terbentuknya 2 fasa yaitu fasa LiB(C2O4)2 dan fasa LiB(C2O4)2.(H2O) dengan sistem kristal orthorhombic. Kerapatan atom paling kecil pada senyawa LiBOB dengan durasi milling 5 jam dan volum unit sel paling besar pada senyawa LiBOB dengan durasi milling 10 jam. Diameter ukuran kristalit berubah seiring dengan durasi milling, sedang regangan kisi terendah pada durasi milling 4 jam dan tertinggi pada durasi milling 5 jam. Durasi milling 5 jam adalah paling bagus dimana pada fasa ini memberikan ruang paling besar pada tiap unit sel dan regangan kisi paling besar sehingga dapat memudahkan ruang gerak transfer ion Li pada baterai Lithium. Senyawa LiBOB hasil sintesis mempunyai sistem kristal yang teratur. Tingkat keteraturan kristal yang dihasilkan ditunjukan dengan perhitungan indeks kristalinitas yang tinggi.
INVESTIGASI ANALITIS DAN EKSPERIMENTAL KEKUATAN PROFIL BAJA RINGAN TERHADAP INTERAKSI LOCAL DAN GLOBAL BUCKLING Harkali Setiyono
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.03 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.4935

Abstract

INVESTIGASI ANALITIS DAN EKSPERIMENTAL KEKUATAN PROFIL BAJA RINGAN TERHADAP INTERAKSI LOCAL DAN GLOBAL BUCKLING. Makalah ini membahas metode pendekatan analitis dan eksperimental untuk mengevaluasi kekuatan profil baja ringan yang banyak dijumpai sebagai bahan konstruksi kolom terhadap pengaruh interaksi local dan global buckling. Pendekatan analitis dilaksanakan dengan mempertimbangkan pengaruh local buckling terhadap keefektifan penampang profil dalam mendukung beban kerja, dimana dimensi efektif penampang profil selanjutnya digunakan sebagai dasar untuk estimasi besarnya tegangan kritis sampai profil mengalami global buckling. Ketelitian metode pendekatan analitis juga diverifikasi dengan membandingkan hasilnya terhadap tegangan kritis buckling aktual yang diukur melalui pengujian tekan aksial sejumlah profil baja ringan berpenampang persegi empat sampai mengalami column buckling. Verifikasi metode analitis yang digunakan menunjukkan bahwa sebagian besar data analitis cenderung konservatif terhadap data eksperimental pada kisaran 8,5%. Hal ini terlihat jelas dari hasil evaluasi statistik populasi deviasi data analitis, dimana data statistik menunjukkan bahwa nilai rata-rata deviasi data analitis adalah 1.085 dengan standar deviasi sebesar 0,047.
EFEK TERMAL DAN BAHAN PENGGANDENG (COUPLING AGENT) SILANE TERHADAP KESTABILAN MEKANIK BAHAN KOMPOSIT POLIESTER DENGAN PENGISI PARTIKULIT SiC Mashuri Mashuri
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 1: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.439 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.9.1.4786

Abstract

EFEK TERMAL DAN BAHAN PENGGANDENG (COUPLING AGENT) SILANE TERHADAP KESTABILAN MEKANIK BAHAN KOMPOSIT POLIESTER DENGAN PENGISI PARTIKULIT SiC. Telah dilakukan pembuatan dan kajian kestabilan mekanik bahan komposit poliester dengan pengisi partikulit SiC (dengan dan tanpa pelapisan Silane) dengan variasi konsentrasi 2,5%v/v, 5,0%v/v, 7,5%v/v, 1,0%v/v dan 12,5 %v/v. Kestabilan mekanik dilakukan pada suhu 30 oC, 60 oC, 90 oC dan 150 oC untuk komposisi SiC 7,5%v/v. Hasil menunjukkan peningkatan ikatan adesi antar muka (interface) matriks poliester dengan pengisi partikulit SiC oleh bahan penggandeng (coupling agent) silane dapat meningkatkan nilai tensile strength dan modulus elastisitas untuk konsentrasi SiC hingga 7,5%v/v silane sebagai bahan penggandeng dapatmeningkatkan nilai tensile strength (σ), sebesar 2,11 MPa dan nilai modulus elastisitas (E) sebesar 0,60 MPa dari bahan komposit poliester dengan partikulit SiC (7,5 %v/v). Bahan komposit tersebut telah mengalami perbaikan ikatan adesi antar muka dengan bahan silane mengalami penurunan nilai tensile strength yang lebih kecil pada suhu pemanasan antara 30 oC hingga 150 oC dibanding dengan pengisi SiC tanpa silane. Hal ini menunjukkan komposit poliester dengan SiC (7,5 %v/v) + silane mempunyai kestabilan mekanik yang lebih baik pada perlakuan pemanasan.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue