cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
PELAPISAN PARKET BLOK JATI (TECTONAGRANDIS L.f. ) DENGAN POLIMER EPOKSI AKRILAT MENGGUNAKAN IRADIASI SINAR ULTRA VIOLET Darsono Darsono; Sugiarto Danu
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 3: JUNI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.913 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.3.4704

Abstract

PELAPISAN PARKET BLOK JATI (TECTONAGRANDIS L.f. ) DENGAN POLIMER EPOKSI AKRILAT MENGGUNAKAN IRADIASI SINAR ULTRA VIOLET. Telah dilakukan pelapisan parket blok jati (Tectona Grandis L.f.) dengan bahan pelapis resin epoksi akrilat dengan nama komersial Laromer EA-81. Resin epoksi akrilat dipakai sebagai bahan pelapis setelah dicampur dengan monomer tripropilen glikol diakrilat (TPGDA) dan fotoinisiator Darocur 1173. Parket blok setelah dilapisi kemudian diiradiasi sinar UV dengan variasi kecepatan konveyor : 2 m/menit, 3 m/menit, 4 m/menit, dan 5 m/menit. Parameter yang diamati meliputi kilap, adesi, kekerasan, ketahanan kikis dan ketahanan terhadap bahan kimia, pelarut dan noda. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa lapisan epoksi akrilat mempunyai adesi yang baik terhadap permukaan kayu, kekerasan, ketahanan kikis, kilap yang tinggi dan juga tahan terhadap bahan kimia, pelarut dan noda, kecuali terhadap natrium hidroksida 10 %. Bahan pelapis epoksi akrilat formulasi II (kandungan TPGDA 30%w/w)menghasilkan lapisan lebih baik dari formulasi I (kandungan TPGDA 20 %w/w), ditinjau dari segi penampilan, maupun sifat lapisan.
EFEK PERLAKUAN PANAS PADA KAWAT SUPERKONDUKTOR INTERNAL-TIN ROD RESTACK PROCESS Cu-Nb-Sn Bintoro Siswayanti; Bambang Soegijono; Andika W. Pramono; Pius Sebleku
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 4: JULI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.068 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.4.4389

Abstract

EFEK PERLAKUAN PANAS PADA KAWAT SUPERKONDUKTOR INTERNAL-TIN ROD RESTACK PROCESS Cu-Nb-Sn. Pemanasan dalam kondisi terproteksi dari oksidasi pada suhu 450 oC selama 72 jam telah dilakukan pada kawat superkonduktor Cu-Nb-Sn produksi Luvata Waterbury Inc. yang dibuat dengan Internal-Tin Rod Restack Process (IT-RRP). Proses pendinginan dilakukan secara lambat di dalam tungku. Strukturmikro dan komposisi fasa cuplikan diamati dengan Scanning Electron Microscope (SEM) dan Energy Dispersive X-Ray Spectroscope (EDS). Identifikasi evolusi fasa mengacu kepada diagram kesetimbangan fasa. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pada pemanasan dengan suhu 450 oC selama 72 jam telah terbentuk intermetalik Nb3Sn, larutan padat α-Nb dan juga Nb3Sn yang superkonduktivitasnya menurun. Selain itu didapati interkoneksi filamen yang tidak diharapkan. Hal ini menyebabkan evolusi fasa Nb menjadi A15 Nb3Sn yang homogen belum optimal, sehingga diperlukan jarak antar filamen Nb yang lebih lebar pada kawat IT-RRP untuk menghindari interkoneksi filamen A15 Nb3Sn.
KARAKTERISASI FILM PADUAN POLIPROPILEN-KO-ETILEN/ POLIBUTILEN SUKSINAT IRADIASI Nikham Nikham
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.403 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5065

Abstract

KARAKTERISASI FILM PADUAN POLIPROPILEN-KO-ETILEN/ POLIBUTILEN SUKSINAT IRADIASI. Telah dilakukan penelitian tentang karakterisasi film paduan polipropilen-ko-etilen (KPP)/polibutilen suksinat (PBS) dan polipropilen ditempel dengan maleik anhidrat (PP-g-MAH) yang diiradiasi sinar gama. Telah diketahui bahwa kebanyakan polimer paduan yang ada, tidak mudah didegradasi dibawah kondisi lingkungan alam. Untuk mengatasi masalah ini maka perlu dicari jalan keluarnya diantaranya dengan menyiapkan bahan polimer yang mudah didegradasi yaitu memadukan polimer yang tidak mudah didegradasi dan mudah didegradasi. Komposisi paduan KPP/PBS divariasi sebagai berikut; 100/0, 75/25, 50/50, 25/75 dan 0/100 dengan konsentrasi PP-g-MAH 20 % berat, diiradiasi menggunakan sinar gama Co-60 dengan aktivitas 500 kCi pada dosis 0 kGy, 50 kGy, 100 kGy, 150 kGy dan 200 kGy, pada laju dosis 8,2 kGy/jam serta suhu 90 oC. Karakterisasi film iradiasi telah dievaluasi dengan mengukur perpanjangan putus, tegangan putus, degradasi secara enzimatik, penguburan dalam tanah, fraksi gel dan ketahanan terhadap panas. Hasilnya menunjukkan bahwa perpanjangan putus dan tegangan putus film paduan KPP/PBS = 50/50 yang diiradiasi pada dosis 200 kGy masing-masing sekitar 150 % dan 15 MPa. Kehilangan berat film yang sama akibat degradasi dengan enzim lipase selama 8 hari sekitar 2,5 % dan penguburan dalam tanah selama 4 bulan 1,5 mg. Fraksi gel sekitar 42 % dan ketahanan film terhadap panas pada suhu 140 oC adalah 21 jam.
KARAKTERISASI UKURAN KRISTALIT, REGANGAN MIKRO DAN KEKUATAN LULUH Zr1%Sn1%Nb1%Fe DENGAN DIFRAKSI SINAR-X Sugondo Sugondo; Futichah Futichah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.647 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4860

Abstract

KARAKTERISASI UKURAN KRISTALIT, REGANGAN MIKRO DAN KEKUATAN LULUH Zr1%Sn1%Nb1%Fe DENGAN DIFRAKSI SINAR-X. Telah dilakukan karakterisasi ukuran kristalit, regangan mikro dan kekuatan luluh paduan Zr-1%Sn-1%Nb-1%Fe dengan metode difraksi sinar-X. Sintesis paduan menggunakan teknik peleburan. Sampel dipanaskan pada suhu 1100 oC selama 2 jam dan dicelup cepat dalam air. Sampel dibersihkan dan dipanaskan pada suhu 500 oC, 600 oC, 700 oC, dan 750 oC selama 2 jam. Dilakukan identifikasi kristal dengan difraksi sinar-X. Berdasarkan jumlah puncak difraktogram maka aniling pada suhu 500 oC dan 700 oC baik untuk presipitasi atau randomisasi kristalit, sedangkan aniling pada suhu 600 oC dan 750 oC baik untuk pertumbuhan butir dan yang lebih spesifik aniling pada suhu 750 oC baik untuk reorientasi. Regangan mikro paling kecil dari hasil aniling 750 oC sebesar 2.38%, dan paling besar dari hasil aniling 700 oC sebesar 34,88%. Ukuran kristalit paling kecil dari hasil aniling 500 oC dan 700 oC sebesar 11,18Å, dan yang paling besar dari hasil aniling 750 oC sebesar 70,71 Å. Densitas dislokasi paling kecil dari hasil aniling 750 oC sebesar 6,0x1014 m/m3 dan yang paling besar dari hasil aniling 500 oC dan 700 oC sebesar 2,4x1016 m/m3. Kekuatan luluh paling kecil dari hasil aniling pada 750 oC sebesar 396,11 MPa dan paling besar dari hasil aniling 500 oC dan 700 oC sebesar 1043,40 MPa.
ANALYSIS OF CRYSTAL STRUCTURE AND FUNCTIONAL GROUPS OF NiFe2O4 USING SOL GEL METHOD Mashadi Mashadi; Yunasfi Yunasfi; Wisni Ari Adi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.447 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4194

Abstract

ANALYSIS OF CRYSTAL STRUCTURE AND FUNCTIONAL GROUPS OF NiFe2O4 USING SOL GEL METHOD. A synthesis and characterization NiFe2O4 with sol gel method have been conducted. Fe2(NO3)3.9H2O powder mixed with Ni(NO3)2 was dissolved in 50 ml of polyethylene glycol at room temperature, then heated at a temperature of approximately 60 °C for 1 hour while stirring to form a wet gel. The gel was then dried in an oven at 120 °C for 5 hours and grinded to form a powder NiFe2O4. NiFe2O4 powder was then heated with a furnace at a temperature variation of 400°C, 600 °C, 800 °C and 1000 °C for 5 hours respectively. X-Ray Diffraction (XRD) pattern indicates that in this stage the sample is single phase. Fourier Transform Infra Red (FT-IR) spectroscopy analysis showed two absorption bands in the range of 411 and 599 cm-1 related to octahedral and tetrahedral sites.
PENGARUH SUBSTITUSI POLIMER TERHADAP LAJU KOROSI MATERIAL MAGNET BERBASIS STRONSIUM HEKSAFERIT (SrO 6 Fe2O3) Zulkarnain Zulkarnain; Muhammad Muhammad; Siti Zahara
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (599.53 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5221

Abstract

PENGARUH SUBSTITUSI POLIMER TERHADAP LAJU KOROSI MATERIAL MAGNET BERBASIS STRONSIUM HEKSAFERIT (SrO 6 Fe2O3). Telah dilakukan penelitian mengenai laju korosi pada material magnet permanen berbasis stronsium heksaferit (SrO 6 Fe2O3) pasca substitusi polimer. Jenis polimer yang digunakan adalah polivinil klorida (PVC). Preparasi sampel dilakukan dengan teknik metalurgi serbuk (powder metallurgy) masing-masing dengan komposisi polimer 1 %, 1,5 %, 2 %, 2,5 % dan 3 %. Sedangkan uji korosi yang digunakan merupakan korosi basah yang dikerjakan dalam larutan HCL 0,1 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) magnet permanen SrO 6 Fe2O3 tanpa polimer PVC mempunyai laju korosi yang lebih tinggi dari pada yang diadisi polimer PVC, (2) laju korosi semakin menurun terhadap penambahan polimer PVC. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa polimer PVC cukup efektif digunakan sebagai perekat sekaligus penghambat laju korosi pada magnet permanen berbasis stronsium heksaferit (SrO 6 Fe2O3).
PENYERAPAN Pb OLEH NANO KOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT Siti Wardiyati; Adel Fisli
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.793 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4745

Abstract

PENYERAPAN Pb OLEH NANO KOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT. Telah dilakukan penelitian penyerapan Pb oleh nano komposit oksida besi bentonit. Bahan penyerap seperti resin penukar ion atau zeolit telah lazim digunakan untuk pemurnian air, demikian pula bentonit. Namun bentonit ini mempunyai ukuran yang sangat kecil dan bersifat suspensi stabil di dalam air sehingga sulit dikumpulkan kembali setelah proses penyerapan. Berdasarkan alasan tersebut bentonit dikompositkan dengan nano partikel oksida besi, untuk mempermudah proses pemisahan kembali bahan penyerap tersebut dari filtratnya menggunakan teknik pemisahan magnetik sederhana. Nano komposit oksida besi bentonit pada percobaan ini diaplikasikan untuk penyerapan Pb dalam media air. Penelitian dilakukan untuk mendapatkan komposisi komposit yang optimal untuk penyerapan Pb. Penentuan konsentrasi Pb2+ dalam filtrat dianalisis dengan alat polarografi. Dari analisis data menggunakan pendekatan Persamaan Langmuir diperoleh daya serap maksimum yang dapat dicapai adalah sebesar 176,34 mg Pb2+/gram oleh nano komposit yang dibuat dengan perbandingan Na-bentonit : oksida besi = 3 : 2.
ANALISIS TEKSTUR PADALASAN STAINLESS STEEL 201 DENGAN TEKNIK DIFRAKSI Tri Hardi Priyanto; Rifai Muslih; Hery Mugiraharjo; Bharoto Bharoto; Andon Insani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 3: APRIL 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.237 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.3.4498

Abstract

ANALISIS TEKSTUR PADALASAN STAINLESS STEEL 201 DENGAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON. Baja tahan karat jenis austenitik merupakan baja tahan karat yang banyak dipakai dalam industri, salah satunya adalah industri rumah tangga. Dalam penelitian ini dilakukan karakterisasi Stainless Steel (SS) 201 yang banyak dijual di pasaran. Sebelum dilakukan karakterisasi, plat SS 201 dipotong dengan ukuran 150 mm × 120 mm× 10 mm, kemudian dibuat lubang berbentuk alur pada kedua permukaan, sehingga alur berbentuk X Double V Groove (DVG), selanjutnya alur DVG dilas dengan sistem pengelasan multi pass menggunakan metode pengelasan Metal Inert Gas (MIG). Bahan yang sudah dilas kemudian dikarakterisasi dengan teknik difraksi neutron untuk mendapatkan pola difraksi dan pole figure pada daerah pusat lasan FusionZone (FZ), daerah terpengaruh panas Heat Affected Zone (HAZ) dan daerah logam dasar Base Metal Zone (BMZ). Selanjutnya pole figure dianalisis dengan perangkat lunak Beartex untukmenentukan arah orientasi dan kekuatan tekstur pada ketiga daerah tersebut. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada daerah pusat lasan butir kristalit terorientasi {110}<112> dengan tipe Brass dengan indeks tekstur sekitar 3,12 m.r.d (multiple random distribution) yang ditunjukkan pada pole figure 200. Untuk daerah HAZ, tekstur paling kuat terorientasi pada {110}<001> atau tipe Goss dengan indeks tekstur 4,8 m.r.d. Pada daerah logamdasar, tekstur secara dominan terorientasi kearah {010}<100> atau tipe Cube dengan indeks tekstur tidak terlalu kuat, sekitar 1,53 m.r.d. Pada daerah pusat lasan, bidang (110) sejajar dengan sumbu normal (ND), dengan arah kristalit sejajar dengan arah pengerolan (RD) [112]. Pada daerah HAZ bidang (110) tersebut mengarah ke arah sumbu pengerolan [001], dengan indeks tekstur 1,5 kali lebih kuat dibanding FZ. Hal ini menunjukkan bahwa bidang (110) yang semula terorientasi kearah [112] pada FZ berubah menjadi sekitar 35,26º ke arah [001] pada daerah HAZ. Untuk daerah logamdasar bidang (010)mengarah sejajar dengan arah normal (ND) dan teksturmengarah pada arah pengerolan (RD) [100].
ANALISIS LAPISAN PELINDUNG KOROSI PADUAN Al-Mg-Si YANG DILAPISI LOGAM TANAH JARANG Darajati, Rusdiana; Ihsan, Mohammad; Wuryanto, Wuryanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 1: OKTOBER 2001
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1661.267 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2001.3.1.5247

Abstract

ANALISIS LAPISAN PELINDUNG KOROSI PADUAN Al-Mg-Si YANG DILAPISI LOGAM TANAH JARANG. Telah dilakukan serangkaian analisis korosi pada paduan Al—Mg-Si yang sudah diberi lapisan pelindung tahan korosi oksida tanah jarang yang digabung dengan film oksida aluminium yang seragam yang terbentuk pada permukaan paduan aluminium. Teknik pengujian korosi yang digunakan adalah E corr terhadap waktu, tahanan polarisasi, potensiodinamik dan SEM (ScanningElectrom Microscope) untuk analisis pennukaan. Potensial korosi bebas sampel dalam medium air umumnya meningkat terhadap waktu kecuali sampel yang dimasukkan ke dalam larutan triethanolamine. Dalam medium HCl (pH=l) potensial korosi bebas sampel AlMgSi, sampel AlMgSi yang dimasukkan ke dalam larutan triethanolamine, dan sampel Al MgSi yang dimasukkan ke dalam larutan triethanolamine dan CeCl3 cenderung meningkat terhadap waktu sedangkan sampel AlMgSi yang dimasukkan ke dalam larutan triethanolamine dan YCl3 atau RECl3 cenderung menurun terhadap waktu. Sedangkan potensial korosi bebas sampel dalam medium NaOH (pH=13) cenderung meningkat terhadap waktu. Laju korosi sampel AlMgSi yang dimasukkan ke dalam larutan triethanolamine dalam medium air relatifpaling kecil (0,0205 mpy), dalam medium HCl (pH=1)dan NaOH (pH=13) laju korosi sampel AlMgSi yang dimasukkan ke dalam larutan triethanolamine dan YCl3 relatif paling kecil, masing-masing adalah 0,1157 mpy dan 2468,26 mpy. Sampel AlMgSi yang dimasukkan ke dalam larutan triethanolamine dan RECl3 dalam medium air mengalami pasivasi dan transpasivasi sedangkan keempat sampel yang lain tidak mengalami pasivasi, dalam medium HCl (pH=1), kelima sampel umumnya mengalami pasivasi pada daerah densitas arus yang sama dan dalam medium NaOH (pH=13) sampel AIMgSi mengalami transpasivasi pada potensial 800 mV, sementara keempat sampel yang lain mengalami pasivasi pada potensial antara ~850-1500 mV. Analisis dengan SEM menunjukkan bahwa lapisan pelindung yang dibentuk pada permukaan sampel kurang dapat melindungi sampel terutama dalam medium HCl (pH=l) dan dalam medium NaOH (pH=13).
AGENDA RISET NASIONAL DALAM PENGEMBANGAN BAHAN MAGNET DAN TEKNOLOGI KEMAGNETAN DI INDONESIA Bambang Sapto Pratomosunu
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (25.277 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5101

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan manusia, baik secara individual, maupun berkelompok sebagai satu bangsa, dipengaruhi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Kemampuan menguasai, memanfaatkan dan memajukan iptek menjadi faktor penting yang membedakan tingkat kemajuan dari bangsa-bangsa di dunia. Proses globalisasi yang dihadapi pada era ini telah mengakibatkan kecenderungan pergeseran kebijakan iptek negara-negara maju, dari yang semula terfokus pada pembentukan kemampuan riset ke arah pembentukan kapasitas inovasi yang fokusnya terletak pada interaksi antara perkembangan kemampuan riset dan perkembangan daya saing dunia usaha. Kemajuan teknologi material baru, katalis, dan bioteknologi, juga memungkinkan negara-negara maju memanfaatkan sumberdaya alam pada skala global untuk menghasilkan nilai tambah yang jauh lebih besar dari perolehan negara-negara yang memiliki sumberdaya alam tersebut, namun tidak mampu mengolahnya lebih lanjut. Keberhasilan negara-negara maju dalam menumbuhkan kemampuan ipteknya secara efektif ternyata terjadi karena mereka berhasil mensinergikan perkembangan sumberdaya iptek dengan berbagai faktor peluang.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue