cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
PENGARUH PROSES NITRIDISASI TERHADAP SIFAT MEKANIS PERMUKAAN BAJA PADUAN RENDAH AISI 4340 Anthonius S.; Sulistioso G. S.; Sumaryo Sumaryo
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.533 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.4941

Abstract

PENGARUH PROSES NITRIDISASI TERHADAP SIFAT MEKANIS PERMUKAAN BAJA PADUAN RENDAH AISI 4340. Baja paduan rendah AISI 4340 banyak digunakan sebagai bahan komponen mesin dan bahan komponen pengatur katup aliran gas pada pembangkit listrik yang pada pemakaiannya banyak mengalami gesekan atau aus. Untuk meningkatkan sifat mekanis bahan khususnya ketahanan aus, pada penelitian ini dilakukan proses pengerasan permukaan baja AISI 4340 dengan metode nitridisasi. Proses nitridisasi dilakukan dengan menggunakan tungku pemanas yang dialiri gas amonia (NH3) murni pada suhu 525 oC dan 550 oC selama 6 jam. Pengujian yang dilakukan adalah uji ketahanan aus, uji kekerasan, pengamatan strukturmikro dan penentuan fasa. Pada kedua suhu, sampel yang telah dinitridisasi mengalami peningkatan ketahanan aus sebesar dua kali sama seperti peningkatan kekerasan dua kali lebih besar dari kekerasan substrat. Strukturmikro sampel setelah di nitridisasi, pada permukaannya terjadi lapisan putih dengan ketebalan 10 µm dan dibawahnya lapisan difusi setebal 40 µm dan 50 µm masing-masing untuk suhu 525 oC dan 550 oC. Dari analisis X-Ray difraksi, fasa-fasa yang terbentuk pada permukaan sampel adalah fasa nitrida Fe3N, CrN dan terdapat juga oksida besi Fe2O3.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN ELEKTROLIT POLIETER-ETER KETON TERSULFONASI Sri Handayani; Widodo Wahyu Purwanto; Eniya Listiani Dewi; Roekmijati W. Soemanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.962 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.2.4801

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI MEMBRAN ELEKTROLIT POLIETER-ETER KETON TERSULFONASI. Membran elektrolit untuk aplikasi sel bahan bakar metanol langsung, Direct Methanol Fuel Cell (DMFC) berfungsi untuk menghantarkan ion (proton) dan pembatas antara anoda dan katoda. Polieter-eter keton (PEEK) merupakan salah satu polimer aromatik yang dapat di aplikasikan pada DMFC karena selain dari karakteristiknya yang tahan terhadap lingkungan DMFC (metanol), polimer tersebut juga cukup mudah dalam proses sulfonasinya yaitu menggunakan asam sulfat pekat. Tujuan percobaan ini adalah mendapatkan kondisi proses sulfonasi PEEK (sPEEK) dengan memvariasikan suhu sulfonasi 40 oC, 45 oC, 50 oC, 60 oC dan 70 oC pada waktu yang tetap yaitu 3 jam. Hasil percobaan menunjukkan suhu sulfonasi yang optimal berada pada kondisi suhu 60 oC memberikan karakteristik membran adalah kapasitas penukar ion 2,1 gek/g polimer, derajat sulfonasi 77%, konduktivitas ionik 0,045 S/cm, permeabilitas metanol 4 x 10-7 cm2/s , sweeling air membran 15%, swelling metanol membran 18% dan selektivitas relatif 3,9.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI BIODEGRADABLE HIDROGEL SUPERABSORBEN POLI(KALIUM AKRILAT)-G-GLUKOMANAN DENGAN TEKNIK IRADIASI GAMMA Erizal Erizal; Sulistioso G S; Z Juniarti; Hariyanti Hariyanti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 1: OKTOBER 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.203 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2017.19.1.4110

Abstract

Telah dilakukan sintesis satu seri hidrogel superabsorben dari campuran asam akrilat yang dinetralkan sebagian (Dn = 0,5) dengan KOH pada beragam konsentrasi glukomanan (0,25 % hingga 1 %) selanjutnya diiradiasi pada dosis 10 kGy (laju dosis 2,5 kGy/jam) pada suhu kamar. Pengaruh konsentrasi glukomanan terhadap kemampuan menyerap air dan fraksi gel hidrogel dipelajari. Perubahan struktur kimia hidrogel diukur menggunakan Fourier Transform Infra Red (FT-IR) dan morfologi permukaan hidrogel diinvestigasi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada kondisi optimum (0,5 % glukomanan), rasio swelling hidrogel mencapai nilai 800 g/g dan fraksi gel 94,45 %. Hasil analisis FT-IR mengkonfirmasi terjadinya pergeseran gugus fungsi rangkap dari C=C asam akrilat, pengujian SEM menunjukkan permukaaan hidrogel berpori pori besar yang tidak teratur.
ANALISIS STRUKTUR KRISTAL LAPISAN TIPIS BaZr0,2Ti0,8O3 YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE SOL GEL Yofentina I.; Viska I. V.; M. Hikam; Bambang S.; Alfan M.; Wahyu P.
Jurnal Sains Materi Indonesia VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.036 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2011.13.1.5402

Abstract

PERANCANGAN SISTEMALAT PENAMPIL KURVA HISTERESIS TERKOMPUTERISASI DENGAN BANTUAN ZELSCOPE 1.0 M. Safrudin; Moh. Toifur
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.81 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5144

Abstract

PERANCANGAN SISTEMALAT PENAMPIL KURVA HISTERESIS TERKOMPUTERISASI DENGAN BANTUAN ZELSCOPE 1.0. Telah dibuat sistem perangkat keras dan perangkat lunak untuk memvisualisasi kurva histeresis pelat besi secara terkomputerisasi. Sistem terbagi atas dua sistem utama yaitu sistem perangkat keras dan sistem perangkat lunak. Sistem perangkat keras dibagi menjadi empat bagian, yaitu: solenoida sebagai sensor induksi untuk bahan uji, rangkaian penguat tegangan keluaran dan pengondisi sinyal dari sensor induksi, Sound Generator sebagai sumber frekuensi yang diambil dari panel volume PC sound card, dan Personal Computer (PC) sebagai tempat program kontrol kendali, penampil bentuk kurva, dan penyimpan data. Untuk sistem perangkat lunak digunakan program aplikasi Zelscope versi 1.0 sebagai program kendali osiloskop PC, Sound Gen sebagai program kendali frekuensi dari PC Soundcard dan Microsoft Excel sebagai program analisis data hasil pencuplikan dari zelscope. Sebagai bahan uji digunakan lempeng besi setebal 0,98 mm; panjang 9,6 cm; kedalaman bahan yangmasuk koil 2,0 cm. Dari pengujian bahan diperoleh nisbah VBr sebelum dan sesudah dimasukkan bahan uji sebesar 0,14 sedangkan untuk VHc diperoleh nisbah 0,08. Dengan unjuk kerja seperti ini maka alat telah dapat digunakan sebagai pengkarakterisasi sifat magnet bahan.
PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP SIFAT MEKANIK FILM PLASTIK PENGEMAS BERBASIS POLIETILENA DAN POLIPROPILENA Dian Iramani; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.732 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.2.5003

Abstract

PENGARUH IRADIASI SINAR GAMMA TERHADAP SIFAT MEKANIK FILM PLASTIK PENGEMAS BERBASIS POLIETILENA DAN POLIPROPILENA. Untuk mengetahui ketahanan plastik pengemas terhadap iradiasi gamma telah dilakukan percobaan pengaruh sinar gamma terhadap sifat mekanik film plastik pengemas. Filmplastik pengemas yang dicoba adalah low density polyetilene (LDPE), higth density polyetilene (HDPE), polypropilene (PP) dan oriented polypropilene (OPP) yang beredar dipasar dengan tebal 0,03 mm. Percobaan dilakukan dengan iradiasi film plastik pengemas pada dosis 10 kGy , 30 kGy , 50 kGy dan 100 kGy dengan laju dosis 6 kGy/jam kemudian disimpan pada suhu ruang selama 2 tahun. Pengujian tegangan putus dilakukan dengan arah potong dumbel sejajar serat dan tegak lurus serat pada film pengemas. Hasil menunjukkan bahwa tegangan putus dan perpanjangan putus optimal pada dosis iradiasi 30 kGy. Film LDPE nilai optimal tegangan putusnya 440 kg/cm2 , HDPE 560 kg/cm2 , PP 550 kg/cm2 dan OPP 2500 kg/cm2 . Fraksi gel optimal pada dosis iradiasi 50 kGy. Perpanjangan putus setelah penyimpanan sedikit mengalami penurunan. Setelah penyimpanan nilai optimal tegangan putus menjadi LDPE 290 kg/cm2 , HDPE 280 kg/cm2 , PP 250 kg/ cm2 dan OPP 1200 kg/cm2.
STUDI PERLAKUANALKALI DAN TEBALCORE TERHADAPSIFAT BENDING KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT SAWIT DENGAN CORE KAYU SAWIT Jamasri Jamasri; Kuncoro Diharjo; Gunesti Wahyu Handiko
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.948 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.8.1.4825

Abstract

STUDI PERLAKUANALKALI DAN TEBALCORE TERHADAPSIFAT BENDING KOMPOSIT SANDWICH BERPENGUAT SERAT SAWIT DENGAN CORE KAYU SAWIT. Kebijakan pemerintah tentang perluasan lahan sawit mendorong para peneliti untuk saling mengembangkan penggunaan berbagai produk sawit. Saat ini, pemerintah akan melakukan peremajaan tanaman sawit seluas 500.000 Ha. Kajian riset yang memanfaatkan aneka produk sawit dipandang penting untuk segera dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh perlakuan alkali dan tebal core terhadap sifat bending komposit sandwich berpenguat serat sawit dengan core kayu sawit. Bahan penelitian adalah limbah serat sawit, kayu sawit, dan unsaturated polyester resin (UPRs). Serat sawit yang digunakan sebagai penguat, dicuci dengan air dan dilanjutkan dengan pengeringan. Sebagian dikenai perlakuan alkali (5% NaOH) selama 2 jam. Kayu sawit yang digunakan dipotong pada arah melintang dengan variasi ketebalan 10 mm, 15 mm, 20 mm, dan 25 mm. Pembuatan komposit dilakukan dengan metode cetak tekan. Pengujian bending komposit skin (serat sawit-poliester) dilakukan dengan mengacu pada standar ASTM D-790 pada fraksi massa serat antara 10% sampai dengan 50%, sedangkan pengujian bending komposit sandwichnya dilakukan dengan mengacu pada standar ASTM C-393. Komposit skin dan sandwich yang diperkuat serat perlakuan alkali (5% NaOH) memiliki kekuatan yang lebih tinggi. Kekuatan bending komposit skin yang diperkuat serat tanpa perlakuan pada Wf = 18,2% dan Wf = 29,5% adalah 21,67 Mpa dan 24,02 Mpa. Selanjutnya, kekuatan bending komposit skin yang diperkuat serat perlakuan alkali pada Wf = 17.6% dan Wf = 34,9% adalah 26,93 Mpa dan 36,04 Mpa. Kemampuan menahan momen komposit sandwich meningkat seiring dengan peningkatan ketebalan core. Namun, penebalan core akan menurunkan kekuatan bending komposit sandwich. Kekuatan bending komposit sandwich yang diperkuat serat tanpa perlakuan dengan core 10 mm dan 25 mm adalah 20,05 Mpa dan 14,23 Mpa, sedangkan kekuatan bending komposit sandwich yang diperkuat serat perlakuan alkali pada ketebalan core 10 mm dan 25 mm adalah 22,33 Mpa dan 16,31 Mpa. Mekanisme kegagalan diindikasikan oleh lemahnya komposit skin yang tidak mampu menahan beban bending.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI ELEKTROLIT Ce0,9Gd0,1-XNdXO1,90 UNTUK APLIKASI SEL BAHAN BAKAR PADATAN SUHU SEDANG Jarot Raharjo; Damisih Damisih; Ade Utami Hapsari; Masmui Masmui; Putri Purnama Yanti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 2: JANUARI 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.125 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.2.4141

Abstract

Elektrolit berbasis serium seperti GDC10 telah banyak dikembangkan untuk aplikasi sel bahan bakar oksida padatan suhu sedang atau yang dikenal dengan Intermediate Temperature Solid Oxide Fuel Cell (IT-SOFC). Kodoping merupakan salah satu cara untuk meningkatkan konduktivitas elektrolit IT-SOFC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penambahan kodopan neodimium (Nd) terhadap GDC10 (Ce0,9Gd0,1-xNdxO1,90) dengan rasio molar x = 0,025; 0,050; dan 0,075 terhadap sifat fisis dan elektrokimianya. Neodimium digunakan sebagai kodopan karena dapat menurunkan energi aktivasi, sehingga konduktivitas elektrolit meningkat. Metode sintesis yang digunakan adalah sol gel untuk menghasilkan serbuk GDC terdoping Nd, setelah itu serbuk dibuat pelet. Sampel dikarakterisasi dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengidentifikasi fasa, Scanning Electron Microscope (SEM) untuk melihat morfologi dan Thermal Gravimetric Analysis (TGA) untuk melihat stabilitas termalnya. Dari hasil penelitian, kalsinasi pada suhu 700 oC selama 5 jam dan sintering pada suhu 1350 oC selama 2 jam diperoleh densitas pelet elektrolit lebih besar dari 95%. Hal ini telah memenuhi syarat sebagai elektrolit sel bahan bakar padatan yang baik. Keseluruhan sampel memiliki struktur kubik dengan ukuran kristal antara 4,26 nm hingga 4,47 nm. GDC10 terdoping neodimium dengan rasio molar x = 0,025 (GDC-Nd0,025) memiliki konduktivitas tertinggi yaitu 0,055 S/cmpada suhu 600 oC. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kodoping dapat meningkatkan konduktivitas sel elektrolit GDC untuk aplikasi sel bahan bakar oksida padatan suhu sedang.
SYNTHESIS OF MAGNETIC COMPOSITE OF IRON COMPOUNDS/CARBON NANOTUBES IN CHEMICAL VAPOR DEPOSITION Teguh Endah Saraswati; Oktaviana Dewi Indah Prasiwi; Abu Masykur; Miftahul Anwar
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 3: APRIL 2019
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.314 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2019.20.3.5409

Abstract

The chemical vapor deposition (CVD) synthesis of magnetic carbon nanotubes (mCNT) using carbon dioxide/carbon catalyst has been successfully carried out in various pressures. The temperatures were set at 800° C for 10 minutes reaction time. Nitrogen (N2) gas in 20 Torr was flown in followed by ethanol vapor until the final pressure reached 80 and 100 Torr without added air, and 180 Torr with added air. The formation of mCNT was confirmed by shifted X-ray diffraction (XRD) peak of graphite from 26.53° to 25.53° which were highly considered to the other carbon allotropes with sp2 hybridized carbon atom hybridization structures. The higher pressure with added atmospheric air led to the excessive oxidation which influenced the growth of mCNT. Transmission electron microscopy (TEM) analysis observed mCNT filled by catalyst particles which suggested as magnetic phase induced the magnetic property of mCNT. The best electrical conductivity performance (lower electrical resistance) was owned by mCNT produced in the lower pressure condition with no air added.
STUDI STRUKTURMIKRO DAN MORFOLOGI FILM InXGa1-XN YANG DITUMBUHKAN DI ATAS SUBSTRAT SAPPHIRE (0006) DENGAN METODE MOCVD BERBANTUAN PLASMA A. Subagio; H. Sutanto; E. Supriyanto; Irzaman Irzaman; M. Budiman; P. Arifin; Sukirno Sukirno; M. Barmawi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.614 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5181

Abstract

STUDI STRUKTURMIKRO DAN MORFOLOGI FILM InXGa1-XN YANG DITUMBUHKAN DI ATAS SUBSTRAT SAPPHIRE (0006) DENGAN METODE MOCVD BERBANTUAN PLASMA. Telah ditumbuhkan film tipis InXGa1-XN di atas substrat sapphire (0006) dengan metode MOCVD berbantuan plasma. Penumbuhan dilakukan pada suhu 650 oC dengan variasi komposisi uap TMIn (xv) sebesar 10 %, 20 %, 30 %, 50 % dan 100 %. Hasil analisis XRD menunjukkan fenomena pemisahan fasa yang disebabkan oleh ketidaksesuaian kisi antara InN dan GaN pada film InX1-XN dengan komposisi padatan indium (In) 0,02 dan 0,18. Proses nukleasi masih terjadi pada film-film ini, dimana tingkat kekasaran relatif masih tinggi sekitar 150 nm. Film dengan komposisi padatan indium (x) 0,28 dan 0,61 menunjukkan adanya kecendurungan fasa tunggal pada InGaN (0002). Mekanisme penggabungan (coalescence) grain terjadi pada film-film ini dengan ditandai oleh ekspansi grain secara lateral. Hal ini menyebabkan tingkat kekasaran permukaan relatif lebih rendah sekitar 100 nm.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue