cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
MEKANISME PELINDIAN Pt, Pd DAN Rh DARI LIMBAH KATALIS OTOMOTIF DALAM SISTEM LARUTAN NaClO-HCl-H Sri Harjanto; Yucai Cao; Atsushi Shibayama
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.137 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4760

Abstract

MEKANISME PELINDIAN Pt, Pd DAN Rh DARI LIMBAH KATALIS OTOMOTIF DALAM SISTEM LARUTAN NaClO-HCl-H2O2. Kelompok Logam Platinum, KLP (Platinum Group Metals, PGM) merupakan logam mulia penting dalam aplikasi berbagai industri. Oleh karena itu proses daur ulang (recycling) dan perolehan kembali (recovery) logam ini dari sumber sekunder menjadi penting akibat keterbatasan cadangan logam mulia dari cadangan primer (bijih). Untuk memperoleh kembali KLP ini, proses hidrometalurgi berupa pelindian (leaching) dipandang sangat handal. Kajian ini dilakukan untuk mendaur ulang dan memperoleh kembali KLP, seperti platinum (Pt) paladium (Pd) dan rhodium (Rh) dari limbah produksi konverter katalis dengan proses pelindian menggunakan campuran larutan NaClO-HCl-H2O2. Cuplikan limbah konverter katalis, yang sebelumnya telah di giling dan direduksi dengan gas hidrogen, dilindi dengan campuran larutan NaClO-HCl- H2O2 pada 338 K selama 3 jam. Pengaruh beberapa parameter pelindian diamati pula selama proses. Dari pengujian dihasilkan kondisi optimum pelindian Pt, Pd dan Rh pada konsentrasi 3 %(vol) NaClO, 5 M HCl dan penambahan 1 %( vol) H2O2. Perolehan kembali Pt, Pd dan Rh setelah 3 jam pelindian secara berurutan adalah 88%, 99% dan 77%. Mekanisme reaksi pelindian akan dibahas dalam publikasi ini dengan mengamati kinetika reaksinya. Diamati dari hasil pengujian dan perhitungan bahwa mekanisme reaksi pelindian KPL dalam campuran larutan NaClO-HCl-H2O2 adalah mekanisme yang dikontrol oleh difusi (diffusion controlled mechanism).
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA ASETAT DARI NATA DE COCO SEBAGAI BAHAN BAKU MEMBRAN ULTRAFILTRASI Muhammad Lindu; Tita Puspitasari
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1: OKTOBER 2010
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.551 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2010.12.1.4555

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SELULOSA ASETAT DARI NATA DE COCO SEBAGAI BAHAN BAKU MEMBRAN ULTRAFILTRASI. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bahan baku membran berupa selulosa asetat yang berasal dari Nata de Coco. Nata De Coco (selulosa mikrobial) dengan ketebalan 3 mm hingga 5 mm diperoleh dengan cara fermentasi limbah air kelapa selama 6 hari. Selulosa mikrobial (CA-1) direndam dalam 2% NaOH selama 24 jam kemudian dicuci dengan aquadest. Perendaman dilanjutkan menggunakan 2% asam asetat selama 24 jam. Selulosa mikrobial (CA-2) diperlakukan sama dengan CA-1 tetapi menggunakan 4% NaOH dan asam asetat. Selulosa asetat diperoleh melalui proses asetilasi dan hidrolisis selulosa mikrobial selama 20 jam. Selulosa asetat yang dihasilkan didominasi selulosa triasetat dengan kadar asetil sebesar 45,20% untuk CA-1 dan 44,21% untuk CA-2. Analisis spektrum FT-IR menunjukkan adanya serapan khas gugus C=O karbonil pada bilangan gelombang 1755,2 cm-1 (CA-1) dan 1752,25 cm-1 (CA-2) serta gugus C-O asetil pada bilangan gelombang 1232 cm-1 himgga 1240 cm-1. Hal ini menunjukkan proses sintesis selulosa mikrobial menjadi selulosa asetat terjadi dengan sempurna. Membran selulosa asetat diperoleh dengan cara melarutkan serbuk selulosa asetat menggunakan pelarut diklorometan, dilanjutkan dengan proses presipitasi imersi. Morfologi membran diuji dengan SEM dan hasilnya menunjukkan bahwa membran CA-1 mempunyai struktur pori lebih besar dari pada membran CA-2. Ukuran pori membran CA-1 adalah antara 0,009 m hingga 0,06 μm, sedangkan membran CA-2 adalah antara 0,008 μm hingga 0,04 μm. Kedua membran yang dihasilkan dengan ketebalan masing-masing 0,015 mm tersebut termasuk membran ultrafiltrasi dengan karakteristik yang baik sebagai membran ultrafiltrasi.
KARAKTERISASI SIFAT MAGNETIK DAN SERAPAN GELOMBANG MIKRO Ni(0,5-X)LaXFe2,5O4 HASIL SINTESIS DENGAN METODE KO-PRESIPITASI Yunasfi Yunasfi; Nurdini Awaliyah; Hendrawati Hendrawati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 4: JULI 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.4.4962

Abstract

KARAKTERISASI SIFAT MAGNETIK DAN SERAPAN GELOMBANG MIKRO Ni(0,5-x)LaxFe2,5O4 HASIL SINTESIS DENGAN METODE KO-PRESIPITASI. Telah dilakukan sintesis bahan penyerap gelombang mikro Ni(0,5-x)LaxFe2,5O4 dengan metode ko-presipitasi. Serbuk Ni(0,5-x)LaxFe2,5O4 (dengan x = 0; 0,2; dan 0,4) disintesis dengan mencampurkan serbuk NiCl2, LaCl3 dan FeCl3 sesuai dengan perbandingan molnya dengan larutan pengendap NH4OH 4 M. Serbuk Ni(0,5-x)LaxFe2,5O4 yang terbentuk disinter pada suhu 1000 oC selama 5 jam. Hasil identifikasi fasa dengan X-Ray Diffractometer (XRD) menunjukan bahwa pada serbuk Ni0,5Fe2,5O4 (x = 0,0) terbentuk fasa NiFe2O4 dan Fe2O3. Substitusi ion La3+ menyebabkan munculnya fasa baru yang ditandai dengan munculnya fasa NiFe2O4, Fe2O3 dan FeLaO3. Fasa NiFe2O4 berkurang, sedangkan fasa Fe2O3 dan FeLaO3 semakin meningkat seiring dengan bertambahnya kandungan ion La3+. Karakterisasi sifat magnet serbuk Ni(0,5-x)LaxFe2,5O4 dengan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan perilaku feromagnetik, nilai Ms semakin rendah dari 31 emu/g hingga 21 emu/g sedangkan nilai Hc semakinmeningkat dari 123 Oe sampai 149 Oe seiring dengan peningkatan kandungan ion La3+. Peningkatan kadungan ion La3+ juga berhubungan dengan kemampuan penyerapan gelombang mikro. yang diukur dengan Vector Network Analyzer (VNA). Diketahui bahwa serapan gelombang mikro semakin meningkat seiring dengan peningkatan kandungan ion La3+, yaitu pada kisaran ~80 % sampai ~94 %.
PREPARASI NANOPARTIKEL Fe3O4 DARI PASIR BESI DAN PELAPISANNYA PADA LOGAM NON MAGNETIK Malik A. Baqiya; M. Anwar; Dimos Kurniawan; Tommy Hariyanto; Darminto Darminto
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.311 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5115

Abstract

PREPARASI NANOPARTIKEL Fe3O4 DARI PASIR BESI DAN PELAPISANNYA PADA LOGAM NON MAGNETIK. Telah berhasil disintesis partikel Fe3O4 dengan metode ko-presipitasi dengan dan tanpa penggunakan poli-etilen-glikon (PEG)-400 sebagai template dalam pelarut HCl dan pengendap NH4OH. Hasil sintesis tanpa templatemenunjukkan ukuran kristal dari partikel Fe3O4 < 10 nm yang berbentuk sferis, sedangkan penggunaan PEG-400 meningkatkan ukuran kristal hingga > 10 nm. Proses pelapisan partikel dilakukan dengan cara spin-coating pada permukaan aluminium setelah sebelumnya partikel dilarutkan di dalam surfaktan tetra-metil-amonium-hidroksida (TMAH). Dipelajari hasil pelapisan dengan menggunakan foto SEM dan AFM/MFM, yang mencakup aspek-aspek homogenitas penyebaran partikel dan morfologinya serta faktor korosi oleh surfaktan TMAH.
PENYERAPAN LOGAM Ni OLEH NANOKOMPOSIT Fe3O4-KARBONAKTIF Siti Wardiyati; Adel Fisli; Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.785 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4619

Abstract

PENYERAPAN LOGAM Ni OLEH NANOKOMPOSIT Fe3O4-KARBONAKTIF. Telah dilakukan penyerapan logam Ni dengan nanokomposit Fe3O4-karbon aktif menggunakan sistem batch. Penelitian ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi penyerapan Fe3O4 terhadap logam Ni. Dipilih karbon aktif karena bahan ini mempunyai luas permukaan yang cukup besar dan mudah didapat. Parameter yang dipelajari adalah efektivitas adsorbsi nanokomposit terhadap logam Ni dengan berbagai komposisi perbandingan Fe3O4 dengan karbon dan jumlah adsorben dalam larutan. Penelitian dilakukan dengan waktu kontak 90 menit pada pH larutan 6,0 dan jumlah larutan umpan 50 mL dengan konsentrasi Ni2+ 100 mg/L. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perbandingan berat Fe3O4 terhadap karbon aktif optimum dicapai pada perbandingan 1 : 2 dengan jumlah berat adsorben 150 mg. Pada kondisi tersebut Ni yang terserap mencapai 78 %. Dengan menggunakan pendekatan persamaan Langmuir diperoleh daya serap komposit Fe3O4-karbon aktif adalah 50,76 mg/g. Dengan kata lain pembentukan komposit Fe3O4-karbon aktif menaikkan daya serap Fe3O4 yang cukup signifikan terhadap logam Ni dari 18,50 mg/g menjadi 50,76 mg/g
PEMBUATAN POLIOL BERBASIS KOMPONEN MINYAK SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU BUSA POLIURETAN E. Triwulandari; N Astrini; A Haryono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.58 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4332

Abstract

PEMBUATAN POLIOL BERBASIS KOMPONEN MINYAK SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKU BUSA POLIURETAN. Poliuretan merupakan polimer sintetik yang diperoleh dari hasil reaksi antara poliol dan isosianat. Saat ini, poliol yang digunakan untuk pembuatan poliuretan merupakan hasil dari turunan minyak bumi yang makin terbatas persediannya. Penelitian inimerupakan salah satu alternatif untuk mendapatkan bahan poliol untuk pembuatan poliuretan yang berasal dari turunan komponen minyak sawit yang terbarukan. Pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan poliol dari turunan komponen minyak sawit berbasis asam oleat dan Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO). Produk poliol berbasis turunan asam oleat yang telah dihasilkan diantaranya yaitu 9,10-dihidroksi asam stearat (DHAS), 9-hidroksi-10-metoksi-gliserol monostearat (HMGMS) dan 9-hidroksi-10-metoksi-butanemonostearat (HMBMS). Sedangkan poliol berbasis RBDPOyang dihasilkan yaitu poliol propane-1,2,3-triyl tris(9-hidroksi-10-metoksioktadekanoat (PTHMO). Poliol yang diperoleh kemudian direaksikan dengan isosianat untuk menghasilkan busa poliuretan. Dari beberapa poliol yang digunakan untuk pembuatan busa poliuretan, poliol HMGMS memberikan hasil yang baik.
LAPISAN TIPIS ZnO SUSUNAN LARIK SEBAGAI SENSOR GAS Tjipto Sujitno; Trimardji Atmono; Sayono Sayono; Lely Susita R. M.
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.544 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.4946

Abstract

LAPISAN TIPIS ZnO SUSUNAN LARIK SEBAGAI SENSOR GAS. Telah dibuat sensor gas dari bahan lapisan tipis ZnO dengan sistim larik menggunakan teknik D-C sputtering. Tujuan dari pembuatan sistem larik ini adalah untuk menyederhanakan sistem, memperkecil konsumsi daya dan untuk memperkecil tahanan lapisan tipis yang terbentuk. Untuk maksud tersebut sistem pemanas dibuat dari lapisan tipis emas dengan sistem larik dan ditumbuhkan pada salah satu sisi substrat Alumina (Al2O3), sedangkan sistim elektroda dari lapisan tipis emas juga dalam bentuk sistim larik ditumbuhkan pada sisi yang lainnya. Selanjutnya lapisan tipis ZnO ditumbuhkan diatas elektroda menggunakan teknik sputtering. Dari hasil pengujian sistem pemanas dari tegangan batery 1,5 Volt hingga 9 Volt diperoleh hasil suhu sebesar 295 oC yang merupakan suhu operasi sensor dicapai pada tegangan 4,5 Volt, sedangkan untuk tegangan pemanas 9 Volt, lapisan tipis pemanas mengelupas (rusak). Dari pengujian respon sensor untuk berbagai gas uji juga diperoleh hasil bahwa dengan sistem larik ternyata resistansinya juga semakin kecil, sebagai contoh resistansi untuk sistem satu larik sebesar 150MΩ sedangkan resistansi untuk sistim 3 larik sebesar 39MΩ. Berdasar uji sensitivitas sensor juga diperoleh hasil bahwa dengan jumlah larik yang lebih banyak ternyata sensor lebih sensitif. Dari hasil analisis strukturmikro menggunakan SEM teramati bahwa lapisan tipis ZnO yang terbentuk terdistribuasi secara merata pada permukaan substrat sedang ketebalan lapisan tipis dalam order 1,4 µm. Dari analisis unsur menggunakan EDX teramati bahwa lapisan yang terbentuk betul-betul senyawa ZnO dengan komposisi Zn = 80, 34 % massa dan O = 19,66 % massa. Dari analisa struktur kristal menggunakan XRD teramati bahwa lapisan tipis ZnO yang terbentuk merupakan polikristal dengan bidang-bidang kristal (110), (022), (101), (141), (211), (002) dan (301)
DEVELOPMENT OF NEW NANO COMPOSITE ELECTROLYTE Ag/AgI/Ag BY PVD TECHNIQUE E. Kartini; S. Nikmatin; S. Suminta; A. Handayani
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.043 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.2.4806

Abstract

DEVELOPMENT OF NEW NANO COMPOSITE ELECTROLYTE Ag/AgI/Ag BY PVD TECHNIQUE. A new composite electrolyte Ag/AgI/Ag has been developed by Physical capour deposition (PVD) technique. Ag have been deposited on both sides of the coin type- superionic conductor AgI with deposition times 30, 45 and 60 minutes. Several characterizations on deposited Ag/AgI/Ag such as the crystal structure, micro structure, hardness, density, and ionic conductivity have been performed by useing respectively, an X-Ray Diffractrometer, Scanning Electron Microscope/EDAX, Micro Hardness Tester, Pycnometer and Impedance Spectroscopy. The x-ray pattern at room temperaturer for deposited Ag/AgI/Ag does not show any phase transformation and the structure is dominated by γ-AgI, with the particle size is about 27.3 nm. There is a significant increase in ionic conductiviyu from 10-6 S/cm to 10-3 S/cm. The increase of the ionic conductivity is possibly due to the increasing number of Ag from 48.62% to 64.04% in the new composite Ag60'/AgI/Ag60' as comfirmed by the result from EDAX. The microstructure measured by SEM shows an expansion of the matrix AI after deposited by Ag. With increasing deposition time, the hardness increases, while the density descreases.
ADSORBEN MAGNETIK NANO KOMPOSIT Fe3O4-KARBON AKTIF UNTUK MENYERAP THORIUM Adel Fisli; Anis Ariyani; Siti Wardiyati; Saeful Yusuf
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 3: JUNI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.217 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.3.4671

Abstract

ADSORBEN MAGNETIK NANO KOMPOSIT Fe3O4-KARBON AKTIF UNTUK MENYERAP THORIUM. Penelitian ini dilakukan untuk membuat suatu adsorben magnetik yang akan digunakan untuk menyerap thorium dalam air limbah. Adsorben magnetik dibuat dari pencampuran karbon aktif dan larutan garamFe(III)/Fe(II) (rasio molar 2 : 1) dan ditambahkan larutan NaOH. Padatan dalam larutan dipisahkan dan dipanaskan pada suhu 100 oC dalam oven selama 2 jam. Padatan dikarakterisasi dengan X-Ray Diffractometer (XRD), Vibrating Sample Magnetic (VSM) dan Brunauer Emmett Teller (BET). Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa oksida besi fasa Fe3O4 berkelakuan super paramagnetik telah terbentuk di dalam komposit dan tertempel secara permanen pada permukaan karbon aktif. Jika komposit ini dimasukkan ke dalamair maka dapat dengan mudah dikumpulkan kembali menggunakan batanga nmagnet permanen sederhana.Uji adsorpsi terhadap thorium dengan variasi pH larutanmenunjukkan bahwa semakin tinggi pH larutanmaka efisiensi adsorpsi juga semakin tinggi. Pada pH > 7, kelarutan thoriumrendah sehingga dapat terserap secara maksimum. Hasil analisis adsorpsi isotermal dan Langmuir menunjukkan bahwa adanya partikel Fe3O4 pada struktur karbon aktif hampir tidak menurunkan kapasitas adsorpsi Thorium. Komposit karbon aktif-Fe3O4 dapat digunakan sebagai adsorben alternatif untuk pegolahan limbah cair mengandung thorium.
PENGARUH BEBERAPA JENIS DYE ORGANIK TERHADAP EFISIENSI SEL SURYA DYE SENSITIZED SOLAR CELL Dahyunir Dahlan; Helga Dwi Fahyuan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 2: JANUARI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.857 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.2.4359

Abstract

PENGARUH BEBERAPA JENIS DYE ORGANIK TERHADAP EFISIENSI SEL SURYA DYE SENSITIZED SOLAR CELL. Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh beberapa jenis dye organik, yaitu; dye dari kelopak bunga rosella, kulit buah manggis dan daging buah terung belanda terhadap efisiensi sel surya Dye Sensitized Solar Cell (DSC). DSC dibuat dengan menggunakan lapisan tipis TiO2  yang di sintesis dari prekursor TiCl4 dan methanol dengan penambahan CTAB. Lapisan TiO2 dianalisis menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM), dimana diperoleh fase dominan adalah anatase dengan ukuran kristal rata-rata 29,15 nm. Karakteristik I-V menunjukkan bahwa efisiensi pada penggunaan cahaya 300 lux terhadap dye dari kelopak bunga rosella, kulit buah manggis dan daging buah terung belanda berturut-turut adalah 1,67; 2,65; dan 1,12.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue