cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
ANALISIS KOROSI PADA PELAT BAJA BAHAN BAKU PEMBUATAN TANGKI PENYIMPANAN MINYAK MENTAH Koos Sardjono; M. Syahril
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 3: JUNI 2001
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jusami.2001.2.3.4893

Abstract

ANALISIS KOROSI PADA PELAT BAJA BAHAN BAKU PEMBUATAN TANGKI PENYIMPANAN MINYAK MENTAH. Korosi adalah proses alami yang terjadi pada material logam dan berinteraksi dengan lingkungan-agresif, serta mengakibatkan degradasi kekuatan pada material logam. Proses korosi sangat sulit dihindari, akan tetapi untuk menghambat laju korosi yang terjadi adalah dengan cara melakukan pencegahan. Pelat baja sebagai material teknik, dalam kasus ini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan tangki penyimpanan minyak mentah yang sering didatangkan dari mancanegara mengingat standar - mutu dari material tersebut belum diproduksi didalam negeri. Kasus yang dijumpai dilapangan menjelaskan bahwa, didalam perjalanan dari salah satu negara menuju Indonesia (Tanjung – Priok) dengan waktu perjalanan sekitar enam bulan, terlihat sejumlah material pelat baja terserang korosi. Penelitian di lakukan terhadap sampel pelat baja, guna mengetahui penyebab terjadinya korosi. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan, analisis komposisi kimia, metalografi, uji kekerasan, dan analisis produk korosi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material pelat baja sesuai dengan standar JIS - G3101. Material terkorosi dengan bentuk korosi lokal dan umum, akibat lingkungan yang agresif, hal ini dapat terjadi karena material pelat baja tidak menggunakan sistem proteksi.
PENGARUH IMPLANTASI ION TITANIUM NITRIDA TERHADAP SIFAT MEKANIK BIOMATERIALAISI 316L Sulistioso Giat S.; Soeharto Soeharto; Dian Ika Rahmawati; Tjipto Suyitno
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.066 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.4.4750

Abstract

PENGARUH IMPLANTASI ION TITANIUM NITRIDA TERHADAP SIFAT MEKANIK BIOMATERIALAISI 316L. Telah dilakukan analisis sifatmekanik dari material stainless steel AISI 316Lyang diimplantasi ion Titanium Nitrida (TiN) dengan variasi waktu implantasi 60 menit,90 menit dan 120 menit. Untukmengetahui bebanmaksimum yang diberikan pada sampel pada waktu uji lelah, maka dilakukan uji tarik dengan menggunakan 3 buah sampel sebelumsampel diimplantasi dengan ion TiN. Didapat rata-rata tegangan tarik maksimum adalah 69,543 kgf/mm2 (695,43 MPa), sedangkan rata-rata tegangan luluhnya adalah 63,852 kgf/mm2 (638,52MPa). Kemudian dilakukan uji lelah (fatique test) untuk melihat pengaruh perlakuan implantasi dengan TiN pada umur lelah dari AISI 316L, menggunakan metode rotating bending. Uji awal dari penentuan umur lelah, dilakukan uji lelah untuk waktu implantasi 0 menit,60 menit,90 menit dan 120 menit dengan beban 460 MPa. Hasil pengujian, umur leleh sesuai dengan waktu implantasi, adalah 15.567 cycles, 16.050 cycles, 21.950 cycles dan 19.100 cycles. Waktu implantasi yang menghasilkan umur lelah tertinggi adalah 90 menit. Kemudian dilakukan uji umur lelah untuk waktu implantasi 90 menit dengan beban 420MPa, 440 MPa, 460 MPa dan didapat hasil berturutan sebagai berikut 213.700 cycles, 83.433 cycles dan 21.853 cycles. Hasil uji kekerasan sebagai fungsi dari waktu implantasi 0 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit pada titik terluar adalah : 387 VHN, 440 VHN, 586 VHN dan 674 VHN. Dapat disimpulkan bahwa waktu implantasi untuk mendapatkan umur lelah terbaik adalah 90 menit, tapi untuk kekerasan sampel, semakin lama waktu implantasi maka sampel semakin keras.
MODIFIKASI SINTESIS DAN PENINGKATAN KARAKTERISTIK MAGNETIK NANOPARTIKELCORE/SHELLFe/Oksida Fe HASIL REAKSI REDUKSI BOROHIDRIDA. Mujamilah Mujamilah; Grace Tj Sulungbudi; Wildan Zakiyah Lubis; Agus Salim A
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 1: OKTOBER 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.414 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.14.1.4539

Abstract

MODIFIKASI SINTESIS DAN PENINGKATAN KARAKTERISTIK MAGNETIKNANOPARTIKELCORE/SHELLFe/Oksida Fe HASIL REAKSI REDUKSI BOROHIDRIDA.Telah dibuat nanopartikel berstruktur core/shell Fe/oksida Fe dengan nilai magnetisasi tinggi melalui tahapan reaksi reduksi FeCl 3 oleh reduktor Natrium Borohidrida (NaBH4), pencucian endapan dalam etanol, pemanasan 75oC dalam suasana vakum, dilanjutkan dengan proses oksidasi terkendali dengan pereaksi Trimethylamine N-Oxide (TMNO). Morfologi struktur nanopartikel core/shell dipelajari dari foto hasil pengamatan dengan Transmission Electron Microscope (TEM), sifat magnetik ditentukan dari kurva histeresis hasil pengukuran dengan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) dan fasa dianalisis dari pola difraksi sinar-X. Diperoleh bahwa karakteristik magnetik yang terbentuk dipengaruhi oleh kondisi proses pencucian untuk menghilangkan fasa sisa reaktan dan kondisi pemanasan untuk penyempurnaan reaksi pembentukan core. Pemanasan yang terlalu lama cenderung menurunkan sifat magnetik karena meningkatkan fasa-fasa minor FeB dan Fe2B. Pada tahapan oksidasi, selain pembentukan lapisan shell oksida Fe pada permukaan core Fe, juga terjadi proses reduksi fasa minor tersebut dan memberikan peningkatan sifat magnetik. Karakteristik optimal nanopartikel dengan ukuran kristalin ~ 8 nmdalampartikel core Fe berukuran < 30 nm dan shell oksida Fe setebal ~ 3 nmdenganmagnetisasi saturasi Ms ~ 130 emu/gram diperoleh pada proses sintesis dengan pencucian 15x diikuti pemanasan 4 jam.
MAGNETIC PROPERTIES OF THE TWO-LEG ZIG-ZAG LADDER IN QUANTUM SPIN SYSTEM NH4CuCl3 Teguh Yoga Raksa; Budhy Kurniawan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.841 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5252

Abstract

MAGNETIC PROPERTIES OF THE TWO-LEG ZIG-ZAG LADDER IN QUANTUM SPIN SYSTEM NH4CuCl3. Numerical analysis of the two-leg zig-zag ladder as a single chain with next-nearest neighbour interactions has been formulated by Cabra (1999) with the following Hamiltonian: Other formulation for two leg zig-zag ladder with dimmerized chains and coupling between the chains is as follow : From these formulations, we study the closing of the gap at zero magnetization by means of the fine—tuning mechanism and disappreance of the 1/2 plateau (gap) at finite by alternating dimerization of the chains along the rungs. We also described NH4CuCl3 under high magnetic fields in a two-leg system.
INDUKSI ANISOTROPI PADA MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B Erfan Handoko; A. Manaf
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.559 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5106

Abstract

INDUKSI ANISOTROPI PADA MATERIAL MAGNET SINTER Nd-Fe-B. Dalam makalah ini dibicarakan suatu studi pembangkitan sifat anisotropi magnet permanen Nd-Fe-B melalui aplikasi medan magnet luar pada tahapan preparasi bakalan.Material awal berupa ingot memiliki komposisi Nd15Fe77B8 (at.%) menjalani tahapan-tahapan proses metalurgi serbuk. Diawali dengan preparasi serbuk menggunakan Vibration Disk Mill dalam suasana miskin udara dengan waktu 5 detik, 10 detik, dan 60 detik. Medan magnet luar sebesar 0,1 T sampai dengan 0,5 T diberikan untuk proses penyearahan serbuk magnet pada tahapan pembuatan bakalan dalam arah paralel arah penekanan. Densifikasi sampel magnet dicapai setelah proses sintering pada 1080 oC dan annealing pada 600 oC selama 1 jam. Hasil pengukuran dengan XRD memastikan magnet memiliki fasa utama Nd2Fe14B baik untuk magnet isotrop maupun anisotrop. Observasi strukturmikro melalui mikroskop optik memastikan hadirnya fasa kedua namun dalam fraksi yang minor. Meskipun pola difraksi dari sampel magnet anisotrop tidak memperlihatkan adanya preferred orientation tetapi evaluasi sifat kemagnetan sampel isotrop dan anisotrop dengan VSM menghasilkan nilai yang berbeda. Terdapat peningkatan magnetisasi remanen dan energi produk maksimum pada sampel magnet yang dipreparasi di bawah pengaruh medan magnet luar pada tahapan pemadatan, memastikan sifat anisotropi telah berhasil dibangkitkan. Nilai remanen dan koersivitas tertinggi yang diperoleh dari magnet anisotrop adalah 0,75 T dan 634 kA.m-1 memberikan energi produk maksimum sebesar 112 kJ.m-3. Nilai ini masih jauh dari nilai optimalnya sehingga perbaikan dalam proses induksi anisotropi serta penghalusan ukuran butir fasa utama masih diperlukan.
PENGARUH BERAT MOLEKUL ADITIF POLIVINIL PIROLIDON TERHADAP KARAKTERISTIK MEMBRAN DATAR POLISULFON Syahril Ahmad
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.948 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4608

Abstract

PENGARUH BERAT MOLEKUL ADITIF POLIVINIL PIROLIDON TERHADAP KARAKTERISTIK MEMBRAN DATAR POLISULFON. Membran datar dari bahan polisulfon dibuat dengan menggunakan polivinil pirolidon yang mempunyai berat molekul 10 kDa dan 25 kDa sebagai aditif, dan dimetil asetamida dipakai sebagai pelarut. Pembuatan membran dilakukan secara pembalikan fasa menggunakan air sebagai koagulan. Fluks dan rejeksi dari kedua membran tersebut dibandingkan untuk mengetahui bagaimana pengaruh ukuran berat molekul aditif terhadap sifat membran. Hasil yang diperoleh memperlihatkan bahwa ukuran berat molekul yang dipakai dalam pembuatan membran mempengaruhi fluks dan rejeksi membran karena ukuran pori membran yang didapat berbeda.
PENGARUH PENAMBAHAN GARAM-GARAM LITHIUM TERHADAP SIFAT ELEKTROLIT POLIMER BERBASIS KITOSAN. Evi Yulianti; Sudaryanto Sudaryanto; Jadigia Ginting
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 3: APRIL 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.83 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.3.4231

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN GARAM-GARAM LITHIUM TERHADAP SIFAT ELEKTROLIT POLIMER BERBASIS KITOSAN. Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh penambahan berbagai jenis garam lithium terhadap sifat elektrolit polimer berbasis kitosan yang akan diaplikasikan pada baterai lithium isi ulang. Adapun jenis garam lithium yang ditambahkan adalah Li-Asetat, Li-Perklorat, LiPF6 dan Li-Triflat dengan komposisi yang sama. Pembuatan lembaran elektrolit polimer padat dilakukan dengan metode casting dengan penguapan perlahan di dalam oven. Karakterisasi lembaran elektrolit padat dilakukan menggunakan X-Ray Diffractometer (XRD), spektroskopi infra merah (FT-IR), spektrometer impedansi (LCR meter) dan pengukuran bilangan transfer ion. Hasil karakterisasi sinar X menunjukkan bahwa penambahan berbagai jenis garam lithium merusak kristalinitas kitosan. Pengukuran konduktifitas ionik memberikan hasil tertinggi pada penambahan garam Li-Perklorat, yang nilainya masih pada orde yang sama dengan penambahan garamLiPF6 dan Li-Triflat ~ 10-6 S/cm. Konduktivitas juga mengalami kenaikan dengan kenaikan suhu. Energi aktivasi terendah 0,016 eV dan bilangan transfer ion tertinggi ~ 0.5 diperoleh pada penambahan garam LiPF6
PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS a-SiGe-H DENGAN METODE PECVD DAN HWC-PECVD: PENGARUH LAJU ALIRAN GAS GeH4 TERHADAP SIFAT OPTOELEKTRONIK Mursal Mursal; I. Usman; T. Winata; Sukirno Sukirno; M. Barmawi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.742 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.4936

Abstract

PENUMBUHAN LAPISAN TIPIS a-SiGe-H DENGAN METODE PECVD DAN HWC-PECVD: PENGARUH LAJU ALIRAN GAS GeH4 TERHADAP SIFAT OPTOELEKTRONIK. Lapisan tipis a-SiGe-H telah berhasil ditumbuhkan dengan metode PECVD dan HWC-PECVD pada laju aliran gas GeH4 yang berbeda. Lapisan ditumbuhkan di atas substrat gelas corning 7059 dengan menggunakan campuran gas SiH4 dan GeH4, masing-masing dengan konsentrasi 10% dalam gas H2. Laju aliran gas GeH4 divariasikan dari 1 sccm hingga 3,5 sccm, sedangkan laju aliran gas SiH4 70 sccm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan tipis a-SiGe-H yang ditumbuhkan dengan metode HWC-PECVD memiliki koefisien absorpsi yang lebih tinggi dibandingkan dengan lapisan yang ditumbuhkan dengan metode PECVD. Celah pita optik lapisan tipis a-SiGe-H, baik yang ditumbuhkan dengan PECVD maupun HWC-PECVD menyempit akibat meningkatnya kandungan Ge dalam lapisan seiring dengan meningkatnya laju aliran gas GeH4 dari 1 sccm hingga 3,5 sccm. Sensitivitas penyinaran lapisan tipis a-SiGe:H yang ditumbuhkan dengan metode PECVD menurun, sebaliknya sensitivitas penyinaran lapisan yang ditumbuhkan dengan metode HWC-PECVD pada suhu filamen 800 0C mengalami peningkatan yang cukup berarti dengan meningkatnya laju aliran gas GeH4 dari 1 sccm hingga 2,5 sccm.
PELAPISAN PERMUKAAN KERAMIK DENGAN POLIMER EPOKSI AKRILAT MENGGUNAKAN IRADIASI UV Marsongko Marsongko
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 1: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.062 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.9.1.4787

Abstract

PELAPISAN PERMUKAAN KERAMIK DENGAN POLIMER EPOKSI AKRILAT MENGGUNAKAN IRADIASI UV. Penelitian pelapisan permukaan polimer epoksi akrilat pada keramik telah dilakukan dengan pengeringan menggunakan radiasi ultra-violet (UV). Bahan pelapis radiasi adalah resin epoksi akrilat dengan nama komersial Laromer EA 81 (oligomer epoksi akrilat dalam 20 %berat monomer heksandiol diakrilat) setelah dicampur dengan monomer tripropilen glikol diakrilat (TPGDA) dan fotoinisiator 2,2 dimetil-2-hidroksil asetofenon (Darocur 1173). Konsentrasi TPGDA dalam campuran divariasi menjadi 0 %berat; 5 %berat; 10 %berat; 15 %berat dan 20 %berat, sedangkan konsentrasi fotoinisiator 1 %berat campuran resin epoksi akrilat dan TPGDA. Iradiasi dilakukan menggunakan sumber radiasi UV dengan intensitas 80 watt/cm pada kecepatan konveyor 2 m/menit; 4 m/menit dan 5 m/menit. Parameter yang diamati meliputi kekerasan, adesi, ketahanan kikis, dan ketahanan terhadap bahan kimia, pelarut dan noda. Hasil pengukuran sifat-sifat lapisan menunjukkan bahwa lapisan hasil iradiasi mempunyai kekerasan pensil yang sama yaitu, 2H, kekerasan pendulum 193 detik hingga 206 detik, dan ketahanan kikis 10,5 % hingga 26,3 %. Pada umumnya pengukuran adesi menggunakan uji tarikmemberikan informasi bahwa adesi antara lapisan dan permukaan keramik lebih kuat dibanding kohesi bahan keramik sendiri, dan nilai tegangan tarik adalah 6,8 kg/cm2 sampai dengan 35,1 kg/cm2. Semua lapisan mempunyai ketahanan yang baik terhadap bahan kimia, pelarut dan noda kecuali terhadap natrium karbonat 1 %.
PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA SAWIT DENGAN METODE AKTIVASI KIMIA Singgih Hartanto; Ratnawati Ratnawati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 1: OKTOBER 2010
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2986.559 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2010.12.1.4588

Abstract

PEMBUATAN KARBON AKTIF DARI TEMPURUNG KELAPA SAWIT DENGAN METODE AKTIVASI KIMIA. Berlimpahnya tempurung kelapa sawit sebagai hasil samping dari industri minyak sawit mendorong keinginan untuk meningkatkan nilai ekonomi bahan tersebut yang selama ini hanya digunakan sebagai bahan bakar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemrosesan tempurung kelapa sawit menjadi karbon aktif. Bahan karbon aktif ini banyak digunakan dalam industri khususnya di bidang perminyakan, pengolahan air, industri gas, makanan dan minuman, obat-obatan dan industri kimia. Penelitian ini bertujuan untuk membuat karbon aktif dari tempurung kelapa melalui proses karbonisasi dan aktivasi secara kimia. Proses karbonisasi dilakukan pada suhu 300 oC, 450 oC dan 500 oC dengan waktu 1 jam, 1,5 jam, 2,0 jam, 2,5 jam dan 3 jam. Sedangkan proses aktivasi dilakukan dengan menggunakan aktivator NaOH, NaCl, dan HCl dengan konsentrasi 2 % dan aktivasi selama 1 jam, 2 jam dan 4 jam pada 500 oC. Proses karbonisasi menunjukkan hasil terbaik pada suhu 500 oC dan waktu 3 jam dengan kadar air 18 %, rendemen 23 %, zat yang mudah menguap 3 % dan kadar karbon terikat 61 %. Aktivasi dengan NaOH selama 4 jam menunjukkan hasil terbaik dengan kadar air arang aktif 3,6 % dan daya serap I2 851,8797 mg/g. Hasil Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan bahwa sebelum aktivasi pori yang terbentuk masih tertutup oleh pengotor-pengotor dan setelah aktivasi pori tersebut lebih terbuka sehingga luas permukaan adsorpsi menjadi lebih besar.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue