cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
PENGURANGAN KADAR ABU DAN SULFUR PADA BATUBARA SUB BITUMINUS DENGAN METODE AGLOMERASI AIR-MINYAK SAWIT Nukman Nukman; Suhardjo Poertadji
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 3: JUNI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.184 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.3.4839

Abstract

PENGURANGAN KADAR ABU DAN SULFUR PADA BATUBARA SUB BITUMINUS DENGAN METODE AGLOMERASI AIR-MINYAK SAWIT. Metode aglomerasi digunakan untuk mengurangi kadar abu dan sulfur pada batubara. Batubara Sub Bituminus dari Tanjung Enim Sumatera Selatan dengan kadar abu 6,5% dan sulfur total 0,32% digunakan sebagai bahan bakunya. Dengan menggunakan campuran air dengan minyak goreng sawit atau minyak sawit mentah (CPO) sebagai minyak aglomerasi, kadar abu turun menjadi 2,74% dan sulfur menjadi 0,26%.
PEMBUATAN ANODA Li4Ti5O12 DAN STUDI PENGARUH KETEBALAN ELEKTRODA TERHADAP PERFORMA ELEKTROKIMIA BATERAI ION LITHIUM Slamet Priyono; Mia Aulia Dhika; Kerista Sebayang
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 4: JULI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.4.4175

Abstract

PEMBUATAN ANODA Li4Ti5O12 DAN STUDI PENGARUH KETEBALAN ELEKTRODA TERHADAP PERFORMA ELEKTRO KIMIA BATERAI ION LITHIUM. Telah dilakukan pembuatan serbuk Li4Ti5O12 dan studi pengaruh ketebalan terhadap performa elektrokimia baterai ion lithium. Li4Ti5O12 disintesis dari bahan baku LiOH.H2O dan TiO2 dengan metode metalurgi serbuk. Lembaran elektroda dibuat dengan mencampurkan serbuk Li4Ti5O12 dengan PVDF, AB serta pelarut N-N,DMAC hingga menjadi lumpur dan dilapiskan pada Cu foil dengan variasi ketebalan 50 µm, 80 µm, dan 120 µm. Dari lembaran tersebut dibuat baterai setengah sel dengan menggunakan elektroda referensi metalik lithium dan elektrolit LiPF6. Karakterisasi yang dilakukan meliputi X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengetahui struktur kristal dan fasa serbuk dan performa setangah sel baterai dilakukan dengan uji Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS), Cyclic Voltammetry (CV) dan Charge/Discharge (CD). Dari hasil pengujian XRD menunjukkan ada dua fasa yang terbentuk, yaitu fasa Li4Ti5O12 sebesar 77,3 % dengan struktur kristal cubic dan fasa TiO2 rutile sebesar 22,7% dengan struktur kristal tetragonal. Hasil konduktivitas tertinggi pada lembaran anoda dengan menggunakan Electrochemical Impedance Spectroscopy (EIS) adalah 3,66 x 10-5 S/cm pada ketebalan 50 µm. Hasil CV menunjukkan semakin tipis lembaran anoda maka semakin cepat interkalasi dan de-interkalasi. Sedangkan, hasil CD menunjukkan bahwa ketebalan lapisan mempengaruhi nilai kapasitas spesifik, semakin tebal lapisan semakin menurun nilai kapasitas spesifiknya. Kapasitas sel baterai yang baik diperoleh pada ketebalan lapisan 50 µm, dengan kapasitas charge sebesar 146,6 mAh/g dan kapasitas discharge sebesar 146,09 mAh/g
Preface JUSAMI Vol. 20, No. 3, April 2019 Preface JUSAMI
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 3: APRIL 2019
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.482 KB)

Abstract

STRUCTURAL AND MAGNETIC PROPERTIES OF FE/SI MULTILAYER GROWN BY HELICON PLASMA SPUTTERING Setyo Purwanto; Isao Sakamoto; M. Koike; H. Tanoue
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.147 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5201

Abstract

STRUCTURAL AND MAGNETIC PROPERTIES OF FE/SI MULTILAYER GROWN BY HELICON PLASMA SPUTTERING. Helicon plasma sputtering method has been used to grown the Fe/Si multilayer (MLs) with various thickness of Silicon spacer around 0.5 ~ 2nm for Fe thickness fixed at 2nm in order to investigated the antiferromagnetic coupling behaviour. Also we grown the MLs with various Fe thickness around 2-5nm for Silicon spacer fixed at tSi =l nm and l.5nm. Present study found that in case of Silicon spacer thickness tSi= l nm multilayer film exhibit antiferromagnetically ordering, beside this thickness the MLs are ferromagnetic. The maximum magnetoresistance ratio is 0.22%, it appears at the Fe thickness tFe=3nm and Si thickness tSi=l nm.
KAJIAN STRUKTUR KRISTAL DAN DIELEKTRISITAS NANOPARTIKEL MAGNETITE BERBASIS PASIR BESI DOPING Zn2+ HASIL SINTESIS METODE KOPRESIPITASI Ahmad Taufiq; S. Bahtiar; Sunaryono Sunaryono; Nurul Hidayat; A. Fuad; M. Diantoro; Arif Hidayat; Suminar Pratapa; Darminto Darminto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.26 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.2.4722

Abstract

KAJIAN STRUKTUR KRISTAL DAN DIELEKTRISITAS NANOPARTIKEL MAGNETITE BERBASIS PASIR BESI DOPING Zn2+ HASIL SINTESIS METODE KOPRESIPITASI. Nanopartikel Fe3O4 berbasis pasir besi doping ion Zn2+ telah berhasil disintesis melalui metode kopresipitasi pada suhu rendah. Bahan-bahan yang digunakan adalah pasir besi sebagai bahan utama, ZnCl2, HCl dan NH4OH. Karakterisasi dilakukan menggunakan X-Ray Flourescence (XRF), X-Ray Diffraction (XRD) dan kapasitansi meter digital AD5822. Hasil uji XRF menunjukkan bahwa komposisi unsur sampel sesuai dengan stoikiometri. Identifikasi fasa menggunakan sotware High Score Plus dan DDView+PDF2 menunjukan bahwa seluruh sampel terbentuk dalam fasa spinel kubik. Hasil analisis refinement menggunakan sofware Reitica menunjukkan semakin banyak doping ion Zn2+ pada Fe3O4, nilai parameter kisi kristal juga meningkat dengan ukuran kristal berorde nanometer. Hal ini sebagai konsekuensi dari pengaruh ukuran jari-jari ion Zn2+ yang menggantikan ion Fe2+. Sementara hasil uji dielekrisitas menunjukkan dengan meningkatnya doping ion Zn2+ pada Fe3O4, nilai dielektrisitasnya juga meningkat. Mekanisme ini adalah fenomena polarisasi ionik sebagai akibat dari menurunnya volume kristal dan jarak antar atom, sehingga momen dipol semakin besar.
PENGGUNAAN COMPATIBILIZER UNTUK MENINGKATKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI, FISIK DAN MEKANIK PLASTIK BIODEGRADABEL BERBAHAN BAKU PATI TERMOPLASTIK-LLDPE Waryat Waryat; M. Romli; A Suryani; I Yuliasih; S Johan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3: APRIL 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.233 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.3.4417

Abstract

PENGGUNAAN COMPATIBILIZER UNTUK MENINGKATKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI, FISIK DAN MEKANIK PLASTIK BIODEGRADABEL BERBAHAN BAKU PATI TERMOPLASTIK-LLDPE. Plastik sebagai kemasan suatu produk sudah banyak dipakai dan digunakan dalamkurunwaktu lama.Namun, limbah plastik tersebut dapatmenimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan plastik sulit untuk terdegradasi olehmikroorganisme. Usaha untukmengurangi ketergantungan terhadap plastik salah satunya adanya penggunaan plastik ramah lingkungan dari bahan baku yang dapat diperbaruhi dengan metode blending. Permasalahan yang dihadapi dalampembuatan plastik biodegradabel berbahan baku campuran antara bahan alami dan sintetis adalah tidak kompetibel antara kedua bahan tersebut karena bahan alami bersifat hidrofilik/polar dan bahan sintetis bersifat hidrofobik/non polar. Untuk meningkatkan kompatibilitas antara kedua campuran itu perlu bahan ditambahkan seperti compatibilizer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan compatibilizer terhadap sifat fisik danmekanik plastik biodegradabel berbahan baku campuran pati termoplastik dan Linear Low Density PolyEthylene (LLDPE). Penelitian ini dibagimenjadi dua tahap yaitu pembuatan pati termoplastik dan pembuatan plastik biodegradabel. Parameter yang diamati adalah morfologi permukaan plastik, kecepatan alir, densitas, titik leleh dan sifat mekanik. Struktur morfologi permukaan plastik biodegradabel LLDPE menjadi lebih kompatibel dan homogen dengan penggunaan compatibilizer dengan ditandai menyebarnya pati termoplastik (TPS) ke matriks polimer. Compatibilizer berperan sebagai penghubung bahan yang berbeda karakteristik antara LLDPE yang bersifat hidrofobik dan TPS yang bersifat hidrofilik. Penggunaan compatibilizermenjadikan plastik biodegradabel lebih kompatibel dan homogen serta dapat meningkatkan sifat fisik dan mekanik. Compatibilizer mampu meningkatkan adhesivitas permurkaan antara LLDPE dan TPS. Hal tersebut ditandai dengan kecenderungan meningkatnya karakteristik fisik dan mekanik plastik biodegrdabel dengan meningkatnya pemberian compatibilizer.
KARAKTERISASI SIFAT INTRINSIK RING YBa2Cu3O7-x TANPA DAN DENGAN BAHAN ADITIF PVA Yustinus Purwamargapratala; Wisnu Ari Adi; Engkir Sukirman; Didin S. Winatapura
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.357 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5079

Abstract

KARAKTERISASI SIFAT INTRINSIK RING YBa2Cu3O7-x TANPA DAN DENGAN BAHAN ADITIF PVA. Telah dilakukan karakterisasi sifat intrinsik ring YBa2Cu3O7-x tanpa dan dengan bahan aditif PVA. Ring tanpa aditif PVA mengalami kerusakan (patah) setelah beberapa bulan disimpan. Stuktur mikro, struktur kristal dan sifat listrik ring YBa2Cu3O7-x yang rusak dianalisis berturut-turut dengan SEM (EDAX), XRD dan probe empat titik. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada ring yang patah terdapat unsur Y, Ba dan Cu dengan perbandingan mol berturut-turut 1 : 2 : 3. Puncak-puncak difraksi dari ring yang patah bersesuaian dengan puncak-puncak difraksi fasa-123. Suhu transisi kritis Tc ring sebelum dan sesudah patah relatif tidak berubah yaitu sekitar 91 K. Analisis dengan SEM menunjukkan adanya retakan-retakan mikro (micro cracks) di dalam ring yang patah. Disimpulkan bahwa sifat intrinsik superkonduktor pada ring yang patah tidak berubah. Kemungkinan penyebab terjadinya patahan adalah akibat proses kompaksi yang tidak sempurna. Penambahan PVA sampai 30 % berat sebagai bahan aditif dalam proses kompaksi menyebabkan ring tidak patah dan bebas dari retakan-retakan mikro, dan sifat intrinsik superkonduktor tidak berubah.
ALIRAN GAYANORMALAKIBAT BEBAN SUHU DENGAN MENGGUNAKAN HUBUNGAN ELASTOMEKANIS YANG MENINJAU KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS LAMINAT Darwin Sebayang
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 3: JUNI 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.507 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2003.4.3.4874

Abstract

ALIRAN GAYANORMALAKIBAT BEBAN SUHU DENGAN MENGGUNAKAN HUBUNGAN ELASTOMEKANIS YANG MENINJAU KOEFISIEN PERPINDAHAN PANAS LAMINAT. Hubungan elastomekanis merupakan salah satu persamaan yang diperlukan untuk menyelesaikan persamaan silinder. Di sini diturunkan persamaan elastomekanis yang meninjau koefisien perpindahan panas. Hal ini berguna untuk mempermudah perhitungan gaya dalam akibat beban termis. Untuk meneliti kesahihan hubungan elastomekanis tersebut maka hasil yang diperoleh dibandingkan dengan hasil yang diperoleh dengan menggunakan hubungan elastomekanis konvensional.
PENGARUH IMPLANTASI ION ARGON PADA STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA AISI 430 UNTUK BAHAN STRUKTUR REAKTOR. Agus Hadi Ismoyo; B. Bandriyana; Parikin Parikin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 2: JANUARI 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.721 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.2.4208

Abstract

PENGARUH IMPLANTASI ION ARGON PADA STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN BAJA AISI 430 UNTUK BAHAN STRUKTUR REAKTOR. Rekayasa permukaan dengan teknik implantasi ion argon (Ar+) dapat meningkatkan sifat bahan terutama kekerasannya. Implantasi ion argon ini dilakukan pada baja komersial AISI 430 untuk aplikasi bahan komponen reaktor. Perubahan struktur mikro dan kekerasan setelah implantasi diteliti untuk analisis perubahan sifat mekanik bahan. Proses implantasi ion dilakukan pada energi percepatan sebesar 100 keV dengan arus ion 10mA dan waktu implantasi divariasi 30, 60 dan 90menit. Pengamatan struktur mikro dan fasa dilakukan dengan pengujian mikroskop optik dan uji XRD (X-ray diffraction), sedang pengujian kekerasan dilakukan dengan metode pengukuran Vickers. Hasil uji mikroskop optik menunjukkan terjadi proses difusi ion argon ke permukaan baja komersial AISI 430 dengan kedalaman difusi sekitar 0, 5 mikron untuk waktu implantasi 60 menit dan 2 mikron untuk 90 menit implantasi. Hasil uji XRD untuk sampel sebelum dan sesudah implantasi menunjukkan identifikasi refleksi puncak bidang (110), (200) dan (211) berturutan muncul pada sudut difraksi 2θ= 44,57°; 64,86° dan 82,11°. Implantasi ion tidak menumbuhkan puncak dan fasa baru yang menunjukkan hanya terjadi proses substitusi dan bukan interstisi argon terhadap atombesi atau atom krompada kisi kristal BCC. Hal ini disebabkan karena jari-jari atomargon 0,987 Å hampir sama dengan jari-jari kovalen besi yaitu 1,17 Å seperti ini ditunjukkan pada pergeseran sudut difraksi. Perubahan kekerasan terjadi pada proses implantasi sesuai dengan dosis ionArgonmelalui penambahan waktu implantasi.Nilai kekerasan bajameningkat setelah diimplantasi ion argon, semakin lama proses implantasi semakin tinggi kekerasannya.Mula-mula saat baja komersialAISI 430 diimplantasi dengan ion argon selama 30 menit kekerasannya adalah 190,78 HV, kemudian setelah baja komersial AISI 430 diimplantasi dengan ion argon selama 60 menit kekerasannya menjadi 222,53 HV dan setelah baja komersial AISI 430 diimplantasi dengan ion argon selama 90 menit kekerasannya menjadi 241,46 HV.
ANALISIS STRUKTUR KONDUKTOR SUPERIONIK Agl PADA BERBAGAI SUHU DENGAN METODA RIETVELD Supandi Supandi; Evvy Kartini
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1264.655 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2001.2.2.4902

Abstract

ANALISIS STRUKTUR KONDUKTOR SUPERIONIK Agl PADA BERBAGAI SUHU DENGAN METODA RIETVELD. Analisis struktur konduktor superionik Agl pada berbagai suhu telah dilakukan. Analisis dilakukan dengan metoda Rietveld menggunakan program Rietan, menggunakan beberapa parameter dan penghalusan (refinement) model campuran dua fasa β dan γ pada suhu 300K dan 302K, campuran tiga fasa β, α dan γ pada suhu 433K dan fasa α pada suhu 544K. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa cuplikan garam Agl setelah dianil terjadi peningkatan fasa β dari 84,51% menjadi 98,03% dan penurunan fasa impuritas y dari 15,49% menjadi 1,97 %. Kerapatan (density) atom dalam sel satuan untuk fasa β (Agl_300K) lebih besar yakni 5,450 g/cm3 dibanding dengan fasa β (AgI_302K) yakni 5,3702 g/cm3. Hal ini menunjukkan adanya structural rearrangement, atau penempatan posisi atom Ag yang lebih teratur pada saat pendinginan. Cuplikan garam AgI_433K (suhu transisi rata-rata) terjadi peningkatan pertumbuhan fasa α: dan penurunan fasa β serta sedikit fasa impuritas γ. Hasil penghalusan AgI_433K, menghasilkan perbandingan fraksi berat fasa β : α : γ adalah 43,03% : 54,25% : 2,72%. Hasil pengamatan garam Agl pada suhu 544K menunjukkan terbentuknya fasa α. yang telah stabil. Proses anil pada konduktor superionik Agl sebagai garam dopan memberikan hasil produk yang lebih baik dan disarankan proses anil perlu dilakukan sebelum bahan tersebut digunakan.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue