cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
PULP TERIRADIASI SEBAGAI BAHAN RAYON VISKO SAYANG RAMAH LINGKUNGAN. Gatot Trimulyadi Rekso; Adjat Sudradjat
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 3: APRIL 2016
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.434 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2016.17.3.4191

Abstract

PULP TERIRADIASI SEBAGAI BAHAN RAYON VISKO SAYANG RAMAH LINGKUNGAN. Telah dilakukan penelitian pembuatan rayon viskosa ramah lingkungan dengan teknik iradiasi. Tujuan penelitian ini adalah membuat serat rayon dari pulp yang di iradiasi, agar proses xantasi mempergunakan larutan CS2 dengan konsentrasinya yang lebih rendah. Pulp yang digunakan bentuk lembaran dan iradiasi menggunakan mesin berkas elektron 2 MeV dengan dosis 3 kGy, 5 kGy, 10 kGy, 15 kGy dan 20 kGy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pulp yang diiradiasi dapat dibuat rayon viskosa dengan konsentrasi larutan xantasi CS2 sebesar 20%(v/v) dan 25%(v/v). Dosis iradiasi sampai dengan 10 kGy menghasilkan serat rayon yangmemenuhi rayon standar dengan bertambahnya dosis iradiasi dari 3 kGy sampai 10 kGy akan menurunkan sifat fisik serat rayon yang dihasilkan. Dosis iradiasi terbaik untuk pembuatan serat rayon adalah pulp yang di iradiasi dengan dosis 5 kGy.
PEMANTULAN DAN PEMBIASAN GELOMBANG ELEKTROMAGNET HARMONIK PERTAMA (FHEM) TERPOLARISASI-S DI BIDANG BATAS BAWAH BAHAN ANTIFEROMAGNETIK FeF2 PADA KONFIGURASI VOIGT Taufik Nurrohman; Roniyus M. S.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 1: OKTOBER 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.352 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2003.5.1.5217

Abstract

PEMANTULAN DAN PEMBIASAN GELOMBANG ELEKTROMAGNET HARMONIK PERTAMA (FHEM) TERPOLARISASI-S DI BIDANG BATAS BAWAH BAHAN ANTIFEROMAGNETIK FeF2 PADA KONFIGURASI VOIGT. Telah dilakukan analisis teoretis mengenai pemantulan dan pembiasan gelombang elektromagnet harmonik pertama (FHEM) terpolarisasi-s di bidang batas bawah bahan antiferomagnetik FeF2 pada konfigurasi Voigt. Dari penelitian ini didapatkan informasi bahwa reflektansi (R) dan transmitansi (T) gelombang elektromagnet harmonik pertama di bidang batas bawah memiliki sifat tak resiprokal terhadap perubahan tanda HO (medan magnet konstan terpasang dari luar) maupun terhadap perubahan tanda sudut Φ(sudut tiba gelombang datang), sama seperti sifat-sifat yang diperoleh di bidang batas atas. Selain itu diperoleh juga relasi V1(Ho) = V2(-Ho) dan V1(Φ) = V2(-Φ) dengan V1 dan V2 berturut-turut adalah R dan T di bidang batas atas dan bidang bawah.
SINTESIS Gd-DTPA-FOLAT UNTUK MAGNETIC RESONANCE IMAGING CONTRAST AGENT DAN KARAKTERISASINYA MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOAKTIF 153Gd-DTPAFOLAT Adang H. G; Yono S.; Maskur Maskur
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.778 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.4.4739

Abstract

SINTESIS Gd-DTPA-FOLAT UNTUK MAGNETIC RESONANCE IMAGING CONTRAST AGENT DAN KARAKTERISASINYA MENGGUNAKAN PERUNUT RADIOAKTIF 153Gd-DTPAFOLAT. Senyawa kontras digunakan untuk memperjelas gambaran dari organ yang sukar dibedakan melalui teknik pencitraan Magnetic Resonance Imaging (MRI), khususnya pada jaringan lunak sistemsaraf pusat, hati, pencernaan, lymphatic system, payudara, kardiovaskular dan paru. Senyawa kontras yang digunakan di rumah sakit pada saat ini adalah Gadolinium-DieThylenetriaminePentaacetic Acid (Gd-DTPA). Gd-DTPAmerupakan senyawa kontras yang tidak spesifik, oleh karena itu hal tersebut menimbulkan gagasan untukmengembangkan senyawa kontras yang mampu mencapai target tanpa menyebabkan kerugian pada sel-sel normal disekitarnya. Asamfolat merupakan vitamin yangmurah, aman, spesifik dan dapat digunakan sebagai drug delivery. Dalam penelitian ini telah dilakukan pengembangan targeted contrast agent MRI dengan pembawa asam folat yang diikatkan dengan logam Gd dan ligand DTPA. Karena Gd-DTPA-folat merupakan senyawa non aktif, maka karakterisasi Gd-DTPA-folat dilakukan menggunakan senyawa radioaktif 153Gd-DTPA-folat yang diperoleh dari reaksi DTPA-folat dengan radionuklida 153Gd. Hasil optimasi sintesis 153Gd-DTPA-folat diperoleh pada perbandingan mol DTPA-folat terhadap Gd = 20 : 1 dan memberikan hasil kemurnian radiokimia > 90 %. Identifikasi terhadap produkGd-DTPA-folat dilakukan menggunakan alat Spektrofotometer Fourier Transform- Infra Red (FT-IR) dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan cara membandingkan Gd-DTPA-folat hasil sintesis dengan zat asalnya yaitu asam folat dan EDA-folat. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa senyawa yang disintesis adalah Gd-DTPA-folat.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Hidrolisis Asam Sulfat Terhadap Sifat Me-kanik Plastik Selulosa Teregenerasi dari Kapas Limbah Tekstil dengan Pelarut NaOH/Urea Raden Reza Rizkiansyah; Mardiyati Mardiyati; Steven Steven
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 3: APRIL 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.3.4264

Abstract

Selulosa merupakan polimer alami dengan ketersediaan yang paling melimpah yang berpotensi untuk direkayasa menjadi suatu plastik biodegradable. Selulosa teregenerasi merupakan suatu material yang dibentuk dengan cara melarutkan selulosa dalam suatu palarut tertentu dan dicetak. Dalam penelitian ini, kapas limbah dari industri tekstil digunakan sebagai sumber selulosa. Kapas pada dasarnya memiliki kandungan selulosa yang sangat tinggi, yakni sekitar 86-98%. Selulosa diekstrak dari kapas limbah dengan hidrolisis asam sulfat dengan konsentrasi divariasikan pada 0,5; 1; 1,5; dan 0,5 M dengan temperatur 100°C selama 2 jam. Selulosa teregenerasi dibuat dengan melarutkan selulosa pada larutan NaOH 7%/Urea 12% dan dibentuk dengan metode solution casting. Berat molekul selulosa diukur dengan metode berat molekul rerata viskositas dengan viskometer Ubbelohde. Karakterisasi yang dilakukan menunjukkan peningkatan konsentrasi asam sulfat yang digunakan menyebabkan penurunan berat molekul selulosa yang terekstraksi. Berat molekul selulosa yang digunakan akan turut berpengaruh terhadap sifat mekanik dari plastik yang dihasilkan. Sifat optimum selulosa teregenerasi yang dihasilkan diperoleh dari selulosa dengan berat molekul 2.73 x 104 g/mol dari hasil hidrolisis 0,5 M, yang dimana memiliki kekuatan tarik, persen elongasi dan modulus masing-masing sebesar 49,24 MPa; 0.92 %; dan 11.39 GPa dengan densitas sebesar 1.53 g/cm3.
SIFAT MAGNETISASI DISEKITAR TITIK KOMPENSASI DARI SISTEM LAPISAN TIPIS GdFeCo/GdFe Trimardji Atmono; Yunanto Yunanto; Karl-Heinz Otto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.316 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5244

Abstract

SIFAT MAGNETISASI DISEKITAR TITIK KOMPENSASI DARI SISTEM LAPISAN TIPIS GdFeCo/GdFe. Telah dilakukan penelitian sifat magnetisasi dari sistem lapisan tipis GdFeCo/GdFe yang merupakan gabungan logam tanah jarang dan logam peralihan. Lapisan tipis magnetik tersebut dihasilkan dengan metode Sputtering pada frekuensi radio 13,56 MHz, sebagai Sputtergas adalah gas mulia Argon. Sifat-sifat magnetik diteliti dengan pengukuran pemutaran bidang polarisasi menggunakan Kerr-Magnetometer, pengukuran magnetisasi dengan Vibrating Sample Magnetometer. Untuk meneliti sifat anisotropi dipergunakan Torque magnetometer. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya dinding yang muncul diantara 2 lapisan tunggalnya. Tenaga yang terkandung di dalam sekat tersebut tergantung dari temperatur serta terkolerasi langsung dengan anisotropi magnetik. Pada temperatur kompensasi, tenaga dinding tidak teramati, diskontinuitas, dan kemudian muncul lagi sebelum dicapai suhu Curie. Switching field HS yang merupakan gaya koersitiv dari lapisan ganda tergeser dari gaya koersitiv Hc sesuai dengan besamya tenaga. Sputtergas berpengaruh langsung terhadap sifat magnetik tersebut, terutama besamya tekanan yang sangat menentukan terjadinya pembalikan arah EA dari lapisan tipis pada suhu tertentu. Bahkan pada tekanan tertentu terjadi perubahan arah easy-axis, dari in—plane ke perpendicular, melalui efek stress/strain. Pemutaran bidang polarisasi menghasilkan efek Kerr yang cukup besar, mencapai 40 menit, yang kemungkinan disebabkan oleh enhance dari lapisan SiNx melalui efek antireflection.
PENGARUH KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL PADA SINTESIS MIKROSFER BERBASIS POLILAKTAT DENGAN METODE ULTRASONIK. Indra Gunawan; Sudaryanto Sudaryanto; Tri Darwinto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.063 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5098

Abstract

PENGARUH KONSENTRASI POLIVINIL ALKOHOL PADA SINTESIS MIKROSFER BERBASIS POLILAKTAT DENGAN METODE ULTRASONIK. Telah dilakukan sintesis mikrosfer berbasis polimer polilaktat (PLA) dengan menggunakan teknik ultrasonik. Mikrosfer berbasis polimer biodegradable PLA dapat digunakan sebagai bahan pengungkung radiofarmaka (drug delivery) yang dapat digunakan untuk terapi tumor. Proses emulsifikasi dilakukan dengan mencampurkan larutan PLA di dalam kloroform pada konsentrasi 3% b/v dengan larutan polivinil alkohol di dalam air sebagai larutan pengemulsi yang diragamkan pada konsentrasi 7,5%; 5,0%; 3,0% dan 2,5%b/v dengan menggunakan ultrasound bath selama 30 menit. Tahapan evaporasi dilakukan dengan mencampur sistem emulsi yang diperoleh menggunakan motor pengaduk pada kecepatan tetap 1000 rpm selama 60 menit. Hasil yang diperoleh menunj ukkan bahwa ukuran dan bentuk mikrosfer dipengaruhi oleh konsentrasi larutan pengemulsi. Hasil karakterisasi menggunakan simultaneous thermal analyzer menunjukkan bahwa bahan mikrosfer terbentuk memiliki sifat tahan panas yang tidak dipengaruhi oleh parameter proses sintesis. Karakterisasi sifat kekristalinitasan bahan dilakukan dengan menggunakan x-ray difiractometer menunj ukkan bahwa bahan mikrosfer hasil sintesis memiliki derajat kristalinitas relatif tinggi, sehingga mikrosfer terbentuk dimungkinkan tidak mengalami kerusakan ketika dilakukan iradiasi.
PHASE TRANSITION IN Fe3O4 /Fe2O3 NANOCOMPOSITES BY SINTERING PROCESS Muhammad Ghufron; Malik Anjelh Baqiya; Mashuri Mashuri; Triwikantoro Triwikantoro; Darminto Darminto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.134 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.2.4600

Abstract

PHASE TRANSITION IN Fe3O4/Fe2O3 NANOCOMPOSITES BY SINTERING PROCESS. Fe3O4 powders have been successfully produced by using coprecipitation method. The characterization using X-Ray Diffraction method resulted in the size of Fe3O4 powders of 9.1 ± 0.3 nm. Samples were then formed into pellete and powders. Heat treatment at temperature 600 oC of powder samples for 1 hour and 2 hours give maghemite and hematite phases, but heat treatment at temperature 700-800 oC for 1 hour, 2 hours and 3 hours give only one phase namely hematite. Heat treatment at temperature 600 oC, 700 oC and 800 oC of pelletes for 1 hour, 2 hours and 3 hours give also only one phase which is hematite. Quantitative analysis using MAUD program resulted in Fe3O4/Fe2O3 composites with changing crystal size at increasing temperature.
VARIASI KOMPOSISI NANO HIDROKSIAPATIT PADA POLY(1,8-OCTANEDIOL-COCITRATE) (POC) SEBAGAI BIODEGRADABLE BONE SCREW Fitriyatul Qulub; Prihartini Widiyanti; Jan Ady
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 4: JULI 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.915 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.16.4.4223

Abstract

VARIASI KOMPOSISI NANO HIDROKSIAPATIT PADA POLY(1,8-OCTANEDIOL-COCITRATE) (POC) SEBAGAI BIODEGRADABLE BONE SCREW . Tingginya kasus fraktur tulang sekitar 300-400 ditangani dengan metode fiksasi interna menggunakan bone screw. Diperlukan inovasi biomaterial yang memiliki sifat utama biodegradabel agar tidak memerlukan reoperation dan biokompatibel terhadap jaringan tubuh. Telah dilakukan penelitian mengenai variasi komposisi nano hidroksiapatit (HA) berasal dari ekstrak sisik ikan kakap pada Poly (1,8-octanediol-Co-Citrate) (POC) sebagai Biodegradable Bone Screw. Penelitian ini bertujuan mensintesis POC dan mengkarakterisasi pengaruh komposisi HA terhadap sifat mekanik dan biokompatibilitas komposit POC-HA. Sintesis POC dilakukan dengan metode polimerisasi kondensasi, terbentuk ikatan ester gugus C=O stretch pada 1731 cm-1 melalui uji gugus fungsi dari POC pra polimer. Pra polimer POC dikompositkan dengan nano-HA pada variasi komposisi 62%,65%,68%dan 71%, dilanjutkan perlakuan postpolymerization. Komposit POC-HA dilakukan karakterisasi uji kekerasan dan uji degradasi. Hasil pengujian menunjukkan komposisi nanopartikel HA memberikan pengaruh sifat mekanik dan biokompatibilitas. Seluruh sampel memiliki kuat tekan berkisar 3,64-9,56 MPa sesuai dengan kuat tekan tulang cancellous manusia (2-12 MPa). Melalui analisis Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy (EDX), uji degradasi sampel terbukti kebioaktifitasan mineral apatit sebesar 7,5% (At%) dan terputusnya rantai C-X dari polimer POC sebesar 5,95% (At%) selama 4 minggu inkubasi dalam Simulated Body Fluid (SBF). Berdasarkan hasil karakteristik penelitian ini, komposit POC-HAberpotensi sebagai kandidat biodegradable bone screw.
UJI PRODUKSI KARET TENSIMETER BE BAS NITROSAMIN DAN PROTEIN ALERGEN DALAM SKALA PABRIK Marga Utama; Herwinarni Herwinarni; Made Sumarti; Siswanto Siswanto; Suharyanto Suharyanto; Yoharmus Yoharmus; Bambang Handoko; Heru Sundaru; Teguh Haryono; H. M. Muklis
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 1: OKTOBER 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1228.165 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4920

Abstract

UJI PRODUKSI KARET TENSIMETER BE BAS NITROSAMIN DAN PROTEIN ALERGEN DALAM SKALA PABRIK. Karet untuk tensimeter (Sphygmomanometer) berupa : bladder, balon, dan selang dari lateks alam iradiasi, telah diproduksi dalam skala pabrik di PT. Sugih Instrumendo Abadi, Padalarang dengan cara: Kompon lateks alam iradiasi dibuat dengan cara, lateks pekat divulkanisasi radiasi dengan sinar γ 6OCo pada dosis 25 kGy, dan kadar normal butil akrilat 3 psk (per seratus bagian berat karet), kemudian dibubuhi anti oksidan, dan dibuat karet tensimeter (bladder, balon, dan selang) dengan teknik pencelupan penggumpalan. Tiga faktor penting yaitu : suhu pemanasan (90 dan 100°C), waktu pemanasan (4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, dan 24 jam), dan teknik pencucian (air, larutan amoniak, larutan KOH) dan sifat fisik mekanik film karet (modulus, tegangan putus, perpanjangan putus dan kekerasan) telah dievaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanasan 90°C, dengan waktu 8 jam kemudian dicuci dengan larutan amonia atau larutan 0,5% amonia atau KOH selama 30 menit dan direndam 24 jam, merupakan kondisi optimum proses. Pada kondisi optimum tersebut, diperoleh film karet yang memiliki tegangan putus sebesar 24 MPa, modulus 600% sebesar 2,0 MPa, perpanjangan putus sebesar 1000% dan kekerasan sebesar 30 Shore A, dengan kadar protein terekstrak 72-11O μg/g dan kadar nitrosamina adalah nol. Nilai absorbansi ELISA dengan serum manusia peka protein alergen adalah 0% (negatip), bahkan respon serum karet tersebut terhadap kulit melalui uji SPT (spine prick test = uji tusuk pada kulit) adalah 0 (negatip), yang berarti karet untuk tensimeter tersebut bebas nitrosamina dan protein alergen.
STUDI PENDAHULUAN PEMBUATAN PADUAN LOGAM La DAN B MENGGUNAKAN PROSES BASAH Muhadi Ayub Wasitho
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 1: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.016 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.9.1.4777

Abstract

STUDI PENDAHULUAN PEMBUATAN PADUAN LOGAM La DAN B MENGGUNAKAN PROSES BASAH. Telah dilakukan pembuatan paduan logam La dan B dengan proses basah menggunakan asam borat dan La oksida sebagai umpan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa proses basah (sol-gel) dapat digunakan dalam pembuatan paduan logam La dan B serta untuk mengetahui pengaruh asam sitrat terhadap proses sol-gel. Gel yang terbentuk dikalsinasi secara bertahap dari suhu 400 oC hingga 900 oC dengan waktu pemanasan selama 1 jam. Setelah proses kalsinasi sampel dikarakterisasi struktur kristalnya menggunakan alat X-Ray Difractometer (XRD). Hasil pengujian XRD menunjukkan bahwa terjadi perubahan pola difraksi pada bahan dengan suhu kalsinasi yang berbeda. Pada suhu kalsinasi 500 oC hingga 800 oC struktur kristal masih berbentuk amorf. Pada suhu kalsinasi 900 oC telah terbentuk struktur kristal LaB6 dalam jumlah yang relatif kecil, terletak pada 2θ (deg) 21,797; 43,249; 48,356 dengan (I/I0) 56; 73; 65. Dari hasil foto SEM pada suhu kalsinasi 900 oC mulai terbentuk struktur kristal yang homogen

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue