cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
PENGARUH RASIO MASSA KITIN/NaOH DAN WAKTU REAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK KITOSAN YANG DISINTESIS DARI LIMBAH INDUSTRI UDANG KERING Ahmad Fadli; Drastinawati Drastinawati; Ongky Alexander; Feblil Huda
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 2: JANUARI 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.34 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2017.18.2.4166

Abstract

PENGARUH RASIO MASSA KITIN/NaOH DAN WAKTU REAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK KITOSAN YANG DISINTESIS DARI LIMBAH INDUSTRI UDANG KERING. Kitosan merupakan polimer yang dapat dibuat dari kitin menggunakan proses deasetilasi. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh rasio massa kitin dengan volume NaOH dan waktu reaksi terhadap karakteristik kitosan yang disintesis dari limbah industri udang kering. Kitin diisolasi dari cangkang udang dengan metode deproteinasi dan demineralisasi. Deasetilasi kitin dilakukan pada suhu 120 °C, kecepatan pengadukan 150 rpm, rasio massa kitin dengan volume NaOH 1:15, 1:20, 1:25 (w/v), dan waktu reaksi 0,5-3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai rasio massa kitin dengan volume NaOH terhadap waktu reaksi mengakibatkan peningkatan derajat deasetilasi dan penyusutan kadar abu dan rendemen kitosan, sedangkan kadar air tidak memiliki efek yang signifikan. Derajat deasetilasi kitosan adalah 85,7% pada rasio massa kitin dengan volumeNaOH 1:15 selama 3 jamdanmeningkatmenjadi 86,1%setelah rasiomassa kitin dengan volume NaOH ditingkatkan menjadi 1:25. Kadar rendemen berkisar antara 86,6 % hingga 63,5 %, kadar air kitosan berkisar antara 1,2 % hingga 1,0 %, dan kadar abu kitosan berkisar antara 1,9 % hingga 1,1 %.
SURFACE MODIFICATION OF TEMPO-MEDIATED CELLULOSE NANOFIBRIL WITH OCTADECYLAMINE Nanang Masruchin; Arif Nuryawan; Wida Banar Kusumaningrum; Sudarmanto Sudarmanto; Lilik Astari; Putri Amanda; Resti Marlina; Lisman Suryanegara
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 4: JULY 2019
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.154 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2019.20.4.5308

Abstract

In this study, surface modification of 2,2,6,6-tetramethylpiperidine-1-oxyl radical TEMPO-cellulose nanofibrils (TCNF) was obtained by 1-ethyl-3-(3-dimethylaminopropyl) carbodiimide hydrochloride (EDC) and N–hydroxysuccinimide (NHS)-mediated system. The carboxylate groups on TCNF surface was replaced by conjugation of octadecylamine (ODA). The conversion of the carboxylate groups on CNF into amide I and II groups was confirmed by attenuated transform reflectance-infrared (ATR-FTIR) and elemental analysis study. Further, decarboxylation of TCNF at higher temperature was hindered by the presence of amide groups resulted in the higher thermal stability of TCNF as observed by thermogravimetry analysis (TGA). These results suggested the possibility of modifying surface negatively charged of TCNF with conjugated amine groups into thermally stable nanocellulose.
THE HEAT STABILITY OF RADIATION CROSSLINKED OF BIONOLLE Meri Suhartini; Fumio Yoshii; Naotsugu Nagasawa
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (962.356 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2004.5.2.5194

Abstract

THE HEAT STABILITY OF RADIATION CROSSLINKED OF BIONOLLE. Bionolle with chemical names Poly(butylene succinate-co-adipate), Poly(butylene succinate) (PBS), were irradiated using electron beam (EB) in presence of five different polyfunctional monomers at ambient temperature. It was pointed out that the highest amount of gel fraction could be achieved when PBS wad blend with trimethallyl isocyanurate (TMAIC). It was obtained that crosslinked BS containing 1% of TMAIC produces higher gel fraction than that crosslinked PBS containing 2 or 3% TMAIC at dose of 50 kGy. The PBS containing 1% of TMAIC also has higher glass transition (Tg) than that of original PBS. It was observed that the presence of crosslinking bonds in irradiated PBS greatly improved its heat stability as well as diminished its ability to biodegradation. Accordingly, it can be concluded that crosslinked PBS in the presence of TMAIC has significantly improved heat resistant properties.
MONITORING KESTABILAN DISPERSI MULTI WALL CARBON NANOTUBE DALAM SURFAKTAN HEXADECYLTRIMETHYL AMMONIUM BROMIDE Holia Onggo; Djulia Onggo; R. Yudianti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.717 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.2.4715

Abstract

MONITORING KESTABILAN DISPERSI MULTI WALL CARBON NANOTUBE DALAM SURFAKTAN HEXADECYLTRIMETHYL AMMONIUM BROMIDE. Kestabilan dispersi Multi Wall Carbon Cano Tube (MWCNT) dalam larutan yang mengandung Hexadecyl trimethyl Ammonium Bromide (CTAB) diamati dengan UV spektrofotometer. Dispersi MWCNT dalam larutan CTAB dengan rasio massa 1: 2 dibuat dengan bantuan ultrasonic vibracell pada amplitude 60% dengan variasi waktu sonikasi 60menit, 90menit dan 120 menit. Pengaruh waktu sonikasi dan waktu penyimpanan terhadap kestabilan dispersi diamati dengan mengukur absorbansi dispersi dengan UV spektrofotometer. Perubahan morfologi MWCNT akibat gelombang ultrasonik yang ditimbulkan oleh ultrasonic vibracell diamati dengan Scanning/ Transmission Electron Microscope (S/TEM). Meningkatnya waktu sonikasi menyebabkan laju dispersi MWCNT meningkat ditunjukan dengan berkurangnya diameter dan panjang MWCNT. Penambahan surfaktan CTAB yang berlebihan dalam larutan menyebabkan proses sonikasi menjadi tidak efektif. Kestabilan dispersi MWCNT dapat bertahan selama 20 hari.
PENGARUH UNSUR GERMANIUM TERHADAP KETAHANAN KOROSI PADUAN Zr-Nb-Mo-Ge UNTUK MATERIAL KELONGSONG PERUSAHAAN LISTRIK TENAGA NUKLIR B Bandriyana; Agus Hadi Ismoyo; Parikin Parikin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 3: APRIL 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (722.438 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.3.4410

Abstract

PENGARUH UNSUR GERMANIUM TERHADAP KETAHANAN KOROSI PADUAN Zr-Nb-Mo-Ge UNTUK MATERIAL KELONGSONG PERUSAHAAN LISTRIK TENAGA NUKLIR. Sintesis paduan zirkonium Zr-Nb-Mo-Ge dilakukan untuk memperoleh material kelongsong bahan bakar Perusahaan Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penambahan unsur Germanium(Ge) dapat meningkatkan kekerasan paduan akibat pembentukan presipitat keras Zr-Ge. Analisis pengaruh unsur Ge terhadap ketahanan korosi dan oksidasi suhu tinggi paduan diperlukan untuk evaluasi komposisi unsur paduan bahan kelongsong. Uji ketahanan korosi dalamlingkungan air demin dan uap air suhu tinggi dilakukan pada sampel paduan dengan komposisi prosen berat Ge 0,5 %, 1 % dan 2 %. Uji oksidasi suhu tinggi dilakukan pada suhu 500 oC dan 800 oC selama 8 jam. Perubahan laju oksidasi dianalisis berdasarkan perubahan berat dan lapisan pelindung oksidasi yang terbentuk selama proses pengujian. Hasil pengujian menunjukkan laju korosi dalam lingkungan air demin untuk sampel dengan 0,5 %Ge, 1 %Ge dan 2 %Ge masing-masing sebesar 0,020 MPY, 0,048 MPY dan 0,0457MPY. Oksidasi pada suhu tinggi 500 oC dan 800 oC selama 8 jam menunjukkan laju oksidasi semakin tinggi dengan meningkatnya kandungan unsur Ge dalam paduan sedangkan tebal lapisan oksida relatif sama sekitar 77 um. Dari hasil pengujian disimpulkan untuk kandungan Ge 0,5 % hingga 2 % ketahanan korosi paduan cukup baik untuk material kelongsong dan penambahan unsur Ge akan menurunkan ketahanan korosi paduan Zr-Nb-Mo-Ge.
PENGGUNAAN POLIANILIN SEBAGAI CLADDING PENGGANTI PADA SERAT OPTIK UNTUK MENDETEKSI GAS AMONIA Akhiruddin Maddu; Hamdani Zain; La Ode Muliadi; Sar Sardy
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.345 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5072

Abstract

PENGGUNAAN POLIANILIN SEBAGAI CLADDING PENGGANTI PADA SERAT OPTIK UNTUK MENDETEKSI GAS AMONIA. Telah dilakukan studi penggunaan polianilin sebagai cladding pada serat optik untuk mendeteksi gas amonia. Film polianilin pada substrat kaca diuji respon optiknya terhadap gas amonia, selanjutnya diterapkan sebagai cladding pada serat optik untuk mendeteksi gas amonia. Respon optik lapisan polianilin memperlihatkan absorpsi optik spesifik polianilin berada pada pita spektrum merah dengan puncak sekitar 640 nm. Penerapan polianilin sebagai cladding sensitif amonia dilakukan dengan metode deposisi kimia pada inti (core) serat optik multimoda. Uji respon sensor serat optik menggunakan laser Helium-Neon 635 nm sebagai sumber cahaya yang dicoupling dengan lensa pada salah satu ujung serat optik. Intensitas laser yang sampai diujung lainnya diukur dengan power meter, pada kondisi tanpa amonia maupun dengan perlakuan gas amonia dengan konsentrasi berbeda. Hasil yang diperoleh memperlihatkan penurunan intensitas laser yang ditransmisikan melalui probe serat optik terhadap kenaikan konsentrasi gas amonia. Koefisian absorpsi cladding polianilin meningkat linier terhadap kenaikan konsentrasi gas amonia, seiring kenaikan indeks bias dan perubahan warnanya.
PILARISASI DAN KARAKTERISASI MONTMORILLONIT Yulia Istinia; Karna Wijaya; Iqmal Tahir; Mudasir Mudasir
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 4, No 3: JUNI 2003
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.308 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2003.4.3.4867

Abstract

PILARISASI DAN KARAKTERISASI MONTMORILLONIT. Telah dilakukan pilarisasi montmorillonit dengan Cr2O3 dengan metode interkalasi dan karakterisasinya baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Sintesis lempung terpilar dilakukan melalui dua tahap yaitu tahap pembuatan agent pemilar berupa oligomer kation chrom dan pemilaran montmorillonit. Pembuatan oligomer dilakukan dengan melarutkan garam Cr(NO3)3. 9H2O dalam air terdemineralisasi selama 36 jam dengan pemanasan pada suhu 95oC sambil diaduk dengan pengaduk magnet. Pemilaran lempung dilakukan dengan melarutkan Na-montmorillonit ke dalam larutan campuran air terdemineralisasi dan aseton, selanjutnya mencampurkan suspensi tersebut ke dalam larutan oligomer sambil diaduk dengan pengaduk magnet pada suhu pemanasan 40 oC selama 24 jam. Campuran disaring kemudian padatan yang diperoleh dikeringkan dan selanjutnya dikarakteristik menggunakan spektrofotometer inframerah, difraksi sinar-X, analisis adsorpsi gas dan analisis pengaktifan neutron. Analisis yang sama juga dilakukan pada Na-montmorillonit yang digunakan sebagai pembanding. Tahap selanjutnya adalah uji keasaman permukaan yang dilakukan secara kualitatif yaitu dengan metode spektrofotometer infra merah dan secara kuantitatif dengan metode gravimetri yaitu dengan mengadsorbsikan amoniak ke dalam montmorillonit terpilar Cr2O3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilarisasi Na-montmorillonit dengan Cr2O3 membentuk montmorillonit terpilar Cr2O3 dengan tinggi pilar sebesar 5,95Å, Pilarisasi juga mengakibatkan kenaikan luas permukaan spesifik dari dari 90,0587 m2/g (Na-montmorillonit) menjadi 170,471 m2/g (montmorillonit terpilar) dan volume total pori dari 60,9264 x 10-3 cm3/g (Na-montmorillonit) menjadi 92,6631 x 10-3 cm3/g (montmorillonit terpilar Cr2O3). Keasaman permukaan montmorillonit meningkat dari 0,6673 mmol/g (Na-Montmorillonit) menjadi 2,6965 mmol/g (montmorillonit terpilar Cr2O3).
SINTESIS HIDROGEL KOPOLIMER PATI ILES-ILES DENGAN ASAM AKRILAT, AKRILAMIDA DAN METILENABISA KRILAMIDA SEBAGAI PEMBENAH TANAH Achmad Sjaifullah; Sugeng Winarso; Agung Budi Santoso
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 17, No 1: OKTOBER 2015
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.324 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2015.17.1.4201

Abstract

SINTESIS HIDROGEL KOPOLIMER PATI ILES-ILES DENGAN ASAM AKRILAT, AKRILAMIDA DAN METILENABISA KRILAMIDA SEBAGAI PEMBENAH TANAH.Hidrogel kopolimer cangkok pati iles-iles dengan asam akrilat, akrilamida dan metilena bis-akrilamida disintesis menggunakan teknik polimerisasi dalam larutan dengan pelarut air dan inisiator kaliumpersulfat. Pati iles-iles yang digunakan diperoleh dengan menghomogenkan umbi iles-iles, mencucinya dengan air dan menggumpalkannya dengan metanol beberapa kali.Kelarutan pati iles-iles yang diperoleh dengan cara tersebutmencapai 5%b/b. Polimerisasi dalam larutan dilakukan tanpa hembusan gas nitrogen. Hidrogel yang dihasilkan ditentukan daya serap airnya dan struktur kimianya berdasarkan spektrumFTIR. Berdasarkan berat hidrogel yang dihasilkan dapat dikatakan bahwa sintesis menghasilkan 100 % polimerisasi pada suhu 55-60 °C. Hidrogel yang dihasilkan pada kondisi polimerisasi tertentu mempunyai daya serap air hingga 51 kali, yaitu yang disintesis dengan perbandingan konsentrasi pati iles-iles dengan asamakrilat, akrilamida dan bis-akrilamida = 1:3:3:0,01. Hidrogel kopolimer kemudian digunakan sebagai pembenah tanah dengan mempelajari kemampuan tanah berpasir dalammenyimpan dan menguapkan airnya. Tanah berpasir yang dicampur dengan 0,5 % b/b hidrogel dapat menyerap air hingga dua setengah kali dari pada tanah tanpa hidrogel dan dapat menahan lebih dari separo air yang diserapnya saat terjadi kesetimbangan penguapan dan penyerapan air. Kesetimbangan penguapan dan penyerapan air dicapai setelah 5 hari pada suhu udara 23-29 °C dan kelembaban 40-83 %.
PELAPISAN FOIL URANIUM TARGET DENGAN Ni DAN Zn SECARA ELECTROPLATING M. Husna Al Hasa; Asmedi Suripto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 3: JUNI 2001
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.873 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2001.2.3.4895

Abstract

PELAPISAN FOIL URANIUM TARGET DENGAN Ni DAN Zn SECARA ELECTROPLATING. Foil-U hasil perolan dikenai proses preparasi dan kemudian proses electroplating. Proses electroplating menghasilkan lapisan pada permukaan foil hingga mencapai ketebalan tertentu. Pelapisan secara electroplating dilakukan pada foil berukuran panjang 71 mm dan lebar 46 mm menggunakan pelapisan nikel dan seng. Pelapisan foil ini bertujuan sebagai pengungkung rekoil fragmen fisi yang timbul pada saat diiradiasi. Hasil pengukuran diperoleh ketebalan lapisan Ni 8,9 mm menggunakan metoda mikrometer dan 11,4 mm dengan metoda penimbangan berat. Sementara itu, ketebalan lapisan Zn sekitar 16,2 mm dengan mikrometer dan 13,7 mm dengan metoda penimbangan berat. Hasil analisis memperlihatkan efisiensi arus berkisar 62 % untuk pelapisan Ni dan 80 % untuk pelapisan Zn. Hasil pengamatan eksperimen dan analisis menunjukkan bahwa pencapaian kondisi optimum tebal lapisan sangat dipengaruhi oleh bahan logam pelapis, waktu pelapisan dan rapat arus. Kondisi optimum tebal lapisan permukaan foil hingga mencapai 7-15 mm diperoleh pada rapat arus 15 mA/cm2 untuk pelapis Ni dan 10 mA/cm2 untuk pelapis Zn dengan waktu pelapisan sekitar 60 menit.
PENGARUH NANOPARTIKEL ZnO TERHADAP STRUKTURMIKRO SEMEN GIGI SENG FOSFAT Tito Prastyo R.; Eriek Wahyu R. W.; Nofrizal Nofrizal; Dwi Wahyu N.; Radyum Ikono; Wahyu Bambang W.; Agus Sukarto; Siswanto Siswanto; Nurul Taufiqu Rochman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.576 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.4.4752

Abstract

PENGARUH NANOPARTIKEL ZnO TERHADAP STRUKTURMIKRO SEMEN GIGI SENG FOSFAT. Semen gigi berbasis seng fosfat (Zinc Phosphate Cement) merupakan bahan semen gigi tertua yang masih banyak digunakan hingga kini. Salah satu kelemahan semen gigi berbasis seng fosfat adalah sifat mekanisnya yang cenderung rendah. Pada penelitian ini, nanopartikel ZnO ditambahkan ke semen gigi berbasis seng fosfat dengan hipotesis bahwa akan terjadi penguatan sifat mekanis semen gigi. Penambahan dilakukan dengan variasi fraksi nanopartikel ZnO sebesar 0,1 g, 0,5 g, 1 g dan 1,5 g terhadap semen gigi seng fosfat yang kemudian dilakukan pembanding terhadap semen gigi tanpa penambahan nanopartikel ZnO. Metode yang digunakan berupa pembuatan pellet semen gigi (tebal 4mm dan diameter 4mm)melalui proses pencampuran bahan secara manual dan diakhiri dengan proses pencetakan. Hasil uji karakterisasi kekerasan dan kekuatan sampel pelet menghasilkan nilai yang linier terhadap penambahan nanopartikel ZnO, dimana nilai kekerasan dan kekuatan mengalami kenaikan seiring penambahan fraksi nanopartikel ZnO. Hasil analisis X-Ray Diffractometer (XRD) menunjukan senyawa Zn3(PO4)24H2O dan Senyawa ZnO serta didukung dengan penampakannnya dalam analisis struktur permukaanmenggunakan Scanning ElectronMicroscope (SEM). Semen gigi yangmempunyai nilai kekerasan dan kuat tekan yang tinggi didukung oleh strukturmikro yang mempunyai jumlah crack yang sedikit dan persebaran nano ZnO yang homogen. Penambahan nanopartikel ZnO dapat diaplikasikan untuk meningkatkan nilai kekerasan dan kekuatan dalamsemen gigi.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue