cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
SIFAT MEKANIK KOMPOSIT MAGNET BERBASIS HEKSAFERIT SrFe12O19 DAN BaFe12O19 DENGAN PEREKAT KARET ALAM Waluyo T; Sudirman Sudirman; Ridwan Ridwan; A. Herman Y
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 2, No 1: OKTOBER 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1535.224 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2000.2.1.4912

Abstract

SIFAT MEKANIK KOMPOSIT MAGNET BERBASIS HEKSAFERIT SrFe12O19 DAN BaFe12O19 DENGAN PEREKAT KARET ALAM. Telah dilakukan penelitian mengenai sifat mekanik komposit magnet antara serbuk magnet Sr... dan Ba... dengan perekat karet alam. Karet alam yang digunanakn berupa karet yang terbut dari lateks tanpa mengalami vulkanisasi. Serbuk SrM memiliki ukuran partikel rata=rata 1,6μm dan berbentuk pipih, sedangkan partikel serbuk BaM berukuran rata-rata 1,2μm dengan bentuk agak bulat (nodular). Pembuatan komposit dilakukan dalam Labo Plastomill pada suhu 100oC dengan kecepatan putar pengaduk 30rpm seama 7 menit. Hasil dari Labo Plastomill selanjutnya dicetak berbentuk kecepatan putar pengaduk 30 rpm selama 7 menit. Hasil dari Labo Plastomill selanjutnya dicetak berbentuk lembaran. Sifat mekanik komposit yang diuji adalah tegangan tarik, perpanjangan putus dan kekerasan. Dari hasil pengujian diperoleh hasil bahwa tegangan tarik komposit SrM paling tinggi dicapai pada komposisi 70% vol.serbuk yakni sebesar 2,22 MPa, sedangkan tegangan tarik komposit BaM yang paling tinggi dicapai pada serbuk yakni sebesar 2,22MPa, sedangkan tegangan tarik komposit BaM yang paling tinggi dicapai pada komposisi 50% vol.serbuk, yakni 3,84MPa. Perpanjangan putus komposit SrM menurun dengan bertambahnya fraksi volume serbuk, dimana pada komposisi 70% vol serbuk nilainya sebesar 90%, sedangkan untuk komposit BaM perpanjangan putus terendah terjadi pada komposisi fraksi volume 50% serbuk, yakni sebesar 370%. Nilai kekerasan yang paling tinggi untuk komposit SrM dicapai pada komposisi 70%vol serbuk, yaitu 95 SHA dan pada komposit BaM nilai kekerasan tertinggi dicapai pada komposisi 50% vol serbuk, yaitu 52 SHA.
SINTESIS MICROSPHERE POLILAKTAT BERISI HOLMIUM DI DALAM TANGKI BERPENGADUK Indra Gunawan; Sudaryanto Sudaryanto; Deswita Deswita; Wahyudianingsih Wahyudianingsih; Aloma Karo Karo
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.415 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2008.9.2.4768

Abstract

SINTESIS MICROSPHERE POLILAKTAT BERISI HOLMIUM DI DALAM TANGKI BERPENGADUK. Telah dilakukan sintesis microsphere polilaktat dan pengisian holmium ke dalam microsphere. Tujuan penelitian ini adalah eksplorasi variabel lain yangmungkin mempengaruhi pembentukan microsphere seperti tinggi pengaduk dan tinggi cairan dari dasar tangki. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan microsphere yang dipengaruhi tinggi pengaduk dari dasar tangki mengikuti persamaan : ln (dm/dp) = 1,5154 - 0,1848 ln(z/dp) dengan kisaran z = 0,1dp hingga 0,5dp. Sedangkan pembentukanmicrosphere yang dipengaruhi tinggi cairan dari dasar tangki mengikuti hubungan : ln (dm/dp) = 1,7934 + 0,3123 ln (H/dp) dengan kisaran H = 0,75 dp hingga 1,25 dp. Kandungan Holmium yang diisikan di dalam microsphere polilaktat telah dihitung dari data difraksi sinar-X adalah 34 %. Aktivitas microsphere polilaktat berisi Holmium setelah irradiasi netron selama 1 jam di Reaktor Kartini PTAPB Yogyakarta adalah 36,5 MBq.
ANALISIS TEKSTUR TEMBAGA DENGAN TEKNIK DIFRAKSI NEUTRON Tri Hardi Priyanto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 1: OKTOBER 2009
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.533 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2009.11.1.4563

Abstract

ANALISIS TEKSTUR PADA CUPLIKAN TEMBAGA DENGAN TEKNIK DIFRAKSINEUTRON. Telah dilakukan analisis tekstur pada cuplikan tembaga dengan menggunakan teknik difraksi neutron. Cuplikan tembaga dibagi menjadi tiga jenis yaitu serbuk bebas (Cu-freely powder) yang diperoleh dengan mengikir Cu rod untuk mendapatkan ukuran butir ≤ 100 mesh, serbuk yang dipadatkan (Cu-bulk powder) diperoleh dengan menekan serbuk Cu dan batang (rod). Dari hasil analisis struktur kristal diperoleh bahwa telah terjadi preferred orientation pada arah tertentu akibat pengerolan. Pada cuplikan Cu-freely powder dan Cu-bulk powder distribusi kristalit tersusun secara acak dengan intensitas tertinggi pada (111), sedangkan pada Cu- rod intensitas tertinggi pada puncak Bragg (220). Dari gambar kutub (pole figure) (111), (200) dan (220) ditunjukkan bahwa sumbu kawat (wire-axis atau rod-axis) dari cuplikan paralel dengan <110> dan fiber textures teramati sebagai duplex component pada arah <111> dan <100>. Kerapatan distribusi orientasi maksimum sebesar 3,37 m.r.d (multiple of a random distribution).
MODEL MATEMATIK ALAT PENYERAP KEJUTAN MOBIL YANG MENGGUNAKAN PADUAN SHAPE MEMORY Muhammad Natsir
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.904 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2000.1.2.5323

Abstract

MODEL MATEMATIK ALAT PENYERAP KEJUTAN MOBIL YANG MENGGUNAKAN PADUAN SHAPE MEMORY. Telah disusun model matematik alat penyerap kejutan yang menggunakan paduan Shape memory. Paduan shape memory merupakan paduan yang memiliki sifat yang unik dan mempunyai aplikasi yang luas. Paket Program Simulasi Tak Linier (SIMNON) digunakan untuk mengolah model matematik tersebut. Hasil perhitungan simulasi menunjukkan bahwa secara teoritis aplikasi paduan shape memory pada alat penyerap kejutan adalah layak. Hal ini terlihat bahwa walaupun temperatur naik, koefisien redam konstan.
PENENTUAN DAYA SERAP DAN KARAKTERISASI PARAFIN DALAM PERLAKUAN PENJERAPAN MINYAK JELANTAH. Neneng Siti Aminah; Sri Mulijani; Sudirman Sudirman; Ridwan Ridwan
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 5, No 3: JUNI 2004
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1149.278 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2004.5.3.5124

Abstract

PENENTUAN DAYA SERAP DAN KARAKTERISASI PARAFIN DALAM PERLAKUAN PENJERAPAN MINYAK JELANTAH. Kerusakan minyak karena penggorengan berulang selain menyebabkan penurunan mutu dan nilai gizi minyak dan makanan gorengan,juga dapat membahayakan kesehatan. Berbagai gejala keracunan dan karsinogenik dijumpai pada hewan percobaaan yang diberi makan minyak yang rusak karena pemanasan. Mengingat hal tersebut di atas, pada penelitian ini beberapa bahan seperti lilin dan parafin dicoba digunakan untuk menjerap minyakjelantah menjadi bentuk padat. Dalam bentuk padat, minyak dapat dengan mudah dibuang. Minyak jelantah dipanaskan, setelah itu sebanyak 2 g sampel (standar, lilin, dan parafin) dimasukkan sambil terus diaduk lalu dibiarkan sampai dingin dan mengeras. Proses di atas masing- masing dilakukan triplo. Karakterisasi spektroskopi infra merah, difraksi sinar—X serta differential scanning calorimetry dilakukan pada standar dan sampel sebelum dan sesudah perlakuan pada kondisi optimum. Berdasarkan hasil penentuan daya serap, keduajenis lilin yang digunakan tidak mampu menjerap minyak, sedangkan parafin mampu menjerap dengan nisbah 2 g untuk 40 mL minyakjelantah. Nisbah tersebut masih di bawah kemampuan standar yang menjerap 66,67 mL minyakjelantah dengan 2 g standar. Kurangnya kemampuan parafin ini disebabkan adanya perbedaan sifat fisik dari kedua bahan tersebut yang lebih lanjut dijelaskan dari hasil analisis FT-lR, XRD dan DSC. Dari hasil analisis FT-IR, standar terdiri atas gugus hidrokarbon jenuh (alkana) sedangkan parafin merupakan gugus hidrokarbon tidak jenuh (alkena). Spektrum FT-IR setelah perlakuan menunjukkan perubahan, di mana gugus O-H dan ester terbentuk sebagai ciri telah terjadinya penjerapan. Hasil analisis differential scanning calorimetry menunjukkan bahwa standar memiliki titik lebur 75,3°C sedangkan parafin 54,17°C. Untuk analisis difraksi sinar-X menunjukkan bahwa standar dan parafin sebelum perlakuan berbentuk kristalin sedangkan setelah perlakuan berbentuk amorf.
PENGARUH KONSTANTA DIELEKTRIK DAN DISPERSITAS PARTIKEL TERHADAP HYDROPHOBICITY ELEKTROKATALIS BERBASIS CARBON NANOTUBE Rike Yudianti; Holia Onggo; Anung Syampurwadi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 1: OKTOBER 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2465.928 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.14.1.4636

Abstract

PENGARUH KONSTANTA DIELEKTRIK DAN DISPERSITAS PARTIKEL TERHADAP HYDROPHOBICITY ELEKTROKATALIS BERBASIS CARBON NANOTUBE. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan lapisan elektrokatalis berbasis Carbon Nanotube (CNT) dengan teknik filtrasi untuk meningkatkan sifat hydrophobicity. Sifat hydrophobicity elektrokatalis diperlukan untuk mengurangi penggunaan hydrophobic agent, yaitu PolyTetra Fluoro Ethylene (PTFE) yang ditambahkan pada elektrokatalis komersial Pt/C untuk mengatasi air yang dihasilkan di elektroda. Pembuatan lapisan elektrokatalis dilakukan dengan metode filtrasi dari elektrokatalis terdispersi menggunakan membran hidrofilik. Beberapa teknik pembuatan dan formulasi larutan dilakukan untuk meningkatkan hydrophobicity tanpa mengurangi performanya. Pada kondisi larutan padat antara pelarut yangmempunyai konstanta dielektrik (ε) >10 dengan ionomer nafion akan menghasilkan hydrophobicity yang tinggi (>90°). Sedangkan pada kondisi colloidal state antara pelarut dengan konstanta dielektrik (ε) <10 dan ionomer nafion cenderung tidak mengubah sifat hydrophobicity (<90°). Sifat hydrophobicity elektrokatalis diukur dengan teknik Half Angle menggunakan Contac Angle Meter. Perubahan morfologi permukaan lapisan elektrokatalis akibat penambahan nafion dan dispersi partikel CNT diamati dengan Scanning Electron Microscope. Hubungan antara penambahan larutan nafion dan hydrophobicity film dibahas pada makalah ini.
MODIFIKASI EPOKSI DENGAN POLIURETAN TANPA MELALUI TAHAP PREPOLIMER POLIURETAN Muhammad Ghozali; Asep Handaya Saputra; Evi Triwulandari; Agus Haryono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 15, No 4: JULI 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.436 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.15.4.4340

Abstract

MODIFIKASI EPOKSI DENGAN POLIURETAN TANPA MELALUI TAHAP PREPOLIMER POLIURETAN.Modifikasi epoksi dengan poliuretan telah dilakukan untukmengatasi kelemahan epoksi. Pada penelitian ini modifikasi epoksi dengan poliuretan dilakukan tanpa melewati tahap prepolimer poliuretan. Epoksi, PoliPropilen Glikol (PPG) dan tolonat direaksikan secara bersama-sama dengan bantuan katalis dibutiltindilaurat. Tingkat konversi isosianat ditentukan dengan menghitung isosianat sisa yang ada dalam produk epoksi termodifikasi poliuretan. Analisis spektrum Fourier Transformed-Infra Red (FT-IR) dilakukan untuk mempelajari gugus fungsi produk epoksi termodifikasi poliuretan.Karakterisasi produk epoksi termodifikasi poliuretan dilakukan dengan uji kuat tarik, uji adesi, dan uji laju transmisi uap air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konversi isosianat tertinggi sebesar 99,45%. Hasil analisis spektrum FT-IR produk epoksi termodifikasi menunjukkan adanya ikatan uretan pada bilangan gelombang 1680 cm-1 hingga 1720 cm-1. Kuat tarik tertinggi sebesar 97,05 kgf/cm2, adhesi tertinggi sebesar 6,5 MPa dan laju transmisi uap air terendah sebesar 8,24 g/(m2.hari).
PENGARUH ADITIF Bi2O3 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MAGNET BARIUM HEKSAFERIT Ridwan Ridwan; Grace Tj. Sulungbudi; Mujamilah Mujamilah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.814 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.2.4992

Abstract

PENGARUH ADITIF Bi2O3 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN SIFAT MAGNET BARIUM HEKSAFERIT. Barium Heksaferit (BaO.6Fe2O3) adalah salah satu bahan magnet permanen yang banyak digunakan di industri. Pengaruh aditif Bi2O3 terhadap barium heksaferit dari prekursor gel dan dimilling selama 10 jam dengan high-energy milling cenderung meningkatkan ukuran kristalit secara significant. Strukturmikro dan sifat magnetik barium heksaferit baik dengan maupun tanpa aditif Bi2O3 hasil sintering pada suhu 800ºC selama 4 jam relatif sama, mengingat suhu sinter masih di bawah suhu leleh Bi2O3. Peningkatan suhu sinter sampai 1000ºC untuk 4 jam dan 10 jam, menunjukkan peningkatan ukuran grain yang sangat besar untuk bahan dengan aditif Bi2O3 dibandingkan dengan bahan tanpa aditif yang diikuti dengan penurunan koersivitas intrinsik (Hci). Koersivitas intrinsik (Hci) barium heksaferit dengan aditif Bi2O3 turun menjadi 50 %, sedangkan tanpa aditif hanya 10% dibandingkan cuplikan hasil sinter pada suhu 800ºC selama 4 jam.
CONDUCTIVITY AND DIELECTRIC PROPERTIES OF A NOVEL FERRITE ALLOY Aziz K. Jahja; M. Silalahi; Tri Darwinto; Nurdin Effendi
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.85 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.8.1.4813

Abstract

CONDUCTIVITY AND DIELECTRIC PROPERTIES OF A NOVEL FERRITE ALLOY. The synthesis of a new ferrite alloy with a composition of Fe (73.42 w%), Cr (18.0 w%), Si(1.0 w%), Mn(1.0 w%), C(0.08 w%) and Ti(6.5 w%) has been carried out. The frequency-dependent conductivity and dielectric response of this novel material have been investigated by RLC bridge impedance spectroscopy method. It was verified that the real dielectric constant e¢ of these new F-1 materials show different dielectric behavior with respect to Koops theory of dielectric response in standard ferrite materials. In the F-1 samples, no relaxation peaks are observed for the frequency range below 10 kHz, meaning low frequency behavior such as grain- boundaries effect and space charge polarization has not taken effect. Both dielectric response- and dielectric loss curves show frequency dispersive relaxation peaks, three regions of discontinuity and relaxation peaks were identified in the applied frequency range. The low frequencies up to 10 KHz, intermediate frequencies 10 kHz to 40 KHz, the dielectric constant tend to decrease forming a curve resembling a distorted quarter circle, and higher frequency-range > 40 kHz where a semicircle forms, centered around 60 kHz. Using Nyquist- and Bode plots, these relaxation processes are identified as (beginning of) formation of oxidation-layers at the surface because of sintering, electron transfers between cations and Maxwell-Wagner interfacial polarizations. It is concluded that this is a novel material with its own distinctive dielectric properties.
PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI TOKSIN PADA KAOLIN UNTUK PENYAKIT DIAR Priska Primandini; Aliya Nur Hasanah; Wisnu A. A; Emil Budianto; Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 3: JUNI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.558 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.3.4678

Abstract

PENGARUH SUHU KALSINASI TERHADAP KEMAMPUAN ADSORPSI TOKSIN PADA KAOLIN UNTUK PENYAKIT DIARE. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi kaolin sebagai bahan adsorpsi toksin untuk penyakit diare. Kemampuan adsorpsi merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan efektivitas adsorben. Setiap adsorben memiliki kekuatan yang berbeda tergantung kemampuan adsorpsinya. Kaolin dikalsinasi pada suhu 400 °C, 600 °C, dan 800 °C. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari perubahan karakter kaolin setelah kalsinasi terhadap kemampuan adsorpsinya. Karakterisasi sampel meliputi analisis fasa, uji densitas, uji porositas, dan uji adsorpsi terhadap logamtimbal sebagaimedia toksin.Disimpulkan bahwa kaolin yang memiliki tingkat kemampuan adsorpsi tertinggi adalah kaolin yang dikalsinasi pada suhu 400 °C dengan karakteristikmengandung fasa kaolinite, derajat kristalinitas sebesar 76,59%, memiliki densitas sebesar 2,6275 g/mL, porositas optimum sebesar 75 %, dan kemampuan adsorpsi terhadap logam timbal sebesar 99,7325%. Kemampuan adsorpsi kaolin yang dikalsinasi pada suhu 400 °C jauh lebih baik dibandingkan dengan bahan kaolin tanpa kalsinasi. Sehingga diharapkan dapat lebih efektif digunakan untuk menyebuhkan diare.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue