cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPOSIT HIDROKSIAPATIT (HA) SEBAGAI GRAFT TULANG SINTETIK Darmawan Darwis; Yessy Warastuti
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 4, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.078 KB) | DOI: 10.17146/jair.2008.4.2.549

Abstract

Telah dilakukan pembuatan dan karakterisasi komposit hidroksiapatit/PVA/PVP/khitosan dengan teknik radiasi.Hidroksiapatit (HA) disintesis dari kalsium hidroksida dan asam fosfat pada suhu dan pH terkontrol menggunakan metode basah (wet method). Sedangkan komposit HA/PVA/PVP/khitosan dibuat dengan radiasi sinar gamma pada berbagai dosis. Untuk mengevaluasi HA yang terbentuk selama proses sintesis maka dilakukanlah karakterisasi beberapa parameter seperti rasio CA/P, pengukuran gugus fungsi menggunkan FTIR dan analisis ukuran kristal dengan SEM. Analisis terhadap komposit hasil iradiasi dilakukan terhadap fraksi gel. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata rasio Ca/P dari 3 batch produksi adalah 1,69. Hasil pengukuran gugus fungsi dengan FTIR menunjukkan serapan pada bilangan gelombang (wave number) 1035, 603 dan 565 cm-1 yang merupakan gugus fosfat (PO4-3); bilangan gelombang 1421 cm-1 yang merupakan gugus karbonat (CO3-2); dan bilangan gelombang 3450 cm-1 yang merupakan gugus hidroksil (OH). Hasil ini menunjukkan bahwa sintesis dengan metode basah menghasilkan senyawa hidroksiapatit dengan tingkat kemurnian yang sangat baik. Komposit HA/PVA/PVP/ khitosan yang diiradiasi dengan sinar gamma pada dosis 5 hingga 30 kGy menghasilkan fraksi gel antara 80 - 90 %. Komposit dengan kandungan fraksi gelyang tinggi ini bersifat kaku dan mempunyai kendala dalam pemakaian klinis. Penambahan etanol 5 % pada komposit dan iradiasi pada dosis 25 kGy dapat menurunkan fraksi gel dari 90 % menjadi 30 % serta gel yang dihasilkan bersifat elastis dan mudah dibentuk sesuai keinginan. Sedangkan penambahan gliserin 6 %hanya menurunkan fraksi gel dari 90 % menjadi 80 %. Etanol 5 % merupakan scavenger yang lebih efektif dibandingkan dengan gliserin 6 %.
Perkembangan Pemuliaan Mutasi Tanaman Hias di Indonesia Wahyu Handayati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (838.498 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.1.1203

Abstract

Seiring dengan kebutuhan tanaman hias dalam negeri yang terus meningkat dan selera konsumen yang cepat berubah, pemulia dalam negeri dalam 5 tahun terakhir telah melepas sekitar 102 varietas unggul baru. Namun, hasil tersebut belum dapat mensubsitusi varietas-varietas impor. Salah satu metode untuk merakit varietas baru adalah melalui teknik mutasi. Cukup banyak kegiatan penelitian teknik mutasi pada tanaman hias telah dilakukan di Indonesia, namun belum dirancang secara komprehensif sampai menghasilkan genotip-genotip harapan yangsiap dilepas sebagai varietas unggul baru. Secara umum, kegiatan tersebut masih dalam tahapan penelitian dasar yang berkaitan dengan jenis, dosis yang paling efektif, LD50; sensitifitas bagian tanaman baik biakan in-vitro maupun in-vivo terhadap mutagen dan keragaman yang ditimbulkan pada tanaman akibat pemberian mutagen. Tanaman hias yang paling banyak diteliti adalah krisan dan mawar. Beberapa mutan telah dilepas sebagai varietas unggul nasional diantaranya Julikara, Rosanda dan Rosmarun (mawar mini); Rosma (mawar potong) dan Mustika Kania (krisan)
Potential of Sweet Potato Mutant Lines for Bioethanol Production Aryanti Amsal; Marina Yuniawati; Tri Muji Ermayanti; Ika Mulawati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.458 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.2.88

Abstract

Shoots of sweet potato Sari variety were irradiated at the doses of 0, 10, 20, 30 and 40 Gy. Irradiated shoots were planted and selected to obtain better mutant lines than that of the parent plant. Ten mutant lines were from the fourth generation which better morphology and productivity than that of the parent plant. The bestproductivity was found at mutant line number 40-2 which was 717.50 g/plant compared to parent plant with 622.50 g/plant. The highest glucose and starch content obtained were at the dose of 20 Gy which were 8.85 and 28.56 %respectively. The mutant line of Sari sweet potato has a potential to produce bioethanol. The bio-ethanol production from those of mutant lines at a range of 15.02 to 19.46 % compared to 13.67 % in the parent plant. The mutant line number 20 was the best line to produce bio-ethanol. The aim of this experiment was to find mutant lines having potential to produce bio-ethanol
Mempelajari Hubungan Air di Danau Toba dengan Air di Beberapa Sumber Mata Air Dekat Danau Toba Bungkus Pratikno; Paston Sidauruk
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.956 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.2.2798

Abstract

Telah dilakukan penelitian komposisi rasio isotop dari beberapa sumber-sumber mata air yang berada di sekitar danau Toba dan air danau Toba. Sumber mataair keluaran di sekitar Danau Toba diindikasikan berasal dari air danau Toba, hal ini didasari dari pendapat masyarakat pada umumnya yang tinggal di Pematang Siantar-Sumatera Utara, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk membuktikan pendapat masyarakat tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui asal-usul sumber-sumber mata air dan hubungannya dengan air danau Toba  berdasarkan karakteristik isotop stabil yang dikandungnya.  Sebanyak 20 ml contoh air diambil dari beberapa sumber mata air dan air danau Toba untuk dianalisis komposisi rasio isotop  18O dan isotop deuterium yang terkandung didalamnya.  Analisis menggunakan alat pengukur komposisi rasio isotop Liquid Water Isotope Analyzer (LWIA) model DLT-100 buatan Los Gatos Research (LGR). Berdasarkan hasil investigasi, diketahui bahwa mata air Panahatan, Manigom, Balata, Mualgoit dan Bahtio yang terletak di sekitar danau Toba, tidak memiliki hubungan dengan air danau dan tidak berasal dari air danau Toba. Indikasi ini dapat dilihat dari hasil analisis d18O dan dD dari mataair yang diteliti memiliki nilai lebih negatif atau lebih depleted dibandingkan dengan air danau Toba. Kata Kunci : Danau Toba, Isotop Alam, Oksigen-18, Deuterium
DOSIS IRADIASI OPTIMUM PADA PENGAWETAN SIMPLISIA KULIT BATANG MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl.) SEBAGAI ANTIKANKER Hendig Winarno; Wisnurahad .; Swasono R. Tamat; Ermin Katrin W.
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 6, No 1 (2010): Juni 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.729 KB) | DOI: 10.17146/jair.2010.6.1.507

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan dosisradiasi yang optimum untuk pengawetan dan sekaligus tidak menyebabkan kerusakan pada senyawa anti kanker dalam simplisia kulit batang mahkota dewa. Simplisia kulit batang mahkota dewa diiradiasi dengan 60Co pada beberapa variasidosis 0; 5; 7,5 ; 10; 15; dan 20 kGy dengan laju dosis 10 kGy/jam. Simplisia yang telah diiradiasi dan kontrol masing-masing dimaserasi secara bertingkat menggunakan n-heksan dan etil asetat, kemudian ekstrak etil asetat difraksinasi baik yang diiradiasi maupun kontrol, dilanjutkan dengan fraksinasi terhadap ekstrak etil asetat menggunakan kolom kromatografi sehingga diperoleh masing-masing 8 fraksi. Uji cemaran mikroba terhadap simplisia kulit batang mahkota dewa yang telah diiradiasi dan kontrol menunjukkan bahwa iradiasi dosis ≥ 5 kGy pada simplisiadapat menghambat pertumbuhan serta membunuh semua bakteri, kapang dan khamir yang ada. Uji aktivitas sitotoksik terhadap ekstrak etil asetat dari simplisia yang telah diiradiasi menunjukkan bahwa iradiasi sampai dengan 20 kGy dapat menurunkan aktivitas sitotoksik, meskipun nilai IC50 masih di bawah 50 μg/ml, yangmerupakan nilai batas aktivitas sitotoksik suatu ekstrak. Demikian juga halnya pada uji aktivitas sitotoksik terhadap fraksi 6 yang merupakan fraksi paling aktif dalam simplisia kulit batang mahkota dewa menunjukkan bahwa iradiasi terhadap simplisia sampai dengan dosis 20 kGy menurunkan aktivitas sitotoksik fraksi 6, namun nilai IC50 tersebut masih di bawah 20 μg/ml, yang merupakan batas aktivitas sitotoksik suatu fraksi. Analisis senyawa 2,4’—dihidroksi—4 metoksi benzofenon—2—O—β—D—glukopiranosida menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dalam fraksi 6 dari sampel yang diiradiasi menunjukkan bahwa semua konsentrasi senyawa tersebut dalam sampel yang diiradiasi menurun secara signifikan dibandingkan kontrol. Penurunan konsentrasi senyawa 2,4’—dihidroksi—4 metoksi benzofenon—2—O—β—D—glukopiranosida tidak sebanding dengan penurunan nilai aktivitas sitotoksik dalam ekstrak etil asetat maupun dalam fraksi 6, karena itu senyawa tersebut tidakdapat digunakan sebagai marka efek irradiasi terhadap penurunan aktivitas sitotoksik simplisia kulit batang mahkota dewa. Iradiasi pada dosis 5 sampai dengan 7,5 kGy merupakan pilihan terbaik untuk menurunkan angka cemaran bakteri dan kapang/khamir pada simplisia kulit batang mahkota dewa tanpa menurunkanaktivitas sitotoksik. Dosis iradiasi sampai dengan 20 kGy masih dapat digunakan,karena sampai dengan dosis tersebut penurunan aktivitas sitotoksik belummelampaui batas suatu ekstrak dan fraksi dinyatakan tidak aktif.
Uji Daya Hasil Biji Terhadap 10 Galur Mutan Harapan Sorgum di Beberapa Lokasi Sihono, SP; Wijaya M. Indriatama
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 13, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.904 KB) | DOI: 10.17146/jair.2017.13.1.3954

Abstract

Sorgum berpotensi besar dan prospektif untuk dibudidayakan dan dikembangkan, seiring dengan semakin meningkatnya jumlah kebutuhan pangan di Indonesia. Pemuliaan sorgum dengan teknik mutasi radiasi telah dilakukan di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Tujuan pemuliaan adalah untuk memperbaiki hasil dan kualitas sebagai pangan. Materi induk yang digunakan adalah galur mutan Zh-30 (varietas Pahat) berasal dari hasil penelitian BATAN diradiasi sinar gamma menggunakan dosis 300 Gy. Kegiatan seleksi menggunakan metode pedigree, dimulai pada generasi M2 dan M3, yaitu dengan memilih tanaman yang memiliki sifat-sifat agronomi lebih baik dibanding induknya, kemudian dilanjutkan pada generasi berikutnya. Sejumlah 10 galur mutan harapan yaitu PATIR-1, PATIR-4, PATIR-12, PATIR-13, PATIR-15, PATIR-61, PATIR-71, PATIR-81, PATIR-91 dan PATIR-101 dievaluasi pada uji adaptasi multilokasi. Metode percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 ulangan. Tiga varietas sorgum yaitu Pahat, Kawali dan Mandau dimasukkan sebagai tanaman kontrol. Parameter data dilakukan terdiri dari beberapa karakter agronomi termasuk hasil biji dianalisis menggunakan ANOVA software komputer metode SAS versi 9.1. Hasil menunjukkan bahwa galur mutan PATIR-4 memiliki hasil biji tertinggi 6,43  t/ha dan diikuti galur PATIR-1 yaitu 6,15 t/ha berbeda nyata secara uji BNT 5% dibandingkan ketiga tanaman kontrol Zh-30 (induk), Kawali dan varietas Mandau (kontrol nasional) berturut-turut hanya 4,26, 5,26 dan 5,43 t/ha.
UJI PRAKLINIS PEMBALUT LUKA HIDROGEL BERBASIS PVP STERIL IRADIASI MENGGUNAKAN TIKUS PUTIH: EVALUASI IRITASI DAN SENSITISASI Darmawans Darwis
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 4, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.245 KB) | DOI: 10.17146/jair.2008.4.1.539

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan efek toksik yaitu iritasi kulit primer dan sensitisasi pada punggung tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar terhadap pemakaian pembalut luka hidrogel berbasis polimer polivinil pirolidon (PVP) hasil iradiasi gamma. Pada percobaan ini dilakukan pengujian terhadap dua formula hidrogel yaitu Formula I: hidrogel-madu (FI) dan formula II: hidrogel-karaginan (FII). hidrogel formula I dibuat dari campuran polimer (PVP) dan madu serta bahan tambahan lainnya, sedangkan hidrogel formula II (FII) dibuat dari campuran PVP dan karaginan. Selanjutnya FI dan FII masing-masing diiradiasi dengan sinar gamma pada dosis 25 kGy. Pengujian iritasi kulit primer dilakukan menggunakan metode Draize yang telah dimodifikasi, sedangkan pengujian sensitisasi dilakukan dengan metode Buhler. Hasil pengamatan iritasi menunjukkan bahwa hidrogel FI dan FII tidak menyebabkan eritema (skor eritema = 0) dan edema (skor edema = 0). Demikian juga dari hasil sensitisasi, baik pada periode induksi, periode istirahat maupun periode akhir, dan kedua jenis hidrogel tidak memberikan kemerahan (skor eritema = 0), edema (skor edema = 0) maupun tidak terlihat adanya eschar
STUDI SUMBER AIR KELUARAN YANG TERDAPAT DI TUBUH BENDUNGAN JATILUHUR DENGAN MENGGUNAKAN PERUNUT ISOTOP OKSIGEN-18 DAN ION KLOR Paston Sidauruk; Alip .; Bungkus Pratikno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 1, No 1 (2005): Juni 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.382 KB) | DOI: 10.17146/jair.2005.1.1.576

Abstract

Beberapa air keluaran yang asal usulnya belum diketahui muncul di sekitar bendungan Jatiluhur. Air keluaran tersebut bahkan terdapat di sekitar menara yang terdapat ditengah bendungan. Studi ini dilakukan untuk mempelajari asal-usul air keluaran tersebut. Didalam studi ini, salah satu perunut yang paling konservatif dalam kimia hidrologi yaitu ion Cl dan isotop stabil oksigen-18 telah digunakan untuk mengidentifikasi asal-usulsetiap sumber keluaran yang dicurigai sebagai bocoran. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini dilakukan dengan pengumpulan data sekunder yang berhubungan dengan bendungan Jatiluhurdan pekerjaan lapangan yang meliputi pengambilan contoh air dari berbagai sumber diantaranya air keluaran, air dalam lubang piezometer dan sumur pantau, air hujan, dan air waduk. Masing-masing contoh air yang dikumpulkan kemudian dibawa ke laboratorium Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional untuk dilakukan analisis kelimpahan relatif oksigen-18 dan hidro-kimianya. Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi bahwa ada 2 sumber air keluaran yang mempunyai hubungan langsung dengan air waduk yaitu mata air asenceur dan mata air RD yang berada di sekitar menara utama diujung dalam galeri bendungan. Namun, rembesan yang terdapat disebelah kanan bendungan yang dikenal dengan rembesan di pohon asam dan air keluaran V-NOTCH di sisi kiri tailrace merupakan air tanah lokal.
Pengaruh Iradiasi Gamma Terhadap Sitotoksisitas Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) pada Sel Leukemia L1210 Ermin Katrin; Dede Komarudin; Susanto Susanto; Hendig Winarno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1552.535 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.2.2736

Abstract

Sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid, tanin, minyak atsiri dan secara empiris telah digunakan sebagai obat tradisional.  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh iradiasi gamma pada aktivitas sitotoksisitas daun sirih merah terhadap sel leukemia L1210 dan profil kromatogramnya.  Daun sirih merah kering (kadar air 8,03%) diiradiasi dengan sinar gamma pada dosis 5; 7,5; 10 dan 15 kGy dengan sumber kobalt-60. Kemudian masing-masing sampel dimaserasi dalam tiga jenis pelarut secara bertahap, yaitu n-heksan, etil asetat dan etanol, sehingga diperoleh tiga jenis ekstrak. Uji aktivitas sitotoksisitas ekstrak terhadap sel leukemia L1210 dilakukan dengan metode langsung dengan pewarnaan menggunakan tripan biru. Ekstrak etanol merupakan ekstrak yang paling aktif menghambat pertumbuhan sel leukemia L1210 (IC50 sebesar 13,12 mg/mL), selanjutnya difraksinasi dengan kolom kromatografi, diperoleh 7 fraksi. Fraksi 2 merupakan fraksi yang paling aktif menghambat sel leukemia L210 dengan IC50 4,12 mg/ml. Aktivitas sitotoksik fraksi 2 daun sirih merah sampai 7,5 kGy tidak mengalami perubahan bermakna dibandingkan dengan kontrol, tetapi pada dosis ≥ 10 kGy aktivitas sitotoksik fraksi 2 mengalami penurunan yang bermakna. Kromatogram KLT fraksi 2 dari daun sirih merah yang tidak dan yang diiradiasi sampai dosis 7,5 kGy tidak terlihat adanya perubahan, tetapi pada KLT-Densitometri dan spektrum GC-MS daun sirih merah terlihat adanya perubahan. Berdasarkan hasil aktivitas sitotoksik fraksi 2 terhadap sel leukemia L1210 dan profil KLT disimpulkan bahwa dosis 7,5 kGy merupakan dosis maksimum untuk iradiasi serbuk daun sirih merah tanpa mengubah bioaktivitasnya. Kata kunci :   iradiasi gamma, sitotoksisitas, kromatogram, sirih merah, Piper crocatum Ruiz & Pav.
PERBAIKAN PEMULIAAN MUTASI PADA TANAMAN KAPAS (Gossypium hirsutum.L) Lilik Harsanti, S.Si
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.004 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.3225

Abstract

PERBAIKAN PADA TANAMAN KAPAS DENGAN PEMULIAAN MUTASI (Gossypium hirsutum.L). Kapas  memiliki potensi yang besar untuk dibudidayakan dan dikembangkan di Indonesia karena memiliki daya adaptasi yang luas, produktivitas tinggi, efisien dalam penggunaan input perkebunan, relatif tahan terhadap hama dan penyakit tanaman. Secara umum tanaman kapas merupakan tanaman industri penghasil serat yang penting dalam industri bahan pakaian. Sentra penanaman kapas telah lama dikenal dan ditanam oleh petani khususnya  di Jawa Timur, Jawa Tengah, NTB, Sulawesi selatan dan sulawesi  tenggara biasanya ditanam setelah pemanenan padi sawah. Galur-galur mutan yang berasal dari kultur jaringan embrio aksis kapas varietas NIAB-999 yang diiradiasi gamma 60 Co, dengan dosis 20 gray digunakan dalam percobaan ini. Percobaan dilakukan di Kebun Percobaan Citayam menggunakan rancangan Acak Kelompok dengan ulangan 5 kali.Kedua galur ditanam pada plot yang berukuran 8 x 7 M2  dengan jarak tanam 10 x 100 cm dan menggunakan varietas: Kanesia 15, Karisma sebagai pembanding. Parameter yang diamati adalah umur tanaman, tinggi tanaman, jumlah cabang generatif, jumlah boll perpohon dan berat kapas per biji perpetak/produksi . Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman galur mutan CN 2A merupakan hasil terbesar hasil berat kapas per biji perpetak perkilogram yaitu 6,300 kg jika dibandingkan dengan kontrol nasional (Kanesia 15 dan varietas Karisma) serta kontrol induk NIAB 999. Pengujian Mutu Serat di Balai Besar Tekstil Bandung Sedangkan untuk kekuatan serat  CN4A (29,7 (g/tex) masih tinggi hasilnya dibandingkan dengan Karisma (29,7 g/tex) dan Kanesia 15 (29,00 g/tex). Untuk kehalusan serat  CN4A (5,3 micron) dan yang terendah NIAB 999 (4,9 micron) masih unggul dari kontrol nasional Kanesia 15 (5,2 micron). Demikian juga dengan keseragaman serat yang tertinggi CN2A (8,6 %) sedang kontrol nasional Kanesia 15 (83,7%) keseragaman serat dari keempat jenis kapas yang diuji cukup baik yaitu di atas 80 %. Pengujian Penyakit di Hama Penyakit di BALITTAS Malang dengan uji hasil utk mortalitas larva Helicoverpa amigera setelah mengkonsumsi daun kuncup bunga dan daun buah muda yang Pada hari ketiga umumnya larva masih hidup100%, kecuali pada varietas Kanesia 15 terjadi kematian larva 8%. Pada hari ketujuh kematian larva 15-37% dan hari kesebelas kematian larva mencapai 39-57%.  Mortalitas larva hari ketujuh dan kesebelas,  tidak berbeda nyata pada semua galur harapan dan varietas kontrol nasional kanesia 15, Kanesia 10 dan Karisma.

Page 11 of 25 | Total Record : 242